Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 24

Beli Obat Lebih Mudah melalui Super Apps BRImo, Hadirkan Layanan Pesanan Obat Antar ke Rumah

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memperkuat transformasi digital dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui super app BRImo, BRI kini menyediakan fitur pemesanan obat yang memungkinkan nasabah membeli obat dan produk kesehatan secara praktis langsung dari aplikasi, dengan layanan pengantaran ke rumah melalui kerja sama dengan jaringan apotek nasional Apotek K-24.

Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan layanan digital yang semakin lengkap dalam satu aplikasi, tidak hanya untuk transaksi perbankan, tetapi juga mendukung kebutuhan gaya hidup dan kesehatan masyarakat.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa kehadiran fitur ini merupakan wujud komitmen BRI untuk terus menghadirkan layanan digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

“BRI terus mendorong pengembangan ekosistem digital melalui BRImo agar tidak hanya menjadi aplikasi transaksi perbankan, tetapi juga menjadi super app yang mampu memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk akses terhadap layanan kesehatan seperti pembelian obat secara praktis dan cepat,” ujarnya.

Dhanny menambahkan bahwa kolaborasi dengan Apotek K-24 diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh obat dan produk kesehatan dengan lebih efisien tanpa harus datang langsung ke apotek.

Melalui fitur tersebut, nasabah dapat dengan mudah memesan berbagai kebutuhan obat, vitamin, maupun produk kesehatan lainnya secara online. Pesanan yang telah diproses oleh Apotek K-24 kemudian akan dikirimkan langsung ke alamat pengguna, sehingga memberikan kemudahan terutama ketika membutuhkan obat secara cepat dan praktis.

Kerja sama dengan Apotek K-24 juga memberikan nilai tambah bagi pengguna karena jaringan apotek tersebut memiliki ribuan gerai yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia serta dikenal dengan layanan yang tersedia hingga 24 jam di berbagai lokasi.

Selain fitur pemesanan obat, BRImo saat ini juga telah dilengkapi berbagai layanan digital lainnya seperti transfer antarbank, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga berbagai layanan lifestyle.

Hal ini menjadi bagian dari strategi BRI untuk menjadikan BRImo sebagai super app yang mampu memenuhi beragam kebutuhan transaksi masyarakat secara terintegrasi.

Cara Pesan Obat Melalui BRImo

Untuk menggunakan layanan ini, nasabah dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Login ke aplikasi BRImo menggunakan username dan password.
  2. Pada halaman utama, pilih menu Lifestyle atau Kesehatan.
  3. Pilih layanan Pembelian Obat yang bekerja sama dengan Apotek K-24.
  4. Cari obat atau produk kesehatan yang dibutuhkan.
  5. Tentukan alamat pengiriman dan konfirmasi pesanan.
  6. Lakukan pembayaran melalui saldo rekening BRI atau metode pembayaran yang tersedia di BRImo.
  7. Pesanan akan diproses oleh Apotek K-24 dan obat akan diantar langsung ke alamat pengguna.

Ke depan, BRI akan terus mengembangkan berbagai kolaborasi strategis guna memperkaya ekosistem layanan BRImo sehingga dapat memberikan pengalaman digital yang semakin lengkap bagi seluruh nasabah, sekaligus mempertegas peran BRI sebagai bank yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

 

Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN

0

Bogordaily.net – Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal kian menunjukkan peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Hal ini tercermin dari Desa Manemeng yang menjadikan nilai gotong royong sebagai fondasi dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama, desa ini mampu membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan berbasis kekuatan lokal.

Dalam keseharian masyarakat, nilai tersebut tidak hanya menjadi budaya sosial, tetapi juga mengalir dalam berbagai aktivitas ekonomi warga, mulai dari bertani, memproduksi batu bata dan batako, hingga beternak sapi. Seluruh aktivitas ini menjadi penopang utama penghidupan masyarakat desa.

Kepala Desa Manemeng Jayadi menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat di desanya menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya.

Di sela aktivitas utama tersebut, berbagai usaha lain berkembang sebagai sumber penghasilan tambahan, mulai dari klaster peternakan, produksi batu bata, hingga berbagai usaha mikro. Perkembangan ini semakin terasa sejak Desa Manemeng menjadi bagian dari Program Desa BRILiaN.

“Sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan BRImo, ada juga yang menjadi BRILink Agen. Layanan digital seperti ini membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di desa,” kata Jayadi.

Perkembangan ekonomi di Desa Manemeng tidak lepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018. Lembaga ini menjadi motor penggerak berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

BUMDes Sukses Mandiri saat ini fokus memperkuat distribusi dan pemasaran produk pangan desa, dan keterlibatan dalam Program Desa BRILiaN memberikan dampak positif terhadap semangat pengelola BUMDes.

