Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 7261

Bermodalkan Rp500 Ribu, Kostum Kucing Buatan Predi Tembus Pasar Amerika

Bogordaily.net – Sudah hampir 6 tahun menjadi guru honorer, Predi Lugina (45) warga Kampung Gang Baiturahman RT 03, RW 02, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, memutuskan untuk beralih profesi menjadi tukang jahit konveksi, dengam membuat kostum kucing.

Meskipun ia sangat mencintai profesi guru, namun karena guru honorer tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga. Akhirnya pada tahun 2014 ia memutuskan untuk membuka konveksi kecil-kecilan.

Bermodalkan satu mesin jahit milik sang kakak, ia mencoba peruntungan. Saat itu ia menjahit pakaian sekolah, berjalan waktu pada 2017 ia sempat sepi order.

Karena sepinya order selama hampir satu tahun, akhirnya ia mendapatkan tawaran untuk membuat kostum hewan peliharaan dari kakaknya yang juga membuka konveksi.

“Setelah saya coba dan saat itu saya ingat pertama kali membuat konstum pak haji, “kata Predi menceritakan.

Lebih lanjut saat itu ia mencoba untuk fokus pada kostum kucing bermodalkan Rp 500 ribu, ia memulai Kembali usaha konveksi dengan membuat kostum kucing.

“Saya saat itu masih ada sisa bahan bahan bekas saya coba kembangkan untuk dibuat kostum kucing lalu selanjutnya saya posting di sosmed dan ternyata ramai banyak yang pesan,”kata Predi.

Karena banyaknya orderan lanjutnya, ia mencoba memasarkan hasil produksinya itu lewat marketplace salah satu situs jual beli online.

“Sering waktu pesanan makin bertambah bahkan tidak hanya dari Bogor namun hampir menyeluruh Indonesia agen dan grosir memesan hasil produksi kostum yang saya buat,”pungkasnya.

“Dan untuk penjualan sendiri lewat marketplace di seluruh Indonesia, Filipina, Thailand, bahkan Amerika Serikat. Saat itu untuk ke Amerika pesanan baju toga wisuda,”tambahnya.

Saat ini usaha Predi yang dibantu istrinya Nursida (35) itu sudah memiliki 6 orang karyawan.

Berawal dari penghasilannya yang hanya Rp 1 juta, kini omsetnya per bulan bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dengan sekali penjualan 100 paket.

“Saya juga mempromosikan lewat facebook, instagram dan twitter dan dibantu lewat pemberitaan,”ungkapnya.

Predi menceritakan terkadang ia pun tidak hanya mendapatkan komentar yang manis manis saat memposting barang dagangannya itu, kadang ada saja masyarakat yang mengomentari yang tidak tidak soal kostum kucing yang ia pakaikan ke hewan peliharaan itu.

“Tapi kadang saya anggap santai dan juga saya beri penjelasan kostum itu hanya untuk kontes dan tidak dipakai untuk selamanya, kadang untuk foto dokumen karena pemilik kucing ingin mengabadikan kucing peliharaannya itu dengan kostum terbaiknya,”ujarnya.

Diketahui harga kostum kucing ditempat Predi harganya bervariatif mulai dari harga Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Harga tersebut tergantung dari kerumitan pembuatannya dan desain yang dipilih,”pungkasnya.***

 

Bikin Geleng Kepala, Bule Ini Harus Bayar Parkir Hingga Rp 9,6 Juta

0

Bogordaily.net – Dizaman yang serba canggih ini, ada saja hal yang membingungkan. Seperti yang dialami Warga Negara Asing (WNA) saat berkunjung ke Bali. Ia harus membayar bayar parkir dengan tarif yang bikin geleng-geleng kepala.

Bagaimana tidak? Kejadian yang viral di sosial media, terungkap dalam video tersebut ada seorang WNA harus membayar biaya parkir mobilnya sebesar Rp9,6 juta, di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Besarnya biaya parkir tersebut dikarenakan lama waktu parkirnya. Dari nota parkir yang beredar, menunjukkan bahwa nomor 57210000088 itu diketahui bahwa, pria tersebut memarkir kendaraannya di Bandara Ngurah Rai selama dua bulan.

