Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 2643

Kota Bogor Dilirik KemenkoMarves Jadi Tempat RDF

0

Bogordaily.net – Kota Bogor mendapat sinyal positif dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (KemenkoMarves) untuk membangun tempat proses sampah menjadi bahan bakar jumputan padat atau Refused Derived Fuel (RDF).

Nantinya, pembangunan tersebut akan dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

Untuk mematangkan rencana itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melakukan rapat koordinasi dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan dari KemenkoMarves, Nani Hendiarti di Jakarta

Usai rapat berlangsung, Dedie mengatakan koordinasi ini merupakan hasil dan kunjungan kerja Pemkot Bogor ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Denpasar, Bali, beberapa waktu yang lalu.

“Kalau dilihat dari modalitas Kota Bogor, punya lahan yang cukup luas kemudian suplai sampah harian yang melebihi 500 ton per hari menjadi kekuatan Kota Bogor untuk bisa diasistensi pemerintah pusat membangun instalasi produksi RDF,” kata Dedie.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui KemenkoMarves melihat Kota Bogor memiliki keinginan kuat untuk memiliki instalasi tersebut, tentu dengan bantuan dari pemerintah pusat.

Dedie mengatakan, kementerian akan menindaklanjuti dengan beberapa langkah.

“Antara lain akan melaksanakan diskusi teknis dan kunjungan langsung ke lokasi Galuga. Waktu kita di Bali juga ada perwakilan dari kementerian yang sama – sama melihat keinginan kuat Kota Bogor untuk memiliki instalasi yang sama,” tegasnya.

Di luar itu, ke depan memang permasalahan sampah di Kota Bogor harus dilakukan upaya penanganan yang lebih komprehensif.

Juga tidak bisa hanya mengandalkan luasan lahan. Itu mengapa perlu instalasi pengolahan sampah modern.

“Supaya efektif. Dengan lahan yang terbatas, tidak kemudian menambah luasan lahan yang akhirnya menjadi tumpukan sampah (open dumping), tetapi instalasi ini bisa mengurai sampah baru yang diolah menjadi RDF dan dimanfaatkan atau dibeli oleh industri. Ada perputaran ekonomi juga disitu,” katanya.

Saat kunjungan ke deputi, Dedie juga didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Bogor, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan jajarannya.***

Muhammad Irfan Ramadan

Nonton Heartbeat Sub Indo Episode 11, Klik di Sini

0

Bogordaily.net – Nonton Heartbeat Sub Indo Episode 11 – Drama Heartbeat kembali menyajikan ketegangan cinta segi empat yang semakin seru pada episode 11 yang akan tayang malam ini.

Dalam drama produksi KBS2 yang digandrungi banyak penonton ini, persaingan cinta antara Seon Woo Hyul, Na Hae Won, Joo In Hae, dan Shin Do Sik semakin rumit dan menarik perhatian.

Spoiler Heartbeat Episode 11 

Sebelum menikmati kisah menegangkan di episode terbaru, ada beberapa spoiler  berdasarkan laporan dari Soompi.

Momen menegangkan sebelumnya saat Na Hae Won mengajukan ide untuk mengadakan pesta promosi penginapan barunya.

Namun malah terjebak dalam momen romantis bersama Woo Hyul, menghadirkan ketegangan tersendiri bagi semua pihak.

Bukan hanya itu, episode mendatang menyajikan lebih banyak konfrontasi emosional.

Na Hae Won berusaha mencegah Hae Won yang marah meninggalkan pesta.

Namun berakhir dengan perkataan tajam dari Hae Won yang mematahkan semangat In Hae.

Sementara itu, Do Shik juga tampak terlibat dalam ketegangan dengan Woo Hyul, menambah ketegangan emosional dalam plot drama ini.

Link Nonton Heartbeat Sub Indo Episode 11

Para penggemar setia drama Heartbeat pasti akan tertarik untuk menyaksikan bagaimana kelanjutan cerita cinta segi empat ini di episode 11 yang akan tayang malam ini, 31 Juli 2023 pukul 21.45 KST atau 19.45 WIB.

