Home Blog Page 769

Irjen Pol Dadang Hartanto Akpol Tahun Berapa? Ini Profil Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 yang Bergelar Profesor

0

Bogordaily.net – Irjen Pol Dadang Hartanto Akpol tahun berapa? Pertanyaan ini tiba-tiba ramai dicari.

Jawabannya: 1994. Lulusan Akademi Kepolisian tahun itu kini memimpin langsung upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta.

Tidak sembarang jenderal. Irjen. Pol. Prof. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. bukan hanya jenderal bintang dua, tapi juga profesor.

Kariernya panjang, sabar, dan sistematis. Ia termasuk jenderal yang dikenal tenang dan tidak banyak bicara ke media. Tapi sekali bicara, langsung fokus ke substansi.

Dan kali ini, dia bicara lewat langkahnya: berdiri gagah sebagai Komandan Upacara Hari Bhayangkara ke-79 yang diinspeksi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di samping presiden, berdiri pula Wapres Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Irjen Pol Dadang Hartanto Akpol tahun berapa? Pertanyaan itu kembali mengemuka karena kiprah dan posisi barunya.

Sejak 20 September 2024, ia menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri—satu lembaga pencetak pemikir di tubuh kepolisian.

Ia menggantikan jenderal sebelumnya dan langsung membawa suasana akademik yang lebih hidup di lembaga itu.

Jabatan akademis bukan hal baru baginya. Ia pernah menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I.

Tapi sebelumnya, medan lapangan juga sudah dijajalnya: dari Kapolsek Senen (2005), Kapolres Subang (2009), Kapolres Cianjur (2011), Wakapolrestabes Bandung (2012), hingga Kapolrestabes Medan (2017).

Tak heran bila namanya disebut-sebut sebagai salah satu jenderal dengan rekam jejak lengkap: lapangan dan akademik.

Ia pernah pula menjadi Koorspripim Polri, posisi yang sangat strategis—berarti dipercaya penuh oleh pucuk pimpinan saat itu.

Irjen Pol Dadang Hartanto Akpol tahun berapa? Lulusan 1994 ini lahir 24 November 1971. Usianya kini 53 tahun.

Dalam usia itu, ia sudah mengantongi gelar profesor dan memimpin lembaga pendidikan tinggi kepolisian.

Kombinasi intelektual dan pengalaman membuatnya seperti figur polisi ideal: tidak hanya bisa mengatur lalu lintas dan keamanan, tapi juga membangun narasi dan masa depan kepolisian.

Sebagian menyebutnya teknokrat, sebagian lagi menyebutnya pemikir yang sabar.

Tapi bagi banyak juniornya, Irjen Dadang adalah dosen dan atasan yang tidak mudah menilai orang dari laporan saja. Ia turun. Ia tanya. Ia amati langsung.

Upacara Hari Bhayangkara ke-79 hari ini jadi panggung kecil dari perjalanan panjangnya di Polri.

Tapi bisa jadi, ini juga semacam pengantar: untuk tugas-tugas yang lebih besar di masa depan. Sebab jenderal profesor seperti dia, tidak lahir setiap tahun.***

Kalender Jawa Bulan Juli 2025, Lengkap Weton dan Hari Pasaran

0

Bogordaily.net – Kalender Jawa, weton—dua kata yang tak sekadar hitungan hari di awal Juli 2025 ini.

Bagi masyarakat Jawa, keduanya menyimpan arah dan makna. Juli 2025, misalnya.

Sebulan penuh yang tak hanya penuh tanggal masehi, tapi juga membawa hikmah hari pasaran: Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage. Lalu menyatu dengan nama hari seperti Senin, Selasa, hingga Minggu.

Dan inilah yang menjadikannya khas. Kalender Jawa bukan sekadar alat penanda waktu.

Ia adalah warisan spiritual dan budaya. Seperti membaca cuaca dalam angin, atau melihat musim dari warna langit.

Kalender Jawa dan Weton: Warisan yang Masih Hidup

Mereka yang hidup di Solo, Yogya, hingga lereng-lereng Merapi, tak asing dengan kata “weton”.

Weton lah yang digunakan untuk memilih hari pernikahan, membuka usaha, bahkan memandikan bayi.

