Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7179

Malaysia Sudah Tak Lagi Pakai Vaksin Sinovac, Bagaimana dengan Indonesia ?

0

Bogordaily.net – Otoritas kesehatan Malaysia menyatakan bahwa negara-negara bagian di wilayahnya akan mulai menyalurkan lebih banyak vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Pfizer-BioNTech setelah menghentikan pemakaian vaksin Sinovac buatan China.

Seperti dilansir The Star, Jumat 16 Juli 2021, Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Adham Baba, menyatakan negaranya akan menghentikan penggunaan vaksin Sinovac begitu pasokannya habis. Kemudian secara bertahap, sebut Dr Adham, Malaysia akan beralih menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech sebagai vaksin utama.

Alasan Malaysia beralih merek vaksin Corona, menurut Dr Adham, disebabkan karena negara ini mulai menerima lebih banyak pasokan vaksin Pfizer-BioNTech.

Dr Adham mengatakan bahwa Malaysia telah mendapatkan total 45,7 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech — pesanan vaksin Corona terbanyak bagi Malaysia.

“Kita akan mulai beralih ke vaksin Pfizer-BioNTech karena kita awalnya memulai dengan memberikan banyak vaksin Sinovac ke negara-negara bagian,” ucapnya.

“Kita memesan 16 juta dosis vaksin Sinovac, dan separuhnya telah diberikan. Separuhnya lagi perlu disimpan untuk dosis kedua,” ujar Dr Adham.

“Jadi, setelah ini, negara-negara bagian lainnya juga akan beralih secara bertahap kepada vaksin Pfizer-BioNTech,” terangnya.

Penjelasan itu disampaikan Dr Adham saat menjawab pertanyaan soal pengumuman Departemen Kesehatan Kelantan bahwa pihaknya berhenti menyuntikkan vaksin Sinovac pada akhir bulan ini.

Dr Adham membenarkan bahwa penghentian penggunaan vaksin Sinovac akan dimulai di Kelantan sebelum diikuti negara bagian lainnya. “Jadi itu akan dimulai di Kelantan dan segera negara-negara bagian lainnya mengikuti,” tuturnya seperti dilansir Malay Mail.

Secara terpisah, Direktur Jenderal pada Kementerian Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah, menekankan bahwa langkah untuk menghentikan penggunaan vaksin Sinovac adalah semata karena pasokan vaksin Pfizer-BioNTech mendominasi portofolio Program Imunisasi Nasional COVID-19 di Malaysia.

“Pada dasarnya karena kita memiliki cukup pasokan vaksin Pfizer, lebih dari 44 juta dosis, jadi sekarang vaksin utama yang akan digunakan adalah vaksin Pfizer,” tegasnya.

Sementara Indonesia sendiri masih menggunakan vaksin Sinovac, itu terlihat dari masih didatangkan vaksin asal Negara Tirai Bambu sebanyak 14 juta dosis akhir Juni 2021.

Total bahan baku vaksin dari Sinovac yang sudah ada di Indonesia adalah sejumlah 105 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku. Artinya perlu proses sekitar 1 bulan di Biofarma untuk diproses menjadi vaksin jadi yang siap dipakai.

“Dari 105 juta ini nanti akan jadi 85 juta vaksin jadi yang bisa kita pakai dan itu akan siap 1 bulan setelah sekarang. Jadi mungkin di awal Agustus akan ada 85 juta vaksin Sinovac yang siap kita gunakan,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin secara virtual di Jakarta, Rabu 30 Juni 2021.

Innalilahi, Dewan Penasehat MUI Kabupaten Bogor KH Moch Sarnata Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari ulama senior di Kabupaten Bogor, yakni KH Moch Sarnata yang meninggal dunia pada Kamis, 15 Juli 2021 pukul 20.25 WIB.

Almarhum KH Moch Sarnata bin H Abdul Latif merupakan Dewan Penasehat MUI Kabupaten Bogor, dan juga Ketua Majelis Amanah PD Mathlaul Anwar Kabupaten Bogor.

Selain itu beliau juga pendiri bahkan penasehat Majelis Dzikir Arrahmah dan merupakan ayahanda dari H Abdul Aziz, Ketua PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor.

Dalam akun @muibogor mengucapkan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya KH Moch Sarnata.

“Salah satu sesepuh ulama Kabupaten Bogor kembali meninggalkan kita. Beliau KH. Sarnata bin H. Abdul Latif, Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Bogor, seorang ulama pembimbing, pengayom dan teladan kita,” tulis akun @muibogor.

