Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 6795

Bersiap ke Sekolah dengan Pembelajaran Tatap Muka

0

Bogordaily.net – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, direncanakan akan serentak dimulai pada Senin, 4 Oktober mendatang. Keputusan ini diambil Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan PTM secara terbatas di tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat.

Untuk itu Dinas Pendidikan Kota Bogor tengah menyiapkan segala sesuatunya dan bersinergi dengan dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungans, Dinas Koperasi dan UKM dan Polresta Bogor Kota Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi menyatakan, pihaknya telah melakukan verifikasi faktual secara bertahap sejak 16 September 2021 untuk menyiapkan keberlangsungan PTM.

“Pada tahap awal dari 50 SMP Negeri dan Swasta, 43 SMP sudah sesuai juknis, sedangkan 7 SMP lainnya harus melengkapi persyaratannya dulu. Kami akan melanjutkan verifikasi faktual 27 SMP Swasta,” ungkapnya.

Verifikasi diselenggarakan untuk memastikan setiap sekolah siap menyelenggarakan PTM dengan memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.

Cukup banyak persyaratan yang harus dipenuhi pihak sekolah. Diantaranya dua dokumen penting, yaitu izin atau rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Bogor dan Surat Keputusan (SK) Kadisdik.

Di samping itu perlu disiapkan lima personil pendukung. Mulai dari petugas pemeriksaan suhu, pengawas prokes, kebersihan dan desinfeksi ruangan, pemeriksaan prokes Covid-19 di akses masuk dan keluar serta Satgas Covid-19 sekolah.

Selanjutnya tersedia 19 sarana prasarana seperti ruang UKS, ruang transit isolasi, posko gabungan satgas Covid-19, fasilitas mencuci tangan dan hand sanitizer, alat pengukur suhu atau thermo gun, desinfektan dan masker cadangan.

Berikutnya enam prosedur pembelajaran, enam prosedur kesehatan, kebersihan dan keamanan, lima prosedur pelatihan dan humas yang harus dipenuhi sekolah sebelum PTM terbatas.

“Kami juga memeriksa bangunan sekolah dan menuntaskan target 80 persen vaksinasi dosis satu bagi seluruh anak sekolah,” tambah Hanafi.

Semua persyaratan itu ditetapkan, tentunya untuk menekan potensi kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Sementara itu untuk tingkat SMA sederajat, Disdik Kota Bogor juga berkoordinasi dengan KCD dan Disdik Provinsi Jawa Barat yang membawahi SMA dan Kementerian Agama Kota Bogor yang membawahi MTS/MA.

Koordinasi ini dilakukan agar ada langkah bersama membuka PTM terbatas serentak di Kota Bogor dengan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

“Harapan kami PTM terbatas bisa dibuka serentak SMP/MTS, SMA/SMK/MA dengan kuota peserta sebanyak-banyaknya 50 persen, baru setelah ini menyusul SD,” katanya.

Rencana PTM tersebut disambut baik pihak sekolah. “Kami setuju dan mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Kota Bogor untuk membuka kembali kegiatan belajar di sekolah,” tanggap Okwan Himpuni, Direktur Sekolah Alam Bogor, yang telah menempuh proses verifikasi dari Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Menurut Okwan, verifikasi sekolahnya sudah dilakukan dengan kunjungan para petugas dari Disdik, Gugus Tugas Covid-19 Kota bBogor, Puskesmas Bogor Utara, Bidang Kesra Setda Kota Bogor, pengawas sekolah dan komite sekolah.

Okwan menyebutkan, selain persyaratan yang diverifikasi seperti dipaparkan tadi, pada proses pelaksanaanya, tim verifikasi juga memastikan kesiapan para guru dan orangtua siswa untuk melaksanakan PTM melalui proses wawancara.

Kesiapan non fisik seperti itu menurut Okwan memang penting. Oleh karena itu pihaknya juga menyelenggarakan sosialisasi tentang protokol kesehatan pada saat berkegiatan kepada semua pihak yang akan hadir di sekolah.

Sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan menerbitkan buku panduan berkegiatan di sekolah, menyiapkan alat peraga termasuk video panduan berkegiatan di sekolah.

Di luar itu, pihaknya juga melakukan screening kondisi kesehatan setiap minggu dengan menyiapkan google form yang harus diisi oleh para guru, para siswa dan orangtua siswa.

Seluruh ketentuan itu pernah diujicoba pelaksanaannya melalui simulasi PTM, yang sudah dilakukan pihaknya atas ijin yang diberikan oleh Diknas.

Simulasi diselenggarakan dengan dihadiri pengawas sekolah dan perwakilan dari Puskemas Bogor Utara untuk memastikan protokol kesehatan benar-benar dipatuhi semua pihak yang terlibat.

Dari simulasi itu, semua pihak yang berkepentingan di sekolah menjadi lebih memahami situasi dan kondisi ketika PTM dimulai dan mengetahui hal-hal apa yang masih perlu disempurnakan.

Dengan semua itu, “Alhamdulillah sekolah kami sudah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Disdik untuk menyelenggarakan PTM,” ungkap Okwan.

Lalu bagaimana tanggapan para orangtua siswa? Sedikitnya hal itu tergambar dari hasil survei yang dilakukan Sekolah Alam Bogor terhadap seluruh orangtua siswa di jenjang TK, SD dan SMP.

Menurut Okwan, sekitar 82,2% orangtua siswa di lingkungan sekolahnya bersikap mendukung dimulainya PTM secara terbatas. Jadi memaang masih ada juga orangtua siswa yang belum mengijinkan putra putrinya untuk mengikuti PTM.

Berdasarkan respon orangtua tersebut dan dengan mempertimbangkan kondisi pandemi terkini di Kota Bogor, maka pihaknya menerapkan sistem hybrid learning. Itulah model pembelajaran yang dilakukan secara offline dan online.

“Sehingga kami dapat mengakomodir dan memberikan layanan proses belajar terbaik kepada seluruh siswa,” tambahnya.

Langkah-langkah preventif dan penerapan pesyaratan dan pengawasan prokes yang ketat adalah ikhtiar untuk mengembalikan para peserta didik aktif belajar di sekolah. Semoga ikhtiar dengan PTM terbatas di Kota Bogor, bisa berlangsung aman dan lancar.***

Rutin Diadakan, RS Islam Gandeng PMI Gelar Donor Darah

0

Bogordaily.net – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Islam Bogor mengadakan kegiatan donor darah terbuka untuk masyarakat umum yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor, kegiatan ini rutin diadakan setiap 3 bulan sekali.

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada Selasa 28 September 2021 mulai dari jam 08.00-11.00 Wib bertempat di Gedung Sholis Rumah Sakit Islam Bogor.

Dengan menerapkan prokes yang ketat, kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 orang dari masyarakat umum, serta golongan darah yang akan di donorkan adalah semua golongan.

Humas RS Islam Bogor, Yunita menceritakan bahwa masyarakat yang mengikuti kegiatan donor darah ini harus memenuhi syarat, yang telah diajakuan oleh pihak Rumah Sakit Isam dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor.

“Jadi persyaratan umumnya tentu saja harus sehat rohani dan jasmani, usianya juga dari mulai 17-60 tahun, serta berat badan minimal 50 kg serta tekanan darah normalnya 120Hb dan untuk wanita sendiri ada persayaratan khusus yaitu tidak sedang haid atau menyusui,” kata Humas RS Islam Bogor, Yunita kepada Bogordaily.net Selasa 28 September 2021

Selain itu, Yunita menjelaskan lebih lanjut bahwa jika ada masyarakat yang ingin mendonor darah sesudah divaksin dosis pertama harus menunggu 3 hari, agar bisa mendonorkan darahnya.

 Rutin
Humas RS Islam Bogor, Yunita. (Istimewa/Bogordaily.net)

Lalu untuk yang sudah divaksin dosis kedua, ketiga harus menunggu 7 hari setelah itu baru boleh mendonorkan darahnya.

“Silahkan bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, karena setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan” tambahnya.

