Wednesday, 29 April 2026
Home Blog Page 6386

Wujudkan Kota Ramah Disabitilitas, Ade Yasin Hadirkan Sekolah Inklusif

Bogordaily.net– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, bertekad membangun Sekolah Inklusif, demi kesetaraan pendidikan yang ramah disabilitas.

Melalui Karsa Bogor Cerdas dalam program Pancakarsa, pemkab ingin semua merasakan hak yang sama tanpa terkecuali.

“Meningkatkan pelayanan pendidikan merupakan salah satu upaya kami, tidak hanya sekolah negeri tetapi sekolah swasta, madrasah, pondok pesantren termasuk sekolah inklusi. Semua rata,” kata Bupati Ade Yasin, Kamis 20 Januari 2022.

Dalam program inkluatif ini, Ade Yasin ingin siswa disabilitas atau anak berkebutuhan khusus, diikutsertakan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah formal.

Lebih lanjut ia menambahkan, program tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023. Dan Pemkab Bogor menargetkan pembangunan Sekolah Inklusi di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Ya mudah-mudahan di 40 kecamatan kita bisa bangun sekolah inklusi ini. Karena semua harus rata merasakan,”  tambahnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu juga menyebutkan, hal itu telah didukung dengan program yang dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor lewat penyelenggaraan dan peningkatan program pendidikan inklusif di semua jenjang pendidikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor pada tahun 2019, terdapat 7.358 penyandang disabilitas dan sebanyak 1.025 adalah anak-anak.

Sementara berdasarkan data Dinas Sosial pada tahun 2021, terdapat sebanyak 3.462 disabilitas dan 373 anak-anak.

“Sementara update data Kemendikbud saat ini sudah ada 6 SLB di Kabupaten Bogor, ini sangat terbatas sebetulnya dengan jumlah penduduk yang besar. Saya kira sangat kurang dengan 6 SLB, tapi dalam pelaskanaannya Disdik sudah banyak melakukan pembinaan, sosialisasi hingga pelatihan bagi tenaga pendidik dan kependidikan tentang penerapan program inklusif,” ujar Ade Yasin.

Disis lain, dalam program Bogor Cerdas, ada beberapa kebutuhan yang dipenuhi oleh Pemkab Bogor. Seperti peralatan sekolah bagi warga kurang mampu, insentif untuk guru agama, juga memberikan program mengurus perizinan bagi Ponpes dan Madrasah yang belum berizin.

“Mereka harus berizin ketika sudah berizin jika ada akses bantuan dari pemerintah mereka juga bisa dapatkan,” pungkasnya.

 

(Irfan Ramadan)

Dipindah ke Jakarta, Bali Kecewa Batal Jadi Tuan Rumah G20

0

Bogordaily.net– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyatakan kecewa terhadap pembatalan event Pertemuan KTT G-20 yang akan digelar di Nusa Dua Bali, pada Februari 2022.

Kegiatan Presidensi G20 Finance Track (jalur keuangan) yakni 2nd FCBD dan 1st FMCBG  dibatalkan karena alasan peningkatan kasus Omicron.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace mengatakan, pembatalan dan pemindahan lokasi acara tersebut ke Jakarta merupakan hal yang mengecewakan bagi semua pihak.

Kekecewaan tersebut semakin besar lantaran event KTT G20 justru dipindahkan ke Jakarta. Padahal di sana kasus Omicron lebih banyak terekspos.

“Beberapa hari lalu saya bertemu teman-teman pelaku pariwisata. Mereka tidak sabar dengan berbagai rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Tapi tadi pagi saya melihat di berbagai media soal pembatalan itu. Semua kecewa. Tetapi kita berharap agar tidak dipindahkan begitu saja,” ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, di Denpasar, dikutip dari MediaIndonesia, Kamis, 20 Januari 2022.

