Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7375

Ternyata, Sudah Ada 4 Fakta Penemuan Benda Mencurigakan di Depok

Bogordaily.net – Warga Depok digegerkan dengan penemuan benda mencurigakan bertuliskan FPI Munarman . Benda tersebut ditemukan di dekat warung di Jalan Raya Grogol Limo, Depok.

Munarman sendiri meminta untuk tidak memfitnah dirinya tentang dugaan terkait namanya di dalam bungkusan.

Ada 4 fakta terkait penemuan benda mencurigakan yang bertuliskan FPI Munarman.

1. Ditemukan didekat warung

Benda mencurigakan bertuliskan FPI Munarman didalam tas plastik warna hitam ditemukan pada pukul 20.00 WIB persis dibelakang warung.

Lalu kemudian pemilik warung tersebut sempat memindahkan barang itu sekitar lima meter ke belakang warung.

2. Langsung di cek oleh tim gegana

Setelah pemilik warung menemukan barang mencurigakan tersebut dekat tempat usahanya lalu kemudian melapor ke polsek setempat.

Mendapat laporan benda mencurigakan langsung ditindaklanjuti oleh tim Gegana untuk memeriksa benda mencurigakan tersebut.

3. Polisi dan tim gegana masih menyelidiki

Benda mencurigakan bertuliskan FPI Munarman didalam tas plastik warna hitam masih dilakukan proses pemeriksaan dan penyelidikan oleh Polres Metro Depok dan Gegana.

Polisi mengatakan, pihaknya baru akan menjelaskan isi dari benda tersebut ketika pemeriksaan telah selesai dilakukan.

4. Munarman membantah bukan dirinya yang melakukan

Mantan Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI) Munarman membantah keras namanya dikaitkan dengan bungkusan kaleng yang mencurigakan di belakang warung di Depok.

Meskipun bungkusan yang berisi kaleng, magasin dan peluru itu bertuliskan ‘FPI Munarman’ saat ditemukan pemilik warung di Limo, Depok pada Minggu, 4 April 2021 malam.

“Goblok sekali kalau ada orang mau meneror lalu menuliskan namanya sendiri. Ketololan macam apa lagi yang dipertontonkan kepada rakyat di negeri ini,” kata Munarman dikutip Bogordaily.net dari Kompas.com, Senin, 5 April 2021. ***

Bulan Juli 2021, PTM Wajib Mulai SD sampai SMA di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai jenjang sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) pada Bulan Juli 2021.

Total ada 4.212 sekolah yang terdata Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor dari SD sampai SMA sederat.

Dalam pemberlakuan PTM itu, sekolah tidak bisa lagi beralasan untuk menolak melakukan PTM, karena setiap sekolah wajib mengisi daftar periksa ke Kemendikbud.

“Kemudian sekolah masuk ke data periksa Kemendikbud, disitu ada 11 item. Kalau sekolah sudah jawab ya semua, berarti secara teknis sekolah siap melaksanakan protokol kesehatan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana kepada wartawan, Senin, 5 April 2021.

Di dalamnya, sambung Atis, berisikan kesiapan sekolah untuk melakukan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Intinya, prokes sudah menjadi kewajiban karena kewajiban sekolah itu wajib mengisi data periksa, lalu data periksa itu adalah data kesiapan sekolah secara administrasi, prokes dan sarpras sudah siap,” ucapnya.

Meskipun begitu, kata Atis, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan pengecualian bagi siswa untuk mengikuti wajib yang diberlakukan bagi 4.212 sekolah di daerahnya pada Bulan Juli 2021.

Pengecualian tersebut berlaku bagi siswa yang tidak diberikan izin oleh orang tuanya atas dimulainya PTM yang masih di berada pada masa Pandemi Covid-19.

Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana menekankan kewajiban sekolah melakukan PTM tidak bergantung kepada bersedia atau tidaknya siswa ke sekolah.

“Kalau PTM itu wajib, masalah siswa tidak mau datang, lain halnya siswa tidak wajib mengikuti PTM apabila orang tuanya tidak mengizinkan,”ungkapnya.

PTM diberlakukan bagi sekolah Dasar (SD) hingga Tingkat Menengah Atas (SMA) diwajibkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Dengan catatan, kata dia, seluruh pengajar dan staf yang akan melaksanakan PTM telah melakukan vaksinasi.

“Kalau untuk bulan Juli, wajib semua sekolah melakukan PTM dengan catatan vaksin sudah semua guru dan tenaga kerja divaksin,” kata Atis, Senin 5 April 2021.***

Sekolah di Kabupaten Bogor Wajib PTM Bulan Juli 2021, Ada Pengecualian Bagi Siswa!

