Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 28

Kapan Pengumuman SNBP 2026? Ini Jadwal Resmi, Cara Cek Hasil, dan Tahapan Selanjutnya

0

Bogordaily.net — Kapan pengumuman SNBP 2026 akhirnya terjawab. Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dijadwalkan diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, berdasarkan informasi resmi dari SNPMB Kemendikbud.

Pengumuman ini menjadi momen krusial bagi ribuan peserta yang telah menanti hasil seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur prestasi.

Peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026 akan langsung masuk ke tahap berikutnya, yakni registrasi atau daftar ulang di kampus tujuan. Setiap PTN memiliki ketentuan teknis masing-masing, sehingga peserta diimbau untuk rutin memantau situs resmi kampus terkait.

Di sisi lain, bagi peserta yang belum berhasil, peluang masih terbuka melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang pendaftarannya berlangsung hingga 7 April 2026.

Perlu diperhatikan, peserta yang telah lolos SNBP tidak diperkenankan mengikuti SNBT. Kebijakan ini merupakan bagian dari sistem seleksi nasional yang mengedepankan satu jalur penerimaan bagi setiap peserta.


Cara Cek Hasil SNBP 2026

Bagi Anda yang masih bertanya kapan pengumuman SNBP 2026 sekaligus ingin mengetahui cara mengeceknya, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Akses laman resmi pengumuman SNBP atau link mirror
  • Masukkan nomor pendaftaran SNBP
  • Isi tanggal lahir
  • Klik tombol “Lihat Hasil Seleksi”
  • Hasil kelulusan akan tampil lengkap, termasuk informasi PTN dan program studi

Link Pengumuman SNBP 2026

Peserta dapat mengakses hasil melalui laman utama berikut:

Selain itu, tersedia sejumlah link mirror dari berbagai PTN untuk mengantisipasi lonjakan akses:


Ketentuan Lulus SNBP 2026

Peserta dinyatakan lolos apabila memenuhi sejumlah syarat berikut:

  • Lulus dari SMA/SMK/MA atau sederajat
  • Lolos seleksi SNBP 2026
  • Lulus proses verifikasi data
  • Memenuhi persyaratan dari PTN tujuan
  • Melakukan daftar ulang sesuai jadwal

Sebagai penutup, kembali ditegaskan bahwa kapan pengumuman SNBP 2026 adalah pada 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Peserta diharapkan menyiapkan data yang diperlukan dan memastikan akses internet stabil saat pengecekan hasil.***

Moto3 Amerika 2026 Berakhir Dramatis, Veda Ega Crash, Pini Menyelinap di Detik Akhir

0

Bogirdaily.net – Moto3 Amerika 2026 berlangsung seperti balapan yang tak memberi napas. Semua serba rapat. Semua serba cepat. Dan semua ditentukan dalam hitungan detik terakhir.

Di Circuit of the Americas, Austin, Minggu malam WIB, start langsung panas. Dua pebalap Red Bull, Valentine Perrone dan Alvaro Carpe, melesat di depan. Mereka seperti ingin memberi pesan: balapan ini milik mereka.

Tapi balapan Moto3 tidak pernah sesederhana itu.

Dari belakang, rombongan pemburu datang. Maximo Quiles, Adrian Fernandez, hingga pembalap Indonesia Veda Ega Pratama ikut merapat. Veda sempat turun ke posisi delapan. Lalu perlahan naik lagi ke posisi enam. Ia tampak mulai menemukan ritmenya.

Namun, di lap keempat, segalanya berubah.

Motor Veda oleng di sektor dua. High side. Keras. Tak ada yang bisa diselamatkan. Ia terlempar. Motornya meluncur liar di lintasan. Dari belakang, Joel Esteban tak sempat menghindar. Tabrakan tak terelakkan. Keduanya jatuh. Keduanya selesai. Balapan berakhir lebih cepat bagi Veda.

