Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 6876

Gagal Dapatkan Harry Kane, Man City Berpeluang Datangkan Haaland

0

Bogordaily.net – Spekulasi masa depan Erling Braut Haaland di tahun 2022 bakal semakin seru. Manchester City dilaporkan jadi tim yang terdepan untuk mendaratkan striker Borussia Dortmund tersebut.

Haaland merupakan salah satu striker muda terbaik di Eropa saat ini. Ia menunjukkan ketajaman yang luar biasa bersama Borussia Dortmund dalam dua musim terakhir.

Haaland diyakini bakal jadi rebutan banyak klub di musim panas tahun depan. Karena klausul rilisnya senilai 75 juta Euro akan aktif per tahun depan.

Bild mengklaim bahwa ada satu klub yang paling berpeluang mendapatkan Haaland. Mereka adalah Manchester City.

Menurut laporan tersebut, Manchester City menetapkan Haaland sebagai target transfer utama mereka di musim depan.

Sang striker diproyeksikan menjadi pengganti Sergio Aguero. Setelah City gagal mendaratkan Harry Kane di musim panas ini.

City juga siap membayar mahar transfer Haaland agar ia menjadi milik The Citizens.

Menurut laporan yang sama, City tidak akan mudah mengamankan jasa Haaland di musim panas tahun depan.

Ini dikarenakan Manchester United juga tertarik untuk mendapatkan sang striker. Solskjaer ingin menjadikan sang striker juru gedor masa depan timnya.

Jadi MU akan berjuang sekuat tenaga untuk mengamankan jasa sang striker di musim panas ini.

Musim ini Haaland tampil dengan apik di lini serang Dortmund. Ia berhasil mengemas enam gol dan tiga assist dari lima penampilannya bersama Black and Yellow.***

OPD di Kota Bogor Terapkan Konsep Digitalisasi Aset, Ditarget Selesai 2022

Bogordaily.net – Untuk memudahkan inventarisasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mulai melakukan digitalisasi aset daerah. Ditargetkan, digitalisasi aset ini akan selesai 2022 mendatang.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor Denny Mulyadi mengatakan bahwa aset daerah baik berupa kendaraan maupun perlengkapan kantor harus dijaga dengan baik.

Apalagi, bila pembelian aset tersebut dilakukan dengan menggunakan uang rakyat.

Mengingat ditargetkan selesai pada 2022, saat ini digitalisasi aset sudah mulai berjalan.

“Kami mulai jajaki pendataan aset daerah berbasis digital untuk lebih memudahkan,” ujar Denny, dikutip dari Republika, Kamis (2 September 2021)

Denny melanjutkan, belum semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bogor menerapkan konsep digitalisasi aset.

Namun secara perlahan sejumlah OPD mulai melakukan pendataan. Mulai dari meja, bangku, lemari, komputer, dan perlengkapan lainnya.

Denny juga mengatakan bahwa permasalahan aset tidak hanya menjadi tanggung jawab BKAD semata.

Seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemkot Bogor juga bertanggungjawab atas permasalahan aset masing-masing.

Ini karena para OPD lebih memahami dan hafal aset di kantor pemerintahan masing-masing. Baik perlengkapan, hingga kendaraan dinas.

“Makanya kami minta kepada dinas, kantor kelurahan, kantor kecamatan dan instansi pemerintah lainnya di Kota Bogor agar mulai melakukan digitalisasi aset di kantornya masing-masing,” ujar Denny.***

Bupati Bogor Terima Bantuan Oxygen Concentrator dari Artha Graha Peduli

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin menerima bantuan oxygen concentrator dari Artha Graha Peduli, yang diterima langsung di lobby Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis 2 September 2021.

Selanjutnya bantuan langsung diserahkan kepada unit-unit yang membutuhkan yakni, RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, RS Bina Husada, dan Puskesmas Babakan Madang.

Ade Yasin menjelaskan, bantuan oxygen concentrator ini tentunya sangat diperlukan oleh Kabupaten Bogor.

