Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 331

Tiga Warung di Bogor Utara Ludes Terbakar

0

Bogordaily.net  – Tiga bangunan warung di Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar pada Minggu malam (19/10/2025).

Api muncul tiba-tiba dari sebuah wajan gorengan. Bukan karena minyak yang terlalu panas — tapi karena kebocoran gas dari tabung yang digunakan untuk memasak.

Tidak ada korban jiwa. Tapi tiga warung — warung nasi uduk, warung nasi, dan warung sembako — hangus.

“Objek terbakar tiga bangunan. Korban luka maupun jiwa, nihil,” ujar Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, M Ade Nugraha, Senin (20/10/2025).

Semua terjadi cepat.
Sekitar pukul 19.15 WIB, warga melihat api membubung dari arah warung nasi uduk. Dalam hitungan menit, api menjalar ke dua bangunan lain yang berdempetan.

Kesaksian warga kejadian itu berlangsung saat sedang menggoreng, kemudian tercium bau gas. Suasana panik dan mencoba memadamkan api sendiri. Tapi percikan kecil berubah jadi kobaran besar.

“Api langsung membesar, lalu merambat ke warung sebelah,” kata saksi mata.

“Pemilik sempat berusaha memadamkan, tapi gagal. Warga akhirnya menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.”

Sebanyak lima unit mobil pemadam dan satu unit rescue dikerahkan. Dalam waktu 30 menit, api berhasil dijinakkan.

Namun, seperti biasa, setelah padam, yang tersisa hanya puing dan bara hitam.

Kebakaran di Ciparigi ini menjadi pengingat keras bahwa kebocoran tabung gas bukan hal sepele. Ia kecil, tapi bisa membakar tiga rezeki sekaligus — dalam satu malam.***

Mengubah Daster Jadi Fashion Elegan, UMKM Binaan BRI “Findmeera” Buktikan Perempuan Bisa Berdaya dari Rumah

0

Bogordaily.net – Menjadi perempuan multiperan bukanlah hal yang mudah. Setiap hari, ada begitu banyak tantangan, membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan, menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan mimpi pribadi.

Namun justru di situlah letak kekuatan perempuan, yaitu kemampuan untuk tetap berdiri, memberi kasih, sekaligus menciptakan perubahan.

Hal inilah yang dibuktikan oleh Findy, sosok di balik lahirnya Findmeera, brand daily wear lokal yang mengangkat daster dari sekadar pakaian rumahan menjadi simbol keanggunan sekaligus pemberdayaan perempuan.

Meski menjalani berbagai peran dalam hidupnya, Findy memilih untuk tidak berhenti. Ia menjadikan tantangan sebagai peluang, menghadirkan karya yang tidak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri, tetapi juga menginspirasi perempuan lain dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya.

Pandemi 2022 menjadi titik awal lahirnya Findmeera. Di tengah keterbatasan, justru banyak perempuan menemukan kekuatan baru, ada yang mulai berkebun, belajar keterampilan, hingga menciptakan karya yang bermanfaat bagi orang lain.

“Waktu itu masih pandemi, banyak perempuan bekerja dari rumah. Mereka butuh pakaian yang nyaman, tapi tetap bisa dipakai keluar rumah dengan percaya diri,” cerita Findy. Dari sanalah lahir ide daster multifungsi: santai dipakai di rumah, tetap stylish untuk ke luar.

Findy menyadari stigma yang melekat pada daster di Indonesia. “Daster sering dianggap sebelah mata, posisinya tidak sama dengan pakaian lain. Findmeera hadir untuk menjawab kebutuhan wanita aktif yang ingin pakaian nyaman tapi tetap elegan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar busana, Findmeera lahir dengan misi sosial. Di saat banyak pengrajin kehilangan pekerjaan, Findy melibatkan pengrajin lokal, khususnya ibu-ibu dalam proses produksinya.

Setiap koleksi pun memadukan teknik tradisional seperti shibori, tie-dye, dan batik stamp dengan desain busana rumahan yang santai namun elegan.

