Home Blog Page 213

RSUD Kota Bogor Gelar Podcast Kesehatan Bahas Autisme

0

Bogordaily.net-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor akan menggelar podcast kesehatan yang bertema’ Autisme apa bisa sekolah?’.

Podcast kesehatan ini akan dilaksanakan secara live streaming melalui kanal Youtube @RSUD KOTABOGOR DAILY.

Kamu bisa mengikuti podcast ini pada Senin 6 April 2026. Mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai.

Podcast kesehatan tersebut akan diisi oleh narasumber yang ahli dalam bidang kesehatan yaitu dr. Adilla Hikma Zakiati, Sp.KFR, (pembicara) dan dr. Adhitia Nurfitriani (moderator).

Seperti yang diketahui autisme, atau Autism Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, serta pola perilaku dan minat seseorang.

Disebut “spektrum” karena gejala dan tingkat keparahannya bervariasi pada tiap individu, biasanya terdeteksi sejak masa kanak-kanak dan berlangsung seumur hidup.

*Karakteristik Utama Autisme*

Gangguan interaksi sosial, sulit memahami emosi orang lain, menghindari kontak mata, dan kurang responsif saat dipanggil.

Gangguan komunikasi, keterlambatan atau kesulitan dalam berbahasa, baik verbal maupun non-verbal.

Perilaku berulang dan terrbatas, melakukan gerakan berulang (seperti mengepakkan tangan/berputar), kaku dengan rutinitas, dan minat yang sangat fokus pada satu objek.

Sensitivitas sensorik, reaksi berlebihan terhadap suara, cahaya, atau tekstur tertentu.

*Autisme bisa sekolah?*

Banyak anak autis berkembang di sekolah reguler (inklusi) maupun sekolah khusus (SLB) dengan dukungan, terapi, dan akomodasi yang tepat.

Keberhasilan sekolah bergantung pada kebutuhan unik anak, lingkungan yang mendukung, serta pendekatan individual yang terstruktur.

Untuk penjelasan lebih lanjutnya, jangan lupa tonton langsung podcastnya nanti pada Senin 6 April 2026. Mulai pukul 13.00 WIB sampai selesai di kanal youtube @RSUD KOTA BOGOR DAILY.***

Muhammad Irfan Ramadan

Jadwal dan Lokasi Perpanjangan SIM Keliling Kota Bogor Hari Ini Minggu 5 April 2026

0

Bogordaily.net-Satlantas Polresta Bogor Kota menyediakan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling di Kota Bogor pada hari ini Minggu 5 April 2026.

Pelayanan keliling ini khusus untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Pastikan Anda mengajukan permohonan perpanjangan sebelum masa berlaku SIM habis.

Hari ini, pada Minggu 5 April 2026, layanan SIM keliling akan dilaksanakan di halaman parkir Burger King Pajajaran, mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB.

Perhatikan bahwa layanan SIM keliling hanya berlaku untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Jadi, pastikan Anda datang tepat waktu ke lokasi yang telah ditentukan.

Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp80.000.

Untuk perpanjangan SIM tipe A dan C, biayanya adalah Rp75.000. Persyaratan perpanjangan SIM A atau C meliputi:

Foto kopi KTP yang masih berlaku
Foto kopi SIM lama dan membawa SIM asli
Surat keterangan kesehatan (akan diberikan di lokasi) Pentingnya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Seperti yang diketahui SIM (Surat Izin Mengemudi) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada individu yang memenuhi persyaratan.

Seperti administrasi, memiliki kondisi kesehatan baik jasmani maupun rohani, serta memahami peraturan lalu lintas dan memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap pengemudi kendaraan di jalan raya wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 281.***

Muhammad Irfan Ramadan

Gunung Geulis Camp Area Tawarkan Cottage Unik Bertema Genre Musik, Cocok untuk Liburan Keluarga

0

Bogordaily.net – Di tengah tren wisata alam yang semakin diminati, Gunung Geulis Camp Area hadir menawarkan pengalaman menginap yang berbeda dengan konsep yang kreatif dan unik.

