Home Blog Page 298

Viral, Aksi Pencurian Mobil Operasional MBG Terekam CCTV di Tajurhalang Bogor

0

Bogordaily.netAksi pencurian mobil Makanan Bergizi Gratis (MBG) Grandmax warna putih terjadi di Kampung Utan Malang Nanggela, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor viral di media sosial.

Aksi pencurian tersebut diketahui terjadi pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026, menjelang waktu sahur.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima media Bogordaily.net, terlihat awalnya seperti biasa hanya suasana sepi menjelang sahur di wilayah tersebut.

Namun, tidak lama ada sebuah mobil berwarna hitam melintasi jalanan warga yang hendak menuju salah satu Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

Diketahui, diduga pelaku datang menggunakan mobil Daihatsu Grandmax berwarna hitam.

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil MBG pun langsung dibawa kabur oleh pelaku.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan Bogordaily.net masih mengkonfirmasi kejadian tersebut ke pihak berwenang untuk keterangan lebih lanjut.(Albin)

Aksi Pencurian Kotak Amal di Masjid Kutbu Kedung Badak Terekam CCTV

0

Bogordaily.netAksi pencurian kotak amal kembali terjadi di Kota Bogor. Kali ini, terjadi di Masjid Kutbu Karomatil Atqiya, Kampung Embah Dalam, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, pada Sabtu, 21 Februari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan video rekaman CCTV yang diterima Bogordaily.net, terlihat seorang pria diduga pelaku masuk ke dalam masjid saat kondisi sepi melalui pintu kamar mandi.

Pelaku kemudian membuka paksa jendela yang berada di dekat kotak amal, merusak gembok, dan menguras isi kotak amal sebelum melarikan diri melalui jendela.

Ketua RT setempat, Jaka, mengatakan warga sempat mengira pelaku datang untuk melaksanakan salat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

“Biasanya kotak amal dibuka sebulan sekali dengan jumlah sekitar Rp2,5 juta,” ujarnya.

Namun, karena saat ini memasuki bulan Ramadan, jumlah uang yang dibawa kabur diperkirakan lebih dari nominal tersebut.

Pihak RT dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) berharap pihak terkait segera menangkap pelaku.

Aksi pencurian kotak amal di masjid tersebut tercatat sudah terjadi hingga empat kali dalam satu tahun terakhir.

Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi para pihak keamanan. Karena kejadian tersebut terjadi lebih dari satu kali.

Mohon agar petugas lebih rutin meningkatkan patroli sampai ke wilayah dalam Kota Bogor khususnya saat bulan suci ramadan 2026.(Muhammad Irfan Ramadan)

Toko Kue Rafita’s Cake Dibobol Maling, Kue dan Hampers Belasan Juta Raib

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian terjadi di toko kue Rafita’s Cake yang berlokasi di Jalan R3 Abdullah, Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026.

Berdasarkan video yang diterima Bogordaily.net, terlihat jelas gembok kunci rolling door toko tersebut berhasil dijebol oleh maling

Padahal toko kue Rafita’s Cake tersebut baru saja opening pekan lalu sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 H.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pegawai yang hendak membuka toko pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat tiba di lokasi, pegawai mendapati pintu toko dalam kondisi rusak.

Maling berhasil mencuri kue-kue kering dan juga hampers yang dipajang di dalam toko kue tersebut.

Akibat peristiwa tersebut, seluruh kue kering Lebaran dan hampers yang sebelumnya dipajang di rak display toko di bawa maling. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Kejadian ini membuat khawatir para pengusaha yang akan menjual dagangannya saat bulan suci ramadan.

Mohon bantuan pihak kepolisian agar memperbanyak patroli di malam hari, terutama di jam rawan dan di daerah rawan.

Agar masyarakat khususnya Kota Bogor yang memiliki usaha, tidak menjadi sasaran oleh para maling yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti motif dari maling tersebut yang membobol toko kue itu.(Muhammad Irfan Ramadan)

Hadiri Festival Ramadhan PGS 2026, Endah Purwanti Dukung Ekonomi Rakyat

0

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, menghadiri pembukaan Festival Ramadhan PGS 2026 yang digelar di Pasar Gembrong, Sukasari, Bogor Timur, pada Minggu 22 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk membangkitkan ekonomi lokal melalui penguatan pasar rakyat dan UMKM.

