Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 7621

Jelang Musrembang, Yayat Supriyatna Tampung Aspirasi Warga Ciwaringin

BOGOR DAILY – Agenda Pemkot Bogor akhir tahun ini diisi dengan rentetan agenda. Salah satunya Musrembang atau Musyawarah Rencana Pembangunan, yang akan dilakukan oleh Yayat Supriyatna Lurah Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Salah satu Lurah Senior dilingkup Pemkot Bogor tersebut menjelaskan, kegiatan Musrenbang Kelurahan Ciwaringin akan digelar dalam waktu dekat ini, dirinya menyatakan siap untuk menampung aspirasi warganya dalam berbagai bidang.

“Ya, dalam pembahasan Musrenbang nanti ada sekitar empat bidang yang akan menjadi prioritas. Tentu itu semua ditempuh demi kemajuan di wilayah,” Ungkap Yayat Supriyatna.

Dia menuturkan, usulan dari warga masyarakat di Kelurahan Ciwaringin akan berpusat pada bidang fisik dan ekonomi.

Banyak dari warga di Kelurahan Ciwaringin yang terdampak Covid 19 seperti, kehilangan pekerjaan karena pandemi dan permasalahan lainnya.

“Ini menjadi tanggungjawab kami, kami memberikan terobosan melalui penyampaian aspirasi di dalam Musrenbang tersebut,” jelas Yayat.

Ada beberapa kegiatan yang rencananya akan kami lakukan di wilayah, di antaranya, adalah mengadakan pelatihan keterampilan menjahit, budidaya ikan cupang sampai budidaya ikan hias untuk warga Ciwaringin.

Ada juga beberapa usulan dan aspirasi lainnya seperti, pembuatan atau perbaikan drainase di wilayah, RTLH sampai kepada perbaikan jalan setapak.

“Musrenbang yang akan digelar di Kelurahan Ciwaringin adalah tonggak awal pembangunan dan program untuk warga di kala pandemi seperti ini. Lebih cepat terealisasi akan membuat perbaikan kesejahteraan ekonomi masyarakat akan meningkatkan perlahan-lahan,” pungkas Yayat Supriyatna.(Ibnu)

Pedagang Pohon Bermobil Ramaikan Jalan Tentara Pelajar

Ditenggarai bisa mengurangi stress, hobby gardening atau bertaman makin digandrungi masyarakat selama musim corona ini.

Bak penyakit menular, kegilaan ini menyerang siapa saja dari berbagai kalangan.

Mereka yang biasanya tidak senang berkebun, tiba-tiba disibukkan dengan acara berburu pohon.

Halaman-halaman media sosial dipenuhi foto foto koleksi tanaman. Saling pamer, adu indah, adu banyak dan adu mahal.

Harga pohon pohonan di sentra sentra penjualan tanaman di kota Bogor, naik berlipat lipat.

Beberapa jenis tanaman yang sebelumnya tidak dilirik sama sekali dan banyak dijumpai di bantaran sungai atau pinggir pinggir kebun, pohon talas misalnya, tiba tiba banyak peminatnya.

Bahkan sempat beredar kabar maraknya pencurian tanaman dari jenis aglonema dan spesies variegata.

Variegata sebenarnya suatu kelainan pada daun, sehingga menyebabkan warna belang belang pada daun. Karena pasokannya terbatas dan banyak diminati, harganya jadi melambung tinggi.

Tidak hanya terjadi di kompleks perumahan, tanaman hias yang mahal-mahal milik pedagang tanamanpun menjadi incaran pencuri.

Segelintir orang menangkap eforia berkebun ini sebagai peluang untuk menambah atau mencari penghasilan.

Saya mendapati beberapa mobil pribadi dipakai berjualan tanaman hias dan aksesorisnya, di pinggir jalan Tentara Pelajar, Cimanggu, Kota Bogor.

Salah satunya, bapak Eki, warga Gang Pasamah. Salah satu gang yang ada di jalan Tentara Pelajar. Sudah beberapa bulan yang lalu, pak Eki dirumahkan dari tempat kerjanya, sebuah perusahaan pembiayaan ala-alat berat di Jakarta.

“Daripada mobil menganggur di rumah, dan kebetulan banyak koleksi tanaman yang bisa dibiakkan, saya coba ikut berdagang tanaman hias di sini. Kebetulan rumah saya juga tidak jauh dari sini,” katanya.

Tanaman yang dia jual, harganya berkisar dua puluh ribuan sampai 400 ribu rupiah.

“Tiap hari, walaupun tidak banyak ada saja pohon yang terjual, ditambah pot-pot dan barang lain seperti, media tanam, lumayanlah hasilnya,” lanjutnya.

