Thursday, 23 April 2026
Home Blog Page 272

Apa Itu SGS Pengganti Bea Cukai? Ultimatum Pemerintah Jadi Sorotan Nasional

0

Bogordaily.net – SGS Pengganti Bea Cukai tiba-tiba menjadi bahan pembicaraan besar di republik ini.

Seperti petir yang menyambar dari balik gedung Kementerian Keuangan, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelegar: Bea Cukai harus berubah.

Kalau tidak, proses pengawasan bisa kembali diserahkan kepada SGS—nama lama yang pernah berjaya pada era Orde Baru. Nama yang dulu melintas di pelabuhan-pelabuhan kita, sebelum kita merasa cukup percaya diri mengurus diri sendiri.

Reformasi kepabeanan memang sudah lama terdengar. Namun kali ini nada sang menteri tidak lagi halus. Ia memberi ultimatum. Ia seolah berkata: kalau kapal ini tidak bisa diluruskan oleh nahkodanya, maka kita panggil lagi pihak asing yang dulu pernah mengendalikan kompas.

SGS Pengganti Bea Cukai, itulah istilah yang kini beterbangan dari media sosial sampai ruang rapat kementerian. Banyak orang ternyata tidak tahu SGS itu apa. Padahal nama itu pernah begitu kuasa dalam perjalanan barang-barang yang hendak masuk ke Indonesia. Di zaman Orde Baru, SGS memeriksa semuanya sebelum barang dikapalkan. Sebelum truk-truk kontainer itu mendarat di Tanjung Priok, SGS sudah memegang buku catatannya.

Maka ketika Menkeu mengucapkan nama itu, publik tersentak. Seakan-akan ada pintu masa lalu yang kembali dibuka. Ada pertanyaan besar: apakah negara ini sedang mengambil langkah mundur atau justru melompat maju?

Purbaya berbicara lantang. Ia tidak ingin pelayanan publik seperti Bea Cukai dibiarkan lesu, mengulang kesalahan yang sama. ”Kalau tidak bisa diperbaiki, kita lakukan seperti dulu saja, oleh SGS,” katanya.

Kalimat yang langsung menggugah gengsi sebuah institusi besar. Pesan yang jelas: pemerintah ingin hasil yang nyata, bukan janji yang panjang.

Di negara lain, melibatkan pihak ketiga bukan perkara tabu. Banyak yang memakai jasa perusahaan inspeksi internasional untuk menutup celah kecurangan dalam impor. Dan SGS adalah raksasa di bidang itu.

Lalu publik bertanya lebih jauh: SGS itu apa?

SGS adalah perusahaan global asal Swiss, bergerak di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi. Lahir di Prancis pada 1878, pindah ke Jenewa pada 1915, menjadi rujukan dunia untuk integritas dan presisi. Mereka punya lebih dari 2.500 kantor dan laboratorium, tersebar di 115 negara, melibatkan hampir 100 ribu karyawan. Mereka seperti “hakim” bagi kualitas barang di pasar internasional.

Di Indonesia, nama itu tidak asing. Pada masa Orde Baru, SGS memegang penuh apa yang disebut pre-shipment inspection. Barang belum masuk ke kapal, SGS sudah memegang data beratnya, mutunya, jumlahnya. Tidak ada ruang gelap bagi manipulasi.

Itulah mengapa wacana pelibatan kembali SGS membuat banyak orang bertanya: apakah kita sedang kekurangan kepercayaan diri? Atau justru sedang mengambil langkah disiplin dalam skala besar?

Padahal jelas, ancaman itu bukan sekadar ancaman. Ini alarm. Alarm keras bagi Bea Cukai agar membenahi yang bengkok. Agar ruang-ruang gelap pelayanan publik dibuka tirainya.

SGS Pengganti Bea Cukai menjadi simbol. Bukan semata perusahaan, tapi cermin besar yang kini diarahkan ke wajah sistem kepabeanan kita. Pemerintah ingin efisiensi. Ingin transparansi. Ingin kejujuran yang tidak ditawar-tawar.

SGS menawarkan empat layanan utama: inspeksi, verifikasi, analisis laboratorium, dan sertifikasi. Itulah yang membuat banyak negara bergantung pada mereka. Standarnya tinggi. Integritasnya global. Mereka berbeda karena diawasi pasar modal, tunduk pada regulasi internasional yang ketat.