Harapan kedepannya dari kegiatan donor darah ini, Yunita ingin kegiatan yang diadakan terus menerus, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau bisa ya setiap hari kegiatannya, jadi masyarakat yang ingin mendonor bisa ke RS. Islam, namun karena kondisi masih pandemi dan juga tempat masi terbatas, kegiatan donor darah sesuai jadwal aja,” pungkasnya. Adv

 

Gagal Hengkang, Harry Kane Tak Berhasrat Lagi Bermain di Tottenham

0

Bogordaily.net – Gagal pindah pada musim panas 2021, Harry Kane disebut sudah tak mempunyai hasrat berada di Tottenham Hotspur.

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, sempat menjadi perbincangan di sepanjang bursa transfer musim panas 2021.

Pasalnya, Kane diberitakan ingin segera meninggalkan Tottenham Hotspur.

Tak kunjungnya meraih trofi disinyalir menjadi alasan utama Kane mau angkat kaki dari Spurs.

Klub kaya Liga Inggris, Manchester City, merupakan satu-satunya tim yang meminati striker asal Inggris itu pada bursa transfer musim panas 2021.

Bahkan, Manchester City juga telah mengajukan tawaran sebesar 100 juta pounds atau sekitar Rp 1,9 triliun.

Akan tetapi, petinggi Spurs, Daniel Levy, menolak mentah-mentah tawaran Manchester City.

Kegagalan Kane berganti klub itu juga mengganggu performanya di ajang Liga Inggris musim 2021-2022.

Striker berusia 28 tahun itu gagal mencetak gol maupun assist dalam lima pertandingan beruntun Premier League.

Terbaru, Kane mandul kala Spurs dipermalukan oleh Arsenal dalam partai pekan keenam, Minggu 26 September 2021.

Laga yang dihelat di Emirates Stadium itu berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Arsenal.

Jurnalis talkSPORT, Adrian Durham, mengatakan dirinya mendengar komentar di TV bahwa Kane sudah tidak memiliki hasrat untuk berada di Spurs.

“Strategi Tottenham Hotspur tidak berjalan. Pada awal musim panas, Harry Kane mengatakan dia ingin itu (transfer kepindahannya) dilakukan sebelum EURO,” kata Adrian Durham seperti dilansir dari talkSPORT.

“Dia ingin bertemu dan melakukan pembicaraan dengan pemilik Spurs. Kane tidak ingin berada di sana!”

“Saya mendengar komentar di TV kemarin, apakah dia ingin berada di sana? Tidak, dia tidak punya keinginan untuk berada di Tottenham.”

“Kane benar-benar tidak ingin berada di sana, mengapa Anda ingin memberi pelatih seorang pemain yang tidak ingin berada di sana?”

“Ide terbaik adalah apa yang dikatakan banyak pakar talkSPORT sepanjang musim panas: jual Kane lebih awal, lalu gunakan uang tersebut dengan bijak bersama pelatih baru.”

“Memiliki kebijakan rekrutmen yang benar-benar solid, sehat, dan berpikir bersama. Gunakan uang hasil penjualan Kane untuk membangun kembali Spurs, tetapi mereka tidak melakukannya,” ujar Durham menambahkan.(bs/sh)

 

Pertunjukan Tata Lampu serta Musik di Kebun Raya Bogor Disoal, Warga: LIPI dan IPB Lo Kemana Aja?

0

Bogordaily.net – Perlahan namun pasti sejumlah pihak di Kota Bogor, mulai menyuarakan ketidak puasannya terhadap PT. Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor (KRB). Ketidak puasan semakin gencar disuarakan berbarengan dengan peluncuran program Visual Tree Projection Mapping, berupa proyeksi visual, yang didukung sorotan lampu dipadukan iringan musik serta narasi cerita, yang akan menjadi agenda pertunjukan pada malam hari di KRB.

Baru-baru ini di kalangan media serta akademisi beredar surat dari Kokolot Bogor, yang ditujukan kepada Presiden. RI, Kepala LIPI/BRIM, Menteri KLHK serta BAPPENAS dengan tembusan Walikota Bogor serta Bupati Bogor.

