Home Blog Page 521

Kementerian UMKM Dukung Pasar Senen Bertransformasi Menjadi Pusat Produk Lokal

0

Bogordaily.net – Kebijakan pelarangan impor pakaian bekas ilegal menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang thrifting, termasuk di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan nafkah banyak keluarga dan para pengusaha UMKM.

Menyikapi hal ini, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Temmy Satya Permana, mendorong rebranding Pasar Senen menjadi pusat produk lokal dan mengimbau para pedagang thrifting bertransformasi memperdagangkan produk dalam negeri berkualitas.

“Mereka pada dasarnya adalah pengusaha UMKM yang perlu kita bina dan berdayakan. Mereka tidak anti-lokal dan justru siap bekerja sama dengan brand lokal berkualitas,” ujar Temmy saat menerima perwakilan pedagang thrifting Pasar Senen bersama Gerakan Rakyat Peduli Bangsa (GRPB), produsen fesyen lokal, dan pegiat produk lokal di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Mengutip data GRPB, Temmy menyebut terdapat sekitar 984.000 pedagang thrifting di seluruh Indonesia. Angka ini mencerminkan skala ekonomi yang signifikan bila ekosistemnya ditata dengan tertib serta diarahkan untuk memperkuat produk lokal dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kami tetap mendukung penertiban terhadap impor ilegal, terutama pakaian bekas. Namun kita juga harus bisa menghadirkan solusi agar para pedagang dapat tetap berusaha secara tertib dan berdaya,” kata Temmy.

Kementerian UMKM menegaskan komitmen untuk mengawal transformasi Pasar Senen sebagai pusat produk lokal melalui kemitraan yang adil, pembinaan kapasitas usaha, peningkatan kualitas kurasi produk, serta penguatan akses pembiayaan dan pemasaran.

Pendekatan ini menempatkan kepentingan nasional termasuk perlindungan konsumen, pemberantasan impor ilegal, dan pemberdayaan UMKM sebagai satu tarikan napas kebijakan.

Melalui langkah transformatif dan kolaboratif, Pasar Senen diharapkan menjadi etalase kebanggaan produk Indonesia yang tertib, sehat, kompetitif, dan menyejahterakan.

Pada kesempatan yang sama, aktivis usaha thrifting dari GRPB, Oscar Pendong, menegaskan komitmen pedagang untuk berkolaborasi dengan produsen lokal dalam memasarkan produk dalam negeri. “Kami siap bekerja sama dengan produk lokal. Faktanya, banyak pedagang thrifting juga menjual produk lokal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat,” kata Oscar.

Oscar menambahkan, para pedagang meminta pemerintah tidak serta-merta melarang seluruh praktik penjualan pakaian layak pakai tanpa peta jalan yang jelas. Jika ke depan diperlukan pembatasan lebih ketat, mereka berharap dilakukan secara bertahap agar usaha tidak tutup mendadak dan pedagang dapat beradaptasi.

Ia juga mendorong adanya pengaturan yang jelas terkait aktivitas thrifting sehingga para pedagang dapat membayar pajak dan berkontribusi pada penerimaan negara.

Ia mencontohkan ada potensi penerimaan dari penataan ekosistem, dari satu kontainer pakaian impor, bila tunduk pada ketentuan yang sah dan transparan, berpotensi menghasilkan pemasukan ratusan juta rupiah di tingkat bisnis.

Menurut Oscar, aturan yang pasti termasuk pungutan pajak yang proporsional akan memberi manfaat bagi negara, sekaligus memberikan kepastian bisnis bagi pedagang.

“Kami berharap pemerintah memberi kesempatan melalui skema pembatasan yang terukur dan aturan main yang jelas,” katanya.***

KemenUMKM Kembangkan Kumitra untuk Kemitraan Adil agar Pengusaha Mikro Naik Kelas

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat model kemitraan yang adil, setara, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha mikro di seluruh Indonesia.