Menurut Cok Ace, alasan pembatalan karena peningkatan kasus Omicron tidak masuk akal. Pasalnya di Jakarta saat ini kasusnya lebih banyak sedangkan di Bali belum ada satu pun temuan kasus Omicron.

Selain itu, tingkat penyebaran covid-19 di Bali sendiri saat ini sudah semakin landai dan terkendali. Per Rabu, 19 Januari 2022, Satgas Nasional merilis, terdapat satu Kabupaten di Bali dalam zona Hijau atau tidak ada kasus yaitu Kabupaten Klungkung.

Sebelumnya lebih dari 4 bulan, sejak Oktober 2021, semua Kabupaten/Kota di Bali ada pada Zona Kuning atau Risiko Rendah. Di sisi lain, tingkat vaksinasi masyarakat Bali juga masuk dalam posisi tertinggi di Indonesia dengan di atas 100 persen.

Pemprov juga tengah menggencarkan pelaksanaan vaksinasi booster dosis ketiga kepada masyarakat. Apalagi, pemerintah pusat sebelumnya sudah menggencarkan program Work From Bali.

“Kalau parameternya Omicron, Bali justru lebih landai lagi. Kita berharap (tetap) dilaksanakan di Bali,” ujar Cok Ace.

Sebaliknya, jika kegiatan tersebut tetap dilaksanakan di Bali, ia optimistis banyak delegasi yang siap datang untuk hadir secara langsung. Sebab, dunia sudah tahu soal Bali, termasuk dari sisi bagaimana Bali menangani pandemi covid-19.

“Kalau di Bali, peserta luar negerinya datang. Sekarang yang di Jakarta, saya baru dapat informasi di BI, peserta-peserta luar (negeri) tidak datang, karena hybrid,” ungkap dia.

Cok Ace menegaskan akan bersurat ke pemerintah pusat agar memperjuangkan kembali event KTT G20 bisa dilaksanakan di Bali. Pemprov Bali tidak ingin membuat kecewa para pelaku pariwisata.

“Kami akan bersurat secara resmi. Masih ada sisa waktu, kita berharap nanti ada perubahan dan peluang untuk kembali dipindah ke Bali. Jangan sampai semangat teman-teman di Bali kecewa, jangan sampai berkurang semangatnya,” harap.*** 

Omicron Meningkat, Agenda G-20 Dipindah ke Jakarta

0

Bogordaily.net– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memindahkan dua agenda pertemuan G20 jalur keuangan (Finance Track) dari Bali ke Jakarta. Hal itu lantaran penyebaran covid-19, khususnya varian Omicron.

Pembatalan agenda G20 itu tertuang dalam surat Kemenkeu Nomor S-3/G20.33/2022 yang ditandatangani Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Pertemuan G20 (Bidang Logistik) Rudy Rahmaddi.

Agenda yang dipindahkan ke Jakarta yaitu 2nd Finance and Central Bank Deputies Meetings (FCBD) atau pertemuan para deputi & 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meetings (FMCBG) yang rencananya digelar di Nusa Dua pada 15-18 Februari 2022.Meningkatnya penyebaran Covid-19 varian omicron membuat penyelenggaraan rangkaian kegiatan G-20 financial track mengalami perubahan.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Pertemuan G-20 Bidang Logistik Rudy Rahmaddi, diungkapkan bahwa pelaksanaan 2nd FCBD dan 1st FMCBG dipindahkan dari Bali ke Jakarta.

“Memperhatikan perkembangan Covid-19 di tingkat global dan nasional, terutama dari varian omicron yang tingkat penyebarannya sangat tinggi, serta mempertimbangkan hasil survei kehadiran (in person) para delegasi GRO, maka dengan ini diberitahukan bahwa penyelenggaraan 2nd FCBD dan 1st FMCBG dipindahkan dari Bali ke Jakarta,” bunyi surat tersebut yang dikutip Beritasatu.com, Kamis 20 Januari 2021.

Karena pembatalan tersebut, maka seluruh agenda kegiatan 2nd FCBD dan 1st FMCBG di Bali dan seluruh rangkaian kegiatannya dibatalkan.

