Home Blog Page 303

Direktur Utama BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

0

Bogordaily.net – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat dan memadai. Namun demikian, akselerasi penyaluran kredit saat ini menghadapi tantangan, terutama dari sisi permintaan (demand) seiring sikap wait and see dunia usaha serta daya beli yang belum sepenuhnya pulih di seluruh segmen.

Pandangan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi dalam acara Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Kamis (19/2). Acara tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, serta Chief Executive Officer Standard Chartered Donny Donosepoetro.

Dalam pemaparannya, Hery menjelaskan bahwa secara fundamental, industri perbankan memiliki ruang yang memadai untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan secara prudent dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menguat hingga 11,4% YoY, dengan rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) yang terjaga di kisaran 84% YoY. Permodalan industri juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 26%, jauh di atas ambang batas ketentuan minimum regulator.

“Namun demikian, pertumbuhan kredit secara year-on-year hingga Desember 2025 masih berada pada level single digit. Menurut Bank Indonesia, salah satu faktor terjadinya perlambatan kredit saat ini adalah dipengaruhi faktor demand,” ucap Hery.

Mengacu data Bank Indonesia tercatat bahwa permintaan kredit baru menurun di sebagian besar segmen, terutama pada kredit konsumsi yang turun dari 62,9% menjadi 13,4%, serta segmen UMKM yang semula 78,4% menjadi 58,8%. Sedangkan, undisbursed loan pun meningkat secara rata-rata menjadi 10,22%.

“Artinya, fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank serta likuiditas yang tersedia sebenarnya masih memadai, namun realisasi penarikan tertahan. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian (wait and see) dari dunia usaha maupun rumah tangga, sebagai nasabah individu. Jadi tantangannya bukan pada supply dana, tetapi pada kepercayaan dan prospek usaha ke depan. Adapun, yang dibutuhkan bukan sekedar likuiditas tambahan, tetapi penguatan keyakinan pelaku usaha agar ekspansi kembali berjalan,” papar Hery.

Di saat yang sama, rasio kredit bermasalah alias nonperforming loan (NPL) pada UMKM mulai meningkat sejak Desember 2024 dan bertahan di level yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tekanan arus kas pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih. Kombinasi pertumbuhan yang melemah dan risiko kredit yang naik menuntut pendekatan yang lebih selektif berbasis mitigasi risiko.

Hery juga menyoroti bahwa pelemahan pertumbuhan kredit tidak terlepas dari perlambatan tiga sektor utama penyumbang PDB, yakni manufaktur, perdagangan, dan pertanian. Ketiga sektor ini tidak hanya memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, tetapi juga menjadi penyerap tenaga kerja dalam skala luas, sehingga setiap perlambatan langsung berdampak pada aktivitas usaha dan kebutuhan pembiayaan.

Manufaktur, yang berkontribusi hampir 20% terhadap PDB, sangat menentukan kebutuhan modal kerja dan investasi. Di sisi lain, perdagangan sangat bergantung pada daya beli masyarakat, di mana ketika konsumsi melemah, perputaran stok melambat dan permintaan kredit ikut tertahan. Sementara itu, sektor pertanian sebagai basis penyerapan tenaga kerja terbesar memiliki keterkaitan langsung dengan segmen mikro dan UMKM, sehingga tekanan di sektor ini cepat tercermin pada permintaan kredit di level usaha kecil.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sensitivitas pertumbuhan kredit terhadap siklus ekonomi masih cukup tinggi, sejalan dengan struktur kredit nasional yang didominasi sektor padat karya seperti manufaktur, perdagangan, dan pertanian.

“Artinya, moderasi kredit saat ini bukan semata karena faktor likuiditas. Walaupun sudah diguyur dari pemerintah Rp200 triliun sebagai likuiditas tambahan tetapi kondisi ini sangat dipengaruhi oleh struktur sektoral ekonomi kita. Ke depan diversifikasi dan peningkatan pembiayaan di sektor bernilai tambah tinggi menjadi kunci untuk mengurangi sensitivitas siklus,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hery menilai kebijakan fiskal dan moneter saat ini pun berada pada arah yang kredibel dan pro-growth, sehingga mayoritas pelaku usaha menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi. Namun demikian, optimisme tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam percepatan ekspansi riil di tingkat perusahaan.