Moto3 Amerika 2026 pun kehilangan satu cerita penting dari Indonesia.

Di depan, drama justru makin menjadi.

Balapan seperti ditahan. Tidak ada yang benar-benar menyerang. Semua menunggu satu momen: tikungan terakhir.

Dan momen itu diambil oleh Guido Pini.

Pebalap Leopard Honda itu sabar. Ia tidak tergesa. Dari posisi tiga, ia menyusup di tikungan terakhir. Menyalip dua sekaligus—Perrone dan Carpe—dalam satu gerakan yang bersih dan presisi.

Itu bukan sekadar overtake. Itu keputusan.

Di belakangnya, Quiles melakukan hal yang sama. Ia ikut menyelinap, merebut posisi kedua dengan selisih hanya 0,056 detik. Sangat tipis. Hampir tak terlihat.

Carpe harus puas di posisi tiga. Perrone? Ia yang sempat memimpin, justru tercecer dari podium.

Begitulah Moto3 Amerika 2026. Tidak selalu tentang siapa yang tercepat sejak awal. Tapi siapa yang paling tenang di akhir.***

Desa BRILiaN Tompobulu: Bukti Nyata Sinergi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – Terletak di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, terus menunjukkan transformasi positif sebagai desa yang mampu mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Mayoritas masyarakat Desa Tompobulu berprofesi sebagai petani. Namun demikian, desa ini juga memiliki kekayaan kuliner tradisional seperti saraba daun kelor yang berbahan dasar jahe dan daun kelor, yang kini mulai berkembang dan dikenal lebih luas.

Seiring berjalannya waktu, potensi tersebut tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, sektor pariwisata mulai tumbuh sebagai motor penggerak baru yang diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi desa ke depan.

Perkembangan tersebut sejalan dengan berbagai capaian yang diraih Desa Tompobulu dalam beberapa tahun terakhir. Desa ini berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun daerah, di antaranya menjadi juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), meraih penghargaan dalam Lomba Desa Pariwisata Kementerian Desa, hingga masuk dalam nominasi desa terbaik pada ajang Desa BRILiaN.

Kepala Desa Tompobulu Abdul Kadir Hakim mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa,” ujarnya.

Penguatan tersebut semakin optimal dengan hadirnya program Desa BRILiaN. Kedekatan masyarakat dengan layanan BRI menjadi salah satu faktor pendukung, mengingat sebagian besar warga merupakan pelaku UMKM serta penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan berkelanjutan yang mencakup penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan keuangan, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal.

Sejalan dengan itu, potensi pariwisata desa terus dikembangkan secara terintegrasi. Desa Tompobulu memiliki sejumlah destinasi yang tersebar baik di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, termasuk Puncak Pendagang Bulu Sarang di Dusun Bulu-Bulu yang berada di ketinggian 1.353 mdpl dan menjadi salah satu daya tarik unggulan.

Pertumbuhan sektor pariwisata tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Produk seperti saraba daun kelor kini telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi yang terus berkembang. Di sisi lain, usaha gula aren tetap mempertahankan proses produksi tradisional berbasis gotong royong, yang tidak hanya menjaga kualitas produk tetapi juga memperkuat nilai sosial di masyarakat.

Peran kelembagaan desa juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus mengembangkan berbagai unit usaha yang mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga pengembangan usaha produktif lainnya. Kehadiran BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Seluruh upaya tersebut diperkuat dengan dukungan sektor perbankan. BRI hadir melalui penyediaan akses keuangan yang inklusif dan terintegrasi, antara lain melalui penyaluran KUR, penguatan AgenBRILink yang terhubung dengan BUMDes, implementasi pembayaran digital berbasis QRIS, serta pemanfaatan aplikasi BRImo untuk mempermudah transaksi masyarakat.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif.

