Home Blog Page 29

Ekonomi Pancasila Jadi Fokus Pemerintahan, Koperasi Disebut Sebagai Instrumen Strategis Membangun Kesejahteraan Rakyat

0

Bogordaily.net — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (01/06).

Presiden menegaskan bahwa Pancasila merupakan pegangan kokoh bangsa Indonesia dalam menyatukan keberagaman, memperkuat semangat gotong royong, mewujudkan keadilan sosial, serta menjaga perdamaian dan persatuan nasional. Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan transformasi besar-besaran pada sistem ekonomi nasional.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyerukan pentingnya membumikan Ekonomi Pancasila dan membangkitkan peran koperasi sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan. Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk jujur melihat realitas ekonomi saat ini. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama beberapa dekade terakhir belum sepenuhnya merata dan dinikmati secara adil oleh seluruh rakyat.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Wapres ke-13 Ma’ruf Amin, Ketua MPR Ahmad Muzani, Para Menteri Kabinet Merah Putih, hingga Ketua DPD Sultan Najamudin.

Presiden juga menekankan bahwa cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 33 harus diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan. Koperasi harus bangkit dan menjadi instrumen utama untuk mengangkat rakyat dari kemiskinan dan ketidakberdayaan.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus menjalankan transformasi pembangunan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui koperasi dan ekonomi desa.

“Sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit! Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan,” tegasnya.

Sebagai upaya mendukung transformasi tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Selain penguatan koperasi dan ekonomi desa, pemerintah menerapkan kebijakan ketat terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Menutup amanatnya, Presiden mengingatkan kembali pesan Proklamator Bung Karno agar bangsa Indonesia berani berdiri di atas kaki sendiri (berdikari). Ia optimistis, jika Pancasila dijalankan secara sungguh-sungguh, terutama di bidang ekonomi, Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang kuat, disegani, dan mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia.

“Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” ucap Presiden.

Menanggapi pidato dan arahan Presiden, Menkop Ferry Juliantono menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mewujudkan cita-cita Ekonomi Pancasila. Ia menegaskan, Kementerian Koperasi akan mengakselerasi penguatan sektor ekonomi kerakyatan ini, salah satunya melalui optimalisasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

​”Apa yang disampaikan Presiden Prabowo adalah mandat ideologis sekaligus operasional bagi kami. Kementerian Koperasi siap menerjemahkan arahan tersebut di lapangan. Lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kita akan memperkuat fondasi ekonomi dari akar rumput, memastikan desa menjadi pusat pertumbuhan baru, dan menjadikan koperasi sebagai benteng utama pertahanan ekonomi warga,” ujar Menkop.(*)

Siapa Pencipta Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng? Begini Kemunculannya hingga Menarik Perhatian Sang Menteri

0
Bogordaily.net – Lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” atau yang juga dikenal dengan sebutan “My Little Bolu Ketan” mendadak menjadi fenomena baru di media sosial.

Potongan liriknya bertebaran di berbagai platform digital, mulai dari TikTok, Instagram Reels, hingga X, dan digunakan oleh ribuan kreator konten sebagai latar video mereka.

Lagu tersebut menjadi perbincangan luas karena memiliki lirik yang unik, jenaka, dan mudah melekat di ingatan. Tidak sedikit warganet yang mengaku tanpa sadar terus mengulang-ulang potongan lagu tersebut setelah mendengarnya.

Popularitasnya yang meroket bahkan membuat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, kembali menjadi sorotan publik.

Pasalnya, lagu viral itu secara langsung menyebut namanya dan menjadikannya sebagai tokoh utama dalam lirik yang dinyanyikan.

Fenomena tersebut akhirnya sampai ke telinga Bahlil Lahadalia sendiri. Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram milik Raffi Ahmad, @raffinagita1717, Bahlil mendapat pertanyaan langsung mengenai lagu yang sedang ramai diperbincangkan itu.

Alih-alih merasa terganggu atau keberatan namanya dijadikan bahan lagu viral, Bahlil justru memberikan respons santai dan mengundang tawa. Ia mengaku penasaran dengan sosok kreator yang berada di balik lagu tersebut.

“Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah tapi setiap pagi dengar lagu ini. Anak saya saja ketawain saya,” ujar Bahlil sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut semakin memicu rasa ingin tahu publik. Banyak yang kemudian bertanya-tanya, siapa sebenarnya pencipta lagu MBG Mas Bahlil Ganteng yang berhasil membuat namanya viral di berbagai media sosial.

