Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 35

Lebaran di Istana, Prabowo Sambut Jokowi dan SBY. Simbol Rekonsiliasi Elite Nasional??

0

Bogordaily.net – Sabtu sore itu 21 Maret 2026, pintu samping Istana Merdeka terbuka. Prabowo Subianto berdiri di sana. Menyambut tamu yang tidak biasa: Joko Widodo. Presiden ke-7 RI. Datang tidak sendiri. Ada Iriana Jokowi. Ada pula Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono.

Tidak ada protokoler yang kaku. Yang terlihat justru kehangatan.

Mereka masuk bersama. Duduk bersama. Bahkan di satu sofa yang sama.

Itu penting.

Di negeri ini, simbol sering kali lebih keras berbicara daripada pidato panjang. Dua presiden—yang pernah berada di dua sisi kontestasi—kini berbagi ruang, berbagi senyum, berbagi cerita.

Tidak ada teks resmi tentang apa yang dibicarakan. Tapi ekspresi wajah cukup menjelaskan: cair, akrab, tanpa beban.

Putra Presiden, Didit Hediprasetyo, ikut mendampingi. Percakapan berlangsung santai. Seperti keluarga lama yang lama tak bertemu.

Usai itu, tidak ada seremoni berlebihan. Prabowo mengantar hingga keluar. Sebuah gestur sederhana. Tapi penuh makna.

Beberapa jam sebelumnya, suasana serupa juga terjadi.

Kali ini yang datang adalah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia hadir bersama keluarga besar. Ada Agus Harimurti Yudhoyono. Ada Edhie Baskoro Yudhoyono. Anak, menantu, hingga cucu ikut serta. Seragam krem. Rapi. Hangat.

Prabowo menyambut langsung. Tidak di dalam. Tapi di teras samping. Lebih personal. Lebih dekat.

Mereka berjalan berdampingan menuju ruang dalam. Sambil berbincang. Tanpa jarak.

Di pintu masuk, Didit sudah menunggu. Menyambut. Menyalami satu per satu.

Di dalam, sudah ada Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda. Lingkaran itu menjadi lengkap: presiden, mantan presiden, wakil presiden, keluarga.

Sebuah potret yang jarang terjadi di banyak negara.

Lebaran memang selalu punya cara sendiri.

Ia melunakkan sekat. Menghapus jarak. Bahkan di level tertinggi kekuasaan.

Di ruang itu, tidak ada lagi rivalitas politik. Tidak ada lagi kampanye. Tidak ada lagi panggung debat.

Yang ada hanya satu: silaturahmi.

Dan mungkin, di situlah kekuatan sebenarnya.***

Gandeng UMKM, Sastra Winara Dukung Langkah Pemkab Bogor Gelar Open House bersama Masyarakat

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada pelaksanaan open house di Stadion Gelora Pakansari.

Adapun, pelaksanaan open house tersebut berlangsung usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada Sabtu 21 Maret 2026.

Menurut Sastra, open house digelar secara sederhana sesuai instruksi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk tidak bermewah mewahan.

“Kita ada himbauan dari presiden untuk tidak bermewah mewahan untuk open house,” kata Sastra.

Kemudian, sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Cibinong dibeli oleh Pemkab Bogor, untuk dapat memberikan makanan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.

“Tapi kita lihat UMKM yang ada di bogor yang berjualan di stadion pakansari kemudian pemerintah daerah beli dan dibagikan kepada masyarakat yang hadir sholat ied di stadion pakansari,” jelasnya.

Sementara itu, kata Sastra, pihaknya akan terus melakukan evaluasi agar kedepan kegiatan open house akan lebih baik lagi.

“Saya kira ini momen yang luar biasa mengulang lagi dan bisa memperbaiki semuanya,” ungkap Sastra.***

Albin

Dukung Perjalanan Finansial Pekerja Migran Indonesia, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat dukungannya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga melalui layanan remitansi yang terintegrasi, guna memudahkan pengiriman dana dari luar negeri ke tanah air, termasuk pada momentum Ramadan dan Lebaran.

