Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 302

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Dukung Program Bupati Perluas RTH di Setiap Kecamatan

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyatakan dukungannya terhadap program Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang akan memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan mulai tahun 2026.

Sastra Winara menilai keberhasilan keluarga Hj. Rosita dalam mengubah lahan tandus menjadi hutan produktif menjadi contoh nyata sekaligus inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah.

“Keberhasilan keluarga Hj. Rosita menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk turut berperan aktif dalam gerakan penghijauan. Hari ini kita belajar dari satu keluarga yang menumbuhkan kehidupan di lahan tandus,” kata Sastra, Kamis 6 November 2025.

Kemudian, Sastra Winara mengajak seluruh masyarakat Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga semangat ini menular kepada kita semua, untuk menghijaukan Bogor, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turut mengapresiasi semangat dan keteladanan keluarga Hj. Rosita yang selama lebih dari dua dekade konsisten merawat hutan organik seluas 30 hektare tersebut.

“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” ungkap Rudy.***

Albin

Aliansi BEM Se Bogor Minta Copot Menteri Lingkungan Hidup

0

Bogordaily.net – Koordinator Aliansi BEM Se-Bogor menyampaikan desakan keras kepada Presiden Republik Indonesia untuk mencopot Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dari jabatannya.

Desakan ini muncul sebagai respons atas kegagalan dan kelalaian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam mengawal dan mengurus kerusakan lingkungan masif yang terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Bogor, Jawa Barat.

BEM Se Bogor menilai, kasus KEK Lido adalah bukti nyata buruknya manajemen lingkungan di bawah kepemimpinan saat ini.

Permasalahan di KEK Lido telah menjadi sorotan publik setelah proyek pembangunan di kawasan tersebut diduga kuat menyebabkan sedimentasi parah dan hilangnya sebagian besar badan air Danau Lido.

Aktivitas pembukaan lahan dan pembangunan di hulu sungai ditengarai tidak mengelola air larian hujan (run off) dengan baik, sehingga lumpur dan sedimen terbawa langsung ke danau, menyebabkan pendangkalan luar biasa dan menyusutkan luas Danau Lido.

Meskipun KLH telah mengambil langkah penyegelan proyek dan menghentikan sementara aktivitas konstruksi, BEM SeBogor memandang bahwa tindakan tersebut sudah terlambat dan bersifat reaktif, bukan preventif.

Kegagalan ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan dan kontrol KLH sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Proyek berskala besar seharusnya mendapatkan perhatian dan pengawasan lingkungan yang ketat sejak awal, bukan setelah kerusakan terjadi.

Koordinator BEM SeBogor, Indra Mahfuzi, menegaskan bahwa dampak yang terjadi di KEK Lido telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

“Masalah KEK Lido bukan sekadar sanksi administrasi atau penyidikan, tetapi ini adalah tragedi lingkungan yang menunjukkan kegagalan total dalam menjaga hulu air vital seperti Danau Lido. Kerusakan ini sudah terjadi, bahkan Danau Lido yang seharusnya seluas 24 hektare kini tersisa kurang dari separuhnya akibat sedimentasi parah,” ujar Indra, Kamis 6 November 2025.

Indra melanjutkan bahwa kelalaian ini harus dibayar mahal dengan pertanggungjawaban politik.

“Kami melihat Menteri Lingkungan Hidup tidak tanggap dan lalai dalam fungsi pengawasan pencegahan. Presiden harus mengambil tindakan tegas! Jika Menteri Lingkungan Hidup tidak mampu menjamin kelestarian lingkungan di proyek-proyek strategis negara, apalagi yang non-strategis?

Kemudian, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi dan mencopot Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH dari jabatannya. Kegagalan ini adalah pertaruhan nasib lingkungan Indonesia ke depan!” tegasnya.

Selain mendesak pencopotan Menteri, BEM SeBogor juga menuntut agar proses hukum terkait dugaan pelanggaran lingkungan di KEK Lido, yang kabarnya telah naik ke tahap penyidikan, harus berjalan transparan dan tuntas.