Kombinasi antara hari masehi dan pasaran inilah yang dipercaya memiliki aura tersendiri. Maka, kalender Jawa dan weton tidak hanya dilihat—tapi dirasa.

Dalam buku Seri Penemuan: Kalender karya Armelia F., disebutkan bahwa kalender Jawa adalah hasil kawin silang budaya. Hindu, Islam, Jawa kuno, dan bahkan pengaruh Barat bertemu di satu sistem penanggalan.

Hasilnya? Kalender Jawa, lengkap dengan dua siklus waktu: mingguan dan pancawara.

Kalender Jawa Juli 2025: Lengkap dengan Pasaran dan Weton

Berikut daftar lengkap kalender Jawa bulan Juli 2024. Termasuk hari pasaran dan weton yang bisa Anda jadikan panduan spiritual:

1 Juli 2024: Senin Wage – 23 Besar 1957

8 Juli 2024: Senin Legi – 1 Suro 1958

17 Juli 2024: Rabu Kliwon – 10 Suro 1958

22 Juli 2024: Senin Kliwon – 15 Suro 1958

31 Juli 2024: Rabu Wage – 24 Suro 1958

(Lihat daftar lengkap di bagian akhir artikel)

Tapi lebih dari itu, angka-angka ini menjadi bagian dari keputusan besar dalam hidup masyarakat Jawa.

Weton bukan mitos. Ia adalah pijakan. Dan sampai kini, ia masih dipercaya.

Libur dan Hari Penting di Bulan Juli 2024

Sekilas tampak hanya satu hari libur nasional di bulan ini. Tapi bagi yang hidup dengan kalender Jawa, setiap hari bisa berarti penting, tergantung weton dan pasaran.

Hari libur nasional Juli 2024:

  • Minggu, 7 Juli 2024: Tahun Baru Islam 1446 H – bertepatan dengan Minggu Kliwon.

Hari-hari penting lain di bulan Juli 2024:

1 Juli: Hari Bhayangkara

5 Juli: Hari Bank Indonesia

9 Juli: Hari Satelit Palapa

12 Juli: Hari Koperasi

17 Juli: Hari Keadilan Internasional

22 Juli: Hari Kejaksaan (Adhyaksa)

23 Juli: Hari Anak Nasional

29 Juli: Hari Bhakti TNI AU

Kalender Jawa dan Weton: Masihkah Relevan?

Jawabannya tergantung Anda. Tapi nyatanya, kalender Jawa dan weton masih menjadi pegangan di tengah dunia yang makin digital.

Di saat jam sudah bisa bicara lewat smartwatch, orang tua di desa masih membuka kalender dinding, mencari hari baik. Mencocokkan weton anak dan calon menantu.

Karena bagi masyarakat Jawa, waktu bukan sekadar detik. Tapi getaran. Dan kalender Jawa—lengkap dengan weton—adalah cara mereka membaca semesta.

Kalender Jawa, weton—dua hal yang tak pernah benar-benar usang.

Di tengah zaman serba instan, kalender Jawa tetap hadir. Tidak hanya sebagai tradisi, tapi juga sebagai identitas.

Karena siapa yang tahu hari baik—jika tidak menghitungnya sejak pagi?

Catatan: Untuk melihat daftar lengkap kalender Jawa dan weton bulan Juli 2024, Anda bisa mencocokkan tanggal di atas dengan kalender resmi dari Kementerian Agama RI atau laman-laman budaya tradisional.***

Video Selebgram Ambon Viral 1 Menit 6 Detik Diduga Libatkan Oknum Polisi, Netizen TikTok Heboh

0

Bogordaily.net – Video selebgram Ambon viral. Tiga kata itu cukup membuat suasana Ambon mendadak panas.

Siapa sangka, dari sebuah video berdurasi 1 menit 6 detik, badai bisa datang ke Kepulauan Maluku. Kali ini bukan gempa bumi, tapi video—yang menggelegar seperti ledakan.

Selebgram berinisial CS dan seorang yang disebut-sebut oknum polisi, inisial CYT, mendadak jadi perbincangan di TikTok.

Bukan karena prestasi. Tapi karena sesuatu yang belum bisa dipastikan kejelasannya—yang diyakini warganet sebagai konten tak senonoh.

