Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 7591

Emak-emak Tuntut Hukum Mati Juliari: Simbol Kemarahan Nasional

0

BOGORDAILY – Survei KPPPA bersama PBB, AJI Jakarta, dan Indosat Ooredo menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kesehatan mental dan emosional perempuan.

Krisis berkepanjangan akibat pandemi Covid-19 juga telah menempatkan perempuan (ibu) dalam keluarga pada situasi lebih sulit dibandingkan laki-laki, karena kaum ibu menanggung beban fisik maupun psikis jauh lebih berat ketimbang laki-laki.

Kaum ibu atau emak-emak terbebani urusan-urusan rumah. Mulai dari mengasuh anak, mengajar anak sekolah secara online dan juga mengerjakan urusan dapur dan membersihkan rumah.

Kaum emak-emak juga menjadi orang pertama yang bersentuhan dengan pandemi dan resesi. Merekalah yang merawat jika anak-suami sakit. Merekalah yang pusing jika tidak ada yang bisa dimasak di dapur.

Jadi ketika beban di pundak semakin berat, sementara bantuan sembako untuk mereka dikorupsi maka kemarahan kaum emak-emak tiba pada puncaknya. Kemarahan emak-emak ini dapat dipandang mewakili kemarahan keluarganya. Juga kemarahan yang mewakili seluruh rakyat di negeri ini.

Tapi persoalan korupsi bukan persoalan emosional emak-emak. Ini adalah persoalan hukum. Persoalan besar yang tidak pernah selesai selama era Reformasi 98.

Banyak pihak sudah mennyampaikan pendapatnya. Secara moral perbuatan Juliari mengkorupsi bansos pandemi sangat bejad dan melukai hati rakyat yang sedang kesusahan. Sekarang saatnya KPK melakukan tugasnya dari sisi hukum.

Karena itu KPK harus menunjukkan keseriusannya untuk memberikan hukuman mati pada Juliari dkk.

Juliari dihukum mati memang tidak otomatis kasus korupsi lenyap. Juliari dihukum mati tidak serta merta merubah total kultur dan mental koruptif pejabat negara. Setidaknya KPK periode ini dapat mewariskan catatan besar kepada seluruh rakyat yang menunjukkan upaya kerasnya melawan korupsi dengan menuntut hukuman mati kepada koruptor.

Bangsa ini harus belajar dari berbagai kasus korupsi. Ketika suatu kasus ditutup dengan hukuman mati yang sebelumnya tidak pernah dilakukan artinya ada kemajuan selangkah dari proses belajar ini.
Tulisan ini untuk menanggapi aksi emak-emak ke KPK menuntut Hukum Mati Juliari Rabu 6 Des 2021

Oleh : Gde Siriana Yusuf, Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS)

Camat Ciampea Gercep Antisipasi Musim Hujan Giatkan Normalisasi Sungai

BOGOR DAILY- Hujan yang turun sejak sore kemarin membuat beberapa wilayah terdampak banjir. Salah satunya adalah perkampungan di Dese Cihideungilir, Kecamatan Ciampea.

Guna melakukan langkah antisipatif Haerudin Felani, Camat Ciampea langsung gerak cepat alias gercep mengontrol aliran sungai yang berpotensi meluap dan menyebabkan banjir.

” Kontrol dan monitoring untuk selanjutnya melakukan normalisasi sungai, ” beber Haerudin, kepada Bogordaily.net.

Menurutnya banyak aliran sungai besar yang mengaliri sungai kecil di perbatasan wilayahnya. Dengan curah hujan yang tinggi, bukan tidak mungkin banjir akan terjadi. Untuk itu dalam melakukan monitoring wilayah rawan banjir. Kecamatan menggandeng unsur Muspika, seperti Babinsa, Babinmas dan kepala desa setempat.

” Banjir perlu penanganan bersama semua unsur masyarakat,” tukas Haerudin.