Dalam suratnya Kokolot Bogor menulis bahwa Kebun Raya merupakan hutan buatan koleksi tanaman keras yang berfungsi sebagai Musium Hidup untuk kepentingan pendidikan dan penelitian, yang akhirnya berfungsi juga menjadi Hutan Kota.

Memiliki luas 87 Ha, dibangun zaman Raffles, yang kebetulan letaknya ada di Kota Bogor, namun kewenangannya di luar kapasitas Pemkot Bogor. KRB tanggung jawab pemerintah pusat c/q LIPI (BRIN).

“Pengelolaan nya sekarang di serahkan ke pihak ketiga. PT. Mitra Natura Raya,” papar salah seorang pendiri Kokolot Bogor Jacky Wijaya, saat dihubungi bogordaily.net, Selasa 28 September 2021.

Seperti dalam surat yang beredar, Jacky Wijaya menuturkan bahwa sebaiknya KRB fungsinya dikembalikan untuk Edukasi, Riset dan Tujuan Wisata Oksigen dan Paru Paru Kota.

Menurutnya, pengelolaan Kebun Raya jangan berorientasi pada keuntungan uang semata. Kebun Raya merupakan asset negara yang harus dilestarikan keberadaannya.

“Kebun Raya wajib dikelola dan dibiayai oleh Negara. Permohonan kami sederhana, harga Tiket masuk Kebun raya jangan mahal,” kata Jacky.

Sementara itu, dalam pesan whatsapp yang diterima bogordaily.net, salah seorang warga Bogor yang mengatas namakan Cicit Mbah Jepra, melontarkan keprihatinannya.  Ia merasa prihatin karena pengelolaan yang dilakukan pihak ketiga hanya berorientasikan mencari keuntungan semata.

“Prihatin, diuangin lagi-diuangin lagi, sangat ironis,” katanya menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi terhadap Kebun Raya Bogor.

Ia mempertanyakan keberadaan LIPI selaku pihak yang berwenang serta memiliki banyak pakar di bidang Biologi. Ia juga menyampaikan bahwa di depan KRB juga terdapat IPB, gudangnya para profesor serta ahli Pertanian dan Biologi ternama. Namun, menurutnya tidak ada satupun yang bersuara, ketika KRB dikelola sedemikian rupa.

“Pengelolaan saat ini bertentangan dengan kaidah-kaidah ilmu, demi untuk memburu fulus yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan nilai instrinsik yang terdapat di KRB,” ungkap Cicit Mbah Jepra.

Dirinya merasa kecewa degan LIPI, yang seharusnya menjaga dan mengelola KRB secara baik dan mempertahankan fungsi dari KRB sebagai sarana belajar masyarakat.

“Ini malahan ditenderkan ke pihak swasta untuk dikelola. Belanda aja yang bangun KRB nggak begitu. Kenapa nggak di swakelolakan saja, karena KRB itu perlu perlakuan khusus dan ada kepentingan publik di situ,” katanya.

Baginya, melihat kondisi KRB saat ini, ditenggarai kalau LIPI yang paling berwenang mengelola, hanya ingin cari uang saja, yaitu dengan cara mentenderkan kepada pihak swasta.

“Saya yakin para ahli di LIPI dan IPB tidak berdaya dan lebih baik “mingkem” daripada membuat masalah, padahal jiwa dan hatinya sebagai pakar dan peneliti memberontak. Sepertinya mereka lebih mempercayai kalau “Silent is Gold” bukan “Silence is lie” tuturnya.

Ironis, kata dia, penyataan Ketua LIPI yang mengatakan sudah tidak punya kapasitas dan kemampuan untuk eksplorasi potensi Kebun Raya.

“Jadi selama ini ngapaian aja loeh ? tanyanya.

Dalam pesannya ia menyoroti perhelatan “Wisata Malam” di KRB. Meurutnya ada sebagian satwa-satwa penghuni KRB yang semestinya beristirahat pada malam hari akan terganggu, serta ada juga satwa-satwa yang aktif pada kegelapan malam hari dan sensitif terhadap cahaya tentunya juga akan terganggu oleh cahaya lampu yg bakalan semarak.

