Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7789

Rumitnya Distribusi Vaksin Covid-19, Ruang Penyimpanan Harus Minus 70 Derajat Celcius

BOGORDAILY – Ketika vaksin Covid-19 Pfizer Inc dan BioNTech SE keluar dari jalur produksi, Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co akan menunggu untuk mendistribusikannya melalui sistem gudang penyimpanan beku di bandara, kendaraan berpendingin, dan titik inokulasi yang rumit dan mahal di seluruh China.

Setelah sampai pada pusat vaksinasi, suntikan harus dicairkan dari -70 derajat celcius dan disuntikkan dalam lima hari, jika tidak vaksin akan rusak.

Kemudian perjalanan besar-besaran dari gudang pembekuan ke orang yang divaksin harus dilakukan ulang – untuk memberikan suntikan penguat kedua sebulan kemudian.

Peta jalan yang dibuat oleh perusahaan, yang telah melisensikan vaksin untuk China Raya, menawarkan gambaran sekilas tentang tantangan logistik yang sangat besar dan menakutkan yang dihadapi oleh mereka yang ingin memberikan vaksin eksperimental Pfizer setelah menunjukkan hasil awal yang “luar biasa” dari uji coba tahap akhir. Hasil uji coba vaksin Pfizer ini meningkatkan harapan akan berakhirnya pandemi yang telah melanda dunia hampir selama setahun ini.

Euforia itu berkurang dengan munculnya kesadaran bahwa tidak ada vaksin yang digunakan saat ini yang pernah dibuat dari teknologi pembawa RNA yang digunakan dalam suntikan vaksin Pfizer, yang menginstruksikan tubuh manusia untuk memproduksi protein yang kemudian mengembangkan antibodi pelindung.

Artinya, sejumlah negara perlu membangun dari awal produksi, penyimpanan, dan jaringan transportasi berpendingin agar vaksin dapat bertahan hidup. Untuk mencapai ini perlu investasi dan koordinasi besar-besaran dan hanya negara-negara kaya yang dijamin memiliki akses untuk menyediakan semua persyaratan ini.

“Produksinya mahal, komponennya tidak stabil, juga memerlukan rantai transportasi berpendingin dan memiliki umur simpan yang pendek,” jelas Ding Sheng, direktur Institut Penemuan Obat Kesehatan Global yang berbasis di Beijing, yang telah menerima dana dari Yayasan Bill & Melinda Gates, dikutip dari Fortune, Kamis (12/11).

Banyak rintangan

Biaya distribusi vaksin Pfizer kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran bahwa negara-negara kaya akan mendapatkan vaksin terbaik terlebih dahulu, meskipun ada upaya yang didukung WHO bernama Covax yang bertujuan untuk mengumpulkan USD 18 miliar untuk membeli vaksin bagi negara-negara miskin.

Hal ini juga menyajikan pilihan yang sekarang dihadapi di seluruh negara berkembang: untuk membayar mahal pembangunan rantai infrastruktur berpendingin di bawah nol seperti semacam pertaruhan, atau menunggu vaksin yang lebih lambat dan lebih konvensional dan dapat dikirim melalui jaringan perawatan kesehatan yang ada.

“Jika ada vaksin berbasis protein yang dapat mencapai efek yang sama seperti vaksin mRNA dan ada kebutuhan untuk memvaksinasi miliaran orang setiap tahun, saya akan memilih suntikan berbasis protein dalam jangka panjang,” jelas Ding.

Bahkan untuk negara kaya yang memiliki dosis yang dipesan sebelumnya, termasuk Jepang, AS, dan Inggris, pengiriman vaksin Pfizer akan melibatkan banyak rintangan selama truk rusak, listrik padam, pekerja garda depan jatuh sakit, dan es mencair.

