Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 5854

Tuberkulosis (TBC) di Masa Pandemi COVID-19

0

Bogordaily.net – Sudah dua tahun berlalu sejak kasus COVID-19 pertama ditemukan di Indonesia, saat ini jumlah kasus mencapai lebih dari 5 juta dan masih akan terus bertambah sehingga menyebabkan COVID-19 menjadi perhatian pemerintah. Seiring dengan upaya penanggulangan pandemi ini, pemerintah juga tetap harus memastikan penanggulangan dan pelayanan penyakit lain berjalan secara optimal, salah satunya adalah pelayanan penyakit tuberkulosis. Hal ini dikarenakan penularan TBC yang mudah dan cepat seperti COVID-19 tetapi memiliki jangka waktu pengobatan yang berbulan-bulan yang dapat menurunkan kualitas kehidupan penderita.

Pemerintah Indonesia menargetkan TBC dapat di Eliminasi pada tahun 2030. Namun munculnya pandemi COVID-19 di awal tahun 2020 mengakibatkan tantangan penanggulangan TBC semakin besar salah satunya adalah pasien TBC yang khawatir untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Selain itu, masalah penanggulangan TBC juga ditemukan dari sisi petugas kesehatan yang fokusnya terbagi untuk menangani kasus COVID-19 dan TBC.

Tuberkulosis (TBC) atau yang biasa dikenal dengan sebutan flek paru-paru merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang biasanya menyerang organ paru dan juga dapat menyerang organ manapun dalam tubuh seperti kulit, ginjal, tulang, dan otak (CDC, 2022).

Sebanyak 14% kasus TBC di Dunia saat ini berasal dari Indonesia sehingga menempatkan Indonesia menjadi negara kedua dengan kasus TBC terbanyak di dunia (Global TBC Report, 2021). Berdasarkan data SITB pada tahun 2021 di Kota Bogor sendiri ditemukan sebanyak 4.541 kasus TBC.

Sama seperti halnya COVID-19, TBC dapat menyerang siapa saja tidak peduli laki-laki atau perempuan, tua atau muda, bahkan anak-anak dapat terinfeksi. Namun terdapat beberapa kelompok yang lebih rentan terpapar kuman TBC seperti perokok aktif, orang yang tinggal serumah dengan pengidap TBC, pengidap HIV/AIDS, petugas laboratorium serta orang yang tinggal di daerah padat penduduk.

Kuman TBC ini dapat menyebar melalui udara dengan perantara droplet atau percikan air liur saat penderita TBC berbicara, batuk, ataupun bersin.

Gejala yang ditimbulkan tergantung pada dimana kuman TBC berkembang biak. Kuman TBC biasanya berkembang biak di paru-paru yang bisa disebut sebagai TBC Paru, gejala utama penyakit TBC paru adalah batuk selama 3 minggu atau lebih, terasa sakit pada bagian dada, dan batuk atau berdahak disertai darah.

Gejala lain yang dapat ditimbulkan adalah badan terasa lemah, pucat, kehilangan berat badan, tidak nafsu makan, demam dan berkeringat ketika malam hari (CDC, 2022).

Tuberkulosis

Gejala-gejala tersebut mirip dengan gejala yang ditimbulkan oleh COVID-19, oleh karena itu dengan melakukan pencegahan penyakit TBC juga dapat mencegah penularan COVID-19.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutupi mulut, tidak sembarangan membuang dahak atau meludah, dan memastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik serta melakukan vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) pada anak usia 1 bulan setelah kelahiran dan orang dewasa usia 16-35 tahun yang berisiko terpapar TBC di tempat kerja.

Apabila mengalami gejala TBC dianjurkan untuk pergi ke layanan Kesehatan seperti klinik, puskesmas maupun rumah sakit, pasien akan dipastikan apakah terkena TBC atau tidak dengan pemeriksaan dahak.

Walaupun TBC merupakan penyakit yang mudah menular dan menyebabkan kematian, tetapi Tuberkulosis dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat secara teratur selama kurang lebih 6 bulan atau hingga pengobatan tuntas.

Selain itu mengonsumsi obat dengan benar dapat mengurangi risiko penularan TBC sehingga pasien dapat beraktivitas seperti biasa.

Wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung upaya Eliminasi TBC tahun 2030 salah satunya adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 67 tahun 2021 tentang penanggulangan TBC.

Salah satu perubahan paling terlihat dalam peraturan tersebut adalah perubahan penentuan diagnosis TBC yang sebelumnya pada Permenkes No. 67 tahun 2016 memakai mikroskopis, saat ini penegakan diagonis awal TBC menggunakan alat Tes Cepat Molekular (TCM) yang lebih akurat.

