Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 7839

Membara! Video Detik-detik Kebakaran Pabrik di Nanggewer Cibinong

BOGOR DAILY – PT. Nittoh di Jalan Raya Bogor Km.47 Nanggewer Mekar, Kabupaten Bogor terbakar. Kebakaran terjadi pada pukul 10.40 WIB, Rabu (14/10).

Sembilan unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang terus membesar.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Sejumlah saksi menuturkan, api membumbung cukup tinggi, dan sempat membuat warga sekitar kaget.

“Iya apinya cukup besar tapi sudah ditangani pemadam kebakaran,” kata Asep warga sekitar. (*)

GPPI Menilai Kepemimpinan Jokowi-Amin Adalah Gagal

0

BOGOR DAILY – Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pun datang dari Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Bogor Raya. Orasi  dilakukan di Tugu Kujang itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (14/10/2020).

Dalam penolakannya, para pemuda itu menyindir sikap pemerinta lewat teatrikal yang bertajuk “Matinya Demokrasi di indonesia.

Ketua GPPI Bogor Raya, Almukromin mengatakan, pihaknya sepakat menuntut beberapa poin yang diharapkan dapat langsung direspon oleh pemerintah.

Beberapa poin, kata dia, diantaranya dengan tegas mawan rezim komprador Jokowi-Amin dan lawan politik oligarki. Kemudian meminta dicabutnya UU Ciptaker Omnibus Law dan menolak keras Omnibus Law seluruhnya, mendukung perjuangan rakyat untuk melawan segala bentuk penindasan dan penjajahan, melaksanakan reforma agraria sejati, menuntut pendidikan terjangkau untuk mengabdi pada rakyat dan tanah air dan yang terakhir mengutuk keras refresifitas aparatur negara terhadap pelbagai aksi tuntutan
pencabutan UU.

“Alih-alih membuka lapangan pekerjaan yang luas Omnibus Law hadir dengan penindasan gaya baru yang menghilangkan jaminan tenaga kerja dengan upah murah,” ucap dia.

Menurutnya, rezim Jokowi-Amin gagal menangani virus yang semestinya
menjadi Common Enemy (Musuh Bersama) justru menjadi penumpang gelap pandemi dengan memanfaatkan situasi krisis demi memuluskan jalur investasi dengan mengebut pengesahan Omnibus Law.

Selain itu, GPPI juga menyoroti adanya alih teknologi dan pendidikan yang terjangkau, dan mengabdi pada rakyat dan tanah air juga merupakan syarat mutlak agar terciptanya SDM unggul untuk memajukan negeri.

Mengenal GeNose, Mesin Pengendus Corona Made In Indonesia, 2 Menit Beres Sekali Tes Rp15 Ribu

BOGOR DAILY – Mesin Pengendus Corona Made In Indonesia telah lahir. Adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terus mengembangkan alat GeNose atau Teknologi Pengendus COVID-19. Alat ini diklaim mampu mendeteksi virus corona dalam waktu 80 detik dengan harga alat yang hanya Rp 40 juta untuk 100 ribu tes.

Dian Kesumapramudya Nurputra, dosen FKKMK UGM yang juga anggota tim peneliti GeNose, menjelaskan untuk tes ini setiap satu orang hanya perlu mengeluarkan uang Rp 15 ribu. Uang itu untuk kantung plastik alat penampung napas.

Dian menjelaskan saat ini pihaknya masih memakai plastik di pasaran dengan harga satuannya Rp 40 ribu. Pihaknya saat ini akan menggandeng sebuah perusahaan agar harga plastik ini bisa ditekan.

“Di sini kita ada Pak Petrus dari PT YPTI, beliau yang sudah ahlinya yang sudah kita minta untuk mendesain plastik penampungnya khusus tidak mempengaruhi sensor dan limbah bisa minimal,” kata Dian ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Senin (12/10).

“Kalau pakai plastik sekarang per orang Rp 40 ribu. Dengan desain Pak Petrus bisa Rp 10 ribu pemeriksaan, bisa Rp 15 ribulah,” katanya.

Dian mengakui banyak pihak menyangsikan keandalan alat itu. Namun, menurut Dian, hal tersebut bukanlah masalah. Skeptis merupakan budaya para ilmuwan dan akademisi dalam merespons penemuan baru.