Maka ketika nama itu kembali disebut, artinya pemerintah sedang mempertimbangkan pilihan yang drastis. Langkah yang berat. Langkah yang akan mengguncang banyak meja.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar SGS itu apa, atau apakah SGS akan kembali. Pertanyaannya adalah: apakah Bea Cukai berani berubah sebelum pintu itu benar-benar dibuka?

Kalau tidak, Indonesia bisa saja kembali pada sistem lama: inspeksi pra-pengapalan oleh SGS, mekanisme yang dulu sangat berhasil menurunkan manipulasi data dan meningkatkan akurasi barang impor.

Jika itu terjadi, sejarah berputar lagi. Bukan mundur. Tapi kembali ke titik di mana negara menuntut presisi mutlak.***

Kebakaran di Sukawarna Cipaku Bogor Selatan, Api Lahap Permukiman Padat

0

Bogordaily.net – Kebakaran di Jalan Kp. Sukawarna, Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu pagi 29 November 2025, bukan sekadar peristiwa api yang membubung dari sebuah permukiman.

Kebakaran di Bogor Selatan ini menyisakan dentuman waktu yang seakan berhenti beberapa detik—sebelum akhirnya semua orang sadar bahwa mereka harus berlari, berteriak, dan menyelamatkan apa pun yang masih bisa diselamatkan.

Pagi itu masih muda. Matahari bahkan belum benar-benar naik. Jalan kecil di Kp. Sukawarna masih lengang, hanya pedagang sayur yang baru turun dari motor, beberapa warga yang sedang menyapu halaman.

Hingga tiba-tiba, dari satu rumah di ujung gang, asap tipis mulai muncul. Lalu menebal. Lalu berubah jadi api yang meloncat seperti sedang mengejar udara.

Kebakaran Kp. Sukawarna Cipaku ini seketika membuat warga panik. Teriakan meminta tolong bersahutan.

Ada yang mencoba menyiram dengan ember, ada yang menggedor pintu rumah tetangga, ada yang langsung menghubungi pemadam kebakaran.

Dalam hitungan menit, gang itu berubah menjadi tempat di mana semua orang bergerak cepat, tetapi tetap saja terasa lambat dibanding laju api.

Petugas pemadam kebakaran dari Kota Bogor datang dengan sirene yang meraung memecah suasana.

Mobil merah itu berhenti tepat di depan jalan kecil yang memaksa petugas membawa selang secara manual, berlari ke lokasi api. Beberapa warga ikut membantu, membentangkan selang, menyingkirkan motor, mengangkat barang-barang yang masih bisa ditarik dari rumah terdekat api.

Api sudah mulai membesar saat petugas menyemprotkan air bertekanan tinggi. Kobaran api yang awalnya seperti lidah kecil kini menjadi dinding panas yang menggigit apa pun yang disentuhnya.

Namun, perlahan, para petugas berhasil menahan laju api, memastikan agar kebakaran di Bogor Selatan ini tidak merambat ke rumah-rumah lain yang berdempetan rapat.

Sementara itu, warga berdiri mematung. Ada yang memeluk ibu mereka. Ada yang sibuk menelpon keluarga lain, memastikan semua aman.

Ada pula yang hanya melihat, tidak banyak bicara—karena memang tidak ada yang bisa dikatakan ketika api telah menjadi penguasa pagi.

Hingga berita ini diturunkan, kebakaran tersebut masih dalam penanganan tim pemadam kebakaran. Belum ada laporan resmi terkait korban maupun penyebab awal api.

Namun bagi warga Sukawarna, peristiwa ini akan menjadi cerita panjang—tentang bagaimana pagi yang tenang bisa berubah menjadi pagi yang berisik, panas, dan penuh kecemasan.

Petugas masih bekerja. Warga masih berjaga. Dan Bogor, seperti biasa, kembali mengingatkan bahwa rasa aman selalu bisa berubah kapan saja.***

Srikandi PLN UP3 Bogor Laksanakan Kegiatan Sosial Jumat Berkah Berbagi Cahaya Berikan Sambungan Listrik Gratis kepada Warga

0

Bogordaily.net — Srikandi PLN UP3 Bogor kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Jumat Berkah Berbagi Cahaya, yaitu kegiatan pemberian sambungan listrik gratis kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan program kali ini, Srikandi PLN mengunjungi langsung dua lokasi penerima manfaat, yaitu Kampung Pasir Beureum, Kecamatan Parung Panjang dan Kampung Tugu Wates, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Program Jumat Berkah Berbagi Cahaya merupakan upaya PLN dalam mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat melalui akses energi yang lebih aman dan layak. Dengan akses listrik yang memadai, warga diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, produktif, dan aman dari potensi bahaya listrik ilegal atau instalasi tidak standar.

