Home Blog Page 302

Dedie-Jenal Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan. Apa Hasilnya?

0

Bogordaily.net – Berbagai indikator capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, tingkat inflasi juga mengalami penurunan. Angka kemiskinan di Kota Bogor turut menurun, termasuk tingkat pengangguran yang juga menunjukkan tren penurunan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan pada tahun berikutnya agar tetap berada pada tren positif.

“Harus terus dikuatkan, jadi tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama dan ada rencana-rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur, serta bidang pendidikan dan sosial,” ujarnya usai melaksanakan rapat pimpinan di Bumi Ageung Batutulis, Jumat (20/2/2026).

Sehingga, sambungnya, indikator tersebut akan menjadi pondasi untuk melangkah lebih baik ke depannya.

“Dan kita akan membuka lapangan kerja sebagai salah satu prioritas ke depan. Peningkatan lowongan pekerjaan ini harus diikuti dengan kemudahan perizinan, jadi memang ada keterkaitan satu dengan yang lain. Makanya tadi kami kumpulkan dan semua sepakat untuk terus menggelorakan semangat untuk Bogor yang lebih baik lagi ke depan,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, berkaca dari tahun 2025, pada tahun 2026 ini akan dilakukan perbaikan data terpadu untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan.

Pasalnya, selama ini telah banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat, baik dari pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah. Namun, bantuan tersebut masih terpecah-pecah, sehingga satu keluarga hanya menerima satu jenis bantuan.

“Contohnya, program PKH, kalau datanya tidak sinkron maka penerima PKH adalah keluarga A, kemudian penerima PBI keluarga B, kemudian Kartu Indonesia Pintar keluarga C, kemudian bantuan beras keluarga D. Nah, kita inginnya kalau datanya betul, bisa dipertanggungjawabkan dan valid, maka yang akan diintervensi adalah satu keluarga, sehingga dalam kurun waktu tertentu dia bisa terdegradasi, bisa keluar dari prasejahtera ke sejahtera,” ujarnya.***

BSI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di Kampung Ramadhan Tazkia 1447 H Lewat Dukungan Digital dan UMKM

0

Bogordaily.net – Kampung Ramadhan Tazkia 1447 Hijriah resmi digelar di Masjid Tazkia Islamic Center, Sentul City, Bogor, pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 20 Februari hingga 15 Maret 2026 di kawasan Tazkia Islamic Center Sentul City menghadirkan beragam aktivitas religi, edukasi, dan bazaar UMKM yang semarak setiap harinya mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Selain itu kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai sponsor utama dalam kegiatan Kampung Ramadhan Tazkia 1447 Hijriah menjadi bukti komitmen nyata perbankan syariah dalam mendukung syiar dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dukungan BSI tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah di momentum bulan suci Ramadan.

Area Manager BSI area Bogor Safira menyampaikan bahwa Bank Syariah Indonesia menyerahkan penyerahan layar digital informasi kepada Masjid Tazkia Ini adalah salah satu bentuk wujud kita sebagai sahabat sosial.

“Jadi kita dari Bank Syariah Indonesia selain sebagai sahabat finansial, yaitu melayani transaksi keuangan juga sebagai sahabat sosial melayani kebutuhan dari ekosistem kita sendiri. Nah, hari ini kita menyerahkan layar informasi digital untuk kebutuhan mesjid tazkia Semoga dengan kerjasama ini kita makin erat lagi dan kemudian kita bisa berkolaborasi kembali,”ujar syafira

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan ajang ini untuk semakin mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat melalui partisipasi aktif di area acara.

BSI menghadirkan edukasi literasi keuangan, kemudahan transaksi digital, serta berbagai program promo Ramadan yang memudahkan pengunjung dan tenant bazaar dalam bertransaksi secara aman dan sesuai prinsip syariah.