Dituliskan juga ajakan kepada masyarakat untuk mengirimkan doa kepada beliau.

“Kita kirimkan alfatihah, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ucapnya.

Selain itu, Bupati Bogor Ade Yasin juga mengungkapkan rasa bela sungkawa dengan memposting foto almarhum.

“Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun.. Salah satu ulama Bogor telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Jasanya begitu besar dalam aktifitas dakwah di Kabupaten Bogor,” tulis Ade Yasin di akun @ademunawarohyasin.

Bupati juga memohon agar masyarakat mengirimkan doa dan mendoakan agar almarhum bisa husnul khotimah.

“Mohon kirimkan doa dan alfatihah untuk guru kita semua KH. Moch Sarnata bin H. Abdul Latif. Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt. Alfatihah,” tulisnya.***

Gawat!, Gara-gara Corona 10 Negara Menolak Kehadiran Warga Indonesia

Bogordaily.net – Negara lain mulai ketar-ketir dengan melonjaknya kasus Corona di Indonesia. Bahkan tak kurang dari 10 negara melarang pendatang dari Indonesia.

Sebagai informasi, hingga Kamis 15 Juli 2021, total kasus Corona di Indonesia berjumlah 2.726.803. Jumlah tersebut meningkat 56.757 kasus dibanding hari sebelumnya.

Tambahan kasus di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Penyebaran Corona varian Delta juga terjadi di Indonesia. Hal itu membuat 10 negara bergeming terhadap kedatangan warga Indonesia.

Sejumlah negara memutuskan menutup pintu bagi kedatangan orang-orang yang berangkat dari Indonesia. Berikut daftar 10 negara yang menolak:

1. Filipina

Dilansir dari Reuters, Rabu 14 Juli 2021, larangan itu disampaikan oleh juru bicara Kepresidenan Filipina, Harry Roque. Larangan masuk berlaku bagi semua orang yang datang dari Indonesia.

Dia menyebut larangan masuk bagi para pendatang asal Indonesia akan berlaku mulai 16 hingga 31 Juli 2021. Menurutnya, orang yang baru-baru ini memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia juga akan dilarang masuk ke Filipina. Hal itu dilakukan demi mencegah Corona varian Delta.

2. Singapura

Seperti dikutip dari situs kemlu.go.id, pemerintah Singapura menerapkan pembatasan bagi wisatawan yang pernah mengunjungi Indonesia dalam 21 hari terakhir. Regulasi tersebut berlaku sejak Senin, 12 Juli 2021, pukul 23.59. Perjalanan transit dari Indonesia juga untuk sementara waktu dilarang.

Pendatang yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia dalam 21 hari terakhir harus memenuhi syarat seperti surat tes negatif PCR 48 jam sebelum berangkat ke Singapura, karantina mandiri di fasilitas kesehatan khusus, memiliki tes PCR saat kedatangan dan 14 hari setelah kedatangan. Tes rapid antigen saat kedatangan dan tes mandiri antigen pada hari ke-3, 7, dan 11 setelah kedatangan.

Aturan ketat juga berlaku bagi penduduk tetap dan pemegang long term pass jika tidak mematuhi protokol kesehatan terbaru.

3. Uni Emirat Arab

Pemerintah UEA menangguhkan penerbangan dari Indonesia, kecuali untuk penerbangan transit dari dan menuju Indonesia mulai Minggu 11 Juli 2021. UEA juga melarang masuk wisatawan yang singgah di Indonesia dalam 14 hari sebelum terbang ke wilayahnya.

Mengutip Otoritas Penerbangan Sipil Umum dan Badan Penanggulangan Bencana dan Krisis Darurat Nasional, larangan tersebut tidak berlaku untuk misi diplomatik dan kasus perawatan medis darurat, serta para delegasi resmi, ekonomi, dan ilmiah.

Penumpang yang termasuk dalam kategori pengecualian wajib memberikan hasil tes negatif COVID-19 dengan masa berlaku 48 jam sebelum keberangkatan. Tindakan pencegahan lainnya, termasuk karantina 10 hari, tes PCR di bandara, dan tes PCR pada hari keempat dan kedelapan setelah memasuki UEA, di laboratorium yang sudah mendapat persetujuan dan mempunyai kode QR.

4. Arab Saudi

Arab Saudi sudah lebih lama melarang pendatang dari Indonesia, yaitu sejak Februari 2021. Hingga kini, aturan tersebut belum dicabut.

