Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 256

Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan Narkotika serta Pertarungan Komunitas dan Masyarakat Melawan Kebijakan Turunannya

0

Bogordaily.net – Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana di DPR RI kembali menghidupkan harapan akan perbaikan sistem hukum narkotika.

Temuan Jaringan Reformasi Kebijakan Narkotika (JRKN) menunjukkan bahwa akar masalah dalam kebijakan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki pasal.

Reformasi yang hanya fokus pada teks undang-undang berisiko mengabaikan kerusakan yang justru lahir dari implementasi kebijakan di lapangan, tempat masyarakat merasakan konsekuensi paling nyata. JRKN memaparkan data yang tidak dapat diabaikan.

Lebih dari separuh perkara kepemilikan sabu di bawah satu gram, tepatnya 52,25 persen tetap berujung pada pidana penjara antara empat hingga sepuluh tahun.

Angka ini menggambarkan bagaimana pidana minimum khusus dalam UU Narkotika telah menjadi instrumen yang menghukum secara berlebihan, tidak memberikan ruang bagi hakim untuk mempertimbangkan proporsionalitas, dan tidak selaras dengan pendekatan kesehatan yang sering dikemukakan negara.

Penelitian IJRS semakin menegaskan persoalan tersebut dengan menemukan bahwa 44,6 persen pengguna justru dipidana sebagai pengedar.

Temuan ini menandakan kegagalan sistem hukum membedakan tindakan penggunaan dari peredaran gelap, sebuah distorsi yang menempatkan pengguna kecil dalam kategori pelaku kejahatan serius.

Masalah lainnya muncul dari struktur denda pidana narkotika yang tidak realistis secara sosial. Dalam konteks di mana hanya 1,7 persen penduduk Indonesia memiliki saldo tabungan di atas seratus juta rupiah, ancaman denda ratusan juta rupiah tidak mencerminkan keadilan.

Sanksi semacam ini tidak mendorong pencegahan, melainkan membuka jalan bagi kerentanan baru berupa penyitaan aset, beban ekonomi keluarga, dan hukuman penjara pengganti bagi mereka yang tidak mampu membayar.

Di ruang legislasi, JRKN berupaya memastikan agar RUU Penyesuaian Pidana mengoreksi ketidakadilan tersebut melalui harmonisasi dengan KUHP 2023, penghapusan pidana minimum, serta penguatan kerangka hukum yang menjamin proporsionalitas.

Namun efektivitas revisi undang-undang tetap bergantung pada bagaimana kebijakan ini diterjemahkan ke dalam mekanisme operasional di lapangan. Pada titik inilah masalah yang dihadapi masyarakat sering kali lebih rumit dibandingkan perdebatan pasal di Senayan.

Pengalaman pendampingan Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) memperlihatkan sisi lain dari kebijakan narkotika yang tidak muncul dalam dokumen legislasi. Salah satu instrumen yang paling menentukan nasib warga adalah Surat Edaran Bareskrim Polri No 1/II/2018.

Surat edaran tersebut memberikan pedoman teknis bagi aparat untuk menentukan apakah seseorang dirujuk ke rehabilitasi atau diproses sebagai pelaku pidana.

Namun dalam praktik, pedoman ini kerap digunakan tanpa konsistensi, tanpa supervisi ketat, dan tanpa memastikan bahwa fasilitas yang menjadi tujuan rujukan memenuhi standar hukum maupun standar layanan kesehatan.

Data pengaduan yang dihimpun FARI sepanjang tahun 2025 memperkuat gambaran tersebut. Dari 78 laporan pengaduan yang masuk, hanya empat kasus sekitar lima persen yang berlanjut ke proses hukum formal.

Sebanyak 20 kasus, atau lebih dari seperempatnya, memilih penyelesaian transaksional di luar mekanisme pendampingan sehingga tidak dapat diteruskan oleh FARI karena bertentangan dengan prinsip perjuangan.