Distribusi Aman

Untuk mengirimkan vaksin dengan aman di China daratan dan Hong Kong, Fosun akan bermitra dengan Sinopharm Group Co milik negara, distributor farmasi dengan jaringan mapan di seluruh negeri. Salah satu anak perusahaan Sinopharm juga telah mengembangkan vaksin Covid-19.

Dikemas ke dalam truk penyimpanan dingin, vial atau botol kaca vaksin tersebut akan tiba di lokasi inokulasi di mana mereka dapat mencair dan ditumpuk dalam lemari es pada suhu 2 hingga 8 derajat celcius selama maksimal lima hari sebelum rusak.

“Persyaratan untuk suhu yang sangat dingin kemungkinan besar akan menyebabkan pembusukan banyak vaksin,” jelas Michael Kinch, spesialis vaksin di Universitas Washington di St. Louis.

Fosun kemungkinan juga akan menelan biaya puluhan juta yuan, menurut pimpinan perusahaan Wu Yifang. Fosun sedang mempertimbangkan untuk mengimpor vaksin dalam jumlah besar dan mengisinya ke dalam botol kecil di pabrik lokal. Itu juga akan membutuhkan investasi lebih lanjut dalam produksi dan penyimpanan.

Label harga yang dihasilkan mungkin terlalu mahal bagi banyak negara berkembang, termasuk negara tetangga India, yang telah berjuang untuk menahan wabah virus corona terbesar kedua di dunia dan saat ini tidak memiliki kesepakatan untuk membeli vaksin Pfizer.

Tak Siap dengan Logistik Penyimpanan

Pfizer sudah mendapat pesanan dari beberapa negara berkembang seperti Peru, Ekuador, dan Kosta Rika. Tidak jelas seberapa luas negara-negara itu berencana untuk mendistribusikan vaksin, tetapi pesanan kecil mereka yang kurang dari 10 juta dosis menunjukkan penyebaran terbatas.

Setelah merilis data awal positif mereka, beberapa pemerintah bergegas untuk menyelesaikan pesanan dan memulai negosiasi dengan Pfizer dan BioNTech. Uni Eropa mengonfirmasi pesanan hingga 300 juta dosis pada Selasa, sementara Filipina, Singapura dan Brasil mengatakan mereka sedang dalam pembicaraan.

Meluncurkan vaksin dalam waktu singkat akan menjadi “tantangan besar” yang membutuhkan pelatihan massal paramedis untuk memberikan dosis dua suntikan, kata Pankaj Patel, ketua produsen obat India Cadila Healthcare Ltd, yang sedang mengembangkan DNA Covid-19 eksperimentalnya sendiri yang disuntikkan.

Ini terutama terjadi di daerah di mana orang tidak mudah dihubungi atau harus melakukan perjalanan jauh untuk mencapai pusat vaksinasi. Kampanye vaksinasi sebelumnya menunjukkan bahwa banyak yang tidak pernah muncul untuk suntikan kedua, kata pakar kesehatan masyarakat.

Hambatan yang meningkat berarti bahwa beberapa negara berkembang dapat meneruskan vaksin Pfizer, meskipun ada tanda-tanda awal keampuhannya yang luar biasa.

“Jika kami harus menunggu satu tahun ekstra dan memiliki sesuatu yang layak untuk kami berikan kepada sebanyak mungkin orang di negara ini, apakah itu pertukaran yang buruk?” tanya Gagandeep Kang, profesor mikrobiologi di Christian Medical College yang berbasis di India, Vellore, dan anggota Komite Penasihat Global untuk Keamanan Vaksin WHO.

“Berdasarkan biaya vaksin Pfizer, logistik penyimpanan ultra-dingin – saya rasa kami belum siap dan saya rasa ini adalah sesuatu yang kami perlukan untuk mempertimbangkan manfaat dan biayanya dengan sangat, sangat hati-hati,” pungkasnya.

Sejak Pulang, Habib Rizieq Belum Isolasi Mandiri, Jalur Puncak Dipadati Massa FPI

BOGOR DAILY – Sudah 4 hari di Indonesia, tampaknya pemimpin Ormas Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab belum memulai isolasi mandiri.

