Bogordaily.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor sebut keberadaan Sky Bridge Bojonggede dapat mengurangi 50 persen kemacetan di Jalan Raya Bojonggede.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih mengungkapkan, keberadaan Sky Bridge Bojonggede diperkirakan dapat mengurangi kemacetan 40 hingga 50 persen.
“Dengan adanya skybridge, penumpang kereta rel listrik (KRL) tak lagi keluar masuk di pintu stasiun yang ada di pinggir jalan yang bisa menimbulkan kemacetan, melainkan di terminal,” kata Dadang Kosasih, Rabu 6 Desember 2023.
Menurutnya, untuk angkutan umum baik angkot maupun ojek yang biasa antar jemput penumpang KRL, kini dipaksa untuk masuk ke Terminal Bojonggede.
Ia mengatakan, Dishub Kabupaten Bogor sedang membuat kajian mengenai rekayasa lalu lintas berupa Sistem Satu Arah di Jalan Raya Bojonggede untuk mengoptimalkan arus lalu lintas di sekitaran stasiun.
Diketahui, Sky Bridge atau jembatan penyebrangan yang menghubungkan antara Terminal Bojongede dengan Stasiun Krl Commuter Line Bojonggede ini mulai di uji coba sejak Selasa hingga Sabtu 5 – 9 Desember 2023. Dan akan diresmikan secara langaung oleh Menteri Perhubungan pada Minggu 10 Desember 2023.
Sebelumnya, Plt Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Suharto mengungkapkan bahwa, hadirnya skybridge, menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Raya Bojonggede akibat kepadatan di Stasiun Bojonggede.
Menurutnya, uji coba Sky Bridge dilakukan untuk membuat penumpang KRL lebih mudah dalam menjangkau stasiun. Terlebih, dengan tersedianya tempat parkir kendaraan pribadi di dekat skybridge.
“Secara prinsip ini bahawa ada hal kita banggakan bahwa sky bridge bisa berfungsi dengan baik,” ungkap Suharto.***
Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ir Burhanudin, mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan desa menentukan suksesnya pembangunan tingkat nasional.
Menurutnya, desa adalah objek sekaligus subjek dalam pembangunan.
“Saya baca teori dari para profesor pembangunan dan perancangan pembangunan. Kalimatnya kurang lebih begini, berhasilnya pembangunan nasional akan sangat ditentukan berhasilnya pembangunan desa,” ungkapnya di depan ratusan kepala desa dan camat se-Kabupaten Bogor, di Cisarua, Rabu 6 Desember 2023.
Burhanudin menjelaskan bahwa kondisi saat ini segala permasalahan ada di desa. Permasalahan infrastruktur desa adalah yang paling banyak keluhan. “Bukan infrastruktur provinsi, nasional, atau kabupaten, tapi infrastruktur desa,” ujarnya.
Guna mengatasi permasalahan infrastruktur tersebut, sambung Burhanudin, Pemkab Bogor memiliki solusi yaitu program dan bantuan infrastruktur dengan tagline Samisade (satu miliar satu desa).
“Program Samisade di Kabupaten Bogor tahun 2024 dilanjutkan. Tapi, saya minta kepada para Kepala Desa membuat timeline proses kegiatan pembangunan Samisade dengan baik. Camat dan para pendamping desa tolong dibantu dalam perencanaannya. Jangan mengevaluasi di belakang. Cukup inspektorat,” tegasnya.
Kades Dilatih Pertanahan
Burhanudin juga menyebut bahwa selain infrastruktur permasalahan yang banyak terjadi di desa adalah soal pertanahan.
“Bupati Bogor hari ini di Yogyakarta menandatangani kerja sama dengan
sekolah tinggi pertanahan. Nanti desa, kecamatan, dan perwakilan dinas akan dikirim dan dilatih untuk menjadi tenaga-tenaga ahli pertanahan. Semua biaya ditanggung APBD. Insha Allah kami akan bekali dengan alatnya, Theodolit, setelah manusianya terdidik,” papar Sekda.
Nihil Desa Tertinggal
Berdasarkan peringkat status Indeks Desa Membangun (IDM), Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai Kabupaten maju dengan nilai 0,792 naik 2,56% dari tahun 2002.