“Desa BRILiaN dirancang sebagai program pemberdayaan desa berbasis empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan desa seperti BUMDes dan koperasi, digitalisasi layanan keuangan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi desa. Melalui program ini, BRI mendorong masyarakat desa untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi,” jelas Akhmad.

Akhmad menambahkan, hingga saat ini lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia telah tergabung dalam program Desa BRILiaN dan terus mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.

“BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, sehingga potensi lokal dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara potensi lokal, penguatan kelembagaan, serta dukungan berkelanjutan dari BRI, Desa Tompobulu kini tumbuh sebagai desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi ekonomi desa di Indonesia.***

Menata Ulang Arah Komunikasi Kebijakan di Tengah Ketidakpastian

0

Oleh: Agus Jatmika, Alumni Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Pembatalan rencana pembelajaran daring yang sebelumnya akan diberlakukan pada April menjadi penanda penting bukan hanya tentang berubahnya kebijakan, tetapi tentang bagaimana arah komunikasi kebijakan belum sepenuhnya tertata.

Rencana tersebut semula digulirkan bersamaan dengan skema Work From Anywhere (WFA) bagi ASN dan sektor swasta sebagai respons atas tekanan global, terutama kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah. Namun sebelum benar-benar dijalankan, kebijakan itu dibatalkan. Disisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sebagaimana direncanakan.

Tentunya perubahan arah ini memunculkan pertanyaan publik. Bukan semata karena keputusan yang berubah, melainkan karena penjelasan yang belum sepenuhnya utuh. Di titik inilah persoalan bergeser yaitu dari soal kebijakan, menjadi soal komunikasi kebijakan.

Menimbang Rasionalitas di Balik Keputusan
Dalam perspektif substansi, pembatalan pembelajaran daring bukan tanpa alasan yang dapat dipahami. Pengalaman selama pandemi Covid-19 telah meninggalkan jejak yang tidak sederhana dalam dunia pendidikan. Pembelajaran daring, yang semula menjadi solusi darurat, pada praktiknya memunculkan berbagai persoalan antara lain penurunan kualitas pemahaman siswa, keterbatasan interaksi sosial, hingga kesenjangan akses teknologi yang semakin memperlebar jurang ketimpangan.
Dengan latar pengalaman tersebut, keputusan untuk tidak kembali tergesa-gesa pada skema daring justru dapat dibaca sebagai bentuk kehati-hatian. Pemerintah tampak mencoba menghindari pengulangan dampak negatif yang pernah dirasakan masyarakat luas.

Tetapi disinilah letak paradoksnya, sebuah keputusan yang secara rasional dapat dipahami, tidak sepenuhnya tersampaikan dengan narasi yang utuh kepada publik.

Ketika Komunikasi Mendahului Kematangan
Dalam perspektif teori komunikasi, kondisi ini dapat dijelaskan melalui konsep agenda-setting. Pemerintah sebagai aktor utama memiliki peran dalam menentukan isu apa yang dianggap penting oleh publik. Tetapi ketika agenda yang disampaikan berubah dalam waktu singkat tanpa penjelasan yang memadai, publik kehilangan pijakan dalam memahami prioritas kebijakan.
Selain itu, teori framing juga menjadi relevan. Cara pemerintah membingkai kebijakan akan sangat menentukan bagaimana publik memaknainya. Dalam kasus ini, pembatalan pembelajaran daring belum dibingkai sebagai bagian dari pembelajaran atas pengalaman masa lalu, melainkan lebih terlihat sebagai perubahan mendadak. Akibatnya, makna yang ditangkap publik cenderung parsial, bahkan negatif.

Komunikasi publik sejatinya bukan hanya menyampaikan keputusan, melainkan membangun pemahaman bersama. Ketika komunikasi dilakukan sebelum kebijakan benar-benar matang, maka yang terjadi adalah ketimpangan antara pesan dan realitas.

Isyarat Inkonsistensi dalam Pandangan Publik
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah munculnya kesan inkonsistensi antar kebijakan. Ketika pembelajaran daring dibatalkan dengan alasan efisiensi, sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, publik menangkap adanya ketidaksinkronan arah kebijakan.