Hari ini, Rizieq Shihab akan berkegiatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang sudah tentu mengundang kerumunan para pendukungnya.

Polisi pun mengerahkan sedikitnya 600 personel gabungan untuk mengamankan dan mengantisipasi kemacetan yang terjadi di sekitar jalur Puncak.

Sejak Jumat (13/11) pagi, massa FPI dan pendukung Rizieq Shihab sudah memadati Simpang Gadog, Puncak, Bogor.

Hari ini, rencananya Rizieq akan melakukan peletakan batu pertama di Pesantren Agrokultura serta menggelar ceramah di Markas FPI, di Megamendung, Kabupaten Bogor.

Pengalihan arus lalu lintas pun disiapkan untuk mengurai kemacetan.

Pemimpin Front Pembela Islam, FPI, Rizieq Shihab, tiba di Markas Syariah FPI di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diiringi para pendukungnya yang sudah berdatangan sejak pagi tadi.

Rizieq Shihab dijadwalkan akan memberikan ceramah, dilanjutkan dengan shalat Jumat berjamaah.

Namun sayangnya, agenda ini justru mengundang kerumunan di tengah bahaya pandemi covid-19 dan tentu melanggar aturan PSBB yang berlaku di Kabupaten Bogor.

Bangkai Bus Trans Jakarta Ludes Terbakar, Penyebabnya Masih Diselidiki

BOGORDAILY – Kuburan bangkai bus Trans Jakarta yang berada di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, terbakar, Jumat (13/11/2020).

Belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran ini.

Informasi terhimpun, kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Asap hitam pekat terlihat mengepul di langit dari bangkai bus yang dilahap api.

Warga yang melihat pun panik karena lokasinya bersebelahan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hingga saat ini, api masih terus melahap bangkai bus tersebut dan petugas pemadam mulai berdatangan ke lokasi.

“Iya benar, (kebakaran bangkai bus Trans Jakarta) belum tahu berapa jumlahnya (yang terbakar). Sudah ada lima mobil pemadam, mau ditambah,” kata Kades Dramaga Yayat Supriyatna, dikonfirmasi wartawan.

Untuk informasi, sejak awal Oktober 2020 terdapat proyek pemotongan bus Trans Jakarta hasil tender Pemerintah Jakarta pada tahun 2013 silam.

Bus-bus itu dalam status Budel Pailit PT Putera Adi Karyajaya putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.JKt.PST, tanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Satgas Meminta Masyarakat Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

BOGORDAILY – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai fenomena gelombang kedua pandemi virus corona. Pasalnya, berbagai negara di dunia kini tengah mengalami gelombang kedua atau lonjakan kasus Covid-19.

“Bahwa lonjakan kasus, merefleksikan kenaikan kasus aktif atau orang yang sakit, baik yang tengah menjalani isolasi atau dirawat akibat Covid-19,” jelas Wiku dikutip dari siaran persnya, Jumat (13/11/2020).

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Wiku, gejala Covid-19 akan muncul atau dapat dirasakan setelah 5 atau 6 hari dari terpapar virus corona. Gejala Covid-19 paling lama dirasakan setelah 14 hari, bahkan terkadang tidak tampak sakit.

Dia menyampaikan ada dua istilah untuk membedakan pasien Covid-19. Pertama, asimtomatik di mana penderita menularkan virus tanpa menunjukkan gejala apapun. Kedua, presimptomatik yang berarti pasien yang masih dalam tahap pengembangan gejala atau berada dalam masa inkubasi.

Wiku juga merujuk pada 3 penelitian yaitu, dari Kronbichler et al pada 506 pasien dari 36 studi (2020), He et al pada 50 pasien dari 114 studi (2020), dan Yu et al pada 79 pasien dari 3 Rumah Sakit di Wuhan China tahun 2020. Ketiga penelitian itu menyatakan bahwa, kebanyakan penderita Covid-19 yang tidak bergejala adalah populasi berusia muda dan berpotensi menularkan orang-orang sekitarnya.

