Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 34

Tak Hujan Lagi, Ramalan Cuaca Kota Bogor Senin 23 Maret 2026 dari BMKG Cerah

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca terbaru untuk Kota Bogor pagi hari ini, Senin 23 Maret 2026 menurut BMKG akan cerah sepnjang hari di beberapa wilayah.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terga nggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Senin 23 Maret 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-29°C
Kelembapan:55–81%

Bogor Timur

Cuaca: Cerah
Suhu: 21-30°C
Kelembapan:53–80%

Bogor Tengah

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-31°C
Kelembapan:50-78%

Bogor Barat

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-31°C
Kelembapan:50–82%

Bogor Utara

Cuaca: Cerah
Suhu: 23-31°C
Kelembapan: 49–80%

Tanah Sareal

Cuaca: Cerah
Suhu: 23-32-°C
Kelembapan:48–83%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Senin 23 Maret 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Musim libur Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi kota-kota yang menjadi jalur mudik, termasuk Semarang.

Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik yang melintas, kota ini juga dikenal sebagai surga oleh-oleh.

Di antara banyak pilihan buah tangan khas kota ini, ada satu nama yang terkenal, yaitu Bandeng Juwana Elrina. Bagi banyak pemudik, singgah di Semarang rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto yang satu ini.

Toko oleh-oleh tersebut bahkan sudah menjadi bagian dari perjalanan mudik banyak orang selama puluhan tahun.

Jason Nathaniel Kusmadi, selaku cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina menceritakan bahwa almarhum kakeknya dahulu ingin memiliki usaha sendiri agar dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang akademi yang lebih tinggi, bahkan ke luar negeri.

Rencana awal membuka usaha bakery urung dilakukan karena keterbatasan modal, hingga akhirnya terinspirasi berjualan bandeng karena banyaknya penjual bandeng di sekitar rumahnya saat itu.

Melihat potensi tersebut, keluarga akhirnya mencoba memasak bandeng sendiri dan menjualnya di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai pada 3 Januari 1981, namun bentuknya masih sangat sederhana.

“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.

Perkembangan usaha tersebut ternyata berjalan cukup cepat. Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya pada 1984, stand kecil di depan rumah itu akhirnya berkembang menjadi toko oleh-oleh. Produk utamanya tetap bandeng duri lunak atau bandeng presto yang menjadi ciri khas mereka.

Seiring waktu, variasi produk pun terus bertambah. Kini pelanggan bisa menemukan berbagai olahan bandeng seperti bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga boneless bandeng.

Namun inovasi tidak berhenti di situ. Jason menyadari bahwa menjual satu jenis produk saja tentu tidak cukup untuk bertahan dalam persaingan bisnis oleh-oleh.

“Bandeng masih jadi produk yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi dengan memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia,” ujar Jason.

Selain memproduksi sendiri, Bandeng Juwana Elrina juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang untuk menitipkan produknya.

Berbagai produk khas daerah seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini bisa ditemukan di toko tersebut. Konsep ini membuat Bandeng Juwana Elrina berkembang menjadi one stop shopping oleh-oleh bagi wisatawan maupun pemudik.

“Jadi idenya adalah kalau orang datang ke Bandeng Juwana, cari oleh-olehnya ya sudah di sini saja,” ujar Jason.

Kolaborasi dengan BRI Bantu UMKM dan Pelanggan

Dalam menjalankan bisnisnya, Bandeng Juwana Elrina juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan BRI.

Dalam perjalanan usaha tersebut, BRI memberikan berbagai dukungan mulai dari akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga membantu pengurusan izin usaha seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

Di area toko juga terdapat BRI Corner yang menjual berbagai produk kerajinan dan pernak-pernik yang tidak tersedia di toko utama. Kolaborasi ini juga menghadirkan berbagai promo bagi pelanggan, seperti cashback, tukar poin, hingga program tebus murah.

