Home Blog Page 272

PLN UP3 Bogor dan PWI Kota Bogor Gelar Silaturahmi dan Buka Bersama Perkuat Sinergi Informasi

0

Bogordaily.net – Dalam rangka menyemaraka bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PLN UP3 Bogor bersama PWI Kota Bogor menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pada Rabu, 5 Maret 2026, di Resto Tana rasa Jl. Raya Sukaraja Jl. Panggulaan No.25, Sukaraja, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor,

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antara PLN dan insan pers sekaligus memperkuat sinergi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Acara yang mengusung tema “Marhaban Ya Ramadan, Nyalakan Energi Baru untuk Semangat Ramadan Penuh Keberkahan” tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Selain menjadi momentum berbuka puasa bersama, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan komunikasi antara PLN UP3 Bogor dan para jurnalis yang tergabung dalam PWI Kota Bogor.

Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bogor berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan media dapat terus ditingkatkan.

Grahaita Gumelar, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Bogor menyampaikan PLN hadir sebagia layanan publik salah satu pendorong ekonomi di kota bogor

“PLN ini salah satu pelayanan yang publik yang pastinya akan sangat dicari oleh masyarakat Saat ini PLN hadir sebagai kalau istilahnya Pak Wali (Dedie A Rahim) salah satu urat nadi pendorong ekonomi, termasuk ekonomi di Kota Bogor,” ujarnya

PLN juga menegaskan agar masyarakat dapat mengadukan jika ada gangguan segera melapor melalui PLN mobile karena PLN siap melayani 24 jam

sementara itu ketua PWI Kota bogor Herman Indrabudi (Aldo)menyampaikan PLN dan juga insan Pers memiliki tugas bersama dalam menyapikan informasi kepada masyarakat

“Mudah-mudahan komunikasi ini juga berjalan terus berupa bahwa PLN Sudah pasti akan beriringan dengan kita sebagai media Karena sama-sama punya fungsi melakukan informasi kepada masyarakat”

Sinergi antara perusahaan dan insan pers dinilai penting dalam mendukung penyampaian informasi terkait pelayanan kelistrikan kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan, agar tetap berjalan aman, andal, dan kondusif.***

Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia merupakan implementasi kongkrit dari ekonomi kerakyatan yang kerap digaungkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Program Kopdes Merah Putih juga menjadi salah satu poin penting dan bagian dari apa yang dinamakan Prabowonomics,” ungkap Menkop, saat menjadi narasumber pada acara peluncuran buku Menggugat Republik karya Syahganda Nainggolan dan Seminar Nasional Prabowonomics, Demokrasi, dan Arah Republik ke Depan, di Aula Barat Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3).

Bahkan, Menkop menekankan, ideologi ekonomi yang dibangun dalam bingkai Prabowonomics adalah ideologi ekonomi dari Presiden Prabowo. “Presiden ingin mengembalikan arah ekonomi kita yang sudah salah sarah, terlalu liberal dan kapitalis, menjadi ekonomi kerakyatan dalam wadah koperasi, khususnya Kopdes Merah Putih,” papar Menkop.

Maka, tidak berlebihan bila Menkop menyorot eksistensi koperasi sebagai mainstream perekonomian nasional. “Kini, koperasi sudah menjadi program penting pemerintahan Presiden Prabowo, dalam mengkoreksi arah perekonomian nasional ke depan,” kata Menkop.

Menkop menambahkan, akar Prabowonomics sebenarnya berasal dari pemikiran tokoh bangsa seperti RM Margono Djojohadikusumo dan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan kakek dan ayah dari Presiden Prabowo. Ideologi ekonomi kedua tokoh bangsa tersebut adalah sosialis religius.

“Maka, pemerintah akan berjuang keras agar program Kopdes ini bisa sukses. Kalau sampai gagal, saya meyakini ke depan tidak akan ada lagi yang namanya eksistensi koperasi di Indonesia,” jelas Menkop.

Yang pasti, Menkop meyakini perlunya mengembalikan ekonomi Indonesia kepada rakyat sesuai cita-cita luhur Pasal 33 UUD 1945. Ekonomi nasional harus dibangun dengan semangat ekonomi Pancasila, hingga demokrasi politik harus berjalan beriringan dengan demokrasi ekonomi.

“Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki posisi strategis sebagai instrumen utama dalam mewujudkan demokrasi ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945,” ulas Menkop.

Arahnya, ekonomi Indonesia harus kembali pada cita-cita luhur para pendiri bangsa, yaitu ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang berbasis gotong royong, ekonomi yang memberikan ruang kepemilikan kepada rakyat.

“Karena itu, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga alat perjuangan ekonomi rakyat dan menjadi sokoguru perekonomian nasional,” tegas Menkop.

Narsum lainnya, Filsuf UI Rocky Gerung menjabarkan bahwa konstitusi membolehkan ekonomi boleh dihasilkan dari akumulasi, yaitu kapitalisme (korporasi). Tapi, konstitusi juga menyatakan, ekonomi harus menghasilkan kemakmuran bersama, yang diadopsi melalui BUMN.

“Tapi, di sisi lain, kehidupan ekonomi juga harus pro terhadap rakyat kecil. Itu ada dalam tubuh dan semangat koperasi. Bahkan, koperasi menjadi wujud dari semangat human solidarity,” tegas Rocky.***

Balap Lari Liar Diduga Jadi Ajang Taruhan di Pakansari, KORMI Kabupaten Bogor Klarifikasi

0

Bogordaily.net – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Kabupaten Bogor memberikan klarifikasi terkait viralnya aksi balap lari liar yang dijadikan ajang taruhan di kawasan Stadion Gelora Pakansari, Cibinong.

Adapun, aksi tersebut viral usai siaran live yang tersebar di media sosial. Dalam live itu sejumlah penonton bahkan memberikan taruhan harga kepada peserta yang hendak adu balap lari.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar (Kang Akew) menjelaskan bahwa, aksi balap lari liar tersebut telah lama dilakukan oleh segelintir peserta.

“Indikasi terkait ajang taruhan itu sudah diduga sebelumnya, namun biasanya tidak se terbuka di medsos, yang dilakukan oleh segelintir penonton,” kata Akew kepada wartawan, Kamis 5 Maret 2026.

Oleh karena itu, kata Akew, Pemerintah maupun Polres melalui Kormi Kabupaten Bogor memfasilitasi kegiatan balap lari liar tersebut menjadi kegiatan Dash Run.

“Agar tidak dijadikan ajang taruhan, di akomodasi dan disediakan tempat di dalam Gelora Pakansari. Upaya lebih aman, tertib dan kondusif menghindari hal negatif sehingga seluruh kegiatan terpantau dan dapat dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa, ajang balap lari liar yang viral di media sosial tersebut bukan kegiatan resmi dari Pemerintah maupun KORMI Kabupaten Bogor.

“Kejadian di medsos adalah kegiatan di luar gelora pakansari, bukan acara yg digelar resmi oleh Pemerintah Daerah, Polres Bogor dan KORMI,” ujar Kang Akew

Ia menilai, aksi balap lari yang dilakukan oleh sejumlah anak muda tersebut merupakan kegiatan positif. Namun terciderai oleh ulah sejumlah penonton melalui ajang taruhan.

“Yang dilakukan oleh anak muda yang sebetulnya gerakan olahraga yang positif tetapi tercederai dengan menjadi ajang taruhan, yang tentunya sebagian kecil dari penonton,” tambahnya.

Selain itu, dirinya menghimbau kepada anak muda yang melakukan balap lari diluar agenda resmi, agar saling menjaga.

Kemudian, jangan sampai kegiatan yang sudah positif menjadi negatif karena hal tidak penting dan melanggar aturan.

“Jangan mensia-siakan kepercayaan masyarakat dan pemerintah daerah dan polres bogor yg selama ini sudah mengapresiasi dan mendukung kegiatan balap lari bulan ramadan,” ungkapnya.***

Albin

HMI Kota Bogor Gelar Aksi Solidaritas di Depan Pintu Istana

0

Bogordaily.net-Puluhan aktivis yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menggelar aksi solidaritas di depan Pintu 1 Istana Bogor, Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam aksi tersebut, mereka mengecam keras eskalasi agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran serta mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih dominan dalam stabilitas geopolitik global.