Dalam konteks ini, teori cognitive dissonance menjelaskan bagaimana publik merespons ketidaksesuaian informasi. Ketika menerima dua pesan yang tampak bertentangan, individu cenderung mengalami kebingungan dan berusaha mencari penjelasan sendiri. Tanpa komunikasi yang jelas, ruang ini diisi oleh asumsi dan spekulasi.

Dalam kajian komunikasi politik, situasi semacam ini berpotensi melemahkan proses trust building. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun dari hasil kebijakan, tetapi juga dari konsistensi dan transparansi komunikasi yang menyertainya.

Merajut Narasi Kebijakan yang Lebih Utuh
Dengan demikian situasi ini dapat menjadi pengingat bahwa komunikasi kebijakan memerlukan perencanaan yang sama seriusnya dengan penyusunan kebijakan itu sendiri. Dalam kerangka crisis communication, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperkuat. Pertama, keselarasan internal antar pemangku kebijakan. Tanpa kesamaan pemahaman, pesan yang keluar ke publik akan mudah berubah dan kehilangan arah.

Kedua, perumusan narasi yang utuh. Pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan apa yang diputuskan, tetapi juga perlu menjelaskan mengapa keputusan itu diambil dan apa dampaknya bagi masyarakat.

Dalam konteks ini, pengalaman pembelajaran daring di masa pandemi seharusnya menjadi bagian penting dari narasi yang disampaikan, sehingga pembatalan kebijakan dipahami sebagai bentuk koreksi berbasis pengalaman.
Ketiga, kesiapan skenario komunikasi.

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, perubahan kebijakan adalah hal yang wajar. Di pihak lain yang tidak boleh berubah adalah kualitas komunikasinya. Publik perlu tetap merasa dipandu, bukan ditinggalkan dalam ketidakjelasan.

Menjaga Kepercayaan di Tengah Ketidakpastian
Pada dasarnya perubahan kebijakan bukan sebuah kesalahan. Dalam situasi global yang dinamis, kemampuan beradaptasi adalah bagian dari respons yang diperlukan. Bahkan, dalam kasus ini, pembatalan pembelajaran daring dapat dipandang sebagai langkah yang lebih bijak.

Namun demikian, dalam perspektif public trust, kepercayaan publik sangat ditentukan oleh kejelasan informasi dan konsistensi pesan. Di era keterbukaan informasi, publik tidak hanya menilai apa yang diputuskan, tetapi juga bagaimana keputusan itu dikomunikasikan.

Pada akhirnya, yang diuji bukan hanya ketepatan kebijakan, melainkan kemampuan pemerintah dalam menghadirkan kejelasan, menjaga ketenangan, dan merawat kepercayaan public, sebab kepercayaan itu hanya dapat tumbuh dari komunikasi yang jujur, utuh, dan konsiste terutama di tengah ketidakpastian yang terus bergerak.***

Pabrik Plastik di Gunung Putri Bogor Terbakar Hebat, Api Berhasil Padam Selama 7 Jam

0

Bogordaily.net – Pabrik produksi plastik di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor terbakar hebat pada Minggu 29 Maret 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan bahwa, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Menurut Yudi, proses pemadaman berlangsung cukup lama dan berlangsung selama 7 jam lebih. Dikarenakan besarnya skala kebakaran serta material plastik yang mudah terbakar.

“Alhamdulillah kondisi terakhir pukul 22.10 WIB sudah proses pendinginan. Kegiatan pemadaman bisa diselesaikan dalam waktu tujuh jam, tidak menelan korban dan anggota semuanya sehat,” ungkap Yudi Santosa dalam keteranganya, Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa, total ada 10 unit mobil pemadam, satu unit SCBA mobile, dua unit rescue, serta sejumlah ambulans dari relawan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

Selain itu, sekitar 50 personel Damkar diterjunkan ke lokasi, dibantu relawan, TNI, serta aparat kepolisian dan Brimob untuk mempercepat proses pemadaman dan pengamanan di area kejadian.