Komitmen tersebut tercermin dari kinerja transaksi remitansi BRI yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pada Februari 2026, nilai transaksi incoming remittance BRI dari PMI di luar negeri meningkat 27,7 %. Peningkatan tersebut berasal dari tingginya jumlah transaksi PMI pada periode Ramadhan 1447 H.

Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin mengatakan bahwa BRI berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan finansial Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga mereka di setiap tahap perjalanan.

“Melalui semangat Teman Seperjuangan PMI by BRI, kami ingin terus hadir mendampingi PMI dalam mengirimkan dana kepada keluarga di tanah air. Dalam hal ini, capaian atas pengiriman remitansi oleh PMI tersebut sebagian besar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga di Indonesia, termasuk untuk mempersiapkan perayaan Idulfitri 1447 H,” ujarnya.

BRI mencatat pengiriman remitansi PMI paling banyak berasal dari Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong. Kiriman dana tersebut selanjutnya banyak diterima oleh keluarga PMI di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Jawa Barat, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.

Adapun, upaya BRI dalam memperkuat layanan bagi PMI juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan yang merata di seluruh penjuru negeri. Hal ini sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintahan, khususnya Asta Cita ke-6 yang berfokus pada pembangunan dari desa guna mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Farida menambahkan bahwa kehadiran layanan remitansi BRI menjadi penghubung penting antara PMI yang bekerja di berbagai negara dengan keluarga mereka di tanah air. Melalui pengiriman dana tersebut, para PMI tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga, tetapi juga menjaga daya beli serta turut menggerakkan perekonomian di berbagai daerah.

Sebagai bank yang memiliki jaringan luas hingga ke pelosok negeri, BRI terus menghadirkan solusi layanan remitansi yang memudahkan PMI dalam mengirimkan dana kepada keluarga di tanah air. Melalui layanan BRI Remittance, pengiriman dana dari luar negeri dapat dilakukan dengan berbagai mekanisme, baik langsung ke rekening penerima maupun melalui layanan ambil tunai tanpa rekening di seluruh unit kerja BRI dan BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak hanya memfasilitasi pengiriman dana dari luar negeri ke Indonesia, BRI juga menyediakan layanan pengiriman dana ke luar negeri (outgoing remittance). Melalui fitur Transfer Internasional di super apps BRImo, nasabah dapat melakukan pengiriman dana ke berbagai negara serta memantau status transaksi secara real-time melalui BRIFast Tracker.

Sementara itu, bagi keluarga PMI di Indonesia, BRI juga menyediakan kemudahan dalam menerima dan mengelola kiriman dana dari luar negeri. Melalui 1,2 juta BRILink Agen dan super apps BRImo, keluarga PMI dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun perencanaan keuangan, termasuk pada momentum Ramadan dan Lebaran. Produk tabungan seperti BritAma dan Simpedes juga menjadi solusi bagi keluarga dalam mengelola dana yang diterima dari luar negeri.***

Salat Idulfitri Perdana di Pakansari, Rudy Susmanto Soroti Momentum Kepemimpinan Baru

0

Bogordaily.net — Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Stadion Pakansari, Sabtu (21/3/2026). Kegiatan ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di lokasi tersebut dan dihadiri Bupati Bogor, Forkopimda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama ribuan masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pelaksanaan Salat Idulfitri di Stadion Pakansari merupakan bagian dari momentum awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati periode 2025–2030.

“Ini menjadi momentum Idulfitri pertama di masa kepemimpinan kami. Tahun ini kami ingin menghadirkan perayaan yang berbeda dari sebelumnya, dengan menggelar salat Idulfitri di Gelora Pakansari,” ujarnya.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ribuan warga tampak mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Menurut Rudy, momentum Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Halal bihalal ini menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat Kabupaten Bogor dengan seluruh unsur penyelenggara pemerintahan,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan Idulfitri 1447 Hijriah diharapkan menjadi titik refleksi bersama untuk memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kualitas pemerintahan ke depan.