Terhitung mulai dari 1 April 2021 pukul 12.52 Wita hingga 1 Mei 2021 pukul 21.55. Kendaraan bule tersebut keluar melalui gerbang internasional 07.

Rinciannya dalam nota tersebut berisi, lost ticket Rp100.000, Tarif A Reguler Rp7.680.000, dan Tarif B Premium Rp1.860.000. Sehingga jika ditotalkan menjadi Rp9.640.000.

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira menyatakan bahwa video viral seorang WNA terkait biaya yang harus dibayarnya.

bayar parkir
Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali.(Istimewa/Bogordaily.net)

“Mobil dan motor beberapa waktu lalu kami mendapat laporan banyak yang parkir sudah lama seperti ini. Hitungan Minggu dan bulan ada beberapa, sebelumnya sudah pernah kejadian seperti ini,” ungkap Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, Kamis 3 Juni 2021 dikutip Tribun Bali.

Pihak parkiran yang terkait mengaku tidak mengetahui darimana asal WNA tersebut. Namun terhitung sejak Maret 2021 ada sekitar 80 kendaraan yang statusnya sudah lebih lama dan kendaraannya pun masih ada di tempat parkir. 80 kendaraan itu terdiri dari kendaraan roda 4 hanya satu unit dan lebih kurang sisanya roda 2.

Taufan Yudhistira pun mengungkapkan, untuk bayar parkir yang cukup tinggi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pernah terjadi sebelumnya. Akan tetapi, nominal yang dikenakan terhadap bule tersebut masih tertinggi dibanding yang lainnya.

Tarif parkir di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada umumnya ialah Rp 4 ribu untuk roda dua selama 12 jam. Setelah lebih dari 12 jam, tarif roda dua dikenai Rp 2 ribu

Sedangkan teruntuk tarif roda empat dikenaikan Rp 10 ribu untuk satu jam pertama. Setelah satu jam pertama bakal dikenai Rp 5 ribu. Kemudian parkir roda enam atau lebih dikenai Rp 15 ribu untuk satu jam pertama dan turun menjadi Rp 5 ribu setelahnya.

Dari nota parkir yang beredar juga tertulis biaya tarif premium yang harus dibayar WNA tersebut. Khusus untuk parkir premium, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengenakan biaya tambahan Rp 30 ribu dari parkir reguler.

Sementara itu, bagi yang kehilangan karcis juga bakal dikenai denda, yakni Rp 50 ribu untuk sepeda motor serta Rp 100 ribu untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Berlakunya segala biaya parkir tersebut selama 24 jam. Setelah 24 jam, akan berlaku kembali tarif dari awal. Hal tersebut yang kemudian membuat WNA harus membayar sampai Rp 9,6 juta kepada pihak yang bersangkutan.***

Survei CISA AHY Tembus Urutan Kedua Setelah Anies Baswedan

0

Bogordaily.net – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berada pada urutan kedua dilihat dari hasil Survei Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA). Elektabilitasnya bersaing dengan Anies Baswedan yang berada pada peringkat pertama.

Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa mengungkapkan bahwa seperti sebelumnya temuan Survei CISA, Anies Baswedan yang merupakan Gubernur DKI Jakarta berada di posisi teratas dengan raihan 19,20 persen.

Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi kedua yang mendapatkan 15,51 persen serta ditempel ketat oleh Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang mendapatkan 15,33 persen

“Sedangkan Prabowo Subianto hanya mendapatkan 10,26 persen,” ungkap Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya, Kamis 3 Juni 2021.