Saudi saat itu mengumumkan larangan penerbangan internasional dari Indonesia dan 19 negara lainnya akibat adanya temuan varian baru virus Corona yang lebih menular. Namun belakangan, Saudi mencabut larangan masuk bagi pelancong dari 11 negara, tapi Indonesia tidak masuk dalam daftar itu.

5. Hong Kong

Larangan wisatawan dari Indonesia ke Hong Kong sudah diberlakukan sejak 25 Juni 2021. Otoritas Hong Kong menetapkan Indonesia masuk dalam kategori negara A1 atau berisiko ekstrem tinggi (extremely high risk).

Tidak hanya Indonesia, Hong Kong juga menangguhkan kedatangan wisatawan dari negara lain, yakni India, Nepal, Pakistan, dan Filipina.

6. Oman
Oman menjadi salah satu negara lainnya di Timur Tengah yang mengeluarkan larangan masuk bagi wisatawan dari Indonesia. Kantor berita Oman, ONA, melaporkan Oman mengeluarkan pernyataan melarang masuk pelancong dari sembilan negara tambahan, dan memperpanjang larangan bagi 14 negara hingga waktu yang belum bisa ditentukan pada Kamis 8 Juli 2021. Total, ada 23 negara yang masuk dalam daftar merah Oman.

Setiap pendatang yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia dalam 14 hari terakhir dilarang masuk ke negara itu. Gulf News melaporkan larangan masuk bagi wisatawan dari Indonesia berlaku sejak Jumat 9 Juli 2021 pekan lalu.

7. Jepang

Jepang telah melarang masuk pelancong dari Indonesia sejak April 2021. Awalnya, larangan tersebut hanya berlaku selama 14 hari.

Namun, hingga saat ini masih belum ada keputusan resmi dari pemerintah Jepang terkait pencabutan larangan tersebut.

8. Taiwan

Pemerintah Taiwan melarang masuk bagi seluruh pekerja migran dari Indonesia sejak Desember 2020. Meski sempat mempertimbangkan untuk mencabut larangannya pada Maret 2021, namun hingga saat ini masih belum ada keputusan resmi terkait pencabutan larangan masuk tersebut.

9. Negara-negara Eropa
Negara-negara di Eropa, terutama negara dengan visa Schengen, melarang masuk pendatang dari Indonesia karena risiko tinggi penularan corona. Larangan ini tak hanya berlaku bagi WNI, namun warga negara lain juga dengan riwayat perjalanan dari Indonesia.

Izin masuk berlaku bagi masyarakat yang memiliki kartu izin tinggal di negara-negara Schengen, namun diwajibkan karantina 14 hari sejak kedatangan. Negara-negara dengan visa Schengen itu antara lain, Jerman, Italia, Finlandia, Spanyol, Prancis dan lain-lain.

10. Bahrain
Bahrain memasukkan Indonesia dalam daftar merah bersama dengan 15 negara lainnya. Mengutip laporan Bahrain News Agency (BNA) dari Saudi Gazette, enam negara Asia yang sudah masuk daftar merah lebih dulu adalah Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka dan Vietnam.

Setelah 10 negara yang resmi menolak kedatangan warga negara Indonesia, kemudian menyusul Dominican Republic, Indonesia, Irak, Iran, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Mozambique, Myanmar, Namibia, Panama, Filipina, Afsel, Tunisia, Uganda, dan Zimbabwe.

Penumpang dari negara merah dilarang masuk Bahrain kecuali mereka adalah warga Bahrain atau residen. Warga yang diperkenankan masuk harus memiliki tes PCR dalam 48 jam terakhir keberangkatan, kemudian dites pas kedatangan dan harus mengikuti 10 hari karantina.***

 

Upaya Memenuhi Ketersediaan Oksigen

0

Bogordaily.net – Ada sebuah acara penting berlangsung pada Selasa, 13 Juli lalu. PT Pupuk Kujang menyerahkan bantuan oksigen 3-4 ton kepada RSUD Kota Bogor. Ini adalah bantuan sangat berharga di tengah kondisi Kota Bogor yang tengah berupaya memenuhi ketersediaan oksigen untuk membantu perawatan pasien covid-19.

Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat ini adalah hari-hari ketika semua menghadapi kondisi siaga karena kelangkaan oksigen. Oleh karena itu ia menilai, bantuan tersebut sangat membantu untuk menyelamatkan banyak pasien yang membutuhkan. Meskipun diakui, bantuan tersebut diperkirakan akan habis dalam hitungan hari saja mengingat kebutuhannya memang sangat tinggi.