Seperti diketahui, Indonesia terpilih sebagai host country G20 yang rangkaian kegiatannya dimulai dari Desember 2021 sampai dengan November 2022. Dalam konsep awal, penyelenggaraan kegiatan tersebar ke berbagai kota di Indonesia.

Salah satu rangkaian kegiatan G20 jalur keuangan di 2022 adalah 2nd FCBD dan 1st FMCBG yang rencana awalnya akan dilaksanakan pada 15-18 Februari 2022 di Nusa Dua, Bali.

Terdapat enam agenda prioritas dari Finance Track G20 yang akan diteruskan Indonesia.

Pertama, pembahasan mengenai exit strategy untuk mendukung pemulihan ekonomi. Kedua, upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19 untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan.

Ketiga, sistem pembayaran di era digital. Keempat, keuangan berkelanjutan atau sustainable financing. Agenda prioritas kelima adalah inklusi keuangan dan yang keenam mengenai perpajakan internasional.***

 

 

Selamat dari Tsunami Tonga, Pria Ini Berenang Selama 27 Jam

0

Bogordaily.net – Seorang pria berusia 57 tahun di Tonga mengaku dirinya selamat dari terjangan tsunami dengan berenang selama 27 jam pada Sabtu 15 Januari 2022 lalu. Pria ini pun dijuluki sebagai ‘Aquaman dalam kehidupan nyata’ oleh warga setempat.

Erupsi gunung api Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Sabtu 15 Januari 2022 lalu memicu gelombang tsunami yang menerjang Tonga, negara kepulauan berpenduduk 105.000 jiwa di Pasifik Selatan. Sedikitnya tiga orang tewas, dengan banyak gedung rusak dan akses komunikasi terputus.

Lisala Folau (57) yang tinggal di pulau kecil dan terpencil Atata yang memiliki populasi hanya 60 orang, menuturkan dirinya hanyut ke lautan saat tsunami menerjang pulau tempat tinggalnya pada Sabtu 15 Januari 2022 malam, pukul 19.00 waktu setempat.

Diceritakan Folau bahwa dirinya sedang mengecat rumahnya ketika diberitahu saudara laki-lakinya soal potensi gelombang tsunami, dan tiba-tiba air laut menerjang masuk ke dalam rumahnya.

Folau menuturkan dirinya memanjat pohon untuk menyelamatkan diri, namun ketika turun ke bawah dia kembali diterjang gelombang besar yang membuatnya hanyut ke lautan. Folau mengakui dirinya seorang penyandang cacat dan tidak bisa berjalan dengan sempurna.

“Saya hanya terombang-ambing, dihantam ombak besar yang terus datang,” tutur Folau dalam wawancara dengan kantor berita Tonga, Broadcom Broadcasting, dikutip dari detik.

Dalam situasi tersebut, Folau berupaya berenang secara perlahan menuju ke daratan terdekat. Dia berhasil berenang ke pulau utama Tongatapu yang jaraknya mencapai 7,5 kilometer, dan berhasil mencapai tepi pantai sekitar 27 jam kemudian atau pada Minggu 16 Januari 2022 malam, sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Kisah Folau itu menjadi viral di kalangan warga Tonga via Facebook dan media sosial lainnya.

“Aquaman dalam kehidupan nyawa,” sebut salah satu postingan Facebook, merujuk pada karakter superhero yang didasarkan pada DC Comics.

“Dia seorang legenda,” tulis postingan media sosial lainnya.

Pulau Atata diketahui berjarak 8 kilometer sebelah barat laut ibu kota Nuku-alofa, Tonga, atau bisa ditempuh dengan naik kapal selama 30 menit.

