Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 375

Diskon 50% Tambah Daya Listrik, PLN UP3 Bogor Ajak Warga Manfaatkan Program KALCER

0

Bogordaily.net -PLN UP3 Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada pelanggan melalui program KALCER (Kado Listrik Ceria).

Kali ini PLN mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Promo Tambah Daya 50% yang hanya berlaku dalam periode terbatas, yakni 4–17 September 2025.

Sosialisasi program ini digelar di Kebun Raya Bogor pada Sabtu, 13 September 2025. Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bogor ingin memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang kemudahan, manfaat, dan potongan biaya yang ditawarkan dalam promo tambah daya listrik.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menjelaskan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi pelanggan PLN untuk meningkatkan kapasitas listrik rumah atau usahanya dengan biaya yang jauh lebih hemat.

“Promo KALCER ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin meningkatkan daya listrik sesuai kebutuhannya. Program ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih ke peralatan listrik yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Mengingat periode promo yang singkat, kami mendorong masyarakat untuk segera memanfaatkannya,” ujar Gumelar.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, juga menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif PLN UP3 Bogor dalam melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

“PLN terus berupaya mendekatkan diri dengan pelanggan melalui program-program yang memberikan nilai tambah. Promo KALCER Tambah Daya 50% ini bukan hanya sekadar potongan biaya, tetapi juga bagian dari upaya PLN mendukung elektrifikasi yang lebih andal dan berkelanjutan. Kami berharap masyarakat Jawa Barat, khususnya di Bogor, dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkap Sugeng.

Melalui program KALCER ini, PLN tidak hanya memperkenalkan promo tambah daya, tetapi juga memberikan edukasi mengenai manfaat penggunaan listrik yang lebih andal untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pelanggan, baik rumah tangga maupun pelaku usaha kecil dan menengah.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.***

Kopdes Merah Putih Awan Wujud Kekuatan Ekonomi, Bupati Bangli Tegaskan Dukungan Penuh

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bangli menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan koperasi desa di wilayahnya terutama setelah Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Awan sebagai koperasi desa percontohan dan bukti nyaya berjalannya fase operasionalisasi.

Kopdes/ Kel Merah Putih Awan berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyebut program Kopdes/ Kel Merah Putih yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto ini sejalan dengan visi pembangunan nasional sekaligus upaya mempercepat pemerataan kesejahteraan di masyarakat.

“Apapun yang menjadi visi Presiden Republik Indonesia, saya selaku pimpinan daerah berkomitmen untuk melaksanakan dengan sangat serius program strategis pemerintah,” kata Sedana usai mendampingi kunjungan kerja Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi ke Kopdes Merah Putih Awan, Selasa (16/9).

Menurutnya, operasionalisasi Kopdes Awan memiliki keunggulan karena lahir dari pengembangan koperasi simpan pinjam yang sudah lama berjalan sehingga telah memiliki track record yang sangat baik dalam menjalankan bisnisnya. Setelah bertransformasi menjadi Kopdes/ Kel Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih Awan diyakini akan mampu membantu pemerintah daerah dalam menghilangkan rantai distribusi yang panjang.

“Saya yakin dengan komitmen jajaran di Desa Awan dan masyarakatnya, potensi lokal bisa digerakkan dan membawa multiplier effect di berbagai lini kehidupan. Mudah-mudahan koperasi ini bisa jadi rujukan utama bagi koperasi Merah Putih di Kabupaten Bangli,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VI, I.G.N. Kesuma Kelakan, menilai keberadaan Kopdes Merah Putih Awan sangat strategis dalam memberikan akses adil bagi masyarakat terhadap kebutuhan dasar. Seluruh kebutuhan dasar masyarakat diharapkan bisa dipenuhi melalui Koperasi tersebut. “Yang penting kebutuhan dasar dulu, agar masyarakat mudah mendapatkan gas, pupuk, dan beras dengan harga yang tidak melambung. Kalau ini maksimal, masyarakat akan sejahtera,” ujar Kesuma.

Kesuma juga mengapresiasi arah pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Kopdes/ Kel Merah Putih yang tidak hanya terpaku pada kebutuhan dasar masyarakat melainkan sudah memetakan rencana bisnis berbasis potensi lokal. Salah satu wacana yang akan dilakukan adalah pengembangan energi baru terbarukan yang nantinya akan dikelola oleh Kopdes.“Koperasi Merah Putih juga diarahkan ke pembangkit listrik tenaga surya. Ini sebuah terobosan untuk mendukun langkah kemandirian energi,” kata Kesuma Kelakan.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi mengatakan operasionalisasi Kopdes Merah Putih Awan ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi kelembagaan ekonomi desa dalam mendorong kesejahteraan masyarakat telah berjalan dengan baik. Kopdes Merah Putih Awan ini telah menunjukkan kinerja yang konsisten sejak program ini diluncurkan pada 21 Juli lalu.