Belum, diketahui penyebab pasti kebakaran, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dilokasi kejadian.***

Albin

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bogor Hari Ini, Senin 30 Maret 2026

0

Bogordaily.net – Jadwal dan lokasi SIM Keliling Kabupaten Bogor dari Sat Lantas Polres Bogor, Senin 30 Maret 2026

Untuk lokasi pelayanan perpanjangan SIM hari ini sendiri yakni, berada di Pos Polisi Gadog Hoegeng.

Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi syarat wajib berkendara. SIM ditujukan bagi para pengendara jika berada di jalan raya baik pengendara roda dua maupun empat.

Segera lakukan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) apabila masa berlakunya sudah akan habis dalam waktu dekat ini.

Melalui pelayanan SIM Keliling, Anda tidak perlu datang ke SATPAS atau Polres terdekat untuk melakukan proses perpanjangan SIM.

Berdasarkan ketentuan hukum, SIM memiliki masa berlaku selama lima tahun. Pelayanan ini sendiri adalah salah satu kegiatan yang dilakukan Polres Bogor untuk memudahkan masyarakat.

Perlu diingat, pelayanan SIM di Kabupaten Bogor ini hanya untuk melayani perpanjangan SIM A dan SIM C. Pelayanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM.

Apabila melewatkan satu hari untuk memperpanjang SIM, maka Anda tidak dapat melakukannya melalui pelayanan SIM keliling. Melalui pelayanan SIM keliling Anda tidak perlu datang ke Polres terdekat untuk melakukan perpanjangan SIM.

SIM keliling merupakan layanan perpanjangan masa berlaku yang digelar pihak kepolisian untuk masyarakat dengan menggunakan mobil khusus yang berada di lokasi khusus.

Kemudian, jadwal SIM keliling di Kabupaten Bogor fokus melakukan pelayanan selama lima hari berturut-turut. Mulai dari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Selain itu, untuk jam operasional dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 13.00 WIB.

Jadi, bagi warga Kabupaten Bogor yang ingin melakukan perpanjangan SIM dengan mudah, bisa mengunjungi layanan SIM Keliling (Simling) yang telah tersedia.

Biaya Perpanjangan SIM

Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak. Biatanya Rp80.000 untuk perpanjangan SIM A. Lalu Rp75.000 untuk perpanjangan SIM C.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan di jalan raya wajib mengantongi Surat Izin Mengemudi. Ketentuan tersebut diatur sesuai Pasal 281.

Syarat dan Ketentuan

Adapun syarat dan ketentuan yang harus dibawa saat melakukan perpanjangan SIM keliling di Kabupaten Bogor.

Khusus Perpanjangan SIM A dan SIM C

Membawa KTP asli dan fotocopy

Membawa SIM asli yang masih berlaku

Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani

Apabila masa berlaku SIM habis maka akan, diberlakukan penerbitan SIM Baru. Anda bisa langsung merapat ke lokasi SIM Keliling yang tertera.

Disamping itu, pelayanan SIM Keliling ini sewaktu-waktu dapat berubah lokasi dan jam pelayanannya.***

Albin

Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Minuman Kekinian, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Terus Berkembang

0

Bogordaily.net – Di tengah maraknya kuliner kekinian, Inni Dawet dari Jakarta Timur tetap bertahan dengan mengusung es dawet sebagai produk utama yang dikemas lebih modern, dengan tetap menjaga cita rasa melalui penggunaan santan segar dan gula merah asli.

Penyajian yang fresh, dipadukan dengan variasi topping serta kemasan praktis, membuat produk ini tetap diminati, termasuk oleh konsumen yang terbiasa dengan produk kekinian.