Dukungan BSI diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal yang terlibat dalam bazaar sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Melalui sinergi ini, Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan.***

“Goreng Saham” OJK Denda Influencer Berinisial BVN Rp5,35 M. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – OJK denda influencer menjadi kabar yang mengiris sunyi sore Jakarta. Di tengah riuh layar gawai dan janji cuan instan, pengawas pasar modal akhirnya mengetuk meja: praktik “menggoreng” saham tak lagi dibiarkan menjadi bisik-bisik.

Di gedung Bursa Efek Indonesia, Jumat petang, Hasan Fawzi dari Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan duduk perkara itu dengan nada tenang, tetapi tegas.

Influencer keuangan berinisial BVN dijatuhi sanksi Rp5,35 miliar setelah terbukti menyampaikan informasi yang tidak benar kepada publik melalui media sosial—sembari melakukan transaksi yang justru berlawanan dengan rekomendasinya sendiri.

Kasusnya bukan perkara satu hari. Pemeriksaan regulator menemukan jejak transaksi pada saham PT Agro Yasa Lestari Tbk, PT MD Pictures Tbk, dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk dalam rentang 2021 hingga 2022. Modusnya klasik, namun dikemas modern: menggunakan beberapa rekening efek nominee untuk membentuk harga yang tampak hidup, padahal tidak ditopang kekuatan beli-jual yang wajar.

Di titik itulah pasar berubah menjadi panggung ilusi. Informasi yang tampak meyakinkan berfungsi sebagai umpan, sementara arah transaksi bergerak ke sisi sebaliknya. Regulator menyebutnya manipulasi perdagangan—menciptakan gambaran semu atas aktivitas pasar.

Selain denda, pembatasan aktivitas media sosial BVN tengah dipertimbangkan. Rekening nominee yang terlibat juga dibuka kemungkinan untuk penelitian lebih lanjut terkait kelayakan akun investasinya. Landasan hukumnya jelas: pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Pasar Modal sebagaimana diperbarui dalam rezim P2SK.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa OJK denda influencer bukan sekadar penegakan aturan, melainkan pesan tentang disiplin pasar. Pasar modal membutuhkan kepercayaan; kepercayaan menuntut kejujuran. Ketika rekomendasi berubah menjadi alat permainan, publiklah yang pertama menanggung akibat.

Di tengah arus konten finansial yang kian deras, pengawasan dituntut lebih tajam, dan literasi investor harus lebih dalam. Sebab pada akhirnya, OJK denda influencer adalah penanda: ruang digital tak kebal hukum, dan setiap opini yang menggerakkan uang orang banyak memikul tanggung jawab yang tak bisa dinegosiasikan.***

Kabupaten Bogor Jadi Episentrum Wisata Religi Ramadan 2026, 75 Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW Dipamerkan

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto membuka secara resmi kegiatan untuk pertama kalinya, sebanyak 75 artefak peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW beserta para kerabatnya dipamerkan kepada publik di kawasan laga tangkas gelora pakansari, pada Jumat (20/2/16).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut kehadiran pameran ini sebagai keberkahan besar bagi Kabupaten Bogor, sekaligus peneguhan posisi daerah sebagai simpul kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.

“Tentu kita bersyukur kepada Allah SWT, tahun 2025 kita diberikan keberkahan dengan hadirnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya setelah Kerajaan Pajajaran terpecah. Tahun 2026 ini, kita kembali diberikan keberkahan luar biasa dengan terbangunnya Masjid Raya Nurul Waton serta terselenggaranya pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Tak sekadar pameran artefak, kegiatan ini diproyeksikan menjadi magnet wisata religi yang berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor mempersiapkan momentum ini secara matang bersama para ulama, organisasi Islam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pengamanan juga melibatkan Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga BNN Kabupaten Bogor.

“Kalau Allah tidak mentakdirkan peninggalan ini hadir di sini, tentu tidak akan terjadi. Maka ini harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperbanyak doa, dan membangun Bogor dengan nilai-nilai spiritual,” tambahnya.

