Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 209

Kementerian UMKM Perkuat Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah pada 2026

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan penguatan skema kemitraan dan rantai pasok melalui program Holding UMKM akan dioptimalkan dan diperluas pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat struktur usaha nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan bahwa pada 2026 Kementerian UMKM akan mengembangkan sedikitnya lima klaster strategis, yakni sepak bola, pariwisata, pertanian, makan bergizi gratis, serta kesehatan dan kecantikan.
“Untuk klaster sepak bola, pada awal Desember telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Dalam Negeri. Kami sepakat memperkuat ekosistem sepak bola melalui pemberdayaan UMKM. Sepak bola dipilih sebagai proyek percontohan dan selanjutnya akan dikembangkan ke cabang olahraga lainnya,” ujar Bagus di Jakarta, Jumat 19 Desember 2025.
Sepanjang tahun 2025, kata Bagus, Kementerian UMKM telah menjalankan program Holding UMKM melalui sejumlah klaster, antara lain fesyen, kriya (handicraft), serta kelautan dan perikanan.
Usaha menengah sebagai operator Holding UMKM tersebut akan menjadi Role Model untuk dapat direplikasi sampai pada masifikasi di seluruh Indonesia.
“Pada klaster kelautan dan perikanan, program ini melibatkan 600 pemindang ikan. Sementara itu, pada klaster fesyen terdapat 550 pengrajin dan reseller yang terlibat, serta 150 pengrajin pada klaster kriya,” kata Bagus.
Melalui program Holding UMKM, Bagus menegaskan bahwa pengusaha menengah diharapkan dapat menjadi poros penghubung bagi usaha mikro dan kecil dalam klaster yang sama, sehingga tercipta skala ekonomis, akses pembiayaan, pendampingan inkubasi, dan pemasaran yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
“Usaha menengah diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang kerap dihadapi usaha mikro dan kecil, seperti kendala produksi, keterbatasan akses pembiayaan, belum optimalnya standardisasi mutu, serta lemahnya integrasi rantai pasok,” ujarnya.
Pada 2026, Kementerian UMKM juga akan mengoptimalkan pembiayaan inovatif bagi usaha menengah melalui skema yang terstruktur, terkurasi, serta berbasis pada kesiapan finansial dan potensi usaha.
“Pada tahun sebelumnya, terdapat 56 usaha menengah yang terpilih dalam skema pembiayaan ini. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan, seperti bank-bank Himbara dan Pegadaian, serta mitra kolaborator lainnya, termasuk Kementerian Perdagangan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan BUMN,” kata Bagus.
Selain itu, Bagus menambahkan bahwa program RISE to IPO, yang bertujuan memberikan kesempatan bagi usaha menengah untuk melantai di bursa, juga akan kembali diselenggarakan pada 2026 di Surabaya, Bandung, dan Makassar.
“Pada tahun sebelumnya, program RISE to IPO telah dilaksanakan di Jakarta dan Semarang dengan total 128 perusahaan yang lolos proses kurasi dan mengikuti rangkaian seminar,” tuturnya.
Menurut Bagus, RISE to IPO menjadi jembatan strategis bagi pengusaha menengah untuk naik kelas, dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka yang lebih tertata, transparan, dan kompetitif, sekaligus berperan sebagai jangkar penting bagi penguatan ekosistem jutaan usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.***

Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026

0

Bogordaily.net – Rencana pengembangan transportasi Trem di Kota Bogor memasuki babak baru. Pemkot dan PT Industri Kereta Api (INKA) telah sepakat menandatangani perjanjian atau MoU, Kamis 11 Desember 2025 lalu, untuk merealisasikan salah satu program Bogor Lancar.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengaku bersyukur atas support yang diberikan. Trem disebutnya dapat menjadi transportasi perkotaan masa depan.

Produk Trem besutan PT INKA sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen. Teknologi baterainya juga sudah jauh lebih maju.

Dalam pengoperasiannya, trem tidak lagi menggunakan kabel atas. Charging energy-nya sudah lebih modern. Dengan demikian, pembiayaannya bisa jauh lebih irit.

“Jadi kita tidak perlu meragukan bahwa industri perkeretaapian dalam negeri ini menjadi harapan masa depan untuk perkotaan di seluruh indonesia,” kata Dedie usai pertemuan di Balai Kota.