Menurutnya, pemerintah daerah, kecamatan bersama Kades, dan perangkat desa lainnya harus gotong royong “Peduli banjir adalah bentuk adanya kekompakan warga dan aparat pemerintahan,” pungkasnya. (gib)

Kebijakan PTM Ditunda, Fajari Arya Ajak Ortu dan Murid Sabar

BOGORDAILY- Pembelajaran tatap muka 2021 yang semestinya dilakukan di awal tahun 2021, namun Kota Bogor menangguhkan karena pandemi covid yang belum selesai di Kota Bogor.

Hal ini tentu menjadi beban bagi murid-murid di kota Bogor karena harus menghadapi pembelajaran online yang masih belum menemukan titik kenyamanan untuk siswa dan guru.

Sebagai Anggota DPRD Kota Bogor, Fajari Arya Sugiarto menanggapi hal tersebut dengan bijak dan solutif dalam menghadapi masalah pembelajaran di masa pandemi ini.

Menurutnya, pada saat pandemi yang tidak seperti biasanya, khususnya mengenai kebutuhan pendidikan para murid di Kota Bogor harus benar-benar dipikirkan.

” saya pikir disaat situasi dan kondisi penyebaran covid19 yang masih tinggi, lebih baik kita sabar menunggu sampai situasi lebih memungkinkan untuk anak-anak melakukan KBM secara tatap muka,” ungkapnya.

Selain itu, ia meneruskan, peran keluarga pun penting dalam mengedukasi anak saat berada dan belajar di rumah secara daring.

“peran serta keluarga terutama orangtua untuk mengarahkan anak-anak kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan postif di rumah terutama mengenai kebutuhan ilmu,” jelasnya.

Dengan ditundanya pembelajaran tatap muka langsung, ia berharap seluruh masyarakat kota Bogor taat pada protokol kesehatan guna mengurangi jumlah positif covid-19 di Kota Bogor. Ke depannya, siswa dan guru bisa belajar langsung bertatap muka seperti biasanya.

” Harapannya situasi pandemi cepat berakhir dan semua diberi kesehatan, supaya kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung,” tutupnya.

Rizal Ramli Sarankan Untuk Salurkan Bantuan Lewat ATM

BOGOR DAILY-Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 masih terus dilakukan dan bahkan sudah berlangsung lama. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani hanya mengandalkan stimulus yang lebih besar dengan cara meminjam lebih banyak, dengan bunga lebih tinggi untuk menutup dan memompa ekonomi.

Ekonom Senior Rizal Ramli menilai, pelonggaran defisit dari maksimum 3% GDP menjadi 5% GDP adalah skenario untuk memperkuat argumentasi bahwa Indonesia membutuhkan dana pinjaman. Padahal, menurut mantan Menko Perekonomian itu, ada langkah jitu agar percepatan recovery segera terealisasi tanpa harus berutang.

“Langkah menambah utang sebetulnya tidak tepat,” ujar Rizal Ramli di Jakarta, belum lama.

Lebih lanjut dia menjelaskan beberapa solusi dalam menangani dampak pandemi corona terhadap perekonomian tanpa menambah utang.

“Pertama, pemerintah bisa gunakan sisa-sisa anggaran lalu meliputi SAL (Saldo Anggaran Lebih) SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang ada di Bank Indonesia. Jumlahnya Rp 290 triliun,” ujarnya.

Kedua, menghentikan proyek-proyek infrastruktur besar yang belum begitu penting. Bahkan, termasuk proyek ibukota baru.

“Dulu waktu krisis 1998, kita juga melakukan itu, semua proyek infrastruktur dihentikan dalam 1-2 dua tahun. Nanti kalau ada uang, baru kita mulai lagi. Dari penghematan penghentian dan re-alokasi proyek infrastruktur ini akan ada sekitar Rp 300 triliun,” ujar mantan Menko Kemaritiman tersebut seperti dikutip Sindonews.com.

Ketiga, cicilan utang pokok dan bunga sekitar Rp 646 triliun. Hal ini, katanya, menjadi kesempatan untuk renegosiasi dengan para kreditor. Sebab, sekitar seperempat adalah pinjaman bilateral dan multilateral.

“Katanya pemerintah punya hubungan internasional hebat dan banyak dikenal, coba manfaatkan dan buktikan bahwa itu ada hasilnya,” ungkap Rizal Ramli.