Siapa Pencipta Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng?

Hasil penelusuran dari berbagai sumber di dunia maya menunjukkan bahwa lagu MBG Mas Bahlil Ganteng diduga lahir dari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang belakangan semakin populer digunakan untuk menciptakan karya musik digital.

Isi lagu tersebut disebut-sebut tersusun dari berbagai kalimat dan tanggapan netizen yang sebelumnya ramai beredar di platform media sosial. Kumpulan komentar itu kemudian diolah menjadi lirik yang dikemas dalam bentuk lagu dengan bantuan sistem berbasis AI.

Dalam perbincangan warganet, akun TikTok @VOKALIS_NETIZEN menjadi salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan kemunculan lagu yang kini viral tersebut.

Akun itu diketahui kerap memproduksi konten kreatif dengan mengubah percakapan maupun komentar pengguna internet menjadi karya musik.

Pada akhir April 2026, tepatnya 29 April, akun tersebut mengunggah sejumlah cuplikan komentar yang menarik perhatian publik.

Dari berbagai unggahan itu, muncul beberapa kalimat unik yang kemudian ramai digunakan dan berkembang menjadi bagian dari lagu yang kini dikenal luas.

Salah satu frasa yang paling banyak dibicarakan adalah “Kanda suka Dinda punya gaya”. Kalimat tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan menjadi bahan kreativitas para pengguna media sosial.

Seiring berjalannya waktu, potongan-potongan lirik tersebut mulai diaransemen ke dalam berbagai versi musik. Beragam remix dan adaptasi bermunculan hingga akhirnya publik mengenalnya sebagai lagu MBG Mas Bahlil Ganteng atau My Little Bolu Ketan.

Popularitas lagu itu terus meningkat karena banyak kreator konten menggunakan potongan audionya sebagai latar video di TikTok, Instagram Reels, hingga platform lainnya. Fenomena tersebut membuat lagu ini semakin mudah dikenal oleh masyarakat luas.

Sementara itu, akun @VOKALIS_NETIZEN memang dikenal aktif menghadirkan konten musik eksperimental berbasis kecerdasan buatan.

Berbagai unggahannya memanfaatkan teknologi AI untuk mengubah komentar lucu, percakapan viral, maupun tren internet menjadi lagu dengan beragam genre dan gaya musik yang unik.(*)

Pemprov Jabar Gelontorkan Anggaran Rp9 Miliar untuk Museum Pajajaran, Kawasan Budaya Bogor Akan Disulap Lebih Modern

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah besar untuk memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Sunda melalui program revitalisasi Museum Pajajaran di Kota Bogor.

Tidak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp9 miliar telah disiapkan untuk membenahi museum yang selama ini menjadi salah satu pusat penyimpanan berbagai koleksi sejarah dan kebudayaan Sunda tersebut.

Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penataan kawasan budaya di Kota Bogor yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat pasca pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah dan melibatkan berbagai unsur budaya dari seluruh penjuru Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa revitalisasi Museum Pajajaran bukan hanya berfokus pada pembenahan bangunan semata, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan budaya yang lebih luas di pusat Kota Bogor.

Menurut Dedi Mulyadi, pemerintah provinsi akan melakukan penataan menyeluruh mulai dari infrastruktur jalan, trotoar, lampu penerangan hingga ruang terbuka hijau yang berada di sekitar kawasan budaya tersebut.

“Sebagai tindak lanjut, akan ada penataan jalan, trotoar, lampu penerangan, serta taman. Agar Pak Wali Kota bisa fokus pada penataan kelurahan-kelurahan. Nanti kawasannya akan dinamakan Palataran Binokasih,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya di Bandung, Minggu 31 Mei 2026.

Ciptakan Koridor Budaya Baru

Rencana tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan koridor budaya baru yang menghubungkan kawasan Museum Pajajaran hingga wilayah Lawang Suryakencana, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah dan kuliner di Kota Bogor.

Melalui revitalisasi ini, Museum Pajajaran diharapkan dapat tampil lebih representatif sebagai pusat edukasi sejarah, penelitian, hingga destinasi wisata budaya yang mampu menarik minat generasi muda untuk mengenal warisan leluhur Sunda.