Pemilik Inni Dawet Rilla Kusuma Dewi menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari keinginan menghadirkan minuman tradisional yang tetap diminati di tengah tren yang terus berubah.

“Usaha UMKM Inni Dawet berdiri sejak tahun 2019. Ide awal usaha ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan minuman tradisional yang segar, terjangkau, dan tetap diminati oleh semua kalangan, terutama di tengah banyaknya minuman kekinian. Produk utama yang dijual adalah es dawet, yang dipilih karena memiliki cita rasa khas Indonesia dan memiliki potensi pasar yang luas. Pada awal menjalankan usaha, penjualan dilakukan secara sederhana dengan peralatan terbatas dan pemasaran dari mulut ke mulut,” ujar Rilla.

Inni Dawet menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga persaingan yang semakin ketat.

Namun dengan menjaga kualitas rasa, pelayanan yang ramah, serta terus menghadirkan inovasi produk dan kemasan, Inni Dawet mulai memiliki pelanggan tetap. Pemasaran pun diperluas melalui partisipasi dalam pameran, event, serta skema business-to-business (B2B).

Untuk memperkuat kapasitas usaha, Rilla mengikuti berbagai pelatihan yang difasilitasi oleh Rumah BUMN. Dari proses tersebut, ia mengenal LinkUMKM BRI sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Dalam operasionalnya, Inni Dawet juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS BRI dan rekening usaha, sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan pencatatan keuangan lebih tertata.

“Sejauh ini, LinkUMKM sangat membantu dalam pengembangan usaha Inni Dawet, terutama melalui pelatihan dan materi edukasi yang diberikan. Beberapa hal yang paling terasa manfaatnya adalah pemahaman tentang strategi pemasaran digital, pengemasan produk, serta pengelolaan keuangan usaha. Setelah mengikuti pendampingan dan mulai menerapkan ilmu yang didapat, usaha Inni Dawet mengalami peningkatan dalam hal jumlah pesanan dan jangkauan pasar. Promosi melalui media sosial menjadi lebih terarah, sehingga produk lebih dikenal oleh pelanggan baru. Selain itu, usaha juga mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah,” ujarnya.

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa LinkUMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM secara berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan untuk mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar sekaligus memperluas akses usaha.

“Melalui LinkUMKM, BRI berkomitmen menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya secara lebih terarah. Salah satu contohnya adalah Inni Dawet yang memanfaatkan ekosistem ini dalam mengembangkan usahanya melalui pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap UMKM dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” ungkapnya.

Kisah BRILink Agen di Bakauheni, Berawal Dari Modal Usaha yang Terbatas hingga Menjadi Andalan Solusi Transaksi Masyarakat

0

Bogordaily.net – Di tengah meningkatnya kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, kehadiran BRILink Agen menjadi solusi yang semakin dibutuhkan, terutama di daerah yang jauh dari kantor bank.

Bagi Na’am Muslim, pemilik BRILink Agen di Bakauheni, usaha ini bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga cara untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan keuangan dengan lebih mudah.

Perjalanan Na’am Muslim menjadi BRILink Agen berawal dari pengamatan sederhana. Ia melihat salah satu anggota keluarganya lebih dulu menjalankan usaha sebagai agen PPOB di kampung dan mampu memperoleh penghasilan yang cukup menjanjikan setiap bulan.

Dari sana, akhirnya muncul ketertarikan Na’am untuk mencoba peluang serupa.

“Awalnya saya melihat keluarga yang menjadi agen PPOB di kampung. Kemudian, terlihat bahwa pendapatannya cukup menjanjikan. Akhirnya saya mencoba datang ke unit bank terdekat untuk mendaftar menjadi agen,” ujar Na’am.

Ia menilai bahwa proses untuk menjadi BRILink Agen tergolong mudah. Ia hanya perlu mengikuti sejumlah tahapan hingga akhirnya memperoleh mesin EDC dan resmi beroperasi sebagai agen. Namun demikian, tantangan terbesar justru muncul pada fase awal usaha, yakni keterbatasan modal.