“Mari kita jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mendoakan, dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, guna membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju, adil, dan makmur,” tutupnya.***

Momentum Idulfitri di Kebun Raya Bogor, Ribuan Warga Rayakan Kebersamaan

0

Bogordaily.net – Pagi itu, rumput masih basah. Embun belum sepenuhnya hilang dari dedaunan tua di Kebun Raya Bogor. Tapi manusia sudah datang lebih dulu. Ribuan. Mengalir. Diam-diam. Lalu memenuhi setiap sudut yang biasanya hanya ditemani angin dan burung.

Salat Idulfitri kali ini tidak sekadar ibadah. Ia seperti pertemuan panjang yang tertunda setahun. Warga Kota Bogor datang dengan satu rasa: pulang—meski mereka tidak ke mana-mana.

Di antara saf-saf yang rapi itu, tampak Dedie A. Rachim. Ia tidak berdiri sebagai pejabat. Ia seperti tuan rumah yang sedang memastikan tamunya merasa nyaman.

Ia bicara singkat. Tapi pesannya dalam.

Kebun Raya, katanya, bukan hanya taman. Ia adalah cermin. Tentang bagaimana kota ini dibangun—bukan oleh beton, tapi oleh kebersamaan.

“Kota ini rumah kita,” kira-kira begitu maksudnya. Rumah yang tidak boleh retak hanya karena perbedaan.

Di barisan lain, hadir juga Bima Arya Sugiarto. Dulu wali kota. Kini kembali sebagai bagian dari warga. Tidak ada sekat jabatan di pagi itu. Semua setara. Semua menghadap arah yang sama.

Yang menarik justru di mimbar.

Khatibnya bukan tokoh agama semata. Arif Satria—seorang akademisi. Seorang ilmuwan. Ia berdiri menyampaikan khutbah. Seolah ingin mengatakan: ilmu dan iman tidak pernah benar-benar berjarak.

Sementara imamnya, TB. Muhidin, memimpin dengan tenang. Suaranya mengalir, menyatukan ribuan kepala yang tertunduk dalam satu irama.

Tidak ada yang istimewa—dan justru di situlah letak keistimewaannya.

Tidak ada teriakan. Tidak ada hiruk-pikuk. Hanya sunyi yang penuh makna.

Bogor pagi itu bukan sekadar kota. Ia menjadi ruang pertemuan. Antara masa lalu dan hari ini. Antara pejabat dan rakyat. Antara ilmu dan iman.

Dan mungkin, inilah Idulfitri yang paling sederhana—tapi juga paling jujur.***

Keenan Nasution Setop Kasasi, Polemik Royalti “Nuansa Bening” Resmi Ditutup

0

Bogordaily.net — Sengketa hak cipta lagu “Nuansa Bening” yang melibatkan Keenan Nasution dan Rudi Pekerti melawan Vidi Aldiano resmi berakhir setelah pihak penggugat mencabut permohonan kasasi di Mahkamah Agung.

Kuasa hukum Keenan dan Rudi, Minola Sebayang, menyatakan pencabutan kasasi dilakukan sebelum adanya putusan dari Mahkamah Agung, sehingga secara hukum langkah tersebut sah dilakukan.

“Pada kesempatan hari ini, kami atas nama klien mencabut proses kasasi yang sedang berjalan,” ujar Minola, Jumat (20/3/2026).

Dengan pencabutan tersebut, proses hukum terhadap almarhum Vidi Aldiano dihentikan sepenuhnya. Langkah ini sekaligus membuat putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang sebelumnya menolak gugatan menjadi berkekuatan hukum tetap.

Sengketa Panjang Berakhir Damai

Pencabutan kasasi menandai berakhirnya polemik panjang terkait penggunaan lagu “Nuansa Bening” yang sempat menjadi sorotan industri musik nasional. Pihak Keenan berharap keputusan ini menjadi jalan damai bagi semua pihak.

Kasus ini bermula pada Mei 2025, ketika Keenan Nasution dan Rudi Pekerti mengajukan gugatan senilai Rp 24,5 miliar terhadap Vidi Aldiano. Gugatan dilayangkan atas dugaan penggunaan lagu secara komersial selama sekitar 16 tahun tanpa izin yang dianggap sah.