“Prihatin banget. Semoga negara ini tidak kembali ke zama VOC, atau negara menjadi perusahaan,” pungkarnya.

Sedangkan warga lainnya Jhony Pinot melalui pesan whatsapp,  menuliskan jika saat ini sedang ramai diperbincangkan warganet, Kebun Raya Bogor berencana membuka wisata malam bertajuk GLOW, pertunjukan lampu spektakuler.

Dikhawatirkan, pertunjukan lampu warna warni disertai narasi dari pengeras suara akan menggangu kehidupan hewan-hewan nocturnal atau hewan yang terjaga malam hari.

Menurutnya ada kemungkinan penetapan Kebun Raya Bogor sebagai Warisan Dunia, bisa dibatalkan.

Bagaimana pendapat kalian? Setuju atau tidak? Silahkan tulis di kolom komentar. tulis Jhony Pinot.

Terpisah, ketika dikonfirmasi melalui whatsup, General Manager Corporate Communication Kebun Raya Zaenal Arifin, tidak merespon.

(Diki Sudrajat)

Waduh! Presiden Prancis Pernah Ditampar dan Dilamperi Telur oleh Warganya

0

Bogordaily.net – Presiden Prancis, Emmanuel Marcon ternyata beberapa kali mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari warganya. Insiden penyerangan di depan umum yang dialaminya ternyata bukan hal pertama.

Sebelumnya Pada Juni lalu, presiden berusia 43 tahun ini ditampar seorang pria saat menyapa warga dalam kunjungan ke desa Tain l’Hermitage, Prancis bagian tenggara.

Laporan kantor berita AFP pada 9 Juni 2021 mengungkapkan, bahwa video yang beredar di media sosial memperlihatkan kejadian saat Macron menghampiri sejumlah warga yang dibatasi pagar untuk menjabat tangan mereka.

Tapi tiba-tiba saat dia menyapa pria berkaos hijau, tiba-tiba laki-laki itu menampar wajah Marcon dengan keras.

Melihat kejadian tersebut, pengawal kepresidenan yang berada di samping dan belakang Macron dengan cepat mengamankan pria itu dan menarik badan Macron menjauhi pria itu.

Saat penamparan terjadi, para pengawal kepresidenan berada di dekat Marcon. Salah satu pengawal yang berdiri di belakang Macron sempat mengangkat tangan untuk melindunginya, namun dia terlambat sepersekian detik untuk menghentikan tamparan itu. Pengawal itu lantas memeluk Macron untuk melindunginya.

Macron tampak memalingkan wajahnya saat tangan kanan pria itu mengenai wajahnya, sehingga lebih terlihat dia menerima pukulan daripada tamparan langsung.

Pelaku penyerangan yang kemudian diidentifikasi bernama Damien Tarel (28) langsung ditangkap dan didakwa atas penyerangan tokoh publik.

Tarel yang berambut gondrong dan menggemari sejarah abad pertengahan ini menuturkan kepada penyidik bahwa dirinya ‘bertindak secara naluriah dan tanpa berpikir’ setelah menunggu Macron di luar sebuah sekolah yang dikunjunginya di kota kecil Tain-l’Hermitage.

Dia juga mengakui bahwa dirinya bersama dua temannya sempat mempertimbangkan untuk melemparkan telur atau pai krim ke arah Macron dalam kunjungannya.

Pada 10 Juni lalu, dalam persidangan yang digelar kilat, Tarel dijatuhi hukuman 18 bulan penjara oleh pengadilan, namun 14 bulan ditetapkan sebagai hukuman percobaan sehingga Tarel hanya akan mendekam di penjara selama empat bulan.

Jauh sebelum itu, tepatnya tahun 2017, Macron ternyata pernah dilempar telur saat masih menjadi kandidat capres Prancis. Insiden itu terjadi saat Macron mengunjungi pameran pertanian di Paris.