“Mari kita bangun kemitraan yang sejajar, saling menguatkan, dan saling menumbuhkan. Dengan begitu, harapan kita untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat dapat tercapai,” ujar Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, saat membuka kegiatan Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) di Kabupaten Jember, Senin (3/11).

Menurut Wamen Helvi, program Kumitra dirancang sebagai langkah konkret untuk memperluas lapangan kerja, memperkuat akses kemitraan, dan membuka rantai pasok bagi pengusaha mikro dengan dukungan berbagai instansi dan mitra usaha.

“Kumitra diharapkan menjadi instrumen pemberdayaan inklusif yang turut mendukung percepatan penghapusan kemiskinan, khususnya bagi pengusaha mikro di desa, rumah tangga miskin, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kementerian UMKM memahami tantangan yang masih dihadapi para pengusaha kecil, terutama dalam menjalin kemitraan yang strategis dan berkelanjutan.

“Kemitraan dengan usaha besar, BUMN, maupun swasta merupakan kunci untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing UMKM,” ujarnya.

Wamen Helvi menjelaskan, usaha besar memiliki keunggulan pada akses teknologi, pasar, pembiayaan, dan jaringan distribusi yang luas, sementara usaha mikro unggul dalam potensi lokal, inovasi, dan daya adaptasi. Sinergi keduanya menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang berdaya saing.

“Program Kumitra merupakan strategi untuk membuka peluang usaha, memperkuat kapasitas pengusaha mikro, dan membantu mereka naik kelas agar terintegrasi dalam rantai pasok formal di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Melalui program ini, pemerintah berkomitmen memfasilitasi dan menghapus berbagai hambatan agar pengusaha mikro dapat menjalin kemitraan yang setara dan saling menguntungkan.

“Semangat utama Kumitra adalah membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan, bukan saling menguasai,” katanya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program Kumitra di wilayahnya. Ia menilai potensi UMKM Jember sangat besar dan beragam, mulai dari sektor pangan, pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata hingga industri kreatif.

“Kami berterima kasih atas perhatian Kementerian UMKM melalui program Kumitra di Jember. Kami berharap para pengusaha UMKM dapat terkoneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih besar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Letter of Intent (LoI) tentang Penguatan Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Klaster Pangan Kabupaten Jember.

Pada kesempatan yang sama, Wamen Helvi turut melepas hasil panen edamame dan okra dari petani mitra kepada PT Mitratani Dua Tujuh, sebagai simbol sinergi nyata antara pengusaha mikro dan industri besar dalam mewujudkan kemitraan yang produktif dan berkelanjutan.***

Amaroossa Royal Bogor Hadirkan kembali Promo Lovember Staycation Hanya Rp605.000 per Malam

0

Bogordaily.net – Amaroossa Royal Hotel Bogor, salah satu hotel bintang 4 terkemuka di Kota Bogor, dengan bangga mengumumkan peluncuran promo spesial “Lovember Staycation” untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman namun tetap terjangkau bagi para wisatawan dan pelaku bisnis.

Hari ini, Amaroossa Royal Bogor menawarkan harga istimewa mulai dari Rp. 605.000,- per malam untuk Tipe Deluxe Room sudah termasuk dengan sarapan 2 orang

Promo ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 30 November 2025, jadi jangan sampai terlewatkan! Dengan waktu yang cukup panjang, Anda dapat merencanakan liburan dengan lebih fleksibel.

Cara Pesan Kamar dan Booking

Untuk menikmati promo “Lovember Staycation”, segera kunjungi situs web kami atau mengirimkan pesan ke akun instagram @amaroossaroyal. Kamar terbatas, jadi pastikan Anda memesan lebih awal!

Kenapa Pilih Amaroossa Royal Bogor?

Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota. Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.

Dengan pelayanan yang ramah dan perhatian terhadap setiap detail, kami menjadi pilihan utama bagi wisatawan bisnis maupun liburan.

KPK OTT Gubernur Riau Abdul Wahid. Apa Perkaranya?