Herry menambahkan, dalam survei CISA ini memunculkan nama Menteri Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa di bursa kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

“Cukup menarik, secara on the spot Menteri BUMN, Erick Thohir mampu mendulang 9,76 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mendapatkan 7,55 persen serta Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (TNI) Andika Perkasa sebesar 7,15 persen,” katanya

Sementara pada posisi terbawah, Herry menyebut, hasil survei CISA terdapat nama Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, kemudian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mendapatkan 3,47 persen. Meskipun demikian nama Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka disebutkan sebanyak 2,43 persen dan mengungguli Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendapatkan 1,35 persen sedangan 7,99 persen masyarakat belum menentukan sikapnya,” terangnya.

Herry juga menambahkan, bahwa survei elektabilitas tokoh tersebut selain melakukan uji Validitas melalui kegiatan Recheck dan Reconfirm terhadap 20 persen keseluruhan data pada 1.600 responden.

Melakukan uji kembali secara khusus terhadap elektabilitas 5 tokoh yang berada di posisi lima besar tertinggi elektabiitasnya pada 5 Provinsi yang persebaran komposisi sampel respondennya terbesar.

“Anies, AHY, Ganjar, Prabowo dan Erick adalah figur yang menempati lima besar elektabilitas tertinggi dari yang lainnya.
Kemudian kita cek ulang di lima besar daerah yang basis sampelnya terbesar juga. Hasilnya di Jawa Timur, Ganjar, AHY dan Prabowo cukup kuat elektabilitasnya apalagi dominasi Ganjar yang masih sulit untuk ditumbangkan di Jawa Tengah,” terangnya.

Sedangkan Anies, Prabowo dan AHY memimpin di Jawa Barat. Praktis Ganjar tumbang di DKI Jakarta karena kecenderungan responden memilih Anies, AHY dan Erick Tohir.

“Namun di Sumatera Utara peluang keterpilihan baik Anies, AHY dan Ganjar cukup proporsional serta sisanya ada nama Prabowo dan Erick Tohir,” pungkasnya.***

THR Belum Dibayar, Ratusan Buruh PT Anugrah Majuperkasa Demo Sampai Malam

Bogordaily.net – Sungguh malang nasib ratusan karyawan PT Anugrah Majuperkasa di Desa Curug Kecamatan Gunungsindur, kendati hari raya sudah berlalu, tetapi hingga kini Tunjangan Hari Raya (THR) dan sisa potongan gaji yang diduga belum juga dibayarkan perusahaan.

Ratusan karyawan tersebut hingga saat ini masih terus memperjuangkan hak mereka, bahkan sudah dua kali melakukan aksi demo menuntut janji pihak perusahaan, bahkan terakhir aksi dilakukan pada Rabu sore hingga malam hari (02/06/2021). Namun masih juga belum membuahkan hasil.

Sejak Pukul 16.00 para karyawan yang umumnya adalah perempuan memadati area pabrik. Mereka menunggu janji perusahaan yang akan memberikan sisa gaji yang belum terbayar.

“Sampai saat ini saya dan teman-teman saya belum dapat sisa gaji. Padahal hari ini sudah dijanjikan,” kata salah seorang karyawan Nur saat gelar aksi.

Warga Desa Cibinong, Kecamatan Gunungsindur ini mengaku harus ikat pinggang kencang-kencang. Lantaran dalam beberapa bulan gaji yang diberikan hanya separuh dari total gaji biasanya yang ia terima.

“Sejak Desember 2020 gaji telat dan dibayar setengah. Namun baru bulan April setengah gaji yang dijanjikan tidak juga dicairkan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, perusahaan milik warga berdarah Korea Selatan ini juga tak memberikan THR pada setiap buruhnya. Sehingga para kerja harus prihatin saat hari raya.

“Padahal Pesiden Jokowi sudah perintahkan untuk perusahaan memberikan THR, tapi si bos malah berani langgar,” ketusnya.

Senada, Inka Kristi yang juga bekerja sebagai operator merasakan duka di hari raya. Lantaran, kerja kerasnya tak berbuah manis.

“Setiap hari berangkat gelap pulang gelap. Dijanjiin bos katanya mau dibayar gaji ternyata tidak,” keluhnya.