Berlokasi di kawasan Gunung Geulis, tempat ini menghadirkan berbagai tipe cottage yang dinamai berdasarkan genre musik, menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan bagi pengunjung.

Admin Gunung Geulis Camp Area, Sofyan, menjelaskan bahwa setiap tipe cottage dirancang dengan spesifikasi dan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan tamu.

“Kami menyediakan pilihan cottage seperti tipe Classic, Rock, Jazz, Blues, Techno, hingga Dangdut. Masing-masing punya karakter dan kapasitas berbeda, jadi pengunjung bisa menyesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Sofyan saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026).

Untuk rombongan keluarga besar, tersedia Cottage Classic dan Dangdut. Tipe ini berupa bangunan dua lantai yang dilengkapi tiga kamar tidur, tiga kamar mandi, kitchen set, AC, water heater, TV, serta kulkas. Dengan kapasitas mulai dari enam hingga maksimal 12 orang, tipe ini sangat ideal untuk acara kumpul keluarga.

Sementara itu, Cottage Jazz, Rock, dan Techno hadir dengan dua kamar tidur yang mampu menampung hingga 10 orang, cocok untuk rombongan kecil atau liburan bersama teman.

Tak hanya itu, Gunung Geulis Camp Area juga menyediakan tujuh unit Rumah Kerucut yang menawarkan suasana lebih privat. Fasilitas yang disediakan meliputi toilet dalam, AC, dan kulkas, sehingga tetap nyaman bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam dengan lebih tenang.

Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi menginap di alam terbuka tanpa mengorbankan kenyamanan, Gunung Geulis Camp Area juga menghadirkan fasilitas camping lux.

Konsep ini menawarkan pengalaman berkemah dengan fasilitas lebih lengkap dan nyaman, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam dengan cara yang praktis namun tetap berkelas.***

Ada Car Free Day, Jalan Tegar Beriman Ditutup Total Minggu Pagi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menggelar kembali kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pada Minggu, 5 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB tersebut akan disertai penutupan total ruas jalan untuk mendukung kelancaran acara yang dipusatkan di sepanjang Jalan Tegar Beriman.

Penutupan jalan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto yang menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas dilakukan karena adanya rangkaian kegiatan masyarakat yang digelar di kawasan tersebut.

“Jalan Tegar Beriman akan ditutup total saat pelaksanaan CFD Minggu ini, dikarenakan adanya event yang akan digelar di sepanjang Jalan Tegar Beriman. Penutupan juga dilakukan dari arah PDAM dan Jalan Bersih,” ujar Bayu.

Bayu menjelaskan, penutupan jalan berlaku mulai pukul 06.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB. Oleh karena itu, masyarakat yang biasanya melintasi kawasan tersebut diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan atau menggunakan jalur alternatif.

Untuk diketahui, demi mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dinas Perhubungan bersama Polres Bogor telah menyiapkan skema pengalihan arus kendaraan. Pengendara yang menuju kawasan pusat pemerintahan diarahkan melalui Jalan Cikaret serta jalur Jakarta–Bogor.

Pemkab Bogor juga mengimbau masyarakat yang ingin menikmati kegiatan Car Free Day agar memanfaatkan momentum tersebut dengan tertib dan menjaga kenyamanan bersama. Warga diharapkan tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga kebersihan kawasan, serta menggunakan ruang publik secara bijak.

Sementara bagi masyarakat yang tidak mengikuti kegiatan CFD, diharapkan dapat mengantisipasi perjalanan sejak lebih awal dengan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan, sehingga aktivitas tetap berjalan lancar.

Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat, kegiatan CFD juga diharapkan menjadi sarana mempererat interaksi sosial serta mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kabupaten Bogor berharap pelaksanaan Car Free Day kali ini dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang bersama yang menyenangkan bagi warga untuk beraktivitas di ruang publik tanpa kendaraan bermotor.***

Heboh WO Kamuya! H-3 Acara Dibatalkan, Puluhan Calon Pengantin Rugi Ratusan Juta. Siapa Pemiliknya?