Pulau Atata hampir seluruhnya hancur akibat terjangan tsunami, dengan kapal-kapal Angkatan Laut Tonga masih menyisir pulau-pulau kecil dan mengevakuasi orang-orang ke pulau utama.***

Parah! Karena Menolak Lepas Jilbab, Mahasiswi India Dilarang Masuk Kelas

0

Bogordaily.net– Mahasiwi muslim di sebuah sekolah kedinasan di India mengeluh tak bisa masuk ke kelasnya karena mengenakan jilbab. Seorang gadis, AH Almas, 18, menuturkan dia dan dua temannya dilarang masuk ke kelas pada suatu pagi di bulan Desember.

Seorang dosen berteriak kepada mereka untuk keluar. Gadis-gadis Muslim tidak diizinkan untuk duduk di dalam kelas karena menolak melepaskan hijab atau jilbab mereka.

“Saat kami sampai di pintu kelas, guru bilang kami tidak bisa masuk dengan hijab,” kata Almas kepada Al Jazeera. “Dia meminta kita untuk melepaskannya.”

Sejak itu, sekelompok enam mahasiswa Muslim di sebuah perguruan tinggi wanita yang dikelola pemerintah di distrik Udupi di negara bagian Karnataka India di selatan dipaksa untuk duduk di luar kelas. Sebabnya administrasi perguruan tinggi menuduh mereka melanggar aturan karena hijab bukan bagian dari seragam.

Tetapi gadis-gadis itu mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jilbab adalah bagian dari iman mereka. Menggunaka jilbab merupakan hak mereka yang dijamin oleh hukum. Mereka bahwa menyebut pemerintah menggunakan taktik tekanan untuk memaksa menyerah.

Sejak 31 Desember 2021, gadis-gadis itu disebut tak hadir di kelas meski mereka berkuliah setiap hari. “Kami tidak akan mengalah, tidak mungkin,” Aliya Assadi, salah satu gadis kepada Al Jazeera.

Sebuah foto mahasiswa berhijab mengenakan seragam kampus sambil duduk di tangga di luar kelas mereka menjadi viral di media sosial. “Karena foto inilah isu kami menjadi sorotan media,” kata Assadi.

Protes para gadis itu telah membuat marah administrasi perguruan tinggi. Pihak kampus memaksa mereka untuk menulis surat yang menyatakan para gadis menerima tidak masuk kelas dengan tinggal di rumah sendiri.

“Kami mencoba menolak tetapi kepala sekolah dan guru mengancam kami bahwa mereka akan menghancurkan karir kami,” ujar Muskan Zainab, siswa lain, kepada Al Jazeera.

Zainab mengatakan senang seluruh dunia melihat mereka dipaksa untuk duduk di luar kelas. Namun, para siswa juga menghadapi penghinaan dan diskriminasi karena pembangkangan mereka.

“Harus berada di luar kelas sepanjang hari bukanlah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Guru-guru kami dan sesama siswa mengejek kami. Mereka bertanya kepada kami apa masalah kami dalam melepas hijab. Kenapa tidak mengikuti aturan saja, tanya mereka,” kata Almas kepada Al Jazeera. “Salah satu teman saya jatuh sakit karena siksaan mental ini.”

Para siswa mengatakan mereka khawatir tentang persentase kehadiran yang diperlukan untuk dapat mengikuti ujian tahunan.

Rudre Gowda, kepala sekolah, mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkan siswa mengenakan jilbab di ruang kelas karena itu bukan bagian dari seragam. Dia mengatakan mematuhi arahan yang dikeluarkan oleh kementerian pendidikan.

Larangan jilbab para mahasiswi itu memicu kemarahan di India. Aktivis mahasiswa dan kelompok hak asasi menuduh administrasi perguruan tinggi bias terhadap minoritas Muslim. “Ini adalah Islamofobia. Itu apartheid,” kata aktivis Afreen Fatima, sekretaris Gerakan Persaudaraan di New Delhi, kepada Al Jazeera.***

 

Paksa Terobos Palang Rel, Mahasiswi UI Tewas Ditabrak Kereta

0

Bogordaily.net – Diduga paksa terobos palang rel, seorang wanita yang merupakan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Fakultas Farmasi 2016 bernama Bonita Melia tewas ditabrak kereta di perlintasan kereta api Stasiun Pondok Cina, Depok, Kamis 20 Januari 2022.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Beji Kompol Agus Khoeron.