Pada saat itu, seperti dilansir AFP, sebuah telur mentah yang dilemparkan seseorang dari kerumunan terlihat mengenai dan pecah di atas kepala Macron, membuat wajahnya berlumuran telur. Tidak diketahui secara jelas apakah pelaku pelemparan telur itu ditindak secara hukum.

Dalam insiden terbaru, pada Senin 27 September 2021 waktu setempat, Macron kembali dilempar telur saat menghadiri pameran perdagangan makanan di Lyon. Video insiden itu menunjukkan momen saat Macron berjalan melewati kerumunan orang ketika tiba-tiba sebutir telur dilemparkan ke arahnya. Telur itu mengenai bahu Macron, namun tidak pecah.

Terkait insiden itu, jaksa wilayah Lyon mengumumkan bahwa pelaku pelempar telur ke Macron merupakan seorang mahasiswa berusia 19 tahun. Identitasnya tidak diungkap lebih lanjut ke publik. Jaksa Lyon hanya menegaskan bahwa mahasiswa itu langsung ditahan polisi.

Jaksa Lyon menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan terhadap insiden ini, dengan delik ‘penyerangan terhadap seseorang dalam posisi otoritas publik’. Ditegaskan jaksa setempat bahwa pihaknya akan mencari tahu motif pelaku.(dtk/Saleh Hermawan)

 

 

Beraksi dengan Cerulit, Kawanan Perampok Ini Jadi Viral

0

Bogordaily.net – Video perampokan di sebuah ruko di daerah Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mendadak viral di media sosial. Dari video hasil rekaman CCTV itu terlihat pelaku berjumlah empat orang dengan bersenjatakan cerulit.

“Kita sudah monitor dan kita masih lidik (penyelidikan),” kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Bambang Handoko, saat dimintai konfirmasi, Selasa 28 September 2021.

Dari hasil penelusuran ternyata peristiwa tersebut terjadi pada Senin 27 September 2021 sekitar pukul 02.30 WIB. Saat awal kejadian korban berada di dalam ruko dan tengah bermain handpone.

Mendadak terlihat sejumlah orang datang menyelusup masuk ke dalam ruko dan salah satu pelaku mengambil paksa handpone milik korban.

Korban yang ternyata berjumlah dua orang itu terlihat tak berdaya, saat keempat pelaku menodongkan celurit dan diminta jongkok di sudut ruko.

Salah seorang pelaku terlihat memeriksa ke bagian dalam ruko. Tidak lama berselang keempat pelaku itu meninggalkan lokasi.

Polisi mengatakan tidak ada korban luka dari aksi perampokan pelaku. Pelaku hanya mengambil ponsel milik korban di lokasi.

“Barang diambil handphone aja,” tutur Bambang.(Saleh Hermawan)

 

Danrem 061/Sk Ingatkan Sejarah Laskar PETA Penting untuk Generasi Penurus

0

Bogordaily.net – Berada di Wilayah Kota Bogor atau tepatnya di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Museum Peta memiliki sejarah panjang tentang para pejuang tanah air yang pernah tergabung dalam Laskar PETA (Pembela Tanah Air).

Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (Peta) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh panglima tertinggi tentara ke enambelas (Rikugun) Jepang yang menguasai wilayah Jawa dan Madura.

Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (Peta) dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 oleh panglima tertinggi tentara ke enambelas (Rikugun) Jepang yang menguasai wilayah Jawa dan Madura. Pada awalnya, pasukan ini hanya disebut “Tentara Sukarela.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. memaparkan usai menghadiri undangan kegiatan Yayasan PETA. Dikesempatan itu tampak hadir Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Agus Suhartono, Kadisjarah Brigjen TNI Rohmat Setia Wibisono , Karoum Unhan Brigjen TNI Dr Priyanto (mewakili), Ketua Yayasan PETA Bapak Tinton Soeprapto, Sejarawan Yapeta Bapak Rusdi Husein, Ibu Ning.Zulaicha selaku Sekjen Yapeta serta para tamu undangan lainnya, Senin 27 September 2021.