Di sisi lain, aktivitas produksi batu bata juga menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat desa. Setiap hari, para pekerja mampu memproduksi ribuan bata yang kemudian dijemur sebelum dibakar. Meski proses produksi masih sederhana, pemasaran kini telah memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain produksi batu bata, masyarakat juga mengembangkan usaha batako dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia, seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi di kawasan sekitar.

Sementara itu, sektor peternakan juga berkembang melalui kerja sama antarwarga. Kelompok ternak mengelola usaha secara kolektif serta memanfaatkan dukungan pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung pengembangan usaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pendekatan yang terintegrasi, selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi dari desa.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.

“Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha. Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya memperkuat kapasitas ekonomi desa agar lebih produktif dan berdaya saing. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Pemkot Bogor Ubah Sistem Parkir Jalan Jenderal Sudirman, Bakal Dikelola Pihak Ketiga Lewat Lelang

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menata ulang sistem parkir di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor.

Dalam kebijakan baru tersebut, pengelolaan parkir tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan akan diserahkan kepada pihak ketiga melalui mekanisme lelang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menata kawasan agar lebih tertib.

Menurut Dedie, selama ini ruas Jalan Jenderal Sudirman memang diperbolehkan untuk parkir karena banyaknya usaha yang beroperasi di kawasan tersebut. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Karena banyak usaha yang kita berikan izin dan kita ingin memutar ekonomi, maka ruas jalan ini diperbolehkan parkir,” ujar Dedie Rachim, Senin 30 Maret 2026.

Namun demikian, kata Dedie sistem parkir yang saat ini masih dikelola oleh Dinas Perhubungan akan diubah.

Pemkot Bogor akan melelang pengelolaan parkir di sekitar 14 hingga 17 ruas jalan kepada perusahaan yang memiliki kontrak resmi dengan pemerintah.

Dedie mengungkapkan, pendapatan dari parkir on-street di Kota Bogor saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar Rp2,5 miliar hingga Rp3 miliar per tahun. Angka tersebut dinilai jauh tertinggal dibandingkan daerah lain dengan karakteristik serupa.

Ia menyebut Kota Malang mampu meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir hingga Rp11 miliar sampai Rp15 miliar per tahun.

“Ini yang harus kita ubah. Sistem yang tadinya dikelola oleh juru parkir, nantinya akan dikelola oleh satu perusahaan yang sudah berkontrak dengan kita,” jelasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

0

Bogordaily.net – Kabut pagi yang menyelimuti kawasan pegunungan menjadi pemandangan akrab bagi warga Desa Sumowono, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Di balik udara sejuk dan hamparan kebun sayur, desa agraris ini menyimpan denyut ekonomi yang terus bergerak, bertumpu pada kerja keras petani, pedagang, UMKM, serta kolaborasi yang terbangun dari desa untuk desa.

Kepala Desa Sumowono Budiyono menuturkan bahwa karakter wilayah pegunungan membuat sektor pertanian menjadi tulang punggung utama perekonomian desa.

Sayuran menjadi komoditas unggulan yang digeluti sebagian besar warga. Kedekatan Desa Sumowono dengan pusat sentral pasar sayur Kabupaten Semarang semakin memperkuat posisi desa ini sebagai salah satu penggerak distribusi hasil pertanian di wilayah sekitarnya.

“Potensi ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah keberadaan pasar,” ujar Budiyono.

Tak hanya satu, Sumowono memiliki tiga pasar yang beroperasi bergantian hampir sepanjang hari, mulai dari pasar kabupaten, pasar desa, hingga pasar pagi. Aktivitas jual beli pun nyaris tak pernah berhenti, menjadi ruang pertemuan antara petani, pedagang, dan pembeli dari berbagai daerah.

Perkembangan pasar desa tak lepas dari penataan yang dilakukan pemerintah desa. Kini, pasar desa telah tertata rapi dari Blok A hingga Blok F. Di sana, pedagang sayur memiliki beragam latar belakang.

Ada petani yang menjual langsung hasil kebunnya, ada pula pedagang yang membeli dari petani atau distributor untuk kemudian dipasarkan kembali.

Sayuran segar dari Sumowono bukan hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mengalir ke berbagai daerah di luar desa. Di balik ramainya aktivitas ekonomi itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Aji Bodronoyo memegang peran penting sebagai penggerak.