Ia menerangkan, perusahaan menerapkan waktu kerja sejak Pukul 06.30 hingga pukul 21.00. selama 14 jam lebih 30 menit para karyawan dipekerjakan di bawah tekanan.

“Kami terima ikhlas dengan taat dan tertib karena berharap bisa pegang uang di hari raya. Ternyata bos malah dusta,” ucap warga Pamulang ini.

Lebih lanjut ia menerangkan, dirinya dan karyawan lainnya mengaku akan terus menuntut hak mereka, walaupun konsekwensi adalah pemecatan.

“Kami sudah siap dipecat mas. Sakitnya (hati, red) dipecat tak lebih sakit saat hari raya menunggu janji perusahaan. hari raya semua bersedih karena tak mendapat hak semestinya,” pungkasnya.

Hingga berita ini dibuat pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi, dan rencananya ratusan karyawan di perusahaan itu pada Sabtu mendatang akan melakukan aksi kembali.***

Ini Pesan Staf Teritorial Angkatan Darat kepada FKPPI

0

Bogordaily.net – Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Keluarga Besar TNI (KBT) dari Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) bertempat di GOR Nanggala, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (2 Mei 2021)

Acara Komsos dibuka oleh Wakil Asisten Teritorial Kasad Bidang Ketahanan Wilayah dan Komunikasi Sosial , Brigjen TNI Toto Nurwanto, S.I.P., M.Si.

Dalam sambutan tertulis Aster Kasad yang dibacakan Waaster Kasad Bid. Tahlwil dan Komsos Brigjen Toto Nurwanto, di hadapan peserta dari GM FKPPI dan KB FKPPI.

Aster Kasad menyampaikan, organisasi ini tetap akan menyatu dengan TNI AD karena telah terjalin hubungan yang solid dan terbentuk sejak mulai dibentuk sampai dengan sekarang.

“Untuk itu, TNI AD sudah sepatutnya terus saling memberikan motivasi guna dapat dijadikan bekal Keluarga Besar TNI dalam rangka mendukung kemajuan bangsa dan negara,” ujar Aster Kasad dalam sambutan tertulisnya, seperti dikutip dari Dispenad.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai organisasi Keluarga Besar TNI, diharapkan GM FKPPI dan KB FKPPI dapat menjadi garda terdepan yang lebih memahami tentang tugas dan tanggung jawab TNI AD selaku pembina utama organisasi Keluarga Besar TNI.

“Selain itu juga harus mampu memahami tentang arti pentingnya menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI dalam menghadapi berbagai dinamika potensi ancaman terhadap negara. Oleh karena itu, dari pertemuan ini pada akhirnya diharapkan mampu membangun komunikasi sosial yang baik guna menciptakan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh berupa tersedianya komponen pendukung yang siap pakai,” jelas Aster Kasad.

Sesuai dengan tema yang diangkat yaitu ‘Melalui Forum Silaturahmi, Keluarga Besar TNI Siap Menjaga dan Mempertahankan Kedaulatan NKRI’.

Negara
Sterad Fokuskan Bela Negara dan UMKM di Tengah Pandemi Covid -19 Dalam Gelar Komsos Dengan KBT (foto.Dispenad/Bogordaily.net)

Dalam pengimplementasiannya, tidak lepas dengan UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, utamanya ditujukan kepada Tugas Pokok TNI yaitu pada pasal 7 ayat (1) dimana disebut-kan bahwa TNI AD sebagai alat negara di bidang pertahanan.

Tugas pokok TNI AD menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Dalam kaitannya dengan tugas pokok tersebut, TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya yang dilakukan di samping melalui OMP dan OMSP juga harus mampu melakukan pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini menyesuaikan dengan sistem yang ada yaitu Sistem Pertahanan Semesta.

Salah satu pengimplementasiannya dapat dilakukan melalui Pembinaan KB TNI (pembinaan KBT) selaku komponen cadangan dari beberapa komponen yang ada.