Kemudian, terdapat 132 desa mandiri, 235 desa maju, 47 desa berkembang. “Alhamdulillah nol desa tertinggal. semua tidak ada,” ujarnya.***
Bogordaily.net– Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, berhasil menyabet juara I Lomba Video Profil Desa.
Penyerahan piala dan hadiah dilangsungkan dalam kegiatan Penganugerahan Lomba Video Profil Desa, Desa Mandiri, dan Pendamping Desa Terbaik Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2023 di Grand Ussu, Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu 6 Desember 2023.
Sebagai juara pertama, Desa Leuwimalang mendapatkan hadiah berupa uang Rp15 juta, piala, piagam, ditambah satu unit laptop. Sedangkan juara II diraih Desa Bojonggede Kecamatan Bojong Gede, juara III Desa Kemang Kecamatan Kemang, dan juara IV Desa Cibedug Kecamatan Ciawi.
Hadiah dan penghargaan dalam lomba bertema inovasi pelayanan desa,
Pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, dan kearifan lokal ini dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin mewakili Bupati Bogor dan Kepala DPMPD Renaldi Yushab Diansyah kepada para Kepala Desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, mengatakan lomba video profil desa yang digelar berdasarkan Perda Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2018 ini diikuti peserta 39 desa dari 17 kecamatan dengan status desa mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula penghargaan kepada empat pendamping desa terbaik yakni Suhendra, Eko Budiarto, Hendi Suhendi, dan Andi Arief Munandar. Selain itu, penghargaan diberikan kepada Kades berstatus desa mandiri.
Salah seorang tim juri mengatakan bahwa penilaian lomba video profil desa ini berjalan sportif dan terbebas dari intervensi dari pihak manapun.
“Lomba video profil desa ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong desa agar memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan desa. Selain itu juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta masyarakat kepada suasana pedesaan mengingat potensi dan pesona desa dan mengundang wisatawan untuk berkunjung dan berwisata ke desa,” ungkap Bupati dalam sambutan yang dibacakan Burhanudin.***
Bogordaily.net – Komitmen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Narogong, yang merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, dalam mendorong berbagai inisiatif guna mencapai target pembangunan berkelanjutan 2030, membuahkan hasil positif dengan diraihnya dua penghargaan “Platinum Award” dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2023 di Jakarta.
Hadir mewakili Perusahaan menerima penghargaan, Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs SBI, Ony Suprihartono, mengatakan pencapaian ini tidak lepas dari kinerja seluruh tim yang mengoptimalkan pengelolaan lingkungan serta pengembangan dan pembinaan masyarakat sekitar.
Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs SBI, Ony Suprihartono (kiri), General Manager SBI Pabrik Narogong, Erwin Halomoan Purba (kanan) berfoto bersama dengan perwakilan CFCD (Corporate Forum for CSR Development) setelah menerima penghargaan.
“Bukan hanya sekedar tanggung jawab sosial Perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kemitraan dengan masyarakat, tetapi bagaimana dedikasi kami untuk terus berinovasi agar dapat memberikan dampak yang sirkular demi mewujudkan #MasaDepanYangKitaMau”, tutur Ony.
Pada penghargaan kali ini, SBI Pabrik Narogong berhasil mengimplementasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar area operasional (SDGs 8) serta inisiatif mitigasi perubahan iklim (SDGs 13) yang dikemas dengan program MAS SULTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) dan Transisi Energi Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Bahan Bakar Terbarukan.
MAS SULTAN (Sistem Reklamasi Tambang yang Berdampak Sosial dan Berkelanjutan) merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi masyarakat dari hulu ke hilir sekaligus membangun rantai nilai reklamasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Program ini berbasis pada program pertanian terpadu (integrated farming) yang melibatkan kelompok petani, kelompok peternak serta kelompok perempuan dari empat desa (Desa Lulut, Desa Nambo, Desa Kembangkuning dan Desa Nambo) di sekitar area operasional SBI Pabrik Narogong.
Pelatihan dan pendampingan terus diberikan oleh SBI Pabrik Narogong agar program MAS SULTAN dapat memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Dalam prosesnya, mereka diberikan pemahaman serta pelatihan mengenai sistem agroforestry, penggemukan sapi, pengolahan produk turunan atsiri, pemanfaatan lahan kritis dengan budidaya sorghum serta pemanfaatan mikoriza pada media tanaman di lahan reklamasi.
