Home Blog Page 214

Sering Diabaikan, Ini Bahaya Jarang Membersihkan Ban Mobil

0

Bogordaily.net – Banyak pemilik kendaraan masih menganggap sepele kebersihan ban mobil, padahal komponen ini bersentuhan langsung dengan jalan setiap hari. Mulai dari tanah, air, hingga noda aspal bisa menempel dan menumpuk tanpa disadari.

Idealnya, ban mobil perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga kondisi dan performanya tetap optimal. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama, dampaknya bisa cukup serius.

Salah satu risiko utama adalah munculnya retakan pada bagian side wall dan tread. Kondisi ini terjadi akibat proses oksidasi dari kotoran yang menempel pada permukaan ban.

Jika tidak segera ditangani, retakan bisa semakin parah dan membahayakan saat berkendara.

Selain itu, kotoran yang terus menumpuk juga dapat memengaruhi struktur karet ban. Lama-kelamaan, kualitas ban menurun dan berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat.

Tak hanya itu, kompon karet pada ban juga bisa berubah menjadi lebih keras. Hal ini tentu berdampak pada kenyamanan dan daya cengkeram ban di jalan, sekaligus memperpendek masa pakainya.

Untuk mencegah hal tersebut, biasakan membersihkan ban setiap kali mencuci mobil. Tidak perlu menggunakan sabun khusus, cukup disikat ringan untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Perawatan sederhana ini bisa membantu memperpanjang masa ban sekaligus menjaga keselamatan saat berkendara.***

Pemprov Sulsel Gandeng 3 Daerah Bangun PSEL, Sampah Disulap Jadi Listrik

0

Bogordaily.net – MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bergerak cepat menuntaskan persoalan sampah dengan melakukan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan instalasi pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Penandatanganan PKS tersebut melibatkan Pemprov Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa ini berlangsung di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan S Tangka, Kota Makassar, Sabtu (4/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq yang menyaksikan penandatanganan kerjasama tersebut menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah berlangsung lebih dari satu tahun di bawah koordinasi Gubernur Sulawesi Selatan, serta arahan Presiden Republik Indonesia.

“Ini merupakan langkah panjang yang tidak mudah. Hampir satu tahun lebih kita berproses hingga akhirnya semua pihak dapat mendukung pembangunan waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, proyek PSEL ini diharapkan mampu menjadi solusi cepat dalam mengatasi persoalan sampah, terutama untuk tiga daerah yang terlibat, dengan total timbulan sampah mencapai hampir 2.000 ton per hari.

Menurutnya, pendekatan waste to energy menjadi salah satu solusi strategis yang telah didorong pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 109. Namun demikian, penanganan sampah tidak boleh hanya berfokus pada hilir.

Presiden, lanjut Hanif, telah mengingatkan pentingnya penanganan sampah dari hulu, terutama dalam Rapat Koordinasi Nasional pada 2 Februari lalu. Hal ini mengingat rata-rata usia Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia telah mencapai 17 tahun, dengan sisa masa pakai diperkirakan hanya sekitar tiga tahun ke depan.

“Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari hulu. Jangan hanya dibebankan di hilir, karena itu akan menimbulkan berbagai persoalan baru,” jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun pembangunan PSEL tetap dilakukan, pemerintah daerah diminta tetap mendorong pengelolaan sampah sejak awal, seperti pengolahan sampah organik di tingkat masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah menargetkan pada tahun 2026 seluruh TPA di Indonesia menghentikan praktik open dumping. Saat ini, masih terdapat sekitar 66 persen TPA yang menggunakan metode tersebut, meskipun telah menurun dari 98 persen pada awal 2025.

“Kami berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan, praktik open dumping bisa segera diakhiri. Ini penting untuk meningkatkan tata kelola sampah nasional sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut. Ia menyebut program ini sebagai langkah penting dalam menjawab persoalan persampahan yang menjadi perhatian nasional.