Vice President Komunikasi PT. Pupuk Kujang, Ibrahim Herlambang menyatakan, pihaknya berupaya memberikan bantuan ke seluruh wilayah di Jawa Barat berdasarkan skala prioritas.

“Warga kesulitan mencari oksigen karena stoknya yang menipis dan susah mendapatkannya. Jadi berapa pun stok yang ada saat ini sangat berarti dan kita prioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan,” kata Ibrahim.

Sementara itu Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menyatakan bantuan oksigen tersebut akan segara digunakan untuk perawatan pasien covid-19 yang berada di blok dua dan blok tiga RSUD Kota Bogor.
Dalam beberapa waktu terakhir di Kota Bogor memang terjadi kelangkaan oksigen, karena pasokan menurun, sedangkan kebutuhan meningkat.

“Pasien covid-19 di Kota Bogor meningkat tajam dan membutuhkan gas oksigen untuk membantu pernafasan, terutama pasien dengan gejala sedang hingga berat,” ungkap Bima Arya.

Untuk mengatasi hal itu dirinya langsung melakukan pengecekan ketersediaan dan pasokan gas oksigen di Kota Bogor. Termasuk ke depot penjualan gas oksigen.

Disitulah diperoleh gambaran, bahwa pasokan dari agen oksigen di Jakarta menurun sampai 65 persen. Pemilik sebuah depot oksigen di Lawang Gintung yang didatangi Bima menjelaskan, sebelumnya di depotnya dipasok gas oksigen sekitar 180m3 per hari, yakni sekitar 30 tabung besar berukuran 6m3.

Tetapi sejak sepekan lalu pasokannya menurun dan hanya dipasok sekitar 60m2 yakni 10 tabung besar berukuran 6m3.

Berbagai ikhtiar terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk menambah ketersediaan oksigen. Termasuk meminta bantuan pemerintah pusat, yang akhirnya melalui Krakatau Steel, sudah dua kali membantu dengan volume kurang lebih 100 tabung.

Begitupun pengadaan oksigen yang digalang pengumpulan tabung di Graha Pena Radar Bogor serta meminta bantuan kepada semua pihak.

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan pemetaan dan pengecekan ketersediaan tabung medis ke sejumlah rumah sakit pada hari Minggu lalu (11/7).

Usai melakukan rapat di Balai Kota, dengan didampingi Sri Nowo Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bima mendatangi tempat penyimpanan tabung oksigen medis di rumah sakit Ummi Bogor.

Dilanjut mengecek Liquid Oxygen Tank di rumah sakit PMI, rumah sakit Medika Dramaga dan rumah sakit Mulia.

“Sebagian besar rumah sakit di Kota Bogor memang kondisinya sama, krisis ketersediaan oksigen, karena 6 filling station di kabupaten Bogor yang biasa memasok itu kurang pasokan,” ungkap Bima usai meninjau Liquid Oxygen Tank.

Padahal berdasarkan hasil pemetaan diketahui, Kota Bogor memerlukan oksigen 60 ton per hari. Dalam kaitan itu pula, Bima mengungkapkan adanya komunikasi intensif dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menyatakan akan membantu memasok kebutuhan oksigen medis ke Kota Bogor.

“Beliau berjanji akan membantu, tadi malam ditambah di dua filling station di Cileungsi dan Citeureup. Tapi masih kurang, saya minta untuk Kota Bogor paling tidak perhari untuk satu filling station di drop 5 ton. Kalau 5 ton di drop rutin di 6 filling station, maka Insya Allah akan mencukupi,” lanjutnya.

Untuk menanggulangi kekurangan oksigen medis, Pemerintah Kota Bogor akan terus mengecek dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kebutuhannya.“Yang penting kita cek, kita komunikasi dengan rumah sakit.

Jadi, ketika sudah emergency ini bisa diantisipasi bersama-sama,” lanjut Bima.
Komunikasi dalam rangka pengecekan itu menjadi penting mengingat rumah sakit yang memiliki liquid oxygen tank hanya mampu bertahan 1-2 hari saja.

“Di 5-6 rumah sakit yang pasokannya besar ini bisa bertahan 1-2 hari ke depan. Seperti di rumah sakit Mulya sempat kritis kondisinya, kalau tidak datang pagi-pagi bisa habis. Seperti itu polanya, 1-2 hari bertahan. Jadi, memang perlu diperbesar pasokan ke Kota Bogor secara keseluruhan,” ujarnya. Dengan saling berkomunikasi diantara seluruh pemangku kepentingan dan terus melangkah bersama dan bahu membahu membantu sesama, semoga krisis ketersediaan oksigen dapat diatasi. (Advertorial)

 

Derby Milan Akan Tersaji Pekan 12! Mana Lebih Unggul?