Sebanyak 75 artefak dipamerkan, termasuk beberapa benda yang menurut Rudy belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya, seperti penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW

“Banyak yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Area khusus juga disiapkan bagi masyarakat yang ingin berdoa dan bermunajat, termasuk fasilitas kursi di kawasan Laga Satria untuk menunjang kenyamanan jamaah.

Pameran ini dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan, tetapi bagian dari upaya membangun identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang memadukan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan sejarah.

“Kita berharap momentum Ramadan ini semakin mendekatkan masyarakat pada kegiatan religius. Semoga kehadiran peninggalan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor dan bangsa Indonesia,” tutup Rudy.

Dengan konsep terbuka untuk umum dan tanpa biaya masuk, pameran ini dibuka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB secara gratis yang diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus penguatan batin masyarakat di bulan suci.***

Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti

0

Bogordaily.net — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional guna mencegah potensi perselisihan sejak dini, melindungi pekerja, sekaligus menjaga kepastian bagi dunia usaha.

Arah kebijakan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, dalam Town Hall Meeting Kemnaker di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Indah menyatakan bahwa program strategis Ditjen PHI dan Jamsos tahun 2026 diarahkan untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, adaptif, dan transformatif dengan target yang terukur.

“Kami ingin membangun sistem hubungan industrial yang tidak reaktif terhadap konflik, tetapi mampu mencegah potensi perselisihan sejak awal. Hubungan industrial harus memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus kepastian bagi dunia usaha,” ujar Indah.

Pada aspek regulasi da n tata kelola perusahaan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan peningkatan kapasitas penyusunan Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di 1.744 perusahaan serta penerapan struktur dan skala upah di 1.459 perusahaan. Selain itu, diseminasi pola hubungan kerja baru dilakukan kepada 1.200 orang, penerapan prinsip non-diskriminasi didorong di 700 tempat kerja, dan fasilitasi Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) terus diperkuat.

“Penguatan regulasi di tingkat perusahaan menjadi kunci. Perusahaan harus memiliki aturan kerja yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif agar hubungan industrial berjalan sehat,” tegasnya.

Di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan peningkatan kepesertaan 416.000 pekerja Penerima Upah (PU) dan 2.751.400 pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Upaya tersebut disertai pemberian fasilitas kesejahteraan bagi 830 pekerja serta sosialisasi program rumah murah bersubsidi kepada 10.000 pekerja/buruh.

Penguatan kelembagaan hubungan industrial juga menjadi prioritas melalui pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit di 5.256 perusahaan, edukasi pencatatan dan verifikasi serikat pekerja kepada 220 orang, serta pembinaan dialog sosial inovatif dan produktif bagi 300 orang.

Sebagai langkah preventif, Kemnaker melakukan pemetaan kerawanan hubungan industrial dan penguatan sistem peringatan dini di 787 perusahaan guna menekan potensi konflik sebelum berkembang menjadi perselisihan yang merugikan pekerja maupun kegiatan usaha.

Dalam aspek penyelesaian perselisihan, Ditjen PHI dan Jamsos menargetkan pembinaan teknis kepada 500 orang serta penguatan kompetensi 707 mediator hubungan industrial. Selain itu, ditargetkan penyelesaian 140 perkara di luar pengadilan, peningkatan kompetensi bagi 920 mediator, pelaksanaan uji kompetensi sebanyak tiga kali, serta penyusunan instrumen penilaian kinerja mediator.

“Angka-angka ini menunjukkan keseriusan kami. Tahun 2026 adal ah tahun penguatan sistem agar pekerja terlindungi, dialog sosial semakin kokoh, dan potensi konflik dapat ditekan. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada pekerja,” ujar Indah.***

Menaker Imbau Mitra Pemagangan Fasilitasi Uji Kompetensi Peserta Maganghub

0

Bogordaily.net — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan dan instansi pemerintah (mitra penyelenggara pemagangan) untuk memfasilitasi peserta Program Pemagangan Nasional (Maganghub) Tahun 2025 mengikuti uji kompetensi. Tujuannya, peserta pemagangan nasional tidak hanya pulang membawa sertifikat magang, tetapi juga sertifikat kompetensi/keahlian yang dapat dipakai saat melamar kerja. Imbauan ini disampaikan saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pemagangan Nasional di Transmedia, Jakarta, Jumat (20/02/2026).