BEM SeBogor meminta KLH tidak hanya fokus pada sanksi administrasi, tetapi juga memastikan adanya konsekuensi pidana yang menjerakan bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini.

BEM Se Bogor mendesak Pemerintah untuk melakukan tinjauan ulang menyeluruh terhadap prosedur perizinan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) semua proyek KEK dan investasi skala besar lainnya.

Pembangunan ekonomi tidak boleh dijadikan dalih untuk mengorbankan kelestarian sumber daya alam dan mengabaikan kesejahteraan ekologis masyarakat sekitar, khususnya di wilayah hulu seperti Bogor.

Albin

RS Islam Bogor Tawarkan Paket Infus Multivitamin dengan Harga Terjangkau

0

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) kini menghadirkan paket infus multivitamin dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.

Program ini bertujuan memberikan asupan nutrisi tambahan untuk menjaga kebugaran, meningkatkan imunitas, dan membantu proses pemulihan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau kondisi kesehatan yang membutuhkan dukungan vitamin ekstra.

RS Islam Bogor menyediakan beberapa pilihan paket, yaitu Paket suntik multivitamin berisi Vitamin C 1000mg dan Vitamin B Kompleks dengan harga Rp200.000.

Paket infus multivitamin 1 (Vivena) dengan harga Rp285.000 dan Paket infus multivitamin 2 (Cernevit) dengan harga Rp525.000.

Seluruh harga tersebut sudah termasuk biaya pendaftaran poli umum, sehingga pasien dapat langsung mendapatkan pelayanan tanpa biaya tambahan.

Dengan adanya layanan ini, RS Islam Bogor berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh perawatan untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pendaftaran, dapat langsung menghubungi 0899-8278-777.***

Ibnu Galansa

RS Azra Tawarkan Paket Pemeriksaan Kesuburan untuk Pasangan yang Siap Program Hamil

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Azra kini menghadirkan Fertility Screening Package, sebuah layanan pemeriksaan kesuburan yang dirancang khusus bagi pasangan yang tengah mempersiapkan program kehamilan.

Program ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesuburan sejak dini sehingga proses perencanaan kehamilan dapat berjalan lebih terarah dan sehat.

Dalam program ini, RS Azra menawarkan dua pilihan paket, yaitu Screening Basic dan Screening Complete.

Paket Screening Basic dibanderol dengan harga Rp1.999.000, sudah termasuk biaya administrasi, konsultasi awal dan konsultasi hasil bersama dokter subspesialis fertilitas, serta rangkaian pemeriksaan seperti HSG, USG transvaginal, dan analisis sperma.

Sementara itu, paket Screening Complete tersedia dengan harga Rp2.899.000, mencakup seluruh layanan pada paket basic ditambah pemeriksaan Anti Mullerian Hormone (AMH) yang berguna untuk menilai cadangan sel telur pada wanita.

Melalui program ini, RS Azra berharap dapat membantu pasangan memahami kondisi reproduksi mereka lebih baik, sehingga dapat mengambil langkah yang tepat dalam perencanaan kehamilan.

Langkah pertama menuju kehamilan dimulai dari mengetahui kondisi kesuburanmu.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan, dapat langsung menghubungi (0251) 8318456 atau 0852-8168-1783.***

Ibnu Galansa

Transformasi Digital Berdampak Nyata, Qlola by BRI Raih Penghargaan dalam Anugerah Inovasi Indonesia 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan atas pencapaian dalam pengembangan solusi keuangan digital. Qlola by BRI berhasil meraih penghargaan Anugerah Terbaik Sektor Keuangan Kategori Produk dan Model Bisnis dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta (10/10).

IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 hadir dengan mengusung tema “Advancing Corporate Resilience in Economic Uncertainty Through Agile Innovation.” Apresiasi ini diberikan kepada perusahaan yang berhasil mengimplementasikan inovasi strategis dan berdampak nyata, serta menjadikan inovasi tersebut sebagai fondasi ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan yang bermanfaat bagi seluruh stakeholders.