“Hal ini fenomenanya juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil riset itu, apabila seseorang terlihat sehat, bukan berarti mereka terbebas atau tidak berada dalam kondisi sakit,” katanya.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk terus menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan. Wiku menyebut risiko penularan akan lebih efektif diteken apabila maksimal memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Saya himbau masyarakat jangan lengah, karena pandemi masih berlangsung. Dan saya apresiasi seluruh elemen, baik tenaga kesehatan, komunitas, pemerintah dan masyarakat karena kerjasamanya bisa bertahan di mas pandemi Covid-19 sampai sekarang,” tutur Wiku.

PSSI Menunggu Jawaban Korea dan Belanda buat Latihan Timnas U-19

0

BOGORDAILY – Belanda dan Korea Selatan menjadi kandidat terkuat lokasi latihan Timnas Indonesia U-19. PSSI menantikan jawaban dari dua federasi tentang kesediaannya.

PSSI ingin mengirim Timnas U-19 ke Eropa lagi dengan Belanda menjadi destinasi favorit. Sementara Korea Selatan sudah lama diidam-idamkan Shin Tae-yong selaku pelatih tim. Sebelumnya ada juga Jepang dan Australia yang masuk pertimbangan.

Untuk saat ini, Korea Selatan dikabarkan menjadi lokasi yang paling memungkinkan untuk dituju Timnas U-19. Namun PSSI membantahnya dan menegaskan bahwa belum ada kepastian mereka akan terbang ke sana.

“Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 pengganti Prancis masih digodok. Antara Belanda dan Korea Selatan. Masih menunggu jawaban dari asosiasi sepak bola negara masing-masing,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Yunus Nusi kepada wartawan.

“Kami masih belum tahu akan berapa lama Timnas Indonesia U-19 di luar negeri. Masih menunggu keadaan saja di sana. Kami masih melihat kondisi di negara yang dituju,” ujarnya menambahkan.

Belum ada kepastian juga kapan Timnas U-19 akan memulai kegiatan latihannya di luar negeri lagi. Terdekat, Garuda Muda akan menggelar latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mulai, Jumat (13/11/2020).

Shin Tae-yong belum akan memimpin latihan Timnas U-19 pada latihan awal-awal di SUGBK. Sebagai penggantinya, pelatih lokal akan menggantikan sementara di bawah pengawasan Shin Tae-yong.

“Untuk lokasi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 masih kami proses. Kalau tiket pesawat sudah dibeli, baru bisa dibilang resmi,” tutur Yunus Nusi membantah kabar PSSI telah menetapkan Korea sebagai pilihan.

“Terdekat, pemain akan berkumpul di Jakarta pada 13 November 2020 untuk menggelar latihan normal,” ucapnya lagi.

Manisnya Industri Minuman Beralkohol yang Terancam RUU Minuman Beralkohol

BOGORDAILY – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyiapkan Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol (RUU Minol). Beleid itu sudah diunggah di situs badan legislatif untuk pembahasan.

RUU itu memuat soal larangan produksi, penyimpanan, peredaran, dan konsumsi minuman beralkohol untuk beberapa jenis, yakni minuman beralkohol dengan kadar etanol 1-5 persen, 5-20 persen, dan 20-55 persen. Larangan juga berlaku untuk minuman beralkohol tradisional dan campuran atau racikan.

Nantinya, minuman beralkohol hanya boleh untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi, dan tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan. Pihak yang melanggar ketentuan bakal dikenakan sanksi hukum pidana berupa penjara tiga bulan sampai 10 tahun dan denda mulai dari Rp20 juta hingga Rp1 miliar.

Anggota DPR dari Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal, salah satu pihak yang mengusulkan RUU ini mengatakan aturan sengaja dibuat sebagai amanat dari UUD 1945 dan ajaran agama.