Massa aksi membawa berbagai atribut dan poster tuntutan sebagai bentuk protes atas tindakan militer yang dinilai mencederai prinsip hukum internasional. 

Mereka menilai Indonesia harus segera mengevaluasi posisi strategisnya guna memastikan perdamaian dunia tetap terjaga.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, menegaskan bahwa kehadiran mereka di depan Istana Bogor merupakan panggilan moral untuk mengingatkan negara agar tetap berpijak pada konstitusi. 

Menurutnya, aksi ini bukan sekadar simbol perlawanan, melainkan dorongan agar Indonesia konsisten menjalankan amanat UUD 1945.

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik dan agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Tindakan militer yang mengancam kedaulatan suatu negara dan berpotensi menimbulkan korban sipil adalah preseden berbahaya bagi stabilitas global,” tegas Moeltazam di tengah kerumunan massa.

Moeltazam juga menyoroti bahwa dunia saat ini sedang berada dalam ancaman perang baru yang merusak. 

Ia menjelaskan secara tidak langsung bahwa yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah angkat senjata, melainkan kepemimpinan moral yang kuat serta keberanian diplomasi untuk menghentikan kekerasan yang terus meluas.

Lebih lanjut, HMI Kota Bogor menuntut Presiden Republik Indonesia untuk tidak bersikap pasif atau ambigu dalam menyikapi dinamika geopolitik ini. 

Moeltazam menekankan pentingnya politik luar negeri yang benar-benar bebas dan aktif, serta mendesak pemerintah untuk mengevaluasi keanggotaan dan peran Indonesia di berbagai organisasi internasional, termasuk Board of Peace, agar lebih efektif dalam menyuarakan keadilan.

“Indonesia tidak boleh bersikap pasif. Politik luar negeri bebas dan aktif harus diwujudkan dalam sikap yang tegas, independen, dan berkeadilan. Kami mendesak Presiden untuk menyatakan sikap tegas sesuai dengan prinsip konstitusi kita,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, HMI Cabang Kota Bogor secara resmi menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Mengutuk keras segala bentuk agresi militer yang mengancam kedaulatan negara dan keselamatan warga sipil.

2. Mendesak Dewan Keamanan PBB segera mengeluarkan resolusi gencatan senjata tanpa syarat.

3. Mendesak Pemerintah RI mengambil langkah konkret melindungi dan mengevaluasi seluruh WNI di wilayah terdampak.

4. Mendesak Presiden RI bersikap tegas dan independen sesuai prinsip politik luar negeri bebas-aktif.

5. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), guna memastikan konsistensi kebijakan luar negeri Indonesia dengan nilai perdamaian dan kedaulatan bangsa.

Aksi yang berlangsung tertib ini dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Massa menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi global dan langkah diplomasi yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat.***

Muhammad Irfan Ramadan

Pelaku Pencabulan Terhadap Disabilitas di Citeureup Bogor Diringkus Polisi

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil meringkus pelaku pencabulan terhadap perempuan penyandang disabilitas intelektual di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Adapun, tersangka telah diamankan dan kini menjalani proses hukum.
Kasus tersebut dilaporkan melalui LP Nomor LP/B/2439/XII/2024/SPKT/RES BGR/POLDA JABAR.

Kasat PPA PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri menjelaskan bahwa, sejak laporan diterima, penyidik melakukan pendalaman secara bertahap dan komprehensif dengan mengedepankan perlindungan serta pendampingan khusus bagi korban.

Peristiwa diketahui terjadi pada Sabtu, 14 Desember 2024, sekitar pukul 01.30 WIB di Kampung Kebon Kopi, Desa Puspanegara, Citeureup.

Adapun, korban berusia 42 tahun dan memiliki disabilitas intelektual, sementara tersangka berinisial A (25) merupakan buruh harian lepas dan bertetangga dengan korban.

Silfi menjelaskan bahwa, setelah alat bukti dinilai cukup, tersangka ditangkap pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, dan telah ditahan di Rutan Polres Bogor.

“Penyidik turut mengamankan visum et repertum (VER) sebagai bagian dari alat bukti,” kata AKP Silfi kepada wartawan, Kamis 5 Maret 2026.