Karena itu, dia menyarankan, agar pemerintah meminta negara-negara lain dan lembaga keuangan internasional agar menunda dan menghentikan pembayaran sampai Desember 2020.

“Kemudian nanti Januari 2021 kembali kita bayar. Kita tidak ngemplang. Harusnya bisa dilakukan karena untuk negara-negara besar, itu adalah jumlah yang kecil,” ujar Rizal Ramli.

Keempat, memanfaatkan bond yang tiga perempatnya dikuasai oleh swasta. Saat ini merupakan waktunya untuk menukar bond bunga mahal ke bunga murah dengan tempo atau tenor yang lebih panjang.

“Pemerintah Indonesia memberikan yield paling tinggi di Asia Tenggara yaitu 7,3%. Memang, sebulan lalu RI menerbitkan bond dengan yield lebih murah yaitu 4,5%. Namun di negara manapun, saat ini bond yield negatif baik di Amerika, Jepang atau Eropa,” kata Rizal Ramli.

Tetapi, Rizal mengingatkan agar pemerintah jangan terburu berbangga dulu. Filipina misalnya. Negara ini menerbitkan bond pada saat yang bersamaan dengan RI. Dengan kondisi perekonomian yang lebih jelek, yield-nya hanya 2 %.

Sedangkan kalau tukar bond kita dengan jangka panjang dan bunga lebih murah, pemerintah dapat menghemat cicilan utang nyaris Rp 400 triliun. “Total penghematan dengan cara-cara di atas hampir Rp 1.000 triliun lebih, dan ini cukup untuk menyelesaikan masalah ekonomi akibat Corona tanpa berhutang lagi,” ujarnya.

Namun, kata Rizal Ramli, program tersebut hanya boleh fokus pada tiga hal yaitu: Rp 200 triliun untuk menyelesaikan masalah Corona, sekitar Rp 300 triliun untuk memberi makan dan memberikan bantuan melalui ATM setiap bulan sekitar Rp 600.000 – Rp 800.000 langsung dari BRI dan BNI.

Transfer Tunai ke Rekening Masyarakat

Semua Warga Negara Indonesia (WNI) umur 17 tahun ke atas, katanya, sudah memiliki ATM. Karena itu, saran Rizal, yaitu pemerintah menunjuk BRI dan BNI sebagai bank penyalur bantuan tersebut. Sebab keduanya memiliki cabang di berbagai daerah.

Skemanya, setiap rakyat Indonesia, di atas usia 17 tahun harus punya ATM. Setiap bulan diberikan uang via ATM Rp 600.000 – Rp 800.000 untuk jangka waktu 6-8 bulan. Total dana Rp 300 triliun.

Namun, kata Rizal, harus dilihat balance-ATMnya, apabila kecil kurang dari Rp 500.000, maka diberikan, namun mereka yang memiliki balance tinggi misalnya yang diatas Rp 1.000.000 maka tidak usah diberikan. Sehingga memang betul-betul untuk rakyat kecil dan pekerja harian.

“Mereka akan lebih hemat. Kalau sekarang mereka diberikan paket 10 jenis, mungkin yang mereka perlukan hanya 3 jenis. Mereka akan lebih hemat dan mereka tidak keberatan untuk lock-out, tinggal di rumah, karena ada uang untuk makan,”ujarnya.

Jika hal ini dilakukan, maka Bank BRI bisa menjadi bank paling besar di Asia Tenggara walaupun transaksinya di bawah satu juta. “Dan itu modal yang besar untuk BRI dan BNI nanti menguasai pasar ASEAN. Kesulitan harus kita jadikan kesempatan,” ujar Rizal Ramli.

Hal tersebut, katanya, sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan penetrasi perbankan. Justru pada waktu krisis inilah kita membuka kesempatan yang terbuka lebar.

Hal itu juga akan menjadi acuan pemerintah dalam memberi bantuan sosial di masa yang akan datang, sehingga segmennya betul-betul tepat sasaran. “Ini adalah BAT istilah saya yaitu Bantuan ATM Tunai (BAT) atau Bantuan ATM Sosial (BAS),” ujar Rizal Ramli. (*)

Siap Disuntik, Bupati Bogor Pastikan Vaksin Aman

BOGOR DAILY-Bupati Bogor Ade Yasin mengaku siap jadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Namun, hal itu nanti akan ditentukan oleh dokter yang memeriksanya sebelum divaksin.