CEO IDX Channel Syafril Nasution menyampaikan harapannya agar inovasi yang dijalankan pelaku usaha terus memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan. “Kami terus berharap kepada Bapak dan Ibu, terus melakukan inovasi yang berkelanjutan, guna memberikan dampak dan manfaat positif bagi masyarakat luas, serta mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045. Dan kami pun berharap, hal yang sama bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain dalam perputaran usahanya,” ujar Syafril.

Qlola by BRI merupakan inovasi dari BRI berupa Integrated Corporate Solution Platform yang memudahkan penggunanya dalam mengakses berbagai produk dan layanan BRI hanya dengan satu kali log in (Single Sign On). Platform ini mengintegrasikan berbagai fitur unggulan, yaitu Cash Management, Trade Finance, Supply Chain Management, Foreign Exchange, Investment Services, Financial Dashboard, serta layanan lainnya yang akan mengoptimalkan kegiatan bisnis secara komprehensif.

Qlola by BRI merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi sebagai universal bank, dengan menyediakan solusi keuangan yang relevan di seluruh segmen.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi validasi atas komitmen BRI untuk terus menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan nyata nasabah. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk memperkuat kapabilitas transaction banking sebagai bagian dari agenda transformasi digital yang terus dijalankan BRI secara konsisten”, jelas Riko.

“Qlola by BRI merupakan platform digital yang dirancang untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan, mendorong efisiensi proses bisnis, dan meningkatkan tata kelola keuangan perusahaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk menjadi mitra finansial utama yang mampu mendorong pertumbuhan bisnis nasabah secara berkelanjutan,” ujar Riko.

Riko menekankan bahwa Qlola by BRI akan terus dikembangkan guna menjawab kebutuhan pengelolaan keuangan korporasi di tengah lanskap bisnis yang semakin terdigitalisasi. “Platform ini akan terus dikembangkan sebagai solusi end-to-end yang mampu menjawab kebutuhan pengelolaan keuangan korporasi secara menyeluruh,” tegas Riko.

Hingga akhir September 2025, Qlola by BRI mencatatkan peningkatan volume transaksi sebesar 35,4% secara tahunan menjadi Rp9.317 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya tingkat adopsi dan kepercayaan pengguna terhadap kapabilitas Qlola by BRI dalam mendukung pengelolaan keuangan perusahaan.***

Menteri Maman: Saatnya Fasilitas Publik Menjadi Rumah bagi UMKM

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menekankan pentingnya penggunaan fasilitas publik sebagai ruang usaha yang inklusif bagi UMKM di seluruh Indonesia.

“Negara hadir membuka ruang sebesar-besarnya agar UMKM bisa beraktivitas, tumbuh secara ekonomi, dan membuka lapangan kerja,” ujar Menteri Maman saat meninjau Laswi Heritage Bandung bersama Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Rabu (5/11). Lokasi tersebut disiapkan menjadi salah satu pusat UMKM sekaligus proyek percontohan program Pasar 1.001 Malam.

Menteri Maman menjelaskan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 mengamanatkan sedikitnya 30 persen ruang publik dialokasikan untuk UMKM dengan biaya sewa lebih rendah dari harga pasar. Sayangnya, implementasinya masih belum optimal.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, dari total area komersial seluas 971.206 meter persegi di seluruh Indonesia, seharusnya 389.230 meter persegi diperuntukkan bagi UMKM. Saat ini, baru terdapat 6.400 UMKM yang menempati 392 unit infrastruktur publik.

Sebagai langkah konkret, Kementerian UMKM mendukung penuh pelaksanaan program Pasar 1.001 Malam yang diinisiasi Kemenko PM sebagai upaya menanggulangi kemiskinan melalui pemanfaatan aset pemerintah dan BUMN yang berada di lokasi strategis namun belum termanfaatkan (idle asset). Program ini memberikan ruang usaha bagi UMKM, perempuan, dan pekerja kreatif.