Sedangkan program transisi energi berkelanjutan telah memiliki roadmap pengurangan CO2 yang bertujuan untuk mensubstitusi penggunaan energi dari bahan bakar fosil yaitu batubara, dengan energi baru dan terbarukan dari limbah industri dan domestik termasuk sampah perkotaan.
Program ini diharapkan mampu untuk membantu menurunkan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) serta efisiensi dalam penggunaan panas pada proses produksi semen.
“Kedua program ini memiliki peranannya masing-masing dalam memberikan solusi yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan termasuk generasi penerus bangsa di masa depan. Oleh karena itu kami terus mengoptimalkan beragam inisiatif seperti pemanfaatan bahan baku dan bahan bakar alternatif, penurunan emisi, efisiensi energi, serta pemberdayaan masyarakat yang dapat berdampak pada kemajuan ekonomi sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam membawa perubahan positif yang berkelanjutan”, tutup Ony.***
Tentang PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari grup PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.
Bogordaily.net – Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat) menyatakan bahwa makan siang gratis untuk anak sekolah tak bisa mencegah stunting.
Almisbat menilai Stunting adalah masalah yang muncul dari kondisi malnutrisi. Kondisi ini mengakibatnya pertumbuhan tinggi badan dan kemampuan kognitif anak berkurang.
Prevalensi stunting (persentase jumlah balita yang mengalami stunting dalam pertumbuhan fisiknya) di Indonesia cukup tinggi, pada tahun 2022 angka prevalensi stunting secara nasional mencapai 21.6%.
Kondisi ini menjadi ancaman bagi bagi bangsa Indonesia kedepannya. Untuk itu menurut hemat kami di Almisbat, masalah stunting harus diatasi dengan benar, bukan sekadar menjadi tema kampanye politik, apalagi untuk kepentingan bisnis
“Sulit kita bayangkan saat kita masuk Indonesia emas tahun 2045, bonus demografi yang kita alami, diisi oleh mereka dengan kemampuan kognitif yang rendah, karena tumbuh dari balita yang saat ini mengalami stunting,” kata Dewan Penasehat Nasional Almisbat, Teddy Wibisana.
Menurutnya, Stunting menyangkut bukan saja soal tinggi badan yang terhambat, juga kemampuan kognitif bayi tersebut.
Fakta dan informasi dari praktisi kesehatan yang Almisbat temui dalam rangka sosialisasi dan bantuan pengentasan stunting di 60 posyandu di Jabodetabek, serta banyaknya literatur yang kami baca, stunting hanya efektif diatasi jika anak berusia dibawah 2 tahun (1000 hari setelah terbentuknya janin).
“Masalah tinggi badan anak dapat diperbaiki dengan intervensi nutrisi, tapi kemampuan kognitifnya tidak. Mereka yang terkena stunting akan tertinggal IQ nya dengan anak-anak lainnya. Jadi bisa disimpulkan, stunting hanya bisa dicegah, sangat sulit untuk diobati saat anak sudah diatas 2 tahun,” jelasnya.
Dari pengalaman dan literatur tersebut, kata dia, Almisbat meyakini kalau program Makan Siang Gratis untuk Anak Sekolah dari Capres Prabowo-Gibran, yang diklaim dapat mengatasi stunting, itu tidak tepat.
Karena anak usia sekolah minimal diatas 5 tahun. Mungkin program itu bisa mengatasi kondisi malnutrisi tapi tidak untuk mengatasi stunting.
Bagi Almisbat lebih baik anggaran untuk makan siang gratis di sekolah yang diusung Prabowo yang besarnya Rp 400 triliun, di arahkan ke semua Posyandu.
Apalagi anggran nasional untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) sekitar Rp 56 triliun saja. Dan dari temuan kami di lapangan anggaran PMT di Posyandu antara Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per anak saja.
“Lebih baik menambah alokasi dana PMT di Posyandu. Dan biar anggaran itu dikelola oleh Posyandu setempat. Toh ada RT/RW dan Puskesmas yang mengontrolnya. Itu juga akan menaikan kegiatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Tentang Almisbat
Almisbat adalah organisasi relawan Jokowi pendukung Ganjar-Mahmud. Fokus mensosialisasikan Ganjar Mahmud melalui program penggentasan Stunting di Posyandu.