Selain memberikan sambungan listrik gratis, Srikandi PLN UP3 Bogor juga melakukan edukasi sederhana terkait penggunaan listrik yang aman, hemat, dan sesuai standar instalasi. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan langsung kepada warga penerima manfaat untuk memastikan mereka memahami cara memanfaatkan listrik secara bijak.
Salah satu pelanggan penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, bantuan sambungan listrik ini sangat membantu keluarga kami. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman di malam hari dan aktivitas rumah tangga jadi lebih mudah. Terima kasih kepada PLN yang sudah peduli kepada warga kecil seperti kami,” ujar salah satu penerima manfaat di Kp. Pasir Beureum.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat yang membutuhkan akses energi layak.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu, memiliki akses listrik yang aman dan legal. Program Jumat Berkah Berbagi Cahaya adalah wujud nyata komitmen PLN dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Gumelar.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memberikan apresiasi terhadap kepedulian dan peran aktif Srikandi PLN UP3 Bogor dalam menjangkau masyarakat secara langsung.

“Kami bangga melihat Srikandi PLN turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan listrik ini tepat sasaran dan bermanfaat. Akses energi merupakan hak dasar yang dapat membuka peluang ekonomi dan sosial masyarakat. Semoga kehadiran listrik ini membawa perubahan positif bagi warga di dua lokasi tersebut,” ungkap Sugeng.

Melalui program Jumat Berkah Berbagi Cahaya, PLN terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan terbaik serta menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus memperluas jangkauan manfaat bagi warga yang membutuhkan.***

BRI KC Depok Gelar Santunan Anak Yatim

0

Bogordaily.net – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok gelar acara santunan. Kali ini BRI KC Depok memberikan santunan kepada Anak Yatim. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 November 2025.

Pimpinan BRI KC Depok, Aris Abdillah mengatakan, kegiatan santunan ini merupakan salah satu agenda rutin dalam bidan sosial keagamaan. Hanya saja bentuk dan lokasi disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga tentunya berbeda-beda bentuk santunan dan juga tempatnya.

“Kali ini kami santunan ke anak yatim,” ungkapnya.

Aris menjelaskan, santunan diberikan ke 20 anak yatim. BRI KC Depok memberikan bingkisan serta uang tunai kepada anak yatim tersebut.

“Semoga yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.

BRI KC Depok terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Tak hanya itu, perhatian terhadap lingkungan sekitar terutama masyarakat yang kurang mampu juga dimaksimalkan.

“Kami tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, oleh karena itu pelayanan terbaik akan terus ditingkatkan,” tutupnya.***

PC Syarikat Islam Kota Bogor Apresiasi Pengukuhan Dirut Tirta Pakuan, Tegaskan Pentingnya Konsistensi Layanan Air Bersih

0

Bogordaily.net – Pimpinan Cabang Syarikat Islam (SI) Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap keputusan Wali Kota Bogor yang kembali mengukuhkan Rino Indira Gusniawan sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan.

Keputusan tersebut tercantum dalam SK Wali Kota Bogor Nomor 900.13.2/F 392–393 Bag. Ekonomi/2025 dan diumumkan oleh Sekretaris Daerah pada Jumat, 28 November 2025.

Ketua PC Syarikat Islam Kota Bogor, Subhan Murtadla, menilai penetapan kembali Rino bukan keputusan yang dilakukan secara tergesa-gesa.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait kinerja, tata kelola, serta kualitas pelayanan yang selama ini diberikan perusahaan air minum daerah tersebut.

Menurutnya, aspek profesionalitas, rekam jejak kepemimpinan, dan keberlanjutan pelayanan publik menjadi pertimbangan utama.

Subhan juga menggarisbawahi rekam jejak panjang Rino Indira Gusniawan dalam mengelola layanan air bersih di Kota Bogor.

Di bawah kepemimpinannya, Tirta Pakuan dinilai mencatat berbagai perkembangan positif mulai dari efisiensi distribusi, peningkatan pengalaman pelanggan, hingga penguatan sistem operasional di beberapa wilayah kota.