“Masih ada 6 detik n 1:07 ly,” tulis akun TikTok @capri1901, seolah menggoda mereka yang belum puas menonton potongan video itu. Lalu kolom komentar pun pecah. Ramai-ramai netizen minta link.

“Video selebgram Ambon viral,” tulis pengguna TikTok lainnya sambil membubuhkan emoji terperangah dan nyengir.

Yang menarik: sampai Senin, 30 Juni 2025 sore, belum ada satu pun pihak resmi yang mengonfirmasi kebenaran isi video tersebut.

Tapi seperti biasa, yang viral sudah kadung dipercaya. Apalagi yang menyangkut selebgram.

Polisi tak tinggal diam. Meski yang dibicarakan adalah oknum dari institusinya sendiri.

Juru Bicara Polda Maluku hanya memberi pernyataan pendek, “Kami masih selidiki. Kami tidak ingin masyarakat salah sangka. Kami juga akan panggil semua pihak terkait.”

Sementara itu, pihak dari selebgram CS dikabarkan sudah melaporkan video tersebut.

Bukan hanya karena namanya dicatut, tapi juga karena dugaan rekayasa penyebaran.

Publik terlanjur gaduh. Banyak yang menyebut video selebgram Ambon viral sebagai skandal paling menggemparkan tahun ini di Indonesia Timur.

Entah apa isi sebenarnya dari 1 menit 6 detik itu. Tapi satu yang pasti: di era medsos, 1 menit bisa mengubah nama, nasib, bahkan lembaga.

Kali ini korbannya bisa jadi lebih dari satu. Selebgram bisa hancur reputasi. Polisi bisa kehilangan wibawa. TikTok? Justru makin hidup.

Dan di tengah semua itu, kita lupa satu hal: belum tentu itu benar. Tapi netizen Indonesia, seperti biasa, sudah memutuskan.***

Mahasiswa UIKA Tuntut Transparansi Aturan dan Cabut Kenaikan Harga Parkir

0

Bogordaily.net – Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menyampaikan pernyataan sikap kolektif atas berbagai persoalan serius yang menggerus semangat demokrasi, transparansi, dan keadilan di lingkungan kampus.

Dalam pernyataan sikap yang dihadiri oleh Azmi Mustopa selaku koordinator Keluarga Besar Mahasiswa, Musyafa Rifqi Koordinator UKM dengan Rahmat Hidayat (perwakilan UKM), Ketua BEM Reyhan Prawira (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Fahritza Abdilah (fakultas hukum), Samansah Abbas Ras (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Muhammad Haikal Haqoiq (Fakultas Teknik Dan Sains), Sayyid Rosyid Ridho (Fakultas Agama Islam), Dhaifullah Rafi Alhakim (Fakultas Ilmu Kesehatan), jajaran pengurus Ormawa (HIMA, DPM & UKM), serta berbagai elemen mahasiswa lintas fakultas, disepakati bahwa saat ini kampus sedang mengalami kemunduran dalam pengelolaan yang berkeadilan.

Dari berbagai kegelisahan yang mencuat, kenaikan tarif parkir kampus secara sepihak tanpa melibatkan mahasiswa menjadi sorotan utama.

Kebijakan ini bukan hanya mencerminkan cara kelola yang tertutup, tetapi juga menunjukkan gejala komersialisasi fasilitas dasar mahasiswa secara terang-terangan.

Kampus yang seharusnya menjadi ruang tumbuh, kini justru mengubah kebutuhan dasar menjadi ladang bisnis.

Pernyataan ini dibacakan langsung oleh Azmi Mustopa, selaku Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa UIKA, dan memuat sejumlah tuntutan mahasiswa yang lahir dari keresahan nyata di lapangan:

TUNTUTAN KELUARGA BESAR MAHASISWA UIKA

1. Cabut Kenaikan Tarif Parkir, Hentikan Komersialisasi Fasilitas
– Mahasiswa menolak menjadikan parkir sebagai objek profit.
– Cabut segera kenaikan tarif parkir dan lakukan evaluasi terbuka bersama mahasiswa.
– Bentuk forum negosiasi yang melibatkan perwakilan mahasiswa secara proporsional.
– Audit transparan atas dana hasil parkir dan ke mana alokasinya selama ini.
– Pastikan parkir sebagai fasilitas yang layak, murah, dan non-profit.