Menindaklanjuti peraturan tersebut, di awal tahun 2022 Dinas Kesehatan Kota Bogor telah memberlakukan diagnosis awal TBC menggunakan alat TCM dengan didukung adanya 41 fasilitas pelayanan kesehatan yang berjejaring TCM dan dapat melayani pengobatan Tuberkulosis. Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut terdiri dari 25 Puskesmas, 14 Rumah Sakit, 1 Klinik, dan 1 Klinik Lapas.

Dinas Kesehatan Kota Bogor juga terus berupaya dalam memperbesar jaringan dalam penanggulangan TBC dengan rumah sakit dan klinik yang belum bekerjasama. Dengan upaya tersebut Dinas Kesehatan terus mengawal penanggulangan TBC di Kota Bogor sehingga harapannya dapat mencapai Eliminasi TBC pada tahun 2030.***

Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Ubah Perilaku Sehat

0

Bogordaily.net –  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah salah satu program nasional di bidang sanitasi yang merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hidup besih dan sehat melalui pemberdayaan masyarakat yang berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dengan metode pemicuan. Diharapkan melalui pendekatan ini masyarakat mau dan mampu mengubah perilakunya bahkan membuat fasilitas sanitasinya dengan biaya sendiri.

Program ini dikukuhkan Menteri Kesehatan RI pada bulan September 2008 melalui Kepmenkes No.852/Menkes/SK/IX/2008. Pada tahun 2014 diperkuat lagi dengan Permenkes no 3 tahun 2014.

Tujuan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini adalah terciptanya kondisi sanitasi total dalam upaya mengurangi penyakit berbasis lingkungan sebagai indikatornya adalah menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Langkah-langkah perubahan perilaki dikenal dengan Lima Pilar STBM, yaitu:

1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS)
Suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.

3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan di Rumah Tangga (PAMM RT)
Suatu proses pengelolaan, penyimpanan, dan pemanfaatan air minum dan air yang dipergunakan untuk proses pengelolaan makanan dan keperluan lainnya yang aman di rumah tangga dengan 5 (lima) kunci keamanan pangan yaitu menjaga kebersihan, memisahkan pangan matang dan mentah, memasak dengan benar, menjaga pangan pada suhu aman, dan menyediakan air dan bahan baku yang aman.

4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT)
Proses pengelolaan sampah yang aman pada tingkat rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang. Pengeloaan sampah yang aman adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah dengan cara yang tidak membahayakan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT)
Proses pengeluaran limbah cair yang aman pada tingkat rumah tangga untuk menghindari terjadinya genangan air limbah yang berpotensi menimbulkan penyakit berbasis lingkungan.

Dalam pelaksanaan Program STBM agar dapat terlaksana dengan baik diperlukan strategi yaitu :

a. Penciptaan Lingkungan yang Kondusif
Menciptakan kondisi yang mendukung tercapainya sanitasi total, melalui dukungan kelembagaan, regulasi, dan kemitraan antar pelaku STBM, termasuk di dalamnya pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, institusi keagamaan dan swasta.

b. Peningkatan Kebutuhan
Upaya sistematis untuk meningkatkan kebutuhan menuju perubahan perilaku yang higienis dan saniter.

c. Peningkatan Penyediaan atau Pasokan Sanitasi
Meningkatkan dan mengembangkan percepatan penyediaan akses terhadap produk dan layanan sanitasi yang layak dan terjangkau dalam rangka membuka dan mengembangkan pasar sanitasi.

d. Pengelolaan Pengetahuan
Pengelolaan pengetahuan, pembelajaran, pengalaman, hasil studi dan riset agar pihak yang berkepentingan memiliki akses yang mudah, cepat dan murah.

e. Pembiayaan
Sinergi sumber daya untuk mendukung, dan penguatan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan fokus nonsubsidi untuk pembangunan sarana individu (on-site system).

f. Pemantauan dan Evaluasi
Agar dapat mengukur perubahan dalam pencapaian program dan mengidentifikasi pembelajaran yang dapat dipetik selama pelaksanaan.

Selaras dengan Visi Kota Bogor “Mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga” dan memiliki misi kesatu Mewujudkan Kota yang Sehat. Untuk mewujudkan Kota yang sehat harus ditunjang faktor lingkungan yang sehat. Upaya ini dapat dilakukan melalui program STBM yang sudah dilaksanakan sejak 5 (lima) tahun yang lalu di 68 Kelurahan.