“Nah, bukti (keakuratan) yang sekarang kita kumpulkan melalui uji diagnosis itu yang nanti menjawab semua sangsi dari beliau-beliau. Bukti itu tidak hanya bukti klaim, tapi ditulis dan dipresentasikan di jurnal internasional dan itu yang nantinya jadi pertanggungjawaban kami,” ujarnya.

Saat ini GeNose akan menuju uji diagnostik. Setelah uji diagnostik ini selesai, maka akan dipresentasikan ke Kementerian Kesehatan. Baru setelah itu produksi massal bisa dimulai. Perkiraannya produksi massal pada akhir November 2020.

“Pertengahan November mass production-nya sudah bisa mulai. Pertengahan November atau paling akhir November,” katanya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan pihaknya hari ini menyampaikan perkembangan GeNose ini ke Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Ya itu sekarang dalam tahap uji klinis dan uji diagnosis dan menunggu izin edar dari Kemenkes. Tadi kita menyampaikan progres itu ke Ngarso Dalem untuk memohon doa restu dan dukungan. Agar alat ini bisa cepat beredar di masyarakat,” kata Panut.

GeNose singkatan dari Electronic-Nose. Penemunya menyebut GeNose terbilang mutakhir ketimbang alat tes lainnya. Karena untuk mendeteksi seseorang terjangkit atau tidak, dengan Genose dapat dilakukan hanya dengan melalui embusan napas.

GeNose itu diharapkan juga dapat membantu pemerintah untuk menghemat dana yang sejauh ini telah banyak dikeluarkan untuk memenuhi target tes PCR.(*)

KRL Ubah Jam Operasional Saat PSBB, Catat Jadwalnya!

BOGOR DAILY – DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. PT KCI pun mengubah jam operasional KRL dan melakukan penyesuaian di masa transisi ini.

“Mulai Kamis (15/10), KRL akan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 22.00 WIB. Pada masa PSBB transisi ini, PT KCI mengoperasikan sebanyak 985 perjalanan KRL dengan 91 rangkaian kereta yang beroperasi setiap hari,” kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangannya, Rabu (14/10/2020).

Jam operasional baru itu akan mulai berlaku pada 15 Oktober 2020. Namun PT KCI tetap memberlakukan pembatasan penumpang di gerbong KRL.

“Kapasitas pengguna di tiap kereta tidak mengalami perubahan, yaitu 74 orang per kereta atau sekitar 40% dari kapasitas pengguna di waktu sebelum pandemi,” jelasnya.

Penyesuaian itu disebut Anne sesuai dengan aturan jam operasional moda transportasi publik selama masa PSBB transisi. KRL Jabodetabek akan beroperasi di 80 stasiun yang ada di 3 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Berikut ini jumlah perjalanan KRL untuk setiap lintasnya di masa PSBB transisi:

1. Lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota (PP), sebanyak 214 perjalanan per hari
2. Lintas Bogor/Depok/Nambo-Angke/Jatinegara (PP), sebanyak 182 perjalanan per hari
3. Lintas Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota (PP), sebanyak 186 perjalanan per hari
4. Lintas Rangkasbitung-Tanah Abang (PP), sebanyak 213 perjalanan per hari
5. Lintas Tangerang-Duri (PP), sebanyak 104 perjalanan per hari
6. Lintas Jakarta Kota-Kampung Bandan-Tanjung Priok (PP), 86 perjalanan per hari

PT KCI juga mengimbau penumpang untuk terus mematuhi protokol Kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak antarpenumpang di stasiun ataupun di dalam gerbong KRL. Khusus untuk masker, KCI mengimbau penumpang menggunakan masker minimal 3 lapis.

“PT KCI juga mewajibkan para pengguna KRL untuk selalu menggunakan masker minimal tiga lapis yang terbukti efektif mencegah dan mengurangi penyebaran melalui droplet,” ujarnya.

 

Lihat Nih, Aksi Mahasiswi Cantik Unpak Bogor Orasi Tolak Omnibus Law di Tugu Kujang Bogor

BOGOR DAILY – Aksi tolak UU Cipta Kerja di Tugu Kujang mahasiswa Universitas Pakuan Bogor jadi perhatian. Penyebabnya seorang mahasiswi cantik maju ke depan menyampaikan orasi secara menggebu-gebu.

Berkaos hitam-hitam menenteng mikrofon, berdiri dihadapan para demonstran. Dengan suara lantang menyampaikan beragam persoalan Omnimbus Law.