“Yang membedakan Findmeera adalah kualitas materialnya. Kami menggunakan serat kayu alami bersertifikasi OEKO-TEX® Standard 100, setiap daster dan kaftan Findmeera tidak hanya indah, tetapi juga aman, adem, dan ramah kulit bahkan untuk bayi. Dengan konsep ini, Findmeera berhasil mengangkat wastra ke panggung gaya hidup modern. Jadi para ibu bisa tetap aktif dan percaya diri tanpa khawatir soal kualitas,” jelas Findy.

Sejak awal, Findmeera berdiri bukan hanya untuk bisnis, tetapi juga untuk pemberdayaan perempuan. “Kami bekerja sama dengan pengrajin ibu-ibu di Jawa dan Banten. Sistem kerjanya fleksibel, mereka bisa memproduksi dari rumah tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan istri. Jadi meski dengan keterbatasan waktu, mereka tetap bisa berkarya,” ungkap Findy.

BRIncubator Membuka Cara Pandang Baru Findmeera dalam Dunia Bisnis
Saat menjalankan Findmeera di tahun 2023, Findy mengaku bisnisnya masih sangat sederhana.

“Saya sendiri tidak punya basic bisnis. Jadi ya banyak trial and error,” kenangnya. Hingga akhirnya, ia berkenalan dengan Rumah BUMN Jakarta (RB), wadah yang didukung BRI untuk mendampingi UMKM. Di sanalah Findy mendapatkan banyak pelatihan dan bertemu mentor yang membuka cara pandangnya terhadap dunia usaha.

Salah satu program yang paling berkesan adalah BRIncubator, yang membimbing UMKM agar lebih terarah, mulai dari manajemen, keuangan, hingga strategi pemasaran.

“Di awal, coach dari BRI melakukan riset dulu terhadap usaha kami. Mereka melihat sejauh apa bisnis berjalan, lalu memberikan pelatihan yang benar-benar sesuai kondisi kami. Jadi terasa personal, tidak sekadar teori,” ujarnya.

Hasilnya, di tahun yang sama, Findmeera berhasil menjadi Juara BRIncubator Rumah BUMN kategori fashion.

Pencapaian ini membuat brand daster ini semakin dikenal, sekaligus membuktikan bahwa langkah sederhana bisa berbuah besar dengan pendampingan yang tepat.
Tidak semua pelaku usaha bisa langsung terhubung dengan Rumah BUMN Jakarta.

Karena itu, BRI menghadirkan solusi digital lewat linkumkm.id, platform pembelajaran dan pendampingan UMKM di seluruh Indonesia. Melalui platform ini, pelaku usaha bisa mengikuti jadwal pelatihan online sesuai kebutuhan, bergabung di coaching clinic bersama mentor, dan melakukan scoring usaha untuk mengukur perkembangan bisnis.

“Banyak ilmu yang bisa diakses di sana. Jadi meskipun bukan di Jakarta, kita tetap bisa mendapatkan manfaat dari program BRI,” jelas Findy.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan yang ditujukan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah melalui proses kurasi. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha agar siap menembus pasar ekspor.

BRIncubator menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam membantu UMKM untuk berkembang dan naik kelas. Melalui pendekatan pelatihan yang terarah dan sistematis, serta pendampingan yang berkelanjutan, program ini dirancang agar UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” tambahnya.***

Menkop Ajak GP Ansor Atasi Permasalahan Dasar Masyarakat Desa Lewat Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan mendasar di desa, seperti keterbatasan listrik, akses internet, dan kemiskinan dan lain sebagainya.

Menkop Ferry menambahkan bahwa pembangunan perekonomian di desa tidak dapat dijalankan sendiri oleh pemerintah tanpa melibatkan berbagai pihak. Dalam hal ini GP Ansor dinilai menjadi mitra strategis pemerintah yang dapat diberdayakan dengan optimal untuk mensejahterakan masyarakat desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah (Kopdes/Kel) Merah Putih. Dengan basis massa yang begitu besar GP Ansor diharapkan terlibat aktif untuk menyukseskan program prioritas pemerintah khususnya Kopdes/Kel Merah Putih.