“Saya berharap peserta magang nasional tidak hanya membawa pengalaman, tapi juga bukti kompetensi. Minimal ada dua sertifikat yang jadi bukti. Sertifikat ma gang dari mitra penyelenggara dan sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Oleh karena itu, kami mengimbau mitra penyelenggara mendaftarkan peserta pemagangan di perusahaan/instansi masing-masing untuk mengikuti uji kompetensi,” kata Yassierli.

Menurut Menaker, sertifikat kompetensi penting karena menjadi pengakuan formal atas kemampuan yang dipelajari selama magang. Dengan pengakuan tersebut, peserta memiliki bekal yang lebih kuat memasuki pasar kerja dan lebih siap bersaing saat melamar pekerjaan sesuai minat dan kemampuannya.

Dalam peninjauan di Transmedia, Yassierli menyebut terdapat sekitar 450 peserta magang nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai mendapatkan pengalaman kerja nyata, termasuk hal-hal yang belum mereka temui saat masih kuliah.

Menaker Imbau Mitra Pemagangan Fasilitasi Uji Kompetensi Peserta Maganghub

“Sekitar 450 peserta magang ada di sini, dan antusiasmenya luar biasa. Mereka bukan sekadar hadir, mereka belajar hal-hal baru. Harapannya, itu berubah jadi kompetensi nyata, supaya mereka lebih siap bekerja sesuai passion mereka,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas program, Kemnaker menjalankan monev secara komprehensif. Menaker menjelaskan, Kemnaker rutin berkoordinasi dengan para mentor di lokasi magang, sekaligus menerapkan sistem monitoring yang mewajibkan peserta mengisi logbook.

“Kami terus melakukan monev agar program magang nasional berjalan efektif. Dua kunci monevnya yaitu mentor kami konsolidasikan dan koordinasikan secara rutin, lalu peserta diminta mengisi logbook melalui sistem monitoring magang,” ucapnya.

Yassierli menambahkan, pembayaran uang saku mengacu pada hasil verifikasi logbook. Ia juga menyampaikan bahwa pada Februari ini uang saku mengikuti upah minimum kabupaten/kota/provinsi 2026, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Uang saku peserta pemagangan nasional sudah mengacu pada kebijakan kenaikan UM 2026, sehingga Februari ini naik. Saya titip, manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang positif,” pesan Yassierli.

Kunjungan ke Transmedia menjadi kali pertama Menaker melakukan monev pemagangan di sektor media, setelah sebelumnya pemantauan dilakukan di sektor manufaktur, jasa, dan transportasi. Menaker menilai monev lintas sektor penting agar standar mutu pemagangan tetap terjaga dan kebutuhan kompetensi dunia kerja bisa dipetakan lebih tepat.

Yassierli juga menilai sektor media memberi gambaran nyata tentang transformasi teknologi di industri. Menurutnya, dunia kerja terus bergeser menuju cara kerja baru dengan teknologi baru, sehingga peserta magang perlu dipersiapkan sejak dini agar siap menghadapi perubahan.

“Saya belajar banyak di sini. Perubahan cara kerja dan teknologi itu nyata. Kita tidak boleh tertinggal dan harus terus mempersiapkan diri,” ujarnya.***

Adityawarman: Puasa Merupakan Proses Pendidikan yang Berkesinambungan

0

Bogordaily.net – Puasa merupakan proses pendidikan yang berkesinambungan bagi orang-orang yang beriman. Pendidikan berkesinambungan yang mengantarkan umat Islam mencapai indikator yang paling mulia yaitu takwa. Manusia yang paling mulia disisi Allah yaitu yang paling takwa.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengungkapkan hal tersebut dalam ceramahnya dihadapan jamaah usai Salat Tarawih di Masjid Al-Hidayah, Komplek Bukit Cimanggu City, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (19/2/2026) malam.