2. Sosialisasi Kebijakan Secara Terbuka dan Terjadwal
– Semua aturan dan kebijakan kampus harus disosialisasikan minimal satu bulan sebelum diberlakukan.
– Mahasiswa harus terlibat sejak proses perumusan, bukan hanya menjadi objek pemberitahuan.

3. Transparansi Dana Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa (DPPM)
– Mahasiswa berhak mengetahui penggunaan dana DPPM secara berkala dan terbuka.
– Buat sistem pelaporan keuangan yang dapat diakses publik.
– Libatkan mahasiswa dalam pengawasan dan penentuan alokasi dana.

4. Pemerataan dan Perbaikan Fasilitas Kampus
– Perbaiki fasilitas kampus secara merata, tidak elitis dan tidak diskriminatif antar fakultas.
– Libatkan mahasiswa dalam perencanaan pembangunan, agar sesuai dengan kebutuhan nyata.

“Kami hadir bukan untuk mengganggu sistem, melainkan untuk mengingatkan bahwa tidak ada kampus yang sehat tanpa ketransparansian dan keterlibatan seluruh elemen dalam pembangunan kampus untuk menjadi lebih baik”
Tegas Azmi.

Keluarga Besar Mahasiswa UIKA menegaskan bahwa kampus adalah rumah bersama, bukan mesin komersial.

Fasilitas publik mahasiswa tidak boleh dikapitalisasi tanpa diskusi dan partisipasi.

Kenaikan tarif parkir bukan isu tunggal, melainkan simbol dari cara kelola kampus yang semakin jauh dari semangat demokrasi dan keberpihakan terhadap mahasiswa.***

Denny Mulyadi Langsung Ngegas di Hari Pertama Jadi Sekda

0

Bogordaily.net — Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi yang baru dilantik langsung tancap gas.

Baru sehari menyandang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi sudah tidak mau santai.

Selasa pagi, 1 Juli 2025, ia langsung keliling ke markas barunya: Sekretariat Daerah (Setda) di Balai Kota Bogor.

Belum 24 jam menjabat, ia sudah meninjau ruangan demi ruangan. Meja-meja dicek. Komputer dilihat.

Laporan-laporan ditanya. Ia tidak menunggu laporan datang. Ia sendiri yang datang ke “jantung” birokrasi Pemkot Bogor itu.

Bersama dua asistennya, Eko Prabowo (Aspemkesra) dan Iceu Pujiati (Asisten Umum), ia jalan cepat. Seperti orang yang sedang mengejar waktu.

“Saya ingin memastikan alat kerja dan kondisi kerja mendukung. Karena kalau kita mau gaspol, mereka juga harus siap lari,” ujarnya.

Denny tidak banyak bicara, tapi kalimatnya jelas: kerja, kerja, kerja. Mirip Jokowi. Tapi lebih teknokrat.

Ia bilang, pekerjaan Setda bukan sekadar administratif. Tapi denyut utama pelayanan. Karena itu, ia merasa penting memeriksa langsung SDM dan alat kerja yang ada.

Ia menilai, ada beberapa peralatan yang sudah waktunya diperbarui. Bahkan, ia sudah berpikir tentang anggaran perubahan dan APBD 2026. Cepat. Ia baru sehari, tapi sudah memikirkan dua tahun ke depan.

“Sekretariat ini pendukung utama Sekda. Kalau alatnya tidak siap, bagaimana bisa cepat merespons?” ujarnya.

Kata-kata “tidak banyak bicara, kerja terus” bukan cuma semboyan. Hari itu ia membuktikan sendiri: menyamakan frekuensi dengan seluruh jajaran.

Agar kalau ada masalah, tidak perlu rapat lama-lama. Bisa langsung dieksekusi.

Langkah awal yang menandakan: Sekda baru ini tidak sedang belajar. Ia sudah tahu harus mulai dari mana.

Denny Mulyadi memulai tugasnya bukan dengan seremoni. Tapi dengan inspeksi. Bukan dengan pidato. Tapi dengan aksi. Itulah cara dia memperkenalkan gaya kerjanya.***

Gagalnya Holding BUMN Farmasi: Federasi Serikat Pekerja Tuntut Profesionalisme Penunjukan Direksi

0

Bogordaily.net — Penunjukan Sahat Sihombing sebagai Direktur Utama PT Indofarma Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 25 Juni 2025 dinilai sebagai titik balik penting dalam upaya perbaikan tata kelola BUMN Farmasi. Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA) menyebut penunjukan ini sebagai pergeseran dari pendekatan politis menuju profesionalisme berbasis rekam jejak.