Sementara itu, tersangka dijerat Pasal 473 ayat (2) huruf d dan/atau Pasal 415 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Polres Bogor menegaskan komitmennya menangani setiap laporan secara profesional dan tuntas demi memberikan keadilan bagi korban serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.***

Albin

Kementerian LH Soroti TPA Suwung Overkapasitas, Bali Diminta Benahi Pengelolaan Sampah

0

Bogordaily.net – Pengelolaan sampah di Provinsi Bali menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Banyaknya keluhan dari masyarakat internasional terkait persoalan sampah di Bali disebut telah disampaikan langsung kepada Presiden.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meminta Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah kabupaten/kota, khususnya Denpasar dan Badung, untuk segera melakukan pemilahan sampah mulai dari hulu atau sumbernya.

“Demikian banyaknya keluhan dari masyarakat internasional ke Bali, langsung disampaikan kepada Bapak Presiden. Untuk itu, kita semua wajib menyambut baik tantangan Bapak Presiden untuk bersama-sama menangani permasalahan sampah kita,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq saat menghadiri korve di pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis (5/3/2026).

Hanif menyebut persoalan sampah di Bali selama ini belum disentuh secara substansial. Menurutnya, langkah perbaikan harus segera dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.

Ia juga menyoroti pola penanganan sampah yang masih sebatas pungut, angkut, dan buang ke TPA Suwung. Kondisi TPA tersebut disebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overcrowded) dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Bahkan, TPA Suwung kini telah masuk dalam tahap penyidikan KLH/BPLH sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan pemerintah pusat. Pemerintah telah menjatuhkan sanksi berat dan mendorong agar pola pengelolaan lama segera diakhiri.

“Kita tidak lagi bisa menunda. Ini berimplikasi bahwa kita semua wajib melakukan pilah sampah mulai sekarang,” tegasnya.

Presiden juga telah memerintahkan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy). Namun, pembangunan instalasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun.Selama masa transisi itu, risiko penumpukan sampah akan tetap terjadi jika pemilahan tidak segera dilakukan.

Hanif mengungkapkan, sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang sejatinya dapat diselesaikan langsung dari sumbernya secara cepat. Untuk itu KLH/BPLH pun telah meminta Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung untuk menuntaskan pemilahan sampah organik di sumber paling lambat satu bulan ke depan.

Dengan demikian, kata Hanif, tanggung jawab penuh, berada di tangan kepala daerah hingga ke level rumah tangga.

“Kita minta semua bergegas, tidak ada yang berleha-leha. Taruhannya adalah pimpinan kepala daerah. Wali Kota Denpasar maupun Bupati Badung bertanggung jawab memimpin gerakan pilah sampah sampai di tingkat rumah tangga,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, perguruan tinggi, lembaga kemasyarakatan, hingga TNI dan Polri untuk bersama-sama membangun budaya memilah sampah.

“Cukup dengan memilah, maka permasalahan sampah akan mulai berkurang. Mari kita mulai dari sekarang,” pungkasnya.***

Tabligh Akbar “Penyejuk Hati” Kembali Hadir untuk Pemirsa, Dakwah Menenangkan Hati dan Sholawat Syahdu Live dan Eksklusif hanya di RCTI

0

Bogordaily.net – Ramadan Berjuta Cerita, RCTI menghadirkan program spesial penuh keberkahan melalui Tabligh Akbar “Penyejuk Hati”. Sebuah sajian religi istimewa yang menghadirkan dakwah menenangkan serta lantunan sholawat yang menggetarkan jiwa, menjadi momen refleksi untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan hati kepada Allah SWT di bulan suci.

Tabligh Akbar ini menghadirkan para ulama inspiratif yaitu Ustaz Aa Hilman Fauzi, Ustaz Munawir Ngacir, Alhabib Ghasim bin Ja’far Assegaf dan Alhabib Abdallah bin Ja’far Assegaf. Melalui tausiyah yang lembut dan penuh hikmah, para ustaz akan mengajak jamaah untuk membersihkan hati, memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW, serta menanamkan kesabaran, keikhlasan, dan semangat hijrah serta istiqomah dalam menghadapi ujian kehidupan.