Tidak hanya mempercantik tampilan fisik museum, pemerintah juga berharap fasilitas yang lebih modern nantinya dapat meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah yang terbuka bagi publik.

Di sisi lain, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut positif komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pengembangan kawasan budaya di Kota Bogor.

Menurut Dedie, pelaksanaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda yang selama ini menjadi identitas masyarakat Jawa Barat, khususnya Bogor.

“Gubernur telah membawa Mahkota Binokasih mulai dari Sumedang hingga ke Kota Bogor pada hari ini,” kata Dedie.

Kirab budaya tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menghadirkan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, simbol penting dalam sejarah Kerajaan Sunda yang memiliki nilai budaya tinggi.

Kegiatan itu juga melibatkan seniman, budayawan, serta komunitas budaya dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Tidak hanya itu, perwakilan dari DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Tengah turut ambil bagian dalam perhelatan budaya tersebut.

Dengan adanya revitalisasi Museum Pajajaran dan penataan kawasan budaya yang terintegrasi, Kota Bogor diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Sunda di Jawa Barat sekaligus menjadi destinasi wisata sejarah yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

MKI dan IPB University Rumuskan Regulasi Pengelolaan Benih Lobster Berbasis Masyarakat

0

Bogordaily.net – Masyarakat Krustasea Indonesia (MKI) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menggelar Focus Group Discussion (FGD) nasional bertema ‘Pengelolaan Benih Bening Lobster Berbasis Masyarakat’ di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor pada Senin, 1 Juni 2026.

Forum ilmiah ini bertujuan menata ulang tata kelola maritim serta merumuskan rekomendasi regulasi lobster yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis sains.

Agenda ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Febriyantoro Martadikrama, Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Rokhmin Dahuri, serta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu.

Rokhmin Dahuri menegaskan, perlunya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan demi membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) menjelang visi Indonesia Emas 2045.

“Kita bisa menjadi negara maju jika mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Rokhmin pada Senin 1 Juni 2026.

Rokhmin mengkritik inkonsistensi regulasi masa lalu yang mengabaikan sains dan mendesak KSP agar kebijakan maritim tidak terjebak pada konservasi kaku yang melarang pemanfaatan ruang laut secara mutlak.

Sebab dapat mematikan ekonomi para nelayan yang rata-rata berpenghasilan Rp2,5 juta per bulan.

“Apakah Indonesia bisa keluar dari middle income trap menjadi negara maju dan makmur pada tahun 2045. Kita tidak boleh sekadar optimis, tetapi kita bisa menjadi negara maju jika mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, ramah lingkungan dan berkelanjutan itu tadi,” terang Rokhmin.

Rokhmin menjelaskan, banyak aturan berubah pada bidang lobster ini karena ketidakpercayaan terhadap ahli di Indonesia.

Aturan harus berdasarkan kaidah berkelanjutan, kalau ada aturan yang menghambat perkembangan budidaya harus di ubah dan kalau ada atura yang merusak alam juga tatanan budidaya juga jangan diberlakukan.

“Lobster ada dua jenis yaitu clawed 30 spesies dan spiny 49 spesies. Bidang lobster ini, Indonesia hanya di rangking 6 untuk sebagai produsen. Budidaya kita juara kedua tapi gep nya jauh dengan peringkat pertama. Hanya orang bodoh yang tidak bisa memanfaatkan, kita suplai besar dan permintaan tinggi. Harus dimanfaatkan ini harus ada inovasi dan manajemen terpadu. Saya negawal lobster sejak tahun 2017. Enam jenis lobster dimiliki kita, harus bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Rokhmin menegaskan, tujuan utama lobster itu budidaya, tapi harus dimanfaatkan dengan baik. Biaya operasional Indonesia harus lebih murah agar bisa kompetitif. Kalau mau produksi besar, ongkos produksi harus lebih murah.

“Ini karena dinamika regulasi budidaya lobster, kenapa orang masih ekspor pembudidaya kita Rp8.500 tapi harga jual ke Vietnam Rp40 ribu, maka banyak penyelundupan. Kita belum bisa budidaya bertahan seperti di Vietnam. Eksportir dibatasi maksimum tiga tahun,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu menjelaskan, bahwa penerbitan regulasi baru, termasuk Peraturan Menteri (Permen) Nomor 7 Tahun 2024, telah melalui harmonisasi yang panjang.