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan pengecualian bagi siswa untuk mengikuti wajib Pembelajaran tatap muka (PTM) yang diberlakukan bagi 4.212 sekolah di daerahnya pada Bulan Juli 2021.

Pengecualian tersebut berlaku bagi siswa yang tidak diberikan izin oleh orang tuanya atas dimulainya PTM yang masih di berada pada masa Pandemi Covid-19.

Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana menekankan kewajiban sekolah melakukan PTM tidak bergantung kepada bersedia atau tidaknya siswa ke sekolah.

“Kalau PTM itu wajib, masalah siswa tidak mau datang, lain halnya siswa tidak wajib mengikuti PTM apabila orang tuanya tidak mengizinkan,” ungkapnya.

PTM diberlakukan bagi sekolah Dasar (SD) hingga Tingkat Menengah Atas (SMA) diwajibkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kalau untuk bulan Juli, wajib semua sekolah melakukan PTM dengan catatan vaksin sudah semua guru dan tenaga kerja divaksin,” kata Atis, Senin 5 April 2021.

Dengan catatan, kata dia, seluruh pengajar dan staf yang akan melaksanakan PTM telah melakukan vaksinasi.

Sekolah tidak bisa lagi beralasan untuk menolak melakukan PTM, karena setiap sekolah wajib mengisi daftar periksa ke Kemendikbud.

“Kemudian sekolah masuk ke data periksa Kemendikbud, disitu ada 11 item. Kalau sekolah sudah jawab ya semua, berarti secara teknis sekolah siap melaksanakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Di dalamnya, sambung Atis, berisikan kesiapan sekolah untuk melakukan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Intinya, prokes sudah menjadi kewajiban karena kewajiban sekolah itu wajib mengisi data periksa, lalu data periksa itu adalah data kesiapan sekolah secara administrasi, prokes dan sarpras sudah siap,” ucapnya.***

Ada Namanya di Bungkusan Kaleng Mencurigakan di Depok, Keras! Bantahan Mantan Jubir FPI Munarman

Bogordaily.net – Mantan Juru Bicara (Jubir) Front Pembela Islam (FPI) Munarman membantah keras namanya dikaitkan dengan bungkusan kaleng yang mencurigakan di belakang warung di Depok.

Meskipun bungkusan yang berisi kaleng, magasin dan peluru itu bertuliskan ‘FPI Munarman’ saat ditemukan pemilik warung di Limo, Depok pada Minggu, 4 April 2021 malam.

“Goblok sekali kalau ada orang mau meneror lalu menuliskan namanya sendiri. Ketololan macam apa lagi yang dipertontonkan kepada rakyat di negeri ini,” kata Munarman dikutip Bogordaily.net dari Kompas.com, Senin, 5 April 2021.

Munarman pun malah meminta untuk tidak memfitnah dirinya tentang dugaan terkait namanya di dalam bungkusan.

“Sudahlah, berhenti memfitnah orang,” imbuhnya.

Ia menolak mengomentari siapa yang diduga berada dibalik penemuan kaleng berisi megasin dan peluru itu. Munarman malah menyinggung tentang kasus penembakan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 yang belum selesai.

“Pertanggungjawabkan saja enam orang yang dibunuh di KM 50,” kata Munarman.

Sebelumnya, penemuan kaleng mencurigakan terjadi di Depok oleh pemilik warung lantaran terdapat tempelan dengan tulisan ‘FPI Munarman’ membuat heboh, pada Minggu, 4 April 2021 malam.

Benda mencurigakan bertuliskan ‘FPI Munarman’ itu ditemukan di warung, daerah Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Ditemukan barang mencurigakan persis di belakang warung,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar kepada wartawan, Senin , 5 April 2021.

Kaget atas penemuan tersebut, pemilik warung kemudian melapor ke polsek setempat yang ditindaklanjuti tim Gegana untuk memeriksa benda mencurigakan tersebut.

“Polsek koordinasi, kemudian saya koordinasi dengan polda, kemudian Tim Gegana sudah mengecek barang mencurigakan tersebut,” ujarnya.***

Di Kabupaten Bogor, 4.212 Sekolah Wajib Pembelajaran Tatap Muka Bulan Juli 2021

Bogordaily.net – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Atis Tardiana menyampaikan 4.212 sekolah wajib melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021.

Namun dengan catatan, seluruh pengajar dan staf yang akan melaksanakan PTM telah melakukan vaksinasi.