Bogordaily.net – Membahas soal derby Milan memang tidak akan ada habisnya. Rivalitas antara dua club di kota Milan ini sangatlah ketat dan mereka bersaing untuk menjadi raja di kota tersebut.

AC Milan sendiri telah kehilangan playmaker terbaik nya musim kemarin yaitu Hakan Calhanoglu yang pindah ke rival sekotanya sendiri Inter Milan

Namun, AC Milan masih memiliki beberapa pemain muda berkualitas di posisi AMF tersebut seperti Brahim Diaz, Ante Rebic dan Rafael Leao.

Lalu ada duet gelandang bertahan yakni Frank Kessie dan Ismael Bennacer yang selalu menjadi andalan di lini tengah dan jangan lupakan sang mesin gol AC Milan Zlatan Ibrahimovic.

Belum lagi ditambah dengan kedatangan Olivier Giroud ke San Siro akan menambah lini serang dari AC Milan.

Di sisi lain, Nerazzurri masih memiliki duet maut striker antara Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.

Duet keduanya terbukti ampuh dengan membawa Inter Milan meraih gelar Scudetto pada musim kemarin.

Kemungkinan sang Allenatore dari kedua tim yaitu Stefano Pioli dan Simeone Inzhagi akan menggunakan formasi yang dinamis.

Ada formasi 4-3-1-2 bagi AC Milan dengan duet maut di depan antara Ibrahimovic dan Giroud. Lalu kemungkinan formasi 3-5-2 akan digunakan Inter Milan dengan duet maut andalannya Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.***

Inalillahi…Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

Bogordaily.net – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Dedi Syarif meninggal dunia di RS. Sentra Medika Cibinong pada Jum’at 16 Juli 2021 pukul 08.50 WIB.

Kabar duka itu disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

“Innaalillahi Wainna Ilaihi Rooji’uun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak dr. Dedi Syarif (Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor),” tulis Ade Yasin.

Ade Yasin mengenang dr. Dedi Syarif sebagai pribadi yang baik.

“Beliau adalah orang baik, seorang dokter yang gigih dan berdedikasi tinggi, sosok pahlawan kesehatan, yang gigih berjuang membantu Pemerintah dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin.

“Saya merasa kehilangan seorang partner, mitra kerja, teman diskusi, salah satu orang terbaik yang pernah saya temui dan bekerjasama untuk mengabdi di Kabupaten Bogor,” tambah dia.

Ade Yasin pun meminta masyarakat Kabupaten Bogor mendoakan almarhum.

“Mari kita do’akan, semoga almarhum Husnul Khotimah, diampuni segala dosa dan kekhilafannya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Aamiin YRA,” tutup Ade Yasin.***

Geopolitik Vaksin

Bogordaily.net – Dalam beberapa minggu belakangan ini (tepatnya sejak awal akhir Juni 2021) Indonesia “diserang” oleh pasukan virus corona (Covid-19) hasil mutasi dari varian sebelumnya yang jauh lebih dahsyat,  yaitu varian Delta.

Varian ini jauh lebih menular dan tidak perduli, apakah individu yang diserangnya sudah pernah “kena” varian sebelumnya atau belum. Begitu pula dengan individu yang sudah pernah divaksin sebelumnya, varian “Delta” terus menyerang tidak perduli.

Seperti diberitakan banyak media, sebelum menyerang Indonesia “Delta” sudah terlebih dahulu menyerang dan meluluhlantakan India. Jutaan orang meninggal di India, beberapa perwakilan negara asing sempat “pamit” sebentar dari negara itu, meski kini sudah mulai kembali “bertamu”.

Pemerintah negara itu pun menengarai ihwal Covid-19 varian “Delta” disebabkan karena kerumunan banyak orang dalam ritual agama Hindu di sungai Gangga. (BBC News,  1 Mei 2021)

Senada dengan India, meluasnya varian “Delta” di Indonesia diakibatkan bandelnya pemudik saat pemerintah melarang untuk ritual “pulang-kampung”, pertengahan Mei 2021 lalu.

Awalnya varian ini terdeteksi di Kudus, Jawa Tengah dan dengan cepat menyebar ke seluruh lini di Pulau Jawa dan Bali.