Dedie menyebut, trem akan segera diuji coba dalam waktu dekat. Titik pengoperasiannya berada di sekitar Stasiun Bogor atau Alun-alun Kota Bogor.

Namun, semuanya masih dalam tahap persiapan, termasuk penyediaan lintasannya. Pada tahap uji coba, trem akan melintas sejauh 450 meter.

“Di uji coba ini, harapannya nanti PT INKA dapat melihat apa saja hal-hal yang masih harus dikembangkan secara teknologi,” kata Dedie.

Jika sudah resmi beroperasi, area lintasan trem akan dikembangkan. Moda transportasi umum ini nantinya akan melintasi area Sistem Satu Arah (SSA) atau Kebun Raya Bogor. Panjang lintasan yang diperlukan mencapai 7 hingga 9 kilometer.

Dedie memastikan bahwa pada tahapan ini pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kita ingin mengedukasi masyarakat agar terbiasa bahwa trem perkotaan ini menjadi solusi transportasi publik masa depan yang hijau dan ramah lingkungan,” paparnya.

Bobot trem sendiri tidak jauh berbeda dengan truk ataupun bus. Oleh karena itu, di garansi bahwa moda transportasi umum ini dinilai aman saat melintasi area jembatan seperti Otista.

“Alhamdulillah pada hari ini kita sudah sampai pada momentum yang sangat penting di mana trem itu bisa segera dimulai di Kota Bogor,” tegas Dedie.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto mengaku bahwa pihaknya merasa terhormat karena telah didukung oleh Pemkot Bogor dalam pengembangan industri transportasi dalam negeri.

Eko memberikan garansi bahwa trem buatannya tidak kalah dengan produk-produk luar negeri. Dia menambahkan, pihaknya akan menanggung seluruh sarana uji coba.

“Ini sudah sejak 2018 dan sudah kami lakukan uji coba di beberapa lintasan, seperti di Solo dan saat ini juga disambut baik oleh Pemkot Bogor. Untuk uji coba kami akan siapkan sarananya,” terang Eko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uji coba trem di Kota Bogor akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Jika sudah resmi beroperasi, transportasi publik ini akan memiliki 17 halte.

Kereta trem ini nantinya berfungsi sebagai feeder dari LRT yang direncanakan tembus hingga ke Terminal Baranangsiang. Dedie berharap, langkah ini dapat mengurai kemacetan di Kota Hujan.

Solusi Wujudkan Bogor Lancar

Rencana pengoperasian trem di Kota Bogor dinilai menjadi langkah yang baik untuk penataan sistem transportasi massal mewujudkan salah satu program Bogor Lancar. Skema ini disebut efektif karena daya tampungnya besar.

Pengamat transportasi, Yayat Supriatna mengatakan moda transportasi umum berbasis rel wajib diterapkan jika Bogor ingin mendorong 60 persen warganya beralih ke angkutan umum.

“Kalau kita ingin mendorong orang Bogor 60 persen menggunakan public transport, jawabannya adalah berbasis rel,” ujarnya.

Jakarta sudah membuktikan efektivitas moda tersebut melalui MRT, LRT, dan KRL yang terus diperluas. Ia menyebut kepastian waktu dan kapasitas yang memadai menjadi alasan Bogor harus mulai bertransformasi.

Ia juga menyoroti teknologi trem modern yang mengandalkan baterai sehingga tidak memerlukan kabel atas. Penggunaan dua gerbong bertenaga baterai setara dengan dua bus tanpa perlu menambah prasarananya.

“Tinggal memperkuat jaringan jalan khususnya jembatan yang mungkin harus diperkuat,” tuturnya.

Konsep trem ini juga dinilai dapat memperkuat citra Bogor sebagai kota dengan transportasi hijau. Yayat menyebut jalur trem yang melingkar ke Kebun Raya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Datang ke Bogor orang bisa langsung naik trem, dari LRT nanti bisa sambung trem dan biayanya lebih terjangkau,” tuturnya.

Dengan begitu, trem berpotensi menjadi angkutan utama di Kota Bogor. Namun ini mesti dibarengi kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi. Contohnya, pemerintah mulai berani mengoperasikan kebijakan Ganjil Genap di area Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya. Atau kalau perlu memberlakukan jalan berbayar dan parkir yang tinggi.