Jangan lewatkan momen seru dan romantis dalam drama Heartbeat yang dapat Anda saksikan melalui tautan berikut: KLIK DI SINI

Pastikan Anda menyiapkan diri untuk menyaksikan perjalanan cinta yang penuh kejutan dan ketegangan di episode terbaru drama Heartbeat ini.

Nikmati akting memukau dari para pemain dan alur cerita yang membuat penonton terhanyut dalam dunia cinta segi empat yang memanas!

 

Buntut Semerawut PPDB 2023 Kota Bogor, Bima Arya Rombak Pejabat Disdik

0

Bogordaily.net – Pasca pelaksanaan PPDB 2023, Walikota Bogor, Bima Arya merotasi pejabat struktural dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor di pada Senin 31Juli 2023.

Daftar Pejabat Disdik yang Dirotasi

Pejabat struktural yang dirotasi diantaranya 9 Eselon golongan III A dan B, 8 Kepala Sekolah SMP, 31 Kepala Sekolah SD, 2 jabatan fungsional dan 14 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan atas persoalan yang ada dalam PPDB 2023. Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” ungkap Bima usai melantik pejabat struktural di Disdik Kota Bogor.

Ada beberapa kepala sekolah SMP dan puluhan kepala sekolah SD yang bergeser dan ini harus menjadi pembelajaran dan penyegaran.

Di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dua Kabid bergeser, ia menugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik.

“Saya telah memegang laporan dari inspektorat Kota Bogor terkait pelaksanaan PPDB. Laporan tersebut ada 30 halaman dan dari sinilah kita lakukan langkah pembenahan,” tegas Bima.

Menurut Bima, pembenahan itu ada di Disdukcapil Kota Bogor. Jadi, ia minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi untuk tanda tangan elektronik.

“Tidak semua itu, maka otoritas harus ada di pimpinan struktur di atas. Dan saya minta dilakukan pergeseran dan pergantian seluruh operator, karena ini bukan kewenangan Walikota tapi kewenangan Disdukcapil,” jelasnya.

Ia minta kepada kepala dinas untuk menyesuaikan itu dan menarik kembali kewenangan otorisasi terkait pemindahan dokumen kependudukan di tingkat operator.

“Kemudian Disdukcapil harus memiliki sistem sehingga satu tahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili tidak dilakukan, termasuk di Dinas Pendidikan (Disdik ) Kota Bogor juga saya minta evaluasi lagi mengenai sistem,” pintanya.

Ia minta tidak dilakukan dengan verifikasi scan barcode dari admistrasi mendaftar kemudian verifikasi faktual dilapangkan.

Sehingga ini akan menimbulkan banyak persoalan dan Disdik harus membentuk tim panitia khusus PPDB seperti tahun lalu.

“Saya menegur keras dua dinas ini sebagian dilakukan pergeseran tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” katanya.

“Berdasarkan rekomendasi dari inspektorat, saya akan menerbitkan perwali khusus. Sehingga PPDB tahun depan sudah di siapkan langkah langkahnya untuk mencegah manipulasi,” pungkasnya.***

Ibnu Galansa

Caption : Walikota Bogor, Bima Arya merotasi pejabat struktural dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor di pada Senin 31Juli 2023. (Istimewa/bogordaily.net).

Bahas Pemilu 2024, Plt Bupati, KPU, PPK dan Camat se-Kabupaten Bogor Rapat Bersama

0

Bogordaily.net Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan perkuat sinergi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Camat se-Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung suksesi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang melalui kegiatan Rapat Koordinasi persiapan pelaksanaan Pemilu 2024 di Ruang Serbaguna I Setda, Senin 31 Juli 2023.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, penguatan sinergitas antara KPU, PPK, Bawaslu dengan para Camat sangat penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 mendatang atau agenda rutin lima tahun sekali.

Sehingga kata Iwan, perlu sinergitas dan penyamaan persepsi sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Menurutnya, sesuai Undang-Undang No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu yakni pemerintah daerah wajib untuk membantu pelaksanaan Pemilu salah satunya masalah hibah KPU dan juga PPK, serta bertugas memberikan bantuan dan fasilitasi untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu.