BUMDes tersebut membawahi sejumlah unit usaha, mulai dari pengelolaan pasar desa, lembaga keuangan, alun-alun desa, pengelolaan sampah, hingga layanan online shop dan delivery order.

Melalui lembaga keuangan desa, warga dan pedagang dapat mengakses pinjaman dengan bunga rendah. Pengelolaan sampah pun tidak lagi sekadar urusan kebersihan, tetapi diarahkan untuk memberi nilai tambah. Sementara itu, alun-alun desa disulap menjadi ruang terbuka yang aman, ramah, dan nyaman sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas masyarakat.

Inovasi juga hadir lewat layanan ONNO (Delivery Online Sumowono), yang lahir dari gagasan BUMDes melihat besarnya potensi UMKM desa. ONNO tidak hanya menjadi sarana belanja online bagi warga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi para pemuda desa sebagai driver. Setiap hari, layanan ini melayani sekitar 50 hingga 60 pesanan, mulai dari kebutuhan harian hingga produk UMKM.

Di alun-alun Desa Sumowono, geliat UMKM semakin terasa. Sekitar 20 hingga 22 pedagang yang aktif berjualan, mayoritas di sektor kuliner. Dukungan dari BRI hadir melalui program CSR berupa pembangunan pujasera, yang nantinya menjadi rumah bersama bagi para pelaku UMKM untuk tumbuh lebih tertata dan nyaman.

Dukungan permodalan dan digitalisasi juga menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi desa. BRI melalui BRI Unit Sumowono membantu pelaku usaha melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pinjaman umum, hingga penyediaan QRIS dan EDC untuk mempermudah transaksi non-tunai. Kolaborasi tersebut membuahkan hasil membanggakan. Desa Sumowono berhasil masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.

Hingga akhir tahun 2025 tercatat terdapat 5.200 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Di Sumowono, program ini bukan sekadar label, melainkan cerita tentang desa yang tumbuh dari kebun sayur, pasar rakyat, dan semangat gotong royong, menuju masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan. Semoga Desa Sumowono semakin maju dan program pemberdayaan yang dijalankan dapat mendorong UMKM lokal terus berkembang sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

 

 

 

 

Salmafina Sunan dan Sherel Thalib Adu Sindir Soal Perceraian dengan Taqy Malik, Isu Legging Kembali Disorot

0

Bogordaily.net – Nama Salmafina Sunan kembali menjadi perbincangan publik setelah terlibat adu sindir dengan Sherel Thalib, yang merupakan istri dari Taqy Malik.

Perseteruan ini bermula dari unggahan Sherel di media sosial yang menyinggung kembali kisah perceraian masa lalu antara suaminya dengan Salmafina.

Dalam unggahan tersebut, Sherel menyoroti isu lama yang sempat ramai diberitakan, yakni dugaan perceraian yang dipicu oleh persoalan pakaian.

Sherel secara tegas menyatakan bahwa narasi yang berkembang di publik terkait penyebab perceraian tersebut tidak sesuai fakta. Ia menyebut kabar tersebut sebagai informasi yang keliru dan terlalu lama dipercaya publik.

“Jujurly, risih juga lama-lama sama orang yang kemakan hoax media tentang masa lalu suami cerai perkara legging,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Salmafina Sunan. Melalui media sosial pribadinya, ia langsung memberikan tanggapan yang cukup tegas. Salmafina membantah anggapan bahwa isu tersebut sepenuhnya tidak benar.

Ia menegaskan bahwa persoalan terkait penggunaan legging memang pernah menjadi bagian dari konflik rumah tangganya dengan Taqy Malik, meski bukan satu-satunya penyebab perceraian.

“Hay kak @sherel thalib. Sini, sini, kita cerita di DM. Ibu saya kok saksinnya bahwa itu (legging) menjadi SALAH SATU PERMALASAHAN (rumah tangga kami saat itu),” ujar sang selebgram dikutip dari unggahannya di Insta Story @salmafinasunan.

Tak hanya itu, Salmafina juga mengungkapkan kebingungannya atas sikap Sherel yang kembali mengangkat isu lama. Ia merasa selama ini tidak pernah mencampuri atau menyinggung kehidupan rumah tangga mantan suaminya.

Menurutnya, sikap saling menghormati seharusnya tetap dijaga, terlebih masing-masing pihak kini telah menjalani kehidupan baru.

“Sudahlah. Saya tidak pernah mengganggu kamu dan rumah tanggamu. Saya menghormati kamu sebagai istri mantan suami saya. Tapi kalau kamu begini, saya harus speak up. Padahal, aku sudah bilang untuk ketemu saja. Masih hidup tuh semua saksinya,” imbuh sang selebgram.

