Sunday, 19 April 2026
Home Blog Page 303

Tiga Pelaku Pembunuhan di Bojonggede Ditangkap, Terancam 15 Tahun Penjara

Bogordaily.net — Kasus pembunuhan sadis di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap tiga pelaku yang menghabisi nyawa seorang pria berinisial AN.

Ketiganya, yakni MFR (28), MEO (28), dan AS (29), kini ditahan dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polsek Bojonggede, Kompol Made Gede Oka, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 3 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB di rumah salah satu pelaku.

Menurut Made, awalnya pelaku MEO berkenalan dengan korban melalui Facebook. Dari interaksi daring itu, keduanya sering berkomunikasi hingga akhirnya sepakat untuk bertemu langsung.

“Korban datang ke rumah pelaku sekitar jam sepuluh malam. Mereka nongkrong dan berbincang-bincang. Lalu salah satu pelaku meminjam uang kepada korban, tapi korban menolak,” kata Made, pada Rabu, 5 November 2025.

Karena ditolak, pelaku tersinggung dan marah. Terjadi pertengkaran, lalu korban mencoba kabur. Namun ketiga pelaku malah menyerang korban dengan benda tajam dan pecahan vas bunga. Mereka juga menjerat leher korban dengan kawat hingga korban meninggal di tempat.

Warga yang mendengar keributan langsung datang ke rumah pelaku. Para pelaku panik dan melarikan diri sambil membawa beberapa barang milik korban.

Polisi yang mendapat laporan segera melakukan pengejaran. “Dalam waktu kurang dari dua hari, kami berhasil menangkap ketiga pelaku di daerah Caringin, Maseng, Kabupaten Bogor,” jelas Made.

Kini, ketiga pelaku sudah ditahan di Polsek Bojonggede dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Ilham Hasbulloh)

Pinjaman Rp4 Juta Jadi Motif Pembunuhan Brutal di Bojonggede, Tiga Pelaku Ditangkap

Bogordaily.net – Seorang pria berinisial AN ditemukan tewas secara mengenaskan di sebuah rumah kontrakan wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, setelah dianiaya oleh tiga orang kenalannya sendiri.

Peristiwa ini terjadi akibat perselisihan sepele hanya karena korban menolak memberikan pinjaman uang sebesar Rp4 juta.

Ketiga pelaku yang kini telah diamankan pihak kepolisian diketahui berinisial MPO, EFR, dan HS. Kasus tragis ini menjadi pelajaran pahit bahwa pertemanan di dunia maya tidak selalu berujung baik, bahkan bisa berakhir dengan kekerasan mematikan.

Kasat Reskrim Polsek Bojonggede Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka, menjelaskan bahwa korban dan salah satu tersangka, MPO, awalnya berkenalan melalui grup Facebook. Dari komunikasi tersebut, keduanya kemudian sepakat untuk bertemu secara langsung.

“Pertemanan mereka terjalin bukan sudah lama. Mereka baru saling mengenal dari media sosial, kemudian membuat kesepakatan untuk bertemu dan berkumpul di rumah kontrakan itu,” ujar Kompol Made Gede Oka kepada wartawan, Rabu 5 November 2025.

Pertemanan yang baru terjalin itu kemudian berubah menjadi tragedi. Saat tengah berbincang, tersangka MPO meminta korban meminjamkan uang Rp4 Juta dengan alasan biaya persalinan pacarnya.

Namun permintaan itu ditolak oleh korban. Penolakan tersebut membuat suasana memanas hingga berujung cekcok.

“Korban menolak memberikan uang Rp.4jt tersebut, dan karena penolakan itu timbul keributan antara keduanya. Situasi ini kemudian memicu emosi para tersangka lainnya,” jelasnya.

Ketiga pelaku lalu melakukan penganiayaan secara bersama sama menggunakan berbagai benda yang ada di lokasi, mulai dari pecahan vas hingga senjata tajam. Bahkan, bagian leher korban dijerat menggunakan kawat hingga korban kehilangan nyawa.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan leher, serta pendarahan hebat. Para pelaku panik setelah mendengar warga mengetuk kontrakan dan langsung melarikan diri sambil membawa barang milik korban.