“Alhamdulillah kita lihat ini berjalan dengan sangat baik. Beberapa gerai tetap berjalan optimal, mulai dari gerai sembako, pemenuhan kebutuhan LPG hingga pupuk bahkan hingga layanan simpan pinjamnya,” kata Zabadi.

Menurut Zabadi, keberhasilan Kopdes Merah Putih Awan tersebut layak dijadikan role model bagi pengembangan koperasi desa terutama di wilayah Bali dan sekitarnya. “Kita sedang melakukan percepatan agar tahun ini sesuai arahan Presiden, 80 ribu koperasi bisa operasional. Jadi Kopdes Merah Putih Awan ini menjadi bukti nyata,” ungkapnya.

Kopdes/ Kel Merah Putih juga diarahkan untuk dapat menjadi agregator bagi pengembangan ekonomi desa. Dengan begitu koperasi dapat menjadi off-taker dari usaha anggotanya sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dipastikan seluruh orientasi utama dari Kopdes/ Kel Merah Putih adalah keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat terutama di desa. “Kita ingin rakyat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan mudah melalui Kopdes/ Kel Merah Putih. Itu yang terpenting,” kata Zabadi.

Kepala Desa Awan, I Ketut Dhana Bratha menjelaskan potensi wilayahnya yang potensial dapat mendukung keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desanya di masa mendatang. Dengan luas wilayah 539 hektar, 87 persennya merupakan area pertanian hortikultura seperti jeruk, kopi, sayuran dan lainnya.

Desa Awan juga mengarah pada pengembangan ekowisata mengingat letak geografisnya berada di ketinggian 900–1200 mdpl sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang memiliki hobi mendaki gunung. “Wilayah kami sangat mendukung selain pertanian adalah pariwisata,” kata Dhana Bratha.***

Kesal Banyak Truk Tambang Yang Melintas, Warga Tangerang Geruduk Petugas Dishub Kabupaten Bogor di Parungpanjang

0

Bogordaily.net – Aksi sejumlah warga Tangerang menggeruduk petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor di sebuah warung kopi Kecamatan Parungpanjang, viral di media sosial pada Selasa 16 September 2025.

Berdasarkan video dari instagram @parungpanjang.id terlihat sejumlah warga yang mengenakan pakaian Karang Taruna itu mendatangi sebuah warung kopi, dan juga kontrakan tempat beristirahat para petugas Dishub Kabupaten Bogor.

Mereka datang dan menegur para Anggota Dishub Kabupaten Bogor yang sedang beristirahat pada waktu siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB

Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah warga akibat kekesalan karena pengawalan jam operasional truk tambang yang tak beraturan.

Sehingga masih banyak truk tambang yang masih melintas dan menimbulkan kemacetan di jam jam masyarakat tengah beraktivitas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto membenarkan adanya aksi tersebut.

Menurut Bayu, para anggotanya itu sedang beristirahat setelah sebelumnya melaksanakan pengawalan lalu lintas.

“Itu kan lagi jam istirahat, ada yang lagi sholat ada yang lagi mau makan,” kata Bayu saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 16 September 2025.

Ia menjelaskan, para warga diduga kesal karena banyak truk yang melintas, dan menimbulkan kemacetan.

“Iya dia merasa dengan adanya truk itu jadi macet,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bayu menegaskan bahwa para anggotanya itu sudah bertugas mengatur lalu lintas di jalan tersebut sejak pukul 03.00 WIB.

“Iya sementara kan petugas dari jam 3 subuh sudah mengatur lalin di sana di parung panjang,” ungkap Bayu.***

Albin

Atasi Masalah Sampah di Bali, BRI Peduli Beri Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan sampah melalui program-program yang secara nyata dapat membantu mengatasi masalah sampah di berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan melalui program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’.

Kali ini, kegiatan BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ dilakukan melalui Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos yang berlangsung di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Pudak Mesari, Badung, Provinsi Bali pada Sabtu (30/08). TPS3R sendiri merupakan tempat pengolahan sampah yang menerapkan prinsip Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan Kembali) dan Recycle (Mendaur Ulang) sampah pada skala komunal atau kawasan.