Sampai saat ini dalam program tersebut, sudah menjangkau 3400 KK (ibu dan balitanya) dan 320 kader yang ada di 61 Posyandu di Jabodetabek.***
Bogordaily.net – Budayawan Butet Kartaredjasa mengungkapkan perasaannya kehilangan kemerdekaan dalam menuangkan karyanya setelah mengalami intimidasi ketika mengadakan acara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Butet menyampaikan hal ini saat berpartisipasi dalam acara mimbar bebas bertema “Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi” di kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (6/12/2023).
Dalam dialog dengan awak media di Untag Surabaya, Butet mengeluhkan pembatasan atas kebebasan berekspresi yang seharusnya dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD).
Menurutnya, seni di ruang publik merupakan hak masyarakat secara luas, sebagaimana disebutkan dalam amanah kongres kebudayaan oleh Ditjen Kebudayaan.
Butet juga menyoroti permintaan dari aparat kepolisian untuk menghindari pembahasan politik selama berada di atas panggung.
Ia menganggap hal ini sebagai bentuk intimidasi tidak langsung yang menghambat kebebasan seni.
Meskipun Butet menyatakan hanya menyampaikan fakta dan tidak bersikeras menuduh polisi sebagai alat negara yang mengintervensi kehidupan publik.
Namun, ia mencatat bahwa surat perintah tersebut menyebutkan larangan berbicara politik, yang menurutnya merupakan tindakan intimidasi.
Butet percaya bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan untuk menilai sendiri arah terkait larangan berbicara politik.
Meski tidak merinci konteks secara jelas, ia meyakinkan bahwa masyarakat dapat memahaminya.
“Tapi jangan lupa, di dalam lampiran surat itu disebutkan, saya harus berkomitmen tidak berbicara politik. Apa itu kalau bukan dinamakan intimidasi,” tambah Butet Kartaredjasa.
Sebelumnya, Butet mengalami intimidasi saat menggelar pertunjukan teater ‘Musuh Bebuyutan’ pada 1 dan 2 November 2023.
Ia diminta menandatangani surat yang melarang pembahasan politik, kampanye, serta simbol pemilu selama pertunjukan.
Dalam 41 kali pertunjukan sebelumnya, Butet tidak pernah mengalami pembatasan serupa, dan hal ini memicu pertanyaannya terkait pelarangan berbicara politik.
Kapolres Metro Jakarta Pusat membantah adanya intimidasi atau intervensi terkait materi pertunjukan seniman tersebut di Taman Ismail Marzuki.***
Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat menurunkan angka stunting. Sebab, penurunan angka stunting di Kota Bogor menjadi yang tertinggi di Jawa Barat, dari 2.363 menjadi 1.849 atau turun 514 kasus.
“Penurunan stunting Kota Bogor menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Terima kasih untuk para donatur dan kolaborator, terutama di wilayah yang selama ini sudah bahu membahu bertekad menurunkan stunting di Kota Bogor,” kata Dedie Rachim saat Stunting Summit Kota Bogor di Saung Dolken, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Rabu 6 Desember 2023.
Angka stunting di Kota Bogor sebagaimana yang dilaporkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kota Bogor sekaligus Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Bogor, Anas Rasmana dari 2.363 tinggal 1.849 kasus.
Untuk itu kata Dedie, masih terus diupayakan dalam satu dua bulan ke depan sehingga diharapkan terjadi penurunan yang lebih signifikan.
Sebagaimana diketahui target prevalensi nasional sebesar 14 persen. Dengan penurunan yang dicapai Kota Bogor, maka kata Dedie bisa memberikan pengaruh kepada Jawa Barat maupun nasional.
Dalam perjalanannya, Dedie mengatakan penanganan stunting bukan single problem, tapi multi problem. Data menjadi yang utama karena menjadi bagian penting.
Untuk itu terkait data dia meminta harus di cek betul, valid dan hati-hati dalam pengelolaan serta pemanfaatan, khususnya yang di lapangan dalam menginput data migrasi dari luar daerah.
Kepala DP3A Kota Bogor, Anas Rasmana melaporkan, selain penurunan angka 2.363 berdasarkan hasil penimbangan bayi balita pada bulan Agustus menjadi 1.849.
Turut dilaporkan angka yang berisiko stunting turun dari 21 ribu menjadi 19 ribu. Selanjutnya berdasarkan hasil survei intervensi dari program Penting Lur sebanyak 1.000 anak stunting berhasil menurunkan hingga 43 persen.