0

Bogordaily.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melancarkan operasi senyap yang mengguncang panggung politik daerah. Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Riau pada hari ini, Senin (3/11/2025), tim penindakan lembaga antirasuah berhasil menjaring Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Kabar penangkapan orang nomor satu di Bumi Lancang Kuning itu dikonfirmasi langsung oleh pimpinan KPK. Penangkapan ini menjadi pukulan telak dan menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan bahwa Gubernur Abdul Wahid termasuk di antara pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“(Abdul Wahid) salah satunya (yang tertangkap),” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto dalam keterangannya, dikutip Senin (3/11/2025).

Meski demikian, Fitroh menjelaskan bahwa tim di lapangan tidak hanya mengamankan sang gubernur seorang. Ia menyebut ada beberapa orang lain yang turut ditangkap dalam OTT tersebut, namun belum merinci total jumlah maupun identitas mereka.

“Ada beberapa orang yang ditangkap tim tangkap tangan KPK. Totalnya belum bisa dipastikan olehnya saat ini,” lanjut Fitroh.

Sesuai dengan prosedur standar yang berlaku di KPK, nasib para pihak yang terjaring, termasuk Gubernur Abdul Wahid, akan ditentukan dalam waktu singkat.

Lembaga antirasuah memiliki kewenangan selama 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif dan menentukan status hukum mereka.

Setelah tenggat waktu tersebut berakhir, KPK akan menggelar konferensi pers untuk mengumumkan secara resmi siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan siapa yang akan dilepaskan karena statusnya hanya sebagai saksi. Pihak yang tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi akan segera dibebaskan.

OTT ini sekali lagi membuktikan komitmen KPK untuk menindak tegas tanpa pandang bulu, menyasar hingga ke pucuk pimpinan pemerintahan daerah.

Publik kini menanti dengan tegang pengumuman resmi dari KPK mengenai detail kasus yang menjerat Gubernur Abdul Wahid dan pihak-pihak lain yang terlibat.***

Melalui AgenBRILink Koperasi Merah Putih, BRI Buka Akses Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa Padang Mantinggi

0

Bogordaily.net – Layanan keuangan yang merata menjadi kunci penggerak ekonomi di wilayah perdesaan. Di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, akses layanan keuangan tersebut kini semakin mudah dijangkau berkat kehadiran AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi wujud nyata perluasan akses keuangan bagi warga desa, termasuk para lansia tanpa harus pergi jauh ke kota.

Petugas pengelola AgenBRILink KDMP Padang Mantinggi, Muhammad Iqbal A. Nursal, bercerita bahwa gagasan membuka layanan AgenBRILink muncul ketika Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Padang Mantinggi resmi menetapkan lokasi operasionalnya.

Ia melihat peluang besar untuk menghadirkan layanan keuangan yang dapat membantu masyarakat bertransaksi tanpa hambatan jarak.

“Hasil musyawarah anggota koperasi pada 26 Agustus 2025 menetapkan bangunan di Jorong I sebagai lokasi operasional koperasi. Di tempat itu pula, AgenBRILink mulai dijalankan, sekaligus difungsikan sebagai toko sembako untuk mendukung perputaran ekonomi lokal,” ujar Iqbal.

Kini, Iqbal menyampaikan bahwa AgenBRILink KDMP Nagari Padang Mantinggi telah berkembang dengan pesat dan menjadi salah satu program unggulan daerah. Berkat dukungan dan kepercayaan warga, membuat layanan ini terus tumbuh. Tercatat, dalam periode Agustus hingga Oktober 2025, aktivitas transaksi meningkat sekitar 20–30%, dengan pengguna sebagian besar berasal dari anggota koperasi, perangkat desa, petani, hingga kelompok lansia.

“Masyarakat sangat senang dengan adanya layanan AgenBRILink di dekat desa. Sekarang cukup berjalan kaki, layanan sudah bisa diakses, dan yang paling penting tidak perlu antre panjang. Beragam layanan keuangan juga tersedia, mulai dari tarik dan setor tunai, isi ulang dompet digital, hingga top up saldo kartu BRIZZI,” ujar Iqbal.