Masih banyak juga rumah sakit dan Puskesmas yang membutuhkan. Jadi masyarakat yang sedang melakukan isoman kadang-kadang datang untuk meminta atau meminjam, baik itu tabung oksigen maupun alat-alat yang bisa membantu mereka bertahan dari sakit.

“Terima kasih kepada Artha Graha Peduli yang sudah peduli kepada Kabupaten Bogor. Semoga bantuan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Hari ini karena sudah ditentukan penerimanya, saya rasa nanti bisa langsung diserahkan kepada penerima, supaya bisa langsung dibawa. Jadi tidak disimpan di Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor,” terang Ade Yasin.

Ade Yasin menambahkan, Kabupaten Bogor sudah turun di level 3, namun tetap harus waspada karena Covid-19 masih ada.

Artha
Bupati Bogor, Ade Yasin berterima kasih kepada Artha Graha Peduli, yang telah memberikan bantuan oxygen concentrator di lobby Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Kamis 2 September 2021. (istimewa/Bogordaily.net)

Stimulus Listrik September Mulai Dibagikan

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) memastikan pelanggan sudah bisa mendapatkan stimulus listrik pada periode September 2021. Diskon listrik diberikan secara langsung kepada pelanggan.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril merinci bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara itu, bagi pelanggan prabayar, diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450 VA, tidak perlu lagi mengakses token stimulus, baik di website maupun layanan Whatsapp Stimulus, karena stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” ujar Bob dalam keterangan resmi, dikutip Kamis 2 September 2021.

Selanjutnya, insentif pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri.

Potongan sebesar 50 persen hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Masyarakat yang ingin mengecek hak untuk mendapatkan diskon stimulus listrik bisa dilakukan melalui aplikasi PLN mobile dan situs resmi perseroan dengan memasukkan nomor ID pelanggan atau nomor meter.

Jika pelanggan termasuk dalam kategori penerima diskon listrik, maka akan muncul keterangan besaran diskon yang diberikan. Namun, apabila pelanggan tidak termasuk dalam kategori penerima diskon listrik, maka akan muncul pemberitahuan bahwa pelanggan tidak mendapatkan diskon.

Sebagai informasi, berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), stimulus listrik yang diberikan hingga Desember 2021 terdiri dari tiga jenis.

Pertama, pelanggan golongan rumah tangga daya 450 Volt Ampere, bisnis kecil daya 450 VA dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala.

Kedua, pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25 persen dengan maksimal penggunaan 720 jam nyala. Ketiga, pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50 persen bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Adapun total anggaran stimulus program ketenagalistrikan tahun ini mencapai Rp12,02 triliun. Sampai dengan semester I 2021, realisasi penyaluran stimulus sudah mencapai Rp6,75 triliun.

 

Polisi Bantah, Pernah Abaikan Laporan Korban Pelecehan

0

Bogordaily.net – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus membantah pihak Polsek Gambir

pernah mengabaikan laporan MSA, korban pelecehan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Namun, Yusri mengakui memang ada kejadian pelecehan seksual pada 2015 seperti yang dikisahkan MSA.

“Saudara MSA tidak pernah datang ke Polsek Gambir membuat laporan polisi. Tapi memang ada kejadian itu di tahun 2015 yang lalu. Tanggal 22 oktorber 2015 di kantor KPI Pusat Jalan Gajah Mada,” kata Yusri, seperti dilansir dari Republika, Kamis (2 September 2021).

Menurut Yusri kasus MSA saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Polda Metro Jaya lewat aparat Polrestro Jakarta Pusat telah meminta keterangan awal dari MSA.

“Keterangan awal pertama saudara MSA tidak pernah membuat rilis tersebut,” ungkap Yusri.

Dalam keterangan yang sudah dibuatnya, korban MSA mengaku pada saat bekerja di ruangannya secara tiba-tiba didatangi para terlapor sebanyak lima orang.

Mereka memegangi badan MSA dan melakukan hal yang tidak pantas. Kelima terlapor tersebut masing-masing berinisial RN, MP, RT, EO dan CL.