“Ini momentum yang baik. Kami mengapresiasi langkah Danantara sebagai pemegang saham mayoritas Indofarma yang menunjuk figur profesional dan berintegritas,” ujar Ridwan Kamil, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya.

Ridwan menambahkan, perubahan serupa juga dituntut dilakukan di dua perusahaan farmasi negara lainnya, yakni PT Bio Farma (Persero) sebagai induk holding, dan PT Kimia Farma Tbk yang dalam waktu dekat juga akan menggelar RUPS.

“Jangan ulangi kesalahan yang sama. Pemerintah sudah berencana mengucurkan dana besar untuk membenahi BUMN farmasi. Tapi kalau direksinya tetap diisi orang-orang yang tak kompeten, itu sama saja dengan membakar uang rakyat,” tegas Ridwan.

Holding Gemuk, Kinerja Kurus

Salah satu sorotan tajam federasi pekerja adalah komposisi direksi di PT Bio Farma (Persero) yang dinilai terlalu gemuk dan boros. Saat ini, holding farmasi itu memiliki delapan direktur, sebuah struktur yang dianggap tidak sebanding dengan kinerja perusahaan yang terus memburuk sejak holding dibentuk pada 2020.

“Delapan direksi dalam satu perusahaan, meski sebagai induk, tetap terlalu banyak dan memboroskan anggaran. Harus segera dilakukan restrukturisasi, cukup maksimal lima orang agar lebih fokus dan efisien,” tegas Ridwan.

Sejak menjadi induk holding BUMN Farmasi, Bio Farma dinilai gagal menunjukkan perbaikan berarti baik secara operasional maupun finansial. Beberapa anak usahanya justru terlibat skandal besar, termasuk kasus korupsi alat kesehatan di Indofarma dan kegagalan transformasi di Kimia Farma.

Awas Dana Jumbo Mubazir

Desakan reformasi juga diarahkan ke PT Kimia Farma Tbk yang terlilit utang lebih dari Rp12 triliun, dengan beban bunga yang mencapai Rp600 miliar per tahun. Federasi pekerja menilai kondisi ini sudah sangat genting dan hanya bisa diselamatkan lewat restrukturisasi manajemen total.

“RUPS Kimia Farma nanti harus menjadi ajang evaluasi menyeluruh. Seluruh direksi harus diuji kapabilitas dan rekam jejaknya. Kalau tidak ada terobosan, kita hanya akan menyaksikan kematian pelan-pelan Kimia Farma,” ujar Ridwan.

Federasi juga mengingatkan pemerintah dan pemegang saham agar kucuran dana penyelamatan tak jatuh ke tangan manajemen yang tak punya integritas dan kompetensi. Dalam situasi krisis, mereka menilai bahwa pengangkatan direksi tak bisa lagi didasarkan pada lobi politik, apalagi asal loyal.

Penunjukan Sahat Sihombing di Indofarma telah membuka jalan perubahan. Namun, perubahan sejati hanya akan terjadi jika holding Bio Farma dan Kimia Farma juga berani berbenah. Di tengah sorotan publik dan derasnya dana negara yang mengalir, pertaruhan terbesar adalah memastikan profesionalisme dan akuntabilitas benar-benar menjadi fondasi baru BUMN Farmasi. ***

Siap-siap! Pendaftaran Beasiswa Unggulan segera Dibuka, Cek Cara Daftarnya Disini

0

Bogordaily.net – Kata kunci Beasiswa Unggulan saat ini ramai dicari warganet. Ini karena beasiswa dari pemerintah ini menjadi salah satu program bantuan pendidikan yang paling diminati setiap tahunnya.

Meski pendaftaran untuk tahun 2025 belum secara resmi dibuka, tidak ada salahnya jika Anda mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Dengan mengetahui alur dan tahapan pendaftarannya lebih awal, Anda akan lebih siap saat masa pendaftaran resmi diumumkan.