Sementara sisanya, 54 kasus atau sekitar 69 persen, diarahkan ke rehabilitasi melalui proses hukum dengan merujuk pada Surat Edaran Bareskrim No 1/II/2018.

Komposisi ini menunjukkan bahwa mekanisme rujukan rehabilitasi bukan lagi sekadar alternatif, melainkan jalur dominan yang menentukan nasib warga, sering kali tanpa kejelasan standar, tanpa verifikasi kelayakan fasilitas, dan tanpa pengawasan memadai.

Ketika hampir seluruh kasus masyarakat bergantung pada sebuah surat edaran yang tidak memiliki kekuatan hukum setingkat undang-undang, sementara sebagian lainnya tersedot ke penyelesaian transaksional yang tidak transparan, jelas bahwa persoalan utama bukan hanya berada pada rumusan pasal, melainkan pada bagaimana kebijakan dijalankan dan diawasi di lapangan.

Berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat dirujuk ke fasilitas rehabilitasi swasta yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) Rehabilitasi, tidak terdaftar sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), dan dalam sejumlah kasus tidak memiliki izin operasional dari pemerintah daerah.

Kondisi ini pernah teridentifikasi di Kota Bogor dan di beberapa wilayah lainnya. Ketidakhadiran standar dan pengawasan membuat mekanisme rujukan kehilangan sifat perlindungannya, menjadikan rehabilitasi berpotensi menjadi ruang yang tidak aman dan tidak memberikan kepastian hukum. Kesenjangan antara norma dan implementasi memperlihatkan dua realitas yang bertolak belakang.

Di Senayan, negara berbicara tentang reformasi dan pendekatan humanis. Di lapangan, warga menghadapi kebijakan turunan yang menimbulkan kebingungan prosedural, risiko salah rujuk, dan beban finansial yang tidak pernah terduga. Situasi ini menunjukkan bahwa reformasi narkotika tidak dapat hanya berhenti pada perbaikan undang-undang.

Tanpa evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan operasional, termasuk SE Bareskrim No 1/II/2018, reformasi akan sekadar menjadi pembaruan administratif tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Kebijakan narkotika idealnya berjalan selaras antara hukum tertulis dan praktik lapangan. Perbaikan norma hukum harus diikuti oleh penguatan standar rujukan, transparansi fasilitas rehabilitasi, serta mekanisme pengawasan yang memastikan bahwa setiap tindakan aparat sejalan dengan prinsip keadilan, proporsionalitas, dan pendekatan kesehatan.

Negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa reformasi tidak hanya hadir di ruang pengambilan keputusan, tetapi juga di titik di mana masyarakat paling rentan bersinggungan dengan kebijakan.

Sampai koreksi di tingkat regulasi dan implementasi dapat berjalan beriringan, kelompok akar rumput seperti FARI akan tetap menjalankan peran pendampingan terhadap warga.

Peran tersebut bukan pengganti fungsi negara, tetapi bagian dari upaya memastikan bahwa hak-hak masyarakat tetap terlindungi di tengah sistem yang belum sepenuhnya responsif.

Reformasi narkotika hanya akan berhasil ketika keadilan terasa tidak hanya dalam teks undang-undang, tetapi juga dalam pengalaman warga yang bersentuhan langsung dengan sistem tersebut.

(Bambang Yulistyo Tedjo/Forum Akar Rumput Indonesia)

Percepat Pemulihan Terpadu, Menteri Maman Petakan UMKM Terdampak Bencana

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah untuk segera memetakan kondisi para pengusaha UMKM yang terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Menteri Maman menekankan bahwa pemetaan tersebut menjadi fondasi penting untuk mengetahui jumlah, tingkat dampak, serta kebutuhan penanganan yang tepat bagi para pengusaha UMKM di wilayah terdampak bencana.