Akar Masalah: Izin Terbatas

Secara historis, izin penggunaan lagu disebut pernah diberikan oleh Keenan kepada pihak keluarga Vidi, melalui ayahnya, Harry Kiss. Namun, izin tersebut diklaim hanya berlaku untuk distribusi dalam bentuk CD pada album perdana, bukan untuk penggunaan jangka panjang di berbagai platform.

Konflik muncul ketika lagu tersebut terus dibawakan dalam konser dan dimanfaatkan di platform digital tanpa kesepakatan lanjutan terkait royalti.

Upaya Damai Sempat Gagal

Sebelum perkara masuk ke pengadilan, pihak Vidi Aldiano sempat menawarkan kompensasi sebesar Rp 50 juta. Namun, tawaran itu ditolak karena dinilai tidak sebanding dengan durasi penggunaan lagu.

Perkara kemudian bergulir hingga diputus pada November 2025, di mana Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak seluruh gugatan penggugat. Tidak puas, Keenan dan Rudi mengajukan kasasi.

Namun, dinamika berubah setelah Vidi Aldiano meninggal dunia saat proses kasasi masih berlangsung. Pencabutan kasasi pun menjadi penutup akhir dari sengketa yang telah berjalan cukup lama.

Dengan berakhirnya proses hukum ini, industri musik Indonesia diharapkan dapat mengambil pelajaran terkait pentingnya kejelasan izin dan pengaturan royalti dalam pemanfaatan karya cipta.***

Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo

0

Bogordaily.net – Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari momen Lebaran. Kini, berbagi THR dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa perlu menyiapkan uang tunai maupun bertemu secara langsung. Melalui super apps BRImo, masyarakat dapat mengirim THR secara cepat dan aman hanya melalui smartphone.

BRImo menghadirkan berbagai fitur transaksi digital yang memudahkan pengguna berbagi dengan keluarga, sahabat, maupun orang terdekat. Dengan beberapa langkah sederhana melalui aplikasi, tradisi berbagi di momen Lebaran kini dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa BRImo terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi digital BRI untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu menghadirkan pengalaman transaksi yang semakin andal bagi pengguna. Melalui berbagai inovasi fitur, BRImo juga dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi keuangan sehari-hari, termasuk berbagi THR di momen Lebaran,” ujarnya.

Kirim THR Instan dengan QRIS Transfer
Kini berbagi THR bisa semudah scan. Melalui fitur QRIS Transfer di BRImo, pengguna dapat mengirim uang langsung ke penerima hanya dengan memindai QR Code tanpa perlu memasukkan nomor rekening tujuan. Cara ini membuat pengiriman THR menjadi lebih praktis, cepat, dan tetap aman karena dilakukan langsung melalui aplikasi.

Cara Kirim THR dengan QRIS Transfer

Buka aplikasi BRImo dan login.
Pilih menu QRIS Transfer.
Scan QR Code penerima atau pilih QR yang tersimpan.
Masukkan nominal THR yang ingin dikirim.
Periksa kembali detail transaksi.
Masukkan PIN BRImo untuk menyelesaikan transaksi.

Berbagi THR dengan Transfer Emas
Selain transfer dana, pengguna juga dapat berbagi THR melalui fitur Transfer Emas di BRImo. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim emas digital kepada penerima yang juga menggunakan BRImo. THR dalam bentuk emas dapat menjadi alternatif berbagi dengan nilai jangka panjang karena emas dikenal memiliki nilai yang relatif stabil. Proses pengirimannya pun praktis dan dapat dilakukan langsung melalui aplikasi.

Cara Kirim THR dengan Transfer Emas
Buka aplikasi BRImo dan login.
Pilih menu Emas.
Pilih fitur Transfer Emas.
Masukkan nomor rekening atau pengguna BRImo penerima.
Tentukan jumlah emas yang ingin dikirim.
Konfirmasi transaksi dan masukkan PIN BRImo.