“Betul (mahasiswa UI) korban meninggal dunia,” kata Kapolsek Beji Kompol Agus Khoeron dikutip dari detikcom, Kamis 20 Januari 2022

Korban awalnya datang dari arah UI menuju Pondok Cina sekitar pukul 13:05 WIB. Saat itu palang pintu sudah tertutup.

“Saksi sempat meniup peluit dan meneriaki korban ‘Awas ada kereta’ agar tidak menyeberang tetapi korban tetap menyebrang sehingga tertabrak kereta commuter line 1676 jurusan Jakarta- Bogor,” pungkasnya.

Korban kemudian terseret sekitar 25 kilometer hingga peron Stasiun Pondok Cina. Nyawa perempuan berusia 23 tahun ini tak bisa tertolong.

“Korban meninggal dunia,” papar Kompol Agus.***

Anggota Koperasi Simpan Pinjam Luapkan Amarah di Kantor KSB

0

Bogordaily.net – Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama cabang Bogor, luapkan amarah dengan menggelar aksi demo menuntut hak pencairan uang mereka.

Aksi tersebut dilakukan lantaran hingga saat ini, tidak ada kejelasan dari pihak manajemen KPS.

Sambil membawa alat demo mulai dari spanduk hingga pengeras suara, aksi berlangsung di depan kantor KSP Sejahtera Bersama, Jalan Padjajaran, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis 20 Januari 2022.

“Kami sudah menunggu dan bersabar selama 2 tahun dengan segala macam janji yang diberikan agar uang para anggota segera dikembalikan. Padahal kami selalu berusaha mentaati peraturan yang dibangun oleh Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang skema homologasi. Namun sampai sekarang tidak ada realisasi sepenuhnya, amarah kami memuncak” ucap salah satu anggota KSPSB, Irwansyah kepada awak media.

Menurut Irwansyah, keputusan PKPU itu anggota koperasi dijaring, diupayakan supaya terlibat menjadi penagih kepada pengurus dan pengawas koperasi.

Kendati demikian, sebenarnya ini adalah rekayasa permainan. Tidak ada urusannya anggota koperasi terhadap PKPU.

Masalahnya PKPU, lanjut Irwansyah, terbangun karena ada dua tuntutan perusahaan. “Teman-teman anggota digiring, didata bayangkan simpanan kami menjadi tagihan. Dari mana rumusnya. Koperasi itu enggak ada rumusnya anggota jadi kreditur. Enggak ada. Ini yang perlu jadi perhatian,” jelasnya.

Menurut keputusan PKPU, kata Irwansyah, ada 54 ribu orang anggota se-Indonesia itu terhimpun tagihan, dan yang harus mereka bayarkan adalah 8,6 triliun.

“8,6 trilium itu baru diwakilkan oleh 54 ribu anggota. Artinya, lebih banyak lagi lebih dari 8,6 triliun kalau semua anggota didata. Semua anggota 181 ribu anggota. Jadi yang masuk PKPU itu 54 ribu untuk tagihannya 8,6 triliun,” tandasnya.

 

(Ibnu Galanska Monztazery)

PWI dan Kejari Kota Bogor Bangun Kolaborasi Sinergi untuk Negeri

0

Bogordaily.net – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar audiensi guna membangun kerjasama, kolaborasi, sinergi dengan insan pers dalam memberitakan hal positif untuk negeri sesuai arahan Jamintel Kejaksaan Agung (Kejagung) di aula Kejari Bogor, Kamis 20 Januari 2022.