“Pekan depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan para bank penyalur KUR, khususnya yang memiliki portofolio pembiayaan di tiga provinsi tersebut. Kami ingin memastikan data UMKM terdampak benar-benar akurat sehingga langkah penanganannya tepat dan dapat dijalankan segera,” ujar Menteri Maman saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis (4/12).

Menurut Menteri Maman, penanganan pascabencana harus memperhitungkan tingkat keparahan dampak di setiap wilayah. Zonasi diperlukan untuk menentukan tingkat kelumpuhan usaha para pengusaha UMKM.

Ia menegaskan skema pemulihan UMKM tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah daerah atau pihak bank di lapangan. Diperlukan kebijakan nasional yang memberikan kepastian, ruang gerak, dan payung regulasi bagi seluruh pihak dalam penanganan pascabencana.

“Saya meyakini persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh teman-teman di daerah. Harus ada kebijakan dari pemerintah pusat agar langkah-langkah pemulihan di lapangan dapat berjalan lebih leluasa dan terarah,” kata Menteri Maman.

Optimalkan Program CSR

Untuk penanganan jangka pendek, Menteri UMKM meminta perbankan mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bentuk respons cepat untuk membantu pengusaha UMKM yang terdampak bencana.

“Saya pikir pendekatannya kemanusiaan dulu. Apa yang bisa dibantu melalui CSR, silakan dilakukan semaksimal mungkin tanpa menunggu instruksi tambahan,” ujar Menteri UMKM.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan stakeholder terkait lainnya, untuk merumuskan formula penanganan khusus bagi UMKM yang mengalami dampak permanen.

Pemerintah menargetkan pemetaan kondisi UMKM terdampak bencana selesai dalam waktu dekat, sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemulihan yang terukur, tepat sasaran, dan berpihak pada keberlanjutan usaha masyarakat.

Menteri Maman menegaskan kembali komitmennya bahwa pemulihan UMKM di wilayah bencana akan dilakukan secara bertahap, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan ekonomi masyarakat agar para pengusaha UMKM dapat kembali bangkit dan berdaya.

Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI Yang Berusia 130 Tahun

0

Bogordaily.net – Memasuki usia 130 tahun, BRI lahir dengan membawa misi sebagai bank untuk rakyat. Didirikan pada 16 Desember 1895 oleh seorang Patih di Purwokerto yakni Raden Aria Wirjaatmadja, lembaga awal yang bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Pertolongan dan Tabungan Priyayi Purwokerto) ini bermula dari kebutuhan menyediakan akses keuangan yang adil bagi pegawai pribumi.

Sebelum terbentuknya lembaga resmi tersebut, Raden Aria Wirjaatmadja diketahui telah beberapa kali memberikan bantuan pribadi.

Kala itu, berita tentang uluran tangan Raden Aria Wirjaatmadja sangat cepat menyebar di masyarakat. Sayangnya, tingginya permintaan bantuan membuat dana pribadi yang berhasil Raden Aria Wirjaatmadja sisihkan tidak lagi mencukupi.

Alhasil, melihat kebutuhan yang terus meningkat, Raden Aria Wirjaatmadja berdiskusi dengan orang-orang kepercayaannya seperti Atma Sapradja, Atma Soebrata, dan Djaja Soemitra untuk mencari sumber pendanaan lain. Dari pertemuan ini, akhirnya muncul gagasan memanfaatkan kas Masjid Purwokerto.

Dukungan penuh akhirnya datang dari Penghulu Masjid Purwokerto, Kiai Mohammad Redja Soepena, serta persetujuan Asisten Residen E. Sieburgh. Mereka melihat bahwa tujuan penggunaan kas masjid tersebut mulia dan yakin bahwa dana akan kembali. Bahkan, E. Sieburgh menyarankan pembentukan satu komisi pengelola yang dipimpin langsung oleh Raden Aria Wirjaatmadja.

Namun, upaya ini harus terhenti karena aturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang penggunaan dana masjid untuk kepentingan di luar kegiatan ibadah.