“Kami melihat kinerja yang sudah kang Rino bangun, menjadi alasan kuat untuk melanjutkan amanah tersebut. Konsistensi peningkatan layanan air bersih sangat dirasakan masyarakat,” ujar Subhan.

Ia menambahkan bahwa tantangan penyediaan air bersih di kota berkembang seperti Bogor tidak semakin mudah.

Dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan infrastruktur yang meningkat, diperlukan figur yang memahami aspek teknis sekaligus manajerial secara mendalam agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Kang Rino merupakan sosok yang memahami ritme, kebutuhan, dan dinamika Perumda Tirta Pakuan. Keputusan ini selaras dengan kebutuhan masyarakat Kota Bogor,” tambahnya.

Tidak hanya mendukung keputusan tersebut, PC Syarikat Islam Kota Bogor turut menyampaikan pesan moral kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan Tirta Pakuan.

Subhan menekankan bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Mengelola air bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian dari menjaga keberlangsungan hidup masyarakat. Kami berharap pelayanan terus ditingkatkan, terutama bagi warga di wilayah yang masih membutuhkan pemerataan distribusi,” terang Subhan.

PC SI Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung berbagai program Perumda Tirta Pakuan sambil terus memberikan masukan konstruktif demi peningkatan kualitas layanan.

“Mari bersama-sama menjaga fasilitas publik, mendukung kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, dan memastikan Kota Bogor terus menjadi kota yang nyaman, sehat, dan maju,” tutupnya.***

Pesona Drajih Nature Camp di Kaki Gunung Salak, Wisata Alam Favorit untuk Camping

0

Bogordaily.net – Area Drajih Nature Camp yang berada di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menawarkan panorama memukau dari ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Terletak tepat di kaki Gunung Salak, kawasan ini menjadi destinasi favorit para wisatawan yang ingin melihat keindahan Kota Bogor dari sudut pandang berbeda.

Dari titik tertingginya, pengunjung dapat menyaksikan hamparan Kota Bogor yang tampak menawan, terutama pada malam hari ketika gemerlap lampu kota mulai menyala.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat lokasi ini ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun luar daerah.

Selain panorama kota, udara sejuk khas pegunungan dan suasana alam yang masih asri memberikan pengalaman yang menenangkan.

Banyak pengunjung memilih bermalam di area camping ground untuk menikmati malam dengan langit cerah dan udara dingin yang menyegarkan.

Pihak pengelola menyampaikan bahwa jumlah kunjungan terus meningkat, khususnya di akhir pekan.

Berbagai pembenahan fasilitas juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung tanpa mengurangi keaslian alam sekitar Gunung Salak.

Dengan segala keindahan dan ketenangannya, Drajih Nature Camp menjadi salah satu pilihan wisata alam yang layak dikunjungi oleh warga Bogor dan sekitarnya yang ingin melepas penat sambil menikmati panorama kota dari ketinggian.***

Peringati Hari Guru Nasional, PLN UP3 Bogor Berikan Sambungan Listrik Gratis kepada Guru SD Situ Gede 5

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, PLN UP3 Bogor menunjukkan kepedulian kepada para pahlawan tanpa tanda jasa dengan memberikan sambungan listrik gratis kepada Bapak Cecep, seorang guru yang mengabdi di SD Situ Gede 5, Kota Bogor, 25 November 2025.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi PLN atas dedikasi para pendidik yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan generasi bangsa.

Bapak Cecep merupakan salah satu guru yang dikenal berdedikasi tinggi, bahkan di tengah keterbatasan fasilitas di rumahnya.

Dengan adanya sambungan listrik yang layak dan aman, diharapkan kegiatan belajar mengajar yang ia persiapkan serta aktivitas keluarga sehari-hari dapat berjalan lebih nyaman.

Dalam penyerahan bantuan ini, tim PLN UP3 Bogor turut melakukan pengecekan instalasi serta edukasi mengenai penggunaan listrik yang aman dan andal.

Bapak Cecep menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian PLN.

“Saya sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan ini, apalagi diberikan tepat di Hari Guru. Listrik yang layak ini sangat membantu keluarga kami, dan tentu memudahkan saya dalam menyiapkan materi pembelajaran untuk murid-murid. Semoga PLN semakin maju dan terus memberi manfaat untuk masyarakat,” tuturnya.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa PLN memiliki komitmen untuk mendukung kelompok masyarakat yang memberikan kontribusi penting bagi pembangunan bangsa, termasuk para guru.