“Saya sih siap. Tapi tergantung dari hasil pemeriksaan dokter. Semua juga, TNI, Polri, nakes juga, saat mau divaksin ya diperiksa dulu dong, gak langsung maen suntik aja,” kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Terlebih, Ade mengaku tak ingin lagi terpapar Covid-19 seperti yang pernah dia alami sebelumnya.

“Kalau saya sih siap saja. Apalagi saya sudah pernah ngalamin gak enaknya jadi positif Covid-19. Pasti gak mau lagi terkena,” katanya.

Ade mengimbau kepada masyarakat untuk tidak meragukan vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah ini.

Program ini dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari virus corona atau Covid-19.

“Kapanpun disuntik saya siap karena vaksin itu aman. Tidak mungkin negara mencelakakan masyarakatnya. Jadi, vaksin itu aman dan melindungi semua. Supaya tidak gampang tertular ya harus divaksin,” pungkasnya.

Ada Perbaikan Lampu, Lalu Lintas Jalan Semeru Padat

BOGOR DAILY–Adanya perbaikan lampu jalan di Kelurahan Cilendek tepatnya di jalan DR. Semeru pukul 11. 10 Wib pada hari Kamis (07/01/2021) membuat lalu lintas di sekitarnya sempat tersendat.

Perbaikan tersebut mengakibatkan kendaraan yang melintas dari arah RSUD Kota Bogor ke arah Parung harus menggunakan jalan di sebelahnya.

Sehingga kendaraan yang melintas dari arah Parung ke RSUD harus membagi jalan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Kondisi jalan saat ini terlihat padat, tetapi arus jalan terlihat baik dan teratur karena adanya anggota TNI yang mengawasi.

Perbaikan lampu jalan dilakukan oleh Truck Mounted Crane atau Telescopic crane yang mengangkat petugas untuk mencapai tiang.

Untuk warga Bogor yang melintasi jalan tersebut, tetap harus hati hati saat berkendara.

Twitter Fadli Zon Ketahuan Like Video Porno, Warganet Langsung Heboh

BOGOR DAILY-Akun twitter Fadli Zon @fadlizon kedapatan menyukai video porno. Akun twitter politikus Gerindra itu pun langsung diserbu warganet.

Akun twitter Fadli Zon disebut menyukai postingan video porno. Tangkapan layar mengenai hal tersebut diunggah ulang warganet.

“Ya ampun tab like-nya anggota @DPR_RI dari @Gerindra ini kok ada video porno?,” tulis akun @MurtadhaOne1 pada keterangan di unggahannya itu, Rabu (6/1/2021) dikutip dari Beritahits.id.

Menanggapi kejadian itu, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid berikan ucapan menohok untuk Fadli Zon.

Muannas menyebut itu adalah hukuman dari Tuhan kepada Fadli Zon yang terlalu sering menggunakan jarinya untuk menyindir.

“Hukuman Tuhan dibuka aibnya terlalu banyak ‘jarinya’ nyindirin orang,” tulis akun @muannas_alaidid.

Laki-laki yang juga berprofesi sebagai pengacara itu, turut me-retweet cuitan Twitter warganet yang mengekspose kelakuan dari Fadli Zon. Alhasil, sejumlah warganet mengomentari tingkah laku dari anggota DPR RI tersebut.

“Yuuhuuu ciee ciee ketauan nih suka like-like an. Zonk,” ujar akun @RFA____.
“Bener itu. Sudah dicek,” terang akun @SantorinisSun

Selain Muannas Alaidid, Pegiat Media Sosial Permadi Arya atau Abu Janda juga ikut memberikan komentar melalui akun twitternya @permadiaktivis1.

“Maap bang @fadlizon, saya mau husnuzon positip thingking sama abang.. akun abang ngelike twit bokep. mungkin abang pakai admin, coba ditegor adminnya bang.. masak akun anggota DPR RI dipake ngelike akun bokep.. terima kasih,” tulisnya.