Meski saat ini koperasi belum memiliki karyawan khusus untuk mengelola unit AgenBRILink, namun semangat gotong royong menjadi energi utama yang menjaga layanan ini tetap berjalan. Para pengurus koperasi, termasuk Muhammad Iqbal pun bergantian menjalankan operasional sambil terus belajar meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, AgenBRILink menjadi suatu ikhtiar untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah dan dekat dengan masyarakat desa.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan AgenBRILink Koperasi Desa Merah Putih Nagari Padang Mantinggi sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, menekankan pentingnya penguatan ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Melalui program AgenBRILink, BRI terus memperluas jaringan layanan keuangan hingga ke pelosok wilayah, menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum terlayani lembaga keuangan formal.

“Kehadiran AgenBRILink di Koperasi Desa Merah Putih Padang Mantinggi menjadi bukti nyata sinergi antara BRI dan koperasi desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, modern dan berdaya saing. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas,” tutur Dhanny.

Sebagaimana diketahui, salah satu bentuk dukungan nyata BRI terhadap keberlanjutan KDKMP adalah melalui kehadiran AgenBRILink, yang kini menjadi bagian integral dari operasional koperasi. Dengan jaringan AgenBRILink, koperasi dapat melayani berbagai transaksi keuangan perbankan secara mudah dan terjangkau bagi warga desa.

Kehadiran AgenBRILink tidak hanya mempermudah akses layanan keuangan yang lebih dekat dan inklusif, tetapi juga memperkuat peran koperasi sebagai pusat ekonomi lokal. Tercatat, hingga akhir September 2025, terdapat lebih dari 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).***

Menkop Ajak PKS Sukseskan Program Kopdes Merah Putih Sebagai Pilar Utama Ekonomi Nasional

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berkolaborasi aktif dalam menyukseskan program strategis pemerintah, khususnya Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Ia optimis melalui sinergi yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya PKS akan memudahkan operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih.

Menkop Ferry menegaskan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan gerakan besar nasional yang tidak hanya menjadi tugas dari Kementerian Koperasi (Kemenkop). Program ini membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik termasuk PKS.

“Kami dari Kementerian Koperasi mengajak Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini agar bisa sukses memasuki tahap operasional,” ujar Menkop Ferry dalam acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) bertema “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” yang diselenggarakan oleh PKS di Jakarta, Senin (3/11).

Hadir dalam acara tersebut, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Wakil Ketua MPR-RI M. Hidayat Nur Wahid, Sekjen PKS Muhammad Kholid beserta seluruh jajarannya.

Saat ini sedang dilakukan upaya percepatan pembangunan gerai, gudang dan sarana prasarana pendukung lainnya agar operasionalisasi dapat segera dilakukan. Ditargetkan pada Maret 2026 seluruh aset fisik Kopdes/Kel Merah Putih dapat selesai dibangun.

“Sekarang pembangunan fisik, gudang dan gerainya sudah memasuki tahap hampir 5.000 titik dari sekitar 9.700 titik yang datanya sudah masuk ke kami. Setiap waktu akan terus bertambah,” ungkapnya.

Dengan beroperasinya Kopdes/
Kel Merah Putih di seluruh wilayah di Indonesia diharapkan turut mendukung program strategis lainnya seperti Makan bergizi Gratis (MBG). Ke depan Kopdes/Kel Merah Putih akan diarahkan untuk menjadi pemasok kebutuhan dari dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

Oleh karena itu Menkop Ferry menilai dukungan dari PKS terhadap kesuksesan program Kopdes/Kel Merah Putih sangat strategis. PKS melalui kader-kader dan mitranya di desa-desa dapat menjadi bagian dari pengurus atau pengelola ataupun pengawas koperasi Kopdes/Kel agar dapat beroperasi dengan baik.