Warga yang menemukan korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bojonggede. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Depok dan Unit Reskrim Polsek Bojonggede bergerak cepat mengumpulkan keterangan dan melacak keberadaan para pelaku.

“Ketiga pelaku berhasil kami tangkap kurang dari 48 jam di daerah Caringin Maseng, Kabupaten Bogor. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan sedang menjalani pemeriksaan,” ungkap Kompol Made Gede Oka.

Ketiga tersangka kini ditahan dan terancam hukuman berat atas tindakan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa interaksi di media sosial memerlukan kewaspadaan. Tidak semua orang yang terlihat dekat dalam ruang digital dapat dipercaya begitu saja dalam kehidupan nyata.

(M Fidri Takhrimsyah)

Kemenkop Apresiasi InKUD Gandeng Perusahaan Migas Asing Dengan Nilai Investasi US$30 Juta

0

Bogordaily.net – Dunia perkoperasian nasional kembali menorehkan tinta emas dalam catatan sejarah di Indonesia.

Perama kalinya, Induk Koperasi Unit Desa (InKUD) resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan luar negeri di sektor minyak dan gas (migas) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Ellips Group (Uzbekistan) dan Center Wobang Hongkong Engineering Co. Ltd.

Kerja sama ini menjadi tonggak bersejarah, karena merupakan terobosan pertama koperasi Indonesia bermitra dengan perusahaan migas internasional, dengan nilai investasi mencapai US$30 juta.

Kolaborasi ini mencakup program eksplorasi sumber daya energi di Indonesia, serta transfer teknologi tinggi dari Rusia, yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 1.000 barel perhari.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Henra Saragih yang dalam hal ini mewakili Menteri Koperasi, di sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD Indonesia XLV Tahun Buku 2024, di Jakarta, Rabu (5/11).

“Kerja sama ini semakin membuktikan bahwa koperasi bisa mengelola dan melakukan usaha di semua sektor, termasuk eksplorasi pertambangan migas. Terlebih lagi, sudah didukung UU Minerba yang baru dan PP 39/2025,” kata Henra.

Bahkan, lanjut Henra, sebagai turunan dari PP tersebut, Kemenkop sudah menyusun Peraturan Menteri Koperasi terkait dengan koperasi sebagai penyelenggara atau pengelola tambang minerba. “Jangan sampai koperasi hanya alat dari perusahaan besar. Tetapi, koperasi itu sendiri sebagai pengelola tambang,” imbuh Henra.

Bagi Henra, langkah berani InKUD ini menunjukkan bahwa koperasi Indonesia kini tidak lagi terbatas pada sektor konvensional. Koperasi bisa naik kelas dan menjadi pemain penting dalam sektor strategis seperti energi.

Henra menegaskan, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperluas peran koperasi dalam industrialisasi nasional dan kemandirian energi.

“Kami di Kemenkop mendukung penuh langkah progresif ini. InKUD telah membuktikan bahwa koperasi mampu bermitra dengan perusahaan global dan berperan dalam pembangunan energi nasional,” tambah Henra.

Saat ini, Henra menyebutkan bahwa saat ini badan usaha koperasi sudah bisa mengelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba), termasuk tambang rakyat. Pasalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 sudah dirilis pemerintah, yaitu tentang perubahan kedua atas PP Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba.

Sementara itu, Ketua Umum InKUD Portasius Nggedi menjelaskan, dalam tahap awal, InKUD bersama para mitra akan mengikuti tender eksplorasi migas di wilayah Jambi pada 2026 mendatang, dengan fokus pada eksplorasi berkelanjutan berbasis masyarakat.

“InKUD juga akan berperan aktif dalam penyediaan tenaga kerja lokal, yang diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah,” imbuh Portasius.

Portasius menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi bagian dari visi besar pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi tulang punggung ekonomi modern. Melalui kerja sama ini, akan ada alih teknologi, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan ekonomi di tingkat akar rumput,” ungkap Portasius.