“Saya sangat berbahagia. Ini program yang sangat dibutuhkan masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi perhatian langsung Bapak Presiden melalui gerakan Indonesia Asri,” kata Andi.

Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan penandatanganan PKS ini tidak lepas dari komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memastikan ketersediaan suplai sampah untuk diolah di fasilitas PSEL.

“Alhamdulillah, seluruh daerah yang terlibat telah menyatakan kesiapan memenuhi kuota suplai sampah ke pabrik pengolahan nantinya,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan perubahan budaya masyarakat dalam pengelolaan sampah agar sistem yang dibangun dapat berjalan optimal.

“Ke depan, kita harus sama-sama mendorong edukasi dan membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, baik di hulu maupun di hilir,” tutupnya.

 

Mulai April, TPA Suwung Tolak Sampah Campuran! Pengangkut Wajib Double Check

0

Bogordaily.net – Kebijakan inspeksi ketat di TPA Suwung yang mulai diterapkan sejak Rabu awal April membawa perubahan besar terhadap sistem pengelolaan sampah di Kota Denpasar.

Penolakan terhadap sampah organik yang masih tercampur memaksa masyarakat lebih disiplin dalam memilah sampah dari sumbernya.

Sejak aturan tersebut diberlakukan, sejumlah truk pengangkut sampah terpaksa ditolak saat hendak membuang muatan karena masih membawa sampah campuran.

Kondisi ini secara langsung mendorong warga untuk mulai memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut.

Dampak kebijakan ini turut dirasakan oleh TPS 3R Cemara, yang berlokasi di Desa Sanur Kaja. Koordinator TPS 3R Cemara, Nyoman Suandiana, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengalami penolakan di TPA akibat masih ditemukannya sampah organik dalam muatan.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum sepenuhnya patuh terhadap aturan pemilahan sampah. Ia menyebut, beberapa warga hanya menempatkan sampah anorganik di bagian atas, sementara bagian bawah masih berisi sampah organik.

Sebagai solusi sementara, TPS 3R Cemara melakukan penanganan dengan menimbun sampah organik di area pengolahan. Ke depan, mereka berencana mengoptimalkan penggunaan mesin pencacah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah organik.

“Rencana ke depan, sampah organik akan kami kelola lebih baik, termasuk kemungkinan penguburan sementara sambil menunggu sistem yang lebih optimal berjalan,” jelasnya, Jumat (3/4/2026).

Meski sempat mengalami kendala, tiga truk dari TPS 3R Cemara akhirnya berhasil lolos inspeksi setelah memastikan sampah telah dipilah dengan benar. Proses pengecekan kini dilakukan lebih ketat, bahkan petugas diwajibkan membuka muatan sebelum diangkut.

“Petugas pengangkut harus betul-betul cek, double check, dibuka dulu di sana, kalau masih tercampur ya kami tinggalkan. Kalau tidak mau silahkan cari pengangkut baru. Tapi ujung-ujungnya masalahnya sama, karena pembuangannya sama di TPA Suwung,” terangnya.

Selain itu, aturan baru juga mengharuskan sampah yang dikirim ke TPA dalam kondisi terbuka tanpa pembungkus, guna memudahkan proses pemeriksaan oleh petugas.

Bayar PBB Tanpa Ribet di Super Apps BRImo, Dapat Cashback hingga 13%

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan kemudahan layanan keuangan digital bagi masyarakat.

Melalui aplikasi BRImo, BRI kini menyediakan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online yang praktis dan aman, serta dapat diakses kapan saja serta di mana saja.

Tidak hanya itu, BRI juga menghadirkan promo menarik berupa cashback hingga 13% bagi nasabah yang melakukan pembayaran PBB melalui BRImo.

Fitur ini memungkinkan masyarakat untuk melakukan pembayaran PBB tanpa harus datang ke lokasi pembayaran, sehingga lebih hemat waktu dan tenaga.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis perseroan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

“BRI terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi, termasuk dalam pembayaran PBB. Melalui BRImo, masyarakat dapat memenuhi kewajiban perpajakan dengan lebih praktis, cepat, dan aman,” ujarnya.