Berikut panduan umum cara mendaftar Beasiswa Unggulan yang bisa Anda pelajari dan persiapkan dari sekarang, melansir berbagai sumber.

Bagi Anda yang ingin mengikuti program Beasiswa Unggulan 2025, berikut langkah-langkah pendaftaran yang bisa diikuti:

1. Buka laman resmi Beasiswa Unggulan di alamat https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id

2. Pilih menu “Pendaftaran” pada halaman utama.

3. Jika belum memiliki akun, lakukan registrasi terlebih dahulu. Bagi yang sudah terdaftar, cukup masuk menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

4. Lengkapi formulir pendaftaran dengan data yang benar dan sesuai.

5. Periksa email untuk proses verifikasi dan konfirmasi akun.

6. Setelah akun aktif, masuk kembali dan pilih menu “Pengajuan Beasiswa”.

7. Unggah seluruh dokumen persyaratan, lalu teliti kembali semua data yang telah dimasukkan.

8. Klik tombol “Ajukan Berkas Beasiswa” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.

Pastikan juga seluruh dokumen pendukung sudah disiapkan jauh-jauh hari agar proses pendaftaran berjalan lancar.

Beberapa dokumen penting yang biasanya dibutuhkan antara lain surat penerimaan dari perguruan tinggi, sertifikat prestasi, surat rekomendasi, hingga rencana studi atau proposal disertasi untuk jenjang pascasarjana. Selain itu, periksa kembali kelengkapan data dan pastikan informasi yang diunggah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Jangan menunggu hingga tenggat waktu pendaftaran untuk mulai menyiapkan berkas, karena sistem pendaftaran bisa saja mengalami gangguan menjelang penutupan. Dengan persiapan matang sejak awal, peluang untuk lolos seleksi Beasiswa Unggulan akan semakin besar.

Biasanya, pendaftaran Beasiswa Unggulan dibuka mulai awal Juli setiap tahunnya. Oleh karena itu, penting untuk rutin mengecek situs resmi Beasiswa Unggulan guna memperoleh informasi terkini.

Informasi selengkapnya dan akses pendaftaran dapat ditemukan di alamat berikut: https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. ***

Kabar Duka, Hamdan ATT Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari dunia musik dangdut Indonesia. Pedangdut senior Hamdan ATT meninggal dunia, Selasa 1 Juli 2025.

Kabar kepergian pelantun lagu Termiskin di Dunia ini dikonfirmasi oleh salah satu putranya, Haikal Attamami, melalui unggahan di Instagram Story @hay_kal.

“Innalilahi wainna ilaihi Rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, Aba @realhamdan.att pada jam 12.00. Mohon doanya,” tulis Haikal dalam unggahannya pada Selasa siang.

Hingga kini, pihak keluarga belum secara resmi mengungkapkan penyebab pasti meninggalnya Hamdan ATT. Namun, riwayat kondisi kesehatannya yang sempat diungkap keluarga memberikan gambaran terkait dugaan penyebab kepergian sang maestro dangdut tersebut.

Diketahui, Hamdan ATT mulai mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak 2017, ketika ia pertama kali terkena serangan stroke. Serangan stroke tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif di ICU RS Polri Kramat Jati. Stroke sendiri dapat menimbulkan kerusakan permanen pada otak dan memicu berbagai komplikasi, seperti kelumpuhan, gangguan bicara, hingga penurunan fungsi memori.

Empat tahun berselang, pada 2021, Hamdan ATT kembali mengalami serangan stroke kedua. Serangan berulang inilah yang diduga memperberat kondisi fisiknya, meskipun ia tetap menjalani perawatan dan terapi secara berkala.

Selain stroke, kondisi Hamdan ATT kian memburuk setelah pada Oktober 2024 pihak keluarga mengabarkan bahwa dirinya harus menjalani operasi pemasangan selang di otak akibat adanya penumpukan cairan. Akun Instagram resmi @realhamdan.att kala itu menjelaskan bahwa cairan tersebut menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga membutuhkan tindakan operasi.

Seperti diketahui,  Hamdan ATT dikenal sebagai salah satu pedangdut paling berpengaruh di Indonesia dengan karier panjang sejak 1964. Ia mencapai puncak popularitas pada era 1980-an lewat lagu Termiskin di Dunia. Selain itu, sejumlah karyanya seperti Berkawan Dalam Duka, Jangan Cintai Aku, Berdosa, Petualangan Cinta, dan Nurlela juga menjadi lagu-lagu abadi yang masih dikenang hingga kini.