“Total ada 68 kolaborator yang telah membantu percepatan penanganan stunting di Kota Bogor. Penurunan dari 2.363 menjadi 1.849 hasil penambangan balita setiap bulan, tapi dihitung Agustus 2022 sampai Agustus 2023, masih berjalan dan terus berkurang dan target Kota Bogor saat ini 15 persen dan pada tahun 2024 minimal bisa mencapai 14 persen. Harapan kami program Penting Lur dapat dilanjutkan karena penting dan bisa diupayakan untuk yang berisiko stunting,” kata Kepala DP3A Kota Bogor, Anas Rasmana.
Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah bersama beberapa kepala perangkat daerah dan perwakilan Forkopimda Kota Bogor meninjau stand dan inovasi yang ditampilkan setiap kecamatan.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan bagi kecamatan yang berhasil menurunkan angka stunting di wilayahnya dengan inovasi dan kolaborasi serta dilakukan penandatangan dengan beberapa pihak untuk pencegahan dan penanggulangan stunting, salah satunya dengan Perkumpulan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Indonesia (P3SI).***
Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim melakukan peletakan batu pertama pembangunan Training Center PDAM pertama di Jawa Barat (Jabar) yang berlokasi di Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Rabu 6 Desember 2023.
Peletakan batu bersama tersebut juga dilakukan jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan dan para direksi PDAM dari berbagai daerah serta Perpamsi dan stakeholders lainnya.
Kehadiran Training Center PDAM ini akan menjadi yang pertama di Jawa Barat, sehingga sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi, potensi dan juga kapabilitas pegawai PDAM yang juga bisa dimanfaatkan oleh PDAM seluruh Indonesia.
“Karena Kota Bogor merupakan salah satu PDAM terbaik se-Indonesia dengan kinerja terbaik dan berhasil meraih berbagai penghargaan. Dengan modal itu, Training Center ini dibangun harapannya akan menjadi pusat pelatihan bagi ‘tukang ledeng’. Peningkatan kompetensi ‘tukang ledeng’ se-Indonesia karena pelayanan air minum merupakan pelayanan vital yang harus memiliki standar yang tinggi,” jelas Dedie Rachim.
Ke depan, tantangan pelayanan air minum akan semakin berat mengingat sumber air baku berasal dari air permukaan aliran sungai. Di Indonesia, tantangan terberat adalah mengenai kebersihan lingkungan dan menjaga sungai terbebas dari sampah.
Untuk itu, kata Dedie di dalam Training Center ini akan lebih baik juga dilengkapi mengenai penanganan dan penyelesaian permasalahan lingkungan.
“Karena jika tidak dimanfaatkan kita akan ketinggalan jauh dan dampaknya kita akan mengalami masa air semakin sulit harga semakin mahal, tantangannya juga semakin besar. Untuk itu kita perlu mengajak masyarakat belajar kebersihan di Training Center ini,” katanya.
Perumda Tirta Pakuan adalah perusahaan yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor, yang sangat memperhatikan pengembangan sumber daya manusia agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan.
Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan, sejalan dengan strategi optimalisasi SDM, Tirta Pakuan akan membangun pusat pelatihan atau Training Center terpadu yang dilengkapi fasilitas dan teknologi mutakhir.
Pusat pelatihan terpadu ini dibangun di lahan eks area gudang seluas 1.117 meter yang akan dibangun Training Center dengan luas bangunan 327 meter setinggi dua lantai dengan fasilitas tujuh ruang kelas.
“Target penyelesaian dalam waktu satu tahun kita selesaikan. Setelah itu akan diisi oleh berbagai pemateri dan praktik. Jadi ini experience untuk ‘tukang ledeng’ sebagai mini lab-nya ‘tukang ledeng’,” katanya.
Dengan begitu pelatihan bisa digabungkan dan disinergikan dengan praktek lapangan di WTP-WTP yang dimiliki Perumda Tirta Pakuan.
Ketua Perpamsi, Lalu Ahmad Zaini menyampaikan dukungan dan apresiasinya atas dibangunnya Training Center, karena salah satu program Perpamsi adalah peningkatan sumber daya manusia.