Dhanny menambahkan bahwa kehadiran program promo menjadi bentuk apresiasi bagi nasabah sekaligus upaya mendorong adopsi layanan digital.

“Melalui program cashback ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin aktif menggunakan BRImo dalam berbagai kebutuhan transaksi, termasuk pembayaran PBB,” imbuhnya.

Adapun program promo cashback 13% untuk pembayaran PBB melalui BRImo berlaku dalam periode 30 Maret 2026 hingga 31 Mei 2026. Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu sekaligus merasakan manfaat lebih dari penggunaan layanan digital Perseroan.

Untuk melakukan pembayaran PBB melalui BRImo, masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Masuk (login) ke aplikasi BRImo menggunakan username dan password atau biometrik
  • Pilih menu “Tagihan”
  • Pilih fitur “Bayar PBB”
  • Masukkan Nomor Objek Pajak (NOP), tahun pajak, dan wilayah
  • Cek detail tagihan yang ditampilkan
  • Pilih sumber dana dan lanjutkan pembayaran
  • Masukkan PIN BRImo untuk konfirmasi
  • Simpan bukti transaksi digital sebagai arsip

Selain menghindari denda dan sanksi, pembayaran PBB tepat waktu juga turut mendukung percepatan pembangunan sehingga lebih merata dan terus berkelanjutan.
Kinerja BRImo sendiri menunjukkan tren yang semakin positif.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pengguna BRImo tercatat mencapai 45,9 juta user, meningkat 18,9% secara year on year (YoY).

Pertumbuhan tersebut turut diikuti oleh peningkatan aktivitas transaksi, di mana sepanjang tahun 2025 nilai transaksi yang diproses melalui BRImo mencapai Rp7.076,9 triliun atau tumbuh 26,4% YoY.

Capaian ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang dihadirkan oleh BRI.

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan pembayaran PBB dan promo yang sedang berlangsung, masyarakat dapat mengakses aplikasi BRImo atau mengikuti akun resmi Instagram @bankbri_id.

 

Mark Lee Resmi Tinggalkan NCT Setelah 10 Tahun, Ini Isi Surat dan Alasan Sebenarnya yang Diungkap ke Fans

0

Bogordaily.net – Mark Lee secara resmi mengumumkan keputusannya untuk keluar dari grup NCT sekaligus meninggalkan agensi SM Entertainment setelah satu dekade berkarier.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui sebuah surat panjang yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada 3 April 2026.

Dalam tulisan tersebut, Mark tidak hanya menyampaikan keputusan, tetapi juga membuka perjalanan emosionalnya selama 10 tahun terakhir bersama para penggemar yang dikenal sebagai Czennies.

Mark memulai suratnya dengan mengenang awal debutnya pada 9 April 2016 sebagai bagian dari unit pertama NCT. Kini, tepat satu dekade kemudian, ia menyadari bahwa perjalanan panjang tersebut telah membentuk dirinya menjadi sosok yang dikenal saat ini.

“Aku debut sebagai NCT U pada 9 April 2016, dan sekarang ketika sudah memasuki April 2026, benar-benar terasa bahwa 10 tahun penuh telah berlalu. Aku merasa telah menciptakan begitu banyak kenangan,” tulisnya.

Ia juga mengakui bahwa hubungan dengan para penggemar bukan sekadar relasi biasa. Banyak di antara mereka yang telah mengikuti perjalanannya bahkan sejak masa trainee di SM Rookies, menjadikan ikatan tersebut terasa sangat dalam.

“Bagiku, rasanya aku benar-benar hanya merasakan kebahagiaan. Kalian telah membuatku bahagia setiap hari tanpa pernah gagal,” sambungnya.

Alasan Mark Lee Keluar dari NCT

Di balik keputusan besar ini, Mark menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Ia mengaku telah lama memikirkan arah hidupnya, bahkan sejak masih muda.