“Koperasi desa akan kita dorong menjadi supplier dari program makan bergizi. Di sinilah peran teman-teman PKS bisa masuk, misalnya membangun peternakan ayam petelur, ayam pedaging, maupun usaha susu,” tambahnya.

Menkop Ferry menyebut bahwa kerja sama dengan PKS akan membawa semangat baru dalam memperkuat gerakan ekonomi rakyat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang bertekad untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional berlandaskan konstitusi Pancasila melalui Kopdes/Kel Merah Putih.

“Yang harus dikembangkan adalah SDM baik pengawas, pengurus, maupun pengelola koperasi agar naik kapasitasnya. Karena itu kami siapkan pendampingan, mulai hingga pengawasan oleh Kejaksaan,” jelas Menkop Ferry.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk memperkuat aspek pengawasan dan transparansi, Kemenkop tengah membangun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) serta menggandeng perguruan tinggi.

“Kami ingin perguruan tinggi turun ke desa-desa. Saya sudah berkeliling dan akan bertemu Menteri Pendidikan Tinggi agar kurikulum KKN mahasiswa diarahkan membantu desa dan koperasi,” paparnya.

Sementara itu, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyambut positif ajakan Menkop Ferry Juliantono. Ia menegaskan bahwa PKS siap berkolaborasi demi keberhasilan program strategis pemerintah, khususnya Kopdes/Kel Merah Putih. Ia juga menilai, semangat koperasi yang diusung pemerintah sejalan dengan cita-cita bangsa sejak masa pendiriannya.

“Kami berharap bisa bekerja sama dengan Kementerian Koperasi demi suksesnya program Presiden Prabowo. Program ini sangat dekat dengan kepentingan akar rumput,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa PKS telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di daerah untuk mendukung penguatan Kopdes/ Kel Merah Putih. Muzzammil menegaskan komitmen PKS untuk menjadi bagian dari gerakan nasional ekonomi rakyat.

“Suksesnya koperasi desa berarti suksesnya rakyat Indonesia. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah agar koperasi menjadi motor kemandirian ekonomi bangsa,” tutupnya.***

Percepatan Program 3 Juta Rumah, Menteri Maruarar Sirait Sosialisasi KPP di Bogor

0

Bogordaily.net – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Republik Indonesia Maruar Sirait menghadiri kegiatan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 3 November 2025.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ara menyapa para peserta yang mengikuti program KPP, diantaranya adalah para pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Bogor.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa, KPP dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Mulai dari pengembang, kontraktor, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Adapun, bentuk kebermanfaatannya dapat berupa untuk pengadaan tanah, pembelian bahan bangunan, maupun pengadaan barang dan jasa.

“Saya datang kesini karena siap, tadi juga senang karena cepat. Saya tes juga cepat bank jabar berapa menit sudah tadi kan ada contoh kan yang datang umkm yg bisa diselesaikan cepat, ada penyelesaian cepat,” kata Maruar Sirait kepada wartawan, Senin 3 November 2025.

“Banyak sekali ibu pelaku Umkm itu dia juga merupakan tiang keluarga, tiang ekonomi keluarga, jadi rumahnya dibangun, direnovasi, ekonominya keluarganya juga (dibantu),” tambahnya.

Menurut Ara, Pemerintah telah menggelontorkan anggaran mencapai Rp 130 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di bidang perumahan.

Oleh karena itu, Kredit Program Perumahan (KPP) diharapkan dapat mengembangkan usaha sekaligus membangun rumah layak huni bagi masyarakat.

“Kita negara harus membuat program yang tepat sasaran yaitu buat UMKM. Ini pertama kali dalam sejarah yang dibuat oleh Presiden Prabowo, Rp 130 Triliun KUR perumahan,” jelasnya.

Selain itu, Menteri PKP juga menyampaikan keputusan pemerintah terkait suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi tidak mengalami kenaikan atau tetap sebesar 5 persen. Hal ini tentunya menjadi salah satu hal penting guna membantu masyarakat.