Diketahui, Salmafina Sunan dan Taqy Malik menikah pada tahun 2017. Pernikahan keduanya sempat menjadi sorotan publik, namun hanya bertahan dalam waktu singkat. Pada Februari 2018, keduanya resmi berpisah.

Sejak saat itu, berbagai spekulasi terkait penyebab perceraian mereka sempat bermunculan di media. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah isu perbedaan pandangan, termasuk soal gaya berpakaian.

Dugaan Aksi Pungli di Bukit Paniisan Sentul, Ini Penjelasan Kadisparekraf Bogor

Bogordaily.net – Dugaan aksi pungutan liar (pungli) di kawasan Bukit Paniisan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor viral di media sosial, pada Sabtu 28 Maret 2026 kemarin.

Berdasarkan video yang beredar terlihat, ada sejumlah pengunjung Bukit Paniisan Sentul Bogor yang sedang berjalan diberhentikan oleh sejumlah warga sekitar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Kabupaten Bogor Ria Marlisa membantah adanya aksi pungutan liar tersebut.

Menurut Ria, jalur tersebut ada pos tiket resmi dari Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Karangtengah dengan tarif 15k/orang.

Tiket itu dilengkapi dengan asuransi PT. Jasaraharja Putera dan di pos juga kami lengkapi dengan tandu dan keperluan P3K serta tim evakuasi

“Kejadian yang ada di video itu terjadi di area sebelum pos resmi, kebanyakan para penggiat trail run melalui jalan tikus yang ada sebelum masuk pos tiket untuk menghindari pos tiket (ga mau bayar tiket),” kata Ria, Senin 30 Maret 2026.

Kemudian, kata Ria, sejumlah warga yang terlihat dalam video memberhentikan pengunjung itu bukan untuk meminta uang. Namun, hanya mengarahkan untuk melewati pos resmi.

“Maka terlihat ada petugas yang menjaga jalan tikus itu untuk mengarahkan agar mereka jangan melewati jalur itu tapi disarankan melewati pos resmi,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan bahwa, kejadian tersebut bukan aksi pungutan liar (pungli) dan merupakan kesalahan pahaman semata.

“Jadi di video itu tidak benar ada pungli karena petugas tidak meminta uang tapi hanya mengarahkan agar mereka melewati pos resmi yang ada,” ungkap Ria Marlisa.

(Albin)

Pelari Asal Bekasi Meninggal Dunia usai Ikut Trail Run di Sentul Bogor

Bogordaily.net – Pelari asal Bekasi Rosi Adiputra Firdaus (34) meninggal dunia usai mengikuti event trail run bertajuk “Lebarun” di kawasan Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Babakan Madang Kompol Trias Karso Yuliantoro menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu 28 Maret 2026 kemarin.

Awalnya kata Trias, korban yang merupakan trail Runner, Rosi Adiputra Firdaus mengikuti event Lebarun dari awal titik start.

Sesampainya di KM 20 korban diketahui berhenti secara mendadak dan terjatuh di trek hingga mulut mengeluarkan busa.

“Kalau dari kronologi trail run KM 20 masuk ke KM 5 dia berhenti langsung terjatuh, mulut mengeluarkan busa,” kata
Kompol Trias Karso Yuliantoro, Senin 30 Maret 2026.

Menurut Trias, panitia yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban menuju rumah sakit EMC Sentul untuk segera diberikan pertolongan.

Namun, dikarenakan nadi sudah melemah dan kondisi korban mulai tak sadarkan diri. Korban dinyatakan meninggal dunia.

“Rekan panitia evakuasi, bawa ke EMC. Nadi sudah semakin turun, akhirnya meninggal di situ, dari pengecekan meninggal karena kelelahan,” jelasnya.

Adapun, pihak keluarga menolak melakukan otopsi terhadap jasad korban. Sehingga menganggapnya sebagai musibah.

“Kemudian dari pihak korban tidak berkenan sudah jadi takdir,” ujar Trias.

Selain itu, Polisi menghimbau kepada peserta dan pihak penyelenggara untuk mengutamakan keselamatan. Sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kalau itu selalu kita imbau kepada para peserta dari pihak penyelenggara, yg namanya keadaan kesehatan harus disiapkan,” ungkapnya.

(Albin)

 

Pemkot Bogor Tertibkan Kabel Udara di Tiga Ruas Jalan, Dorong Penataan Kota Lebih Rapi dan Modern

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor serta sejumlah provider utilitas resmi menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) terkait penataan jaringan utilitas.