“Saya mengajak GP Ansor untuk turun langsung membantu menyelesaikan persoalan desa, mulai dari listrik, air bersih, hingga kemiskinan. Koperasi adalah wadah terbaik untuk itu,” ujar Menkop Ferry dalam Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat yang digelar oleh GP Ansor dengan tema “Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong Di Desa-Desa di Bandung, Minggu (19/10).

Menkop Ferry menyoroti fakta bahwa masih terdapat ribuan desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dan belasan ribu desa yang belum memiliki akses internet. Kondisi ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa pembangunan belum sepenuhnya merata dan perlu diselesaikan melalui pendekatan berbasis komunitas.

“Masih ada ribuan desa tanpa listrik dan belasan ribu desa tanpa internet. Setelah 80 tahun merdeka, ini harus menjadi panggilan moral bagi kita semua untuk bergerak,” tegasnya.

Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan mendasar tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk GP Ansor, untuk membangun pembangkit listrik mini hidro ataupun pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang kemudian nantinya dikelola oleh koperasi desa. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi desa dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain persoalan energi, Menkop juga menyoroti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi di pedesaan. Kopdes/ Kel Merah Putih berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, memperpendek rantai pasok, dan menekan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi solusi bagi persoalan ekonomi struktural di desa. Dengan koperasi, harga di tingkat petani bisa naik, sementara harga di konsumen bisa turun,” jelasnya.

Menkop Ferry kembali menegaskan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan mandat langsung dari Presiden RI, dengan target pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini bukan sekadar proyek pemerintah, tetapi sebuah gerakan nasional untuk membalikkan sistem ekonomi agar kembali ke arah ekonomi Pancasila.

“Presiden ingin mengembalikan arah kebijakan ekonomi dari yang liberal dan kapitalistik menjadi ekonomi konstitusional, ekonomi Pancasila. Dan koperasi adalah soko guru perekonomian nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkop Ferry mengungkapkan bahwa koperasi saat ini diizinkan untuk mengelola sektor-sektor strategis seperti tambang mineral, energi rakyat, dan perkebunan sawit dan lainnya. Menkop mendorong GP Ansor untuk memanfaatkan peluang ini demi kesejahteraan masyarakat.

Menkop Ferry meyakini sinergi yang erat antara pemerintah dan berbagai pihak terutama GP Ansor program Kopdes/ Kel Merah Putih akan beroperasi dengan baik dan target untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Menkop Ferry juga mengapresiasi banyaknya kepala desa dan pengurus koperasi yang juga merupakan anggota GP Ansor. Menurutnya, kehadiran kader Ansor di desa akan mempercepat transformasi koperasi menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis gotong royong.

“Saya kaget, ternyata banyak kepala desa dan pengurus koperasi yang berasal dari GP Ansor. Ini potensi besar untuk menggerakkan ekonomi rakyat dari desa,” ujarnya.

Kemenkop saat ini telah menyiapkan 8.000 Business Assistant untuk mendampingi koperasi desa dalam pengelolaan bisnis dan keuangan. Setiap asisten akan mendampingi sepuluh koperasi, sehingga percepatan transformasi bisa terjadi secara merata. Hal ini sebagai salah satu strategi agar operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dengan optimal.

“Kami ingin koperasi menjadi sehat, modern, dan mandiri. GP Ansor bisa menjadi mitra strategis dalam mendampingi koperasi di lapangan,” katanya.***

Penerimaan Tamu Ambalan dan Persami di Bumi Perkemahan Ummul Quro Al-Islami

0

Bogordaily.net – Sebanyak 300 peserta pramuka dari kelas 2 MTs dan kelas 4 MA Ummul Quro Al-Islami mengikuti kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) dan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang digelar di Bumi Perkemahan Ummul Quro Al-Islami, Sabtu (18/10/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para santri untuk melangkah ke jenjang pramuka penegak sekaligus memenuhi salah satu syarat kegiatan SKU, yaitu pelaksanaan perkemahan.

Menurut Kak Ni’am Rahmatullah, selaku penanggung jawab kegiatan, pelaksanaan Ambalan dan Persami merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepramukaan di pesantren.