“Guru adalah sosok penting dalam pembentukan karakter generasi masa depan. Kami merasa terhormat dapat memberikan dukungan berupa sambungan listrik gratis sebagai bentuk apresiasi PLN pada Hari Guru Nasional ini. Semoga bantuan ini dapat memperlancar aktivitas Bapak Cecep dan memberikan kenyamanan bagi keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, memberikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan UP3 Bogor.

“PLN tidak hanya menyediakan energi listrik, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program bantuan sambungan listrik ini merupakan wujud kepedulian PLN kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang telah mengabdi bagi dunia pendidikan. Kami berharap bantuan ini membawa berkah dan semakin mendukung tugas mulia Bapak Cecep sebagai pendidik,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bogor berharap semangat kepedulian dapat terus ditularkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang telah berjasa mencerdaskan kehidupan bangsa.***

Dua Sisi Transformasi RSUD Kota Bogor: Lakukan dengan Hati Perkuat dengan Efisiensi

0

Bogordaily.net – Suasana RSUD Kota Bogor pekan ini menyiratkan semangat baru. Dalam apel pagi pada Senin 14 November 2025, dr. Sri Nowo Retno, Plt. Direktur RSUD Kota Bogor, tidak hanya berbicara tentang hati dan empati, tetapi juga menyelipkan pesan yang lebih tajam dan strategis, efisiensi biaya yang rasional.

“Tolong lakukan dengan hati dan empati, cepat dan tepat,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh perhatian.

Kalimat “cepat dan tepat” itu bukan sekadar slogan. Ia adalah pintu masuk menuju sebuah konsep manajemen yang sehat dalam menopang, cost containment.

Di hadapan seluruh staf, dr. Retno menegaskan visi kepemimpinan yang modern.

Ia paham, rumah sakit yang sehat bukan hanya diukur dari senyum ramah para perawat, tetapi juga dari kesehatan finansialnya.

Cost containment, yang ia jelaskan sebagai upaya penghematan biaya yang rasional dan strategis, menjadi senjata rahasianya.

“Ini adalah praktik untuk mengendalikan biaya operasional secara ketat tanpa menggerus kualitas layanan sedikit pun,” tegasnya.

Pesannya jelas, yakni setiap rupiah yang dihemat dari pembelanjaan yang tidak perlu, adalah langkah untuk menguatkan layanan kesehatan.

Di mana RS dapat membeli obat lebih banyak, memperbaiki fasilitas, dan pada akhirnya, meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dr. Retno punya visi yang utuh. Di satu sisi, ia memperkenalkan konsep “kawasan wajib senyum” sebagai obat pertama bagi jiwa pasien.

Di sisi lain, ia menjalankan pengawasan ketat tidak hanya pada senyum, tetapi juga pada alur anggaran.

“Saya akan awasi hari demi hari, jam per jam. Ini bukan ancaman, melainkan bentuk komitmen pimpinan untuk menjaga kualitas pelayanan,” tegas dr. Retno, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Pengawasan itu kini memiliki dimensi ganda. Pertama, memastikan empati mengalir tulus, sekaligus memastikan tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia.

Namun dr. Retno juga realistis. Ia tahu beban tenaga kesehatan tidak ringan, dan tekanan untuk berhemat bisa menjadi beban tambahan.

Namun, ia meyakinkan bahwa cost containment yang cermat justru akan melindungi mereka dan pasien dalam jangka panjang.

“Mari kita bergotong-royong keluar dari segala tantangan ini,” ajaknya kepada seluruh insan RSUD Kota Bogor, menyatukan semangat pelayanan dengan disiplin finansial.

Transformasi di RSUD Kota Bogor pun mulai terasa dalam dua bentuk. Di lorong-lorong rumah sakit, senyum dan sapa yang lebih hangat menjadi obat moral.

Di balik layar, evaluasi yang cermat terhadap pengeluaran operasional menjadi “vitamin” bagi keberlangsungan rumah sakit.

Perubahan yang dijalankan secara konsisten dengan hati yang tulus dan manajemen biaya yang baik, akan menjadi fondasi kokoh untuk transformasi besar pelayanan kesehatan di RSUD Kota Bogor, sebuah visi kepemimpinan yang visioner.(Patrick)

Pemkab Bogor-DPRD Resmi Tetapkan APBD 2026, Alami Penurunan Hingga Rp700 Miliar

1

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam rapat paripurna pada Jum’at 28 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, Transfer Ke Daerah (TKD) Kabupaten Bogor dari Pemerintah mengalami penurunan. Sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 juga mengalami penurunan.