Dalam kesempatan yang sama, InKUD juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 200 siswa berprestasi serta bantuan susu gratis untuk 22 sekolah di wilayah Bogor, sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Kami juga ingin kontribusi kami nyata, tidak hanya dalam sektor energi, tetapi juga dalam membangun generasi muda yang sehat dan berpendidikan, seperti melalui program beasiswa dan susu gratis yang kami serahkan hari ini,” tambah Portasius.***

Binaa’ul Ummah bi Iqtidaa’il Ulamaa, Spirit Santri PMUQI untuk Membangun Umat

0

Bogordaily.net – Suasana khidmat menyelimuti basement pada Ahad, 2 November 2025. Ribuan santriawan dan santriawati berkumpul dalam kegiatan Muhaadhorotul ‘Amm di Masjid Pondok Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) pada Minggu, 2 November 2025.

Kegiatan ini merupakan tradisi pesantren dalam memperkuat nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema besar, “Terbangunnya Umat dengan Meneladani Para Ulama” (Binaa’ul Ummah bi Iqtidaa’il Ulamaa).

Acara tersebut turut dihadiri jajaran asatidz dan asatidzah PMUQI yang dengan penuh perhatian mendampingi para santri mendengarkan tausiah yang menggugah hati dari Habib Luthfi bin Yahya.

Dalam tausiahnya, Habib Luthfi menekankan tentang dua amanah besar yang dibawa setiap santri ketika menuntut ilmu.

“Kita datang ke pondok untuk menuntut ilmu, membawa dua amanah. Amanah yang pertama adalah amanah kepada orang tua, dan amanah yang kedua adalah amanah kepada guru,” ucap beliau.

Habib Luthfi menjelaskan bahwa orang tua menitipkan doa dan harapan agar anaknya menjadi pribadi berilmu, sementara guru adalah sosok yang menuntun agar ilmu tersebut berbuah adab dan akhlak.

Beliau menambahkan, “Tanda-tanda orang yang berkhidmat adalah orang yang bermanfaat ilmunya.”

Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan seorang penuntut ilmu bukan pada banyaknya pengetahuan yang dimiliki, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan agama.

Tidak hanya itu, suasana semakin penuh makna ketika Ustadz Yuli, salah satu pengajar di PMUQI, turut memberikan wawancara mengenai pentingnya menghormati ulama dan orang-orang berilmu.

“Menunggu kehadiran ulama saja sudah merupakan ibadah. Apapun keadaannya harus kita syukuri agar pesantren mendapat keberkahan ketika orang-orang berilmu datang ke pesantren kita,” tutur beliau.

(Malvino Erlangga Ramadhan)

Keseruan Acara Robotic Kembali Hadir di Swiss-Belcourt Bogor: “Robotickidz Zoophoria 2025” Siap Jadi Ajang Petualangan Edukatif

0

Bogordaily.net – Setelah sukses menyelenggarakan Robotickidz Spacetacular 2024, tahun ini kegiatan seru dan edukatif tersebut kembali digelar dengan konsep baru yang lebih menantang.

Bertajuk “Robotickidz Zoophoria 2025”, acara ini siap mengajak peserta menjelajahi dunia robotika dengan sentuhan kreativitas dan eksplorasi seru bertema satwa.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 26 Oktober dan 2 November 2025 di Sky Ballroom, Swiss-Belcourt Bogor, dengan rangkaian lomba menarik seperti coding, animasi, merakit cepat LEGO, hingga robotic programming.

Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari TK-A hingga SMP, yang terbagi dalam beberapa kategori lomba sesuai tingkatannya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Utama Robotickidz, Ibu Rima serta Marcom Manager Swiss-Belcourt Bogor, Rangga Cipta Bentala. Dalam sambutannya, Rangga menyampaikan pentingnya mengembangkan potensi anak di bidang teknologi sejak dini.

“Anak-anak perlu diarahkan untuk memanfaatkan kemajuan era digital sebagai peluang masa depan, bahkan bisa menjadi profesi menjanjikan,” ujarnya.