“Jadi ga usah ke rentenir lagi karena dengan KUR perumahan itu 6 persen setahun, coba kalau ke rentenir sebulan berapa. Nah negara harus hadir, negara tidak boleh membiarkan rakyatnya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggencarkan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai upaya mendorong percepatan program 3 Juta Rumah di seluruh Indonesia.

Program ini menyasar masyarakat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa membangun maupun merenovasi rumah layak huni dengan akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau.***

Albin

Atap Sekolah SMKN 1 Gunung Putri Ambruk, 44 Siswa Alami Luka-Luka

Bogordaily.net – Atap sekolah di SMKN 1 Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ambruk menimpa puluhan siswa pada Senin, 3 November 2025.

Berdasarkan video yang beredar, bagian atap sekolah tersebut ambruk dengan cukup parah akibat hujan deras terjadi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan bahwa ada sebanyak 44 siswa yang mengalami luka.

“Ada 44 orang yang mengalami luka-luka,” kata Yudi kepada wartawan, Senin 3 November 2025.

Menurut Yudi, peristiwa itu diakibatkan hujan deras yang menyebabkan salah satu pohon tumbang dan menimpa atap sekolah.

“Jadi ketika hujan besar di belakang itu ada dahan pohon yang jatuh menimpa salah satu gedung itu, kemudian roboh,” jelasnya.

Lebih lanjut, dari 44 siswa tersebut sebanyak 22 siswa mengalami luka ringan dan 2 orang mengalami luka berat.

“Anak yang di dalam itu masih ada yang korban 44 orang, 22 orang luka ringan dibawa ke puskesmas, 2 orang luka berat ke hermina, 2 orang luka berat ke Cileungsi,” ujar Yudi.

Selain itu, para siswa yang mengalami luka kini telah dibawa dan dirawat dirumah sakit Hermina Cileungsi.

“Kemudian 18 orang luka ringan ke kenari itu mereka sudah di proses pengobatan, sebagian juga sudah ada yang dipulangkan yang masih ada dirumah sakit hermina dan rsud cileungsi,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

 

Program Kredit Perumahan Jadi Angin Segar bagi Ekonomi Rakyat, Peserta Harapkan Manfaatnya Terus Meluas

Bogordaily.net – Program kredit perumahan yang dijalankan pemerintah kini tak hanya berfokus pada penyediaan hunian layak, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Melalui program ini, warga berpenghasilan rendah memiliki peluang lebih besar untuk memperbaiki tempat tinggal sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Hal tersebut mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Program Perumahan yang berlangsung di Aula Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 3 Oktober 2025.

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryaman, bersama jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Herman mengungkapkan bahwa sektor perumahan kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah pusat.

Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Sekda se-Indonesia, pemerintah telah menyiapkan anggaran pembangunan daerah sebesar Rp1.377 triliun, sebagian di antaranya dialokasikan untuk sektor perumahan dan kawasan permukiman.

“Baru kali ini Presiden memberikan perhatian besar terhadap pembangunan perumahan. Sektor ini sangat strategis karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat,” ujar Herman.

Ia menambahkan, melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah menargetkan pembangunan 400 ribu unit rumah pada tahun 2026.

Herman berharap minimal 20 persen dari total tersebut dapat diberikan untuk Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor yang memiliki kebutuhan besar terhadap perbaikan rumah tidak layak huni.

“BSPS bukan hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan yang lebih layak. Kami ingin masyarakat bisa tinggal di rumah yang aman, sehat, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga mengalami peningkatan signifikan dengan realisasi mencapai 300 ribu unit rumah per tahun.

Menurut Herman, kemajuan sektor perumahan akan memberikan efek berganda yang luas terhadap perekonomian daerah, seperti peningkatan konsumsi masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

“Sektor perumahan ini punya efek besar terhadap ekonomi. Kami optimis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang kini 5,3 persen bisa naik ke 6 persen tahun depan,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat penerima manfaat turut terasa dalam kegiatan ini. Salah satunya datang dari Hanifah, warga Kabupaten Bogor, yang mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut.