“Kita hari ini menetapkan rancangan APBD tahun anggaran 2026, ditetapkan menjadi perda anggaran pendapatan belanja daerah tahun anggaran 2026,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Jum’at 28 November 2025.

Adapun, APBD tahun depan mengalami penurunan sebanyak Rp.700 Miliar dari sebelumnya Rp. 12,4 Miliar menjadi Rp.11,697 Miliar.

“Jadi pada saat transfer keuangan daerah kita pun mengalami penurunan kurang lebih setelah dibahas bersama APBD yang sudah di tetapkan, APBD perubahan tahun anggaran 2025 senilai Rp12,4 triliun, lalu hari ini kita menetapkan APBD 2026 senilai Rp11,697, maka ada penurunan kurang lebih hampir Rp700 miliar,” jelasnya.

Nantinya, hasil penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu tersebut akan dilaporkan langsung ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Yang mana akan kita kirim kepada pemerintah provinsi Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi Gubernur,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Rudy, beberapa kebutuhan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas.

“Tentu kebutuhan dasar masyarakat yaitu selain infrastruktur, pendidikan, kesehatan,” kata Rudy.

“Tetapi kita melihat rekapan BPR di Kabupaten Bogor bersama seluruh satuan kerja perangkat daerah memilah satu per satu sehingga program yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama, lalu beberapa program-program lainnya yang masih dapat kita tunda di tahun berikutnya,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran DPRD yang telah bekerja keras untuk bersama sama dalam menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk kesuksesan program prioritas di Kabupaten Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Bogor dan seluruh jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah membahas bersama-sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor memprioritaskan bukan hanya satu atau dua lokasi tapi menyeluruh di 416 desa, 19 kelurahan,” ungkap Rudy.(Albin)

Program Studi Komunikasi Digital dan Media SV IPB University Berikan Pelatihan Digital Marketing bagi UMKM Desa Sukajaya

0

Bogordailynet – Mahasiswa Kelompok Digdaya Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN), Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Minggu (16/11) di kantor Desa Sukajaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Digdaya: Digitalisasi Usaha Masyarakat Berdaya” yang digagas sebagai bentuk kontribusi akademik bagi peningkatan kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam pemanfaatan media digital untuk pengembangan usaha.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Sukajaya, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk. Peserta dibekali materi yang tidak hanya berfokus pada teori pemasaran digital, tetapi juga keterampilan praktis agar UMKM mampu memperluas jangkauan dan daya saing produk mereka di tengah meningkatnya persaingan bisnis online. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami cara mengoptimalkan platform digital untuk memasarkan produk secara lebih efektif, efisien, dan terukur.

Pelatihan menghadirkan narasumber Prasepta Widikurnia, S.Pi. dari PT Kampoeng Chicken, seorang praktisi yang berpengalaman dalam mengelola bisnis secara daring. Materi yang disampaikan mencakup pengantar digital marketing, konsep buyer persona, buyer journey, serta strategi menentukan media pemasaran yang paling sesuai dengan karakteristik produk dan sasaran konsumen.

Narasumber juga memberikan wawasan mengenai cara membangun identitas merek. “Sebelum memulai digital marketing, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan goals atau tujuan usaha kita. Dari sini, kita bisa menyusun identitas merek yang jelas dan konsisten sehingga lebih mudah dikenal oleh konsumen,” ucapnya.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta diarahkan untuk mempraktikkan penyusunan konten promosi, termasuk teknik penulisan caption yang efektif, penggunaan visual yang komunikatif, dan pemilihan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar. Dengan pendampingan dari co-fasilitator yang merupakan mahasiswa Kelompok Digdaya, peserta kemudian melakukan praktik pembuatan akun marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Tahap ini bertujuan agar UMKM mampu terhubung langsung dengan calon konsumen melalui platform e-commerce yang sedang berkembang pesat.

Melalui pelatihan ini, UMKM Desa Sukajaya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memasarkan produk secara digital dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia. Dengan keterampilan yang lebih baik dalam menggunakan media sosial dan marketplace, produk-produk lokal memiliki potensi lebih besar untuk dikenal secara luas, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Program ini merupakan langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis digital di tingkat lokal.

Kelompok Desa Sukajaya
Komunikasi Digital dan Media Angkatan 60