“Jadi orang-orang yang menggunakan kendaraan pribadi bisa dikendalikan dengan kebijakan push fighter. Sementara angkotnya bisa jadi feeder,” katanya.***

Waspada Hujan! Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Jumat 19 Desember 2025

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 19 Desember 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 19 Desember 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 77–94%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-26°C
Kelembapan: 72–91%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 72-90%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 73–90%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 73–90%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–28°C
Kelembapan: 73–89%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 19 Desember 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Perkuat Program RPB, Menteri UMKM Lepas Ekspor Rotan Sukoharjo ke Spanyol

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melepas ekspor satu kontainer 40 feet berisi produk furnitur rotan senilai 12.612 dolar AS karya Koperasi Trangsan Manunggal Jaya menuju Spanyol.

“Kami berharap ekspor rotan dari Sukoharjo dapat dilakukan secara rutin. Karena itu, kepastian pasokan, ketepatan waktu pengantaran, serta kualitas produk harus terus dijaga agar ekspor berjalan berkelanjutan,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/12).

Pelepasan ekspor rotan ini dilanjutkan dengan peresmian Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditas Rotan di Sukoharjo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi sekitar 1,7 juta batang atau setara 15.000 ton rotan pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemasok sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia. Potensi besar ini perlu diperkuat melalui pengembangan fasilitas produksi bersama yang terintegrasi.

Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, yang telah lama dikenal sebagai sentra industri kerajinan dan furnitur rotan, ditetapkan sebagai lokasi RPB Komoditas Rotan. Masyarakat setempat telah mengolah rotan sejak 1920, menjadikannya salah satu pusat produksi rotan tertua di Jawa Tengah sekaligus sentra rotan terbesar kedua di Indonesia pada 1970-1990. Saat ini, sekitar 220 kepala keluarga berprofesi sebagai perajin rotan dan menyerap kurang lebih 5.000 tenaga kerja.

“Peresmian ini menandai kesiapan RPB untuk mengembangkan bisnis rotan secara lebih terstruktur. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar ekosistem bisnis rotan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Maman.

Inisiasi pendirian RPB Komoditas Rotan berawal dari program Pengelolaan Terpadu UMK oleh Pemda Sukoharjo pada 2022. RPB hadir untuk mendorong UMKM rotan naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, efisiensi proses, penguatan desain dan inovasi, serta perluasan akses pasar. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pendamping, dan mitra usaha di wilayah tersebut.

Dikelola Koperasi Trangsan Manunggal Jaya, RPB Komoditas Rotan memiliki dua lini produksi yakni pemrosesan bahan baku rotan menjadi rotan setengah jadi serta produksi rotan setengah jadi menjadi produk furnitur. RPB mampu mempekerjakan perajin lokal untuk menghasilkan aneka kreasi rotan yang berhasil menembus pasar ekspor ke Perancis, Kanada, Spanyol, Uni Emirat Arab. Produk yang dihasilkan juga telah memenuhi sertifikasi seperti ISO 9001:2015, SNI Produk untuk kursi dan meja sekolah, dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).

Menteri UMKM juga menyampaikan bahwa pemerintah mengembangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Padat Karya berupa dukungan peralatan produksi guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk. Skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk Koperasi Trangsan Manunggal Jaya.

Selain itu, Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Kecil bersama BRIN bagian riset energi dan manufaktur tengah mengembangkan platform layanan digital asistensi proses dan manajemen produksi, peningkatan sistem dan operasi produksi UMKM, serta peningkatan kinerja permesinan dan peralatan RPB.

Menteri UMKM juga mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan mengajak untuk terus melakukan pengawasan, pendampingan, serta memastikan operasional RPB berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap RPB rotan ini dapat memotivasi pendirian RPB pada klaster usaha lainnya, sehingga semakin banyak UMKM lokal yang berdaya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Maman.

Maman juga mendorong RPB Komoditas Rotan di Sukoharjo dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah di Indonesia. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak signifikan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui pendirian RPB Komoditas Rotan untuk mengatasi berbagai kendala produksi kerajinan dan furnitur rotan.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyatakan kesiapan untuk mendukung Koperasi Trangsan Manunggal Jaya dan RPB Komoditas Rotan melalui penyediaan fasilitas infrastruktur, pelatihan, serta pendampingan. Eko juga mengajak para perajin untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan profesionalisme dalam mengelola usaha rotan.