PTM diberlakukan bagi sekolah Dasar (SD) hingga Tingkat Menengah Atas (SMA) diwajibkan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kalau untuk bulan Juli, wajib semua sekolah melakukan PTM dengan catatan vaksin sudah semua guru dan tenaga kerja divaksin,” kata Etis, Senin 5 April 2021.

Menurutnya, sekolah tidak bisa lagi beralasan untuk menolak melakukan PTM, karena setiap sekolah wajib mengisi daftar periksa ke Kemendikbud.

Di dalamnya berisikan kesiapan sekolah untuk melakukan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Intinya, prokes sudah menjadi kewajiban karena kewajiban sekolah itu wajib mengisi data periksa, lalu data periksa itu adalah data kesiapan sekolah secara administrasi, prokes dan sarpras sudah siap,” ucapnya.

“Kemudian sekolah masuk ke data periksa Kemendikbud, disitu ada 11 item. Kalau sekolah sudah jawab ya semua, berarti secara teknis sekolah siap melaksanakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Atis menekankan kewajiban sekolah melakukan PTM tidak bergantung kepada bersedia atau tidaknya siswa ke sekolah. Siswa masih bisa mendapat pengecualian untuk menolak PTM jika tidak diizinkan orang tua.

“Kalau PTM itu wajib, masalah siswa tidak mau datang, lain halnya siswa tidak wajib mengikuti PTM apabila orang tuanya tidak mengizinkan,”ungkapnya.***

Penjelasan Kadinsos Bansos Tunai Telat Cair Periode Maret 2021

0

Bogordaily.net – Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Fahrudin memberikan penjelasan terkit Bantuan Sosial (Bansos) tunai telat cair pada periode bulan Maret 2021.

Fahrudin mengatakan, dari 109.000 data yang diajukan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baru 93 persen yang sudah terverifikasi oleh Kementerian Sosial.

“Sebab dari 109.000 data yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai penerima, baru 93 persen terverifikasi sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Fahrudin, Senin 5 April 2021.

Fahrudin menyampaikan, proses validasi data penerima bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat Kota Bogor, terus dimutakhirkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Sebanyak 109.000 ini terdiri dari 51.000 PKM penerima bansos pangan, dan 58.000 PKM penerima bansos tunai. Semuanya sedang diverifikasi, dan ada sekitar 7.600 atau 7 persen lagi yang datanya masih belum terverifikasi,” katanya.

Kemudian Fahrudin menuturkan, 7 persen data yang tengah diverifikasi Kemensos tersebut terjadi lantaran adanya perubahan data kependudukan, seperti pindah alamat, meninggal dan faktor lainnya.

“Sebanyak 7 persen ini pada periode Februari kemarin sudah dapat bansos, tapi belum dapat lagi pada periode yang sekarang, karena ada perubahan data kependudukan tadi, makannya saat ini sedang kembali diverifikasi,” paparnya.

Proses verifikasi tersebut, Fahrudin menjelaskan, berdampak pada mundurnya jadwal pencairan bansos pada periode Maret ini. Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, dari 51.000 PKM bansos pangan, 15.000 di antaranya sudah melakukan pencarian.

“Kalau yang bansos tunai Rp300.000 juga sama, untuk Maret ini ada yang sudah bisa dicairkan. Dari 58.000 PKM, 38.000 di antaranya sudah bisa dicairkan,” jelasnya.

Fahrudin meminta kepada masyarakat, agar tetap tenang atas keterlambatan pencairan tersebut, sebab verifikasi ini dilakukan, agar data penerima bantuan ini lebih baik untuk kedepannya.

“Kita tahu bersama masyarakat sangat menunggu bantuan ini, tapi kan pemerintah juga mungkin tidak ingin salah sasaran, jadi masyarakat harap bersabar,” ungkapnya. Adv

Setelah Ditunggu Lama Oleh Warganet, Kopiko Muncul Dalam Drama Korea

0

Bogordaily.net – Permen asal Indonesia, Kopiko akhirnya tayang di dalam drama Korea ‘Vicenzo’ setelah ditunggu lama oleh warganet semenjak kemunculan nama merk dagang itu dalam drama tersebut.

Warganet antusias menunggu permen asal tanah air tersebut semenjak merk dagangnya masuk dalam list sponsor utama drama ‘ Vicenzo’ yang berada di tiap akhir episode.

Setelah ditunggu sekian lama, akhirnya permen Kopiko mendapat bagian iklan langsung dalam drama ‘Vicenzo’ di episode 14 yang tayang pada 4 April 2021.

Permen Kopiko muncul saat salah seorang preman pensiun bernama Park Seok Do dan seketarisnya Ms Yang serta pemilik Destiny Piano, Seo Mi Ri sedang menunggu Vincenzo dan Hong Cha Young menghubungkan komputer direktur galeri seni agar bisa diretas.