Kehadiran para ulama dan tokoh dakwah ini dapat menjadi pengingat bagi umat untuk memaknai Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri. Melalui pesan-pesan keislaman yang disampaikan dengan penuh kelembutan, jamaah diajak untuk semakin memperkuat iman, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga hati agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Tidak hanya menjadi ajang dakwah, Tabligh Akbar “Penyejuk Hati” juga menjadi ruang kebersamaan bagi umat Muslim untuk merasakan kehangatan spiritual di bulan suci. Dengan suasana yang khusyuk dan penuh keteduhan, acara ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan batin serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Disiarkan langsung dari Masjid Baitul Faizin Bogor, suasana semakin syahdu dengan penampilan spesial dari Nurul Musthofa yang menghadirkan lantunan hadroh dan sholawat penuh kekhusyukan, membawa ketenangan dan kesejukan bagi seluruh jamaah.

Dipandu secara hangat dan santun oleh Irfan Hakim, acara ini dikemas interaktif dan menyentuh, menghadirkan kebersamaan serta kedekatan spiritual yang terasa hingga ke rumah pemirsa.
Untuk warga sekitar juga dapat datang lebih awal dan bisa mengikuti kegiatan ngabuburit bersama Angie Carvalho dan juga Kiki MasterChef Indonesia mulai pukul 15.30 WIB.

Saksikan Tabligh Akbar “Penyejuk Hati”, Sabtu 7 Maret pukul 22.00 WIB, Live dan eksklusif hanya di RCTI.

Mari isi malam Ramadan dengan dakwah yang menenangkan dan sholawat yang menggetarkan hati, hanya di RCTI Channel 28.***

Wamenkop Ajak Fatayat NU Perkuat Ekonomi Keluarga Melalui Koperasi Desa Merah Putih

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong perempuan, khususnya kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Tangerang menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dari level terendah yaitu di desa/ kelurahan. Ia percaya bahwa solidnya organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU akan mampu menjadi katalis bagi pengembangan ekonomi umat terutama melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih.

“Kami berharap perempuan yang ada di kelurahan termasuk Fatayat NU di Tangerang ini menjadi penggerak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, karena Koperasi ini dihadirkan pemerintah untuk masyarakat,” kata Wamenkop Farida dalam sambutannya pada acara Gebyar Ramadhan Kariim Al- Ittihad yang digelar oleh Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kota Tangerang di Masjid Al-Ittihad, Tangerang, Kamis (05/03/2026).

Hadir dalam acara tersebut Pembina Fatayat NU Kota Tangerang Rini Rizqiyya Maryono, Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Banten Noni Menawati, Ketua Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Tangerang Frida Amarilis, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Kaonang, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Dinas Koperasi Kota Tangerang Abdul Kholil Kurniawan.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Karena itu, peningkatan kapasitas perempuan, baik dalam bidang parenting maupun ekonomi menjadi hal yang sangat penting.

“Perempuan, apalagi ibu-ibu muda, punya tugas mendidik penerus bangsa. Tantangan anak-anak saat ini jauh lebih besar dibandingkan zaman kita dulu,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global saat ini memberi dampak langsung terhadap ekonomi nasional. Konflik di berbagai belahan dunia, menurutnya, turut mempengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk di Indonesia. Sebagai upaya memastikan stabilitas ekonomi di Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global ini, Wamenkop Farida mendorong para perempuan khususnya Fatayat NU di Tangerang membangun basis ekonominya disinergikan dengan program strategis pemerintah yaitu Kopdes/Kel Merah Putih.

Karena itu, ia menekankan pentingnya perempuan tidak hanya menjadi objek ekonomi, tetapi juga pelaku ekonomi. Menurutnya, perempuan harus mampu melihat peluang usaha di tengah perubahan kondisi ekonomi.

Ia menambahkan, perempuan yang tergabung dalam organisasi seperti Fatayat NU memiliki modal sosial yang sangat besar untuk membangun ekosistem ekonomi bersama. Dengan struktur organisasi Fatayat NU yang menjangkau hingga tingkat ranting di desa dan kelurahan, maka hal ini menjadi kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi.

“Jadikanlah anggota yang jumlahnya besar itu sebagai pelaku ekonomi, sebagai penggerak ekonomi di masyarakat,” katanya.