Kematian Nakes RI Peringkat 5 Terburuk di Dunia

BOGOR DAILY- Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk urusan Covid-19 baru saja merilis data jumlah kematian tenaga kesehatan atau nakes akibat Covid-19.

Total sebanyak 504 tenaga kesehatan yang gugur atau meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 hingga 2 Januari 2021.

Angka tersebut membuat kasus kematian nakes di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia, dan terbanyak kelima di dunia. “Bahkan, sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 52 (lima puluh dua) tenaga medis dokter meninggal akibat Covid. Angka ini naik hingga 5 (lima) kali lipat dari awal pandemi,” tulis siaran pers tersebut.

Menurut Ketua Tim Mitigasi IDI, Adib Khumaidi, SpOT, angka tersebut tidak lepas dari tingginya mobilitas dan aktivitas masyarakat saat pandemi Covid-19 termasuk dari kegiatan berlibur, pilkada, hingga berkumpulnya keluarga bersama teman di luar rumah.

Adapun rincian dari 504 nakes itu, di dalamnya terdiri dari 237 dokter dan 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, 10 tenaga lab medik.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 131 dokter umum (4 guru besar), dan 101 dokter spesialis (9 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 25 IDI Wilayah (provinsi) dan 102 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Berikut daftar nakes yang meninggal berdasarkan tempat bertugas dan tempat tinggal dari seluruh provinsi di Indonesia:

Jumlah kematian tenaga medis di Indonesia akibat Covid-19 (Tim Mitigasi PB IDI)
Jawa Timur

:46 dokter, 2 dokter gigi, 52 perawat, 1 tenaga lab medik.
DKI Jakarta

: 37 dokter, 5 dokter gigi, 24 perawat, 1 apoteker, 1 tenaga lab medik.

Jawa Tengah

: 31 dokter, 24 perawat, 3 tenaga lab medik

Sumatra Utara

: 24 dokter dan 3 perawat.

Jawa Barat

: 24 dokter, 4 dokter gigi, 23 perawat, 4 apoteker, 1 tenaga lab medik.

Sulawesi Selatan

: 11 dokter dan 6 perawat.

Banten

: 8 dokter dan 2 perawat.

Bali

: 6 dokter, 1 tenaga lab medik.

DI Aceh

: 6 dokter, 2 perawat, 1 tenaga lab medik.

Kalimantan Timur

: 6 dokter dan 4 perawat.

DI Yogyakarta

: 6 dokter dan 2 perawat.

Riau

: 5 dokter, 2 perawat.

Kalimantan Selatan

: 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat.

Sumatra Selatan

: 4 dokter dan 5 perawat.

Sulawesi Utara

: 4 dokter, 1 perawat.

Kepulauan Riau

: 3 dokter dan 2 perawat.

Nusa Tenggara Barat

: 2 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik.

Bengkulu

: 2 dokter.

Sumatra Barat

: 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat.

Kalimantan Tengah

: 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker.

Lampung

: 1 dokter dan 2 perawat.

Maluku Utara

: 1 dokter dan 1 perawat.

Sulawesi Tenggara

: 1 dokter, 2 dokter gigi, 1 perawat.

Sulawesi Tengah

: 1 dokter.

Papua Barat

: 1 dokter.

Papua

: 2 perawat.

Nusa Tenggara Timur

: 1 perawat.

Kalimantan Barat

: 1 perawat, 1 tenaga lab medik.

Jambi

: 1 apoteker.

DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait

: 2 perawat, serta 1 dokter masih dalam konfirmasi verifikasi.

Dimulai 14 Januari, Ada 121 Titik Vaksin di Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY- Distribusi vaksin akan dimulai pada pekan depan, tepatnya pada 14 Januari 2021. Sehari setelah vaksin perdana yang disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menyiapkan 121 pos pelayanan kesehatan (Yankes) sebagai penunjang fasilitas lokasi vaksinasi Covid-19. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan mengatakan bahwa pos yankes itu terdiri dari rumah sakit, puskemas, dan tempat klinik.