Setiap harinya orang banyak yang terinfeksi varian “Delta” ini untuk mengendalikannya pemerintah mau tidak mau harus menerapkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan sejak  3-20 Juli 2021.

Bukannya berkurang, masyarakat yang terpapar Covid varian “Delta” ini bertambah banyak, bahkan Indonesia resmi mencatatkan diri sebagai negara dengan kasus harian terbanyak  di dunia. (CNN, 15 Juli 2021

Kini sahabat Jepang, Vietnam dan beberapa negara lain sudah bersiap mengevakuasi warganya dari bumi pertiwi.

Pemerintah sudah menggaungkan gerakan menggunakan obat secara masif yang mampu dengan cepat menurunkan serangan Covid varian “Delta”  wajib dilakukan. Bahkan terkesan “obat apa saja”  yang penting masyarakat yang terpapar varian “Delta” melandai.

Termasuk juga percepatan dan distribusi penggunaan vaksin harus segera dilakukan. Pemerintah memobilisasi aparatnya dari pusat hingga daerah untuk segera menyuntikkan vaksin bagi semua Warga Negara Indonesia agar tercapai herd immunity (kekebalan kelompok/populasi).

Nah, yang menarik untuk didiskusikan adalah, saat ini pemberian vaksin kepada masyarakat itu dilakukan dengan produk Sinovac dan Sinopharm yang notabene dibuat oleh perusahaan Tiongkok.

Pemerintah tidak menjamin orang yang sudah di vaksin dengan Sinovac bisa kebal dari ancaman varian “Delta”. Alasannya antibodi yang terbentuk tidak dapat mengenali varian baru, sehingga tidak dapat memberikan perlindungan.

Delta, seperti nama pasukan super elit AS “Delta Force” yang bertugas khusus untuk menghancurkan pemimpin/negara lain yang membangkang terhadap kebijakan paman sam.

Virus Covid varian “Delta” pun mampu menghancurkan pertahanan imunitas tubuh yang telah dilindungi sebelumnya.

Namun, orang yg telah mendapatkan vaksin Sinovac bisa terlindungi dari varian sebelumnya (Alfa dan Beta). Sinovac memiliki tingkat efikasi (kemanjuran) 64,3% dan dibuat dengan bakteri atau virus yang dimatikan.

Ditengah maraknya program vaksinasi ini, masuklah vaksin produksi AS (Pfizer dan ModeRNA) yang diklaim mampu menghalau berbagai varian Covid, karena dibuat dengam basis DNA dan RNA. Tingkat efikasinya pun tidak main-main 95%. Jadi tidak heran kalau warga pamam Sam sudah memberlakukan kebijakan lepas masker.

Melalui gambaran singkat itu, dapat ditarik hipotesa sementara dengan variabel penggunaan vaksin negara kita yang tercinta ini sedang menjadi alat proxy war antara Tiongkok dan AS. Perangnya tidak terlihat langsung, namun menggunakan cairan dalam botol kecil yang disebut vaksin.

Adu teknologi terlihat dalam dua proxy tersebut yang satu menggunakan basis bakteri dan virus yang dilemahkan dan yang satu lagi berbasis DNA-RNA yang mampu mengenal dan menolak segala varian Corona  karena asal DNA-nya sebenarnya sama. (Maaf penulis mengasumsikan pembaca sudah mengenal apakah DNA itu)

Bahkan pemerintah RI pun sudah menetapkan bahwa vaksin Pfizer dan ModeRNA) hanya diperuntukkan bagi kalangan tenaga kesehatan dan penggunaan berbayar saja.

Sebagai usulan, untuk mencapai herd immunity di masyarakat vaksin paling top yang harusnya diberikan kepada masyarakat agar tercapai tingkat imunitas tinggi dan pemerintah bisa terus melaksanakan program kerja serta membawa bangsa ini tinggal landas bersaing dengan negara maju.

Meski sulit dan penuh “tekanan” baik secara internal dan eksternal, penulis berharap bangsa ini segera kembali dalam track, setelah sebelumnya masuk pit-stop.

Kentos Artoko                                                                                                                                     Pemimpin Redaksi bogordaily.net

Sudah BPOM! Ini Efek Samping Vaksin Pfizer

Bogordaily.net – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer dan BioNTech, Rabu 14 Juli 2021.

Penerbitan EUA untuk Vaksin Pfizer ini menambah daftar jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia.

Sebelumnya, BPOM telah menerbitkan Emergency Use Authorization 5 jenis vaksin hingga awal bulan Juli lalu.