“Kementerian UMKM siap berkoordinasi dengan Kemenko PM untuk melakukan kurasi dan pendampingan bagi para pengusaha UMKM agar kualitas produknya terjaga dan memiliki akses pembiayaan yang memadai,” kata Menteri Maman.

Ia menegaskan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar kebijakan pemanfaatan fasilitas publik berpihak pada UMKM. “Upaya yang kita lakukan bersama Kemenko PM, BUMN, dan pemerintah daerah bertujuan memberikan ruang yang seadil-adilnya bagi UMKM. Sebagai tulang punggung ekonomi negara, UMKM harus mendapat perlakuan dan fasilitas yang sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman bersama Wakil Wali Kota Bandung Erwin meninjau The Hallway Space di Pasar Kosambi yang menjadi salah satu pusat pemasaran produk UMKM dan ruang usaha kreatif bagi anak muda Bandung. Ia mengapresiasi inisiatif tersebut yang dinilai mampu melindungi sekaligus mengembangkan potensi lokal.

“UMKM harus kita lindungi dan jaga agar bisa tumbuh besar di negeri sendiri. Saya juga mengapresiasi anak-anak muda yang mampu mengelola ruang publik dan menggerakkan perekonomian melalui kreativitas,” ujarnya.

Maman berharap ke depan lebih banyak infrastruktur publik di seluruh Indonesia dapat dioptimalkan untuk UMKM, pekerja kreatif, dan generasi muda. Pendampingan yang tepat akan memastikan ruang publik menjadi wadah pertumbuhan ekonomi rakyat yang berkeadilan.

Sementara itu, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah dalam memberdayakan UMKM yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan aset pemerintah dan BUMN yang menganggur sebagai ruang usaha produktif. “Kalau UMKM tumbuh, maka para pekerja informal bisa naik kelas menjadi formal. Itulah yang kita sebut sebagai proses graduasi dan pemberdayaan,” ujar Muhaimin.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto akan segera mengeluarkan instruksi resmi terkait pemanfaatan fasilitas publik dan aset pemerintah yang idle untuk kepentingan UMKM. “Kita akan terus bergerak untuk UMKM,” ujarnya.***

Sidang MKD DPR RI: Adies Lolos, Nafa Disanksi, Uya–Eko–Sahroni Ikut Kena Imbas

0

Bogordaily.net – MKD DPR RI resmi membacakan putusan terhadap lima anggota DPR nonaktif—Adies Kadir, Nafa Urbach, Surya Utama (Uya Kuya), Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni—dalam sidang terbuka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Sidang tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian laporan dugaan pelanggaran kode etik yang sebelumnya masuk ke meja Mahkamah Kehormatan Dewan.

Perkara yang menjerat kelima anggota itu teregister dalam Nomor 39/PP/IX/2025, 41/PP/IX/2025, 42/PP/IX/2025, 44/PP/IX/2025, dan 49/PP/IX/2025. Masing-masing kasus memiliki sorotan berbeda, mulai dari kontroversi pernyataan tunjangan hingga perilaku tak pantas pada forum resmi negara.

Adies Kadir: Tidak Terbukti Melanggar Etik

Dalam putusannya, MKD menyatakan Adies Kadir tidak terbukti melanggar kode etik. Wakil Ketua MKD Adang Darajatun menegaskan bahwa pernyataan Adies soal tunjangan DPR memang menimbulkan reaksi luas, namun tidak ditemukan unsur kesengajaan untuk menyesatkan publik.

MKD tetap memberikan catatan penting: Adies harus lebih berhati-hati dan memastikan akurasi data ketika berbicara kepada media. Dengan demikian, Adies Kadir kembali aktif menjalankan tugasnya sebagai anggota dan pimpinan DPR.