Oleh karena itu pentingnya keberadaan serta peran KB TNI (GM FKPPI dan KB FKPPI) adalah untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang semakin kokoh dan solid dalam membangun nasionalisme dan semangat bela negara sebagai suatu kehidupan masyarakat yang terwadahi dalam NKRI yang berlandaskan ideologi Pancasila.

NegaraPada kegiatan Komsos yang berlangsung selama tiga hari ini, pada hari pertama juga menghadirkan pembicara Kasubdit Lingdik Dit. Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan RI, Dra. Endang Prawaningsih, M.Si yang membahas implementasi hak dan kewajiban setiap warga negara dalam hal.

Pada kegiatan Komsos ini juga dihadirkan Founder dan CEO Cyberlabs Ahmad Syarif Hidayatullah yang membahas tentang Penerapan Teknologi dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi pandemi Covid -19 serta pembicara dari Dinas Psikologi Angkatan Darat.***

Meneliti Arsip Level Nasional Panitia Khusus IV DPRD Jawa Barat Kunjungi Kantor Arsip Nasional

0

Bogordaily. –  Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia, jalan Ampera Raya nomor 7, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan dikunjungi Panitia Khusus IV DPRD Jawa Barat. Rabu (02 Juni 2021)

Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Jawa Barat tersebut mengunjungi Kantor Arsip Nasional dalam rangka kunjungan kerja.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Ketua Pansus IV, Supono mengatakan bahwa penting untuk meneliti arsip level Nasional.

“Sisi positifnya adalah, arsip Nasional itu nanti bisa menjadi payung bagi arsip Provinsi maupun daerah dalam bertukar informasi, membuat networking, maupun digitalisasi arsip,” ujar Supono.

Adapun yang dibahas mengenai beberapa hal dan juga visi yang bagus, dimana arsip tersebut akan menjadi sumber Primer.

“Walaupun belum sempurna, tetapi ada beberapa hal dan visi yang bagus saat rapat kerja tadi, artinya bagaimana arsip itu menjadi sumber Primer dalam urusan Dokumen, Sejarah, dan seterusnya,” ungkap Supono.

Politisi PAN ini juga menambahkan bahwa yang kedepannya bisa disinergikan dengan provinsi Jawa Barat adalah hal tersebut.***

Viral Aksi Nyeleneh Photo Shoot Mahasiswa, Dinas PUPR Kabupaten Bogor Turun ke Jalan

Bogordaily.net – Viralnya pemberitaan soal aksi nyeleneh Himpunan Mahasiswi Rumpin (HMR) yang melakukan aksi photo shoot mencuci perabotan, langsung direspon pihak Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Kepala UPT PUPR wilayah V Leuwiliang, Eko Sulistianto bersama Pengawas Jalan meninjau jalan rusak yang di Kampung Cijengir, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Eko Sulistianto mengatakan, pihaknya memastikan status jalan dan kondisi jalan tersebut, dan setelah ditinjau itu merupakan jalan Kabupaten Bogor.

“Dari informasi yang kami terima sekarang pembuktiannya sudah jelas, bahwa ini adalah ruas pengelolaan UPT wilayah V Leuwiliang,” kata Kepala UPT PUPR wilayah V Leuwiliang, Eko Sulistianto kepada wartawan disela-sela kunjungannya, Kamis 03 Juni 2021.

Eko menambahkan, memang ini sudah masuk usulan kalau melihat kondisi seperti ini memang harusnya itu sudah menggunakan konstruksi dibeton.

Kalau untuk penanganan sementara, Eko menuturkan pihaknya akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kondisi Jalan Cijengir tersebut sudah tidak masuk ke dalam pemeliharaan. Namun sudah dikategorikan rusak berat dan harus masuk ke dalam tender.

“Kalau perawatan kan untuk mempertahankan kondisi, nah kalau ini membuat kondisi supaya lebih baik,” ucapnya.