“Kalau hari ini kita bisa ekspor ke Spanyol, ke depan terbuka peluang menembus pasar Eropa lainnya maupun negara-negara potensial lain. Semoga RPB ini dapat diadaptasi ke klaster usaha lain dan membuktikan bahwa UMKM Sukoharjo mampu naik kelas,” ujar Eko.

Peresmian RPB Komoditas Rotan juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S. Bramiyanto, serta Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji.***

Bermula dari 10 Meter Kain, Kini UMKN Batik Binaan BRI Ini Tembus Pasar Internasional

0

Bogordaily.net – Situasi pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi beberapa tahun lalu menjadi titik balik bagi Rita Nova Omala, pengusaha UMKM dan pengrajin batik asal Padang Panjang, Sumatera Barat. Di tengah keterbatasan gerak saat masa pandemi, lahirlah Batik Canting Asasi, usaha batik khas Padang Panjang yang kini tak hanya di kenal di Sumatera Barat tetapi juga merambah secara nasional dan luar negeri.

Perkembangan Batik Canting Asasi tidak terlepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, yang secara konsisten hadir mendampingi para pelaku UMKM. Mulai dari pelatihan dan pendampingan usaha, promosi digital, hingga fasilitasi ekspansi pasar.
Rita Nova Omala mengawali usahanya pada November 2021. Awalnya, modal usaha Rita sangat minim. Ia hanya modal kain 10 meter, dari kain itu, ia membuat tiga baju yang dijual, lalu hasilnya diputar kembali untuk modal produksi. Kini, usaha itu berkembang pesat dan mulai dikenal luas setelah aktif berpromosi melalui TikTok, Instagram, dan mengikuti berbagai pameran.

Nama Batik Canting Asasi terinspirasi dari Masjid Asasi, masjid tertua di Padang Panjang yang berada di Kelurahan Sigando, tempat tinggal dari Owner Rita Nova. Masjid ini menjadi inspirasi utama dalam desain dan filosofi batik yang diciptakan.

Keunikan Batik Canting Asasi ada di sanggar membatik. Kami memakai pewarna alami yang lembut dan klasik. Kami memanfaatkan limbah seperti kulit jengkol dan biji pinang untuk bahan pewarna. Hasilnya lebih ramah lingkungan dan warnanya lebih awet, jelas Rita.

Saat ini Batik Canting Asasi memiliki berbagai macam motif diantaranya Asasi, Barara, dan Panen. Motif Asasi menjadi favorit karena menggambarkan nilai budaya dan religi masyarakat setempat. Selain kain batik, sanggar ini juga memproduksi pakaian jadi seperti jaket, blazer, hingga setelan resmi yang digunakan berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.

Batik Canting Asasi bukan sekadar usaha kreatif, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat awal berdiri, usaha ini hanya melibatkan empat orang. Kini, sudah ada 15 pekerja dan pengrajin, sebagian besar perempuan dan lansia.

Ada yang melukis, mencap, mewarnai, dan membuat jambul pada selendang. Kami juga memberdayakan lansia untuk membuat jambul. Beragam, ada yang usia 18, 24, 27 tahun sampai 60 tahun. Jadi dari milenial sampai lansia, tutur Rita.

BRI memiliki peran besar dalam perjalanan Batik Canting Asasi. Melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, Rita mendapat banyak pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti pameran skala nasional seperti BRI BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung di BSD, Tangerang.

BRI selalu mendukung kami. Kalau ada pameran, ada staf BRI yang datang mendampingi dan menanyakan kebutuhan kami. Kami juga pernah dipercaya jadi narasumber pelatihan untuk teman-teman disabilitas. Sekarang sudah ada penyandang disabilitas yang bekerja di sanggar kami, ungkap Rita.

Selain pelatihan dan pameran, BRI juga membantu membuatkan e-katalog produk agar bisa menjangkau pembeli digital. Langkah itu menjadi terobosan penting untuk promosi dan memperluas pasar. Hasilnya, Batik Canting Asasi berhasil mendapatkan pesanan dari konsumen yang ada di luar negeri. Dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Arab Saudi.