Sore hari, istri dan anaknya ikut menemani berjualan, menggelar tikar sambil melihat mobil mobil dan motor yang lalu lalang.

Johnny Pinot
Tinggal di Bogor

Ayo! Booking Hunian dengan View Gunung Salak Jangan Sampai Kehabisan!

BOGOR DAILY – Perumahan Salak View merupakan kawasan hunian di Jl. Bojong Sari, Ciapus, Ciomas, Bogor, Jawa Barat yang berkonsep Compact House dan Green Building.

Dirancang agar harmonis dengan alam, perumahan ini menawarkan keindahan alam dan kenyamanan lebih kepada setiap penghuninya.

Fasilitas yang dimiliki Salak View yaitu, swimming pools di Blok C, playground, musholla dan security yang siap memantau 24 jam.

Interior Salak View. Foto: Shandra/bogordaily.net

“Disini kami memiliki 44 unit yang terdiri dari 3 blok, yaitu blok A, blok B, dan blok C. Awal bulan Desember ini sudah akad sebanyak 4 unit, di blok A dengan luas bangunan 30, luas tanah 60 dan 21 unit dibayar cash,” Ucap Teguh.

Membuka harga mulai dari Rp. 350 jtan dengan cicilan mulai dari Rp. 3 jutaan per bulan, Salak View memberikan rumah minimalis layaknya apartement. Yang lebih menarik yaitu, setiap rumah memakai solar panel, adanya wifi accses dan kitchen set.

View Gunung Salak. Foto: Shandra/bogordaily.net

“Semua unit sudah memakai solar panel, jadi kalo mati lampu, kami memberi jatah 3 lampu perumah. Kalo wifi kami berikan gratis setiap rumah untuk setahun,” lanjutnya.

Tertarik mempunyai rumah dengan view luar biasa? Langsung book dan hubungin Cp : 0817402174. (cj)

Korban Perbudakan Mengadu ke DPRD Kota Bogor

BOGOR DAILY – Sejumlah warga Kota Bogor mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, pada Kamis (17/12/2020). Mereka mengadukan adanya penganiayaan mirip perbudakan yang dialaminya, akibat praktik yang diduga seorang rentenir.

Para korban yang didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya (LBH KBR) ini ditemui oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto dan Ahmad Aswandi selaku Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapem Perda).

Satu persatu, korban menyampaikan adanya penganiayaan yang dialaminya selama bertahun tahun. Mereka mengaku dijadikan Pekerja Rumah Tangga (PRT) selama bertahun tahun tanpa diberi gaji, karena belum mampu membayar hutang kepada rentenir.

“Karena punya hutang maka harus ikut (kerja) dia, kalau ga mau maka harus bayar,” ungkap salah satu korban yang berusia 60 tahun ini.

Selama dua tahun lebih kerja menjadi PRT di rumah itu, korban mengaku sering diintimidasi, dianiaya, dan diancam jika tidak menuruti kemauan majikannya. Korban selama itu tidak berani berbuat apa-apa demi keselamatan keluarganya.

Merespon keluhan sejumlah warga yang menjadi korban ini, Ketua DPRD Atang Trisnanto mengaku akan mencoba memfasilitasi dan mengklarifikasi kepada pihak pihak terkait.

Dia juga berharap, agar proses hukum bisa berjalan objektif, kesetaraan, dan berkeadilan sehingga persoalan ini bisa segera terselesaikan.

Menurutnya, masalah kemanusiaan ini adalah ‘pukulan keras’ yang akan menjadi catatan penting bagi pihak DPRD Kota Bogor. Karenanya, Pemerintah Daerah Kota Bogor diharapkan bisa tersadarkan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dan terukur untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Bahwa, ternyata masalah kemanusiaan, masalah keadilan masih banyak yeng perlu kita selesaikan, dan di tengah kota yang metropolis ini tentunya sangat disayangkan,” kata Politisi PKS ini.

Sementara itu, Ketua Bapem Perda DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi menyampaikan terima kasih kepada Sugeng Teguh Santoso (STS) dari LBH KBR yang selalu mengawal masyarakat kecil.

Menurutnya, persoalan hukum pada kasus ini akan disampaikan kepada Kapolresta Bogor.

Lebih lanjut, dirinya menyayangkan adanya praktik praktik rentenir yang masih ada di Kota Bogor. Dirinya berharap pertemuan ini bisa ditindak lanjuti agar ke depan tidak ada lagi praktik rentenir di Kota Bogor.

“Rentenir ini jangan sampai ada di Kota Bogor ini,” tegas mantan Aktivis PMII ini.