“Negara kita sedang tidak baik-baik saja. Benar tidak kawan-kawan,” tanyanya kepada sejumlah massa yang mengelilinginya.

“Kita berdiri disini bukan hanya semata-mata berdiri kita memilikI tujuan untuk mensejahterakan rakyat,” ucap wanita tersebut dalam orasinya.

Menurutnya berpendapat persoalan Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja ini membuktikan bahwa negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

https://www.instagram.com/p/CGUghaxHO8k/?igshid=134afa7dmuhvc

Dalam aksi ini Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan mengaku 2020 menjadi tahun yang sangat sulit bagi bangsa Indonesia, di tengah pandemi virus corona terselip masalah dan kebijakan pemerintah yang justru menyengsarakan rakyat.

Masalah dan kebijakan pemerintah yang mereka garis bawahi sebagai kecacatan ada 3 masalah dalam Tahun 2020 ini:

1. Penanganan Covid-19 yang Amburadul
Dalam penanganan Covid-19, pemerintah terlalu menyepelekan masa pandemi ini dengan data mulai dari bulan Maret hingga Oktober 2020 tercatat ada kasus positif sebanyak 328.952 dan total ada 11.765 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Dengan data tersebut Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus kematian corona terbanyak ketiga di Asia. (sumber: Worldmeters).

Selain itu, Sejak awal adanya Covid-19, Pemerintah lebih memilih langkah PSBB untuk menjaga stabilitas ekonomi bukan malah mementingkan kesehatan rakyatnya yang mustinya sedari awal diberlakukan lockdown atau karantina wilayah yang warganya dijamin negara.

Terakhir, Pemerintah juga tidak siap dalam penanganan virus corona. Hal ini terbukti dengan minimnya sarana dan prasarana rumah sakit yang menampung pasein positif Corona.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan ventilator hanya dimiliki oleh 60% rumah sakit di Indonesia. terbanyak di Jawa Barat ada sekitar 1.200 unit, sedangkan paling sedikit di Maluku (22 ventilator). Jumlah rata-rata ventilator secara kasar, di setiap rumah sakit hanya sekitar 3-4 unit yang amat sangat kurang untuk bisa memenuhi lonjakan pasein. Selain itu, kekurangan tempat tidur menyebabkan rumah sakit berusaha memulangkan pasein non-Covid lebih cepat, yang menyebabkan pergantian tempat tidur yang tinggi. Meningkatnya jumlah pasein yang keluar rumah sakit lebih dini juga dapat membahayakan keselamatan pasein. (sumber: theconversation.com).

2. Omnibus Law

Presiden Joko Widodo mengajukan rencana penerbitan Undang-Undang Cipta Kerja, (20/10/2019). Tak butuh waktu lama bagi pemerintah pusat (Presiden) dan DPR untuk mengesahkan UU tersebut. Senin, (5/10) DPR mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja meski banyak menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat dengan dalih urgensi pemulihan ekonomi dalam masa pandemi.

Tak hanya itu, Perbedaan antara sistem hukum yang dianut Indonesia dan konsep omnibus law, jelas bahwa pemerintah melakukan, meminjam istilah Anggi Abdul Rahman, S.H.—bid’ah yuridis. Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, makin menunjukkan bahwa pemerintah mengkhianati hukum itu sendiri dan mengada-ada secara hukum.

Selanjutnya, Undang-Undang Cipta Kerja pun berpotensi memberikan karpet merah untuk investor asing. Bangsa asing diberikan keleluasaan untuk mengelola sumber daya alam dan manusia negara Indonesia, dengan adanya UU ini menciptakan ekosistem investasi yang terbuka.

Tentu, kebijakan pemerintah yang mengesahkan omnibus law adalah sebuah bentuk keberpihakan kepada kapital semata. Bukan mengakomodir aspirasi, bahkan untuk kepentingan rakyat. Hal ini tentu mencederai kedaulatan rakyat sebagaimana telah diamanatkan dalam UUD 1945.

3. Pilkada Serentak

Pemerintah, DPR, dan KPU sepakat bahwa Pilkada serentak (9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota) dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.