Brigjen TNI Achmad Fauzi menuturkan Kyoudo Bouei Giyuugun atau yang lebih dikenal dalam bahasa Indonesia yaitu Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA.

Menurut catatan sejarah, PETA merupakan kesatuan militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang, pada 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44, yang diumumkan Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela.

PETA, lanjut Brigjen TNI Achmad Fauzi, memiliki peran penting dalam menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia, meski awalnya bertugas membantu Jepang dalam peperangan Asia Timur Raya dan tempat Pelatihan pasukan Peta yaitu dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.

Kembali Brigjen TNI Achmad Fauzi menjelaskan, bahwa Museum Pembela Tanah Air (Museum PETA), merupakan museum yang didirikan untuk memberikan penghargaan kepada mantan tentara PETA atas kontribusinya dalam pendirian bangsa dan negara, yaitu pada tanggal 14 November 1943.

Selain itu, museum yang terletak di Kota Bogor ini juga didirikan untuk memberi gambaran perjuangan kemerdekaan Indonesia dan persiapan dalam mengisi kemerdekaan.

“Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia, dan PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia,” terang Brigjen TNI Achmad Fauzi.

Selanjutnya Brigjen TNI Achmad Fauzi menuturkan, veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI.

Selanjutnya ia menjelaskan sejarah museum peta ini tidak hanya sekedar tentang berdirinya saja, akan tetapi banyak hal lainnya yang dapat diketahui di museum PETA, berkaitan dengan tentara sukarela pembela tanah air.

“Museum ini telah banyak memberikan informasi terkait sejarah PETA. Tentunya banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran, khususnya tentang mempertahankan tanah air, tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan lain sebagainya,” kata Danrem 061/Sk.

Brigjen TNI Achmad Fauzi, menekankan sebagai generasi penerus bangsa melihat sejarah perjuangan para pahlawan bangsa atau para tokoh nasional yang pernah tergabung dalam PETA seperti Presiden Soekarno, mantan presiden Jenderal Besar TNI Soeharto, Jenderal Besar TNI Soedirman, Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, dan lainnya.

Masyarakat harus dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang dimiliki saat ini, untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara serta melanjutkan cita-cita para pejuang bangsa, dengan cara dan kemampuan masing-masing.

“Kita harus sama-sama saling bersinergi menjaga bangsa ini dari segala apapun yang dapat menghancurkan bangsa. Dan tugas ini adalah tugas kita bersama,” Pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Peta juga memuter film secara singkat tentang sejarah PETA. Dan terkait tentang sejarah Museum Peta sesuai Diafragma yang ada di dalam museum tersebut, penjelasannya disampaikan oleh Pemandu Sejarah Museum Peta.***

 

Promo Super Merdeka Listrik, Tinggal Dua Hari Lagi!

0

Bogordaily.net –  Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh di bulan Agustus, PT PLN (Persero) menghadirkan Promo Super Merdeka Listrik untuk seluruh pelanggan yang diperpanjang sampai dengan tanggal 30 September 2021.

Program ini merupakan program promo untuk layanan tambah daya dan ditujukkan khusus untuk pelanggan daya 450 VA dan 900 VA tarif rumah tangga.

Pelanggan PLN cukup membayar biaya sebesar Rp. 202.100,- saja dan bisa melakukan tambah daya hingga 5.500 VA hanya melalui aplikasi PLN Mobile.

Sejak promo ini launching pada bulan Juli 2021, sudah 1.880 pelanggan di wilayah kerja PLN UP3 Bogor yang sudah memanfaatkan promo Super Merdeka Listrik ini.

Menurut Humas PLN UP3 Bogor, Susan Khaerany, animo masyarakat cukup tinggi dalam menyambut promo Super Merdeka Listrik.

“Karena harga promo Super Merdeka Listrik ini tarifnya flat untuk semua kenaikan daya mulai dari 450 VA dan 900 VA dengan pilihan daya akhir 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA, 4.400 VA sampai dengan 5.500 VA. Pelanggan cukup membayar sebesar Rp. 202.100,- tanpa dikenakan penyesuaian Uang Jaminan Langganan (UJL) untuk pelanggan paskabayar.” Ujarnya.