Sejumlah pelaku usaha masih bersikap hati-hati dan belum berada pada level keyakinan yang cukup kuat untuk mempercepat investasi maupun ekspansi. “Ke depan, fokus perlu bergeser dari narasi optimisme menuju akselerasi implementasi yang benar-benar dirasakan oleh dunia usaha,” papar Hery.

Sejalan dengan hal tersebut, perbankan, khususnya Himbara termasuk BRI, akan tetap berperan aktif dalam mendukung berbagai program strategis nasional yang terarah pada aktivitas produktif. Program Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai mampu mendorong pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga, sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya beli masyarakat.

“Didukung policy mix yang akomodatif, moneter dan fiskal berjalan selaras, ruang ekspansi ekonomi terbuka lebih luas. Di sinilah perbankan berperan bukan sekadar menyalurkan kredit, melainkan membiayai ekosistem pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutup Hery Gunardi.***

Pakar Termal Ungkap Alasan Insinerator Mini atau Tungku Bakar Berbahaya Bagi Kesehatan

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mengeluarkan kebijakan pelarangan penggunaan insinerator mini dalam penanganan sampah.

Kebijakan ini diambil karena metode pembakaran tersebut dinilai berpotensi menimbulkan emisi berbahaya yang berdampak serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Pakar Ilmu dan Rekayasa Termal, Prof Pandji Prawisudha, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah aspek teknis yang harus dipenuhi agar sebuah insinerator dapat beroperasi dengan aman. Namun, pada praktiknya, insinerator mini yang beredar saat ini banyak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Menurut Prof Pandji, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah prinsip 3T, yakni temperature, time, dan turbulence. Ia menegaskan, proses pembakaran sampah harus berlangsung pada suhu tertentu, dalam waktu yang cukup, serta dengan tingkat turbulensi yang memadai agar pembakaran berlangsung sempurna.

“Kita bicara soal 3T, temperature, time, dan turbulence. Apakah itu sudah tercapai atau tidak,” ujar Prof Pandji, Jumat 20 Februari 2026.

Selain itu, aspek kedua yang tak kalah penting adalah pemenuhan baku mutu emisi. Prof Pandji menyebut, setiap unsur gas buang hasil pembakaran memiliki ambang batas konsentrasi yang telah ditetapkan dan didukung oleh berbagai studi ilmiah.

“Masing-masing punya angkanya, dan itu sebetulnya sudah banyak studi yang dilakukan untuk mendukung baku mutu tersebut,” jelasnya.

Aspek ketiga adalah kaidah teknis dan standar industri. Ia menilai banyak insinerator mini yang dibuat tanpa perencanaan teknis yang matang, bahkan cenderung dibuat secara manual tanpa gambar teknis, perhitungan computational fluid dynamics, maupun analisis reaksi kimia.

“Kalau itu tidak ada, gambarnya pun tidak ada, gambar teknisnya tidak ada, mungkin itu menunjukkan bahwa tungku bakar ini atau insinerator ini memang belum memenuhi kaidah-kaidah teknis,” tegasnya.***

Aman atau Tidak Air Sumur yang Direbus? Ini Penjelasan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa air sumur cukup direbus agar aman untuk diminum. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah.

Proses perebusan terbukti efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa perebusan air tidak serta-merta menjamin keamanan air secara menyeluruh. Hal ini dijelaskan oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dalam edukasi terbarunya kepada masyarakat.

Direktur dan jajaran teknis Perumda Tirta Pakuan menyampaikan bahwa meskipun proses perebusan dapat menghilangkan bakteri dan kuman, metode tersebut tidak mampu menghilangkan kandungan logam berat, bahan kimia, maupun polutan berbahaya yang mungkin terdapat di dalam air sumur.

Zat-zat tersebut tetap dapat tertinggal meskipun air sudah dimasak hingga mendidih.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam memilih sumber air minum.

Perumda Tirta Pakuan menyarankan penggunaan air bersih yang telah melalui proses pengolahan dan pengujian kualitas secara ketat guna memastikan keamanan konsumsi jangka panjang.

Air produksi Perumda Tirta Pakuan disebut telah melalui uji kualitas secara klinis dan memenuhi standar mutu sesuai peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kualitas Air Minum.

Standar ini mencakup parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi guna menjamin air layak dan aman dikonsumsi.