Berdasarkan rekomendasi Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (Komnas Kajiskan), kuota pemanfaatan Benih Bening Lobster (BBL) tahun ini ditetapkan sebanyak 232,8 juta ekor.

“KKP kini berfokus pada penyusunan modeling budidaya yang efisien agar pasokan BBL di alam liar diprioritaskan untuk industri budidaya nasional melalui koperasi nelayan, bukan untuk ekspor ilegal,” tuturnya.

Dirinya menyayangkan adanya persepsi keliru di sebagian kalangan mengenai panen udang nasional oleh Presiden RI di Kebumen beberapa waktu lalu.

“Pemindahan komoditas perikanan dalam volume puluhan ton tidaklah semudah membalikkan telapak tangan tanpa adanya manajemen budidaya yang profesional,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum MKI, Sulistiono menyatakan dukungan kelembagaannya terhadap kebijakan pemerintah, namun memberi catatan kritis terkait adanya kesenjangan infrastruktur dan kapasitas adopsi teknologi pembenihan (hatchery) di lapangan.

Untuk itu, MKI secara resmi menyerahkan empat poin masukan strategis kepada KKP, yang meliputi penyesuaian pasal kebijakan lokal, penyediaan klausul masa transisi, penguatan infrastruktur pembenihan pemerintah, serta pengembangan kebijakan turunan untuk pembudidaya kecil.

“Kami di MKI mendukung penuh arah kebijakan strategis pemerintah dalam penguatan tata kelola komoditas krustasea. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kesiapan budidaya, teknologi, dan infrastruktur belum sepenuhnya memadai,” jelasnya.

Sebab itu, pihaknya mendorong adanya penyesuaian regulasi yang memberikan ruang transisi yang terukur, serta penguatan kebijakan turunan yang berjalan paralel agar implementasi dapat efektif, inklusif, dan berkelanjutan.

Untuk diketahui, hasil rekomendasi tertulis dari FGD gabungan antara MKI dan FPIK IPB University ini selanjutnya akan disusun secara sistematis ke dalam bentuk naskah kebijakan (policy brief).

Dokumen strategis tersebut dijadwalkan akan diserahkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta kementerian terkait sebagai bahan pertimbangan utama eksekusi kebijakan ke depan.

(Fikri)

 

Tagihan Listrik Mendadak Membengkak, Warganet Ramai Keluhkan Kenaikan Biaya Bulanan

0

Bogordaily.net – Belakangan ini, keluhan mengenai tagihan listrik yang mendadak membengkak ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah warganet mengaku terkejut setelah menerima tagihan bulanan yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Fenomena tersebut langsung menjadi perbincangan karena terjadi di tengah kondisi tarif listrik yang diketahui tidak mengalami kenaikan dari pemerintah.

Banyak pelanggan pun mulai mempertanyakan penyebab lonjakan biaya yang mereka alami.

Berbagai unggahan di media sosial memperlihatkan keluhan warga yang mengaku tagihan listrik mereka naik secara signifikan dalam waktu singkat. Bahkan, sebagian pelanggan mengaku harus membayar biaya yang jauh lebih besar dibandingkan biasanya.

Kondisi tersebut memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mencoba mencari tahu apakah terdapat perubahan tarif, penyesuaian sistem pencatatan meteran, atau faktor lain yang menyebabkan tagihan meningkat.

Salah satu warganet mengungkapkan kebingungannya setelah melihat jumlah tagihan yang harus dibayarkan.

“Kok bisa melonjak 2 kali lipat” keluhnya salah satu netizen.

Keluhan serupa juga banyak ditemukan di berbagai platform media sosial. Sebagian pelanggan mengaku penggunaan listrik di rumah mereka tidak mengalami perubahan yang signifikan, namun tagihan yang diterima justru meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Selain tagihan listrik, sejumlah warga juga menyinggung biaya layanan air bersih yang disebut mengalami kenaikan.

Hal tersebut membuat perbincangan mengenai beban pengeluaran rumah tangga semakin ramai dibahas oleh masyarakat.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang menjelaskan penyebab keluhan tersebut.

Baik terkait tagihan listrik maupun layanan PDAM, masyarakat masih menunggu penjelasan dari pihak terkait mengenai kondisi yang sedang terjadi.

Di tengah ramainya keluhan yang beredar, masyarakat diimbau untuk terlebih dahulu memeriksa rincian tagihan masing-masing serta memastikan penggunaan listrik di rumah sebelum menarik kesimpulan.