“Kita optimalkan kesempatan puasa di Bulan Ramadhan ini untuk beribadah mendekatkan diri pada Allah, berbakti kepada orang tua, lebih dekat dan peduli kepada tetangga”, tutur Adityawarman.

Lebih jauh Adityawarman mengajak jamaah untuk memadatkan aktivitas di Bulan Ramadhan dengan salat wajib maupun sunah, berinteraksi bersama Al-Qur’an, sedekah, dzikir, doa dan amal salih lainnya. Ia berharap beragam aktivitas ibadah tersebut menjadi kebiasaan yang terus dilanjutkan pasca Ramadhan nanti.

“Jika istiqomah dengan kebiasaan ini, nanti umat akan memiliki aqidah dan tauhid yang selamat. Akidah ini sangat penting dalam menopang ibadah dan muamalah sehingga masyarakat akan terdorong untuk mencari rezeki yang halal dan menjauhi hal-hal yang haram”, papar Adityawarman.

Melalui pendidikan di Bulan Ramadhan ini, menurut Adityawarman, umat Islam akan bisa melaksanakan ibadah secara teratur dengan kesungguhan jiwa yang berdampak pada perbaikan perilaku.

“Dengan perilaku yang lebih baik ini maka dapat meminimalisir bahkan menegasikan konflik di tengah masyarakat”, pungkas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.***

Pemkot Bogor dan PMI Kota Bogor Perkuat Sinergi Kemanusiaan

0

Bogordaily.net-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyerahkan dana hasil kegiatan Bulan Dana kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

Dana yang terkumpul sebesar Rp483 juta ini menandai kepedulian masyarakat untuk berkontribusi mendukung kegiatan sosial kemanusiaan, tidak hanya di Kota Bogor, namun juga di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa untuk mengoptimalkan hasil, perlu ada perluasan kegiatan di berbagai sektor yang memiliki potensi.

Penyadaran juga harus terus dilakukan agar semua pihak dapat saling membantu dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

“Agar kegiatan sosial kemanusiaan ini bisa terus terlaksana, kegiatan ini juga harus terus didukung dan ditopang oleh keberadaan pemerintah, baik secara kebijakan maupun regulasi,” ucap Dedie di Balai Kota Bogor,

Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman, menyampaikan bahwa hasil yang didapat dari Bulan Dana ini sebesar Rp483 juta.

“Setiap tahun memang jumlahnya fluktuatif, tetapi apa pun hasilnya, hal ini akan terus memberikan semangat yang terpelihara untuk melaksanakan peran dan fungsi PMI di bidang sosial kemanusiaan di Kota Bogor dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.

Edgar melanjutkan bahwa seluruh dana yang terkumpul dipastikan digunakan untuk kegiatan sosial kemanusiaan, seperti penanganan bencana.

Kemudian promosi kesehatan, peningkatan kapasitas relawan, pelatihan relawan, membantu korban bencana, serta penguatan sistem kesiapsiagaan darurat, termasuk peningkatan kapasitas dan pengumpulan darah.***

Muhammad Irfan Ramadan

Layangkan Somasi Kedua, Sengketa Investasi Ratusan Juta di Bogor Memanas

0

Bogordaily.net – Korban wan prestasi kerja sama pembiayaan usaha di Bogor resmi melayangkan somasi kedua setelah tuntutan pengembalian dana investasi senilai Rp155 juta diabaikan pihak terlapor.

Kuasa hukum dari Kantor Hukum MHS & Co., M. Hasoloan Sinaga, menyampaikan somasi kedua tersebut diajukan atas nama kliennya, EM, seorang wartawan di Jakarta.

“Langkah hukum ini terkait dugaan wanprestasi yang mengarah penipuan dalam kerja sama pendanaan usaha dengan (LD) dan (RW), pasutri warga Villa Bogor Indah 6,” ujarnya.