Melalui edukasi ini, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor juga mengajak masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas sumber air minum bagi kesehatan keluarga.

Dengan pemilihan sumber air yang tepat dan pengelolaan yang bijak, risiko gangguan kesehatan akibat air tercemar dapat diminimalkan.

RSUD Kota Bogor Gencarkan Kampanye Cegah dan Kenali Kanker Sejak Dini, Tekankan Pentingnya Deteksi dan Gaya Hidup Sehat

0

Bogordaily.net –  Upaya pengendalian penyakit tidak menular terus menjadi prioritas sektor kesehatan nasional.

Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah kanker, penyakit yang kerap terdeteksi pada stadium lanjut sehingga menurunkan peluang kesembuhan.

Melalui kampanye bertajuk “Mari Cegah dan Kenali Kanker”, RSUD Kota Bogor mengajak masyarakat untuk lebih waspada serta proaktif menjaga kesehatan sejak dini.

Dalam materi sosialisasi yang disampaikan, dijelaskan bahwa kanker muncul akibat pertumbuhan sel tubuh yang berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.

Sel-sel abnormal tersebut bukan hanya merusak jaringan di sekitarnya, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain melalui proses yang dikenal sebagai metastasis.

Kondisi inilah yang membuat kanker menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Enam Cara Mencegah Kanker

Sebagai langkah preventif, RSUD Kota Bogor menekankan enam upaya utama pencegahan kanker yang dapat dilakukan masyarakat, yaitu:

1. Kenali kanker, dengan memahami faktor risiko dan gejalanya.
2. Aktivitas fisik, secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.
3. Deteksi dini kanker melalui pemeriksaan kesehatan berkala.
4. Skrining sesuai jenis kanker dan kelompok risiko.
5. Berhenti merokok, guna menurunkan risiko berbagai jenis kanker.
6. Batasi konsumsi alkohol yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.

Selain itu, upaya pencegahan juga diperkuat dengan vaksinasi HPV, pemeriksaan Pap smear, penerapan pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.

Dengan mengenali faktor risiko sejak awal dan menerapkan gaya hidup sehat, peluang kesembuhan akan semakin besar apabila kanker terdeteksi lebih dini.

Melalui kampanye ini, RSUD Kota Bogor berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, serta tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit kanker.

RSUD Kota Bogor Perkuat Budaya Keselamatan Pasien Lewat 6 Standar Utama Pelayanan Medis

0

Bogordaily.net – Keselamatan pasien merupakan fondasi utama dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Bagi RSUD Kota Bogor, aspek ini bukan hanya bagian dari regulasi atau tuntutan akreditasi, tetapi menjadi nilai dasar yang menjiwai seluruh proses pelayanan medis.

Setiap tindakan, mulai dari pendaftaran hingga pasien dinyatakan pulang, dirancang dengan prinsip kehati-hatian demi meminimalkan risiko dan memastikan keamanan optimal.

Manajemen rumah sakit menempatkan perlindungan pasien sebagai prioritas strategis.

Dalam praktiknya, seluruh tenaga kesehatan didorong untuk membangun budaya kerja yang mengedepankan ketelitian, komunikasi terbuka, serta kepatuhan terhadap standar operasional.

Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan mutu layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah tersebut.

Enam Sasaran Keselamatan Pasien sebagai Standar Pelayanan

Untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai prinsip keamanan medis, RSUD Kota Bogor secara konsisten menerapkan 6 Sasaran Keselamatan Pasien. Standar ini menjadi pedoman dalam setiap aktivitas klinis maupun non-klinis.

1. Ketepatan Identifikasi Pasien

Langkah awal yang krusial dalam pelayanan kesehatan adalah memastikan identitas pasien secara akurat.

Rumah sakit menerapkan sistem verifikasi berlapis guna mencegah kekeliruan, seperti tertukarnya rekam medis, kesalahan pemberian obat, hingga tindakan medis yang tidak sesuai.

Proses identifikasi dilakukan menggunakan minimal dua indikator, seperti nama lengkap dan tanggal lahir, sebelum prosedur medis dilaksanakan.

2. Optimalisasi Komunikasi Antar Tenaga Kesehatan

Koordinasi yang efektif antar dokter, perawat, dan tenaga penunjang menjadi kunci mencegah miskomunikasi klinis.