“Tadi malam jam setengah 12 malam datang membuat laporan polisi didampingi oleh komisioner oleh KPI sendiri. Persangkaan di pasal 28 KUHP dan atau 281 KUHP Juncto pasal 335 KUHP,” jelas Yusri.

“Sementara baru keterangan awal dari si pelapor. Nanti baru kita siapa lagi nanti kedepan kita lihat, termasuk terakhirnya para terlapor, ini masih penyelidikan,” papar Yusri, menambahkan.

Dalam keterangannya yang beredar melalui pesan berantai pada Rabu (1 September 2021), MSA mengaku pernah mengikuti saran Komnas HAM untuk melapor pada kepolisian tepatnya di Polsek Gambir. Tetapi menurutnya, saat itu dirinya malah diminta untuk berjuang sendiri.

“Lebih baik adukan dulu saja ke atasan. Biarkan internal kantor yang menyelesaikan,” ujar MSA menirukan saran petugas polisi.

“Pak Kapolri, bukankah korban tindak pidana berhak lapor dan Kepolisian wajib memprosesnya?” tanya MSA dalam keterangannya itu.***

Laporan Dugaan Pelecehan Seksual di KPI Pusat Diproses Polisi

0

Bogordaily.net – Polda Metro Jaya menyoroti kasus dugaan pelecehan karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisial MSA.

Saat ini kasus perundungan yang tengah menjadi pembicara diberbagai platform media sosial tersebut ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

“Tadi malam dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat, itu pun secara kooperatif karena sudah ramai di media sosial. Penyidik Polres Jakpus mendatangi pelapor ke kediamannya dan datang ke Polres,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus, saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dilansir dari Republika, Kamis (2 September 2021).

Kemudian penyidik Polres Metro Jakarta Pusat juga telah mengambil keterangan awal dari korban MSA sebagai pelapor.

Selanjutnya akan dibawa ke penyelidikan, nantinya akan dilakukan klarifikasi termasuk lima orang terlapor yang diduga sebagai pelecehan terhadap pria berinisial MSA tersebut.

“Sementara baru keterangan awal dari si pelapor. Nanti baru kita siapa lagi nanti ke depan kita lihat, termasuk terakhirnya para terlapor, ini masih penyelidikan,” jelas Yusri.

Sebelumnya, pengakuan MSA terkait perundungan yang dialaminya tersebar di media sosial.

Dalam rilis tersebut MSA mengaku ditindas, dan dilecehkan oleh tujuh orang rekan kerjanya.

Perundungan itu diterima korban sejak 2012 sampai 2019. Bahkan pada tahun 2015, MSA ditelanjangi, dipiting dan juga alat vitalnya dicoret-coret menggunakan spidol.

“Mereka bersama-sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama-sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” kata MSA dalam keterangan tertulis, Rabu (1 September 2021).

Dalam rilisnya, MSA juga mengaku aksi pelecehan yang terjadi berulang itu membuatnya trauma dan kehilangan kestabilan emosi dan sampai mengubah pola mental, stres dan merasa hina.

Akibatnya, ia sering jatuh sakit dan mengalami hipersekresi cairan Lambung akibat trauma dan stres.

“Dengan rilis pers ini, saya berharap Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia mau membaca apa yang saya alami. Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini,” tulisnya.

Menanggapi cerita salah satu anggotanya, KPI dalam laman resminya membagikan pernyataan resmi mereka. Pernyataan ini ditulis pada 1 September 2021 oleh Ketua KPI Pusat Agung Suprio.

“Menyikapi beredar informasi di tengah masyarakat terkait kasus dugaan pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Maka, kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut,” kata Agung dikutip dari laman resmi KPI, pada Rabu (1 September 2021).

1. Turut prihatin dan tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan atau bullying terhadap siapapun dan dalam bentuk apa pun.

2. Melakukan langkah-langkah investigasi internal, dengan meminta penjelasan kepada kedua belah pihak.

3. Mendukung aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Memberikan perlindungan, pendampingan hukum dan pemulihan secara psikologi  terhadap korban.

5. Menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindak kekerasan seksual dan perundungan (bullying) terhadap korban, sesuai hukum yang berlaku.

“Demikian keterangan yang dapat disampaikan KPI Pusat,” kata Agung.***

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pegawai KPI Buka Suara

0

Bogordaily.net – Seorang pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku mendapat perlakuan pelecehan seksual sesama pria dan perundungan yang dilakukan oleh rekan kerja. Perundungan ini terjadi sejak 2012.

Pegawai tersebut kerap mendapatkan perundungan dan pelecehan seksual sesama pria dari rekan kerjanya yang juga pegawai KPI. Terparah, pegawai KPI itu ditelanjangi, dilecehkan dan difoto.

“Kejadian itu membuat saya trauma dan kehilangan kestabilan emosi. Kok bisa pelecehan jahat macam begini terjadi di KPI Pusat?,” demikian keterangan tertulis korban, Kamis 1 September 2021.

Korban khawatir foto telanjangnya itu akan disebar oleh rekan-rekannya. Selain itu, rekan kerja korban kerap menyuruh-nyuruh korban untuk membelikan makan. Hal ini berlangsung selama 2 tahun lamanya.

“Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh,” lanjutnya.

Tahun ke tahun berjalan, berbagai perundungan diterima korban. Mulai dari diceburkan ke kolam renang, tasnya dibuang, hingga dimaki dengan kata-kata bernuansa SARA.

Pelecehan seksual tersebut membuat korban jatuh sakit dan stres berkepanjangan. Pelecehan dan perundungan itu, kata korban, mengubah pola mentalnya.

“Kadang di tengah malam, saya teriak teriak sendiri seperti orang gila. Penelanjangan dan pelecehan itu begitu membekas, diriku tak sama lagi usai kejadian itu, rasanya saya tidak ada harganya lagi sebagai manusia, sebagai pria, sebagai suami, sebagai kepala rumah tangga. Mereka berhasil meruntuhkan kepercayaan diri saya sebagai manusia,” sebut korban.

Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Komnas HAM. Komnas HAM sendiri, kata korban, sudah mengkategorikan pelecehan dan perundungan yang dialaminya sebagai bentuk pidana dan menyarankan agar korban melapor ke polisi.

Korban pun melapor ke kepolisian. Namun respons yang didapat tidak memuaskannya. Ia juga sudah melapor ke atasannya. Namun korban malah dipindah ke divisi yang berbeda dari perundungnya.

“Sejak pengaduan itu, para pelaku mencibir saya sebagai manusia lemah dan si pengadu. Tapi mereka sama sekali tak disanksi dan akhirnya masih menindas saya dengan kalimat lebih kotor. Bahkan pernah tas saya di lempar keluar ruangan, kursi saya dikeluarkan dan ditulisi “Bangku ini tidak ada orangnya”. Perundungan itu terjadi selama bertahun tahun dan lingkungan kerja seolah tidak kaget. Para pelaku sama sekali tak tersentuh. Saya makin stres dan frustrasi,” imbuh korban.

“Saya tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini. Saya berpikir untuk resign, tapi sekarang sedang pandemi Covid-19 dimana mencari uang adalah sesuatu yang sulit. Dan lagi pula, kenapa saya yang harus keluar dari KPI Pusat? Bukankah saya korban? Bukankah harusnya para pelaku yang disanksi atau dipecat sebagai tanggung jawab atas perilakunya? Saya BENAR, kenapa saya tak boleh mengatakan ini ke publik,” tulis korban.***

Konsumsi Sabu Disuntik, Coki Pardede Gunakan Sabu Varian Baru?

0

Bogordaily.net – Ada yang tidka lazim dalam mengkonsumsi sabu yang dilakukan Coki Pardede. Komika itu menggunakan alat suntik untuk mengkonsumsi amphetamin tersebut. Hasil tes urien Coki Pardede positif sabu.

“Hasil tes urine sudah kita lakukan pemeriksaan dan positif,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo kepada wartawan di kantornya, Tangerang, Kamis 2 September 2021.