“Memang belum banyak, baru sekitar 5-10 potong. Kami senang karena produk kami bisa sampai ke sana tanpa perantara. Semua berkat promosi lewat media sosial dan dukungan dari BRI, kata Rita bangga.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN BRI dan melaksanakan lebih dari 17 ribu pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program pemberdayaan BRI seperti pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ungkapnya.***

SB-IPB Ungkap Kepuasan Pelanggan Tirta Pakuan Kota Bogor Terus Meningkat

0

Bogordaily.net – Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB) memaparkan hasil Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Survey) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2025. Pemaparan ini berlangsung di Ruang Jati, Gedung A SB-IPB pada Kamis, 18 Desember 2025.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah tersebut, kinerja BUMD penyedia air bersih di Kota Bogor ini meraih predikat “Sangat Puas” dengan peningkatan signifikan pada aspek kualitas layanan dan ini merupakan bentuk sinergi antara akademisi dan praktisi dalam mengevaluasi fungsi ekonomi dan sosial Perumda Tirta Pakuan.
Survei tahun ini melibatkan 3.375 responden yang tersebar secara proporsional di tujuh zona pelayanan.

Peningkatan Indeks Kepuasan Pelanggan
​Tim peneliti SB-IPB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Noer Azam Achsani, MS, melaporkan bahwa angka Customer Satisfaction Index (CSI) menunjukkan tren positif, CSI Produk 87,25 (Kategori Sangat Puas)
​CSI Jasa 81,50 (Kategori Sangat Puas)
​Capaian ini menandai keberhasilan Perumda Tirta Pakuan dalam memulihkan kualitas layanan setelah sempat mengalami dinamika penurunan pada periode sebelumnya.

Secara spasial, Zona 1 muncul sebagai benchmark (tolok ukur) pelayanan terbaik karena kinerjanya yang unggul dan merata.

Melalui pendekatan Importance Performance Analysis (IPA), ditemukan bahwa kualitas fisik air (kejernihan, bau, dan endapan) berada pada kuadran “Keep Up the Good Work”, yang berarti harus dipertahankan.

Namun, tim peneliti memberikan catatan agar perusahaan tetap memperhatikan stabilitas tekanan dan kontinuitas aliran air, terutama pada zona dengan tantangan suplai musiman.

Dari sisi dimensi Service Quality (SERVQUAL), aspek Tangibles (bukti fisik) memperoleh skor tertinggi sebesar 89,58, disusul oleh Assurance (jaminan) sebesar 83,55.

Hal ini menunjukkan kepercayaan tinggi pelanggan terhadap profesionalisme petugas di lapangan. Meski demikian, dimensi Empathy (empati/perhatian personal) menjadi area yang direkomendasikan untuk diperkuat guna meningkatkan kedekatan emosional dengan pelanggan.

Pemaparan ini mendapat tanggapan positif dari Sekretaris Perusahaan Perumda Tirta Pakuan, Dani Rahmawan, ia menyatakan apresiasinya atas kajian komprehensif yang dilakukan SB-IPB. Menurutnya, hasil survei ini adalah basis data penting untuk menyongsong tantangan tahun 2026.

“Kami memerlukan mitra netral seperti SB-IPB untuk mengukur performa produk dan layanan kami secara objektif. Saat ini, fokus kami bukan sekadar menyediakan air bersih, tetapi air yang sehat dan aman sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menggunakan air PDAM adalah investasi kesehatan jangka panjang,” ujar Dani.

Ia juga menambahkan bahwa efisiensi biaya kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas air yang dikonsumsi, sehingga Tirta Pakuan berkomitmen menjalankan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) secara ketat.

​Dalam kesempatan yang sama, Dekan SB-IPB University, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani, M.S., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud kontribusi nyata kampus bagi masyarakat Bogor.

“Air adalah isu global yang krusial. Konflik dunia masa depan bukan hanya soal energi, tapi soal air. Kami memotret kondisi apa adanya melalui survei ini agar Tirta Pakuan bisa terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Kami senang melihat tren yang makin bagus, namun perusahaan tidak boleh cepat puas. Hasil kajian ini juga menjadi case study yang berharga bagi mahasiswa kami agar teori di kelas selaras dengan realita di lapangan,” papar Prof. Azam.