Vaksin tersebut antara lain, ada Coronavax dari Sinovac, vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Biofarma.

AstraZeneca yang diperoleh dari Covax Facility, Sinopharm dari Beijing, Moderna.

“Badan POM telah melakukan proses evaluasi untuk keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin bersama-sama dengan Tim Ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan Klinisi terkait lainnya,” ujar Ketua BPOM Penny Lukito, dalam virtual conference, Kamis 15 Juli 2021.

Untuk evaluasi keamanan, hasilnya menunjukkan bahwa secara umum keamanan vaksin ini dapat ditoleransi.

Pada kelompok usia, kejadian reaksi yang paling sering timbul antara lain nyeri pada bekas tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan demam.

“Penilaian pada data mutu vaksin cominarty telah dilakukan sama dengan vaksin yang telah disetujui badan POM mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin, yang berlaku secara internasional dan hasilnya telah memenuhi standar persyaratan mutu vaksin,” kata Penny.

Kemudian Penny menjelaskan, dari data imunegitas menunjukan pemberian dua dosis vaksin dalam selang 3 minggu menghasilkan respon imun yang baik.

Sedangkan berdasarkan data uji klinik fase 3 menunjukkan efikasi dari vaksin COVID-19 produksi Pfizer dan BioNTech ini menunjukkan efikasi yang sangat tinggi.

“Data fase uji klinik fase 3 menunjukkan efikasi cominarty pada usia 16 tahun ke atas adalah 95,5 persen dan pada remaja pada usia 12 hingga 15 tahun adalah 100 persen,” kata Penny.

Untuk diketahui, vaksin Pfizer akan diberikan dengan injeksi intramuskular dengan dosis 0,3 ml dengan dua kali penyuntikkan dalam jangka waktu 3 minggu.***

Organisasi Eksternal Mahasiswa Bogor Raya Desak Aliansi BEM se-Bogor Minta Maaf

Bogordaily.net – Tidakhanya organisasi internal mahasiswa, protes keras juga dilontarkan organisasi eksternal mahasiswa terkait permintaan dana vaksinasi ke Kapolresta Bogor oleh Aliansi BEM se-Bogor. Organisasi eksternal mahasiswa mendesak agar Kordinator Bem Se-Bogor Raya melakukan mengklarifikasi serta meminta maaf, supaya nama baik Mahasiswa di Bogor Raya terjaga.

Gerakan Intelektual Rakyat Indonesia yang merupakan Organisasi Eksternal Mahasiswa di Bogor Raya, melalui ketua umummnya Ramdhan menyatakan, permintaan dana itu dianggap memalukan dan bisa membuat persepsi buruk di tengah masyarakat, kepada Mahasiswa di Bogor Raya.

mengkritisi terkait surat yang beredar terkait permohonan anggaran kepada Kapolresta Bogor, guna transport dan juga konsumsi dalam agenda Vaksinasi. Pria yang akrab di sapa Ramdhan ini menuturkan.

“Kegiatan ivaksinasi di Bogor juga ada, kenapa harus ke Jakarta ? Ya sebetul nya gak masalah kalo temen-temen tetep mau ke Jakarta, tapi kok ya sampai minta anggaran ke Polresta, sangat memalukan” tutur Ramdhan, dalam keterangan persnya yang diterima bogordaily.net, Kamis 14 Juli 2021.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi perwakilan dari Universitas Ibnu Khaldun (UIKA ) yang menyatakan sikap ketidak terlibatannya dalam agenda itu.

“Saya apresiasi langkah temen-temen UIKA yang cepat tanggap, dan kalau pun betul UIKA tidak terlibat saya rasa baik UIKA maupun kampus lain yang keberatan dengan agenda itu untuk melakukan desakan klarifikasi kepada Kordinator Bem Se-Bogor Raya untuk mengklarifikasi dan meminta maaf, agar hal yang demikian tidak terulang kembali, dan membersihkan nama baik Mahasiswa di Bogor Raya” tutupnya

Rhamdan menuturkan suara kritik yang dilontarkan elemen mahasiswa merupakan bentuk kepedulian , dan harus di jadikan perhatian khusus oknum yang terlibat, supaya lebih berhati-hati dalam mengatasnamakan BEM, ataupun Mahasiswa.
“Demi menjaga nama baik Mahasiswa di mata Masyarakat,” katanya.

Dikesempatan terpisah menyikapi maraknya bantahan dari sejumlah anggota BEM se Bogor, Koordinator Aliansi BEM Se-Bogor M. Aditiya Abdurahman, menjelaskan bahwa pada 13 Juli 2021, Koordinator BEM se-Bogor diajak untuk melakukan vaksinasi nasional di Jakarta bersama BEM se-Indonesia.