“Ambalan adalah pintu gerbang calon pramuka penegak ketika beralih dari penggalang. Sedangkan Persami dilakukan karena ada satu butir di SKU yaitu melaksanakan perkemahan. Jadi, Ambalan dan Persami adalah kegiatan yang harus dilakukan,” jelasnya.

Meskipun demikian, Kak Ni’am mengakui bahwa kegiatan tahun ini menghadapi tantangan, terutama dalam hal waktu pelaksanaan.

“Tantangan terbesarnya adalah masalah waktu. Dikarenakan padatnya kegiatan di pesantren sehingga harus diundur. Hal ini juga membuat kegiatan Ambalan dan Persami dilaksanakan secara bersamaan,” ujarnya.

Kak Rajan Muhammad Naufal menilai antusiasme para peserta tetap tinggi meski jadwal kegiatan cukup padat.

“Alhamdulillah, peserta banyak yang ikut acara Ambalan ini. Ada sekitar 300 peserta yang hadir. Mereka semua antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir,” ungkapnya.

Selain itu, Kak Ni’am juga menambahkan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Pramuka mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan prinsip dasar untuk menghadapi tantangan hidup. Dengan pramuka, kita dapat berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan negara,” tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, Kak Nabil Nur Hafidz memberikan pesan semangat kepada seluruh peserta.

“Tetap semangat, terus berjuang. Ingat, ini bukanlah akhir, ini adalah awal dari sebuah perjuangan,” pesannya.***

Muda, Berani, Berprestasi! Danesh Dario Gemilang di Kejurnas Autokhana Purwokerto 2025

0

Bogordaily.net  — Putaran ke-4 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Autokhana 2025 yang digelar di GOR Satria, Purwokerto, menjadi rangkaian penting dari total lima seri musim ini. Ajang yang selalu dinanti para penggemar slalom ini tampil semakin seru, terlebih lintasan GOR Satria kini tampil segar dengan lapisan aspal baru, memberikan grip optimal bagi para peserta menghadapi ritme lintasan yang dikenal tricky dan menantang.

Salah satu sorotan datang dari Tim U23 Academy yang menurunkan empat pembalap muda berbakat: Brenadiva, Arya Dipa, Adnan Suryadinata, dan Danesh Dario — peslalom muda asal Kota Bogor. Tim ini berada di bawah naungan PT Sarana Muda Nusantara, menggunakan Honda Brio yang dipersiapkan secara khusus oleh Whoosah Motorsport.

Pembalap muda Bogor, Danesh Dario, tampil percaya diri di lintasan baru GOR Satria dan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan finis di 10 besar kategori Non Seeded Nasional.

“Alhamdulillah saya bisa masuk 10 besar Non Seeded Nasional. Seluruh sesi Heat 1 dan Heat 2 berjalan lancar. Saya sudah mempersiapkan diri di Purwokerto dan melakukan latihan di Menara Pandang sejak Rabu, tiga hari sebelum lomba. Dari latihan itu, saya yakin dengan setting kendaraan dan performanya, sehingga bisa menikmati setiap tikungan di GOR Satria,” ujar Danesh Dario dengan senyum optimis.

Kehadiran Danesh di putaran ke-4 ini juga mendapat dukungan penuh dari PT UBI Royal Nata Nusantara, yang merupakan perusahaan finance investment berskala internasional, serta MIND ID.

Selanjutnya, ajang pamungkas Kejurnas Autokhana 2025 akan digelar di GOR Arcamanik, Bandung, pada bulan November mendatang.

“Harapan kami di seri final nanti, Danesh bisa tampil konsisten dan stabil, dengan persiapan latihan yang semakin matang,” tutup Ario Danu, yang mendampingi setiap seri berlangsung.***

Kota Bogor Toreh Prestasi Nasional, Sabet Juara 2 Mandaya Award 2025

0

Bogordaily.net – Atas kolaborasi yang baik dengan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diganjar penghargaan Mandaya Award Tahun 2025.