Peserta tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, mencapai 322 peserta dari berbagai kategori. Dengan biaya pendaftaran Rp180.000 per peserta, setiap peserta akan mendapatkan voucher makan siang dan minuman, serta kesempatan memenangkan piala, hadiah menarik, dan sertifikat bagi 10 pemenang terbaik di tiap kategori.

Tak hanya kompetisi, acara juga dimeriahkan dengan peragaan robot cosplay dan berbagai games interaktif yang seru untuk seluruh keluarga.

“Pastikan ikut serta dalam acara Robotickidz tahun depan ya! Selain bersenang-senang, anak-anak juga bisa belajar, bertemu teman baru, dan mengasah kreativitasnya,” tambah Ibu Rima.

Sebagai tuan rumah, Swiss-Belcourt Bogor berkomitmen mendukung kegiatan positif seperti ini, terutama yang mendorong pengembangan kreativitas dan potensi generasi muda di bidang teknologi, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global di masa depan.

Tentang Swiss-Belhotel International

Swiss-Belhotel International saat ini beroperasi di 20 negara, mengelola portofolio lebih dari 150* hotel, resor, dan proyek yang terletak di Australia, Selandia Baru, Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, China, Hong Kong, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Irak, Mesir, Kenya dan Tanzania. Grup ini menyediakan layanan pengembangan dan manajemen yang komprehensif dan sangat profesional dalam semua aspek hotel, resor, dan tempat tinggal berlayanan.

Kantor-kantor Swiss-Belhotel International terletak strategis di Hong Kong, Selandia Baru, Australia, China, Indonesia, Uni Emirat Arab,Filipina, Vietnam, Malaysia dan Thailand yang mencakup wilayah Oceania, Asia, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan India.

 

RSUD Kota Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik, Ini Tujuannya

0

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor menggelar forum konsultasi publik untuk mendengarkan masukan dan saran dari berbagai kalangan.

Forum konsultasi publik ini dilaksanakan di Aula Tanah Sareal, RSUD Kota Bogor dan dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, Kelurahan, Kecamatan, akademisi, tokoh masyarakat dan media massa, pada Rabu 5 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan standar layanan sekaligus menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bogor, dr. Sari Chandrawati mengatakan kegiatan ini penting dilakukan untuk memperbarui informasi terkait layanan rumah sakit.

Mereka ingin masyarakat dan stakeholder terinformasi secara menyeluruh mengenai pelayanan yang ada di RSUD.

“Pelayanan itu berkembang, mungkin ada yang tahun lalu belum ada tapi sekarang sudah tersedia,” ujar dr. Sari.

Forum ini juga menghasilkan sejumlah masukan dari peserta, seperti perwakilan kecamatan dan polsek menyoroti penataan lalu lintas di depan RSUD serta ketertiban pedagang. Poltekes menawarkan kerja sama dalam program pengabdian masyarakat.

Kepala Puskesmas Gang Kelor mengusulkan pembentukan forum komunikasi antara puskesmas dan RSUD untuk memperkuat koordinasi layanan.

Sementara perwakilan warga Rusunawa menyoroti masalah parkir pegawai, kebersihan, dan kebisingan kendaraan di sekitar area tempat tinggal mereka.

“Masukan sekecil apa pun bila ditindaklanjuti akan membawa dampak baik,” katanya.

Dokter Sari juga mengakui rumah sakit tengah menghadapi keterbatasan obat dan bahan medis habis pakai. Namun, pihaknya berkomitmen terus memberikan layanan terbaik.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pembunuhan Sadis di Bojonggede Bogor, Ini Kronologinya

Bogordaily.net – Polisi berhasil meringkus tiga pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pria AN di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Rabu 5 November 2025.

Diketahui, tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya, MFR (28), MEO (28), dan juga AS (29).

Mereka dihadirkan langsung menganakan baju tahanan beserta beberapa barang bukti lainya di Mapolsek Bojonggede.

Kasat Reskrim Polsek Bojonggede Kompol Made Gede Oka menjelaskan bahwa, kasus ini bermula ketika MEO berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook.