Menurut kuasa hukum, kerja sama investasi bermula pada 20 Juni 2025 di kawasan Bogor, ketika klien menyetujui pemberian dana talangan tahap awal Rp50 juta dan tahap kedua Rp40 juta.

Dalam kesepakatan tersebut, pihak penerima dana menjanjikan imbal hasil bulanan dengan jaminan satu unit kendaraan.

Namun, sejak September 2025, pembayaran profit terhenti tanpa alasan yang jelas.

Hingga Januari 2026, total kewajiban yang ditagihkan mencapai Rp155 juta, terdiri dari pokok investasi Rp90 juta dan akumulasi profit bulanan yang dijanjikan.

“Korban berulang kali meminta pengembalian dana, namun hingga somasi kedua belum ada itikad baik LD (dan RW),” ujar Hasoloan.

Kuasa hukum juga mengungkapkan dugaan praktek tipu gelap dengan cara kendaraan yang dijaminkan ternyata bukan milik pihak terlapor. Tapi kendaraan sewaan pihak ketiga. Menurut Sinaga, kondisi ini menimbulkan risiko tambahan bagi klien sebagai pemegang unit jaminan.

Melalui somasi kedua, Kuasa Hukum Sinaga memberikan batas waktu penyelesaian kewajiban secara tunai dan sekaligus. Apabila tidak dipenuhi, akan ditempuh langkah hukum melalui jalur perdata maupun pidana.

Orang Tua RW Tuding LD Jerumuskan Anak Kandungnya

Sementara orang tua RW saat ditemui di rumahnya perumahan Taman Yasmin Cemara Boelevard Kota Bogor, menuding LD sengaja menjerumuskan anaknya, RW.

Sesuai bukti yang ada, RW terseret dalam kasus penipuan dana talangan, karena menerima transfer uang untuk pengadaan katering di Bank Mandiri pada bulan Juni 2025.

“Memang benar anak saya RW bekerja di Bank Mandiri, bisa jadi dijerumuskan suaminya (LD) terkait dana talangan untuk usaha suaminya,” ujar EG kepada Bogordaily.net.***

(Gibran)

Pameran Artefak Rasulullah di GOR Pakansari Bogor, Ada Tongkat Rasulullah SAW hingga Pedang Muhammad Al Fatih

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar pameran artefak Rasulullah SAW, para keluarga dan sahabatnya di Gor Laga Tangkas, Pakansari, Cibinong.

Adapun, pelaksanaan pameran artefak tersebut berlangsung sejak 19 Februari hingga 18 Maret 2026 mendatang.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat sejumlah peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya terdapat disini, seperti tongkat, pedang, baju perang, kiswah hingga replika kunci kabah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto telah membuka langsung pelaksanaan pameran Artefak tersebut. Pameran tersebut kata Rudy, menjadi momentum yang baik bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya.

“Kita disinggahi untuk melakukan pameran artefak dan barang-barang peninggalan Nabi besar Muhammad SAW dan para kerabatnya,” kata Rudy kepada wartawan, Jum’at 20 Februari 2026.

“Tentu di momentum bulan suci Ramadhan ini, menjadi sebuah momentum yang sangat berharga, berarti bagi umat muslim. Baik yang di Bogor maupun di luar Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Menurut Rudy, ada sebanyak 75 benda peninggalan seperti baju, pedang, kiswah, hingga benda lainya peninggalan Rasulullah dan para Sahabatnya.

“Total ada 75, dan kami mengucapkan terima kasih, acara ini dapat terselenggara baik, karena didukung oleh para kiai, para ulama, organisasi Islam di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tak lupa, Rudy turut mengajak masyarakat untung datang langsung melihat peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Kita berharap bahwa ini momentum bulan suci Ramadan, kita ingin mendekatkan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan yang religius, salah satunya kita melihat ada benda-benda peninggalan maupun artefak dari peninggalan Nabi Muhammad SAW dan juga para kerabatnya,” ungkap Rudy.***

Albin