“RUU bertujuan melindungi masyarakat dari dampak negatif, menciptakan ketertiban, dan ketentraman di masyarakat dari para peminum minol,” ucap Illiza, Rabu (11/11).

Kendati begitu, belum jelas seperti apa hasil dari usulan RUU ini. Selain itu, belum ada pula target waktu kapan sekiranya aturan ini akan diterapkan.

Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Indonesia (APIDMI) belum bisa memberi gambaran seperti apa dampak yang akan ditimbulkan bila aturan ini disahkan dan akan diterapkan. Hanya saja, ia memberi gambaran bahwa industri minuman beralkohol sejatinya tengah lesu.

Sekretaris Jenderal APIDMI Ipung Nimpuno mengatakan penjualan minuman beralkohol khususnya yang berasal dari impor sudah turun 80 persen sepanjang tahun ini. Penyebabnya, yaitu turunnya permintaan di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

Hal lain karena izin impor yang molor dari Kementerian Perdagangan. Izin seharusnya keluar sejak Januari, namun baru disetujui pada Juli 2020.

“Impornya butuh 2-3 bulan, jadi baru masuk Oktober, ini penjualan jadi turun, tidak ada stok,” kata Ipung.

Kondisi ini diperkirakan bakal memperkecil porsi pasar minuman beralkohol di dalam negeri. Padahal, saat ini porsi konsumsi minuman beralkohol kurang dari 1 persen dari berbagai jenis minuman yang beredar di Indonesia.

“Yang terbesar masih minuman mineral pangsanya, minuman alkohol sangat kecil,” imbuhnya.

Pernyataan dari Ipung ini terkonfirmasi pula pada data penerimaan cukai dari Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) kepada negara. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, penerimaan cukai MMEA baru mencapai Rp3,61 triliun sepanjang Januari-September 2020.

Sumbangan cukai dari MMEA sekitar 3,1 persen dari realisasi sementara penerimaan cukai pemerintah mencapai Rp115,32 triliun per September 2020. Dari sisi pertumbuhan, realisasi ini turun 23,02 persen dari capaian Januari-September 2019 sebesar Rp4,68 triliun.

Kala itu, penerimaan cukai MMEA justru naik 14,49 persen dari Januari-September 2018. Kondisi ini berpotensi membuat realisasi penerimaan cukai MMEA tak mencapai target sebesar Rp7,1 triliun.

Padahal, realisasi cukai MMEA selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, cukai MMEA mencapai Rp4,5 triliun pada 2015.

Lalu, naik menjadi Rp5,3 triliun pada 2016. Kemudian, meningkat lagi ke Rp5,57 triliun pada 2017 dan Rp6,4 triliun pada 2018 serta Rp7,3 triliun pada 2019.

Latihan 26 Pemain Timnas Indonesia U-16 Dipusatkan di Stadion Pakansari

0

BOGOR DAILY- Meski jadwal Piala AFC U-16 2020 masih gelap, Timnas Indonesia U-16 terus menggenjot persiapan dalam menghadapi turnamen tersebut. Terdekat, tim berjulukan Garuda Muda itu bakal menggelar pemusatan latihan di Bogor.

Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16 akan berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor pada 16-29 November 2020. Pelatih Bima Sakti memanggil 26 pemain ke timnya.

Sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia U-16, para pemain dan ofisial yang berada di luar kota diwajibkan mengikuti tes swab di daerah masing-masing. Adapun, bagi yang tinggal di Jabodetabek, dapat menjalani tes di Bogor.

“Sebelum mendatangkan pemain dari daerah masing-masing, sudah diinstruksikan bahwa setiap pemain dan ofisial harus menjalani tes swab PCR sebelum tiba di Bogor. Hal ini sebagai bagian dari protokol kesehatan yang harus selalu dipatuhi,” kata Bima Sakti dinukil dari laman PSSI.