“Kita ingin samakan persepsi, sehingga pada pelaksanaannya kita harus bersinergi dan komitmen apa yang harus dilakukan baik camat, PPK, Panwascam, KPU, Pemkab Bogor dan Bawaslu,” kata Iwan Setiawan, Senin 31 Juli 2023.

Suksesnya Pemilu 2024 mendatang kata Iwan, perlu dukungan yang optimal mulai dari tahapan persiapan Pemilu seperti sosialisasi, edukasi atau pendidikan politik kepada masyarakat.

Iwan menambahkan, dukungan anggaran yang dialokasikan di kecamatan untuk mendukung kelancaran mulai dari transportasi pengiriman logistik, pemantauan perencanaan penyelenggaraan Pemilu dan lain sebagainya.

“Alhamdulilah berdasarkan hasil rakor hari ini, yang diusulkan oleh camat ke parsial itu sesuai hasil musyawarah dan mengakomodir usulan dari PPK berarti sudah sinkron,” jelas Iwan.

“Salah satunya diperuntukan untuk sosialisasi, sewa gedung, sarana dan prasarana, laptop, komputer, dan lainnya. Saya juga sangat apresiasi terhadap KPU mereka usahakan sampai ke kecamatan, mungkin daerah lain tidak ada yang seperti ini. Ini bukti kuatnya sinergi kami,” tambahnya.***

Albin Pandita

Pernyataan Rocky Gerung Merendahkan Demokrasi

0

Saat ini ada kegelisahan dari pendukung Jokowi atas pernyataan Rocky Gerung yang menyebut Presiden Jokowi sebagai “bajingan yang tolol”.

Pernyataan itu disampaikan Rocky dihadapan Aliansi Aksi Sejuta Buruh di Bekasi pada tanggal 29 Juli 2023.

Kegelisahan relawan itu dituangkan dalam bentuk pelaporan ke polisi hari ini (31/7/23), dan Almisbat (Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat) memutuskan untuk mengecam pernyataan Rocky itu secara terbuka pula.

Pernyataan dan sikap Rocky menurut saya, Teddy Wibisana, sebagai anggota DPN (Dewan Pertimbangan Nasional) Almisbat, tidak menunjukan upaya untuk menjaga dan merawat demokrasi.

“Kebebasan yang saat ini, merupakan perjuangan panjang melawan kekuasaan soeharto selama 37 tahun, selayaknya dirawat dan dijaga, dengan mencegah proses pembelahan di masyarakat melalui sentimen apapun,”

Sikap saya ini bagi saya  merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat, untuk melawan opini dengan opini juga.

“Presiden yang terpilih lewat pemilu yang bebas, suka atau tidak suka merupakan pemimpin dari mayoritas rakyat yang telah menentukan pilihannya, juga harus dihargai. Keresahan kita terhadap Rocky adalah hal yang wajar,”

Pernyataan saya mengenai sikap Rocky, sejalan dengan sikap sekjen Almisbat, Piryadi.

Bung Pir memandang pernyataan Rocky merupakan upaya untuk melakukan pembelahan di Masyarakat.

Ruang kebebasan untuk menyatakan ketidak-puasan terhadap kebijakan pemerintah yang sudah sangat terbuka, lebih digunakan untuk menpertajam kemarahan dibanding memperkuat substansi yang akan disampaikannya.

“Ketidak-sukaan atas kebijakan presiden, apalagi menyebutnya sebagai “bajingan yang tolol”.

Menurut Almisbat adalah gambaran sikap emosional yang tidak menghargai mayoritas masyarakat yang setuju atas kebijakan presiden tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Bung Pir secara tegas.

Untuk itu kami dari Almisbat meminta agar siapun, bukan hanya Rocky Gerung, untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan demokrasi.

Kita bersama sama membangun kecerdasan masyarakat dalam berpolitik, untuk mewujudkan demokrasi substansial di negeri ini.***

Maraknya Kasus Penularan Penyimpangan Seksual, DPRD Evaluasi Pelaksanaan Perda P4S

0

Bogordaily.net DPRD Kota Bogor melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Pemerintah Kota Bogor, Kamis (20/7). Rapat tersebut dikhususkan membahas evaluasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S).

Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan, rapat ini dilakukan guna mendesak Wali Kota Bogor Bima Arya agar segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) pelaksanaan Perda P4S.

Maraknya Kasus Penularan Penyimpangan Seksual, DPRD Evaluasi Pelaksanaan Perda P4S
Ketua Bapemperda DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menerima audiensi terkait Perda P4S

“Jadi ini belum ada Perwali. Sehingga banyak hal yang seharusnya sudah dapat diimplementasikan untuk pencegahan maupun penanganannya, tapi belum dapat terlaksana, namun tadi info dari Bagian Hukum sudah ada draftnya,” ujar Endah.

Tak hanya menagih penerbitan Perwali, Endah juga mengevaluasi pelaksanaan Perda P4S yang sudah diterbitkan sejak dua tahun silam. Karena didalam Pasal 24 terdapat amanat pembentukan komisi pencegahan dan penanggulangan penyimpangan seksual. Dalam hal ini, DPRD Kota Bogor meminta SKPD terkait untuk segera merealisasikan ini.

“Contoh terkait dengan pencegahan seharusnya sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, apakah sudah ada muatan lokal materi terkait hal tersebut. Namun kenyataannya Pemerintah Kota Bogor belum melaksanakan amanat dari Perda ini,” jelas Endah.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan sejauh ini sudah banyak aduan dari masyarakat terkait maraknya kasus penularan penyimpangan seksual.

Selain laporan dari tokoh masyarakat, ia sebelumnya juga menerima audiensi dari Forum Masyarakat Peduli Bogor yang menyampaikan berbagai data dan fakta penyimpangan seksual di Kota dan Kabupaten Bogor.

Maraknya Kasus Penularan Penyimpangan Seksual, DPRD Evaluasi Pelaksanaan Perda P4S
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menerima audiensi dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah

“Fakta penyebaran ini ada. Dampaknya juga sungguh memprihatinkan. Tidak hanya terhadap masalah kepribadian, tapi juga masalah kesehatan dan hubungan persahabatan. Apalagi kalau bicara tentang ajaran agama, ini akan sangat besar dampaknya terhadap tatanan masyarakat”, jelas Atang.

Perda P4S dibuat dalam semangat untuk melakukan pencegahan sekaligus memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak penyimpangan perilaku seksual.

Perda ini juga mengamanatkan tentang upaya rehabilitasi.

Sehingga, diharapkan dapat mencegah meluasnya penularan penyimoangan seksual ini.

“Kami sudah tindaklanjuti dengan mengundang rapat dinas pendidikan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi. Kita juga sudah menugaskan Bapemperda untuk melakukan evaluasi tindak lanjut Perwali. Komisi 4 untuk mengevaluasi SKPD terkait mengenai implementasinya”, imbuh Atang.

Terakhir, Bapemperda melakukan rapat kerja bersama Asisten Pemerintahan dan Bagian Hukum guna mengevaluasi pelaksanaan berbagai Perda termasuk Perda P4S.

Rapat yang langsung dipimpin oleh Ketua DPRD dan Ketua Bapemperda ini merekomendasikan pokja pembahasan tindak lanjut efektivitas Perda.

“Kita sudah sepakati untuk mengelompokkan Perda dan turunan Perwali yang harus segera diterbitkan. Pokja ini akan terus kita intensifkan mengevaluasi penerbitan Perwali yang belum diselesaikan. Termasuk Perwali sebagai amanat dari Perda P4S ini. Kalau sudah ada draftnya, seharusnya tidak perlu lama lagi”, pungkas Atang.***

Raperda Perlindungan Dampak Pinjol Kota Bogor Gagal Disahkan

0

Bogordaily.netRancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Perlindungan Masyarakat dari Dampak Pinjaman Ilegal atau yang sering disebut oleh masyarakat sebagai Raperda Pinjol gagal disahkan.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Sendhy Pratama dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bogor, Senin (24/7).