Jason juga menyoroti tentang peningkatan jumlah pengunjung toko di musim Ramadan dan Lebaran seperti sekarang ini. Menariknya, puncak keramaian Bandeng Juwana Elrina justru terjadi setelah Hari Raya Idulfitri.

“Kalau Lebaran itu ramainya justru setelah Lebaran, saat arus balik. Orang-orang yang kembali ke kota asal biasanya mampir membeli oleh-oleh,” kata Jason.

Di lain pihak, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa BRI terus memberikan dukungan bagi pelaku usaha dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang sehingga pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Kisah dari pelaku usaha Bandeng Juwana Elrina di Semarang menjadi salah satu contoh dengan pendanaan usaha dan pemberdayaan dari BRI, pelaku usaha bisa terus berkembang usahanya dan menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah lainnya” imbuhnya

 

37 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Puncak, 300 Personel Disiagakan Guna Amankan Arus Libur Lebaran

Bogordaily.net – Lonjakan arus wisatawan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, terus terjadi selama libur Lebaran. Berdasarkan data sementara, tercatat sekitar 37 ribu kendaraan melintas di jalur wisata tersebut sejak pukul 00.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Kapolres Bogor, AKBP Whika Aredilestanto, mengatakan pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas secara bertahap untuk mengurai kepadatan kendaraan, termasuk penerapan sistem satu arah (one way).

“Dari pagi kita melaksanakan one way dari arah Jakarta menuju Puncak selama empat jam, mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.30 WIB. Setelah itu, diberlakukan sebaliknya, yaitu dari arah Puncak menuju Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas saat ini terpantau padat namun masih dapat dikendalikan.

Tingginya volume kendaraan didominasi oleh wisatawan lokal yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berkunjung ke kawasan Puncak.

Menurutnya, penerapan sistem one way bersifat situasional, bergantung pada kondisi di lapangan.

“Kita lihat jumlah arus di wilayah Puncak. Jika masih padat, maka one way akan terus diberlakukan,” jelasnya.

Polres Bogor juga menjalin koordinasi lintas wilayah guna mengantisipasi dampak rekayasa lalu lintas, khususnya ke arah jalur penghubung seperti Sukabumi dan Cianjur.

“Ketika kita lakukan penutupan sementara ke arah atas, tentu berdampak ke wilayah Sukabumi. Maka kita koordinasi, jika sudah cukup padat, one way akan dialihkan kembali ke arah Puncak,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan, sebanyak 300 personel gabungan diterjunkan di sepanjang Jalur Puncak. Petugas disiagakan di berbagai titik strategis guna mengatur arus kendaraan serta membantu pengguna jalan.

Selain itu, sejumlah pos pengamanan dan pelayanan juga telah didirikan, di antaranya pos terpadu, pos pengamanan di Pasar Cisarua, serta pos pelayanan di kawasan Gunung Mas.

aparat juga menyediakan fasilitas istirahat bagi pengendara di beberapa titik seperti Gadog dan rest area Gunung Mas,serta dapat menikmati makanan dan minuman gratis yang disediakan petugas.

pihak kepolisian memprediksi puncak kepadatan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan memanfaatkan pos pelayanan untuk beristirahat demi keselamatan bersama,” tutupnya.

(Fikri)

Arus Lalu Lintas Ciawi-Sukabumi Padat di Hari Kedua Lebaran 2026, Akses Tol Caringin Jadi Titik Ramai

Bogordaily.net  – Arus kendaraan di jalur wisata Jalan Raya Ciawi–Sukabumi mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada momen libur Idulfitri 2026.

Kepadatan ini terpantau terjadi sejak Minggu, 22 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak berlibur ke wilayah selatan Jawa Barat.

Lonjakan volume kendaraan didominasi oleh wisatawan yang bergerak dari arah Bogor menuju Sukabumi. Jalur ini memang dikenal sebagai salah satu akses utama menuju berbagai destinasi wisata, khususnya kawasan pantai yang menjadi favorit saat musim liburan panjang.