Keinginannya untuk menjalani kehidupan yang lebih sederhana dan personal dalam bermusik menjadi salah satu alasan utama. Ia ingin kembali ke akar musik yang lebih intim, jauh dari gemerlap industri idol.

“Sejak masa trainee atau mungkin bahkan sebelum itu aku selalu menyimpan sebuah mimpi. Aku ingin berkeliling dengan gitar akustik, melakukan busking di jalanan, dan bahkan pernah ingin menjadi seorang penulis,” ungkapnya.

“Sejak masa trainee atau mungkin bahkan sebelum itu aku selalu menyimpan sebuah mimpi. Aku ingin berkeliling dengan gitar akustik, melakukan busking di jalanan, dan bahkan pernah ingin menjadi seorang penulis,” ungkapnya.

Keinginan ini mencerminkan pencarian jati diri sebagai musisi, bukan hanya sebagai idol. Setelah bertahun-tahun berada dalam sistem industri besar, Mark merasa perlu menemukan kembali makna musik dalam hidupnya.

Momen berakhirnya kontrak 10 tahun menjadi titik refleksi penting bagi Mark. Ia mulai mempertanyakan kembali tujuan hidupnya, baik sebagai individu maupun sebagai seniman.

“Melalui NCT, rasanya aku bisa merasakan langit, daratan, laut, dan gunung dengan cara yang paling luar biasa,” tulisnya.

Namun di sisi lain, ia juga mulai mencari jawaban atas pertanyaan yang lebih personal.

“Aku mulai bertanya: mimpi terbaik apa yang bisa aku impikan? Apa tujuan terbesar dalam hidupku sebagai seseorang bernama Mark?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya membawanya pada keputusan besar untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan memulai perjalanan baru.

Dukungan Member dan Perasaan Berat ke Fans

Dalam suratnya, Mark menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara sepihak. Ia telah berdiskusi dengan para member NCT, yang justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah tersebut.

“Semua member mengatakan bahwa mereka mendukungku. Aku sangat bersyukur, dan aku mencintai kalian. Kami telah menjalani perjalanan terbaik selama lebih dari 10 tahun ini,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa keputusan ini akan mengejutkan dan mungkin menyakitkan bagi para penggemar. Ia mengaku telah lama memikirkan cara terbaik untuk menyampaikan kabar ini.

“Aku tahu keputusan ini bisa menjadi kejutan besar dan luka, karena itu hatiku terasa sangat berat,” jelasnya.

Sebagai penutup, Mark menyampaikan harapannya untuk masa depan. Ia ingin kembali suatu hari nanti dengan versi dirinya yang lebih jujur, lebih matang, dan lebih autentik sebagai musisi.

“Agar suatu hari nanti aku bisa menjadi Mark yang bisa kalian banggakan, aku akan melakukan yang terbaik, bahkan melampaui yang terbaik,” tutupnya.

Rachel Vennya dan Okin Kembali Ribut, Rumah untuk Anak Jadi Pemicu Konflik Baru

0

Bogordaily.net – Hubungan antara selebgram Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, kembali menjadi sorotan publik.

Meski telah resmi berpisah sejak beberapa tahun lalu, konflik di antara keduanya kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, perseteruan dipicu oleh persoalan rumah yang sebelumnya disebut-sebut diperuntukkan bagi putra mereka, Xabiru.

Dalam unggahannya di Instagram, Rachel mengungkap bahwa persoalan tersebut berakar dari kesepakatan yang dibuat saat proses perceraian pada tahun 2021.

Kala itu, menurut Rachel, Okin tidak memenuhi kewajibannya terkait nafkah anak dan mut’ah. Sebagai bentuk kesepakatan, Okin kemudian memberikan sebuah rumah sebagai pengganti tanggung jawab tersebut.

Namun, ketika rumah itu pertama kali dilihat, kondisinya disebut tidak layak huni. Hal ini membuat Rachel harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan renovasi agar hunian tersebut bisa ditempati dengan nyaman.