Berdasarkan data monitoring dan evaluasi STBM pada November tahun 2021 Pilar 1, Stop Buang Air Besar Sembarangan sebagai berikut : akses sanitasi aman 20,26%; akses sanitasi layak 30,22% ; sharing 3,94%; belum layak 21,91%; BABS Tertutup 23,26%; dan BABS Terbuka 0,4%. Pilar 2, Cuci Tangan Pakai Sabun 74,2%, Pilar 3, Penyehatan Air Minum Makanan Rumah Tangga 92,0%, Pilar 4, Pengamanan Sampah Rumah Tangga 28% dan Pilar 5, Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga 23%.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit penyakit berbasis lingkungan seperti diare, disentri, muntaber. Salah satu upaya untuk mencegah penyakit tersebut dilakukan melalui program ODF (open defecation free). Kelurahan ODF adalah kelurahan yang 100% masyarakatnya tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan.

Saat ini Kota Bogor belum ada satu kelurahan yang mencapai ODF (open defecation free). Demikian juga berdasarkan evaluasi pencapain desa/kelurahan ODF di Jawa Barat tahun 2021 hanya Kota Bogor yang belum memiliki kelurahan yang ODF dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Untuk mencapai kelurahan ODF perlu dilakukan penguatan dan penggalangan komitmen dari semua lintas sektor dan pemangku kepentingan melalui strategi percepatan ODF dengan cara penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan dan peningkatan penyediaan akses sanitasi.

Pada tanggal 30 November 2021, Bapak Walikota Bogor menetapkan 68 Kelurahan untuk melakukan percepatan ODF dengan SK walikota nomor 658/Kep.912-Dinkes/2021 tentang Penetapan kelurahan Lokus Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) dan secara bersama telah dilakukan penandatanganan penggalangan komitmen bagi 68 kelurahan dan semua lintas sektor terkait untuk melakukan percepatan ODF sampai dengan kurun waktu 6 bulan sejak Desember 2021 sampai dengan Juni 2022.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, telah dilaksanakan pertemuan sosialisasi percepatan Kelurahan ODF di tingkat Kecamatan se Kota Bogor. Semua Camat turut berperan aktif dan mendukung percepatan Kelurahan ODF di wilayahnya dan melaksanakan penguatan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam percepatan Kelurahan ODF.

68 Lurah telah menindaklanjutinya dengan penerbitan SK Tim Percepatan Kelurahan ODF di wilayahnya agar koordinasi dapat berjalan dengan baik penuh rasa tanggungjawab. Diharapkan pada tanggal 3 Juni 2022 tepatnya hari jadi Kota Bogor dapat dideklarasikan Kelurahan ODF Tingkat Kota Bogor.***

Pawang Hujan MotoGP, Lumbis: Nama Rara Melejit di Dunia

0

Bogordaily.net – Rara Istiati Wulandari, pawang hujan dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022 tengah menjadi sorotan atau viral. Pasalnya, gelaran MotoGP Mandalika 2022 dilihat oleh 400 juta pasang mata dari 192 Negara dan disiarkan secara langsung oleh lebih dari 200 stasiun TV.

Terlepas benar apa tidaknya hujan berhenti karena aksi pawang hujan ini atau memang curah hujannya yang habis, tetapi yang jelas aksi pawang hujan mendapat apresiasi dari MotorGP.

“Itulah Indonesia yang penuh dengan keunikan budaya,” kata Camat Lumbis Pasiangan Lumbis Pangkayungon, dalam akun Facebook nya, Rabu 23 Maret 2022.

Menurut nya, pada event MotoGP Mandalika justru berhasil menuai berkah pada kondisi tak menguntungkan itu. Improvisasi kreatif dengan menampilkan sosok pawang hujan bernama Rara saat balapan motor itu harus dihentikan karena hujan sangat deras, menjadi trending topik dunia.

Mata dunia terpalingkan dari hujan dan rasa penat menunggu berubah menjadi moment mengasikkan. Sensasi kebaruan yang tak pernah mereka bayangkan ada, hadir dalam seketika di depan matanya. Seorang perempuan tampil dalam aksi menghentikan atau memindahkan hujan.

“Tak perlu kita berdebat terkait efektifitas dari aksinya dilihat dari sisi logis atau bahkan mistis. Itu adalah improvisasi cerdas sebagai upaya membuat orang tetap terhibur dalam konteks seni pertunjukan,” ujarnya.

Hasilnya, hampir semua penonton di seluruh dunia membicarakannya. Nama Rara melejit dan Indonesia sebagai tuan rumah event MotoGP seri kedua kejuaraan dunia 2022 menjadi pembicaraan.

Dalam konteks panggung tersebut, kata Lumbis, tak bisa disangka bahwa itu jelas adalah keberhasilan. Gak terlalu berlebihan, bola kelak akan disebut dengan kesuksesan tingkat dewa.

“Kenapa? Itu sangat iconic. Sangat membekas dalam ingatan kolektif dunia sebagai satu-satunya kejadian unik dan pertama kali terjadi dalam sebuah event MotoGP. Dan luar biasanya, itu terjadi di Indonesia,” paparnya.