Kapolsek Caringin, Iptu Jajang, mengungkapkan bahwa kepadatan kendaraan terjadi di sejumlah titik, terutama pada jalur utama yang mengarah ke Sukabumi. Meski demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih dapat dikendalikan dan belum sampai menimbulkan kemacetan total.

“Jalur utama Bogor menuju Sukabumi padat di beberapa titik, namun umumnya masih relatif lancar. Seperti di persimpangan keluar-masuk tol Caringin terpantau ramai,” ujar Jajang.

Menurutnya, peningkatan arus kendaraan juga terlihat di sepanjang jalur dari kawasan Cikereteg hingga perbatasan Cijeruk. Di titik-titik tersebut, kendaraan terlihat mengular, namun tetap bergerak meski dengan kecepatan yang lebih rendah dari biasanya.

“Memang ada kepadatan, tetapi kendaraan tetap masih bisa bergerak,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi hal yang lumrah terjadi setiap musim libur Lebaran, di mana masyarakat memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke tempat wisata maupun bersilaturahmi ke daerah lain.

Jalur Ciawi-Sukabumi sendiri menjadi salah satu rute favorit karena menghubungkan wilayah Bogor dengan sejumlah destinasi unggulan di Sukabumi.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang lebih parah, jajaran kepolisian dari Polsek Caringin telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan kepadatan. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mengatur arus kendaraan serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan.

Himbauan Untuk Pengendara

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengendara agar tetap waspada dan mematuhi aturan selama berkendara.

Pengendara diminta untuk tidak terpancing emosi, menjaga jarak aman, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan.

Kepadatan arus lalu lintas diperkirakan masih akan berlangsung selama periode libur Lebaran, terutama dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang menuju kawasan pantai di Sukabumi.

Oleh karena itu, kesiapan fisik pengemudi dan kondisi kendaraan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan.

“Keselamatan harus diutamakan, bukan kecepatan. Personel kami juga mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan kepada pengemudi dan penumpang,” tandasnya.

Dengan tingginya mobilitas masyarakat pada masa liburan ini, para pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memilih waktu keberangkatan yang tepat dan mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kepadatan yang lebih tinggi di titik-titik tertentu.

Lucinta Luna Salat Idul Fitri di Korea Selatan, Tampil Pakai Koko dan Sarung

0

Bogordaily.net – Sosok Lucinta Luna kembali menjadi perhatian publik usai membagikan momen berbeda pada perayaan Idulfitri 2026.

Kali ini, penampilannya saat melaksanakan Salat Id menjadi sorotan, terutama karena ia tampil mengenakan busana muslim pria berupa baju koko dan sarung.

Momen tersebut diketahui berlangsung di Seoul, Korea Selatan, tempat ia menjalankan ibadah Salat Idulfitri jauh dari Tanah Air. Pilihan lokasi ini pun memunculkan berbagai reaksi dari warganet, mulai dari rasa penasaran hingga dukungan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lucinta Luna menyampaikan pesan yang cukup menyentuh. Dalam keterangan yang dituliskannya, ia secara terbuka mengakui perjalanan hidupnya yang penuh liku dan tidak lepas dari kesalahan.

Dalam unggahan tersebut, ia juga mengungkapkan keberaniannya untuk kembali menjalankan ibadah dengan identitas sebagai laki-laki, sebuah langkah yang ia sebut sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya.

“Di momen Idul Fitri ini, untuk pertama kalinya saya memberanikan diri menunaikan sholat ied berjamaah di masjid di Negri Seberang. berdiri di barisan shaf laki-laki, itu adalah Sebuah langkah keberanian kecilku, seperti penuh makna dalam perjalanan imanku.

Semoga dari sini Aku bisa perlahan memperbaiki diri, menjalani ibadah dengan lebih baik, dan mengurangi rasa malu serta gengsi untuk kembali kepada fitrah yang telah Allah tetapkan sejak aku lahir,” tulisnya

Unggahan tersebut sontak mengundang beragam respons. Sejumlah rekan sesama influencer hingga pengikutnya di media sosial memberikan apresiasi atas keberanian yang ditunjukkan oleh Lucinta Luna. Tidak sedikit yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk refleksi diri yang patut dihargai.