Sebagai langkah tindak lanjut, SB-IPB merekomendasikan peta jalan (roadmap) perbaikan yang mencakup Peningkatan kualitas aliran di zona-zona prioritas. Penguatan kompetensi komunikasi dan empati SDM. Optimalisasi kanal digital, termasuk aplikasi SIMOTIP, untuk meningkatkan Engagement Index pelanggan yang saat ini berada di angka 59,06.***

Ibnu Galansa

KPK Tangkap Jaksa dalam OTT di Banten, Rp900 Juta Disita. Siapa Orangnya?

0

Bogordaily.net – OTT KPK di Banten kembali membuat suasana Gedung Merah Putih KPK terasa lebih sunyi dari biasanya. Ada uang. Banyak uang. Tunai pula. Sekitar Rp900 juta. Disita. Dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret aparat penegak hukum—jaksa—di dua wilayah sekaligus: Banten dan Jakarta.

KPK menyampaikan kabar itu dengan kalimat yang dingin, nyaris tanpa emosi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut uang ratusan juta tersebut diamankan tim penyidik dalam rangkaian penangkapan sembilan orang. “Tim juga mengamankan barang bukti uang dalam bentuk tunai sekitar Rp900 juta,” ujarnya, Kamis.

Angka Rp900 juta itu bukan sekadar nominal. Ia menjadi penanda bahwa Ott KPK di Banten bukan operasi biasa. Ada jejaring. Ada lintas wilayah. Dan yang paling sensitif: ada jaksa di dalamnya. Profesi yang seharusnya berdiri di garis depan penegakan hukum, justru kini berada di kursi pemeriksaan.

Sembilan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK, seperti biasa, memilih menahan diri. Kronologi belum dibuka. Status hukum belum diumumkan. Semua masih dikunci rapat. “Perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi atau konstruksi perkara, nanti kami akan sampaikan secara lengkap,” kata Budi.

Sebelumnya, kabar mengenai Ott KPK di Banten lebih dulu beredar cepat di kalangan wartawan. Konfirmasi datang tak lama kemudian. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto memastikan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah oknum jaksa. Kalimatnya singkat, tapi berat. “Memang ada pengamanan. Ada oknum jaksa,” ujarnya.

Publik tahu, setiap OTT selalu punya cerita lanjutan. Siapa memberi, siapa menerima, dan untuk perkara apa. Rp900 juta itu pasti bukan uang jajan. Tinggal menunggu waktu hingga KPK membuka tabirnya—pelan, satu per satu. Seperti biasa.***

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Disdik Bina Oknum Guru SDN Pajeleran 01 yang Pungli dan Diskriminasi Nilai 

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor meminta Dinas Pendidikan (Disdik) membina oknum guru SDN Pajeleran 01 yang terbukti pungli dan diskriminasi nilai kepada siswa.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi perhatian khusus dari DPRD Kabupaten Bogor yang dinilai telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, Sastra meminta kepada Disdik untuk membina guru tersebut.

“Kalo memang itu inisiatif dari gurunya berarti perlu pembinaan dari Dinas Pendidikan supaya tidak terjadi lagi hal hal seperti itu, karena ini apalagi mengancam nilai saya kira tidak tepat dilakukan seperti itu,” kata Sastra, Kamis 18 Desember 2025.

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi langkah Disdik yang telah menonaktifkan dan memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru tersebut.

“Makanya, tahapan sanksi di dinas pendidikan ketika melakukan kesalahan, nanti kita serahkan dinas pendidikan untuk mengevaluasi orang tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor resmi menonaktifkan seorang guru SDN Pajeleran 01 menyusul tuntutan dari orang tua murid. Keputusan penonaktifan tersebut berlaku sejak Selasa 16 Desember 2025.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Rusliandy menjelaskan bahwa, pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah serta guru yang bersangkutan, Sujana, yang merupakan Wali Kelas IV E.

“Pertama kepala sekolah dan guru sudah kami panggil. Kami tegaskan menurut ketentuan terkait dengan biaya2 untuk les, pungutan kas dan kawan2 dalam satuan pendidikan dalam penyelenggaraan pembelajaran,” ujar Rusliandy.

Pihaknya memastikan bahwa, guru tersebut kini telah dinonaktifkan untuk mengajar di SDN Pajeleran 01.