Penandatanganan tersebut dirangkai dengan kegiatan pemutusan kabel udara di sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pengadilan, dan Jalan Dewi Sartika.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor dalam menata infrastruktur kota agar lebih rapi, aman, dan indah.

Penertiban dilakukan terhadap kabel-kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Walikota Bogor Dedie A Rahim menyampakaian, penataan utilitas juga ditujukan untuk mendukung konsep kota yang lebih tertib dan modern dan juga beautyfikasi Kota

“sebagai program beauttfikasi Kota,sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 kota lain belum memulai kota Bogor sudah bekerja sama dengan Upjatel dengan menurunkan kabel atas”ujarnya

Melalui PKS (perjanjian Kerja Sama) tersebut, para provider diwajibkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan, termasuk pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah secara bertahap.

Dengan adanya penataan ini, diharapkan wajah Kota Bogor menjadi lebih tertib dan nyaman dipandang, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Pemkot Bogor juga mengimbau seluruh pihak untuk mendukung program tersebut demi menciptakan lingkungan kota yang lebih baik.

(Fikri)

Clara Shinta Diduga Bongkar Perselingkuhan Suami, Bukti VC dengan Wanita Lain Viral di Medsos

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar dari dunia selebgram. Kali ini, nama Clara Shinta menjadi sorotan setelah secara terbuka mengungkap dugaan perselingkuhan yang melibatkan suaminya, Muhammad Alexander Assad.

Peristiwa ini mencuat di tengah suasana libur pasca-Lebaran 2026, saat banyak publik figur justru membagikan momen kebersamaan bersama keluarga.

Namun berbeda dengan yang lain, Clara justru menghadirkan unggahan yang mengundang perhatian luas sekaligus memicu perdebatan di kalangan warganet.

Kontroversi bermula ketika Clara mengunggah rekaman video call yang diduga memperlihatkan sang suami bersama seorang perempuan lain.

Konten tersebut langsung menyebar dengan cepat di berbagai platform, meskipun unggahan aslinya telah dihapus dari akun pribadinya.

Cuplikan video tersebut dianggap sensitif oleh publik karena memperlihatkan interaksi yang tidak pantas antara dua orang dewasa. Tak butuh waktu lama, rekaman itu pun menjadi bahan perbincangan hangat dan viral di media sosial.

Clara Shinta akhirnya memberikan penjelasan terkait tindakannya mengunggah konten tersebut. Ia mengaku diliputi emosi dan keguncangan saat mengetahui dugaan pengkhianatan tersebut.

“Aku minta maaf. Aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa. Pasti tahu,” ungkap Clara.

Tak hanya menghadapi tekanan publik, Clara Shinta juga mengungkapkan bahwa kondisi dirinya semakin sulit karena kejadian ini berlangsung saat ia berada jauh dari tanah air. Berdasarkan unggahan di media sosial, diketahui dirinya tengah berada di Thailand saat peristiwa tersebut terjadi.

Situasi di negeri orang membuat Clara merasa kebingungan dan tidak memiliki banyak pilihan dalam mengambil langkah.

“Aku lagi di negara orang. Aku gak tahu aku harus ngapain dan gimana,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak Muhammad Alexander Assad belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang beredar.

 

Selain Layanan Perbankan, BRI BO Pancoran Salurkan Bingkisan Ramadan 1447 Hijriah

0

Bogordaily.net – BRI Branch Office (BO) Pancoran terus memberikan kepedulian di Ramadan 1447 Hijriah.

Salah satu bentuknya dengan memberikan bingkisan ramadan. Jelang lebaran, BRI Pancoran menyalurkan bingkisan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini penyaluran bingkisan ramadan 1447 Hijirah dilakukan oleh Manager Operasional BRI BO Pancoran, Desiyanto Wicaksono. Adapun bingkisan ramadan diberikan ke panti asuhan, duafa serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar kantor BRI BO Pancoran.

Pimpinan BRI BO Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket sembako di Ramadan untuk persiapan lebaran.

Biasanya masyarakat membutuhkan sembako. Oleh karena itu BRI BO Pancoran menyalurkan paket sembako kepada yang membutuhkan.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat sesuai kebutuhan,” ujarnya Ainul.

Ainul menambahkan, tak hanya di Ramadan saja, BRI BO Pancoran juga selalu berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Ada untuk kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan dan lainnya.

“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki aneka produk dan program unggulan yang jelas menguntungkan nasabahnya. Beragam kemudahan serta benefit terbaik selalu diberikan. Pelayanan prima juga tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat.

“Ayo jadi nasabah BRI, bisa ikut program berhadiah hingga bisa menikmati beragam promo menarik,” tutupnya.(*)