Meski begitu, penghentian tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kepercayaan publik. Proses utang-piutang yang telah berjalan tetap berlanjut, dan para debitur mengembalikan dana pinjaman secara teratur.

Perkembangan positif ini akhirnya dilihat oleh para priyayi Eropa di Purwokerto yang menganut aliran politik etis. Mereka pun mendukung penuh rencana peresmian usaha peminjaman uang tersebut.

Bahkan, dengan hadirnya investor makin menunjukkan bahwa De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren atau Bank Priyayi Purwokerto dinilai prospektif dan layak sebagai sarana investasi.

Sebagai informasi, lembaga ini sempat mengalami beberapa kali perubahan nama, yakni Hulp-en Spaarbank der Inlandshe Bestuurs Ambtenaren (1895), De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Credietbank atau Volksbank, kemudian berubah menjadi Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene (1912).

Tahun 1934, lembaga ini kembali berubah menjadi Algemene Volkscredietbank (aVB), hingga pada masa pendudukan Jepang berganti menjadi Syomin Ginko (1942–1945).

Pasca kemerdekaan, peran BRI semakin ditegaskan melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 1968. Regulasi ini menetapkan BRI sebagai bank umum yang menjalankan fungsi strategis sebagai agen pembangunan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan panjang selama 130 tahun telah menjadikan BRI sebagai bank yang tidak hanya tumbuh menjadi institusi keuangan terbesar, tetapi juga pilar penting bagi ekonomi rakyat.

“Sebagai institusi yang telah berdiri lebih dari satu abad, BRI terus memperkuat inklusi keuangan. Dengan basis nasabah terbesar dan jaringan layanan yang luas, kami berkomitmen menghadirkan akses keuangan yang merata hingga pelosok negeri,” ujarnya.

Kini BRI telah menjelma menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia yang fokus pada UMKM. Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro.

Layanan keuangan BRI juga telah menjangkau hingga plosok negeri, dengan jumlah layanan E-Channel BRI yang mencapai lebih dari 687 ribu unit, sementara jaringan AgenBRILink menembus 1,2 juta agen yang tersebar di 66.648 desa di Indonesia. Super Apps BRImo juga mencatat lebih dari 44,4 juta pengguna, menunjukkan peningkatan signifikan pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.

Selain itu, dengan customer base lebih dari 160 juta nasabah, BRI turut mengambil peran penting dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

BRI menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia, serta berkontribusi aktif dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sektor pemberdayaan desa, BRI juga berkomitmen memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui pemanfaatan jaringan AgenBRILink yang tersebar di pelosok Indonesia. Pada Program 3 Juta Rumah, BRI telah menyalurkan FLPP untuk lebih dari 25 ribu rumah.***

Amaroossa Royal Bogor Luncurkan Promo Akhir Tahun “Lastsember Staycation” Mulai Rp605 Ribu per Malam

0

Bogordaily.net – Menyambut momen liburan akhir tahun, Amaroossa Royal Hotel Bogor resmi meluncurkan promo spesial bertajuk “Lastsember Staycation”. Promo ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman, elegan, sekaligus terjangkau bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis yang berkunjung ke Kota Bogor.

Melalui promo tersebut, Amaroossa Royal Bogor menawarkan harga istimewa mulai dari Rp605.000 per malam untuk Tipe Deluxe Room, sudah termasuk sarapan untuk dua orang.

Promo ini berlaku mulai 1 hingga 30 Desember 2025, sehingga memberikan keleluasaan bagi tamu untuk merencanakan liburan akhir tahun dengan lebih fleksibel.

General Manager Amaroossa Royal Bogor menyampaikan bahwa promo “Lastsember Staycation” dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu yang ingin menikmati suasana liburan dengan fasilitas hotel bintang empat di lokasi strategis Kota Bogor.

“Melalui promo ini, kami ingin memberikan alternatif staycation akhir tahun yang nyaman dan berkelas, tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi,” ujarnya.