“Image kami di masyarakat masih saja seputar penindakan, padahal kami sekarang sudah komplit karena ada direktur pencegahan. Di pidum juga ada restoratif justice, saling memaafkan dan mengembalikan kerugian,” ucap Kajari Bogor Sekti Anggraini.

Menurut Sekti, pihaknya dalam mengungkapkan satu kasus terkadang menyangkut nama baik dan kelanjutan dan harkat hidup orang.

“Artinya, jika dalam penindakan itu kami ada beberapa tahap mulai penyelidikan dan penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti, mengaku audiensi ini adalah pertemuan yang luar biasa yang dilakukan PWI. Sebab, lanjutnya, ini kali pertama PWI secara formal kelembagaan beraudiensi langsung dan bersilaturahmi bangun kolaborasi dengan Kejari Bogor.

“Sebetulnya kami sudah merasa sebagai keluarga. Di kota Bogor ini ada tiga konstituen organisasi dewan Pers, yakni PWI, IJTI dan PFI. Di PWI, ada sekitar 60 media, baik yang sudah terverifikasi atau pun yang masih dalam proses,” ungkapnya.

“Alhamdulillah di PWI kami menekankan kepada rekan Pers untuk mengikuti semua kaidah dan aturan Pers termasuk UKW, KLW dan lainnya. Karena tagline kami wartawan benar, benar wartawan,” tutupnya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kejari Bogor Sekti Anggraini, Kasi Intel Ario Wicaksono, Kasubag Pembinaan Herberth Pesta Hutapea beserta jajaran, Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti, Sekum PWI Herman Indra Budi, Bendum PWI Suhairil Anwar beserta pengurus PWI Kota Bogor.***

Kenali Sejarah Kopi Bersama Barista Bree Coffee and Kitchen

0

Bogordaily.net – Cita rasa kopi yang disajikan di Bree Coffee and Kitchen tidak pernah mengecewakan penikmatnya. Sebagai mantan barista di salah satu perusahaan pariwisata beberapa tahun belakang, barista Bree bernama Ilham sempat mendalami praktek maupun teori secara mendalam mengenai sejarah kopi.

Menurutnya, keberadaan kopi di Indonesia diawali pada tahun 1969 saat Belanda membawa kopi dari Malabar ke Jawa. Malabar merupakan suatu tempat yang terletak di India dan disanalah tanaman kopi diproduksi.

“Belanda yang jatuh cinta terhadap tanaman kopi pada awal abad ke-17 berupaya untuk membudidayakan tanaman kopi di Eropa. Namun upaya ini tak dapat berjalan lancar dikarenakan ke tidak cocokan iklim di Eropa untuk budidaya tanaman kopi,” ucapnya bersumber dari buku yang ia baca.

Ilham melanjutkan, pada akhirnya Belanda menjadikan Jawa dan beberapa daerah jajahannya sebagai tempat budidaya tanaman kopi. Pembudidayaan tanaman kopi pertama di Jawa dilakukan di Kedawung.

“Daerah ini terdapat sebuah perkebunan yang terletak di dekat Batavia atau yang saat ini bernama Jakarta. Dalam melancarkan usahanya ini maka Belanda membawa bibit kopi terbaik dari India ke Batavia agar bibit kopi ini dapat dibudidayakan dan membuahkan hasil yang terbaik,” ungkapnya.

Kemudian, Ilham merasa sejak era modern hingga saat ini kopi semakin menjamur di kalangan masyarakat. Penikmat-penikmat kopi semakin bermunculan.

Barista Bree

“Kini masyarakat tak hanya menyukai kopi hitam yang terasa pahit saja. Permintaan masyarakat akan kopi semakin berkembang sehingga mulai bermunculan pula variasi kopi yang dicampur dengan adonan lainnya seperti susu, krim, dan sebagainya. Pemasaran biji adonan kopi pada akhirnya semakin meluas. Ekspor dan komoditi biji kopi semakin berkembang maju. Akibatnya nama Indonesia menjadi semakin dikenal sebagai salah satu negara penghasil biji kopi terbaik di dunia,” paparnya.