RSUD Kota Bogor memperkuat pola komunikasi terstruktur, termasuk penggunaan metode serah terima pasien yang sistematis. Dengan demikian, setiap informasi medis penting dapat tersampaikan secara jelas, lengkap, dan tepat waktu.

3. Pengawasan Ketat terhadap Obat Berisiko Tinggi

Beberapa jenis obat memiliki potensi risiko yang lebih besar apabila terjadi kesalahan dosis maupun cara pemberian.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, rumah sakit memberlakukan pengawasan khusus terhadap obat-obatan kategori high alert. Penyimpanan, pelabelan, serta proses distribusi diawasi secara ketat agar keamanan terapi tetap terjaga.

4. Kepastian Lokasi dan Prosedur Tindakan Bedah

Dalam layanan pembedahan, verifikasi menjadi tahapan yang tidak boleh diabaikan.

Tim medis melakukan pengecekan ulang terkait identitas pasien, lokasi tindakan, serta jenis prosedur sebelum operasi dimulai. Langkah ini bertujuan menghindari kesalahan lokasi maupun prosedur yang dapat berdampak serius.

5. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Infeksi akibat layanan kesehatan merupakan salah satu risiko yang harus diantisipasi secara sistematis.

RSUD Kota Bogor menerapkan protokol kebersihan ketat, mulai dari sterilisasi alat medis, penggunaan alat pelindung diri, hingga edukasi kebersihan tangan bagi petugas dan pengunjung. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan perawatan yang aman bagi seluruh pasien.

6. Antisipasi Risiko Pasien Terjatuh

Keselamatan pasien juga mencakup perlindungan dari cedera fisik selama masa perawatan.

Rumah sakit melakukan asesmen risiko jatuh pada setiap pasien, terutama lansia dan pasien dengan kondisi tertentu. Pengawasan intensif serta penyediaan fasilitas pendukung menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Melalui komitmen berkelanjutan terhadap standar keselamatan, RSUD Kota Bogor berupaya memperkuat reputasinya sebagai institusi kesehatan yang profesional dan dapat diandalkan.

Konsistensi dalam menjaga keamanan pasien diyakini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan humanis.

Donor Darah saat Puasa Tidak Membatalkan, RSUD Kota Bogor Buka Kouta Terbatas

0

Bogordaily.net – Banyak masyarakat yang masih ragu, apakah donor darah saat menjalankan ibadah puasa dapat membatalkan puasa.

Menjawab keraguan tersebut, berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), donor darah tidak membatalkan puasa. Bahkan, kegiatan ini termasuk amal saleh yang bernilai pahala dan dapat berlipat ganda di bulan suci.

Dalam rangka mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan dengan kegiatan positif, RSUD Kota Bogor bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah yang akan dilaksanakan di area rumah sakit.

Kegiatan donor darah akan berlangsung pada:

  • Senin, 23 Februari 2026
  • Senin, 02 Maret 2026
  • Senin, 09 Maret 2026

Pukul 09.00 – 12.00 WIB, bertempat di Mobil PMI depan Gedung Radiologi RSUD Kota Bogor.

Panitia menyampaikan bahwa kuota peserta terbatas hanya untuk *50 pendonor per hari*, sehingga masyarakat diimbau untuk datang lebih awal agar tidak kehabisan kesempatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah puasa, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial dengan membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah. Selain menyehatkan, donor darah juga menjadi wujud nyata solidaritas dan kemanusiaan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi *Ardy Rahman Firdaus* di nomor *+62 813-1786-0881*.

Ayo, jadikan puasa kali ini lebih bermakna dengan berbagi dan menebar manfaat bagi sesama.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah di Bulan Suci Ramadan 1447 H

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan ibadah di bulan suci Ramadan.

Tak lupa, Sastra juga turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan juga berharap Ramadan tahun ini dapat diberikan kekuatan dalam menjalankan ibadah.

“Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadan 1447 H. Semoga dibulan yang penuh berkah ini kita diberikan kesehatan, kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah,” kata Sastra, Jum’at 20 Februari 2026.

Kemudian, dirinya berharap segala perbuatan amal kebaikan yang dilakukan pada bulan suci ramadan akan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Marhaban ya Ramadan, semoga setiap amal kebaikan dilipatgandakan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” jelasnya.