Eko menyebut, rusaknya jalan sekitar empat kilometer itu diakibatkan tingginya volume kendaraan truk angkutan tambang, yang muatanya diluar standar

“Disatu sisi mobilitas tinggi, sekarang kan volume kendaraan kan kita lihat sendiri lah tadi ada mobil yang lewat jenis Dump Truck kalau misalkan mungkin muatan nya masih standar-standar saja sih masih bisa memadai,” tandasnya.

Eko menambahkan, kalau untuk di Kabupaten Bogor di wilayahnya, terdapat sekitar 15 persen jalan yang rusak.

“Jadi memang ada beberapa PR jadi kita tidak hanya melihat bahwa jalan itu rusak disini juga ada jalan yang perlu di relokasi juga ada,” terangnya.

Artinya memang ada jalan yang perlu penanganan tapi tidak rusak artinya jalan itu sudah mencapai umur rencana jalan itu sendiri.***

HJB 539, Atang Trisnanto: Terbentuknya Kota Bogor, Lima Abad Lampau Kota Ini Berdiri

0

Bogordaily.net – Dalam sidang paripurna Hari Jadi Bogor (HJB) 539, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menceritakan secara singkat terbentuknya Kota Bogor, dimana lima abad yang lampau Kota ini berdiri, Kamis 3 Juni 2021.

Atang mengatakan, ditandai dengan dilantiknya Sri Baginda Prabu Siliwangi sebagai Pemimpin Kerajaan Pajajaran yang keberadaannya dikenang oleh generasi penerusnya sebagai salah satu ikon terbaik dari nilai-nilai luhur Jawa Barat dan orang sunda.

Selain itu, Atang juga menjelaskan ​bahwa para leluhur pendiri Kota Bogor telah mematri pepatah, yang hingga saat ini jadikan sebagai moto Kota Bogor yakni ‘Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampereun Jaga’.

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah hasil kerja diwaktu lalu dan apa yang kita kerjakan hari ini adalah untuk masa depan,” ujar Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

“Ungkapan tersebut merupakan pengingat bagi kita untuk tidak lupa kepada para pendahulu yang pernah mencurahkan baktinya bagi Kota ini,” tambahnya.

Sehingga saat bisa menikmati keadaan sekarang, sekaligus belajar dari kesalahan dimasa lalu untuk tidak mengulangi hal yang sama dimasa kini, sehingga dimasa sekarang bisa membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Atang Trisnanto mengungkapkan terhadap Kota Bogor yang sudah semakin berubah. Dimana saat ini Kota Bogor sudah menjadi magnet di kawasan Jabodetabek yang menyedot kaum urban dari berbagai wilayah Indonesia.

“Sehingga membawa berbagai konsekuensinya terhadap berbagai aspek sebagaimana umumnya situasi perkotaan,” paparnya.

Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh terhadap perkembangan perekonomian dan pembangunan di Kota Bogor.

Khususnya pada sektor jasa, baik hal yang positif maupun dampak permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Bogor yang masih memerlukan penanganan serius, seperti penanganan permasalahan transportasi.

“Penataan transportasi, masih merupakan salah satu prioritas yang harus di perhatikan, hal ini terlihat dari minimnya kesadaran tertib berlalu lintas, penyalahgunaan fasilitas jalan, kondisi fisik jalan masih banyak yang kurang memadai atau rusak, masih minimnya fasilitas gedung parkir khususnya di jalur rawan kemacetan, serta timbulnya titik-titik kemacetan baru, sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,” terangnya.

Hal lainnya yang perlu penanganan lebih seksama, menurut Atang adalah semakin minimnya lahan terbuka hijau di Kota Bogor. Dimana semakin berkurangnya lahan perkebunan dan persawahan yang ada di Kota Bogor.

Sebagai konsekuensi dari meningkatnya pembangunan yang ada di Kota Bogor. Namun ia menekankan pembangunan-pembangunan yang dilaksanakan di Kota Bogor harus tetap dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah.