Sementara itu, berbagai keluhan yang bermunculan di media sosial masih terus menjadi perhatian publik dan menunggu tanggapan resmi dari instansi terkait.***

Diduga Mengantuk, Pemotor Tabrak Pembatas Jalan di Salabenda

0

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Salabenda, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sebuah pemotor yang melaju di ruas Jalan Raya Salabenda. Saat melintas di lokasi kejadian, pengendara diduga kehilangan konsentrasi hingga tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

Diduga akibat mengantuk saat berkendara, pengendara motor tersebut kemudian hilang kendali dan menabrak pembatas tengah jalan.

Benturan yang cukup keras membuat kendaraan mengalami kerusakan parah pada sejumlah bagian.

Kondisi sepeda motor setelah kecelakaan terlihat mengalami kerusakan cukup serius akibat menghantam pembatas jalan. Pecahan komponen kendaraan juga sempat berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, dua orang yang berada di atas sepeda motor mengalami luka-luka. Warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan sebelum korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengendara agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, terutama pada malam hari.

Rasa kantuk saat berkendara dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons terhadap situasi di jalan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Pengendara juga diimbau untuk beristirahat terlebih dahulu apabila mulai merasakan lelah atau mengantuk selama perjalanan. Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental pengemudi.***

Terekam CCTV, Pencurian Motor Beraksi di Kost Baranangsiang Saat Penghuni Terlelap

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kota Bogor. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di area kost Capt Zenimiliter yang berada di Gang H. Odo, RT 02 RW 08, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, pada Senin, 1 Juni 2026 dini hari.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 03.08 WIB saat sebagian besar penghuni kost masih beristirahat. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.

Rekaman memperlihatkan pelaku terlebih dahulu melakukan pengamatan sebelum menjalankan aksinya.

Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat mondar-mandir di depan gerbang kost selama beberapa saat.

Aksi tersebut diduga dilakukan untuk memastikan situasi di sekitar lokasi dalam keadaan aman dan tidak ada aktivitas warga maupun penghuni yang dapat menggagalkan rencananya.

Setelah merasa kondisi cukup aman, pelaku kemudian masuk ke area parkir kost yang menjadi lokasi penyimpanan kendaraan para penghuni.

Di tempat itulah pelaku mulai menjalankan aksi pencurian dengan menyasar sepeda motor yang terparkir.

Peristiwa tersebut menambah daftar kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kawasan permukiman maupun rumah kost.

Lokasi parkir yang relatif sepi pada dini hari sering kali menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.

Keberadaan rekaman CCTV di lokasi diharapkan dapat membantu mengungkap identitas pelaku serta menjadi petunjuk dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain itu, rekaman tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal, khususnya pencurian kendaraan bermotor.

Warga dan penghuni kost diimbau untuk selalu menggunakan kunci ganda, memarkir kendaraan di area yang aman, serta memastikan sistem keamanan lingkungan berfungsi dengan baik guna mengurangi risiko terjadinya aksi pencurian.***

Wali Kota Cup 2026 Berakhir, Dedie Rachim Apresiasi Sportivitas dan Semangat Peserta

0

Bogordaily.net – Wali Kota Cup 2026 Bogor yang digelar di Lorena Sport Hub sukses berlangsung dan ditutup dengan semangat sportivitas serta mental juara dari para peserta.

Penutupan Wali Kota Cup 2026 Bogor dilakukan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat dan kemampuan terbaiknya sejak hari pertama pertandingan.

“Saya salut. Kalian tetap sehat, semangat, dan terus berolahraga,” ujarnya, Minggu 31 Mei 2026.

Dedie Rachim juga memberikan apresiasi kepada seluruh pendukung dan suporter yang turut memeriahkan turnamen dengan tetap menjaga ketertiban, sehingga kegiatan berlangsung aman dan lancar.

“Semuanya suportif. Ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk terus mengembangkan sepak bola usia dini dan pembinaan pesepak bola muda di Kota Bogor,” ucapnya.***

HJB RunHJB Run Meriahkan Peresmian JPO Tegar Beriman, Bupati Bogor Apresiasi Semangat 200 Pelari

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada 200 pelari yang mengikuti kegiatan HJB Run dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus menjadi bagian dari peresmian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tegar Beriman, pada Sabtu malam 31 Mei 2026.

Para peserta menempuh perjalanan dari Balai Kota Bogor hingga finis di JPO Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.