Seumur hidup, Lumbis mengatakan, peristiwa itu akan terus dibicarakan. Akan ada usaha dari banyak tuan rumah dalam event apapun dari Negara lain mencoba mengadopsi teori itu demi memperkenalkan budayanya. Dan itu adalah promosi, itu adalah bisnis.

“Apa ga justru mempermalukan Negara kita karena masih percaya klenik di tengah usaha banyak Negara yang bahkan sudah membidik Mars sebagai targetnya,” ucapnya.

Dia menilai paling tidak nama Indonesia menjadi lebih banyak disebut dan maka juga memiliki korelasi akan menjadi target untuk dikunjungi kelak.

Terlepas percaya atau tidak atas ritual tersebut, faktanya, ga lama setelah Rara beraksi, hujan berhenti. “IT WORKED”, itu ditulis dari laman resmi MotoGP.

Maka dari itu, nama Rara tak kalah tenar dibanding Miguela Oliveira pembalap dari Portugal yang berhasil berdiri di podium sebagai juara.

“Believe or Not, hanya pada gelaran MotoGP Mandalika 2022 saja sosok tak terlibat balapan dibicarakan dalam setara dengan sang juaranya. Nama Rara ada disebut,” ungkapnya.*

(Ibnu Galansa Montazery)

Harga Emas Tergelincir, The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga yang Lebih Besar

0

Bogordaily.net– Harga emas Antam pada Rabu, 23 Maret 2022 untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp984.000. Harga emas Antam hari ini terpantau anjlok Rp5.000 dibandingkan dengan harga jual Selasa, 22 Maret 2022 kemarin.

Sedangkan harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp887.000 per gram. ‎Harga buyback tersebut juga turun Rp5.000 dibandingkan dengan harga buyback Selasa kemarin.

Sementara itu di sisi lain, Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang besar tahun ini untuk melawan lonjakan inflasi. Harga emas pun turun hampir 1 persen mendekati level terendah satu pekan pada perdagangan Selasa, 22 Maret 2022.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika, karena itu meningkatkan  opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Mengutip Suara.com dari CNBC, Rabu, 23 Maret 2022 harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD1.921,58 per ounce. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,4 persen menjadi USD1.921,50 per ounce.

“Fakta The Fed siap untuk melakukan kenaikan setengah poin versus seperempat poin bergerak maju semuanya cukup hawkish  dan mendorong emas lebih rendah,” kata analis RJO Futures, Bob Haberkorn.

“Komentar seperti itu biasanya akan mengirim emas secara signifikan lebih rendah, seperti penurunan USD50, tetapi fakta bahwa situasi Rusia-Ukraina berada di garis terdepan menjaga harga emas,” tambahnya.

Sebelumnya Powell mengatakan pembuat kebijakan perlu bergerak “cepat” karena inflasi semakin panas, dan dia meningkatkan kemungkinan kenaikan 50 basis poin (bps). Sikap hawkish Powell itu memicu aksi jual pasar obligasi yang tajam dan mengirim imbal hasil US Treasury 10-tahun ke level tertinggi sejak Mei 2019.

Trader sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan The Fed berikutnya, yakni Mei. Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Meski demikian, tekanan pada emas relatif teredam karena fokus investor tertuju pada konflik Ukraina.

Harga logam mulia lainnya perak melorot 1,6 persen menjadi USD24,80 per ounce dan platinum menyusut 1,6 persen menjadi USD1.021. Paladium anjlok 3,8 persen menjadi USD2.487,19.***

Berkunjung ke Desa Wisata Ini Akan Lihat Mayat Berjejer Rapi, Berani Datang?

0

Bogordaily.net– Bali memiliki beragam keunikan yang tentu memancing minat banyak wisatawan untuk berkunjung, salah satunya desa wisata. Beragam desa wisata juga menyimpan keunikan masing-masing. Misalnya, Desa Trunyan yang terkenal dengan keunikan pemakamannya.

Wisatawan akan melihat jenazah-jenazah yang berjejer rapi, tulang-belulang belulang yang berjejer, tebaran uang, hingga barang-barang yang akan dibiarkan bersama jenazah tersebut.

Desa Trunyan terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Desa yang satu ini letaknya dekat dengan Danau Batur. Selain keindahan alamnya yang memancing banyak wisatawan, desa ini juga hadir dengan keunikan yakni soal pemakaman. Warga desa yang meninggal dunia tidak dikubur, melainkan ada tata cara tersendiri yang diatur sesuai adat desa.

Mengutip Berdesa.com, desa ini mengatur cara menguburkan mayat warganya. Penguburan dibagi menjadi tiga jenis, sesuai dengan jenis kuburan(sema) untuk tiga jenis kematian. Warga yang meninggal dengan kematian wajar akan diletakkan di bawah pohon Taru Menyan, pada lokasi yang diberi nama Sema Wayah. Sebelumnya dilakukan upacara terlebih dahulu untuk warga desa yang meninggal tersebut.