Pembela Umum LBH KBR, Sugeng Teguh Santoso mengaku bahwa, kedatangannya bukan mau mengadukan masalah hukum yang sudah ditangani pihak Kepolisian, tetapi menyampaikan fakta sosial mirip praktik ‘perbudakan’ di Kota Bogor yang berlatar belakang hutang-piutang.

“Yang kami bawa itu adalah fakta sosial, adanya kerja paksa yang mirip perbudakan yang terjadi di Kota Bogor, terjadi di Lawang Guntung,” terang STS panggilan akrab kuasa hukum korban.

Kepada DPRD Kota Bogor, pihaknya meminta agar masalah perbudakan berlatar utang piutang kepada rentenir ini menjadi perhatian bersama. Sedangkan persoalan hukum pada kasus ini, kata dia, akan ditangani oleh tim hukum LBH KBR.

Sebelumnya, STS telah mendatangi Sat Reskrim Polresta Bogor Kota untuk mempertanyakan kelanjutan kasus yang dilaporkan pada bulan Maret 2020 hingga penetapan tersangka terhadap pelaku dan penahanan terhadap warga yang bermaksud membela korban.

Meski demikian, usai menemui pihak Sat Reskrim Polresta Bogor Kota pada Senin (14/12), STS menyampaikan bahwa, warga atas nama Ray Renaldo telah dikeluarkan dari tahanan.(Ibnu)

Bebersih Kali, Lurah Babakan Pasar Ingin Ciliwung Jadi Tempat Wisata Air

BOGOR DAILY – Warga Babakan Pasar gotongroyong membersihkan bantaran kali Ciliwung di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis ( 17/12/2020 ).

Aksi itu merupakan program yang sedang dilakukan Kelurahan Babakan Pasar yakni, benah kampung, yang dilakukan terlebih dahulu kebersihan Kali Ciliwung.

“Karena di wilayah Babakan Pasar banyak potensi, seperti wisata air,” ujar Lurah Babakan Pasar, Citra Widya Lestari.

Kegiatan ini juga sebagai antisipasi terjadinya wabah DBD, karena di bulan ini curah hujan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut di ikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Satgas Ciliwung dan masyarakat Babakan Pasar. Dengan jumlah anggota yang ikut sekitar 80 orang.

“Kami sebar 80 orang ke beberapa titik, untuk DLH kami sebar di 5 titik RT, kemudian BPBD dan Satgas kami fokuskan di wilayah RW 9 di sepanjang bantaran kali Ciliwung,” ucapnya

Menurutnya, tujuan adanya kegiatan bebersih ini untuk meningkatkan perekonomian warga, karena banyak potensi wasata air seperti pembuatan jalur jogging track dan arum jeram. (Ibnu)

Cari Kayu ke Sungai Cianten Bogor, Udin Raib!!

BOGOR DAILY – Berita duka datang dari Kabupaten Bogor bagian barat. Udin (60) tenggelam di Sungai Cianten, tepatnya di Leuwi Badak, Kp Babakan Rendah, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, saat ia tengah mengambil kayu bakar siang bolong, Kamis (17/12/2020).

Menurut keterangan saksi, kejadian tersebut bermula saat Udin tengah mencari kayu bakar di pinggir sungai Cianten, lalu ia terperosok ke dalam sungai Cianten.

Tim evakuasi dari pemerintah dan Organisasi langsung turun ke sungai Cianten untuk mencari Udin, namun hingga malam hari, Udin pun tidak kunjung ditemukan.

Salah satu tim evakuasi dari INAIS, Jejen, menyampaikan bahwa Udin belum juga ditemukan hingga malam ini.

“Korban belum ditemukan sampai saat ini, namun pencarian akan dilanjutkan esok hari,” ungkap Jejen.

Pencarian korban di Sungai Cianten, tepatnya di Leuwi Badak, Kp Babakan Rendah, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang 

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintahan. (Egi)

Harga Cabai di Pasar Jambu Dua Makin Hot

0

BOGOR DAILY- Menjelang Natal dan Tahun baru, harga kebutuhan pokok langsung. Di Pasar Jambu Dua harga cabai melonjak tajam.
Berdasarkan data Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dalam Laporan Kebutuhan Pokok/ Perkembangan Harga Barang Kebutuhan Pokok, harga cabai naik per tanggal 14 Desember 2020.

“Cabai merah keriting di harga 55.000 menjadi 70.000 perkilo, Cabai merah teropong dari 60.000 ke 70.000 , cabai rawit merah juga sama dari 60 ribu ke 70 ribu dan cabai rawit hijau dari 28.000 ke 38.000,” kata staf Perumda Pasar Pakuan, Gina.