Berlokasi di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor dikenal dengan arsitektur bergaya kerajaan yang elegan, pelayanan ramah, serta fasilitas lengkap.

Lokasinya yang dekat dengan Kebun Raya Bogor menjadikan hotel ini pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan kota hujan.

Untuk menikmati promo “Lastsember Staycation”, tamu dapat melakukan pemesanan langsung melalui situs resmi hotel atau menghubungi akun Instagram @amaroossaroyal. Pihak hotel mengimbau calon tamu untuk segera melakukan reservasi karena jumlah kamar terbatas.

Sebagai hotel bintang empat, Amaroossa Royal Bogor terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan memperhatikan setiap detail demi kenyamanan tamu. Hal ini menjadikan hotel tersebut sebagai pilihan utama bagi wisatawan liburan maupun perjalanan bisnis.

Amaroossa Royal Bogor mengusung tagline “Enter As A Guest, Stay Like A Royal” yang mencerminkan pengalaman menginap berkelas dengan sentuhan kemewahan.

Informasi dan reservasi bisa langsung menghubungi ke nomor telepon: (0251) 8354555, WhatsApp: 0811 1757 815 atau Instagram & TikTok: @amaroossaroyal, Website: www.amaroossahotel.com.***

Ibnu Galansa

Polisi Evakuasi Jasad Lansia yang Tertabrak Kereta di Cilebut Timur Bogor

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengevakuasi jasad lansia yang tewas tertabrak kereta di Kampung Patahunan, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis 4 Desember 2025.

Diketahui, pria yang sebelumnya ditemukan tanpa identitas itu merupakan SN (82) warga Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Wagiman menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.55 WIB.

“Kejadian Jam 11.55 WIB,” kata Kompol Wagiman kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurut Wagiman, awalnya korban hendak menyebrang namun korban tidak mendengar klakson datangnya kereta.

Sehingga korban terserempet dan mengalami pendarahan cukup parah di bagian kepala hingga dinyatakan meninggal dunia.

“Kata saksi, masinis sudah klakson cuma mungkin karena beliau sudah sepuh jadi tidak mendengar sehingga tetap terserempet,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk saat ini jasad lansia tersebut telah dilarikan ke rumah sakit Polri Kramat Jati. Adapun, pihak keluarga sudah mengetahui peristiwa tersebut.

“Sekarang sudah dibawa ke RS Polri. Keluarga udah monitor,” ungkap Wagiman.

(Albin Pandita)

LASQI Nusantara Fest Siap Pecahkan Rekor MURI, Ribuan Suara Kasidah Bergema di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Kabupaten Bogor akan menjadi saksi sejarah baru dalam dunia seni religi Indonesia. LASQI Nusantara Fest 2025 yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kreativitas para pelantun kasidah dari seluruh penjuru Nusantara, tetapi juga menargetkan pemecahan Rekor MURI yang bakal menyita perhatian publik.

Puncak acara direncanakan pada Jumat, 5 Desember 2025, ketika ribuan peserta akan menyanyikan lagu qasidah secara serentak. Kategori ini diyakini menjadi salah satu pemecahan rekor terbesar dalam sejarah seni qasidah di Indonesia.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid, menyampaikan bahwa agenda pemecahan rekor MURI merupakan bagian terpenting dari rangkaian festival tahun ini.

“Bogor memang sudah memiliki daya tarik yang berbeda. Teman-teman dari provinsi lain sangat semangat datang ke Kabupaten Bogor,” kata Lukmanudin.

Selain pemecahan rekor, LASQI Nusantara Fest juga diisi dengan Rapimnas, pemilihan duta-duta kasidah nasional, Lasqi Nusantara Expo, serta berbagai lomba seni religi.

Namun momen pemecahan rekor diprediksi menjadi puncak perhatian karena melibatkan ribuan suara peserta dari berbagai provinsi.