Wamenkop Farida menjelaskan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih dapat menjadi sumber pendapatan bagi desa. Sebagian keuntungan koperasi dapat masuk ke kas desa yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat. Ia berharap para aktivis perempuan, khususnya Fatayat NU di Kota Tangerang, dapat mengambil peran aktif dalam program tersebut.

“Kami berharap aktivis perempuan seperti Fatayat NU menjadi penggerak koperasi desa, bukan hanya sebagai anggota, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang melahirkan unit-unit usaha baru,” kata Farida.

Sementara itu Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Provinsi Banten Noni Menawati membenarkan bahwa organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas. Ia menjelaskan, Fatayat NU telah memiliki koperasi sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi organisasi.

Ia menegaskan bahwa koperasi merupakan investasi penting bagi keberlangsungan ekonomi anggota dalam jangka panjang. Menurutnya, keberadaan koperasi harus terus diperkuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat sekitar.

Di tempat yang sama Pembina Fatayat NU Kota Tangerang yang juga merupakan istri Walikota Tangerang Rini Rizqiyya Maryono mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Fatayat NU di Kota Tangerang. Ia juga menilai kolaborasi antara organisasi perempuan dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui dinas terkait, dapat membantu memperluas dampak kegiatan organisasi di masyarakat. Selain penguatan ekonomi melalui koperasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi.***

Rajut Kebersamaan di Bulan Ramadan, BRI Gelar Buka Bersama Pemimpin Redaksi Media untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

0

Bogordaily.net — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas ruang informasi publik melalui kolaborasi strategis bersama Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred).

Terlebih, di tengah disrupsi digital dan banjir informasi yang kian sulit terverifikasi, dukungan terhadap jurnalisme berkualitas pun dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.

Penguatan sinergi BRI dalam mendukung jurnalisme berkualitas yang dikemas dalam forum silaturahmi bertajuk “Buka Puasa Bersama Pemimpin Redaksi” ini dihadiri oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K, jajaran Direksi dan SEVP BRI, serta puluhan Pemimpin Redaksi media nasional. Kegiatan tersebut digelar di BRILiaN Club, Jakarta, Kamis (26/02).

Dalam forum tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi memaparkan sejumlah isu strategis sebagai pengantar diskusi, mulai dari Economic Outlook hingga lanskap industri perbankan yang memuat tantangan dan peluang sektor keuangan ke depan.

Selain itu, turut disampaikan juga kinerja Perseroan hingga Triwulan IV 2025 sebagai hasil atas strategi yang dijalankan serta kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri secara terukur dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyalurkan dukungan senilai Rp250 juta kepada Yayasan Forum Pemred untuk melaksanakan Program Jurnalisme Berkualitas, sebagai bagian dari komitmen memperkuat kualitas dan kredibilitas ruang informasi publik.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara BRI dan insan media untuk bertukar perspektif, memperdalam pemahaman, serta membangun komunikasi yang semakin terbuka dan konstruktif.

“Momentum Ramadan kali ini pun menjadi pengingat bahwa kolaborasi yang dilandasi niat baik, saling memahami, dan saling menghormati akan memperkuat keberlanjutan bersama. Melalui kegiatan ini, BRI berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin solid, serta dapat membangun komunikasi yang kian selaras dan konstruktif ke depan, sehingga memberikan nilai tambah bagi institusi, masyarakat, serta perekonomian nasional,” ucap Hery.

Hery menambahkan, sebagai institusi keuangan yang bertumpu pada kepercayaan publik, BRI menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas bisnisnya. Nilai tersebut selaras dengan peran media sebagai penjaga arus informasi yang akurat dan berimbang.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Forum Pemimpin Redaksi Irfan Djunaidi pun menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi BRI dalam mendukung penguatan industri media nasional.

Ia menekankan bahwa isu jurnalisme berkualitas kini bukan hanya terkait dengan kepentingan industri semata, namun berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi serta kedaulatan informasi bangsa.

“Terimakasih kepada BRI yang telah berkomitmen untuk mendukung program peningkatan jurnalisme yang berkualitas. Kita sadar hari ini betapa ruang informasi kita begitu bercampur antara konten yang berkualitas dengan konten yang tidak berkualitas. Masyarakat juga kerap kesulitan membedakan informasi yang benar dan yang keliru. Dengan demikian, situasi yang dihadapi oleh media saat ini tidaklah mudah,” tutur Irfan.