Dalam kegiatan ini, BRI Peduli menghadirkan para pemateri atau narasumber dari Petani Muda Keren dengan peserta yang terdiri dari seluruh pengurus dan anggota TPS3R Pudak Mesari yang memiliki peranan penting dalam sistem kelola sampah.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa Pelatihan Diversifikasi dan Penguatan Mutu Produk Pupuk Kompos bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengurus inti, operator, dan penyuluh TPS3R Pudak Mesari dalam mengelola sampah organik menjadi produk pupuk kompos yang memiliki nilai tambah.

Dengan fokus pada diversifikasi produk, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pupuk, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi melalui peningkatan nilai jual produk kompos. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta mendorong kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini bermanfaat untuk menjawab tantangan kelembagaan TPS3R, yaitu bagaimana mengubah paradigma dari sekadar unit pengelolaan sampah menjadi sentra inovasi berbasis ekonomi sirkular”, ungkapnya.

Dhanny juga menambahkan, TPS3R Pudak Mesari memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk turunan dari kompos, seperti pupuk organik cair, pupuk granul, atau media tanam siap pakai yang memiliki pasar luas, baik untuk kebutuhan pertanian, perkebunan, maupun urban farming.

Selain itu, mutu kompos yang dihasilkan juga perlu diperkuat agar sesuai dengan standar kualitas, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga layak dipasarkan secara lebih profesional.

“Ini adalah bentuk upaya nyata BRI dalam mengatasi persoalan sampah dan menjadi kolaborasi nyata BRI dengan berbagai pihak terkait, agar pengelolaan sampah dan diversifikasi produk pupuk kompos bisa membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian desa”, imbuh Dhanny.

Setelah pemaparan materi dari para narasumber dilakukan, para peserta juga langsung mengimplementasikan ke tempat produksi pupuk kompos, dimana peserta dapat melihat penerapan mesin-mesin tersebut dalam proses produksi.

Peserta juga diberikan kesempatan untuk mengamati secara detail bagaimana mesin digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses pembuatan kompos yang efisien.

Pupuk kompos yang dihasilkan dari pelatihan ini nantinya dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dengan memperbaiki struktur tanah, mengurangi erosi, dan meningkatkan kesuburan secara alami.

Selain itu, penggunaan bahan organik lokal yang diolah dengan cara yang lebih baik dapat mengurangi limbah dan polusi, serta mendukung prinsip pertanian berkelanjutan.

A.A. Gede Agung Wedhatama P. selaku pemateri dari Petani Muda Keren menambahkan bahwa pelatihan ini tentunya sangat penting dilakukan terutama dalam hal inovasi pembuatan pupuk kompos untuk meningkatkan nilai jual dan memperkenalkan produk yang bervariasi kepada masyarakat.

“Harapannya kolaborasi kami dengan BRI dalam pelatihan ini nantinya dapat diimplementasikan oleh peserta terutama tentang berbagai teknik, alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos yang lebih efisien dan ramah lingkungan”, ujarnya.

Gede menambahkan bahwa program ini juga menjadi contoh konkret tentang penerapan sistem pengolahan sampah yang berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memberikan dampak positif, baik untuk lingkungan maupun perekonomian desa.

BRI Peduli “Yok Kita Gas” secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Hal ini sejalan dengan komitmen BRI mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang tersirat pada Pilar Pembangunan Sosial, Pilar Pembangunan Ekonomi dan Pilar Pembangunan Lingkungan.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ telah dilaksanakan di 41 (empat puluh satu) lokasi di Indonesia yang terdiri dari 5 (lima) lokasi di Pasar Tradisional dan 36 (tiga puluh enam) lokasi di lingkungan masyarakat.***

Wamen Helvi: Transformasi Legalitas UMKM untuk Perluas Lapangan Kerja

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, mengatakan transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari sektor informal menjadi formal sangat potensial memperluas lapangan kerja.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang berlangsung di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/9), menyampaikan bahwa UMKM berperan sangat besar dalam menyerap tenaga kerja nasional.

“Dengan kontribusi penyerapan tenaga kerja oleh UMKM yang mencapai 97%, terbukti UMKM menjadi fondasi kokoh bagi perekonomian bangsa. Namun, hingga saat ini masih banyak usaha mikro yang berada di sektor informal,” kata Wamen Helvi.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia adalah tingginya angka pengangguran. Untuk itu, diperlukan pembaruan instrumen kebijakan yang mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

Sebagaimana diatur dalam PP 7/2021, pemerintah berkomitmen meningkatkan produktivitas UMKM dengan mendorong percepatan transformasi usaha mikro dari informal ke formal.