Lukmanudin berharap kegiatan ini tidak hanya sukses secara acara, tetapi juga berdampak luas. “Harapannya, semua kapilah pulang membawa cerita baik tentang Kabupaten Bogor, sehingga mereka kembali lagi sebagai wisatawan di masa mendatang,” ujarnya.

Pemecahan Rekor MURI ini sekaligus menjadi simbol kebangkitan seni kasidah Nusantara dan momentum memperkuat eksistensi musik religi di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari DPP Lasqi Nusantara, Kabupaten Bogor siap mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan seni qasidah nasional.

(Ilham Hasbulloh)

Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta di Cilebut Bogor, Polisi Tindak Lanjuti

Bogordaily.net – Seorang Pria tanpa identitas tewas tertabrak kereta di Kampung Patahunan, Desa Cilebut Timur Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis 4 Desember 2025.

Berdasarkan video yang beredar terlihat, pria yang diketahui sudah berumur itu tergeletak bersimbah darah dengan luka berlumuran darah dibagian kepala.

Kapolsek Sukaraja Kompol Wagiman membenarkan adanya pria yang tertabrak kereta tersebut. Menurutnya peristiwa itu terjadi pada pukul 11.30 WIB.

“Iya benar, kejadian sekitar jam set 1 an,” kata Kompol Wagiman kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurut Wagiman, pria tersebut diduga hendak menyebrang dan tak melihat ada kereta yang melintas.

“Iya mister x mau menyebrang, pejalan kaki, tertabrak kereta dari arah Bogor,” jelasnya.

Kemudian, pria tersebut kini telah berhasil dievakuasi dan pihak kepolisian tengah mencari identitas maupun keluarganya.

“Tadi itu mister X sekarang anggota sedang mencari keluarganya,” ujar Wagiman.

Selain itu, pria tersebut telah dilarikan ke rumah sakit dan pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Sudah dibawa kerumah sakit, Kalau itu masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Puluhan Difabel Tampilkan Bakat dalam Ajang Lasqi Nusantara Fest di Bogor

Bogordaily.net – Puluhan peserta disabilitas manampilkan bakat dalam ajang Lasqi Nusantara Fest, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis 4 Desember 2025.

Diketahui, kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Lasqi Nusantara Jaya bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Bogor Lukmanudin Ar Rasyid menjelaskan bahwa, pihaknya mensuport para disabilitas  dalam menampilkan bakat bakatnya dengan menyediakan panggung yang cukup megah.

“Momen ini kan berbarengan dengan hari disabilitas Ini internasional jadi sayang panggung yang sudah kita siapkan semewah ini semegah ini tidak kita pakai,” kata Lukmanudin kepada wartawan, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, para peserta disabilitas menampilkan berbagai penampilan terbaiknya seperti tarian, permainan alat musik, hingga bernyanyi di hadapan masyarakat.

“Jadi kita persembahkan untuk teman-teman difabel untuk menampilkan tarian-tarian karena ada juga kegiatan di event ini adalah coaching klinik. Jadi sengaja tadi kita tampilkan coaching kliniknya para pelatih di Kabupaten Bogor mudah-mudahan harapannya,” jelasnya

Selain itu, pihaknya turut mengajak para disabilitas yang ingin mengikuti Qasidah untuk mendaftar langsung ke Lasqi Nusantara Jaya.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat dan bakat para disabilitas khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Bogor.

“Teman-teman disabilitas yang mau belajar qasidah musik gambus Bisa menghubungi Laski Nusantara Jaya Kabupaten Bogor Itu harapannya pesannya itu yang ingin kita sampaikan,” ungkap Lukmanudin.

Lasqi Nusantara Fest

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kandinsos) Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf mengatakan bahwa, kegiatan tersebut sebagai ajang untuk pemenuhan hak dasar disabilitas dan juga memotivasi agar lebih tumbuh dan berkembang.