“Pemerintah yang tengah menggalakan vaksinasi, dalam pelaksanaanya melibatkan mahasiswa,” ujar Adit.

Ia menjelaskan, surat permohonan dana untuk transportasi dibuat Sekretaris BEM se-Bogor dan Koordinator BEM Se-Bogor, hanya mengarahkan untuk memfasilitasi pemberangkatan sehingga mahasiswa dapat mengikuti acara vaksinasi nasional dalam rangka menanggulangi wabah pandemi Covid-19.

“Dan Surat tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan forum,” terang Adit.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bagi teman-teman di 9 dari 6 kampus yang dicatut namanya ia memohon maaf.

“Saya memohon maaf atas kesalahan dalam penulisan nama dan nama-nama tersebut sudah menginformasi pada hari ini untuk tidak Ikut serta dalam vaksinasi tersebut,” papar Adit.

Ia memastikan bahwa mereka tidak mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di Jakarta. Adit juga mengecam oknum yang menyebarkan informasi palsu tersebut serta menjadikan stigma masyarakat menjadi buruk kepada Aliansi BEM se-Bogor.

“Informasi palsu itu telah membuat citra Aliansi BEM tercoreng,” katanya.***

Kian Mengganas, 65 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman

Bogordaily.net – Covid-19 di Kota Bogor kian mengganas, berasarkan data dari Posko PPKM Darurat 4 – 15 Juli 2021, sudah ada 65 jenazah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mengambil langkah antisipatif atas kasus kematian akibat Covid-19. Seiring dengan kasus kematian yang terus terjadi, untuk itu Pemkot Bogor terus menyiapkan liang lahat di pemakaman khusus Covid-19.

“Karena tingginya permintaan pemakaman, maka proses tak bisa dilakukan secara manual lagi. Untuk itu, saat ini alat berat sudah mulai dikerahkan untuk menggali tanah bakal liang lahat,”katakannya saat mendampingi Anggota DPR-RI Komisi VII, Eddy Soeparno ke TPU Situ Gede, di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Kamis 15 Juli 2021 pagi.

“Namun demikian, meski sudah dibantu alat berat, tenaga pemakaman juga ternyata mengalami kelelahan, baik fisik maupun mental. Sehingga tadi kita memberi dukungan moril kepada penggali kubur dan petugas pemakaman di TPU Situ Gede,” terang Dedie.

Dorongan semangat yang diberikan Dedie dan Eddy Soeparno kepada para petugas pemakaman, agar mereka bisa sedikit termotivasi. Pasalnya, setiap hari, jenazah korban keganasan Covid-19 silih berganti berdatangan pagi hingga malam hari.

Kata Dedie, kepada Eddy Soeparno yang merupakan perwakilan Komisi VII DPR-RI, Pemkot sangat mungkin untuk meminta bantuan berupa alat berat. Tak hanya di TPU Situ Gede, namun juga TPU khusus Covid-19 lainnya yang ada di Kota Bogor.

Yang tak kalah penting pula, rencana perbantuan dari Komisi VII untuk Kota Bogor juga sekaligus membahas niat Pemkot Bogor dalam pengadaan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19 Non-Muslim.

“Dari sekitar 6 Hektare di Situ Gede, 1 Hektare-nya akan dialokasikan untuk Non-Muslim. Jadi tadi kita bersama meninjau persiapan pemanfaatan lahan TPU Situ Gede, karena TPU di Gunung Gadung yang khusus covid sudah full. Sudah tidak ada lahan lagi,” sebut Dedie.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR – RI, Eddy Soeparno menambahkan, memang dengan matanya sendiri dirinya melihat kondisi pemulasaraan jenazah Covid-19 di TPU Situ Gede butuh perhatian. Terutama masalah alat berat yang dibutuhkan saat ini.

“Tadi disampaikan bahwa escavator atau alat penggali kuburan itu dalam kondisi kurang baik. Saya menawarkan, akan nanti mengajukan ini sebagai program kementerian atau kepada mitra kami. Sehingga kami bisa memberikan bantuan alat berat untuk meringankan beban para penggali kubur itu,” kata Eddy menambahkan.

Saat kunjungan ke TPU Situ Gede bersama Eddy Soeparno, Dedie juga didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), dan juga Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor selaku Ketua Tim Pemulasaraan jenazah Covid-19.***