“Kemudahan dan simplifikasi perizinan menjadi kunci dalam pemberdayaan UMKM, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas,” kata Wamen UMKM.

Selain transformasi usaha, Helvi menambahkan, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro juga menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pihak swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi usaha, hingga memperbesar akses pasar.

“Dengan peran strategis UMKM dalam penyerapan tenaga kerja, pemerintah berupaya membangun ekosistem terpadu yang memperkuat daya saing UMKM,” kata Wamen Helvi.

Ia juga berharap, ketika UMKM tumbuh dan menjadi kuat, mereka dapat lebih banyak membuka lapangan kerja berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting bagi UMKM untuk naik kelas dan semakin berdaya saing.

“Ajang ini melibatkan banyak pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, mulai dari masalah dasar hingga strategi untuk berkembang lebih tinggi,” kata Muhaimin.

Ia juga mengajak para pengusaha UMKM agar menyiapkan diri menghadapi persaingan, baik di tingkat domestik maupun global.***

DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Segera Sosialisasi Waktu Car Free Night

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor meminta kepada Pemkot Bogor agar segera mensosialisasikan waktu car free night di Kota Hujan.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menjelaskan bahwa, setidaknya ada survei terlebih dahulu yang dilakukan Pemkot Bogor mengenai lokasi yang akan dijadikan car free night.

“Saya sepakat jika lokasinya ditinjau dulu,” kata Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil

Adityawarman turut mendukung terkait pelaksanaan car free night, hanya saja dirinya meminta kepada Pemkot Bogor untuk tidak mengenyampingkan beberapa aspek yang dipandangnya krusial.

Pertama yaitu aspek lalu lintas, Adityawarman menegaskan jangan sampai pelaksanaan car free night menimbulkan persoalan baru yakni kemacetan.

“Petugas diminta untuk stand by mengatur rekayasa lajur kendaraan ketika car free night diberlakukan di Kota Bogor,” jelasnya

Kemudian, kata Adit, aspek berikutnya yakni kemananan dan kenyamanan untuk warga, apalagi kalau malam, mangkanya itu tadi survei lokasi jadi hal yang tidak boleh dilupakan

Politikus PKS itu menggaransi akan ikut terlibat saat pelaksaan car free night berlangsung, bahkan pihaknya membuka ruang jika teknis pelaksanannya dikaji secara bersama-sama.

“Dan tentu mudah-mudahan jadi, salah satu manfaatnya kan buat kesehatan, buat wisata, buat penguatan UMKM lokal, jadi menurut saya ini program yang baik, DPRD akan ikut mengawasi,” ujar Adityawarman.***

Muhammad Irfan Ramadan

Heboh Bayi Laki-Laki Ditemukan di Paledang Bogor, Tinggalkan Surat Haru

0

Bogordaily.net – Suara tangis membelah dini hari di Kota Bogor. Waktu masih menunjukkan pukul 04.20 WIB, Selasa 16 September 2025.

Di Jalan Kantor Batu, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, warga terperanjat. Tangis itu ternyata berasal dari seorang bayi laki-laki.

Ia tidak ditemukan telanjang. Sudah berpakaian. Terbungkus selimut. Dengan popok yang masih bersih.

Lengkap. Rapi. Seakan orang yang meninggalkannya ingin memastikan sang bayi nyaman.

Ada yang lebih mengejutkan. Secarik kertas kecil ikut ditinggalkan. Tulisan tangan. Sederhana.

Di situ, sang penulis—diduga orang tuanya—menitipkan pesan. “Terima kasih untuk siapa pun yang menolong. Tolong beri nama bayi ini: Jenuswar.”

Warga setempat kaget sekaligus haru. Mereka segera menghubungi pihak kepolisian.

Tak lama, bayi itu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Bogor. Polisi memastikan ia mendapatkan pemeriksaan medis.

Fenomena ini menambah daftar panjang kisah bayi yang ditinggalkan. Tapi berbeda dengan biasanya, ada kesan: sang bayi bukan ditelantarkan. Seolah memang “dititipkan.” Pesan itu, singkat namun penuh makna.

Kini, publik menunggu. Siapa orang tua bayi ini? Mengapa ia memilih meninggalkan anaknya di jalan, bukan di pintu rumah sakit atau panti asuhan?