Selain cabai, bawang merah dan putih pun naik dari 32.000 ke 35.000 untuk bawang merah dan barang putih dari 24.000 ke 30.000 ribu rupiah per kilogram.

Menurutnya Gina, kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. Walaupun harga-harga tersebut naik, tetapi stok kebutuhan pokok yang baik tersebut masih aman.

“Kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, akan tetapi stock masih aman,” pungkasnya.

15 Kecamatan Ini Dapat Jatah Tebus Sembako Murah

Bogor Daily- Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, memberikan sembako murah untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) di 15 Kecamatan se-kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, Kamis (17/12/2020).

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pihaknya memberikan program tersebut jelang Natal dan Tahun Baru 2021.

“Jadi biasanya menjelang lebaran, tahun baru natal. Atau waktu tertentu yang masyarakat butuh ketika harga naik, kita harus agendakan seperti ini berikan dalam bentuk Subsidi supaya meringankan mereka khususnya yang terdampak covid-19,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Nuradi menyampaikan bahwa kegiatan Operasi Pasar Murah Kebutuhan Pokok Masyarakat (OPM Kepokmas) ini berikan kepada 857 RTM per Kecamatan.

” Jadi OPM Kepokmas ini per-kecamatan sebanyak 857 paket dikali 15 kecamatan, jadi total keseluruhan 12.885 RTM jadi 15 kecamatan tersebut,” ujar Nuradi.

Adapun 15 kecamatan tersebut yaitu Cibinong, Citereup, Sukarja, Cariu, Dramaga, ciampea, leuwisadeng, Jasing, Cibungbulang, Tenjolaya, Sukajaya, Ciriu nanggung, Tenjolaya, Sukamakmur. Dari sisi kecamatan itu terbanyak zona merah.

Komoditi sembako yang akan diberikan, Nuradi melanjutkan, yaitu 10 KG Beras, 1 Liter minyak Goreng, 1 Kg gula bervitamin A, dan Nugget 4 Pax.

“Dalam hal ini, masyarakat hanya membayar 50.000 dari total keseluruhan sebesar 201.980 per paketnya,” jelasnya.

Bantuan tersebut diambil dari anggaran APBD 2020 diperuntukkan RTL yang tercatat di 15 kecamatan tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak covid-19.

Amien Rais Kirimkan Surat untuk Kapolri

BOGOR DAILY- Amien Rais menyambangi Bareskrim Polri. Amien datang guna menyerahkan surat untuk Kapolri Jenderal Idham Azis yang berisi pernyataan siap untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Seperti dilansir detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020), Amien Rais keluar dari lobi Bareskrim Polri bersama deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara pukul 11.40 WIB. Pendiri Partai Ummat itu menyampaikan dirinya dan Marwan diterima oleh staf Humas Polri.

“Jadi alhamdulillah kami ingin ketemu Kapolri, tapi beliau ada di luar kantor. Kami pokoknya ingin ketemu siapa pun wakilnya, kemudian dibawa ke Divisi Humas, Kepala Divisi Humas pun tadi sedang pergi, jadi tadi kami diterima di stafnya. Yang akan kita sampaikan tuh apa, silakan dibaca,” kata Amien Rais.

Berikut isi surat lengkap untuk Kapolri yang dibacakan deklarator KAMI Marwan Batubara:

Kepada Yth:

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Kami sebagai anak bangsa sangat prihatin atas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, khususnya pasca kepulangan Habib Muhammad Rizieq Shihab (HRS). HRS semestinya dilibatkan pemerintah membangun stabilitas nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Sangat disayangkan yang terjadi adalah sebaliknya, timbul kegaduhan secara meluas dan berkepanjangan. Tampaknya hal ini disebabkan oleh keterkejutan pemerintah melihat langsung jutaan orang simpatisan pencinta HRS datang dari berbagai wilayah NKRI menyambut kepulangannya ke tanah air.

Sesungguhnya jika pemerintah beritikad baik mampu membuka diri dan membangun dialog secara tulus ikhlas, maka diyakini situasi dan kondisi kehidupan sosial politik akan menjadi lebih baik. Kegaduhan yang terjadi dan terhambatnya saluran dialog semakin memperlebar jarak antara pemerintah dengan pendukung HRS. Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional terlebih lagi dengan terjadinya penembakan di luar hukum terhadap keenam laskar FPI semakin memperparah stabilitas nasional. Patut diduga telah terjadi kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme. Terdapat petunjuk adanya penculikan dan penganiayaan keenam laskar FPI tersebut bertugas mengawal imam yang mereka cintai beserta keluarga untuk kepentingan beribadah dan sejatinya turut serta dalam pengajian subuh keluarga.