Mandaya Award adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada individu, komunitas, dan stakeholder yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memberdayakan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan nasional.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Salah satu inovasi yang menjadi penilaian pemerintah adalah Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (Takesi) Mutiara Bogor Raya (MBR) di Kelurahan Katulampa, yang dinilai sukses mewujudkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

“Takesi MBR mampu membawa harum nama Kota Bogor dan mudah-mudahan terus bersinergi dengan pemerintah,” tutur Jenal Mutaqin usai menerima penghargaan.

Ia mengatakan bahwa Kota Bogor dalam hal ini berhasil meraih juara kedua kategori “kota” dalam ajang Mandaya Award 2025.

“Pemerintah Kota Bogor berkolaborasi dengan masyarakat dan berhasil mengangkat potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan,” ungkap Jenal Mutaqin.

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Ukuran keberhasilan bukan hanya pada program bantuan sosial, melainkan pada meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat,” tutur Muhaimin Iskandar.

Menurutnya, tantangan sosial ekonomi ke depan masih cukup kompleks. Karena itu, penghargaan ini menjadi cambuk bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih keras.

Data kemiskinan nasional tahun 2025 mencatat, Indonesia masih berada di level 8,47 persen atau lebih dari 12,58 juta jiwa penduduk di pedesaan tergolong miskin.

Tingkat ketimpangan sosial juga masih cukup tinggi dengan gini rasio 0,375, sementara sekitar 4,85 juta dari 7,28 juta pengangguran merupakan tenaga kerja terdidik.

“Mandaya adalah simbol perubahan paradigma, dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata,” tegas Muhaimin.

Ia menambahkan, 50 inisiatif terbaik penerima penghargaan tahun ini memiliki satu benang merah, yakni keyakinan bahwa masyarakat dapat menjadi pelaku utama pembangunan apabila diberikan ruang, akses, dan kepercayaan.

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Muhaimin menegaskan agar tidak ada fasilitas pemerintah yang dibiarkan mangkrak.

“Fasilitas publik harus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan kegiatan ekonomi masyarakat di akar rumput,” ujarnya.***

Jakarta hingga Surabaya Kepanasan! Suhu Indonesia Tembus 37°C

0

Bogordaily.net – BMKG mencatat suhu udara di Indonesia mencapai hingga 37,6°C dan diprediksi bertahan sampai awal November 2025.

Penyebab utama cuaca panas ekstrem adalah posisi Matahari tepat di atas Indonesia dan langit cerah tanpa awan.

Masyarakat diminta menghindari sinar matahari langsung, memakai pelindung, dan menjaga hidrasi tubuh.

Belakangan ini, banyak warga di berbagai kota Indonesia mengeluhkan cuaca yang terasa semakin menyengat, bahkan di pagi hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di sejumlah wilayah kini mencapai hingga 37,6°C, dengan rata-rata harian sekitar 35°C.

Fenomena ini disebut sebagai cuaca panas ekstrem, dan diperkirakan akan bertahan hingga awal November 2025.

BMKG menjelaskan, kondisi panas ekstrem ini disebabkan oleh posisi semu Matahari yang kini berada tepat di atas wilayah Indonesia.

Faktor lain seperti langit yang cerah dan minimnya awan turut membuat sinar matahari terasa lebih terik, karena tidak ada penghalang alami yang memantulkan panas.

“Saat ini posisi Matahari memang sedang melintas di atas Indonesia bagian tengah. Cuaca panas seperti ini wajar, tapi tetap perlu diwaspadai dampaknya bagi kesehatan,” kata Deputi Klimatologi BMKG dalam keterangannya.

Beberapa kota besar menjadi wilayah paling terdampak cuaca panas kali ini. Di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Palembang, dengan suhu siang hari berkisar 35–37°C.

Bahkan di beberapa wilayah perkotaan, suhu permukaan aspal dan dinding gedung tercatat bisa mencapai lebih dari 45°C.

Warga mengaku merasa cepat lelah, kulit terasa terbakar, dan sulit tidur akibat suhu malam yang tetap tinggi.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan efek panas ekstrem, terutama bagi anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan.

Warga disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 10.00–16.00.

Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, kacamata hitam, dan sunscreen. Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Mengurangi aktivitas berat di luar ruangan pada jam-jam panas puncak

“Kondisi panas yang terus-menerus dapat memicu kelelahan, heatstroke, dan dehidrasi. Tetap jaga asupan cairan tubuh,” imbau BMKG.

Di media sosial, tagar #CuacaPanas dan #BMKG menjadi trending.

Banyak warganet membagikan video termometer yang menunjukkan suhu ekstrem di siang hari, hingga momen lucu seperti es krim yang langsung meleleh begitu keluar dari kulkas.

“Keluar rumah lima menit aja udah kayak di oven,” tulis salah satu warganet dari Surabaya.

Ada pula yang berseloroh, “Matahari lagi lembur nih, panasnya sampai ke hati.”***

Profil dan Perjalanan Hidup Timothy Anugerah Saputra Mahasiswa Unud yang Mengakhiri Hidupnya di Kampus

0

Bogordaily.net – Timothy Anugerah Saputra Mahasiswa Unud menjadi perbincangan publik setelah kisah tragisnya mencuat di media sosial. Bukan karena prestasi atau kebaikan yang ia tinggalkan, melainkan karena perundungan yang diterimanya bahkan setelah ia tiada.

Ia meninggal dunia pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025. Diduga, Timothy Anugerah Saputra Mahasiswa Unud mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 4 Gedung FISIP Universitas Udayana, Kampus Sudirman. Tubuhnya ditemukan dengan luka parah di beberapa bagian, dan meski sempat dilarikan ke RSUD Ngurah, nyawanya tak tertolong.

Yang membuat publik makin marah bukan hanya kepergian mendadak itu, tetapi juga reaksi kejam sebagian mahasiswa kampusnya sendiri. Di grup-grup percakapan yang beredar luas, ada yang menertawakan, ada yang meremehkan. Seolah kematian bukan lagi batas rasa kemanusiaan.

Timothy dikenal luas di lingkaran kampusnya sebagai sosok hangat dan cerdas. Ia mahasiswa sosiologi angkatan 2022 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana. Di mata teman-temannya, ia bukan sekadar mahasiswa—ia pemikir muda yang berani bersuara, aktif berdiskusi soal politik dan keadilan sosial.

Akun media sosial @frontmudarevolusioner bahkan menulis bahwa Timothy Anugerah Saputra Mahasiswa Unud adalah pribadi yang lembut namun tegas terhadap prinsip. Ia sering berjalan kaki ke kampus, demi sekadar berdiskusi atau belajar bersama rekan-rekannya. Pemuda asal Bandung itu dikenal rendah hati dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan yang ia perjuangkan.

Kini, namanya menjadi simbol dua hal yang berlawanan: empati dan kebiadaban. Empati dari mereka yang mengenang dan mendoakan, serta kebiadaban dari mereka yang merundung bahkan setelah nyawanya pergi.

Publik berharap tragedi ini membuka mata dunia pendidikan—bahwa kampus bukan sekadar tempat mencari ilmu, tapi juga tempat belajar menjadi manusia.***

Kakek 75 Tahun di Jakarta Timur Usir Pemotor Nakal Pakai Ular Raksasa

0

Bogordaily.net – Aksi nyentrik seorang kakek bernama Subari (75) di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, sukses mencuri perhatian warga dan dunia maya.

Pasalnya, pria sepuh ini punya cara tak biasa tapi ampuh untuk menertibkan pemotor nakal yang sering menyerobot trotoar ia menaruh seekor ular sanca raksasa di pinggir jalan!

Semula, trotoar di Jalan Haji Bokir bin Djiun sering dipenuhi oleh pengendara motor yang nekat naik ke atas trotoar demi menghindari kemacetan.

Tapi sejak ular milik Kakek Subari muncul di sana, suasana berubah drastis tak ada satu pun pemotor berani lewat.

“Pas ular ditaruh, nggak ada yang berani lewat. Gede banget ularnya, semua pada takut,” kata Anwar, warga sekitar, Sabtu 18 Oktober 2025.