Untuk pemusatan latihan kali ini, Bima Sakti menyertakan sejumlah pemain baru. Meski begitu, mayoritas skuad Timnas Indonesia U-16 tetap diisi oleh wajah-wajah lama.

“Ada beberapa pemain baru yang saya panggil pada pemusatan latihan kali ini. Tentunya ada penilaian tersendiri akan kemampuan mereka di lapangan,” jelas Bima Sakti.

“Kami akan melihat bagaimana para pemain ini menerapkan instruksi saat latihan. Sebab, itu akan menjadi poin penilaian kami dari tim pelatih meski kerangka tim sudah ada,” terangnya.

Piala AFC U-16 2020 semula akan digelar pada 25 November-12 Desember 2020 di Bahrain. Namun, karena pandemi COVID-19, turnamen tersebut mengalami penundaan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

26 Pemain Timnas Indonesia U-16
1. I Made Putra Kaicen – Bali United (Kiper)

2. Muhammad Raufa Aghastya – Persib Bandung (Kiper)

3. Raka Octa Bernanda – PSS Sleman (Kiper)

4. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera (Bek)

5. Ferre Murarri Bhayangkara FC (Bek)

6. Kadek Arel Priyatna – Bali United (Bek)

7. Marcell Januar Putra – Bali United (Bek)

8. Mikael Alfredo Tata – Waana Bintuka FC (Bek)

9. Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya (Bek)

10. Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta (Bek)

11. Vito Ramadyzky – Persikabo (Bek)

12. Aditiya Daffa Al Haqi -Barito Putera (Gelandang)

13. Alfin Esa Ahmad – PPOP DKI Jakarta (Gelandang)

14. Arkhan Fikri – Barito Putera (Gelandang)

15. Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung (Gelandang)

16. Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung (Gelandang)

17. Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya (Gelandang)

18. Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan (Gelandang)

19. Muhammad Rafly Ikram Selang – SSB Cipta Cendikia (Gelandang)

20. Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta (Gelandang)

21. Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta (Gelandang)

22. Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam (Gelandang)

23. Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan (Depan)

24. Lugas Satrya Pratama – SSB Gasliko (Depan)

25. Ronaldo Joybera Kwateh – Persib Bandung (Depan)

26. Muhammad Valeron – Persib Bandung (Depan)

3 dari 3 halaman

Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat, Berjuang Bersama Melawan Pandemi Covid 19

BOGOR DAILY- “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat “, merupakan tema HKN pada tahun ini. Tema ini merupakan salah satu seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan seluruh komponen masyarakat untuk terus bertekad menyelamtkan bangsa dalam pandemic covid 19. Jaga Diri Keluarga , keluarga, dan masyarakat , Selamatkan bangsa dari Pandemi Covid 19 merupakan sub tema yang mempunyai arti mengajak seluruh masyarakat ar tidak putus asa dan kendor dalam menjada kesehatan diri serta selalu melaksanakan protocol kesehatan.

Peringatan HKN ke-56 tahun 2020, dilaksanakan di tengah bencana kesehatan yang telah merenggut ribuan jiwa masyarakat termasuk tenaga Kesehatan, dan menjadi sebuah kenyataan yang memprihatinkan.. Pandemi ini telah dirasakan pengaruhnya telah berdampak terhadap aspek Kesehatan, sosial dan ekonomi, serta terganggunya pelayanan di berbagai bidang. Pembatasan mobilitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Cepat atau lambatnya penurunan angka penularan virus corona ditentukan oleh kemauan masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ditandai oleh sikap dan perilaku sehat seseorang dalam melakukan aktivitasnya.

Perjuangan menyelamatkan bangsa dari belenggu COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras. Ikhtiar yang harus dilakukan adalah berusaha untuk melindungi diri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita dengan, menerapkan protokol kesehatan. Transmisi atau penularan di masa adaptasi kebiasaan baru akan terus terjadi selama masyarakat tidak mau menerapkan perilaku pencegahan COVID-19.