Nafa Urbach: Sanksi Nonaktif 3 Bulan

Berbeda dengan Adies, MKD menjatuhkan sanksi nonaktif selama tiga bulan kepada Nafa Urbach. Ia dinilai melanggar beberapa ketentuan kode etik setelah pernyataannya soal kenaikan tunjangan DPR dinilai hedonistik dan tidak pantas di tengah kondisi ekonomi sulit.

Selama masa nonaktif, Nafa tidak memperoleh hak keuangan sebagai anggota dewan. MKD juga menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi publik agar tidak menimbulkan persepsi negatif masyarakat.

Kasus Lain: Uya Kuya, Eko Patrio, dan Ahmad Sahroni

MKD DPR RI juga menyampaikan perkembangan kasus terkait Surya Utama alias Uya Kuya dan Eko Patrio. Keduanya diadukan karena berjoget dalam Sidang Tahunan MPR 15 Agustus 2025, yang dinilai tidak menghargai marwah lembaga negara.

Sementara itu, Ahmad Sahroni dilaporkan karena penggunaan kata tidak pantas di depan publik. MKD menyebut penggunaan diksi “tolol” termasuk kategori perilaku yang tidak sesuai etika anggota dewan.

Keputusan MKD mempertimbangkan keterangan saksi dari Setjen DPR, koordinator acara sidang tahunan, hingga sejumlah ahli seperti kriminolog, pakar hukum, sosiolog, serta analis perilaku.

Dengan putusan ini, proses etik bagi lima anggota DPR RI periode 2024–2029 resmi dituntaskan oleh MKD DPR RI, sekaligus menegaskan komitmen lembaga tersebut menjaga standar moral dan integritas parlemen.***

Kiandra Ramadhipa Anak Siapa? Profil Lengkap, Asal Sleman, dan Prestasinya di Eropa

0

Bogordaily.net – Kiandra Ramadhipa anak siapa—itulah pertanyaan yang justru lebih dulu masuk mesin pencari sebelum publik benar-benar mengetahui bagaimana bocah 15 tahun itu menari di atas motor balap di Eropa.

Namanya mendadak melesat, lebih cepat daripada tikungan pertama Catalunya yang ia taklukkan dengan dingin.

Ia baru 15 tahun. Masih remaja. Masih di usia ketika anak-anak lain sedang pusing dengan PR matematika. Tapi Dhipa—begitu ia disapa—justru sedang mengumpulkan podium di European Talent Cup 2025.

Barcelona menjadi saksi: ia start dari belakang, lalu menembus kerumunan pembalap seperti menembus riuh masa depan yang memanggil-manggilnya.

Kemenangan itu mengubah banyak hal. Popularitasnya mendadak memuncak. Kalender balapnya makin padat. Dan mesin pencari seperti sedang kehabisan napas mengikuti gelombang pertanyaan publik. Terutama: kiandra ramadhipa anak siapa.

Melompat dari Asia ke Eropa

Musim 2025 adalah batu loncatan besar. Sebelumnya, Dhipa sudah tampil stabil di ATC dan Red Bull Rookies Cup. Tapi Eropa tetaplah Eropa. Lintasan lebih cepat. Kompetisi lebih padat. Hawa tekanannya berbeda.

Namun Dhipa tidak gentar.
Ia menang di Magny-Cours. Ia menang di Catalunya. Ia memaksa orang-orang memperhatikan. Bahkan bagi yang tidak pernah menonton balapan sekalipun, nama itu mulai akrab di telinga.

Di layar kaca, ia seperti pembalap dewasa yang sudah lama hidup dengan adrenalin.
Di luar lintasan, ia hanya remaja 2009 yang masih sering dipanggil “Rama”.

Biodata yang Dicari Semua Orang

Berikut data ringkasnya—data yang akhirnya menenangkan rasa penasaran publik:

* Nama: Muhammad Kiandra Ramadhipa
* Nama Panggilan: Dhipa / Rama
* Tanggal Lahir:4 Desember 2009
* Usia:15 tahun (menuju 16 tahun pada 4 Desember 2025)
* Instagram: @mk.ramadhipa212
* Pembinaan: Astra Honda Racing School → AHRT / Junior Talent Team

Tetapi biodata saja tidak cukup.
Orang tetap bertanya: kiandra ramadhipa anak siapa?