“121 itu pos yankes lokasi vaksin Covid-19 di tiap kecamatan yang telah dientri. Jadi ada 101 Puskesmas, 7 klinik, 4 RSUD, 7 RS swasta, 1 RS Paru dan 1 RSAU Dr M Hassan Toto,” kata Irwan saat ditemui usai rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021).

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu kepastian berapa banyak vaksin Sinovac asal Cina yang akan diterima oleh Kabupaten Bogor dari pemerintah pusat. Yang jelas, kata dia, untuk gelombang pertama akan didistribusikan sebanyak 10.185 jatah vaksin.

Adapun vaksin tersebut akan terlebih dahulu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) pada 14 sampai 22 Januari 2021. “Kita dapat 10.185 jatah vaksin, nanti peruntukannya untuk tenaga kesehatan, TNI/Polri, ASN, kemudian masyarakat. Itu untuk gelombang 1,” ujarnya.

“Awalnya kita ngajuin 1,2 juta vaksin, ya itu semoga dikabulkan karena bertahap turunnya, ini 10.000 dulu,” imbuh dia.

Vaksinasi pada gelombang pertama itu, akan dimulai pada 14 Januari 2021 dengan sasaran pertama ialah tenaga kesehatan, TNI/Polri, ASN, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa penerima vaksin akan diinformasikan waktu pelaksanaan dan lokasinya melalui short message service (SMS). Kemudian, katanya, penerima SMS tadi harus mengisi formulir yang sudah terlampir.

Irwan menambahkan, penerima vaksin itu tidak harus menjadi peserta BPJS Kesehatan secara aktif. “Apakah yang tidak punya BPJS juga dapat. Ya tetap dapat yang penting dia punya nomor NIK KTP itu saja,” jelas dia. Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat jatah 10.185 vaksin Covid-19 untuk gelombang pertama vaksinasi pada tanggal 14 sampai 22 Januari 2021.

sumber: Kompas.com

Launching GOR Badminton TOP Neglasari, Gelar Turnaman Perdana Guyur Hadiah Total 10 Juta

Launching GOR Badminton TOP Neglasari.
Gelar Turnaman Perdana Guyur Hadiah Total 10 Juta

Animo masyarakat bulutangkis di Kecamatan Dramaga terus mengalami peningkatan. Salah satunya makin banyak sarana dan fasilitas lapangan yang memadai. Kehadiran GOR Badminton TOP, di Desa Neglasari Kecamatan Dramaga jadi bukti antusias para pembina dan elemen lain.

Untuk itu, pada 9 Januari 2021 akan digelar Turnamen Bulutangkis se Kecamatan Dramaga.

“Turnamen ini juga bertepatan dengan launching GOR Badminton TOP Neglasari.
Gelar Turnaman Perdana Guyur Hadiah Total 10 Juta,” terangnya.

Wahyudin Ketua Dewan Pembina GOR TOP, mengatakan ada empat kategori yang dilombakan.Turnamen ini sekaligus memperkenalkan keberadaan sarana prasarana olahraga bagi penggemar olahraga Tepok Bulu kususnya di Kecamatan Dramaga, umumnya Kabupaten Bogor.

“Sebagai sarana juga untuk pembinaan generasi muda pada cabang Bulu tangkis yang sampai hari ini, sebagai cabang yang mengharumkan nama bangsa,” tukas pria berbadan tinggi besar ini.

Sementara itu, Endang Gebret ketua panitia menegaskan bahwa turnamen ini bakal menghadiahkan bagi peserta dengan total 10 juta rupiah.

“Untuk yang pertama peserta terbatas untuk wilayah Kecamatan Dramaga,” beber Gabrret, sapaan akrabnya.

Yayan Mulyana, kepala Desa Neglasari yang baru terpilih kembali, mengungkapkan bahwa kehadiran GOR Badminton TOP tentu membawa angin segar, bagi pembinaan dan pengembangan potensi. Juga untuk memberikan alternatif kegiatan positif generasi muda mudi, selain untuk ajang penyegaran kegiatan sisi jasmani.

“Semoga kehadiran GOR mampu melahirkan atlet yang mengharumkan nama bangsa, ” pungkas Yayan, ketika ditemui seusai menghadiri rapat pembentukan panitia. (gib)