Polisi masih menyelidiki. Yang jelas, bayi mungil bernama “Jenuswar” itu kini aman, berada di tangan negara, setelah sempat menangis sendirian di dinginnya dini hari Bogor.***

Kolaborasi dengan IPB University, Sentul City Wujudkan Hunian Berkelanjutan Berbasis Lingkungan

0

Bogordaily.net – PT Sentul City Tbk berkolaboasi dengan Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam rangka mewujudkan hunian berkelanjutan berbasis lingkungan.

Adapun, wujud dari kolaborasi itu diperkenalkan dalam acara bertajuk “Sentul City’s Commitment to Ozone Protection” dengan agenda Expose Hasil Pemetaan Jasa Lanskap Berbasis i-Tree Eco, yang berlangsung di Saffron Apartemen, Sentul City, pada Selasa 16 September 2025.

Direktur PT Sentul City Tbk Tjetje Muljanto mengatakan bahwa, kolaborasi yang juga melibatkan SUA LAAB (Satuan Usaha Akademik Landscape Architecture Business Unit), ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan sebagai green developer dalam mendukung perlindungan lingkungan global.

Untuk penelitiannya, kata dia, pengembangan ini melibatkan i-Tree Youth Community, mahasiswa, dan dosen IPB University. Sehingga tercipta kolaborasi antara akademisi, komunitas, dan praktisi.

“Kerja sama ini semakin menegaskan posisi Sentul City sebagai green developer pertama di Indonesia yang mengedepankan pendekatan ilmiah dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Tjetje Muljanto, Selasa 16 September 2025.

Menurutnya, kajian ini sendiri dilakukan pada periode Juni hingga Juli 2025 menggunakan perangkat i-Tree Eco dari US Forest Service yang diakui secara global.

Penelitian di Tiga Cluster Sentul City

Ada tiga cluster ruang terbuka hijau privat (RTH Privat) di kawasan  hunian Sentul City, yaitu Cluster Argenia, Cluster BGH, dan Cluster Northridge yang dilakukan penelitian.

Ketiga lokasi dipilih sebagai model awal pengukuran jasa lanskap berbasis data karena memiliki karakter lanskap yang
berbeda.

Di antaranya, Cluster Argenia. Cluster ini merepresentasikan hunian padat dengan vegetasi terbatas.

Kemudian Cluster BGH yang berada di area berbukit dengan vegetasi dinamis. Dan Cluster Northridge yang didominasi pepohonan tinggi dengan tutupan kanopi lebat sebagai penyangga ekologis.

Hasil penelitian menunjukkan masing-masing cluster memiliki keunggulan ekologi berbeda.

Lebih lanjut, Tjetje Muljanto menjelaskan, Cluster Northridge unggul dalam produksi oksigen sekaligus memiliki fungsi hidrologi optimal.

Cluster BGH berperan sebagai carbon bank dengan kemampuan penyimpanan karbon jangka panjang lebih tinggi dibandingkan rata-rata taman kota di Eropa.

Sementara Argenia berkontribusi besar dalam pemurnian udara dengan menyerap polutan berbahaya seperti NO₂, SO₂, O₃, dan PM2.5, yang dikenal sebagai gas buang kendaraan, debu halus, dan ozon berlebih.

“Secara keseluruhan, manfaat ekologis pohon dan vegetasi di tiga cluster ini bernilai ekonomi lebih dari Rp9,6 miliar, menunjukkan bahwa ruang hijau bukan hanya aset lingkungan tetapi juga modal sosial-ekonomi yang meningkatkan daya saing kawasan hunian,” jelasnya.

Hari Perlingungan Lapisan Ozon

Adapun, kegiatan expose yang juga bertepatan dengan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional itu menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Melalui momentum ini, kami ingin menegaskan bahwa pembangunan kawasan Sentul City berlandaskan  pada prinsip keberlanjutan,” ujar Tjetje.

Ia menambahkan bahwa, data i-Tree Eco menjadi bukti ilmiah bahwa ruang hijau privat khususnya di kawasan Sentul City mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, sekaligus ekonomi bagi masyarakat.

Hunian hijau bukan hanya sebuah tren, melainkan kebutuhan masa depan, dan komitmen ini akan terus kami wujudkan agar Sentul City menjadi contoh nyata kota mandiri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Langkah ini selaras dengan visi perusahaan untuk menghadirkan kualitas hidup terbaik melalui lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, ia berharap kolaborasi dengan IPB University ini menjadi role model dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan modern dan kelestarian lingkungan.*

(Albin Pandita)

Aktivis Desak Golkar Kota Bogor Pecat Desy yang Diduga Bolos Kerja Enam Bulan

0

Bogordaily.net – Aktivis Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) DPW Bogor Raya, mendesak kepada DPD Golkar Kota Bogor untuk memecat atau PAW Desy Yanhti Utama karena diduga bolos kerja di DPRD selama enam bulan.