Selain itu, dirinya berharap masyarakat dapat senantiasa selalu menjaga kondusifitas selama bulan suci Ramadan.

Tentunya agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa bulan suci ramadan tahun ini.

(Albin)

Mayoritas Masyarakat Kabupaten Bogor Puas Atas Kinerja Satu Tahun Kepemimpinan Rudy Susmanto-Ade Ruhandi

0

Bogordaily.net – Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (LS Vinus) merilis hasil survei satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi, pada Kamis 19 Februari 2026.

Dalam hasil rilis tersebut, sebanyak 79,69 persen masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor.

Kemudian, dalam penilaian kondisi ekonomi Kabupaten Bogor saat ini, 76,44 persen responden menyatakan baik dan 3,25 persen sangat baik. Sebaliknya, 13,19 persen menilai buruk dan 3,81 persen sangat buruk.

Ketika dibandingkan dengan kondisi sebelum Rudy–Ade menjabat, 77,06 persen responden menyebut ekonomi tahun ini lebih baik dan 6,31 persen menyatakan jauh lebih baik. Sekitar 75 persen masyarakat menilai terjadi perbaikan kondisi ekonomi.

Kemudian, LS Vinus juga mengukur 16 indikator kinerja pemerintah daerah. Hasilnya, bidang infrastruktur mencatat tingkat kepuasan tertinggi, yakni 92,19 persen.

Disusul kebudayaan 91,50 persen, tata kelola lingkungan 89,13 persen, serta bidang sosial 88,06 persen. Pendidikan mencatat kepuasan 86,44 persen, pelayanan publik 86,94 persen, kesehatan 85,94 persen, dan tata kelola pemerintahan 86,25 persen.

Pada bidang keamanan, kepuasan publik mencapai 84,44 persen. Penegakan hukum 79,75 persen dan pemberantasan korupsi 79,38 persen

Sementara sektor yang masih menjadi catatan adalah transportasi dengan 19,13 persen responden menyatakan tidak puas, serta ketenagakerjaan 20,69 persen tidak puas.

Pengelola data LS Vinus, Risky Riyanto, menjelaskan bahwa, metode survei kali ini dilakukan dengan metode pertanyaan yang lebih detail dibanding survei sebelumnya.

“Secara umum tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati mencapai 79,69 persen. Yang menyatakan tidak puas 13,13 persen dan 7,8 persen tidak menjawab,” kata Resky.

Sementara itu, hasil survei tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus gambaran persepsi publik terhadap kinerja 100 hari pemerintahan di Kabupaten Bogor.

“Mayoritas masyarakat puas, namun tentu masih ada sektor yang perlu ditingkatkan,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Sejarah Masjid Raya Bogor, Ikon Keagamaan yang Jadi Pusat Dakwah dan Kegiatan Umat di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Keberadaan Masjid Raya Bogor tidak hanya menjadi simbol spiritual bagi warga, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang pembangunan keagamaan di Bogor.

Masjid ini lahir dari gagasan besar yang muncul pada era kepemimpinan Wali Kota Bogor saat itu, Letkol Ahmad Syam, sekitar pertengahan dekade 1960-an.

Inisiatif pendirian masjid raya tersebut mulai dirancang sejak 1965, sebagai bagian dari visi menghadirkan pusat aktivitas Islam yang representatif di jantung kota.

Proses pembangunan tidak berlangsung instan. Peletakan batu pertama baru dilakukan pada 1970, dan setelah melewati berbagai tahapan konstruksi, rumah ibadah megah ini akhirnya resmi digunakan pada 1979.

Mengusung Arsitektur Bernuansa Timur Tengah

Secara arsitektural, masjid ini dirancang oleh arsitek kenamaan Indonesia, Friedrich Silaban atau yang lebih dikenal sebagai FX Silaban. Ia dikenal luas sebagai perancang sejumlah bangunan monumental nasional.

Konsep desain yang diusung mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah, terlihat dari kubah besar yang menjadi ciri khas serta tata ruang yang lapang dan simetris.

Karakter desain tersebut menghadirkan nuansa religius yang kuat sekaligus memberikan kesan megah dan terbuka bagi jamaah.

Namun sejak awal, masjid ini tidak hanya direncanakan sebagai tempat pelaksanaan salat berjamaah.