Menurutnya, besaran modal sangat menentukan kapasitas layanan transaksi yang dapat diberikan kepada masyarakat.

“Semakin besar modal yang kita miliki, semakin banyak nasabah yang bisa kita layani. Itu tantangan terbesar saat merintis usaha ini,” papar Na’am.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang dirintis tersebut mulai menunjukkan hasil. Na’am mengaku keberadaan BRILink Agen membawa perubahan positif bagi kondisi ekonomi keluarganya.

Pendapatan yang diperoleh dari transaksi nasabah membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.

“Alhamdulillah, dari usaha ini kami mendapatkan keuntungan yang cukup besar sehingga kebutuhan keluarga bisa tercukupi,” kata Na’am.

Ia juga menyebut, aktivitas transaksi di agen miliknya juga mengalami lonjakan signifikan di periode-periode tertentu, salah satunya bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran. Di mana, aktivitas mulai ramai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB, kemudian kembali meningkat pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 WIB sampai 20.00 WIB.

“Biasanya yang paling banyak itu transfer dan tarik tunai. Apalagi menjelang Lebaran, transaksi meningkat karena banyak masyarakat yang membutuhkan uang tunai atau mengirim uang ke keluarga,” ujarnya.

Bagi Na’am, pengalaman paling berkesan dalam menjalankan usaha ini adalah ketika nasabah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia berusaha menerapkan semangat pelayanan yang menjadi nilai utama BRI, yaitu melayani dengan setulus hati.

“Ketika kita melayani nasabah dengan baik, lalu mereka merasa puas dan nyaman, itu yang menjadi kesan terbaik bagi kami,” ungkap Na’am.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat usaha BRILink Agen terus berkembang adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi perbankan, terutama di daerah. BRI sendiri sudah sangat dikenal dan dipercaya oleh masyarakat hingga ke pelosok.

“Di berbagai daerah, masyarakat sudah terbiasa menggunakan layanan transaksi BRI. Jadi kebutuhan terhadap layanan ini memang sangat besar,” jelasnya.

Rasa bangga juga dirasakan Na’am setiap kali melihat masyarakat terbantu dengan layanan yang ia sediakan. Baginya, keberadaan BRILink Agen bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami merasa senang dan bangga bisa membantu masyarakat melakukan transaksi yang mereka butuhkan,” ungkapnya.

Ke depan, Na’am berharap usaha yang dijalankannya dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bakauheni.

“Kami berharap usaha ini bisa terus berjalan dengan baik dan semua kebutuhan transaksi masyarakat di Bakauheni selalu bisa kami layani,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa keberadaan jaringan BRILink Agen seperti Na’am menjadi strategi BRI dalam memperluas jangkauan layanan keuangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.

“BRILink Agen merupakan ujung tombak inklusi keuangan BRI. Melalui peran mereka, layanan perbankan tidak hanya semakin dekat dengan masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat literasi keuangan hingga mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal melalui skema sharing economy,” ujar Dhanny.

Sejalan dengan upaya tersebut, tercatat hingga Februari 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,2 juta agen atau tumbuh 8,32% secara tahunan (YoY). Jaringan tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% wilayah Indonesia.

Sepanjang periode tersebut, BRILink Agen mencatatkan volume transaksi mencapai Rp279 triliun dengan total transaksi lebih dari 170 juta.

 

Bazar Rakyat Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi UMKM Pascalebaran

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan penyelenggaraan Bazar Rakyat bertajuk “Istana untuk Rakyat” di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (28/3), tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menggerakkan perekonomian, khususnya bagi para pengusaha UMKM pascalebaran.