0

Bogordaily.net – Penipuan calon pengantin terjadi lagi, Wedding Organizer (WO) bernama Kamuya digeruduk warga di Mojokerto.

Sebuah rumah bergaya klasik di kawasan Suromulang Timur 1, Kamis itu, puluhan calon pengantin datang bukan untuk merancang pesta. Mereka datang menagih janji.

Pemilik WO Kamuya, PA, 26 tahun, akhirnya duduk di hadapan mereka. Juga di hadapan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Tidak banyak pilihan yang tersisa. Ia memilih satu: menjual rumahnya sendiri.

Rumah itu—kata para korban—ditaksir sekitar Rp 1,4 miliar. Tapi akan dilepas cepat. Hanya Rp 750 juta. Jauh di bawah harga pasar. Demi satu tujuan: refund.

Angkanya tidak kecil. Kerugian 29 pasangan mencapai Rp 680 juta hingga Rp 700 juta. Uang yang seharusnya menjadi awal kehidupan baru. Justru berubah menjadi beban.

PA mengaku. Manajemen keuangannya runtuh sejak 2022. Ia memakai pola lama: gali lubang, tutup lubang. Uang klien baru menutup utang lama. Begitu seterusnya. Sampai lubangnya terlalu dalam.

Utangnya sendiri sebenarnya tidak besar di awal. Sekitar Rp 50 juta. Tapi bunganya mencekik—Rp 9 juta per bulan. Ia sudah membayar Rp 150 juta. Namun tetap minus.

Itu bukan bisnis. Itu jerat.

Dalam mediasi, PA bahkan pasrah. Silakan cek rumahnya. Silakan laporkan. Ia merasa tidak punya apa-apa lagi—selain rumah itu.

Sertifikat rumah kini dijadikan jaminan. Diawasi bersama oleh korban dan pihak berwenang. Sebuah langkah yang terlambat, tapi tetap penting.

Kasus WO Kamuya ini memang punya pola. Mereka agresif di pameran pernikahan. Di pusat perbelanjaan ternama. Delta Plaza Surabaya. Sunrise Mall Mojokerto.

Calon pengantin digoda paket murah. Bonus besar. Tapi ada syarat: harus lunas di tempat.

Di situlah jebakannya.

Tiga hari sebelum acara—H-3—datang kabar buruk. Pembatalan sepihak. Alasan klasik: dana habis. Vendor belum dibayar.

Bayangkan paniknya calon pengantin. Acara tinggal hitungan hari. Mereka terpaksa keluar uang lagi. Puluhan juta. Demi menyelamatkan hari yang seharusnya paling bahagia.

Armuji—yang dikenal tegas—tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia langsung memberi peringatan keras.

“Jangan mengadakan pameran lagi. Setop,” katanya.

Itu penting. Karena jika tidak dihentikan, korban baru akan terus muncul.

Namun langkah hukum tetap berjalan. Para korban sudah melapor ke Polrestabes Mojokerto sejak 29 Maret 2026.

Kasus ini menjadi pelajaran mahal. Terutama bagi mereka yang sedang merencanakan pernikahan. Harga murah tidak selalu berarti hemat. Kadang justru sebaliknya.

Kini semua bergantung pada satu hal: apakah rumah itu benar-benar laku. Dan kapan uang para korban kembali.

Sebab bagi mereka, ini bukan sekadar uang.

Ini tentang kepercayaan. Yang sudah terlanjur runtuh.***

Sinopsis Film Dilan ITB 1997 Hadirkan Konflik Dilan, Ancika, Milea

0

Bogordaily.net – Film Dilan ITB 1997 itu kembali menghidupkan kenangan lama—tentang cinta, tentang masa muda, dan tentang Indonesia di ujung Orde Baru.

Kali ini, ceritanya tidak lagi di bangku SMA. Dilan sudah kuliah. Di Bandung. Di kampus yang penuh sejarah: ITB.

Nama Dilan sudah terlalu lekat dengan sosok Pidi Baiq. Ia bukan sekadar tokoh fiksi. Ia seperti representasi satu generasi—yang santai, jenaka, tapi juga menyimpan kegelisahan.