Lalu preman pensiun, Park Seok Do mengeluarkan permen Kopiko dan dibagikan kepada sekretarisnya, Ms Yang serya Seo Mi Ri.

Tak seperti iklan sponsor pada umumnya yang menyebutkan komposisi, untuk PPL Kopiko pemain hanya mengatakan “Enak” setelah mencoba permen tersebut.

Kemunculan permen Kopiko ini tentunya mendapat banyak komentar lucu dari warganet.

“Yakali komposisinya disebutkan semua sampai manfaatnya juga. 5 menit nggak kelar tuh scene,” ucap warganet.
“Apakah setelah ini Kopiko jadi mahal dan langka??,” ucap warganet lain.

“Hot debut berasa idol aja,” tulis warganet lain.

Merk permen kopi asal Indonesia beberapa hari kebelakang menjadi sorotan serta perbincangan warganet Korea Selatan setelah brand tersebut masuk dalam salah satu iklan drama berjudul ‘Vicenzo’.

Seperti diketahui warganet Korea Selatan (Korsel) biasanya tidak akan senang jika ada merek dari luar negeri yang menjadi sponsor di drama negaranya.

Sebelumnya drama Vicenzo mendapat kecaman karena menerima dan mengiklankan produk asal Tiongkok.

Reaksi yang tak terduga datang dari warganet Korsel saat produk permen kopi Indonesia menjadi sponsor drama tersebut yang ternyata banyak warganet menyambut baik.

Disalah satu situs lokal Korea Selatan warganet Korea Selatan ramai memperbincangkan iklan yang ada dalam drama Vicenzo tersebut.

“Oh,aku punya banyak di rumahku. Aku tidak tahu itu dari Indonesia,” ucap seorang warganet.

“Permennya sangat enak,” tulis beberapa warganet korea Selatan.

Adapun warganet yang mengatakan bahwa Indonesia punya image yang bagus sehingga tak mengapa jika menjadi sponsor dalam drama Vicenzo.

“Tidak masalah asalkan bukan Cina. Indonesia punya image yang bagus,” imbuh warganet lain.

“Ibuku suka permen ini,” ucap waganet Korsel lainnya

.Beberapa warganet negara tersebut pun berkomentar bahwa mereka ingin mencoba permen kopinya.

“Permen kopi Indonesia diterima. Aku ingin membelinya dan mencobanya,” ucap warganer lain.

Selain Vicenzo yang pernah menerima kritikan, drama berjudul ‘True Beauty’ yang saat itu sedang naik daun pun menerima kecaman karena menerima banyak iklan dari Tiongkok.***

Ini Usaha Karang Taruna Damai Mekar untuk Meminimalisir Kenakalan Remaja

0

Bogordaily.net – Karang Taruna Damai Mekar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor mempunyai berbagai kegiatan salah satunya Gerakan Sadar Hukum, yang mana dari kegiatan tersebut sudah berhasil meminimalisir kenakalan remaja sekitar 70 persen.

Ketua Karang Taruna Damai Mekar, Jamaludin mengatakan bahwa tujuan adanya karang taruna adalah sebagai wadah pemuda untuk dapat aktif dengan kegiatan yang positif dan meminimalisir kenakalan remaja dengan Gerakan Sadar Hukum (Gedarkum).

Dari gerakan gedarkum yang berkerjasama dengan bhabinkamtibnas mensosialisasikan kepada pemuda agar tidak melakukan hal – hal yang melanggar hukum, membawa efek yang sangat baik.

“Efek dari sosialisasi tersebut 70 persen pemuda sudah menyadari bahwa ketika dia melanggar hukum sanksinya akan dia terima dengan apa yang dilakukan,” ucap Jamaludin.

Selain gerakan gedarkum, karang taruna Damai Mekar ini mempunyai kegiatan pendidikan dengan mengadakan sekolah privat yang mana dengan sistem dari pemuda untuk pemuda.

“Jadi privat ini kita dari pemuda karang taruna ini membikin privat untuk dimasa pandemi ini selain belajar online tapi kita ada privat yang kita gratiskan untuk anak – anak usia dini dari TK sampai tingkat SMP,” ucap Jamaludin.

Untuk guru privat juga dari kepemudaan, yang mana adalah orang tua salah satu pemuda disana yang kebetulan berprofesi sebagai guru.

Jamal menuturkan bahwa, privat ini diikuti oleh sekitar 70 orang anak dan diadakan setiap hari dengan tiga waktu, yaitu pagi, siang serta sore.