​Endah menyampaikan bahwa festival Ramadhan bukan sekadar ajang hiburan musiman, melainkan sebagai ruang kesempatan bagi seluruh elemen ekonomi di Kota Bogor.

​”Ini adalah ruang kesempatan. Kesempatan bagi pedagang meningkatkan penghasilan, bagi UMKM memperluas pasar, dan bagi masyarakat untuk berbelanja produk lokal,” ujar Endah.

​Selain membuka festival, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberikan apresiasi khusus atas peluncuran koperasi di lingkungan pasar tersebut. Menurutnya, koperasi adalah kunci kemandirian ekonomi bagi para pedagang kecil.

​Ia menilai koperasi berperan penting sebagai wadah untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan daya tawar pedagang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

​”Koperasi menjadi wadah penting bagi pedagang untuk membangun kemandirian ekonomi bersama,” tambahnya.

​Lebih lanjut, Endah menegaskan bahwa kehadiran DPRD Kota Bogor dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Saat ini, DRPD sedang menggodok regulasi untuk memayungi keberlangsungan pasar rakyat.

​”DPRD sedang membahas Raperda Penyelenggaraan Pasar sebagai payung hukum untuk melindungi pasar rakyat dan memperkuat posisi pedagang kecil,” jelas Endah.

​Ia menjelaskan Raperda tersebut bertujuan untuk mendorong penataan pasar yang bersih, tertib, dan modern. Meningkatkan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan karakter kerakyatan dan memberikan perlindungan hukum bagi pedagang lokal.

​Tak hanya dari sisi regulasi, Endah memastikan DPRD terus mendorong penganggaran yang berpihak pada pemberdayaan UMKM, mulai dari pelatihan pedagang hingga penguatan modal koperasi.

​”Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan moral bahwa perjuangan pedagang tidak sendiri. DPRD dan pemerintah daerah harus berjalan bersama masyarakat agar pasar semakin hidup,” pungkasnya.***

Wujudkan Bogor Bebas Stunting Pemkot Launching Bogor Besti

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) III yang bertempat di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, kemarin. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan, penurunan dan bebas stunting di Kota Bogor.

Rapat koordinasi diawali dengan pemaparan Laporan Ketua TPPS Kota Bogor yang disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Selanjutnya, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan sambutan sekaligus arahan terkait strategi dan langkah konkret yang harus terus diperkuat oleh seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan Kota Bogor bebas stunting.

Pemkot Bogor juga melaksanakan penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam program Pemkot Peduli Stunting.

“Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen kolektif pemerintah kota dalam memastikan seluruh program, intervensi, dan kebijakan berjalan optimal dan terintegrasi,” kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim

Rapat koordinasi ini juga dirangkaikan dengan Launching Aplikasi “BOGOR BESTI” (Bogor Bebas Stunting).

Aplikasi ini hadir sebagai platform pendukung pemantauan, pelaporan, dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Kehadiran “BOGOR BESTI” diharapkan mampu mempercepat respon, mempermudah integrasi data, serta meningkatkan efektivitas program di lapangan.

Kegiatan dihadiri oleh 170 peserta, terdiri dari TPPS tingkat kota, OPD Kota Bogor, Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, para camat, lurah, serta mitra kerja/CSR yang selama ini turut mendukung program penurunan stunting.

Dengan terlaksananya Rapat Koordinasi TPPS III ini, Pemerintah Kota Bogor menegaskan komitmennya menuju Kota Bogor New Zero Stunting melalui kerja sama yang berkelanjutan dan terintegrasi di seluruh lini.(Muhammad Irfan Ramadan)

Dua Kelurahan di Bogor Selatan Dapat CSR untuk Tangani ODF

0

Bogordaily.net – Dalam upaya mempertahankan capaian Open Defecation Free (ODF), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan berbagai langkah, termasuk melalui penerimaan bantuan dari program CSR.

Diketahui hingga saat ini capaian ODF di Kota Bogor sudah mencapai angka 100 persen. Hanya saja, masih terdapat rumah yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) secara terbuka.

Artinya, rumah tersebut memiliki jamban, namun pembuangan limbahnya belum terhubung ke septic tank atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hingga September lalu, total terdapat sekitar 18.874 rumah yang tersebar di 60 kelurahan, sementara delapan kelurahan lainnya sudah dapat menuntaskan masalah BABS di wilayahnya.