Setelah proses perbaikan selesai, rumah tersebut kemudian dihuni oleh keluarga Rachel, termasuk adik dan tantenya.

Rencana Penjualan Rumah Picu Konflik

Permasalahan semakin memanas ketika Okin dikabarkan berniat menjual rumah tersebut, meskipun masih ditempati oleh keluarga Rachel.

Rachel menilai keputusan tersebut diambil secara sepihak tanpa adanya komunikasi yang jelas. Terlebih, sejak awal tidak ada perjanjian tertulis yang mengikat terkait status kepemilikan rumah tersebut.

“Karena tidak ada perjanjian hitam di atas putih, Okin mau menjual rumah itu yang mana masih ditempati adik-adik gue. Tanpa ba-bi-bu, langsung ada orang yang datang mengukur dan adik-adik gue enggak tahu harus gimana,” tuturnya.

Situasi ini membuat Rachel berada dalam posisi sulit, baik secara emosional maupun hukum. Ia mengaku menyesal telah mempercayai kesepakatan yang tidak dituangkan dalam bentuk dokumen resmi.

Dalam curhatannya, Rachel juga meluapkan kekecewaan mendalam terhadap sikap Okin yang dinilai berubah. Ia bahkan mempertanyakan alasan di balik keputusan sang mantan suami yang dianggap merugikan anak mereka.

“Makan tuh rumah untuk Biru! Gue bakal kerja keras untuk anak-anak gue. Mungkin dia lupa siapa yang bantu dia pas karakter dia dibunuh orang lain. Bukankahg kita dulu saling bantu ya? Ada apa denganmu. Memori baik hilang semua,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan emosi Rachel yang merasa dikhianati, terutama karena rumah tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan anak mereka.

Hubungan keduanya diketahui mulai merenggang sejak Okin menjalin hubungan asmara dengan Ananda Zhafira.

Dalam beberapa kesempatan, Rachel sempat mengungkapkan bahwa mantan suaminya mulai menunjukkan sikap kurang perhatian terhadap anak-anak mereka.

Hal ini turut memperkeruh situasi, terutama di tengah konflik yang kini kembali mencuat.

Curhatan Rachel di media sosial langsung memicu reaksi luas dari warganet. Akun Instagram Okin pun dibanjiri komentar, sebagian besar bernada kritik.

Tidak sedikit warganet yang menduga keputusan menjual rumah tersebut dipengaruhi oleh pihak lain, termasuk hubungan pribadi Okin saat ini.

“Mau jual rumah yang lu kasih ke Biru karena hasutan Nda, Kin?” kata @tet*****ah.

Akun @far*****ar menuliskan, “Sudah enggak kasih nafkah buat anak, rumah yang seharusnya buat Biru malah mau dijual.”

Akun @azu******aa mengatakan, “Rumah untuk Biru atau rumah untuk Ananda sih sebenarnya Kin? Izinnn.”

Akun @non******__ menambahkan, “Minimal nafkahin anak dulu deh baru pacaran.”

Pramono Anung Larang ASN Naik Kendaraan Pribadi Saat WFH, Wajib Pakai Transportasi Umum

0

Bogordaily.net – Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini diiringi aturan yang semakin ketat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa ASN tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi saat menjalankan WFH setiap hari Jumat.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku sekaligus mendukung penggunaan transportasi publik di ibu kota.

Ia menekankan, apabila ASN memiliki keperluan di luar rumah saat hari kerja tersebut, maka pilihan transportasi yang digunakan haruslah angkutan umum.

“Kalau mereka mau bertransportasi, maka harus menggunakan transportasi publik,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.

WFH Bukan Bebas Kerja dari Mana Saja

Selain soal transportasi, Pramono juga memberikan penegasan penting terkait pelaksanaan WFH itu sendiri. Ia melarang keras ASN bekerja dari luar rumah, seperti di kafe, co-working space, atau tempat umum lainnya.