Sejalan dengan komitmen terhadap komunikasi publik yang terbuka, BRI juga memaparkan kinerja Perseroan hingga Triwulan IV 2025 di hadapan para Pemimpin Redaksi. Penyampaian ini menjadi bagian dari transparansi perusahaan dalam memastikan informasi yang beredar kepada publik telah disampaikan secara utuh. Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga meningkat 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun. Pada sisi intermediasi, kredit tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus penyaluran kepada segmen UMKM.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Hery pun menegaskan bahwa komitmen BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga lewat pemberdayaan berkelanjutan. Hingga akhir 2025, BRI telah membina lebih dari 5 ribu Desa BRILiaN, mengembangkan 42 ribu klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku, memfasilitasi lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM melalui platform LinkUMKM, serta membina 54 Rumah BUMN dengan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di seluruh Indonesia.

Menutup diskusi tersebut, Hery menekankan bahwa kolaborasi yang terjalin antara BRI dan insan media merupakan bagian penting dalam membangun trust. “Dari kebersamaan dan dialog yang kita bangun kali ini, saya meyakini satu hal yang sangat penting, yakni kepercayaan adalah fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan. Dan dalam membangun kepercayaan tersebut, peran media memiliki arti yang sangat strategis bagi kita semua,” pungkas Hery Gunardi.***

Dua Pekan Sakit, Wakil Walikota Bogor Jaenal Mutaqin Kembali Bertugas

0

Bogordaily.net – Wakil Walikota Bogor Jaenal Mutaqin kembali bertugas pada Kamis, 5 Maret 2026, setelah hampir dua pekan tidak terlihat beraktivitas karena sakit. Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim juga menyampaikan bahwa Jaenal tengah menjalani masa pemulihan.

Meski kondisinya masih dalam tahap pemulihan, Jaenal memutuskan kembali bekerja menyusul beredarnya berbagai spekulasi terkait ketidakhadirannya.

“Sebetulnya masih lemas. Cuma ya mau tidak mau saya harus aktif karena beredar spekulasi yang lain-lain. Kasihan Pak Wali, kasihan juga warga Bogor karena kemarin tidak bisa terlayani,” ujar Jaenal kepada awak media di Balai Kota Bogor, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bogor dan awak media atas ketidakhadirannya selama beberapa waktu terakhir.

“Sekali lagi saya mohon maaf. Sebagai manusia biasa, sakit tidak bisa dihindari,” ucapnya.

Jaenal menjelaskan bahwa dirinya memang harus menjalani istirahat total selama masa sakit.

“Jadi kemarin memang butuh istirahat total,” katanya.

Selama menjalani masa pemulihan, aktivitas media sosialnya juga dihentikan sementara agar fokus pada proses penyembuhan.

“Medsos kami matikan sementara untuk proses penyembuhan supaya bisa fokus. Istri juga yang merawat saya di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tubuhnya saat ini sudah mulai membaik meski masih terasa lemas, terlebih karena sedang menjalankan ibadah puasa.

“Sampai sekarang sudah bisa kembali beraktivitas, meskipun masih sedikit lemas. Apalagi sedang puasa. Mudah-mudahan bulan ini bisa pulih sepenuhnya,” katanya.

Ia kembali meminta maaf kepada masyarakat dan awak media yang selama ini mempertanyakan kondisinya.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Bogor dan juga kepada media yang sering bertanya-tanya,” tuturnya.

Jaenal menambahkan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim sudah mengetahui kondisinya sejak awal dirinya jatuh sakit.

“Pak Wali sudah tahu sejak awal. Saya sakit dalam kondisi yang memang tidak bisa saya jelaskan secara spesifik penyakitnya, tapi awalnya memang dari asam urat,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Jaenal berharap dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali menjalankan tugasnya melayani masyarakat Kota Bogor.

“Mohon maaf kepada media dan masyarakat. Semoga saya bisa kembali aktif, sehat lagi, dan melayani warga Bogor dengan memberikan yang terbaik,” tutupnya.***