“Standar kompetensi untuk air minum itu menjadi keharusan. Melihat data yang kami miliki, dari jumlah hampir 60 ribu pegawai PDAM se-Indonesia, BUMD air minum se-Indonesia yang memiliki standar kompetensi baru 10 persen. Jadi 90 persen ini menjadi gep dan ini tugas kita semua sehingga kami sebagai ketua umum sangat mendukung dan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Dirut Perumda Tirta Pakuan,” katanya.***
Bogordaily.net – Keseruan Festival Senam Bugar Lansia Indonesia di Kota Bogor berlangsung meriah.
Festival itu juga seiring dengan data data Badan Pusat Statistik Tahun 2022 bahwa dalam sepuluh tahun terakhir presentase penduduk lanjut usia di Indonesia cukup meningkat dari 7,57 persen di tahun 2012 dan menjadi 10,48 persen pada tahun 2022.
Kenaikan angka tersebut diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9 persen pada 2046.
Tentunya dengan adanya peningkatan angka usia lanjut menjadikan tantangan bagi kita semua untuk memberikan perhatian khusus bagi mereka, terlebih dalam menjaga kualitas hidup sehat.
Hal ini menjadi salah satu perhatian bagi Rumah Sakit AZRA untuk memberikan yang terbaik bagi mereka melalui partisipasi dalam kegiatan Festival Senam Bugar Lansia Pra Lansia Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 25 November 2023 di Gedung DPRD Kota Bogor.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai wilayah serta dihadiri pula oleh Ketua Umum KORMI Nasional, H Hayono Isman,S.I.P, Sekretaris Deputy Bidang Olahraga dan Pembudayaan KEMENPORA, Bpk Aris Subiyono,S.H, dan Plt Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia KEMENKES, dr Nida Rohmawati.
Dengan jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak kurang lebih 1500 orang peserta.
Kali ini Rumah Sakit AZRA berpartisipasi dalam kegiatan tersebut yang diselenggarakan oleh Kebugaran Lansia Pra Lansia Indonesia (KLPI) dengan memberikan pelayanan ambulance serta tim medis, pemeriksaan skrining serta gula darah dan asam urat gratis.
Hal ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para peserta lanjut usia. Diharapkan dari kegiatan pemeriksaan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit AZRA, bermanfaat dan dapat menjadikan peserta lebih menyadari akan pentingnya hidup sehat.***
Bogordaily.net – Dalam rangka menghadapi musim penghujan, Kodim 0606 Kota Bogor menggelar kegiatan tanam pohon, pembersihan parit, sungai, dan pasar secara serentak di 6 Koramil di wilayah Kota Bogor, pada Rabu 6 Desember 2023.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Fikri Ferdian, dengan tujuan utama untuk mengantisipasi dampak musim penghujan yang berpotensi menyebabkan banjir dan genangan air.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ketahanan lingkungan di wilayah Kota Bogor,” ujar Kolonel Inf Fikri Ferdian.
Enam Koramil di Kodim 0606 Kota Bogor yang terlibat dalam kegiatan tanam pohon dan kerjabakti meliputi:
1. Koramil 0601 Bogor Tengah: Pembersihan pasar Merdeka dan parit sepanjang 200 meter.
2. Koramil 0602 Bogor Selatan: Penghijauan dan pembersihan sungai.
3. Koramil 0603 Bogor Timur: Penghijauan dan pembersihan parit.
4. Koramil 0604 Bogor Barat: Penghijauan, pembersihan pasar, dan pembersihan parit.
5. Koramil 0605 Bogor Utara: Pembersihan sungai, penghujan.
6. Koramil 0606 Tanah Sareal: Pembersihan sungai dan penghijauan.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel TNI, namun juga melibatkan komponen masyarakat sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga lingkungan.
“Curah hujan yang meningkat tidak hanya menuntut penanaman pohon, tetapi juga membersihkan sungai, saluran air, serta sampah di pasar,” tambah Kolonel Inf Fikri Ferdian.
Kegiatan serentak ini dijalankan sesuai instruksi dan perintah yang diterima oleh satuan kewilayahan, dengan harapan bahwa melalui kolaborasi ini, lingkungan Kota Bogor dapat menjadi lebih bersih dan tangguh menghadapi musim penghujan yang intens.
“Kita berupaya bersama komponen masyarakat untuk melakukan kebaikan, dan semoga hasilnya juga akan baik bagi kita semua,” tutup Kolonel Inf Fikri Ferdian.***