“Jadi dapat saya jelaskan bahwa untuk kronologis perkara pembunuhan ini awalnya para pelaku atau salah satu tersangka yaitu MEO berkenalan dengan korban dari media sosial Facebook selanjutnya mereka chatting di grup Facebook,” kata Kompol Made Gede kepada wartawan, Rabu 5 November 2025.

Kemudian, korban dan para tersangka bersepakat untuk bertemu bersama sama nongkrong di rumah salah satu tersangka yang merupakan sudah menjadi TKP pembunuhan.

“Kemudian sekitar pukul 22.00 korban sampai dan tersangka mengajak kerumah korban kemudian mereka ngobrol nongkrong 4 orang tersangka,” jelasnya.

Selanjutnya, salah satu tersangka yaitu tersangka MFR meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk biaya persalinan pacarnya. Namun, korban menolak.

“Tiba2 korban menolak karena tidak bisa memenuhi keinginan dari tersangka yang meminta sejumlah uang tersebut,” ujar Made.

Made menjelaskan, setelah ada penolakan tersebut tersangka merasa tersingung kemudian ada cekcok keributan dan mencoba untuk melarikan diri.

Pada saat korban ingin melarikan diri dan meninggalkan tempat, salah satu tersangka mendorong korban dan diikuti oleh tersangka lainya. Korban dianiaya dengan menggunakan pecahan kaca sehigga mengalami pendarahan.

“Jadi ketiga tersangka ini melakukan penganiayaan kepada korban dengan melakukan pemukulan kepada korban dengan menggunakan benda benda senjata tajam dan pecahan vas yang ada di TKP,” tuturnya.

Kemudian, korban zecara membabi buta menjerat leher korban menggunakan kawat hingga korban meninggal dunia dilokasi kejadian.

“Sehingga korban mengalami luka dan penuh pendarahan di pelipis dan dibagian tubuh yaitu leher korban, tersangka mengikat atau menjerat leher korban dengan kawat sehingga korbam akhirnya meninggal ditempat,” ungkap Made.

Atas perubatanya ketiga pelaku kini brhasil diringkus dan dikenakan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diketahui, seorang pria AN di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ditemukan tewas bersimbah darah, pada Senin 3 November 2025.

(Albin Pandita)

DPC Syarikat Islam Kota Bogor Berjuang di Jalur Dakwah Ekonomi, Ikuti Mukernas II Syarikat Islam

0

Bogordaily.net — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk terus berjuang di jalur dakwah ekonomi umat, melalui partisipasi aktif dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Syarikat Islam, yang berlangsung pada 4–6 November 2025 di Jakarta.

Kegiatan nasional ini menghadirkan berbagai tokoh nasional dari unsur pemerintahan, ulama, dan pemikir ekonomi Islam, serta seluruh pengurus Syarikat Islam se-Indonesia. Hadir dalam pembukaan antara lain Dr. K.H. Muhammad Sodikun, M.E., H. Ahmad Farial, S.E., Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (Presiden PP/LT SI), serta Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI).

Selain itu, Prof. Dr. Ir. Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR RI) turut memberikan Studi General dalam sesi pembukaan.

Dakwah Ekonomi sebagai Arus Utama Gerakan Syarikat Islam

Ketua DPC Syarikat Islam Kota Bogor, Subhan Murtadla, S.Ag., M.E., menegaskan bahwa perjuangan Syarikat Islam tidak hanya dalam ranah dakwah spiritual, tetapi juga dakwah ekonomi yang membebaskan umat dari ketergantungan dan ketimpangan sosial.

“Gerakan dakwah Syarikat Islam hari ini harus menjawab tantangan ekonomi modern. Kami di Bogor berkomitmen membangun koperasi, UMKM, dan jaringan usaha umat yang menjadi pondasi kemandirian ekonomi rakyat. Ini adalah wujud nyata ajaran Tjokroaminoto dalam konteks kekinian,” ujarnya.

Subhan juga menyampaikan bahwa kehadiran DPC SI Kota Bogor dalam Mukernas ini bertujuan memperkuat sinergi antar daerah serta mendorong pembentukan Koperasi Syarikat Islam di tingkat kota dan kabupaten.