Kehadiran para pelari menjadi simbol semangat kebersamaan, sportivitas, serta dukungan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas publik yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rute lari dengan penuh semangat dan dedikasi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 200 pelari yang telah menempuh perjalanan dari Balai Kota Bogor hingga finis di JPO Tegar Beriman, sekaligus menjadi bagian istimewa dalam momen peresmian ini,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, HJB Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 yang berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.***

Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Bertemu Anak, Kuasa Hukum Ungkap Soal Komunikasi dan Nafkah

0

Bogordaily.net – Nama Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah muncul tudingan yang menyebut dirinya mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu dengan anak-anak mereka.

Menanggapi isu yang beredar tersebut, mantan personel Cherrybelle itu akhirnya memberikan klarifikasi melalui tim kuasa hukumnya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Minggu 31 Mei 2026, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Simon, menegaskan bahwa klien mereka tidak pernah menghalangi ataupun membatasi pertemuan antara Ruben Onsu dengan anak-anaknya.

Menurut pihak Sarwendah, persoalan yang selama ini berkembang lebih berkaitan dengan komunikasi antar pihak, bukan karena adanya larangan atau upaya menghambat hubungan antara ayah dan anak.

“Ini hanya masalah komunikasi saja kok. Kalau mau bertemu, silakan saja datang, silakan hubungi anak-anaknya,” ungkap Simon dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Minggu 31 Mei 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang beredar di media sosial mengenai hubungan Ruben Onsu dengan buah hatinya pasca berpisah dengan Sarwendah.

Lebih lanjut, Chris Sam Siwu menjelaskan bahwa sejak awal tidak pernah ada aturan atau pembatasan khusus terkait jadwal pertemuan Ruben dengan anak-anak.

Menurutnya, Ruben diberikan kebebasan untuk bertemu kapan saja selama tidak mengganggu aktivitas maupun jadwal penting anak-anak.

Pihak Sarwendah justru mempertanyakan dasar dari tudingan yang menyebut kliennya mempersulit akses Ruben untuk bertemu dengan buah hati mereka. Mereka menilai tuduhan tersebut tidak didukung dengan bukti yang jelas.

“Mana bukti mempersulitnya? Tunjukan bahwa RO (Ruben Onsu) pernah meminta nggak, WA ke kliennya kami? Jadi komunikasinya ada nggak, ‘Tolong dong saya mau ketemu, anaknya lagi apa?’ Komunikasi pernah nggak, coba?” tanya Chris.

Kuasa hukum Sarwendah menilai bahwa komunikasi merupakan faktor utama dalam proses pertemuan antara orang tua dan anak setelah perpisahan.

Karena itu, mereka mempertanyakan apakah selama ini memang pernah ada permintaan yang disampaikan secara langsung kepada Sarwendah untuk mengatur waktu bertemu dengan anak-anak.

Tak hanya itu, pihak Sarwendah juga menyebut bahwa Ruben Onsu disebut tidak pernah datang langsung ke rumah untuk menemui anak-anaknya.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mereka menilai tudingan mempersulit pertemuan tidak memiliki dasar yang kuat.

“Tetapi bapaknya pernah nggak untuk meminta atau WA kepada klien kami? Nggak pernah ada. Sekarang kalau tiba-tiba langsung dibilang dipersulit, ya mananya yang dipersulit?” ucapnya.

Selain membahas soal komunikasi dan pertemuan dengan anak, kuasa hukum Sarwendah juga menyinggung persoalan nafkah anak yang sebelumnya telah menjadi kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

Mereka menjelaskan bahwa terdapat tanggung jawab tertentu yang telah disepakati, termasuk biaya pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi. Namun menurut pihak Sarwendah, kewajiban tersebut disebut sudah lama tidak dipenuhi.

Dalam kesempatan yang sama, Simon mengungkapkan bahwa seluruh kebutuhan anak-anak selama beberapa waktu terakhir justru ditanggung oleh Sarwendah seorang diri.

Kebutuhan tersebut meliputi biaya pendidikan, kegiatan belajar tambahan, hingga kebutuhan kesehatan ketika anak memerlukan perawatan medis.

“Faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini, justru klien kami yang membiayai pemeliharaan anak-anak, biaya sekolah, les atau bimbingan belajar, dan kalau ada anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami yang menanggung,” ungkap Simon.***