Pemerintah daerah kala itu telah memproyeksikannya sebagai pusat pembinaan umat melalui wadah bernama Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB).

Fungsi tersebut memperluas peran masjid menjadi sentra dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan.

Memasuki bulan suci Ramadan, denyut aktivitas di Masjid Raya Bogor meningkat tajam. Beragam kegiatan keagamaan digelar secara rutin, mulai dari kajian harian, ceramah menjelang berbuka, hingga tadarus Al-Qur’an yang diikuti berbagai kalangan usia.

Tak hanya itu, masjid ini juga menjadi lokasi penyediaan takjil dan makanan berbuka puasa dalam jumlah besar.

Setiap hari, sekitar 300 hingga 500 porsi hidangan berbuka disiapkan untuk jamaah. Kegiatan sosial ini berjalan berkat partisipasi aktif masyarakat dan donatur yang ingin berbagi keberkahan Ramadan.

Antusiasme jamaah yang memadati area masjid setiap sore hingga malam hari menunjukkan kuatnya posisi Masjid Raya Bogor sebagai pusat kegiatan spiritual warga Kota Bogor.

Berdiri di Lahan Luas dan Jadi Titik Pemberangkatan Haji

Masjid Raya Bogor berdiri di atas lahan seluas lebih dari satu hektare. Area yang luas tersebut memungkinkan penyelenggaraan berbagai agenda berskala besar, termasuk kegiatan keagamaan tingkat kota.

Selain menjadi pusat ibadah harian, masjid ini juga kerap difungsikan sebagai titik pemberangkatan jamaah haji asal Bogor. Momentum pelepasan calon jamaah haji di lokasi ini menjadi tradisi yang memperkuat nilai historis dan emosional bangunan tersebut.

Fasilitas penunjang yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari ruang pertemuan, area pendidikan, hingga sarana pendukung lainnya yang mempertegas peran masjid sebagai episentrum kegiatan Islam di Kota Bogor.

Lebih dari empat dekade sejak diresmikan, Masjid Raya Bogor tetap menjadi landmark religius yang memiliki nilai historis sekaligus fungsional.

Keberadaannya bukan sekadar simbol arsitektur megah, tetapi juga ruang hidup bagi aktivitas dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan umat.

Di tengah perkembangan kota yang kian pesat, Masjid Raya Bogor terus mempertahankan perannya sebagai pusat spiritual sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.

Harga Emas Batangan Hari Ini di Pegadaian Jumat 20 Februari 2026, Antam Alami Kenaikan

0

Bogordaily.net – Pergerakan harga emas batangan produksi Antam kembali menunjukkan kenaikan yang positif pada perdagangan hari ini Jumat, 20 Februari 2026.

Berdasarkan data terbaru dari Pegadaian, harga emas Antam di unit Galeri 24 mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini membuat logam mulia ukuran 1 gram kini diperdagangkan di angka Rp 3.208.000 per gram.

Perubahan harga tersebut menjadi perhatian investor ritel maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi.

Tak hanya harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) emas Antam di Pegadaian juga mengalami penyesuaian. Untuk pecahan 1 gram, harga buyback tercatat Rp 2.761.000.

Artinya, terdapat selisih antara harga beli dan harga jual kembali yang perlu diperhitungkan investor sebelum melakukan transaksi.

Buyback merupakan harga yang ditetapkan ketika nasabah ingin menjual kembali emasnya ke Pegadaian. Selisih harga ini menjadi faktor penting dalam strategi investasi jangka pendek maupun panjang.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini di Pegadaian

Berikut daftar lengkap harga emas Antam per Jumat, 20 Februari 2026:

0,5 gram: Rp 1.659.000

1 gram: Rp 3.208.000

2 gram: Rp 6.350.000

3 gram: Rp 9.497.000

5 gram: Rp 15.791.000

10 gram: Rp 31.521.000

25 gram: Rp 78.664.000

50 gram: Rp 157.240.000

100 gram: Rp 314.394.000

250 gram: Rp 785.692.000

500 gram: Rp 1.571.152.000

1.000 gram: Rp 3.142.260.000

Harga tersebut berlaku di outlet Pegadaian dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Itulah tadi, informasi terkait harga emas bantangan Antam di Pegadaian hari ini Jumat, 20 Februari 2026.