Bertempat di Balai Kota Bogor, dua kelurahan, yakni Kelurahan Empang dan Kelurahan Kertamaya di Kecamatan Bogor Selatan, menerima bantuan CSR dari RS Ummi berupa dana pembangunan septic tank komunal senilai Rp130 juta.

Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh manajemen RS Ummi kepada Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi beberapa perangkat daerah terkait.

Jenal Mutaqin memberikan apresiasi atas kontribusi RS Ummi kepada masyarakat Kota Bogor, terutama di bidang kesehatan yang menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini.

“Tentu harapannya bisa terus meningkatkan pelayanan, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga perhatian terhadap masyarakat sekitar. Ini juga bagian dari ikhtiar Pemkot Bogor untuk mengatasi ODF,” ujar Jenal Mutaqin.(Muhammad Irfan Ramadan)

Hadapi Disrupsi AI, Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Upskilling dan Reskilling

0

Bogordaily.net — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) memperkuat kolaborasi menghadapi disrupsi akal imitasi (AI) dan robotik di dunia kerja melalui program upskilling dan reskilling.

“Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Semangat kami di Kemnaker adalah menyongsongnya dengan prinsip inklusivitas, yakni no one left behind. Tidak boleh perubahan atau disrupsi apa pun di industri membuat pekerja tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan. Itu tidak boleh terjadi,” ujar Menaker Yassierli saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) Tahun 2026 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menaker menegaskan bahwa semangat no one left behind bukan hanya menjadi slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Karena itu, Kemnaker telah mengajak SP/SB untuk bersama-sama menjalankan program upskilling dan reskilling guna meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan industri.

“Tahun lalu kami telah melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di lebih dari 63 titik dengan melibatkan perwakilan serikat pekerja/serikat buruh. Program ini akan terus kami laksanakan,” ucapnya.

Selain itu, Menaker berharap SP/SB aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pusat solusi peningkatan kompetensi.

Ia menegaskan bahwa tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling, seiring kebutuhan industri yang terus berkembang dan menuntut kompetensi baru.

Menaker juga menyinggung pentingnya pengembangan green jobs sebagai re spons terhadap transformasi ekonomi hijau.

Menurutnya, tenaga kerja Indonesia harus dipersiapkan dengan karakter dan kompetensi baru yang relevan melalui langkah-langkah konkret dan terukur.

 

Viral Status Kewarganegaraan Anak, Dwi Sasetyaningtyas Buka Suara dan Sampaikan Permohonan Maaf

0

Bogordaily.net – Nama Dwi Sasetyaningtyas mendadak ramai diperbincangkan publik setelah unggahannya di media sosial menuai kontroversi.

Pengusaha sekaligus influencer yang juga dikenal sebagai eks penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu menjadi sorotan usai memamerkan status kewarganegaraan Inggris putrinya.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan luas di berbagai platform.

Banyak netizen menilai pernyataan yang menyertai unggahan itu cukup sensitif, terlebih menyangkut identitas kebangsaan. Tak sedikit pula yang menyampaikan kritik secara terbuka.

Kontroversi bermula dari kalimat yang dituliskan Tyas dalam unggahannya, yang kemudian dianggap menyinggung sebagian masyarakat.

Isu kewarganegaraan memang kerap menjadi topik sensitif, apalagi jika dikaitkan dengan status sebagai penerima beasiswa negara.

Seiring derasnya kritik yang datang, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya memilih untuk angkat bicara. Ia menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka melalui akun Threads pribadinya.

“Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampalkan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya.

Dalam pernyataan tersebut, Tyas mengakui bahwa cara penyampaiannya tidak tepat dan berpotensi melukai perasaan banyak pihak.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan identitas kebangsaan.

“Saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai l perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama,” pungkasnya.

Permohonan maaf itu pun kembali memantik respons beragam dari publik. Sebagian menerima klarifikasi tersebut, sementara lainnya tetap memberikan catatan kritis terkait sensitivitas isu yang diangkat.***

Selama Ramadan, Pemkab Bogor Gelar Iftar Bersama Masyarakat di Masjid Nurul Wathon dan Baitul Faidzin

0

Bogordaily.net – Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Iftar bersama masyarakat di Masjid Nurul Wathon dan Masjid Baitul Faidzin.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemkab Bogor dalam mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan Iftar Ramadan tersebut akan dilaksanakan secara bergantian oleh seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor, sesuai arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Guna menghadirkan kebersamaan yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial selama Ramadan.

Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor dengan membagikan 250 paket takjil kepada jamaah dan warga sekitar di Masjid Nurul Wathon, Minggu (22/2/26).

Mewakili Kepala BKPSDM, Kepala

Bidang Penilaian dan Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kabupaten Bogor, Dadan Nurdiansyah menerangkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mempererat kebersamaan dan meningkatkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada jamaah masjid dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa.

Menurutnya kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi antara aparatur sipil negara dengan masyarakat.

“Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial dan semangat berbagi. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghadirkan manfaat serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan nilai gotong royong terus terjaga, sekaligus menghadirkan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Hadiri Kajian, Ketua DPRD Kota Bogor Sebut Jadikan Ramadan Momen ‘Cuci Gudang’ Dosa

0

Bogordaily.net – Saat Bulan suci Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat spiritualitas melalui interaksi dengan Al-Qur’an. Hal ini disampaikannya saat menghadiri kajian bertajuk “Bahagia Bersama Al-Qur’an” yang diinisiasi oleh Fansha Institute.

​Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ibnu Khaldun, Kampus UIKA Bogor, pada Minggu 22 Februari 2026, menjadi momen penting bagi umat Muslim di Kota Bogor untuk mempersiapkan diri lahir dan batin.

​Dalam sambutannya, Adityawarman menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas yang diberikan Allah SWT untuk menyucikan diri.

Ia mengibaratkan bulan suci ini sebagai waktu yang tepat bagi umat untuk melakukan pembersihan terhadap kesalahan masa lalu.

​”Kedatangan bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk kita semua, terutama untuk ‘cuci gudang’ dosa. Sebagaimana janji Allah, barang siapa yang menjalankan shaum Ramadan dengan iman dan kesungguhan, insyaallah dihapuskan dosa-dosanya yang lalu,” ujar Adityawarman.

​Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengajak masyarakat untuk niat yang kuat sejak dini. Menurutnya, persiapan mental yang matang akan menjadikan Ramadan tahun ini sebagai perjalanan spiritual terbaik dalam hidup.

​Lebih lanjut, Adityawarman memberikan apresiasi tinggi kepada Fansha Institute atas terselenggaranya kajian ini.

Ia menilai bekal spiritual seperti ini sangat dibutuhkan agar interaksi dengan Al-Qur’an tidak sekadar membaca, tetapi mampu menyentuh relung hati dan meningkatkan keimanan.

​Ia menyoroti fenomena unik di mana semangat kaum muslimin dalam berinteraksi dengan kitab suci meningkat drastis selama bulan puasa.

​”Mungkin di luar Ramadan membaca satu juz saja sulit, tapi di bulan suci ini, tiba-tiba kita bisa membaca dua hingga lima juz. Semoga keberkahan Al-Qur’an melimpah bagi kita semua, keluarga, serta seluruh masyarakat Kota Bogor,” tambahnya.

​Selain memberikan motivasi, kehadiran Ketua DPRD Kota Bogor ini juga memberikan penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an. Adityawar membacakan para pemenang Lomba Hifzil Qur’an yang telah berkompetisi sehari sebelumnya.

​Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba Hifzil Qur’an berdasarkan kategori:

​1. Kategori Juz Amma
Juara I: Widi Nursila (Bogor Barat)
Juara II: Iceu Mulyasari (Bogor Timur)
Juara III: Siti Nur Fatimah (Tanah Sareal)

​2. Kategori Juz 29
Juara I: Faisal Falis (Tanah Sareal)
Juara II: Rina Priyati (Tanah Sareal)
Juara III: Indah Permatasari (Tanah Sareal)

3. Kategori Juz 28
Juara I: Danti Yawati (Bogor Tengah)
Juara II: Aska Azizah (Tanah Sareal)
Juara III: Nur Hayati

​4. Kategori Surah An-Nashr dan At-Taubah:
Juara I: Ustadz Miftah Tauhid
Juara II: Luluh Kamalia
Juara III: Ustadz Saiful Muqarubin

​Adityawarman berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para pemenang dan masyarakat untuk terus mencintai, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.***