“Untuk sementara privat ini kita adakan di rumah guru privat tersebut sekarang angka yang ikut privat sudah diangka 70 orang ada jeda waktu jadi waktu pagi, siang sampai sore setiap hari,” tuturnya.

Jamal mengatakan untuk rencana kedepannya akan dibuat perpustakaan umum yang diperuntukan bagi warga Sukadamai. Yang mana buku-bukunya sementara didapat dari para donatur dan dari warga sekitar.

“Buku ini kita sementara komunikasi dari para donatur juga, atau mungkin ada buku-buku dari warga yang sudah tidak terpakai itu kita akan kumpulkan, dan ditempatkan di perpustakaan tersebut untuk dibaca oleh semua orang,” ucap Jamal.

Untuk harapannya, Jamal berharap Karang Taruna Suka Damai bisa menciptakan Usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru, yang saat ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan pengrajin keripik pisang.

“Kebetulan disini kripik pisang ini berbeda dari kripik pisang yang lain, diharapkan nanti UMKM dari karang taruna bisa menciptakan kripik pisang, dengan inovasi sendiri berbagai rasa sendiri tapi beda dari kripik pisang yang sudah ada dipasaran,” tutur Jamal. Adv

Setelah Barat dan Timur, Wilayah Bogor Selatan Juga Ingin Mekar

0

Bogordaily.net – Pemekaran wilayah Bogor Selatan kembali dibahas seiring pembahasan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 di Kabupaten Bogor.

Kemudian Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku belum mendapatkan informasi secara utuh terhadap isu pemekaran Bogor Selatan.

“Belum ada usulan secara resmi ya (Bosel). Tapi kalau Bogor Barat sedang dibahas dan sedang diurus,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, pada Minggu 4 April 2021.

Menurut Ade Yasin, pengajuan pemekaran wilayah adalah hak setiap wilayah itu sendiri, hanya saja, pemekaran wilayah tidak bisa sembarang, mesti ada kajian-kajian yang matang sebelum dimekarkan.

Ade Yasin menilai, jika terjadi pemekaran di Kabupaten Bogor, tentu yang akan dimekarkan terlebih dahulu adalah di wilayah Barat.

“Yang jelas pemerintah pusat sampai saat ini masih moratorium. Kalaupun harus ada yang didahulukan untuk mekar ya Bogor Barat karena kesiapannya sudah semua, tinggal ketok palu saja,” ucapnya.

Hal ini membuat pemekaran di Kabupaten Bogor terus menjadi sorotan, setelah wilayah Barat dan Timur, kini wilayah Selatan ikut-ikutan ingin melakukan pemekaran.

Ade Yasin menegaskan, setidaknya ada sekitar tujuh Kecamatan yang akan masuk dan memisahkan diri dari wilayah induk.

“Dari informasi yang didapat, diantaranya adalah Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cigombong, Cijeruk, Caringin dan Tamansari, jika terjadi pemekaran di Wilayah Selatan,” tegasnya.

Sebagai tambahan, proses pemekaran di wilayah Barat saat ini sedang dalam moratorium Pemerintah pusat.

Sementara itu, proses pemekaran di wilayah Timur sedang dalam pembahasan di Provinsi Jawa barat dan wilayah Selatan masih dalam wacana tingkat Kabupaten Bogor. Adv

Mencurigakan! Tulisan ‘FPI Munarman’ Buat Heboh Menempel di Kaleng, Pemilik Warung di Depok Lapor Polisi

0

Bogordaily.net – Penemuan kaleng mencurigakan terjadi di Depok oleh pemilik warung lantaran terdapat tempelan dengan tulisan ‘FPI Munarman’ membuat heboh, pada Minggu, 4 April 2021 malam.

Benda mencurigakan bertuliskan ‘FPI Munarman’ itu ditemukan di warung, daerah Limo, Kota Depok, Jawa Barat.

“Ditemukan barang mencurigakan persis di belakang warung,” kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar kepada wartawan, Senin , 5 April 2021.

Kaget atas penemuan tersebut, pemilik warung kemudian melapor ke polsek setempat yang ditindaklanjuti tim Gegana untuk memeriksa benda mencurigakan tersebut.

“Polsek koordinasi, kemudian saya koordinasi dengan polda, kemudian Tim Gegana sudah mengecek barang mencurigakan tersebut,” ujarnya.

Imran menjelaskan kaleng yang dibungkus menggunakan kertas, namun belum dipastikan benda mencurigakan tersebut berbahaya atau tidak.

“Saya enggak bisa memastikan barang itu, tergantung hasil penelitian gegana,” ujarnya.