Di film ini, Dilan diperankan oleh Ariel Noah. Pilihan yang tidak biasa. Tapi justru di situlah daya tariknya.

Sementara Ancika, kekasih barunya, diperankan Niken Anjani. Dan satu nama lama kembali muncul: Milea. Diperankan Raline Shah.

Ceritanya sederhana. Tapi tidak ringan.

Dilan kini mahasiswa seni rupa di ITB. Hidupnya tampak tenang bersama Ancika. Hubungan mereka dewasa. Tidak meledak-ledak seperti masa SMA. Tapi masa lalu selalu punya cara untuk kembali.

Milea datang lagi ke Bandung.

Dilan tidak menyembunyikannya. Ia justru jujur pada Ancika. Di titik ini, cerita menjadi menarik. Ancika tidak marah. Ia memilih tenang. Memberi izin. Bahkan memberi ruang.

Jarang ada cerita cinta seperti itu.

Pertemuan Dilan dan Milea pun terjadi. Bukan untuk mengulang masa lalu. Tapi sekadar menutup yang belum selesai. Mengenang. Lalu melepaskan.

Namun film Dilan ITB 1997 tidak hanya bicara cinta. Tahun 1997 bukan tahun biasa. Indonesia sedang bergolak. Situasi politik memanas. Krisis mulai terasa. Mahasiswa mulai bergerak.

Film ini menyisipkan itu. Tidak dominan, tapi terasa.

Sutradara Fajar Bustomi kembali dipercaya menggarap film ini. Ia tahu betul ritme cerita Dilan. Sementara Pidi Baiq ikut menjaga ruh cerita agar tidak melenceng.

Film ini dijadwalkan tayang 30 April 2026. Produksinya berada di bawah Falcon Pictures—yang sebelumnya juga sukses dengan seri Dilan.

Daftar pemain lain masih belum sepenuhnya dibuka. Nama-nama seperti Arya Saloka dan Wafda Saifan Lubis disebut-sebut ikut terlibat. Tapi perannya belum jelas.

Yang jelas, film Dilan ITB 1997 bukan sekadar lanjutan. Ia seperti fase baru. Lebih dewasa. Lebih reflektif.

Dan mungkin—lebih dekat dengan kenyataan.***

Dihadiri Sejumlah Artis Ibukota, Ribuan Jamaah Antusias Ikuti Halal Bi Halal di Pondok Pesantren Data Tenjolaya

0

Bogordaily.net – Ribuan jamaah antusias mengikuti pelaksanaan Halal bi Halal sekaligus open house Pondok Pesantren Data di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor pada Sabtu 4 April 2026.

Adapun, kegiatan tersebut turut dihadiri langsung sejumlah artis seperti H Deddy Mizwar, cing Abdel Achrian, Jarwo Kwat, Dude Herlino dan beberapa tamu undangan lainya.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Data Abi KH. Taufiqurrahman S.Q menjelaskan bahwa, kegiatan halal bi halal tersebut merupakan acara rutin setiap tahun yang diikuti ribuan jamaah Majelis Data.

“Jadi ini halal bi halal adalah jadwal tahunan yang memang kita ga ekspos buat umum,” kata Ustadz Taufiqurrahman atau lebih dikenal dengan Ustadz Pantun.

Menurut Abi, pada tahun ini pelaksanaan Halal Bi Halal berlangsung meriah dengan dihadiri artis ibukota, hingga ada pembagian doorprize seperti umroh dan lain sebagainya kepada para jamaah.

“Sekaligus kita kumpulkan dan kitab undang juga bentuk hiburan nya para artis artis ibukota dan juga ada penceramahnya. Tetapi juga masya Allah banyak doorprize nya,” jelasnya.

Abi berharap, melalui kegiatan Halal bi Halal dapat meningkatkan ukhuwah antar jamaah, dan Pondok Pesantren Data semakin dikenal di masyarakat.