Tokoh Nasional: Hidupkan Semangat Cokroaminoto lewat Gerakan Koperasi

Dalam pembekalan pertama Sidang Pleno II, Sekjen DPP Syarikat Islam/Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Ferry J. Juliantono, S.E.Ak., M.Si., menyampaikan bahwa semangat Cokroaminoto dalam berkoperasi menjadi landasan gerakan ekonomi Islam di Indonesia.

“Cokroaminoto melihat koperasi sebagai solusi strategis untuk melawan penindasan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Prinsip koperasi sejalan dengan nilai-nilai Islam: keadilan, kebersamaan, dan tolong-menolong dalam ekonomi umat,” ujar Ferry.

Ia menegaskan dukungan penuh terhadap Syarikat Islam untuk memperkuat koperasi berbasis desa dan kelurahan, sesuai amanah Presiden Prabowo Subianto untuk membesarkan kembali gerakan koperasi sebagai perwujudan ekonomi Pancasila dan ekonomi konstitusi.

“Kami sedang membangun 80 ribu lebih Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, agar ekonomi rakyat bangkit, sebagaimana dulu dilakukan para pendiri Sarekat Dagang Islam,” tambahnya.

Pemikiran Ekonomi dan Kebangsaan dari Berbagai Tokoh

Dalam rangkaian Mukernas II, hadir pula pembicara dari berbagai kementerian dan tokoh nasional:

  • Sudarjono, B.Eng., M.M., MBA – Wamen Pertanian RI, membahas Strategi Mewujudkan Petani Maju dan Sejahtera.
  • Ir. Ahmad Riza Patria, MBA – Wamendes PDTT RI, membahas Kemandirian Desa dalam Menumbuhkan Kekuatan Ekonomi Kerakyatan.
  • Dr. Fadli Zon, M.Sc. dan N. Syamsudin Ch. Haesy membawakan materi Diseminasi Komunikasi Budaya dalam Gerakan Islam.
  • Dr. Purbaya Yudhi Sadewa dan Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D. – membahas Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia 2026.
  • Dr. Redha Manthovani – Jaksa Tinggi Bidang Ekonomi, menyampaikan Peran Kejaksaan dalam Pengawasan Program Ekonomi Pemerintah.

Dalam penutupan hari kedua, Subhan Murtadla kembali menegaskan bahwa Bogor siap menjadi pusat gerakan dakwah ekonomi Syarikat Islam.

“Kami membawa semangat ‘Bogor Bangkit Bersama Umat’. Dakwah ekonomi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari umat di pasar, koperasi, dan lembaga usaha kecil. Di situlah ruh perjuangan Syarikat Islam hidup,” tegasnya.

Mukernas II Syarikat Islam berlangsung selama tiga hari, 4–6 November 2025, dengan tema besar: “Aktivasi Dakwah Ekonomi untuk Kemandirian Umat dan Kedaulatan Bangsa.”

Kegiatan ini ditutup dengan sidang pleno ke-X dan arahan akhir dari Presiden PP/LT Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Sinopsis Film Solata (2025): Kisah Guru Relawan di Pegunungan Toraja

0

Bogordaily.net – Film Solata (2025) menghadirkan kisah yang hangat, menyentuh, dan penuh makna tentang perjalanan seorang guru muda yang mencari jati diri di pelosok negeri.

Dikutip dari akun Instagram @filmsolata, film ini mengikuti kisah Angkasa, seorang pria asal Jakarta yang memutuskan meninggalkan hiruk-pikuk kehidupan kota untuk menjadi guru relawan di Pegunungan Ollon, Tana Toraja.

Namun, perjalanan Angkasa bukan sekadar pelarian dari masa lalu, melainkan sebuah pencarian makna hidup dan ketenangan batin setelah mengalami berbagai luka.

Di tempat terpencil itu, ia bertemu enam murid istimewa dengan nama unik Karno, Harto, Mega, Bambang, Wahid, dan Habi yang semuanya terinspirasi dari nama presiden Indonesia.