Dhanny menambahkan bahwa kehadiran berbagai fitur di BRImo juga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk berbagi kepada keluarga dan orang terdekat secara praktis.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbagi yang semakin mudah melalui BRImo. Dengan fitur seperti QRIS Transfer maupun Transfer Emas, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan cara untuk berbagi kepada keluarga dan orang terdekat. Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan layanan keuangan digital yang praktis, aman, dan mudah diakses,” jelasnya.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah pengguna BRImo tercatat mencapai 45,9 juta, meningkat sekitar 18,9% secara tahunan. Dari sisi nilai, total volume transaksi melalui BRImo mencapai Rp7.057 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh 26,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan semakin inklusifnya pemanfaatan layanan digital BRI oleh masyarakat dalam mendukung berbagai kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari.***

BAZNAS Kota Bogor Himpun ZIS Ramadhan 1447 H Sebesar Rp13,2 Miliar, Tersalurkan kepada 115.676 Mustahiq

0

Bogordaily.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor mencatat capaian penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadhan 1447 H/2026 M sebesar Rp13.207.085.841.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penghimpunan didalam Naraca (On Balance) sebesar Rp1.500.250.569 dan diluar naraca (offbalace) sebesar Rp11.706.835.272.

Pada penghimpunan on balance, dana yang terkumpul terdiri dari Zakat Maal sebesar Rp1.168.805.568, Zakat Fitrah sebesar Rp182.748.400, Infak Sedekah sebesar Rp120.376.601, serta DSKL (Fidyah, Kafarat, Hibah, dan lain-lain) sebesar Rp28.320.000.

Sementara pada penghimpunan off balance, dana yang dihimpun terdiri dari Zakat Maal sebesar Rp2.046.199.163, Zakat Fitrah sebesar Rp5.068.330.719, Zakat Fitrah konversi uang dari 326.945 kilogram beras senilai Rp4.086.812.500 dengan acuan harga beras Rp12.500 per kilogram, Infak Sedekah sebesar Rp460.414.890, serta DSKL sebesar Rp45.078.000.

Tidak hanya dari sisi penghimpunan, BAZNAS Kota Bogor juga telah menyalurkan dana ZIS tersebut kepada 115.676 mustahik atau penerima manfaat yang tersebar di 6 kecamatan se-Kota Bogor, yakni Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Barat, dan Tanah Sareal. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bogor dengan 400 UPZ (Unit Pengumpulan Zakat) untuk memastikan manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, S. Ag., M. E., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi, kepercayaan, dan kepedulian masyarakat Kota Bogor yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah, penghimpunan ZIS BAZNAS Kota Bogor pada Ramadhan 1447 H mencapai Rp13,2 miliar. Ini adalah amanah besar dari masyarakat yang harus kami kelola dengan sebaik-baiknya. Lebih dari itu, kami bersyukur karena manfaatnya telah dirasakan oleh 115.676 mustahik yang tersebar di 6 kecamatan se-Kota Bogor,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, muzakki, munfiq, dan para donatur yang telah mempercayakan penunaian ZIS melalui BAZNAS Kota Bogor.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Kota Bogor atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS Kota Bogor. Kepercayaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga amanah, meningkatkan pelayanan, serta memastikan penyaluran ZIS tepat sasaran, merata, dan membawa keberkahan bagi para penerima manfaat,” tambahnya.

Dengan capaian penghimpunan dan pendistribusian tersebut, BAZNAS Kota Bogor berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan terus tumbuh, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu dan semakin kuat solidaritas umat di Kota Bogor.***

Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Total di Hari Idul Fitri, Jemaah Palestina Salat di Jalan

0

Bogordaily.net – Sebuah peristiwa yang mengguncang perhatian dunia terjadi di Yerusalem. Untuk pertama kalinya sejak 1967, akses menuju Masjid Al-Aqsa ditutup sepenuhnya oleh otoritas Israel tepat pada hari raya Idul Fitri, Jumat 20 Maret 2026.

Kebijakan ini memicu duka mendalam bagi umat Muslim, terutama bagi warga Palestina yang seharusnya merayakan hari kemenangan dengan melaksanakan salat Id di salah satu situs paling suci dalam Islam tersebut.

Alih-alih berkumpul di dalam kompleks Al-Haram Al-Sharif, ratusan jemaah justru tertahan di pintu masuk Kota Tua. Aparat keamanan Israel dilaporkan menjaga ketat seluruh akses, membuat warga tidak dapat memasuki area masjid.