Selain Coki Pardede, penyuplai sabu kepadanya juga positif narkoba.

Saat ditangkap polisi, Coki Pardede masih dalam pengaruh narkoba. Coki Pardede menggunakan sabu dengan metoda yang tak lazim.

“Masih (dalam pengaruh narkoba). Dia modelnya pakai suntikan. Pokoknya kita amankan pakai suntikan. Nggak lazim lah metodenya,” sebut Pratomo.

Coki Pardede dan penyuplai perempuan inisial WLI ini kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Tangerang Kota. Keduanya telah menjalani tes urine.

Polisi belum membeberkan hasil tes urine keduanya. Sore ini dijadwalkan polisi bakal memberikan keterangan terkait penangkapan Coki Pardede.

Ingin Punya Momongan Lagi, Bella Shofie Jalani Program Hamil Anak Kedua

0

Bogordaily.net – Bella Shofie diketahui ingin memiliki momongan lagi. Ia membagikan hal ini lewat postingan di akun Instagramnya.

“Otw punya anak lagi,” katanya.

Sebelumnya, Bella Shofie sudah melahirkan anak pertama pada 9 September 2018 lalu.

Ia harus melalui proses yang tidak mudah untuk memiliki anak pertamanya. Bahkan ia juga sempat keguguran.

Oleh karena itu, Bella Shofie meminta doa dari para pengikutnya di Instagramnya agar perjalanannya untuk memiliki anak kedua bisa berjalan dengan lancar.

“Doain ya,” pinta Bella Shofie.

Sejumlah netizen tampak mengomentari postingan Bella Shofie. Mereka turut mendoakan agar Bella terus diberikan kesehatan dan bisa memiliki anak lagi.

“Amin. Semoga dimudahkan dan selalu diberi kesehatan,” tulis netizen.

“Semoga Danillo cepet punya adek ya mi,” kata netizen.

“Amin biar cepet hamil lagi yaa,” komentar netizen lainnya.***

Waduh! Alan Budikusuma Dilarang Pacaran, Sebelum Raih Medali Emas Olimpiade

0

Bogordaily.net – Ada cerita menarik dibalik kesuksesan Alan Budikusuma meraih medali emas Bulutangkis di Olimpiade Barcelona 1992.

Legenda Bulutangkis Indonesia itu mengaku sempat dilarang pacaran oleh orang tuanya, sebelum mendapatkan medali emas olimpiade.

“Zaman dulu memang berbeda dengan masa sekarang. Dulu, saya sempat dilarang untuk pacaran dengan Susy,” kata Alan, dikutip dari kompas.com.

“Saya diminta untuk tidak pacaran dulu. Biasalah, permintaan orangtua. Jalan satu-satunya supaya bisa ya harus dapat medali emas Olimpiade,” tutur Alan seraya tersenyum.

Syarat itu tentunya bukan perkara mudah bagi Alan. Terlebih lagi, performanya terbilang sedang kurang baik pada 3-4 bulan menjelang Olimpiade.

Tapi Alan pun terpacu untuk membuktikan diri. Meski sedang dalam grafik performa yang kurang baik, ia bekerja untuk melakukan persiapan sebaik mungkin.

Latihan rutin sudah pasti harus dijalani oleh Alan untuk mewujudkan ambisnya tersebut.

Bahkan, rutinitas latihannya dinilai Alan seolah seperti minum obat, yakni tiga kali dalam sehari.

“Dulu sempat bingung juga, latihan rutin, tetapi masih kalah. Belum lagi dapat cedera seperti kaki bengkak, dan lain-lain,” ucap Alan mengenang kisahnya dulu.

Meski demikian, perjuangan Alan terbayar lunas. Pada Olimpiade Barcelona 1992, ia berhasil meraih medali emas tunggal putra.

Menghadapi rekan senegaranya, Ardy B. Wiranata, Alan berhasil meraih kemenangan 15-12, 18-13 untuk memastikan podium juara.

“Memang tidak mudah untuk menjadi seorang atlet. Namun, itulah yang namanya perjuangan,” tutur Alan.***