Namun di sisi lain, ada pula warganet yang mempertanyakan alasan dirinya memilih menjalankan Salat Id di luar negeri, khususnya di Korea Selatan, alih-alih di Indonesia yang mayoritas penduduknya merayakan Idulfitri secara meriah.

Menanggapi hal tersebut, Lucinta Luna memberikan jawaban singkat yang justru semakin menyita perhatian publik. Ia mengaku belum siap menghadapi respons negatif jika menjalankan ibadah serupa di Indonesia.

“di Korea ya sholatnya kak,” tulis akun vitaminha***.

“di indo belum berani terima hujatan,” jawab lucintaluna_manjalita.

Pernyataan tersebut pun memicu diskusi lebih luas di kolom komentar. Sebagian besar warganet menunjukkan empati dan memberikan dukungan moral, berharap agar ke depannya Lucinta Luna bisa lebih percaya diri menjalankan ibadah di Tanah Air tanpa rasa takut.

Bahkan, ada pula yang menyampaikan harapan agar pada perayaan Idulfitri berikutnya, ia dapat melaksanakan Salat Id di Indonesia dengan suasana yang lebih nyaman dan penuh penerimaan.

 

Diserbu Wisatawan, Jalur Puncak Bogor Macet di Hari Kedua Libur Lebaran 2026

Bogordaily.net – Ribuan wisatawan dari Bogor maupun luar Bogor memadati kawasan Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, pada hari kedua libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu, 22 Maret 2026.

Lonjakan volume kendaraan yang signifikan membuat arus lalu lintas di jalur wisata tersebut mengalami kepadatan sejak pagi hari.

Mayoritas kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor yang hendak berlibur ke kawasan Puncak.

Untuk mengurai kemacetan, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way dari arah Jakarta menuju Puncak.

Kebijakan ini diterapkan secara situasional melihat peningkatan arus kendaraan yang terus bertambah.

Petugas di lapangan juga terlihat melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski tersendat.

Selain itu, pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.

Diperkirakan kepadatan di Jalur Puncak masih akan terjadi hingga sore hari, seiring tingginya minat masyarakat untuk berlibur dan menikmati suasana alam di kawasan tersebut selama momen libur Lebaran.

(Fikri)

 

Kemacetan Parah di Rancabungur Bogor Hari Kedua Lebaran 2026, Simpang Cagak Jadi Titik Macet Terparah

0

Bogordaily.net – Kepadatan lalu lintas mewarnai sejumlah ruas jalan di wilayah Bogor pada momen libur Idulfitri 2026.

Salah satu titik yang mengalami lonjakan kendaraan cukup signifikan terjadi di kawasan Jalan Rancabungur pada hari kedua Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026.

Dari hasil pemantauan langsung di lokasi, arus kendaraan terlihat menumpuk di sekitar simpang Jalan Cagak Rancabungur. Persimpangan ini diketahui menjadi titik krusial yang mempertemukan kendaraan dari berbagai arah, baik dari jalur lokal maupun pengendara yang datang dari luar wilayah Bogor.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular cukup panjang, bahkan pada waktu-waktu tertentu laju kendaraan nyaris tidak bergerak.

Kepadatan semakin terasa ketika volume kendaraan meningkat tajam seiring aktivitas masyarakat yang memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi ke sanak saudara maupun berwisata.

Tak hanya itu, kawasan Bogor yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit saat libur panjang turut menyumbang lonjakan arus kendaraan. Banyaknya wisatawan yang menuju berbagai tempat rekreasi di sekitar kota hujan membuat beban jalan menjadi jauh lebih berat dibandingkan hari biasa.

Situasi di lapangan juga menunjukkan bahwa perlambatan kendaraan di area persimpangan menjadi pemicu utama terjadinya kemacetan.

Setiap kendaraan yang hendak melintas harus bergantian dengan arus dari arah lain, sehingga menyebabkan efek antrean yang menjalar hingga ke ruas jalan di sekitarnya.