Selanjutnya ia menambahkan bahwa masyarakat harus memanfaatkan promo ini dengan sebaik-baiknya karena hanya sampai 30 September 2021.

“Jika promo berakhir, maka pelanggan akan dikenakan harga normal yang bisa mencapai Rp. 4.700.000,-. Ayo masyarakat agar mengunduh aplikasi PLN Mobile dan segera tambah daya dengan promo ini melalui aplikasi tersebut.” pungkasnya. Adv

Heboh! Empat Warga Jasinga Diduga Terlibat Penembakan Ustadz di Tangerang

0

Bogordaily.net – Polisi berpakaian preman mendadak melakukan penangkapan terhadap beberapa warga di Kampung Baru dan Curug, Desa Curug, Kecamatan Jasinga. Warga pun dikejutkan dengan aksi tersebut.

Kabarnya ada empat orang warga yang berhasil ditangkap dan hal itu dibenarkan Kepala Desa Curug Anton.

“Betul ada penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian berpakaian preman terhadap warga di Kampung Baru dan Kampung Curug,” terangnya kepada wartawan, Selasa 28 September 2021.

Anton mengungkapkan, kalau penangkapan itu dilakukan kabarnya terkait dengan penembakan seorang ustadz di Tanggerang yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

“Menurut informasi itu terkait yang ustaj ditembak habis keluar dari masjid yang di Tanggerang yang ada di tv itu, dan penangkapan ada yang di Curug ada juga di luar dan itu warga kami,”katanya.

Untuk usia yang ditangkap rata-rata usia 20 tahun ada 4 orang dan itu merupakan warganya.

“Penangkapan semalam dan siang tadi, sekitar ada 5 orang (yang menangkap),”ungkapnya.

Kades menegaskan terkait penangkapan itu pihaknya belum mengetahui pasti warganya itu apakah merupakan pelaku utama atau hanya peran pembantu.

“Dan penangkapan itu tanpa ada koordinasi dengan kades kemungkinan sama RT gak tahu itu,”pungkas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya ustadz atau pemuka agama bernama Arman (43) meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten.

Menurut keterangan saksi, pelaku berjumlah dua orang dan sudah menunggu di halaman rumah korban. Penembakan itu terjadi setelah Ustadz Arman pulang dari masjid usai melaksanakan salat Magrib. Setelah menembak korban, kedua pelaku pun langsung melarikan diri.(Ruslan)

Pelaku Penembakan Ustad Alex Diringkus Polisi

0

Bogordaily.net – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku penembakan tokoh agama berinisial A (43) atau kerap disapa ustaz Alex, di Kota Tangerang. A tewas usai ditembak pelaku, akhir pekan lalu.

“Ya, nanti kita umumkan secara resmi,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Selasa 28 September 2021.

Namun, Tubagus belum membeberkan identitas pelaku yang telah berhasil ditangkap. Termasuk, soal kronologi penangkapan pelaku.

Tubagus hanya menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dan akan mengumumkan secepatnya.

“Kita kan pendalaman, nanti akan kita sampaikan,” ucap Tubagus.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku yang berhasil ditangkap adalah orang yang mengenakan jaket ojek online saat penembakan terjadi. Dalam peristiwa itu, pelaku diduga berjumlah dua orang.

Diketahui, ustaz Alex ditembak oleh orang tak dikenal di RT 02/05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Sabtu 18 September 2021, malam sekitar pukul 18.30 WIB, usai melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid Jami’l Nurul Yaqin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus sebelumnya menuturkan bahwa ada 12 orang saksi yang diperiksa terkait peristiwa ini.

Yusri turut mengungkapkan bahwa kendala dalam mengungkapkan aksi penembakan ini lantaran tak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Pas penembakan ini kan tidak ada saksi yang melihat langsung, memang ada saksi yang mendengar saja bunyi tembakan,” ujar Yusri, Jumat 24 September 2021.