Selanjutnya Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN) ke-56 Tingkat Kota Bogor akan dilaksanakan rangkaian kegiatan yang akan melibatkan seluruh insan kesehatan di kota Bogor, sehingga kami sangat mengharapkan semua insan kesehatan bahu membahu memberikan layanan kesehatan yang terbaik dan dirasakan langsung oleh masyarakat kota Bogor.

Rangkaian Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di kota Bogor adalah sebabai berikut:

1. Upacara Peringatan HKN melalui Virtual
Upacara dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember secara virtual dengan Kementrian Kesehatan RI. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara virtual sekaligus lanunching kegiatan “ GEMA (Gerakan Masyarakat) yang melibatkan seluruh RS, Puskesmas dan organisasi profesi kesehatan se-Kota Bogor. Tepat pada pukul 12.00 WIB dilakukan “Gerakan Tepuk Tangan Bersama 56 detik” sebagi symbol pengahargaan kepada Tenaga kesehatan yang telah. berjuang dan Masyarakat yang telah melaksanakan Protokol Kesehatan untuk mencegah Covid 19

2. Pengabdian Masyarakat
Semua RS , puskesmas dan Organisasi Profesi Kesehatan diwajibkan melakukan kegiatan Pengabdian masyarakat dengan melakukan upaya-upaya promotif dan edukatif maupun deteksi dini yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat baik di dalam gedung maupun luar gedung selama bulan Nopember 2020 . Kegiatan dapat berupa: pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker, penyuluhan ke masyarakat,seminar, dll.

3. Kampanye GEMA (Gerakan Masyarakat) 3M
Kegiatan kampanye masif ke masyarakat yang akan dilaksanakan secara serentak di wilayah kota Bogor dengan melibatkan seluruh institusi kesehatan, lintas sector dan komponen masyarakat diluar bidang kesehatan selama Nopember 2020. Masing-masing diinstansi akan mendapatkan bantuan masker dari Kementrian Kesehatan RI yang telah didistribusikan ke Dinas Kesehatan Kota Bogor. Masing-masing institusi diperbolehkan membuat masker sendiri .


4. Penyebarluasan informasi melalui media
Semua intansi kesehatan diwajibkan menyebarluaskan informasi terkait peringatan HKN baik melalui media cetak ( spanduk, umbul-umbul,dll) maupun media yang lainnya selama bulan Nopember 2020.

Meskipun HKN tahun ini dilaksanakan dalam kondisi yang memprihatinkan, harapan kita semua menjadi momentum untuk mengubah perilaku masyarakat dan mendorong penguatan upaya kesehatan promotif dan preventif.

Implementasinya harus melibatkan peran aktif lintas sektor, perguruan tinggi, ormas, swasta, termasuk media massa. Sehingga dapat membangun masyarakat Kota Bogor yang produktif dan aman COVID-19 di era adaptasi kebiasaan baru.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan memudahkan itikad baik kita dalam mewujudkan masyarakat Indonesia dan masyarakat Kota Bogor yang lebih sehat.
Salam Sehat, Sehat Indonesia ! Bersyukur

Oleh:
Erny Yuniarti, SKM
Kasi.Infokes dan Humas.

8.925 Nakes Kota Bogor jadi Prioritas Suntik Vaksin Disusul 1.542 TNI/Polri

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memprioritaskan pemberian vaksin Covid-19 tahap pertama di Kota Bogor kepada tenaga kesehatan (nakes). Dari sasaran 138 ribu jiwa untuk vaksinasi tahap pertama, jumlah nakes dan non-nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan berjumlah 8.925 orang.

“Vaksin ini pemberiannya bertahap, tidak terus sekaligus. Sasaran prioritas pertama yang sudah disampaikan Pak Wakil Wali Kota ya tenaga kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Kamis (12/11).