Hubungan antara Angkasa dan keenam muridnya perlahan berkembang menjadi ikatan emosional yang kuat.

Mereka tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kasih sayang, ketulusan, dan arti kebersamaan.

Dari hubungan inilah, Angkasa menemukan arti “keluarga” yang sesungguhnya, bukan berdasarkan darah, melainkan karena rasa saling menghargai dan memahami.

Salah satu kekuatan utama Solata adalah sinematografinya yang menampilkan panorama indah Pegunungan Ollon.

Hamparan lembah hijau, udara sejuk, dan kesederhanaan masyarakat Toraja bukan hanya menjadi latar visual, tetapi juga simbol kedamaian batin dan keteguhan hidup.

Setiap adegan terasa autentik dan penuh makna, menggambarkan kontras antara kesunyian alam dan hangatnya interaksi manusia. Keindahan ini seolah menjadi cerminan perjalanan batin Angkasa dari kesepian menuju ketulusan.

Karakter Angkasa diperankan dengan apik oleh Rendy Kjaernett, yang berhasil menampilkan transformasi emosional dari seorang pria tertutup menjadi sosok yang penuh empati.

Interaksinya dengan para murid menghadirkan banyak momen menyentuh yang mampu mengaduk perasaan penonton.

Melalui interaksi sederhana, film ini menegaskan bahwa proses belajar bukan hanya dari guru kepada murid, tetapi juga sebaliknya tentang bagaimana orang dewasa bisa belajar ketulusan dari anak-anak.

Kata Solata dalam bahasa Toraja berarti teman. Makna ini menjadi benang merah dari seluruh cerita.

Film ini ingin mengingatkan bahwa persahabatan dan kasih sayang bisa menjadi bentuk keluarga baru yang kita pilih sendiri.

Film ini cocok untuk anda yang menyukai kisah humanis dengan latar alam Indonesia yang indah. Solata 2025 menjanjikan tontonan penuh kehangatan yang akan meninggalkan kesan mendalam setelah kredit akhir bergulir.***

Jeanetta Sanfadelia Bikin Heboh Usai Sindir “Suami Gay” di TikTok

0

Bogordaily.net – Nama Jeanetta Sanfadelia, mantan istri penyanyi Ardhito Pramono, kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Ia mendadak viral usai mengunggah sebuah video di TikTok yang menyinggung soal “suami penyuka sesama jenis”.

Video tersebut diunggah di akun pribadinya, @jeannesfdl, dan memperlihatkan Jeanetta sedang lipsync lagu “Where is My Husband?” milik penyanyi Raye.

Namun yang mengejutkan, di bagian reff lagu yang seharusnya berbunyi “Where is my husband?”, Jeanetta justru menambahkan kalimat yang tak terduga:

“???? Your husband is gay ????”.

Kalimat itu tak hanya diucapkan, tapi juga ditulis jelas di caption, lengkap dengan tambahan keterangan, “i think i downloaded the wrong version?”

Kombinasi antara ekspresi lipsync, caption kocak, dan konteks lagu itulah yang membuat unggahan tersebut langsung viral dan memancing spekulasi liar dari netizen.

Tak butuh waktu lama, kolom komentar Jeanetta pun dibanjiri warganet yang menduga video itu merupakan sindiran untuk Ardhito Pramono, sang mantan suami.

Banyak yang berspekulasi bahwa Jeanetta tengah mengungkap sesuatu soal hubungan masa lalunya.

Namun, melihat unggahannya makin ramai diperbincangkan, Jeanetta langsung memberikan klarifikasi lewat kolom komentar. Ia membantah bahwa konten itu merupakan sindiran atau bentuk pelampiasan pribadi.

“Waduh tiba-tiba rame? Nggak nyindir siapa-siapa jujur, cuma nepuk tanganin remix lagu ini pas banget,” tulis Jeanetta.

Ia juga menjelaskan bahwa konten TikTok-nya hanya dibuat untuk hiburan semata, bukan untuk menyindir siapa pun.

“Jujur punten, nggak semua video lipsync TikTok sesuai sama hidup ini akun ini cuma buat have fun aja,” tambahnya.***