Pada jam-jam sibuk, kepadatan bahkan meluas hingga beberapa titik sebelum dan sesudah simpang Cagak Rancabungur. Kondisi ini membuat perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu singkat menjadi jauh lebih lama.

Para pengendara diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara, terutama di tengah kondisi lalu lintas yang padat.

Menjaga jarak aman antar kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri untuk saling mendahului menjadi hal penting guna menghindari risiko kecelakaan.

Selain itu, masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif guna menghindari kepadatan yang lebih parah.

Perencanaan waktu perjalanan juga menjadi kunci agar terhindar dari puncak arus lalu lintas yang biasanya terjadi pada pagi hingga sore hari selama masa libur Lebaran.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di momen Idulfitri, pengguna jalan diharapkan dapat lebih sabar dan tetap menjaga ketertiban demi kelancaran bersama.

Fokus Besarkan Moana, Ria Ricis Akui Tak Ngoyo Cari Pendamping Hidup

0

Bogordaily.net – Di tengah sorotan publik terhadap kehidupan pribadinya, Ria Ricis kini memilih menikmati fase hidup yang berbeda.

Setelah resmi berpisah dari Teuku Ryan, Ricis tampak lebih tenang dan tidak terburu-buru memikirkan soal pasangan baru.

Perbincangan mengenai kemungkinan Ricis membuka hati kembali memang kerap mencuat di media sosial.

Namun, adik dari Oki Setiana Dewi ini justru memberikan jawaban yang cukup mengejutkan publik. Ia mengaku belum menjadikan urusan jodoh sebagai prioritas utama dalam hidupnya saat ini.

Alih-alih sibuk mencari pendamping, Ricis lebih memilih fokus menjalani hari-harinya dengan berbagai tanggung jawab yang sudah ada, terutama sebagai seorang ibu.

“Belum sih, belum mikirin banget karena fokusnya belum ke sana juga. Kadang kalau di dalam doa pun list utamanya juga bukan itu,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perempuan bernama lengkap Ria Yunita itu tidak sedang berada dalam fase “mencari” pasangan. Ia bahkan secara terbuka mengakui bahwa dirinya tidak memiliki dorongan kuat untuk segera kembali menjalin hubungan serius.

“Kalau sebenarnya aku tuh jodoh atau pendamping itu nggak gitu dicari banget,” katanya.

Saat ini, perhatian utama Ricis tertuju pada sang buah hati, Moana, yang menjadi prioritas terbesar dalam hidupnya. Selain itu, aktivitas profesional sebagai konten kreator dan pengelola tim juga menyita banyak waktunya.

Tak hanya itu, Ricis juga tengah mengejar sejumlah target pribadi di tahun 2026. Salah satunya adalah menyelesaikan pembangunan rumah yang dipersiapkan khusus untuk tempat tinggal bersama anaknya. Ia ingin memastikan lingkungan yang nyaman bagi tumbuh kembang Moana.

Di sisi lain, Ricis juga memiliki keinginan kuat untuk kembali menjalankan ibadah umrah. Rencana tersebut sebelumnya sempat tertunda, dan kini menjadi salah satu target spiritual yang ingin ia wujudkan dalam waktu dekat.

Meski belum menjadikan jodoh sebagai fokus, Ricis tidak sepenuhnya menutup diri. Ia tetap membuka kemungkinan jika suatu saat dipertemukan dengan pasangan yang tepat. Namun, ia memilih untuk tidak memaksakan hal tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

“Kalau Allah kasih alhamdulillah, kalau nggak juga ya nggak apa-apa. Nggak gitu dicari banget, nggak diusahakan banget,” jelasnya.

Sikap santai namun penuh keyakinan yang ditunjukkan Ricis ini justru mendapat banyak respons positif dari warganet. Banyak yang menilai bahwa keputusan untuk fokus pada diri sendiri dan keluarga merupakan langkah bijak setelah melewati fase sulit dalam kehidupan rumah tangga.