Raperda Perlindungan Dampak Pinjol Kota Bogor Gagal Disahkan

Sendhy mengungkapkan bahwa Raperda inisiatif DPRD Kota Bogor ini gagal disahkan setelah mendapatkan hasil evaluasi dari Bagian Hukum Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Sejatinya Raperda ini akan disahkan pada paripurna DPRD yang dilaksanakan hari Selasa (25/7) kemarin.

Ada dua poin utama dalam surat fasilitasi Gubernur Jawa Barat yang mendasari ditolaknya usulan Raperda ini.

Poin pertama adalah pinjam-meminjam merupakan ranah privat dalam kaca mata sistem hukum positif di Indonesia.

“Poin kedua, peraturan pinjaman ilegal termasuk pinjaman online ilegal, bank keliling, koperasi liar, rentenir atau sebutan lainnya secara spesifik tidak ada dalam peraturan perundang-undangan. Namun, kegiatan pinjam-meminjam merupakan jenis kegiatan yang lahir dari sebuah perikatan yang diatur dalam KUH Perdata sebagai ranah hukum privat. Dengan demikian, tidak bisa diatur melalui sebuah peraturan daerah. Ini dua poin yang disampaikan oleh Pemprov Jawa Barat”, jelas Sendhy.

Pemprov Jawa Barat selanjutnya memberikan opsi terkait langkah yang dapat diambil oleh Pemerintah Kota Bogor dalam mengambil peran guna mencegah dan melindungi masyarakat dari dampak pinjaman ilegal yang diantaranya dapat dilakukan melalui penguatan lembaga mikro keuangan daerah, penguatan koperasi simpan pinjam, penguatan BUMD yang berbentuk Bank Perkreditan Rakyat, melakukan sosialisasi dan memasukkan norma yang dituangkan didalam usulan Raperda kedalam Perda yang sudah ada.

“Pansus sudah berjuang maksimal. Banyak isi-isi pasal yang kita sesuaikan terkait urusan privat agar perda ini dapat disahkan tanpa menghilangkan substansi perlindungan dan pencegahannya. Rekomendasi Pemprov terkait penguatan lembaga mikro keuangan daerah, BUMD, dan langkah-langkah lainnya sebenarnya juga sudah kita masukkan dalam pasal-pasal raperda yang diajukan”, imbuh Sendhy.

Dirinya menambahkan bahwa Pansus tetap memberikan rekomendasi untuk melindungi masyarakat dan mencegah dampak negatif dari pinjaman ilegal ini.

Mulai dari yang sifatnya pencegahan, penanganan pengaduan dan perlindungan masyarakat, hingga peningkatan perekonomian.

“Kami tetap merekomendasikan beberapa langkah yang bisa diambil. Baik berupa kebijakan daerah yang mengatur peran lembaga keuangan mikro, penanganan pengaduan dan perlindungan masyarakat, penguatan bantuan hukum, hingga upaya peningkatan perekonomian, tutup Sendhy.

Raperda Perlindungan Dampak Pinjol Kota Bogor Gagal Disahkan
Suasana rapat kerja Tim Pansus Raperda Pinjol di ruang Bapemperda DPRD Kota Bogor

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

Tercatat, dua Raperda inisiatif DPRD Kota Bogor yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan layanan terhadap masyarakat gagal disahkan akibat tidak disetujui oleh Pemprov Jawa Barat, yaitu Raperda Santunan Kematian dan Raperda Pinjol.

“Semangat disusunnya Raperda Pinjol ini dikarenakan banyaknya kasus yang menimpa masyarakat di Kota Bogor. Banyak warga yang mengeluhkan fenomena korban bank keliling, rentenir, dan pinjol. Dengan bunga yang tinggi telah menjerat warga dan menimbulkan masalah sosial, ekonomi, hingga rumah tangga. Seharusnya Pemprov melihat hal ini”, ungkap Atang.

Pertimbangan karena belum diatur dalam peraturan perundang-undangan dinilai juga tidak bisa dijadikan alasan penolakan selama tidak ada aturan pasal yang melanggar peraturan yang ada diatasnya.

“Seharusnya bisa diijinkan untuk disahkan selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Ini mengisi ruang kosong yang sifatnya lokal dengan tujuan untuk mencegah dampak negatif kepada masyarakat”, imbuh Atang.