“Tenaga pendidiknya sudah kami nonaktifkan untuk mengajar di SDN Pajeleran 01 per hari ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rusliandy meminta kepada para guru atau tenaga pendidik untuk tidak meminta iuran yang dinilai memberatkan siswa.

“Kita sampaikan kepada satuan pendidikan yang lain untuk tidak melakukan pungutan baik dalam bentuk uang kas maupun uang iuran les tambahan dan kawan2,” ungkap Rusliandy.***

Albin

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan dan Pengancaman Mahasiswa di Parung Bogor

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku penganiayaan dan pengancaman menggunakan senjata tajam di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah, menyampaikan bahwa, pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polsek Parung.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 13 Desember 2025 sekitar pukul 03.34 WIB, bertempat di Pasar Parung, Kampung Jati, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

“Korban dalam peristiwa tersebut berinisial RP (21), seorang pelajar/mahasiswa. Sementara terduga pelaku berinisial FD alias W (42), warga Kecamatan Parung,” kata Kompol Maman, Kamis 18 Desember 2025.

Menurut Kompol Maman, berdasarkan keterangan awal, terduga pelaku diduga melakukan pengancaman dan pemukulan terhadap korban, serta diduga membawa senjata tajam.

“Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Polsek Parung untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Selanjutnya, piket Reskrim Polsek Parung bersama piket fungsi segera melakukan serangkaian tindakan kepolisian berupa pengecekan tempat kejadian perkara, pengamanan terduga pelaku, serta pengumpulan barang bukti.

Dalam proses pengamanan, petugas turut mengamankan barang bukti berupa cuplikan rekaman CCTV satu buah senjata tajam jenis kerambit, dua buah senjata tajam jenis golok, satu helai jaket jeans warna biru.

“Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Parung guna dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkap Kompol Maman.

Sementara itu, Polsek Parung mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas serta tidak segan melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.***

Albin

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor Raih Penghargaan Pengelolaan Media Sosial BUMD Teraktif 2025 di CREATIVFEST

0

Bogordaily.net – Gelaran akbar CREATIVFEST 2025 mencapai puncaknya dengan pengumuman pemenang kategori “Pengelolaan Media Sosial BUMD Teraktif 2025”. Dalam acara yang berlangsung meriah tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor berhasil menyabet posisi pertama, mengukuhkan diri sebagai BUMD dengan pengelolaan media sosial paling aktif dan inovatif.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya BUMD dalam memanfaatkan platform digital untuk berinteraksi dengan masyarakat, menyampaikan informasi, serta membangun citra positif. Nominasi untuk kategori ini melibatkan lima BUMD: PDAM Tirta Pakuan, Transpakuan, PD Pasar Pakuan, RSUD Kota Bogor, dan Bank Kota Bogor.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, RSUD Kota Bogor keluar sebagai juara utama. Kemudian disusul pada posisi kedua oleh PDAM Tirta Pakuan, dan juara 3 dimenangkan oleh Transpakuan.

Kemenangan RSUD Kota Bogor ini, menjadi bukti atas komitmen RS milik Pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan informasi kesehatan yang relevan dan interaktif melalui media sosial, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno merasa bersyukur atas capaian prestasi yang diraih RSUD Kota Bogor menjadi Juara Terbaik I Media Sosial Teraktif Tingkat BUMD.

“Alhamdulillah…Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan informasi yang edukatif, transparan, dan responsif melalui media sosial sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” singkat dr. Retno sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Bisnis dan Mutu RSUD Kota Bogor, dr. Armein Sjuhary Rowi, menambahkan bahwa prestasi yang diraih merupakan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh tim. “Keberhasilan ini adalah buah kerja keras dan sinergi antara tim Humas dan berbagai divisi di RSUD. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ungkap dr. Armein.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rudiyana menjelaskan bila acara penghargaan CREATIVFEST, diselenggarakan oleh Diskominfo Kota Bogor dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada pengelola media sosial, media cetak dan online, website, pengaduan masyarakat, dan PPID yang telah berkontribusi dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan interaksi dengan masyarakat.

Pengelolaan medsos yang baik merupakan bagian dari inovasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Bogor.

“Melalui, acara CREATIVFEST 2025 diharapkan dapat terus memotivasi Dinas dan BUMD di lingkup Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial mereka, demi pelayanan publik yang lebih baik dan adaptif di era digital,” terangnya.***