Mengutamakan analisis dampak lingkungan serta dengan tetap memperhatikan akses ruang terbuka hijau, untuk keasrian kota dan kelestarian lingkungan hidup.

“Saat ini, sudah banyak perbaikan terhadap fasilitas dan akses trotoar bagi pejalan kaki, serta pembangunan taman-taman Kota,” ucapnya.

Namun, sambung Atang, perlu diperhatikan bahwa perbaikan fasilitas dan akses trotoar serta pembangunan taman-taman Kota, masih terpusat di sekitar Kebun Raya dan istana Bogor.

“Beberapa lokasi yang masih di pusat Kota yang belum menyentuh kesemua wilayah lainnya, namun demikian Pemerintah sedang berupaya untuk kewilayah yang lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk dibidang kebersihan, menurut Atang masih sangat minimnya pemahaman budaya bersih pada masyarakat.

“Untuk itu perlu peningkatan sarana dan prasarana kebersihan serta program sosialisasi kepada masyarakat, untuk menciptakan budaya hidup bersih kepada masyarakat,” jelasnya.

​Selain hal tersebut diatas, masih kata Atang, tentunya masih banyak permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi untuk perbaikan pembangunan Kota Bogor kedepan.

Seperti permasalahan dibidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan ketenagakerjaan.

“Sejalan dengan tema dalam rangka memperingati hari jadi Bogor yang ke 539, yaitu ‘JAGRATARA WALUYA’, yang mengandung makna selalu waspada dan menjaga kesehatan,” katanya.

Hal ini mengajak masyarakat semua bahwa dimasa pendemi ini harus selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan terburuk, supaya senantiasa terjaga kesehatan dan keselamatan Bangsa.

“Oleh karena itu mari terus mewujudkan dan meningkatkan perhatian, kinerja dan profesionalisme kita dalam upaya mewujudkan Kota Bogor yang lebih baik lagi tentram, damai, gemah ripah loh jinawi bagi semua masyarakat Kota Bogor khususnya dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya

Atang menceritakan hal ini pada sidang paripurna dalam memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-539 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto dan dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Dedie Rachim dan tamu undangan.

Selain itu, sidang juga ditayangkan secara virtual melalui YouTube Channel DPRD Kota Bogor dan Zoom Meeting.***

Ini Andalan Bupati Bogor untuk Perbaiki 4 Desa Tertinggal

Bogordaily.net – Program Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Satu Milyar Satu Desa (Samisade) jadi andalan Bupati Bogor, Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan untuk mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Desa.

Pasalnya, Bupati Bogor, Ade Yasin sudah menyalurkan Samisade senilai 318,5 milyar untuk 356 desa. Program bantuan keuangan ini dipakai untuk menstimulus pembangunan infrastruktur desa.

Ada sebanyak 41 dari 45 desa tertinggal di Kabupaten Bogor naik status menjadi desa berkembang, sehingga hanya tersisa 4 desa yang tersebar di tiga kecamatan berstatus desa tertinggal.

“Jangan sampai lagi ada desa tertinggal di Kabupaten Bogor. Saya optimistis program andalan Samisade ini dapat membuat desa maju dan berkembang,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin.

Ade menambahkan, diharapkan Samisade tak hanya mengentaskan desa tertinggal, tapi juga mendorong desa dari status berkembang menjadi maju.

Dari 416 desa, masih ada desa tertinggal. Dengan Samisade diharapkan, desa tertinggal menjadi berkembang dan desa berkembang menjadi maju.

Lanjut Ade, program Samisade dengan pola padat karya diharapkan dapat membawa dampak penyerapan tenaga kerja. Dan menggerakkan sektor riil di akar rumput dan menciptakan multiflier effect, yang mendorong pemulihan ekonomi sekaligus mempercepat pencapaian SDG’s Desa.

“Di tahun 2021 kita akan fokus pada pembangunan desa dengan program Satu Milyar Satu Desa melalui mekanisme padat karya dan pembangunan infrastruktur,” paparnya.