Atas kegagalan disahkannya Raperda Pinjol ini, DPRD melalui Badan Musyawarah menyepakati untuk meneruskan beberapa rekomendasi Pansus dan rekomendasi Banmus kepada pihak-pihak terkait.

Salah satunya dengan bersurat kepada DPR RI agar ada aturan UU terkait masalah ini.

“Ikhtiar insya Allah tetap akan dilanjutkan oleh DPRD dengan berkirim surat kepada DPR RI tentang betapa pentingnya keberadaan UU yang dapat mengatur masalah ini. Dampak pinjaman ilegal ini sudah bersifat nasional. Kami akan sampaikan konsideran berikut lampiran naskah akademik serta dinamika persoalan di lapangan”, jelas Atang.

Selain itu, DPRD Kota Bogor juga memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan penguatan lembaga keuangan daerah, penanganan pengaduan, perlindungan, dan pendampingan hukum, serta penguatan peran lembaga keuangan daerah.

“Secepatnya kita akan duduk bersama Pemkot untuk merumuskan 3 langkah. Pencegahan berupa sosialisasi dan edukasi. Pendampingan hukum terhadap pengaduan masyarakat. Serta menguatkan peran BPR Bank Kota Bogor sebagai lembaga keuangan daerah yang menyediakan skema pinjaman terjangkau kepada masyarakat”, pungkas Atang.***

Kantor Camat Ciawi Dibobol Maling

0

Bogordaily.netKantor Camat Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dibobol maling, Minggu malam (30/7/2023). Pelaku berhasil menggasak dua unit kamera.

Dari informasi yang diperoleh di lokasi kecamatan, pelaku berusaha masuk ke kantor Kecamatan Ciawi dengan cara membobol jendela di bagian belakang gedung.

Kejadian baru diketahui staf dan pegawai kecamatan pada Senin pagi (31/7/2023) sekira pukul 08.00 WIB.

Sedangkan jenis barang yang dicuri adalah dua unit kamera yang biasa digunakan untuk perekaman data kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang dioperasionalkan di kantor Kecamatan Ciawi.

Imbasnya, pelayanan perekaman data kependudukan sempat terhambat.

“Pelayanan beberapa jam tadi terhambat, cuma ada alat mobilisasi,” ungkap petugas rekam e-KTP Kecamatan Ciawi, Mia Meliandri.

Dia menjelaskan, selain kamera untuk perekaman e-KTP yang hilang, beberapa fasilitas di ruangannya alami kerusakan seperti jendela dan beberapa kabel jaringan rusak.

Dengan kejadian ini, kerugian yang dialami mencapai puluhan juta. “Alhamdulilah data milik kecamatan tidak ada yang hilang,” ujarnya.

Camat Ciawi, Sutisna mengatakan, kejadian tersebut adalah musibah.

Dia pun menyerahkan kasus ini pada pihak berwajib.

“Mudah-mudahan pelakunya bisa cepat terungkap,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat, menegaskan bahwa hingga Senin sore pihak kecamatan belum melakukan pelaporan.

“Jadi kami belum punya dasar hukumnya karena sampai sekarang kecamatan belum lapor. Tapi dari informasi yang kami peroleh tadi pagi pelaku masuk dari arah belakang gedung dan barang sng dicuri adalah kamera,” terangnya.
(Acep Mulyana)

Simak! Ini Alasan Saham BBRI Menarik untuk Dikoleksi

0

Bogordaily.net – Kinerja fundamental PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah memacu tren positif harga saham perseroan. Pada pekan terakhir di bulan Juli ini, saham emiten bersandi BBRI kembali menembus harga level tertinggi atau ATH di level Rp5.650,- pada penutupan perdagangan Selasa bahkan pada Jumat 28 Juli 2023 BBRI di tutup di level Rp5.700,-.

Hal tersebut dinilai oleh pengamat BBRI semakin menarik untuk dikoleksi, salah satunya karena terdorong aksi korporasi buyback oleh perseroan dalam kurun dua tahun terakhir.