Sajian kopi yang Bree Coffee and Kitchen hidangkan diambil dari bahan dasar pilihan, menciptakan kenikmatan yang khas dan bercita rasa tinggi sehingga menjadi daya tarik penikmatnya.

Penasaran dengan cita rasa yang berbeda? Yul ngopi dengan suasana yang syahdu dan mendukung di Bree Coffee & Kitchen.***

Warga Jasinga Dituding Primitif, Anggota Dewan Kecam Pelaksana Proyek

Bogordaily.net– Masyarakat disebut primitif  oleh seorang pelaksana pembangunan taman tematik di alun alun GOR Kecamatan Jasinga, di salah satu media lokal di Bogor menuai polemik. Warga mengecam ucapan pelaksana itu yang dianggap telah melecehakan masyarakat Jasinga

Dalam berita tersebut pelaksana menyalahkan masyarakat Jasinga yang telah merusak permainan yang ada di taman yang belum lama dibangun.

Sontak hal itu pun mendapatkan perhatian Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Jasinga Permadi Adjid. Sebagai putra daerah asal Jasinga ia merasa tersinggung dengan ucapan pelaksana di media yang menyebut masyarakat Jasinga primitif.

“Saya tidak terima dengan pernyataan itu dan orang tersebut harus meminta maaf kepada warga Jasinga karena warga Jasinga itu banyak. Siapa yang dianggap primitif oleh orang itu dan tolong lah pake bahasa yang sopan kalau bicara jangan asal ngomong aja,”katanya.

Dalung sapaan akrabnya mengatakan padahal pelaksana itu tidak harus juga mengucapkan kata yang menyinggung masyarakat Jasinga. Jika menang taman itu rusak, pelaksana bisa bilang agar warga Jasinga harus bisa menjaga taman tersebut karena itu milik Pemerintah Daerah dan harus dijaga bersama.

“Dan pekerjaan itu selama 6 bulan kan masih tanggung jawab pelaksana untuk pemeliharaannya. Jadi jangan asal ngomong,” ungkapnya.

Pria yang juga Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor itu, dalam waktu dekat ini  berjanji akan melakukan sidak ke lokasi dan memanggil pelaksana, konsultan dan dinas terkait untuk meminta klarifikasi ucapan yang dilontarkan di media itu.

“Tentu masyarakat Jasinga tersinggung, makanya dalam waktu dekat ini saya akan memanggil pihak terkait dan meminta mereka untuk minta maaf secara terbuka kepada mayarakat Jasinga,”katanya.

Ketua PK-KNPI Kecamatan Jasinga Alpin Arafli  juga angkat bicara terkait pernyataan oknum pelaksana taman tematik yang ada di area Gelanggang Olah Raga (GOR) di wilayah Desa Pamagarsari,  Kecamatan Jasinga itu. Dirinya sangat menyayangkan selaku  pelaksana yang mengerjakan taman tematik mengeluarkan statement seperti itu, dia menghimbau kepada pelaksana untuk segera melakukan permohonan maaf tertulis maupun secara lisan terhadap masyarakat Jasinga karena ini sudah menimbulkan polemik.

“Masukan dari  saya  buat sodara Andre lebih bijak lah dalam mengeluarkan statement, dan sangat penting selaku pelaksana harusnya memberikan edukasi kepada warga yang ada di GOR Jasinga untuk pemahamannya cara pemakaian dan sebagainya,” ujarnya

Dia menyarankan, kepada pelaksana untuk  memasang petunjuk pemakaian fasilitas yang ada di taman tematik, karena minimnya edukasi mengakibatkan yang kurang dipahami oleh masyarakat khususnya masyarakat di Kecamatan Jasinga. ” Seharusnya diberi polis line atau warning peringatan untuk tidak digunakan terlebih dahulu sampai benar-benar siap digunakan oleh masyarakat.”ujarnya.***

 

Ruslan