Atas dedikasi dan kontribusinya pada musik dangdut, Hamdan dianugerahi penghargaan Lifetime Achievement pada ajang Indonesian Dangdut Awards 2021. Hingga akhir hayat, sosoknya dikenal sebagai panutan dan teladan bagi generasi penerus di industri musik Tanah Air. ***

DPRD Kota Bogor Minta 3 Dinas Ini Perbaiki Kinerja

0

Bogordaily.net – Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin meminta tiga dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperbaiki kinerjanya.

Menurut Zenal Abidin, DPRD memberi perhatian khusus terhadap tiga instansi yakni Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Politisi Partai Gerindra Kota Bogor itu mengungkapkan, berdasarkan catatan DPRD bahwa kinerja di lingkungan Bapenda harus di tata kembali, sebab banyak sekali kebocoran soal pendapatan daerah.

Namun, ia menekankan jangan sampai pendapatan daerah membebankan masyarakat.

“Kita kan sering dengar bahwa bapenda menggaungkan soal peningkatan pendapatan, tetapi di sini kami minta jangan sampai masyarakat yang selalu dibebankan,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin

Kemudian, kata Zenal, DPRD juga melihat banyaknya kebocoran kebocoran pendapatan dari perparkiran, kuliner, hotel dan lain-lain. Oleh karena itu ia menyoroti hal tersebut agar Bapenda lebih optimal.

Zenal menyebut, untuk Dinas Perumkim, para ASN yang ada dinas tersebut menjadi catatan karena lamban dalam menangani permasalahan yang terjadi di lapangan, misalnya penganggaran biaya dalam perawatan, salah satunya soal pengaspalan jalan.

Dinas Perumkim ini, lanjut Zenal, harus segera secepatnya merespon segala keluhan masyarakat di lapangan dan berbagai jenis perawatan.

“Kalau ada laporan dari masyarakat misalnya hari ini ada kerusakan jalan, ya kalau bisa besoknya langsung diaspal,” tegasnya.

Menurut Zenal, Dinas Pendidikan juga menjadi catatan penting, karena setiap tahun ajaran baru selalu disoroti terkait sistem penerimaan siswa baru.

“Semua permasalahan yang kita dapatkan ini berdasarkan aspirasi masyarakat. Dan nanti melalui komisi selalu ada rapat dengan instansi-instansi terkait, dan disitulah akan kita sampaikan guna meningkatkan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kota Bogor,” tutup Zenal. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Kecelakaan Maut di Kedung Halang Bogor, Satu Orang Tewas, Lalu Lintas Macet Parah

0

Bogordaily.net – Kecelakaan maut kembali terjadi di Kedung Halang Kota Bogor.

Selasa sore, 1 Juli 2025, langit Kedung Halang mendung. Sekitar pukul lima, suasana yang biasa riuh oleh kendaraan mendadak hening sesaat.

Kecelakaan terjadi. Dekat VBI 5. Jalan penghubung Kedung Halang dan Karadenan.

Seorang pengendara motor—belum disebutkan identitasnya—berusaha menyalip truk di tikungan.

Tapi takdir menyalip lebih cepat. Tabrakan pun tak terhindarkan. Bagian kepala korban yang paling parah.

Ia meninggal di tempat. Cepat. Tanpa sempat ditolong siapa pun.

Beberapa warga sempat menghampiri. Ada yang menelepon ambulans. Ada yang hanya berdiri diam, tak tega menatap. Ambulans datang tak lama kemudian.

Arus lalu lintas? Macet total. Dari arah Karadenan padat. Dari Talang juga sama. Pengendara hanya bisa menghela napas, menunggu giliran lewat.

Jalan yang biasanya dilintasi ribuan orang itu berubah jadi antrean panjang mesin yang tak bergerak.

Kecelakaan maut di Kedung Halang Kota Bogor itu semua bermula dari satu nyali—untuk menyalip. Tapi jalan tak selalu menyediakan ruang untuk itu.

Di jalan raya, yang terlalu percaya diri bisa lebih cepat bertemu ajal.***