Untuk warga desa yang meninggal secara tak wajar seperti dibunuh, bunuh diri maupun kecelakaan akan diletakka di Sema Bantas. Terakhir untuk warga desa yang masih bayi, anak kecil hingga dewasa yang belum menikah akan diletakkan pada Sema Muda.

Tradisi penguburan mayat di desa Trunyan ini memang tergolong unik. Apalagi mayat tidak dikubur, melainkan diletakkan di bawah pohon. Ternyata bau busuk yang hadir dari mayat tersebut disamarkan oleh bau harum dari pohon Taru Menyan tempat mayat diletakkan. Pohon tersebut memang terkenal dengan baunya yang harum. Bau harum itulah yang kemudian menetralisir bau busuk dari mayat. Inilah yang kemudian membuat mayat yang diletakkan di bawah pohon ini tidak menimbulkan bau busuk.

Mayat yang diletakkan di bawah pohon Teru Menyan tidak diletakkan begitu saja. Melainkan dengan diberi pagar bambu di sekeliling mayat. Selain itu mayat juga ditutupi dengan kain putih. Keluarga almarhum akan memberi sesaji di sekitar mayat. Jadi tidak berarti mayat diletakkan begitu saja di bawah pohon Taru Menyan.

Mayat yang diletakkan di bawah Pohon Taru Menyan tidak selalu dibiarkan ada di sana. Namun, saat mayat sudah berupa tulang belulang nantinya akan diambil untuk dikumpulkan menjadi satu. Ini guna memberi ruang bagi mayat baru agar dapat diletakkan di bawah pohon Taru Menyan.

Nah, untuk tiba di Desa Trunyan bisa menempuh perjalanan menggunakan naik perahu lalu menyeberangi Danau Batur menuju Trunyan. Jarak tempuh penyeberangan sekitar 45 menit. Jadi berani berwisata ke Desa Trunyan?***

 

Geger Karyawati Pabrik Tewas Dibacok! Dikenal Aktif di Media Sosial, Warganet Ikut Berduka

0

Bogordaily.net– Seorang karyawati, Iska Nurrohmah tewas bersimbah darah di Jalan Ki Pelo, Kampung T‎egalgede, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Korban yang dibacok tersebut ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan Selasa, 22 Maret 2022 pukul 05.30 WIB. Video kasus kematian korban yang beredar di media sosial pun viral.

Kapolrestro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan ini.

“Dugaan sementara, bukan bermotif pembegalan atau perampokan karena barang-barang berharga milik korban masih utuh,” ‎kata Gidion Arif Setyawan kepada wartawan dikutip dari Beritasatu.com.

Peristiwa kata dia bermula saat korban yang merupakan pegawai pabrik di Kawasan EJIP, Cikarang Selatan, hendak berangkat kerja. Di lokasi kejadian, korban diadang dua pelaku yang mengendarai satu sepeda motor. Korban dibacok pelaku hingga roboh bersimbah darah. Setelah menjalankan aksinya, pelaku melarikan diri.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melapor ke polisi yang tak lama kemudian tiba di lokasi. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)‎ dan memeriksa saksi guna pengungkapan pelaku. Selanjutnya jasad karyawati tewas itu dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

Menurut Gidion, korban berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Ia biasa berjalan kaki dari kos-kosan menuju tempat mobil jemputan di Jalan Jayakarta, yang berjarak sekitar 200 meter.

Baru berjalan sekitar 80 meter dari kos-kosan, korban diadang pelaku dan dibacok hingga meninggal di lokasi kejadian.

“Informasi dari keterangan saksi, sempat mendengar suara teriakan korban,” katanya.

Kondisi jalan saat kejadian masih sepi dan gelap. Seusai beraksi pelaku melarikan diri‎. Korban sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Sementara itu, kasus kematian korban menjadi sorotan di dunia maya. Sejumlah video dan foto korban semasa hidup pun beredar.

Korban tampaknya dikenal aktif di media sosial. Pantauan Bogordaily.net, hingga Rabu, 23 Maret 2022 korban memiliki pengikut di Instagram @iska_kaaka sebanyak 8 ribu lebih. Foto yang diunggahnya terakhir kali ini dibanjiri warganet. Mereka mengucapkan belasungkawa atas kepergian Iska.

“Semoga meninggal dalam Husnul khatimah kakak cantik & di ampuni segala dosa dosa nya & di masukan ke dalam surga nya Allah SWT . Amin ya rabbal alamin,” tulis warganet di kolom komentar.

“Yaallah semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT Doa Terbaik untukmu mbakk,” timpal yang lainnya.