Menurutnya, konsep WFH harus dijalankan sesuai aturan, yakni benar-benar bekerja dari rumah, bukan menjadikannya sebagai alasan untuk bekerja secara fleksibel di berbagai lokasi.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa produktivitas ASN tetap terjaga dan tidak disalahartikan sebagai bentuk kelonggaran dalam bekerja.

Dengan kata lain, WFH bukan berarti “work from anywhere”, melainkan tetap memiliki batasan yang jelas dan harus dipatuhi oleh seluruh pegawai.

Ada Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Dalam keterangannya, Pramono juga memastikan bahwa aturan ini tidak hanya bersifat imbauan, melainkan akan diikuti dengan penegakan disiplin yang tegas.

ASN yang terbukti melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi, meskipun detail jenis hukuman yang diberikan belum dijelaskan secara rinci.

“Pokoknya sanksi, kalau dulu dibina, dibinasakan,” tegas Pramono.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin kebijakan WFH disalahgunakan oleh aparatur negara, terutama dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab kerja.

Di sisi lain, kebijakan ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong penggunaan transportasi umum di Jakarta, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan pribadi.

Dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi, ASN diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

 

Viral Diduga Alami KDRT Selama 8 Tahun, Wanita di Bogor Ungkap Kekerasan saat Hamil hingga Bayinya Meninggal

METROBOGOR.COM – Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencuat di wilayah Bogor.

Seorang wanita berinisial RA mengaku menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh suaminya selama bertahun-tahun, bahkan sejak awal pernikahan mereka.

Perempuan tersebut menyebut, tindak kekerasan yang dialaminya bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berlangsung berulang selama kurang lebih delapan tahun.

Selama itu pula, ia mengaku hidup dalam tekanan dan ketakutan di dalam rumah tangganya sendiri.

Korban diketahui sebelumnya tinggal bersama suaminya di kawasan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Dalam pengakuannya, setiap konflik rumah tangga yang terjadi kerap berujung pada tindakan kekerasan, tidak hanya terhadap dirinya, tetapi juga anak mereka.

RA mengungkapkan bahwa dirinya dan anaknya sering kali menjadi pelampiasan emosi sang suami ketika terjadi perselisihan. Bahkan, RA juga mengaku sempat kabur dari rumah.

“Saya udah tiga kali kabur ke rumah orang tua, namun saat itu kondisi saya sedang hamil anak pertama, jadi saya balik lagi,” ujar RA.

Kekerasan Memuncak Saat Korban Hamil

Puncak dari dugaan kekerasan tersebut terjadi saat korban tengah mengandung anak ketiganya. Dalam kondisi hamil, RA mengaku mengalami tindakan fisik yang sangat membahayakan.

Ia diduga sempat dibanting oleh suaminya, sebuah tindakan yang berdampak serius pada kondisi kehamilannya.

“Awalnya ada ribut-ribut, mungkin dia gak suka dengan kata-kata saya akhirnya saya dicekik dan dibanting sampai empat kali,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, bayi yang dikandung RA lahir dalam kondisi prematur. Tidak hanya itu, bayi tersebut juga mengalami kelainan fisik dan akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa ini menjadi titik paling tragis dalam perjalanan rumah tangga korban, sekaligus memperkuat dugaan adanya kekerasan berat yang dialaminya selama ini.

Kasus ini mulai menjadi perhatian publik setelah insiden yang terjadi di kawasan Alun-Alun Kota Bogor pada Jumat, 3 April 2026.

Saat itu, korban tengah berusaha menemui anaknya yang dibawa oleh sang suami setelah keduanya diketahui telah pisah ranjang.

Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada cekcok di tempat umum hingga menarik perhatian warga sekitar. Suasana sempat memanas sebelum akhirnya sejumlah pengunjung turun tangan untuk melerai.

Melihat kondisi korban yang diduga membutuhkan perlindungan, warga kemudian membawa RA ke kantor Satpol PP Kota Bogor.

Di kantor Satpol PP, korban kemudian mendapatkan penanganan awal sekaligus menyampaikan laporan terkait dugaan kekerasan yang dialaminya.