Head of Equity Investment Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menyebut, buyback menjadi sinyal yang baik bagi investor BRI.

“Buyback menjadi sinyal positif bagi investor, mencerminkan manajemen percaya dengan kinerjanya ke depan. Selain itu kinerja fundamental BRI, jadi faktor kunci untuk perbankan tetap dapat mencetak pertumbuhan laba adalah dari segi efisiensi,” kata Agung, belum lama ini.

Baca juga : Harga Emas Antam Senin, 31 Juli 2023

Seperti diketahui, sesuai dengan RUPST BRI tahun 2023 pada 13 Maret 2023, BRI telah mengalokasikan buyback sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun yang akan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 18 bulan dari putusan RUPS, sehingga periode buyback berlangsung pada periode 14 Maret 2023 sampai 14 September 2024.

Buiyback tersebut dilaksanakan BRI secara bertahap maupun sekaligus, sebagai program kepemilikan saham bagi karyawan dan direksi (Employement Stock Ownership Plan (ESOP).

Pembagian Saham

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Maret 2023, Direksi perseroan mengatakan insentif saham akan diberikan berdasarkan kinerja Insan BRILiaN atau pekerja BRI.

Adapun strategi buyback untuk program ESOP bukan kali pertama dilakukan BRI, setidaknya dalam kurun dua tahun terakhir. Sepanjang 1 Maret 2022 hingga 26 Januari 2023, BRI telah merealisasikan pembelian saham kembali senilai Rp2,99 triliun atau 647,38 juta lembar.

Terkait dengan aksi korporasi buyback tersebut, sebelumnya Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa aksi korporasi ini tidak mengganggu kondisi keuangan pasca buyback sehingga dipastikan kondisi keuangan perseroan tetap solid.

“Selama buyback ini kita sudah sangat kalkulatif dengan baik, tidak akan mengganggu kinerja, tidak akan mengganggu permodalan BRI ke depan bahkan memperkuatnya,” ujarnya.

Sunarso juga mengungkapkan bahwa buyback saham ini digunakan untuk para karyawan BRI sebagai pelaksanaan program kepemilikan saham pekerja maupun direksi. Hal ini untuk meningkatkan engagement karyawan BRI.

Dia berharap dengan adanya buyback saham ini, akan menumbuhkan motivasi dan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan yang kemudian akan mendongkrak kinerja karyawan.

Agung lanjut menjelaskan alasan lain mengapa saham BBRI layak dikoleksi, yakni terkait kinerja fundamental dalam beberapa waktu terakhir, dimana efisiensi menjadi salah satu strategi BBRI untuk meningkatkan profitabilitas.

“Kemampuan bank meningkatkan efisiensi terlihat dari pertumbuhan biaya operasional BRI yang lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan,” lanjutnya.

Bunga Bersih

Net interest margin (NIM) atau margin bunga bersih naik menjadi 7,8% pada kuartal I-2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,7%.

Pada periode yang sama credit cost atau biaya kredit bank turun 198 basis poin (bps) per Maret 2023 dibandingkan tahun lalu.

Baca juga : Tanggal Merah Agustus 2023 Lengkap dengan Hari Penting Nasional

Kemampuan bank meningkatkan efisiensi terlihat pula dari return on average equity (ROAE) atau tingkat pengembalian ekuitas rata-rata yang naik signifikan ke level lebih dari 20%.

Pada periode yang sama sejumlah beban berhasil ditekan, seperti beban promosi turun 8,1% yoy menjadi Rp298,74 miliar dan beban lainnya susut 5,73% yoy menjadi Rp7,39 triliun.

Alhasil, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 64,26% pada kuartal I-2022 menjadi 60,7% pada kuartal I-2023.

Portofolio kredit BRI yang didominasi oleh kredit mikro juga diperkirakan mampu menjaga Net Interest Margin (NIM) di era suku bunga tinggi.