“Mudah2 an motif pembunuhan ini cepat terungkap dan pembunuhnya cepet ditangkep. Mudah2 an ngga akan terjadi lagi. Aamiin,” kata warganet.***

Bagian Hukum dan HAM, Gelar FGD Efektivitas Penerapan Restorative Justice

0

Bogordaily.net – Bagian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Setda Kota Bogor menggelar Focus Group Discussion (FGD) Efektivitas Penerapan Restorative Justice secara virtual.

Wali Kota Bogor Bima Arya yang hadir sebagai keynote speaker membuka FGD bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Sekti Anggraini.

Menurut Bima Arya, Restorative Justice adalah pendekatan yang sangat berorientasi pada prinsip-prinsip keadilan dan keseimbangan.

Proses dialog atau mediasi, fasilitasi dengan komunikasi yang sangat kekeluargaan berdasarkan adat istiadat setempat, sehingga mampu menyelesaikan persoalan yang terlihat rumit.

“Manakala ada persoalan, aparat hukum melakukan mediasi dan fasilitasi sehingga ada komunikasi disitu, apa yang menjadi keinginan pihak yang dirugikan dan apa yang bisa dilakukan oleh pihak yang dituntut. Ini kemudian bisa jadi menghasilkan satu proses yang memenuhi prinsip-prinsip keadilan. Ini sangat sesuai dengan karakter kultur Indonesia, Jawa Barat dan Kota Bogor,” kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Selasa 22 Maret 2022.

Selain itu juga menurut Bima Arya, Restorative Justice sangat mungkin bisa meminimalisir terjadinya konflik-konflik pasca putusan, atau proses hukum yang biasanya dihasilkan oleh putusan hukum.

“Perlu sosialisasi dan pemahaman baik terhadap konsep Restorative Justice. Selain itu juga pemahaman semua terkait kasus-kasus yang bisa digiring ke Restorative Justice sehingga perlu kategorisasi dari Kejaksaan Negeri Kota Bogor,” sebutnya.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta menyampaikan, selama ini para ahli hukum mengungkapkan masyarakat masih belum memahami Restorative Justice, yang merupakan upaya akhir dilakukan apabila perbaikan-perbaikan dari sisi keadilan itu belum menyentuh kepada masyarakat.

“Di Kota Bogor tentunya kita harus bersinergi dengan satu aturan yang dikeluarkan. Bagian Hukum dan HAM sesuai amanat dari undang-undang yang merujuk pada aturan di atas dan akhirnya kami menerbitkan sebuah Perwali tentang Restorative Justice, untuk mendukung perlindungan masyarakat dan dalam rangka mewujudkan kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan,” jelas Alma.

Pada kesempatan tersebut Alma menjelaskan, regulasi di Kota Bogor yang telah dikeluarkan pada 8 Maret 2022, yakni Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 18 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Keadilan Restoratif di Wilayah Kota Bogor, yang mengandung kurang lebih 18 pasal.

Secara garis besar perspektif yang dilakukan Pemkot Bogor adalah penetapan kampung atau rumah restorative justice, pengendalian dan pengawasan masyarakat terhadap ketertiban umum, ketentraman dan perlindungan masyarakat.

Pendampingan hukum bagi korban kejahatan dan pengawasan terhadap pelaku atau pelanggar kejahatan setelah kembali ke masyarakat. Disamping itu ada pemberdayaan masyarakat.

Regulasi tersebut lanjut Alma, belum ada di daerah seluruh Indonesia, sehingga dirinya berharap hal tersebut menjadi rujukan, untuk memberikan satu pemahaman dalam bentuk tertulis di produk hukum daerah.

Alma menyebut, ada tiga hal yang menjadi landasan penerbitan produk, yaitu filosofis, sosiologis dan yuridis.

Dalam konsideran regulasi dia menyampaikan, perlindungan terhadap masyarakat korban akibat tindak pidana dan penjatuhan sanksi terhadap pelaku harus melihat bagaimana untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan sisi aspek keadilan yang berkembang.

Di sisi lain, penyelesaian permasalahan sejalan dengan adat istiadat melalui musyawarah perdamaian dengan prinsip saling asah, silih asuh dan silih asih.

Disamping itu, melihat fungsi, tugas dan wewenang, Kejaksaan Negeri Kota Bogor menjadi tempat dalam pelaksanaan Restorative Justice atau juga tempat lain yang ditunjuk berdasarkan keputusan Wali Kota dan surat perintah Kejari Kota Bogor.

“Saya berharap dari FGD ini, khususnya dari aspek keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan sehingga tugas dan fungsi Pemkot Bogor dapat secara optimal membantu warga Kota Bogor yang berhadapan dengan hukum dan membutuhkan pendampingan,” harapnya.