Jawaban yang Muncul dari Sleman

Pertanyaan itu akhirnya terjawab lewat wawancara media daerah setelah kemenangan Catalunya. Sang ayah, M. Yoki Arafat, muncul. Bercerita tenang. Tentang latihan fisik anaknya. Tentang mental yang ditempa perjalanan panjang. Tentang perjalanan dari Sleman ke panggung Eropa.

Ya, Dhipa berasal dari Sleman, DIY, bukan Purworejo seperti rumor yang sempat beredar di media sosial.
Tanah yang sama yang melahirkan banyak talenta muda balap Indonesia.

Hubungannya dengan Veda Ega

Publik lalu mengaitkan Dhipa dengan Veda Ega Pratama. Ada yang menyebutnya “adik”. Ada yang membayangkan hubungan darah. Padahal keduanya tidak bersaudara.

Mereka hanya sama-sama lahir dari kultur balap, berangkat dari jalur pembinaan Astra Honda.
Veda lebih dulu menembus Eropa.
Dhipa menyusul, membawa semangat yang sama.

Yang satu membuka pintu.
Yang satu lagi berlari masuk.

Dari Sleman ke Barcelona, Dhipa sedang menulis bab awal dari karier panjangnya—bab yang bahkan ia sendiri belum sempat membacanya.

Yang jelas, setiap kali ia naik podium, pertanyaan itu kembali terdengar: kiandra ramadhipa anak siapa?

Dan jawabannya kini sudah jelas. Namun prestasinya—itu tetap pertanyaan yang akan ia jawab sendiri, lap demi lap.***

Bahan Bakar Bobibos Terbuat dari Bahan Apa? Inovasi Energi Hijau dari Jonggol Bogor yang Bikin Kagum

0

Bogordaily.net – Bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa? Pertanyaan itulah yang sejak Minggu sore, 2 November 2025, ramai berputar di kepala para tamu undangan yang memadati kawasan Bumi Sultan Jonggol.

Di tengah deretan pejabat, pengusaha, dan politisi, anak muda bernama M. Ikhlas Thamrin tampil dengan ketenangan seorang peneliti yang sudah terlalu sering gagal, lalu bangkit lagi.

Sepuluh tahun ia menyalakan satu obsesinya: menciptakan energi buatan Indonesia yang bisa membuat bangsa ini berdiri lebih tegak.

Peluncuran Bahan Bakar Bobibos bukan sekadar seremoni. Juga bukan pesta klaim besar. Ia lahir dari riset panjang PT Inti Sinergi Formula. Dan sejak pagi, seperti magnet, satu pertanyaan terus terdengar: bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa?.

Jawaban Ikhlas sederhana, justru karena terlalu Indonesia. Bobibos dibuat dari tanaman lokal—jenis yang tumbuh subur di lahan pertanian kita, bahkan di tempat-tempat yang terlalu biasa untuk diperhatikan.

“Kami ingin pangan berjalan seiring energi. Sawah bukan hanya mengenyangkan, tapi juga menggerakkan,” ujarnya. Sederhana sekali. Tapi dari hal sederhanalah sering lahir revolusi.

Nama Bobibos sendiri adalah akronim dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!.

Tapi penelitian di baliknya benar-benar serius. Lemigas menguji, hasilnya: RON 98,1. Lebih tinggi dari beberapa bahan bakar premium yang beredar di pasaran. Mesin lebih enteng, suara lebih halus. Efisiensi meningkat.

H. Amir Mahpud, pendiri Primajasa, bahkan langsung menjadikannya komitmen. Sebanyak 40 bus rute Bandung–Soekarno Hatta serta lebih dari 100 mobil travel akan memakai Bobibos. Bukan karena nasionalismenya saja. Tapi karena hitung-hitungan bisnisnya: lebih irit.