Berbeda dengan bank besar lain yang lebih banyak bermain pada sektor korporasi yang terbilang sensitif terhadap suku bunga dan juga ketidakpastian ekonomi baik domestik maupun global. Oleh karena itu, dalam setahun ke depan saham BBRI diproyeksi oleh analis dapat melesat maksimal ke level Rp6.800 dengan nilai rata-rata Rp5.975,-.***

Tim ADWI Kemenparekraf Lakukan Peninjauan dan Penilaian Terhadap Desa Wisata Purwabakti

0

Bogordaily.net – Tim Anugerah Desa Wisata (ADWI) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan peninjauan dan penilaian di Desa Wisata Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Senin 31 Juli 2023.

Adapun Desa Wisata Purwabakti merupakan salah satu desa yang masuk dalam 75 besar Desa Wisata ADWI 2023 berdasarkan hasil penilaian terhadap total 4.573 Desa Wisata yang telah terdaftar.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net, kedatangan ADWI Kemenparekraf disambut oleh unsur Kecamatan, Desa, Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor hingga anak sekolah berbaris di sepanjang jalan.

Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan peninjauan ke berbagai stand UMKM dari Kecamatan Pamijahan serta dilanjutkan dengan mengunjungi destinasi wisata unggulan yakni Terasering Cisalada.

Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indra Ni Tua mengatakan bahwa, adanya peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa desa yang terdaftar tersebut telah sesuai, sehingga pihaknya akan segera memberikan penilaian.

“Kita memastikan dan melihat apa yang di submit itu sesuai atau tidak dengan keadaan yang ada disini. Memastikan bahwa yang disampaikan itu dengan keadaan sebenernya, dan ini (Desa Purwabakti) sudah sesuai,” kata Indra Ni Tua kepada Wartawan, Senin 31 Juli 2023.

Baca juga : Harga Emas Antam Senin, 31 Juli 2023

5 Kategori Penilaian ADWI

Menurut Indra, dalam proses penilaian ADWI ada lima kategori penilaian, yakni dari CHSE, kelembagaan, souvenir, daya tarik wisata dan juga home stay.

Kemudian, dari desa tersebut nantinya akan dikategorikan di berbagai kelas seperti rintisan berkembang, maju, dan mandiri.

Ia menambahkan, kedepan bagi stakeholder lainya harus terus berkomunikasi, mendengar, belajar dan bercerita antar sesama.

Sehingga, adanya daya tarik dari yang awalnya diikuti oleh 1.800 desa sekarang sudah 4.573 desa.

“Dengan data itu kita bisa sajikan mengenai kondisinya dan kebutuhanya, sehingga bisa menjadi bagian dari proses rencana pembangunan,” jelasnya.

Baca juga : Tanggal Merah Agustus 2023 Lengkap dengan Hari Penting Nasional

Selanjutnya, Kepala Desa Purwabakti, Tajudin Arifin mengungkapkan dengan dipilihnya Desa Wisata Purwabakti sebagaj 75 besar Desa Wisata ADWI 2023 merupakan salah satu prestasi yang sangat membanggakan khususnya bagi masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Semoga pencapaian ini tidak hanya menjadikan Desa Wisata Purwabakti terbaik se-Indonesia. Tetapi juga memberikan manfaat terhadap peningkatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Purwabakti,” ujar Tajudin Arifin.

Tajudin mengatakan, Desa Wisata Purwabakti enam puluh persen didominasi oleh pertanian dan kerajinan dari produksi hasil pertanian oleh para pelaku UMKM.

Sebagai informasi, Desa Wisata yang luasnya sebesar 1.662 hektare ini memiliki banyak keindahan alam dan budaya yang dimanfaatkan sebagai usaha pariwisata.

Misalnya curug, bukit, dan terasering yang dimanfaatkan sebagai wisata alam.

Sedangkan konsep Wisata Tematik yang diusung adalah budaya dan masyarakat.

Sehingga produk wisata yang ditawarkan berupa rangkaian dari beberapa daya tarik kebudayaan dan destinasi wisata alam.

Lalu kearifan lokal, pendidikan/edukasi, dan kelestarian lingkungan serta konservasi ekosistem.

Melalui kekayaan alam dan budaya tersebut, pendapatan Desa Purwabakti kini didominasi oleh pertanian dan hasil kerajinan melalui usaha pariwisatanya. (Albin Pandita)