Selain itu, narasumber diharapkan bisa memberikan masukkan sehingga diharapkan dengan Restorative Justice bisa melindungi hak warga sebagai pemulihan.

“Artinya kita tidak menjustifikasi warga yang telah melakukan, karena ada unsur kemaafan yang ada di dalam masyarakat,” katanya.* (Ibnu Galansa Montazerry) 

Namanya Diisukan Masuk Kabinet Jokowi, Ini Jawaban Bima Arya

0

Bogordaily.net– Kabar reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo kembali bergulir. Kali ini muncul nama Bima Arya Sugiarto yang kabarnya digadang-gadang bakal masuk Kabinet Indonesia Maju atau Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin.

Kabar yang beredar juga menyebutkan Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mempunyai jatah menteri dan wakil menteri.

Isu tersebut beredar seiring semakin gencarnya wacana tentang perombakan kabinet.  Terlebih ada surat undangan untuk para menteri mengikuti rapat terbatas di Istana, Rabu, 23 Maret 2022 hari ini.

Reshuffle kabinet juga diyakini untuk mengakomodasi Partai Amanat Nasional atau PAN yang kekinian mendukung pemerintahan Jokowi – Maruf.

Lalu apa tanggapan Bima Arya yang merupakan kader partai berlambang Matahari tersebut? Mengutip Suara.com, Bima terkejut dan balik bertanya tentang sumber informasi itu.

“Kabar dari mana?” kata Bima Arya.

Wali kota Bogor itu lantas membantah dan mengatakan belum ada kabar tentang perombakan kabinet. Apalagi soal dirinya direkomendasikan PAN untuk masuk kabinet.

“Enggak ada. Belum ada info apa-apa kok,” sambungnya.

Sementara itu kabar Presiden Joko Widodo bakal merombak atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 23 Maret 2022 kencang berembus. PAN disebut-sebut bakal mendapat kursi menteri dan wakil menteri jika ada reshuffle.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan belum ada informasi resmi terkait perombakan kabinet.

“Belum ada (informasi),” kata Heru.

Sebelumnya diberitakan isu Jokowi reshuffle kabinet kembali menguat. Berembus kabar, Rabu, 23 Maret 2022, Presiden Jokowi akan melakukan perombakan. Bahkan rumor yang beredar dua nama menteri diisukan bakal terkena reshuffle. Mereka adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Menanggapi isu Jokowi reshuffle kabinet, elite Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi menyatakan, jika reshuffle dalam waktu dekat tak akan terjadi. Ia menilai, pemerintahan Presiden Jokowi pada periode kedua saat ini sudah sangat kuat dan stabil.

“Masalah reshuffle? Saya tidak yakin ada reshuffle dan tidak ada orang yang berpikir perlu reshuffle sekarang. Pemerintah sekarang, di bawah Pak Jokowi, berlangsung sangat stabil,” kata Taufiqulhadi.

Namun, ia menyatakan, jika urusan reshuffle adalah hak prerogratif presiden. Meski begitu, ia berkeyakinan tak akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat.

Partai politik koalisi pemerintahan lainnya juga menyatakan hal serupa.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mengaku belum mengetahui kabar mengenai reshuffle tersebut. PPP memang merupakan bagian dari koalisi partai politik pemerintah.

“Saya belum tahu (soal reshuffle),” kata Arsul, Selasa, 22 Maret 2022.***

Ingin Perpanjang SIM? Cek Lokasinya Disini!

0

Bogordaily.net – Polres Bogor Kota memperbaharui lokasi SIM keliling Kota Bogor, fasilitas ini agar mempermudah masyarakat dalam mengurus perpanjang SIM A dan SIM C.

Dilansir dari akun Instagram @PolresBogorKota, berikut jadwal SIM Keliling Polres Bogor hari ini, Rabu 23 Maret 2022. Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, berada di Lippo Plaza Kebon Raya.

Lokasi SIM Keliling Kota Bogor ini khusus untuk perpanjangan di SIM Keliling Polresta Bogor Kota, dimulai pukul 09:00 WIB hingga 12:00 WIB.

Polres Kota Bogor melayani pelayanan SIM keliling Bogor yang bisa merapat ke lokasi yang sudah di tentukan di antarnya layanan SIM keliling khusus untuk perpanjang, melayani SIM online.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan dijalan raya wajib mengantongi Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan berlaku untuk pengendara yang tidak memiliki SIM diatur dalam Pasal 281.

Layanan SIM Keliling Polresta Bogor Kota hanya melayani permohonan perpanjangan SIM A dan C yang dapat dilakukan sebelum masa berlaku habis. Apabila masa berlaku SIM habis diberlakukan penerbitan seperti SIM Baru.

Layanan SIM keliling Kota Bogor berlaku setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Untuk biaya perpanjangan sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp 80.000 untuk perpanjangan SIM A dan Rp. 75.000 untuk perpanjangan SIM C.