“Alhamdulillah, semoga program seperti ini terus berlanjut dan bantuannya bisa lebih besar lagi. Jadi selain memperbaiki rumah, kami juga bisa mengembangkan usaha kecil di rumah sendiri,” ungkapnya penuh harap.

Hanifah menuturkan, bantuan tersebut sangat membantu pelaku usaha mikro untuk lebih produktif dan mandiri.

“Kalau rumahnya layak dan nyaman, kerja juga lebih semangat. Mudah-mudahan programnya makin besar dan manfaatnya makin luas bagi masyarakat kecil seperti kami,” tambahnya.

(M Fidri Takhrimsyah)

Pemprov Jabar Genjot Program Rumah Layak Huni, Targetkan Rp1.377 Triliun untuk Perumahan Rakyat

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryaman, dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan yang berlangsung di Aula Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 3 November 2025

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat penerima manfaat, Herman menuturkan bahwa sektor perumahan kini mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat.

Hal ini tampak dari hasil Rapat Koordinasi Sekda se-Indonesia, di mana pemerintah pusat menyiapkan dana pembangunan daerah senilai Rp1.377 triliun, termasuk untuk sektor perumahan dan kawasan permukiman.

“Untuk pertama kalinya, Presiden memberi perhatian yang begitu besar terhadap pembangunan perumahan. Sektor ini menjadi fokus penting karena menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Herman menambahkan, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) akan menyediakan sekitar 400 ribu unit rumah pada tahun 2026 melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Ia berharap sekitar 20 persen dari total tersebut dapat disalurkan ke Jawa Barat, terutama di Kabupaten Bogor yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“BSPS menjadi langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat bisa tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak huni. Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah prioritas agar memperoleh porsi lebih besar,” ungkapnya.

Sekda juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar program berjalan efektif.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, telah memperkuat koordinasi dengan seluruh 27 kabupaten/kota guna memastikan implementasi berjalan optimal. Selain dukungan anggaran, semangat gotong royong masyarakat juga menjadi faktor penting keberhasilan program ini.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi, baik melalui tenaga, ide, maupun dukungan lain. Dunia usaha pun diharapkan ikut berperan mempercepat penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat,” kata Herman.

Selain BSPS, Herman menyoroti pula peningkatan signifikan pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi andalan pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kalau dulu realisasi FLPP sekitar 200 ribu unit, sekarang sudah menembus 300 ribu unit. Bahkan peserta sosialisasi bisa langsung mengakses dan menindaklanjutinya karena sesuai arahan Menteri, pelaksanaan program ini harus cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, total nilai program kredit perumahan subsidi secara nasional kini mencapai Rp130 triliun. Angka tersebut menunjukkan betapa besar dukungan pemerintah terhadap sektor perumahan sekaligus menggambarkan perannya dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

Menurut Herman, keberhasilan pembangunan perumahan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan langkah percepatan yang dilakukan, Pemprov Jawa Barat optimis pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 5,3 persen dapat meningkat hingga 6 persen pada tahun mendatang.

“Sektor perumahan memiliki efek berganda yang luas. Selain menciptakan rumah layak huni, juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan industri bahan bangunan, serta mendorong sektor perdagangan dan jasa di daerah,” tuturnya.

Herman menegaskan bahwa seluruh program pembangunan pemerintah pada akhirnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.

“Tugas utama pemerintah adalah menyejahterakan dan membahagiakan rakyat. Jika masyarakat belum bahagia dan sejahtera, maka fungsi pemerintahan belum tercapai,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Herman mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dan memastikan setiap program perumahan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pemprov Jawa Barat siap bergerak cepat dan berkolaborasi agar seluruh program perumahan memberi dampak nyata bagi rakyat,” pungkasnya.

(Solihatun Nisa)