Langkah cepat warga ini dinilai penting, mengingat korban diduga telah lama mengalami kekerasan tanpa mendapatkan perlindungan yang memadai.

Selain itu, informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa suami korban diduga pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak mereka, sebagaimana terlihat dalam video yang sebelumnya viral di media sosial.

Polisi Amankan Ratusan Obat Keras Ilegal di Caringin Bogor, Pelaku Kabur Saat Digerebek

Bogordaily.net – Upaya pemberantasan peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan hasil.

Jajaran Polsek Caringin berhasil mengamankan ratusan butir obat-obatan terlarang dalam operasi yang digelar di kawasan Cikereteg, pada Jumat, 3 April 2026.

Meski demikian, dalam operasi tersebut petugas belum berhasil menangkap pelaku utama. Terduga penjual justru melarikan diri saat petugas melakukan pengecekan di lokasi.

Kapolsek Caringin, Jajang, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap peredaran obat-obatan ilegal di wilayah hukumnya.

Namun, kata Jajang, saat petugas mendatangi lokasi, terduga penjual obat-obatan tersebut berhasil melarikan diri.

“Saat dilakukan pengecekan di lokasi, pelaku melarikan diri. Saat ini, identitas pelaku masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bogordaily.net

Ia menambahkan, dari hasil sidak tersebut jajaran Polsek Caringin berhasil mengamankan ratusan butir obat keras ilegal seperti tramadol, serta uang yang diduga hasil penjualan.

Ia berpesan bahwa Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, telah memerintahkan kepada jajarannya agar tidak memberi ruang bagi pelaku peredaran obat keras ilegal di wilayah Kabupaten Bogor.

AKP Jajang mengajak kepada masyarakat agar menjaga lingkungan secara bersama. Apabila ada dugaan peredaran obat keras, sgera laporkan kepada petugas

“Pedaran obat keras ilegal merupakan ancaman serius bagi generasi muda, khususnya di wilayah Caringin,” tegas Jajang

Ia menegaskan, apabila masyarakat mengetahui atau memiliki informasi terkait peredaran obat ilegal maupun gangguan kamtibmas lainnya, segera laporkan melalui instagram @narkoba_bogor dan @humaspolresbogor

Atau masyarakat juga bisa langsung melaporkan melalui whatsapp di nomor 0812-1280-5587.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Garudayaksa FC Harus Puas Imbang 0 – 0 Atas Adhyaksa Farmel FC di Stadion Gelora Pakansari Bogor

0

Bogordaily.net – Garudayaksa FC harus puas imbang 0-0 dengan tamunya Adhyaksa Farmel FC dalam lanjutan Pertandingan Pekan ke-23 Liga 2 Championship di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 3 April 2026.

Dalam pertandingan tersebut, tim tuan rumah Garudayaksa FC bermain dominan dengan melakukan penyerangan sejak peluit pertama dibunyikan terhadap pertahanan tim tamu Adhyaksa Farmel.

Tim tuan rumah Garudayaksa FC beberapa kali melancarkan serangan terhadap pertahanan Adhyaksa Farmel namun masih belum bisa berhasil.

Hingga peluit babak pertama dibunyikan, tidak ada gol kembali yang tercipta dan skor 0 – 0 hasil sementara.

Pertandingan dilanjutkan pada babak kedua, tim tamu Adhyaksa Farmel FC langsung melakukan inisiatif serangan terhadap pertahanan Garudayaksa FC untuk memecah kebuntuan.

Garudayaksa FC yang kini bertengger di klasmen kedua terus berupaya untuk mencetak gol lewat berbagai serangan ke dalam pertahanan Adhyaksa Farmel FC.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan tak ada gol kembali yang tercipta dan memastikan tim tuan rumah Garudayaksa FC harus puas berbagi angka 0 – 0 atas Adhyaksa Farmel FC di Stadion Pakansari Bogor.*

(Albin)