Syarat perpanjangan SIM A atau C sebagai berikut:

1. Foto Kopi KTP yang masih berlaku,
2. Foto Kopi SIM lama dan SIM asli,
3. Bukti Cek Kesehatan.

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan dijalan raya wajib mengantongi Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan berlaku untuk pengendara yang tidak memiliki SIM diatur dalam Pasal 281.

Dalam pelaksanaan SIM keliling Kota Bogor sudah menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).*

(Ibnu Galansa Montazerry)

Suami dari Ibu Bunuh 3 Anak Kandung Masih Syok dan Sering Menangis, Begini Kondisinya

0

Bogordaily.net Suami dari seorang ibu bunuh anak kandungnya, Ahmad Latif (36) belum percaya dengan peristiwa yang dialami keluarga kecilnya. Saat ini ia masih syok bahkan sering menangis.

Tetangganya, Elvin mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut, Ahamd Latif yang bekerja di Jakarta langsung pulang ke Brebes, Jawa Tengah. Dia pun menangis dan tidak menyangka peristiwa tragis itu menimpa keluarga kecilnya.

“Kemarin ketemu saya langsung saya peluk. Dia menangis seperti tidak percaya kejadian itu,” kata Elvin dikutip dari PanturaPost.

Warga mengenal Ahmad Latif sebagai sosok yang sayang dengan keluarganya. Hal itu terlihat dari momen-momen kebersamaannya dengan keluarga ketika di rumah maupun saat jalan-jalan.

“Secara penampilan, artinya kami sering melihat kalau pas suaminya di kampung. Kemana-mana pergi sama anak istrinya. Jadi yang kita tahu ya mereka baik-baik saja,” katanya.

Menurut informasi dari pihak keluarga, secara ekonomi mereka seperti baik-baik saja. Apalagi saat ini suaminya saat ini sudah bekerja sebagai satpam dan rutin mengirimkan uang setiap bulan sang istri, Kanti Utami.

“Informasi dari kakak Latif, tiap bulan rutin kirim Rp2,5 juta. Jadi untuk masalah faktor ekonomi sebenarnya tidak. Karena Latif kerja sebagai Satpam, walaupun pernah habis kontrak dan nganggur, tapi sudah kerja lagi. Dan Kanti sudah sempat buka salon kecantikan dan jasa rias pengantin,” jelas Elvin.

Namun, di satu sisi, Kanti orangnya dikenal pendiam. Ketika ada masalah, jarang bercerita kepada keluarga. “Yang jelas Kanti tertutup orangnya, tidak pernah mau minta tolong ketika misalnya bahan makanan habis atau uang buat jajan anak-anaknya habis,” ungkapnya.

Lebih lanjut menurut Elvin, Kanti dan Latif berteman sejak kecil. Keduanya merupakan teman satu angkatan ketika masih SD. Tinggalnya juga sati desa. Sehingga Elvin cukup mengenal karakter keduanya.

“Aku pribadi tidak percaya, karena mereka baik-baik saja selama ini. Semua kelurganya juga bilang kayak gitu. Harmonis lah,” akunya.

Sementara itu saat ini, Ahmad Latif masih menemani kedua anaknya yang selamat dari pembunuhan sang ibu di RSUD dr. Margono Purwokerto.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes, Rini Pujiastuti, mengatakan Ahmad Latif belum bisa diajak berkomunikasi.

“Ayah korban menunggu anaknya yang selamat dari aksi pembunuhan ibu kandung di rumah sakit. Ayah korban masih syok dengan kejadian ini,” kata Rini Pujiastuti.

Ahmad Latif juga sempat meminta pemerintah untuk mendampingi istrinya yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD Dr. Soesilo Slawi, Tegal. Latif mengatakan kepada Rini, istrinya butuh penguatan jiwa.

Diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan ibu kandung di Brebes membuat heboh. Kanti Utami (35), seorang ibu muda nekat membunuh tiga anak kandungnya dengan cara menggorok leher sang buah hati. Ironisnya, dia mencoba menghabisi nyawa tiga anak-anaknya hingga mengakibatkan salah satu di antaranya tewas.

Tragedi memilukan yang terjadi di Desa Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Minggu, 20 Maret  2022 hingga kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Polisi menyebut, Kanti masih harus menjalani tahap pemeriksaan psikolog di RSUD dr Soeselo Slawi Kabupaten Tegal.

“Status masih terperiksa, terduga pelaku saat ini masih menjalani beberapa tahap observasi tes kejiwaan di RSUD dr Soeselo Slawi selama 7 sampai 14 hari. Tapi kami sudah melakukan pemeriksaan empat saksi atas kasus itu,” kata Kapolres Brebes, AKBP Faisal Febrianto.***