Sehingga masyarakat Kabupaten Bogor dari perkotaan hingga ke pelosok, ikut merasakan hasil pembangunan dan bangga menjadi warga Bumi Tegar Beriman.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan, Samisade adalah program luar biasa dan satu-satunya di seluruh Indonesia. Program ini sudah diperjuangkan sejak tahun 2019.

Untuk mewujudkan misi membangun dari desa, dan Alhamdulillah terwujud di tahun 2021. Oleh karena itu program ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Kami ingin program Samisade ini sukses dan menjadi percontohan di tingkat nasional. Jika di tingkat nasional ada program satu milyar satu desa dari Presiden dalam bentuk Dana Desa,” katanya.

Sebagai Penutup, Iwan Setiawan menyampaikan bahwa, program Samisade (Satu Milyar Satu Desa) ini adalah program andalan atau khusus dari Bupati Bogor.***

Dipicu Saling Senggol Saat Mengendarai Motor, Dua Kelompok Warga Bentrok

Bogordaily.net – Dipicu saling senggol di Jalan Raya Cibeber, Leuwiliang, dua kelompok warga di Kampung Sinar Jaya Desa Sibanteng, bentrok dan mengakibatkan korban luka bacok dari salah satu kelompok, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Rabu (02/06/2021).

Peristiwa yang terjadi pukul 20.00 WIB itu berawal dari keluarga dari salah satu korban menuntut dan mengancam akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Namun setelah dimusyarawahkan oleh pihak Desa Cibanteng dan disaksikan jajaran Muspika Leuwisadeng pada Kamis (03/06/2021), keluarga korban dan pelaku yang bertikai bersepakat untuk damai.

“Pada siang hari ini pihak korban maupun pelaku sudah melaksanaan musyawarah mufakat yang ditangani oleh kepala desa bersama muspika. Alhamdulillah mereka sudah sepakat semua dengan damai dan menjaga situasi kondusif,” ungkap Wakapolsek Leuwiliang AKP Sudarsono kepada wartawan usai musyawarah tersebut.

AKP Sudarsono mengatakan, Kronologi sebenarnya hanya masalah sepele dan itupun sama-sama satu kampung sehingga penyelesaian masalah antara pihak korban dan pelaku dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat.

“Sepele hanya karena di jalan saja salip-salipan gitu,” ucapnya.

Ia mengatakan, setelah dilakukan musyawarah, tentunya persoalan tersebut tidak diselesaikan dengan proses hukum, namun tetap kalau seandainya dikemudian hari musyawarah ini terjadi masalah. Demi menciptakan kondusifitas Kamtibmas pihaknya tetap akan melakukan penegakan hukum.

“Himbauan kita dari pihak kepolisian tentunya dengan kejadian ini jangan sampai terulang kembali. Kita tetap menjaga Kamtibmas dengan baik, sehingga wilayah kita dalam keadaan aman dan kondusif,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sibanteng Didin Hapidudin mengatakan, awalnya keluarga korban menuntut secara materi untuk biaya pengobatan sebesar Rp 50 juta. Namun, karena pihak keluarga korban bijaksana sehingga mengerucut menjadi Rp 17,5 juta. Sehingga permasalahan menjadi selesai ditandai dengan menandatangani surat perdamaian.

“Intinya kan dari korban menuntut secara materi itupun buat biaya pengobatan, awal tuntutanya sih Rp 50 juta tapi alhamdulillah pihak korban juga bijaksana mengerucut menjadi Rp 17,5 juta selesai dan sudah tidak ada perkara apapun. Juga ditandai dengan surat pernyataan biar nanti tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

“Motif awalnya sementara karena saling salip menyalip saja berkendara roda dua sehingga kejadian lah (perkelahian-red) di jalan raya di depan terminal Leuwiliang namun karena dua duanya warga saya mau bagaimana lagi,” pungkasnya.***