Dengan demikian, kami yakin mereka gugur sebagai syuhada. Dalam hal ini kami menilai, seluruh sila Pancasila telah diabaikan oleh oknum-oknum Kepolisian. Tindakan tidak berperikemanusiaan yang melenyapkan nyawa anak-anak muda secara brutal tidak dapat dibenarkan dan tidak ada alasan penghapus pidana. Kami sangat khawatir akan terpecahnya bangsa Indonesia menjadi dua kubu yang saling berhadap-hadapan sebagai resultan terbunuhnya enam orang laskar FPI dan perkara kerumunan yang berujung ditahannya HRS. Tidak dapat dipungkiri, pihak Kepolisian terus menerus mengklaim kebenaran. Di sisi lain, pihak FPI serta pendukungnya selalu dipojokkan dan diposisikan sebagai pihak yang salah.

Untuk meredakan situasi yang semakin panas dan tidak kondusif, serta demi tegaknya hukum dan keadilan, maka dengan ini kami menuntut:

1. Kepolisian segera melepaskan HRS dari tahanan, dan sebagai gantinya kami yang tercantum di bawah ini siap menjadi penjamin.

2. Segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen, bebas dari pengaruh dan tekanan pihak mana pun guna mengusut tuntas kejahatan HAM berat dan tindak pidana terorisme atas terbunuhnya enam orang laskar FPI.

3. Mengajak seluruh anak bangsa untuk terus mengawasi, mengawal dan ikut mengadvokasi secara intens seluruh proses penuntasan tragedi kemanusiaan tersebut.

Sebagai penutup, perlu kami ingatkan bahwa tindakan pembiaran, rekayasa dan penggelapan atas proses penuntasan tragedi kemanusiaan ini sangat berpotensi memicu kemarahan rakyat, sehingga dapat menimbulkan huru-hara dan perlawanan sosial yang meluas.

Dari kami anak-anak bangsa:

1. Dr Amien Rais
2. KH Dr Muhyiddin Junaidi
3. Dr Abdullah Hehamahua
4. KH Dr T Zulkrnaen
5. Dr Abdul Chair
6. Dr Bukhori Muslim
7. Neno Warisman
8. KH Ansyufri Sambo
9. Dr Syamsul Balda
10. Dr Marwan Batubara
11. Dr Nurdiati Akma

Bupati Bogor Minta MUI Bantu Tangani Massa FPI

BOGOR DAILY-Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turun tangan dalam menangani massa Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan aksi demo di sejumlah kantor polisi wilayah Bogor.

“Saya minta camat agar berkoordinasi dengan MUI, tokoh masyarakat, tokoh agama juga,” kata bupati di Cibinong, Bogor, Kamis, (17/12/2020).

Ia meminta MUI melakukan langkah persuasif kepada massa yang protes atas penahanan Pimpinan FPI Rizieq Shihab oleh Mabes Polri, agar tidak melanggar protokol kesehatan standar pencegahan COVID-19 jika tetap kekeuh melakukan aksi demo di kantor polisi.

“Kalaupun ada aspirasi yang harus disampaikan, jangan sampai berbondong-bondong, 10 orang bisalah. Karena yang penting kan tersampaikan pesannya,” kata Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Menanggapi hal itu, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji mengajak kepada umat Islam di Kabupaten Bogor agar tetap menaati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Karena ini aspek hukum, ya kita serahkan saja kepada hukum yang berlaku, khususnya lembaga penegak hukum. Tentu kita semua yakin, aparat bisa bekerja seadil-adilnya dan sebijaknya-bijaknya,” kata KH Mukri.

Menurutnya, rentetan dinamika keagamaan yang belakangan terjadi merupakan ujian besar bagi umat islam. Ia berharap situasi tersebut bisa segera berlalu.

“Ini ujian dari Allah, yang namanya ujian itu jelas kita mesti lolos dan lulus agar kita punya nilai di ujian keimanan dan keikhlasan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor Polda Jawa Barat, AKBP Roland Ronaldy menyarankan agar massa FPI yang melakukan aksi di kantor polisi untuk menempuh jalur hukum, yaitu mengajukan praperadilan.

“Kita kan negara hukum ya, ada aturan hukum, ada jalur hukum, kalau tidak puas terhadap proses hukum, silahkan praperadilan. Gitu aja kan sudah ada ranahnya semua, semua sudah tahu lah,” ungkap Roland.

Meski begitu, ia menganggap aksi demo massa FPI yang dilakukan di beberapa kantor Polsek di wilayah Kabupaten Bogor masih terpantau kondusif.