Situasi tersebut memaksa banyak jemaah menggelar salat Id di luar tembok kota, menggunakan trotoar hingga jalan berbatu sebagai tempat ibadah darurat.

Penutupan ini dinilai sebagai langkah yang memperkuat kontrol atas kawasan suci yang juga dikenal oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount.

Seorang warga setempat, Hazen Bulbul (48), menyampaikan kekhawatirannya atas peristiwa tersebut. Ia menyebut momen Idul Fitri kali ini sebagai salah satu yang paling kelam dalam hidupnya.

“Saya khawatir ini akan menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini yang pertama, tapi bisa jadi bukan yang terakhir. Campur tangan Israel di kota suci ini terus meningkat drastis sejak peristiwa 7 Oktober 2023,” ungkapnya dengan nada getir.

Di lapangan, situasi dilaporkan semakin mencekam. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan penangkapan terhadap staf keagamaan dan jemaah.

Selain itu, insiden masuknya kelompok pemukim ke dalam kompleks masjid juga disebut semakin sering terjadi.

Langkah penutupan ini langsung menuai reaksi keras dari berbagai organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, dan Uni Afrika.

Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan status quo yang selama ini dijaga di Yerusalem.

Israel disebut bertanggung jawab atas dampak keamanan yang ditimbulkan sebagai pihak yang menguasai wilayah tersebut

Akademisi dari Universitas al-Quds, Khalil Assali, menilai kondisi ini sudah melampaui sekadar pembatasan akses.

“Bahkan saat pemuda Palestina mencoba shalat di titik terdekat dengan masjid, mereka dikejar dan diusir paksa oleh aparat. Ini bukan lagi sekadar pembatasan, tapi pengusiran,” pungkasnya.***

Momen Tegang di Hambalang, Interupsi Hasan Nasbi Saat Najwa Shihab Ajukan Pertanyaan Tajam ke Prabowo

0

Bogordaily.net – Sebuah momen menarik sekaligus menjadi sorotan publik terjadi dalam pertemuan antara Prabowo Subianto dengan sejumlah jurnalis, pengamat, dan pakar di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam forum diskusi yang membahas isu-isu strategis tersebut, nama Hasan Nasbi mendadak ramai diperbincangkan.

Ia tertangkap kamera berusaha menghentikan pertanyaan yang diajukan jurnalis senior Najwa Shihab kepada Presiden.

Awalnya, pertemuan berlangsung dalam suasana dialog yang serius dan terbuka. Diskusi tersebut memang dirancang sebagai ruang bertukar pikiran terkait dinamika geopolitik global, arah kebijakan pemerintah, hingga berbagai isu nasional yang tengah menjadi perhatian publik.

Namun, situasi berubah ketika Najwa Shihab melontarkan pertanyaan kritis mengenai demonstrasi yang berujung ricuh.

Pertanyaan tersebut mencoba menggali pandangan Presiden terkait stabilitas keamanan dalam negeri serta respons pemerintah terhadap aksi-aksi massa.

Belum sempat jawaban disampaikan secara lengkap, Hasan Nasbi terlihat melakukan interupsi.

Ia berupaya menghentikan alur pertanyaan agar diskusi tetap berada dalam jalur topik utama yang telah ditentukan sebelumnya.

Terlepas dari momen tersebut, diskusi di Hambalang tetap berlanjut. Sejumlah isu penting tetap menjadi fokus pembahasan, mulai dari posisi Indonesia di tengah ketegangan global, strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga upaya menjawab keresahan masyarakat melalui dialog langsung.

Pertemuan ini memang digagas sebagai wadah terbuka bagi para jurnalis dan pakar untuk menyampaikan pertanyaan maupun pandangan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Meski sempat diwarnai interupsi, momen tersebut justru memicu perhatian luas di media sosial.

Banyak warganet memperdebatkan soal batasan dalam bertanya di forum resmi, serta peran pihak lain dalam mengarahkan jalannya diskusi di hadapan kepala negara.

Peristiwa ini pun menjadi refleksi bagaimana ruang dialog antara pemerintah dan publik terus menjadi sorotan, terutama ketika menyangkut transparansi dan kebebasan menyampaikan pertanyaan.***