Acara kemarin ditutup dengan doa dan pengisian simbolis ke Fortuner dan Alphard. Seperti ritual pembaptisan untuk “Energi Merah Putih” yang baru saja lahir.

Namun satu pertanyaan tetap ia ulang kembali—pertanyaan yang justru membuat banyak orang manggut-manggut: bahan bakar Bobibos terbuat dari bahan apa? Dari tanaman lokal yang tumbuh di tanah Indonesia.

Dari kemandirian yang tak perlu dibeli. Dari optimisme seorang anak muda yang percaya negara ini bisa berjalan dengan bahan bakarnya sendiri.***

Jelang Puncak Hujan, Dedie Rachim Perintahkan Quick Response Bencana Diperkuat

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyoroti bahwa di Kota Bogor setiap tahunnya terjadi kurang lebih 1.000 bencana.

Dengan demikian, dirinya menekankan mitigasi penanganan dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk di Kota Bogor, diperlukan sinergi seluruh elemen bangsa, TNI-Polri, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, dan seluruh stakeholder guna terlaksananya quick respon terhadap setiap kejadian bencana.

Hal tersebut diutarakannya saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (5/11/2025).

Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) dalam mencegah dan menanggulangi penanggulangan bencana.

Menurut Dedie Rachim, ada delapan pendekatan yang perlu dilaksanakan, di antaranya melakukan deteksi dini dan pemetaan rawan bencana secara berkelanjutan, memberikan informasi dan imbauan kamtibmas termasuk potensi bencana, memastikan kesiapan personel, sarpras, dan logistik, rutin melaksanakan simulasi tanggap darurat sebagai edukasi tanggap darurat, mengedepankan kecepatan dan ketepatan respons dalam tanggap darurat bencana, melaksanakan tugas kemanusiaan dengan penuh empati yang dilaksanakan secara humanis dan profesional, memastikan seluruh kegiatan penanggulangan bencana sesuai prosedur, dan meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder.

“Seperti kita ketahui bersama ada peringatan dari BMKG beberapa waktu lalu bahwa puncak curah hujan November sampai Januari 2026. Dengan demikian, kalau kita bicara curah hujan apalagi Kota Bogor, kita sudah mengalami beberapa kejadian curah hujan di atas 135 milimeter. Artinya, konfirm kejadian hujan ekstrem ini terkait pemanasan global, jadi ada perubahan cuaca yang mengakibatkan banjir lintasan, banjir, longsor, pohon tumbang dan sebagainya,” ujar Dedie Rachim.

Sehingga dengan adanya apel ini, Dedie Rachim menegaskan bahwa sinergitas dan kolaborasi harus dijaga dengan baik untuk terus merawat semangat gotong royong dalam memitigasi dan menangani bencana.

Selain itu, dari hasil pemetaan di Kota Bogor ada dua kecamatan yang relatif dianggap rawan bencana, yaitu Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat, sehingga dua kecamatan ini harus bisa melakukan mitigasi secara tepat.

Dedie Rachim juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa lebih peka dan cinta kepada lingkungan dan pelestarian alam.

Berkaitan dengan bencana pohon tumbang, saat ini sebanyak 2.100 pohon telah dilakukan deteksi dini.

“Ada 250-an yang rawan dan sudah dipetakan lagi, ada 50 yang perlu mendapatkan perhatian khusus,” ujarnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan ekstrem.

Terpisah, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.

Faisal menjelaskan bahwa fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026. Namun, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan saat puncak musim hujan nanti.

“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” ujarnya pada Selasa (4/11/2025).

Selama periode November-Desember 2025, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami curah hujan atas normal, terutama di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

Kombinasi faktor global dan regional seperti La Nina lemah dan Dipole Mode negatif (-1,61) menyebabkan atmosfer tetap labil dan mendukung pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah.

Hal ini meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang, terutama di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, NTB, dan Sulawesi Selatan.

BMKG mencatat, pada Februari hingga April 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah dan mulai berangsur normal.***