“Kegiatan ini mudah-mudahan bisa memotivasi saudara-saudara kita, anak-anak kita yang istimewa terpenuhi hak-hak dasar dan ke depan ketika sudah dewasa, ini mereka bisa menjadi manusia yang siap untuk hidup di masa depan,” ujar Farid.

Selain itu, pihaknya mengaku akan terus melakukan pembinaan terhadap anak-anak istimewa atau disabilitas dengan  menggandeng berbagai stakeholder yakni pemerintah, dan masyarakat.

“Tapi dengan kolaborasi kita, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, ternyata itu bisa dilakukan. Dan ke depan kita ingin lebih dari itu,” jelasnya.

“Tidak hanya sekedar tampil, tapi obsesi kami adalah menjadikan anak-anak yang istimewa ini ke depan juga memiliki masa depan yang bagus,” tambah Farid.

Sebagai informasi, Lasqi Nusantara Fest tahun ini diselenggarakan langsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor mulai Kamis 4 hingga Minggu 7 Desember 2025.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan kafilah atau peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan puncak kegiatan yakni pelaksanaan rekor muri lomba Qasidah yang akan berlangsung pada Jum’at 5 Desember 2025.

(Albin Pandita)

BSI Hadirkan Program Buka Tabungan Emas BYOND BSI Traktir Rp.100 Ribu

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan program BSI Traktir Rp.100 Ribu dengan membuka tabungan rekening emas melalui BYOND by BSI.

Syaratnya, untuk nasabah yang baru pertama kali membuka rekening emas di BYOND by BSI.

Pembelian emas pertama minimal Rp.200 dan tidak berlaku kelipatan. Adapun periode program ini mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 Desember 2025.

Selain itu, Jelang libur tahun baru, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut menghadirkan program ‘Holideals with BSI Card’ khusus untuk pengguna BSI Kartu Debit Visa dan BSI Hasanah Card.

Adapun, nasabah berkesempatan untuk mendapatkan diskon hingga Rp.2,5 juta dan cicilan 0 persen hingga tenor 24 bulan di berbagai merchant jika melakukan transaksi menggunakan kedua BSI card tersebut.

Promo ‘Holideals with BSI Card’ berlaku hingga 31 Desember 2025. Jangan sampai terlewatkan informasi selengkapnya kunjungi www.bank.bsi.id/holidaydeals.

Kemudian, untuk pengguna BSI Card, jangan lupa juga untuk selalu menjaga kerahasiaan data BSI Card kamu ya.

Sebagai informasi, Bank Syariah Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta pinjaman LPS.***

Albin

Jelang Libur Tahun Baru, BSI Hadirkan Program Holideals with BSI Card, Diskon Hingga Rp.2,5 Juta

0

Bogordaily.net – Jelang libur tahun baru, Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan program ‘Holideals with BSI Card’ khusus untuk pengguna BSI Kartu Debit Visa dan BSI Hasanah Card.

Adapun, nasabah berkesempatan untuk mendapatkan diskon hingga Rp.2,5 juta dan cicilan 0 persen hingga tenor 24 bulan di berbagai merchant jika melakukan transaksi menggunakan kedua BSI card tersebut.

Promo ‘Holideals with BSI Card’ berlaku hingga 31 Desember 2025. Jangan sampai terlewatkan informasi selengkapnya kunjungi www.bank.bsi.id/holidaydeals.

Kemudian, untuk pengguna BSI Card, jangan lupa juga untuk selalu menjaga kerahasiaan data BSI Card kamu ya.

Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) juga turut memberikan program BSI Traktir Rp.100 Ribu dengan membuka tabungan rekening emas melalui BYOND by BSI.

Syaratnya, untuk nasabah yang baru pertama kali membuka rekening emas di BYOND by BSI.

Pembelian emas pertama minimal Rp.200 dan tidak berlaku kelipatan. Adapun periode program ini mulai tanggal 28 Oktober hingga 10 Desember 2025.

Sebagai informasi, Bank Syariah Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta merupakan peserta pinjaman LPS.***

Albin