Menurut Anwar, aksi itu benar-benar efektif. Biasanya setiap sore trotoar penuh oleh motor, tapi sejak kemunculan ular besar tersebut, pengendara memilih tetap di jalur kendaraan.

Warga lain bernama Ibrahim juga membenarkan hal itu. Ia bahkan menyebut kehadiran ular milik Subari kini jadi “penjaga alami” trotoar.

“Kalau ada ular, ya nggak ada motor yang berani lewat. Pada takut semua,” ujarnya sambil tertawa.

Ular Peliharaan yang Jadi ‘Penertib Jalan’

Ternyata, ular sanca milik Kakek Subari bukan sembarang ular. Ia sudah memeliharanya sejak masih kecil.

Dulu, ular itu sering dijemur di sekitar rumahnya dan kini ukurannya sudah sangat besar cukup untuk membuat pengendara berpikir dua kali sebelum melintas di dekatnya.

“Dulu ularnya sering dijemur bolak-balik ke seberang. Sekarang udah gede banget, ya dijemur di sini aja,” tambah Anwar.

Aksi tak biasa ini akhirnya viral di media sosial. Banyak netizen justru memberikan dukungan dan pujian pada Kakek Subari karena dianggap punya cara kreatif dan berani untuk menegakkan disiplin di jalan.

Meski banyak yang menganggapnya lucu, niat Kakek Subari sebenarnya sederhana. Ia hanya ingin membela hak para pejalan kaki yang sering kesulitan akibat ulah pengendara motor yang naik trotoar.

“Pejalan kaki kan susah kalau motor lewat atas. Jadi saya ada inisiatif, saya keluarin ular saya itu ke trotoar,” tutur Kakek Subari.

Dan benar saja, sejak itu trotoar di kawasan Kramat Jati menjadi aman dan nyaman. Pejalan kaki kini bisa melintas tanpa takut diserempet motor.

Bagi Kakek Subari, ini bukan tentang menakut-nakuti orang, melainkan tentang mengembalikan ketertiban dan kesadaran di jalan.***

Bupati Bogor Segera Buat Bogor Bird Zoo di Pakansari, Destinasi Wisata Keluarga Bernuansa Alam

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Taman Safari Indonesia (TSI) tengah mematangkan rencana pembangunan Bogor Bird Zoo, yang akan menjadi bagian dari konsep Government Park Zoo sebuah kawasan konservasi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat Kabupaten Bogor, yang dibahas melalui kegiatan ekspose progres perencanaan pembangunan Bogor Bird Zoo bersama Taman Safari Indonesia, di ruang soekarno hatta, Jumat 17 Oktober 2025.

Kawasan ini dirancang sebagai ruang yang memadukan fungsi konservasi satwa, edukasi lingkungan, serta rekreasi keluarga yang berwawasan ekologi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa lahan yang akan digunakan merupakan aset pemerintah daerah yang akan di manfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya melalui pembangunan kawasan konservasi satwa yang terintegrasi dengan fungsi sosial dan lingkungan.

Bogor Bird Zoo tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat edukasi dan pembinaan bagi para pencinta satwa, komunitas pecinta hewan, serta ruang belajar masyarakat tentang pentingnya konservasi alam.

Secara konsep, Bogor Bird Zoo akan menampung sekitar 100 kandang satwa dengan desain alami yang berpadu dengan lanskap hutan dan aliran sungai di sekitarnya.

Kawasan ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya komunitas pecinta hewan, sarana edukasi konservasi, sekaligus pusat kegiatan masyarakat yang ramah lingkungan.

“Harapan kami, Bogor Bird Zoo dapat menjadi ikon baru konservasi dan rekreasi edukatif di Kabupaten Bogor, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai kawasan hijau yang berdaya saing dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Kemudian Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujianto mengungkapkan, sesuai dengan arahan Pak Bupati, kawasan GOR Pakansari akan kita kembangkan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat Bogor.

Di sana akan dibangun berbagai fasilitas publik yang menunjang kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

“Salah satunya Bogor Bird Zoo, hasil kolaborasi dengan Taman Safari Indonesia, sebagai destinasi edukatif dan rekreatif baru di sekitar area makam Pakansari,” imbuhnya.***