Kegiatan yang dipadati ratusan ribu pengunjung ini menghadirkan beragam hiburan rakyat, mulai dari permainan anak-anak hingga pertunjukan musik. Di saat yang sama, kegiatan tersebut membuka ruang ekonomi yang luas bagi para pengusaha UMKM yang terlibat secara langsung.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan ini mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus menggerakkan roda ekonomi, terutama bagi pengusaha UMKM.

“Selain menghadirkan berbagai hiburan bagi masyarakat, di satu sisi, ini juga ada pesan dari Presiden Prabowo bahwa momentum ini untuk menggerakkan ekonomi, karena melibatkan ratusan UMKM,” ujar Maman.

Menurutnya, keterlibatan pengusaha UMKM dalam kegiatan ini mendorong aktivitas ekonomi secara langsung. Pemerintah juga menyediakan sekitar 100 ribu paket produk berupa pakaian, sepatu, dan tas senilai Rp200 ribu per paket, serta sembako senilai Rp300 ribu yang didistribusikan secara gratis kepada masyarakat.

Untuk sektor kuliner, Maman menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan lebih dari 600 pengusaha UMKM yang menyediakan sekitar 300 ribu porsi makanan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi UMKM melalui peningkatan aktivitas usaha dan perputaran ekonomi.

“Dampaknya terasa hingga ke sentra-sentra perdagangan seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, hingga daerah lain termasuk Bandung. Pengusaha UMKM, salah satunya perajin sepatu, dapat menghabiskan stok dan kembali memutar produksi dengan stok baru,” kata Maman.

Ia menambahkan momentum pascalebaran merupakan waktu yang tepat untuk mendorong perputaran ekonomi, sehingga para pengusaha UMKM dapat kembali bangkit, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperluas pasar.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian yang dirancang secara terpadu untuk menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 ribu orang. Bahkan, sekitar 300 ribu porsi makanan yang disediakan dalam kegiatan tersebut hampir seluruhnya habis dinikmati masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah membuka peluang agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat ekonomi rakyat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diperluas, sehingga mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

 

Viral Istri Sah Labrak Pelakor Bercadar, Perselingkuhan Dilakukan di Kantor hingga Sewa Apartemen

0

Bogordaily.net – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan kisah pilu seorang istri sah yang membongkar dugaan perselingkuhan suaminya dengan rekan kejanya.

Bahkan yang mengejutkan, peremuan yang menjadi selingkuhannya itu, adalah seorang wanita bercdar.

Curahan hati tersebut viral setelah diunggah ke platform digital dan memicu gelombang reaksi dari warganet.

Banyak yang menyayangkan tindakan kedua terduga pelaku, mengingat keduanya diketahui sudah sama-sama berumah tangga dan memiliki anak.

Dalam pengakuannya, sang istri mengungkap bahwa hubungan terlarang itu diduga berlangsung cukup lama dan bahkan dilakukan di lingkungan kerja.

Situasi ini diperparah dengan adanya dugaan bahwa pelaku memanfaatkan area kantor yang minim pengawasan, termasuk titik-titik yang tidak terjangkau kamera CCTV, untuk melakukan tindakan yang tidak semestinya.

Tak berhenti di situ, hubungan tersebut disebut-sebut juga berlanjut di luar kantor. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga menyewa sebuah unit apartemen selama kurang lebih satu bulan sebagai tempat pertemuan pribadi.

Sejumlah saksi juga mengaku pernah melihat keduanya berada di ruangan gelap saat jam kerja berlangsung. Hal ini tentu memicu kekhawatiran dan dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap etika profesional, sekaligus berpotensi merusak citra perusahaan tempat mereka bekerja.

Kisah ini pun menimbulkan empati terhadap sang istri yang merasa dikhianati. Dalam curahan hatinya, ia memilih untuk berserah diri dan berharap keadilan ditegakkan.

Ia juga berharap pihak perusahaan dapat mengambil langkah tegas terhadap perilaku yang dianggap tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga aturan di lingkungan kerja.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait isu yang tengah viral tersebut.