“Pertama semoga seperti yang doa nabi ajarkan, makin Allah persatuan hakikat, karena jalinan kekeluargaan ini kan makin terbangun,” ujar Abi.

“Jadi harapan mudah mudahan kedepan data, tidak diketahui hanya oleh Kabupaten Bogor, tetapi insya Allah. Dagu enya empang tiga dari dunia ampe sorga,” tambah Ustadz Pantun.

Ditempat yang sama, H Deddy Mizwar menyampaikan apresiasinya atas suksesnya kegiatan Halal Bi Halal di Pondok Pesantren Data.

“Yang datang di halal bihalal ini dari berbagai majelis taklim yang dikelola oleh Ustad Taufiqurrahman. Acara berjalan lancar riang gembira dan silaturahim berjalan dengan baik,” ungkap H Deddy Mizwar.

Deddy berharap, kedepannya Pondok Pesantren Data dapat terus berkembang untuk menghasilkan generasi penerus penghafal Al Qur’an.

“Semoga pesantren tahfidz data ini terus berkembang kemudian santri nya bertambah banyak sehingga bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara serta agama tentunya,” tuturnya.(Albin)

Onepulse Indonesia Luncurkan Program Sekolah Energi, Cahaya Rancamaya Jadi Pilot Project

0

Bogordaily.net – Program Sekolah Energi melalui acara kick-off yang digelar di Aula Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Kota Bogor, pada Sabtu 4 Mei 2026 Komitmen ini adalah transisi energi bersih kini mulai merambah dunia pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Bogor yang diwakili Dinas Pendidikan Kota Bogor, Camat Bogor Selatan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap inovasi pendidikan berbasis energi terbarukan.

Dalam sambutannya,Kepala dinas pendidikan kota bogor Drs Herry Karnadi M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang mengintegrasikan isu energi bersih dengan dunia pendidikan.

“ini menjadi langkah awal sangat penting,mengembangkan dan membuat energi ini semakin familiar untuk di terapkan di sekola” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya solusi nyata dari lingkungan sekolah.

Program Sekolah Energi yang diinisiasi oleh Onepulse Indonesia menghadirkan pendekatan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif tentang bagaimana memanfaatkan Energi.

Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School dipilih sebagai sekolah pertama atau pilot project, dengan implementasi berupa instalasi panel surya gratis, pelatihan energi terbarukan, hingga workshop interaktif bagi siswa.

Diikuti Ratusan Siswa dari 20 Sekolah Bogor Selatan dan Kota Bogor

Selain itu, program ini juga mengusung tiga pilar utama. Pertama, pembangunan infrastruktur energi hijau melalui sistem tenaga surya yang dilengkapi baterai serta pelatihan bagi tenaga pendidik.

Kedua, Green Education Program yang mendorong pembelajaran kontekstual melalui proyek lingkungan dan kegiatan di luar kelas.

Ketiga, pembentukan Student Energy Chapter sebagai wadah siswa untuk aktif berkontribusi dalam isu energi dan lingkungan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini turut melibatkan sejumlah mitra, seperti Yayasan Rumah Berguna Solution, Digikademi, serta RMI Global Women in Clean Energy Fellowship.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga aksi nyata di lapangan.

Onepulse Indonesia sendiri merupakan inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui aksi iklim dan energi dengan pendekatan Productive Use Leveraging Solar Energy (PULSE).

Ke depan, Program Sekolah Energi ditargetkan dapat menjangkau lebih dari lima sekolah di seluruh Indonesia.

Dimulai dari Bogor, program ini diharapkan menjadi model pengembangan pendidikan berbasis energi bersih yang mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya paham, tetapi juga terlibat aktif dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.(Fikri)

Sering Diabaikan, Ini Bahaya Jarang Membersihkan Ban Mobil

0

Bogordaily.net – Banyak pemilik kendaraan masih menganggap sepele kebersihan ban mobil, padahal komponen ini bersentuhan langsung dengan jalan setiap hari. Mulai dari tanah, air, hingga noda aspal bisa menempel dan menumpuk tanpa disadari.