Ketua Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (JPMI) DPW Bogor Raya, Hanif Abdullah, menegaskan bahwa, partai politik pengusung wajib bertanggung jawab.

“Partai politik pengusung wajib bertanggung jawab dan segera melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu) atau pemecatan sesuai mekanisme jika terbukti mangkir atau bolos kerja,” tegas Hanif.

‎Ia mengatakan, bahwa harus ada audit forensik terhadap gaji, tunjangan, dan fasilitas anggota DPRD yang mangkir.

“Jika terbukti tetap menerima hak tanpa menjalankan kewajiban, itu sama dengan perampokan uang rakyat secara legalistik,” jelasnya.

‎Ia menegaskan, jikalau kasus ini tidak segera ditindaklanjuti dengan tegas dan transparan, maka gelombang besar aksi mahasiswa dan rakyat Kota Bogor akan bergerak turun ke jalan.

Ini bukan ancaman kosong, melainkan peringatan bahwa kesabaran publik ada batasnya.

‎Menurutnya kursi dewan bukan kursi empuk untuk tidur dan liburan. Itu amanah rakyat yang dibeli dengan pajak dan keringat warga Bogor.

“DPRD yang absen dan hanya pandai berdalih sakit tapi sehat saat berlibur, sesungguhnya telah melukai demokrasi, menodai konstitusi, dan merampas hak rakyat atas wakil yang bekerja,” tutup Hanif.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, melalui pesan whatsapp mengenai pernyataan sikap dari DPD, belum ada respon atau susah dihubungi dari Senin 15 September 2025 sampai berita ini diterbitkan.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Desy Yanthi Utama diduga sudah enam bulan terakhir bolos kerja dan sebanyak 12 kali tidak mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Bogor.

Desy Yanthi Utama tercatat absen dalam sejumlah rapat pembahasan di DPRD Kota Bogor dengan jumlah yang cukup banyak.

Wanita yang akrab dipanggil Teh Dea, merupakan wakil dari Partai Golkar di DPRD Kota Bogor di daerah pemilihan (Dapil) I yang mencakup Bogor Timur dan Tengah.***

Muhammad Irfan Ramadan

BK DPRD Kota Bogor Klarifikasi Absennya Desy Yanthi Utami di Paripurna

0

Bogordaily.net – Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor memberikan pernyataan terkait tidak hadirnya anggota DPRD Desy Yanthi Utami dari Fraksi Partai Golkar dalam beberapa kali agenda rapat paripurna DPRD Kota Bogor.

Ketua BK DPRD Kota Bogor Safrudin Bima mengungkapkan, bahwa Desy Yanthi Utami beberapa kali tidak mengikuti sidang paripurna DPRD dikarenakan sakit.

“Kami sudah mendapatkan keterangan surat sakit dari Desy , jadi yang bersangkutan itu lagi sakit dan sedang pemulihan. Sehingga beberapa kali tidak mengikuti sidang paripurna DPRD,” ungkap Safrudin saat dikonfirmasi Bogordaily.net pada Selasa 16 September 2025.

Selanjutnya, kata politisi PAN yang akrab disapa SB ini, Badan Kehormatan juga sudah memanggil Ketua Fraksi Partai Golkar untuk dimintai keterangan.

Hasil yang didapatkan memang betul bahwa yang bersangkutan tidak mengikuti kegiatan di DPRD karena sakit.

“Kata temen-temen Golkar bu Desy sedang sakit, karena sakit, kita mengundang pimpinan fraksi dan DPD Golkar nya untuk memberikan penjelasan dan saat itu menyodorkan surat keterangan sakit,” jelasnya.

“Saya pikir orang sakit kan tidak mungkin ya hadir saat rapat paripurna,” tambahnya.

Ketika ditanyakan terkait pelanggaran karena tidak hadir dalam rapat paripurna tetapi yang bersangkutan menyerahkan surat keterangan sakit, SB menegaskan bahwa akan dilakukan rapat lanjutan bersama BK DPRD.

“Saya tidak mendefesinikan sampai kesana (pelanggaran) yaa, nanti BK akan rapat kembali,” tutupnya.

(Ibnu Galansa)