Dengan segala kesibukan dan prioritas yang dimiliki saat ini, Ria Ricis tampaknya benar-benar ingin menikmati proses hidupnya tanpa tekanan, termasuk dalam urusan cinta.

 

Cucu Mpok Nori Dibunuh, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur di Tol Arah Merak

0

Bogordaily.net – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi Mpok Nori, akhirnya menemui titik terang.

Pelaku yang diduga kuat sebagai mantan suami korban berhasil diringkus aparat kepolisian saat mencoba melarikan diri keluar kota.

Peristiwa penangkapan tersebut terjadi di ruas Tol Tangerang–Merak pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. Tim gabungan dari kepolisian bergerak cepat setelah mengantongi identitas pelaku.

Ditangkap Saat Berusaha Kabur

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, menjelaskan bahwa pelaku berinisial FD berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di jalur tol menuju arah Merak.

“Tadi bareng-bareng (tim gabungan Polsek dan Polda). Ditangkap di ruas tol arah Merak, sekarang pelaku sudah diamankan di Polda Metro Jaya,” ucap Edi.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa hubungan antara korban dan pelaku memang telah berakhir sebelum kejadian tragis tersebut.

Keduanya disebut pernah terlibat konflik yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga, mengingat status pernikahan mereka sebelumnya merupakan pernikahan siri.

“Itu sudah pisah, menikah siri, jadi pernah ribut lah ya kan. Nah dia, pelaku mengontrak sendiri. Lokasinya enggak jauh, enggak jauh dari rumahnya korban,” ujar Edi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara rinci motif di balik tindakan pembunuhan tersebut. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum untuk pendalaman lebih lanjut.

Bukti CCTV Jadi Petunjuk Penting

Dalam proses pengungkapan kasus, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan pelaku.

Salah satu bukti penting adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan keberadaan pelaku di sekitar lokasi tempat tinggal korban sebelum kejadian berlangsung.

Rekaman tersebut menjadi bagian dari alat bukti yang kini dianalisis untuk merekonstruksi kronologi peristiwa secara utuh.

Hingga saat ini, penyidik masih terus menggali keterangan dari pelaku serta saksi-saksi untuk mengungkap secara jelas latar belakang pembunuhan tersebut.

Wamendagri Bima Arya Sebut Skema WFH Masih Dikaji, Tunggu Arahan Teknis Efisiensi APBN

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan bahwa kebijakan teknis terkait penerapan work from home (WFH) di lingkungan pemerintah daerah masih dalam tahap pembahasan.

Hal ini menyusul arahan Presiden dalam rapat kabinet terakhir yang menekankan pentingnya efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Bima Arya, hingga saat ini Kementerian Dalam Negeri masih menunggu penjelasan lebih lanjut terkait teknis pelaksanaan dari kementerian terkait, khususnya dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Keuangan

“Dari Menko Perekonomian yang akan kita bahas nanti di Kemendagri, teknisnya seperti apa. Kita masih menunggu,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa arahan penghematan anggaran sudah jelas disampaikan Presiden dalam rapat kabinet.

Namun, implementasi di lapangan, termasuk kemungkinan penerapan WFH, masih memerlukan petunjuk teknis yang lebih rinci.

“Kan sudah ada perintah dari Presiden ketika rapat kabinet terakhir agar menghemat APBN, agar efisiensi. Tapi teknisnya seperti apa, WFH-nya kita masih menunggu,” tambahnya.

Bima Arya juga mengungkapkan bahwa wacana terkait opsi WFH sebenarnya sudah mulai disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian dan Menteri Keuangan.

Pemerintah daerah, kata dia, siap mengikuti kebijakan tersebut demi menjaga konsistensi efisiensi anggaran.

“Sudah di-sounding sama Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan. Kita siap mengikuti tentunya demi konsistensi efisiensi,” ungkapnya.

Meski demikian, terkait waktu penerapan, termasuk kemungkinan dimulai pada April 2026, Bima Arya belum dapat memastikan

“Kita lihat ya, kita lihat,” pungkasnya.

(Fikri)