Setelah menyasar nakes, lanjutnya, kemudian pemberian vaksin akan dilanjutkan pada TNI-Polri sejumlah 1.542 orang. Namun, jumlah tersebut belum mencakup semua anggota TNI-Polri di Kota Bogor. Lalu, dilanjutkan pada garda terdepan pelayanan publik seperti Satpol PP, pemadam kebakaran, aparatur sipil negara (ASN) sejumlah 5.664 orang. Serta tenaga pendidik sejumlah 3.011 orang.

Retno menjelaskan, dari data riil jumlah penduduk Kota Bogor, yakni 1.112.081 jiwa yang menjadi sasaran pemberian vaksin Covid-19 adalah penduduk berusia 18-59 tahun. “Jumlah oenduduk kita 1,1 juta jiwa, kalau estimasi itu memang 60 persen. Kita sudah mendata data riil estimasi 660 ribu jiwa sasaran kita vaksin,” jelasnya.

Dia melanjutkan, 660 ribu jiwa tersebut merupakan sasaran total. Nantinya, pada pemberian vaksin tahap pertama di Kota Bogor, hanya diberikan pada 20 persen dari sasaran total. Penerima vaksin juga akan di-screening, di mana wanita hamil dan komorbid tidak diperbolehkan untuk menerima vaksin. “Kita sudah menghitung, 20 persen dari 600 ribu sekian jiwa itu ada 138 ribu jiwa dulu,” paparnya.

Retno melanjutkan, jumlah pemberian vaksin nantinya akan disesuaikan dengan jenis vaksin. Jika yang diberikan adalah vaksin jenis Sinovac, maka pemberian vaksin akan diberikan dua kali dengan interval 14 hari.

Namun, dia mengaku belum menerima petunjuk teknis (juknis) pemberian vaksin, termasuk tanggal pasti dan jumlah vaksin yang akan diberikan di Kota Bogor. “Kami masih menunggu juknisnya ya, masih draf. Jadi belom diedarkan secara resmi. Kita tunggu juknis secara detailnya, kita ikuti itu saja,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan sejauh ini Pemkot Bogor telah menyiapkan data per-kelurahan mengenai prioritas yang akan mendapatkan vaksin di tahap pertama. Selain itu, Pemkot Bogor juga bertanggungjawab untuk mengajak masyarakat agar tidak takut akan vaksin. Sebab, hal ini adalah sebuah harapan besar agar masyarakat bisa kembali pulih di era yang disebut new normal.

“Masyarakat nanti menyambut kedatangan vaksin sebagai satu harapan, bahwa tidak perlu lagi nanti ke depan ada ketakutan akan pandemi Covid-19. Tapi justru ini adalah sebuah harapan besar dari kita semua kembali pulih di era yg disebut new normal,” tutupnya.

Diketahui, selain Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, ada tiga lokasi lain yang dijadikan tempat pemberian vaksin Covid-19 pertama di Indonesia. Antara lain, Puskesmas Abdi Zaenal Bali, Rumah Sakit Pusat Ambon, dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Jakarta.

sumber: Republika.com

Harga Emas Jumat 13 November 2020

0

BOGOR DAILY- Harga emas Antam hari ini kembali naik. Harga emas Antam naik Rp 10.000 ke level Rp 978.000 per gram.
Demikian dikutip dari situs logam mulia laman perdagangan Antam, Jumat (13/11/2020)

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini juga naik Rp 8.000 menjadi Rp 858.000 per gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.

Harga emas Antam tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

Emas batangan 1 gram Rp 978.000
Emas batangan 5 gram Rp 4.665.000
Emas batangan 10 gram Rp 9.275.000
Emas batangan 25 gram Rp 23.062.000
Emas batangan 50 gram Rp 46.045.000
Emas batangan 100 gram Rp 92.012.000
Emas batangan 250 gram Rp 229.765.000
Emas batangan 500 gram Rp 459.320.000
Emas batangan 1.000 gram Rp 918.600.000