Idealnya, ban mobil perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga kondisi dan performanya tetap optimal. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama, dampaknya bisa cukup serius.

Salah satu risiko utama adalah munculnya retakan pada bagian side wall dan tread. Kondisi ini terjadi akibat proses oksidasi dari kotoran yang menempel pada permukaan ban.

Jika tidak segera ditangani, retakan bisa semakin parah dan membahayakan saat berkendara.

Selain itu, kotoran yang terus menumpuk juga dapat memengaruhi struktur karet ban. Lama-kelamaan, kualitas ban menurun dan berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.

Tak hanya itu, kompon karet pada ban juga bisa berubah menjadi lebih keras. Hal ini tentu berdampak pada kenyamanan dan daya cengkeram ban di jalan, sekaligus memperpendek masa pakainya.

Untuk mencegah hal tersebut, biasakan membersihkan ban setiap kali mencuci mobil. Tidak perlu menggunakan sabun khusus, cukup disikat ringan untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Perawatan sederhana ini bisa membantu memperpanjang masa ban sekaligus menjaga keselamatan saat berkendara.***

Pemprov Sulsel Gandeng 3 Daerah Bangun PSEL, Sampah Disulap Jadi Listrik

0

Bogordaily.net – MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bergerak cepat menuntaskan persoalan sampah dengan melakukan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan instalasi pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Penandatanganan PKS tersebut melibatkan Pemprov Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa ini berlangsung di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan S Tangka, Kota Makassar, Sabtu (4/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah berlangsung lebih dari satu tahun di bawah koordinasi Gubernur Sulawesi Selatan, serta arahan Presiden Republik Indonesia.

“Ini merupakan langkah panjang yang tidak mudah. Hampir satu tahun lebih kita berproses hingga akhirnya semua pihak dapat mendukung pembangunan waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, proyek PSEL ini diharapkan mampu menjadi solusi cepat dalam mengatasi persoalan sampah, terutama untuk tiga daerah yang terlibat, dengan total timbulan sampah mencapai hampir 2.000 ton per hari.

Menurutnya, pendekatan waste to energy menjadi salah satu solusi strategis yang telah didorong pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109. Namun demikian, penanganan sampah tidak boleh hanya berfokus pada hilir.

Presiden, lanjut Hanif, telah mengingatkan pentingnya penanganan sampah dari hulu, terutama dalam Rapat Koordinasi Nasional pada 2 Februari lalu. Hal ini mengingat rata-rata usia Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia telah mencapai 17 tahun, dengan sisa masa pakai diperkirakan hanya sekitar tiga tahun ke depan.

“Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari hulu. Jangan hanya dibebankan di hilir, karena itu akan menimbulkan berbagai persoalan baru,” jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun pembangunan PSEL tetap dilakukan, pemerintah daerah diminta tetap mendorong pengelolaan sampah sejak awal, seperti pengolahan sampah organik di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah menargetkan pada tahun 2026 seluruh TPA di Indonesia menghentikan praktik open dumping. Saat ini, masih terdapat sekitar 66 persen TPA yang menggunakan metode tersebut, meskipun telah menurun dari 98 persen pada awal 2025.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan, praktik open dumping bisa segera diakhiri. Ini penting untuk meningkatkan tata kelola sampah nasional sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut. Ia menyebut program ini sebagai langkah penting dalam menjawab persoalan persampahan yang menjadi perhatian nasional.

“Saya sangat berbahagia. Ini program yang sangat dibutuhkan masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi perhatian langsung Bapak Presiden melalui gerakan Indonesia Asri,” kata Andi.

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan penandatanganan PKS ini tidak lepas dari komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memastikan ketersediaan suplai sampah untuk diolah di fasilitas PSEL.

“Alhamdulillah, seluruh daerah yang terlibat telah menyatakan kesiapan memenuhi kuota suplai sampah ke pabrik pengolahan nantinya,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan perubahan budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah agar sistem yang dibangun dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kita harus sama-sama mendorong edukasi dan membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, baik di hulu maupun di hilir,” tutupnya.