Meski di tengah pandemi virus corona dan banyak mendapat penolakan dari masyarakat. Indikator Politik Indonesia, pada (21/7) merilis hasil survei terbaru mengenai persepsi publik terhadap Pilkada 2020. Salah satu temuannya adalah, 63 persen publik menginginkan Pilkada ditunda karena pandemi Covid-19. Sementara, hanya 34 persen masyarakat yang menginginkan pilkada tetap dilaksanakan di bulan Desember.

Kebijakan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, jika rakyat saja banyak yang menolaknya. Sebenarnya Pilkada ini untuk siapa?, tentu jawabannya adalah untuk memuaskan birahi kekuasaan oligarki yang berdemokrasi. Agenda neoliberalisme tidak cukup dengan disahkannya UU Cipta Kerja, akan tetapi mesti didukung oleh kekuasaan kepala daerah.

Itu merupakan tiga dari sekian banyaknya persoalan pemerintah yang belum terselesaikan, termasuk dengan: kemiskinan, Hak Asasi Manusia, Supremasi Hukum, Lingkungan, Korupsi, Pencaplokan tanah rakyat, Liberasisasi Pendidikan, Kesehatan, Lapangan Pekerjaan, Kesejahteraan, dan segudang masalah lainnya. (Egi)

Alasan Putri Delina Setuju Sule Menikahi Nathalie Holscher

0

BOGORDAILY – Anak komedian Sule, Putri Delina, mengaku setuju jika sang ayah menjalin hubungan dengan Nathalie Holscher. Terlebih jika memang kelak Nathalie menikah dan menjadi ibunya. Hal itu diungkapkan Putri dalam tayangan Nih Kita Kepo Trans TV, Selasa (13/10/2020).

“Setuju (kalau Nathalie nikah dengan Sule) karena yang kali ini Putri ngerasa bisa menjaga anak-anak juga, keibuannya sudah terbukti,” ujar Putri Delina.

Kemudian Nikita Mirzani menyinggung soal pacar Sule yang sebelum Nathalie Holscher. Putri mengatakan jika kekasih ayahnya terdahulu kurang dekat dengan Putri dan juga yang lain.

“Yang dulu-dulu gimana?” tanya Nikita Mirzani.

“Nggak dekat sama anak-anak,” jawab Putri Delina.

Tak langsung percaya, Nikita Mirzani kembali mengulik lebih dalam mengenai sosok Nathalie Holscher di mata Putri Delina. Rupanya diakui Putri, dia sering ngobrol dengan Nathalie Holscher.

“Tapi Putri udah sering ngobrol nggak sama calon ibu yang baru ini?” tanya Nikita Mirzani.

“Sekarang-sekarang sih suka ngobrol,” kata Putri Delian.

“Suka bersihin rumah juga ngga?” tanya Nikita.

“Belum,” jawab Putri.

Di akhir Nikita juga menyinggung keputusan Nathalie menjadi mualaf kepada Putri. Dikatakan Putri, Nathalie sudah ada keinginan mualaf sejak lama. Keinginannya menjadi mualaf juga diperkuat oleh Sule.

“Kan calon istri yang baru ini kan mualaf, dia jadi mualaf itu karena sudah yakin sama ayah atau emang karena apa?” tanya Nikita Mirzani.

“Pertama emang udah dari lama kan, cuma belum ada yang mendampingi dan meyakinkan. Nah yang kedua emang udah yakin sama ayah,” Jawab Putri.

Sebelum mengakhiri acara yang dibawakannya, Nikita Mirzani mendoakan agar Sule benar-benar berjodoh dengan sang Nathalie Holscher.

“Kita doakan semoga Kang Sule mendapatkan tambatan hatinya sampai maut memisahkan,” tutup Nikita Mirzani.

Pemkot Buka Kembali Jalur Pedestrian Selama PSBMK

0

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan relaksasi beberapa sektor selama Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBMK) hingga 27 Oktober 2020. Di antaranya, membuka jalur pedestrian di seputaran Istana Bogor pada akhir pekan.

“Pedestrian jalur Sistem Satu Arah (SSA) atau seputar Istana-Kebun Raya Bogor) bisa dipergunakan di akhir pekan,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, dalam keterangannnya, Rabu (14/10/2020).

Mulai akhir pekan besok, masyarakat dapat menggunakan jalur pedestrian untuk berolahraga. Namun, tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Tapi dengan pengawasan ketat Satpol PP. Artinya, betul-betul dimanfaatkan untuk olahraga, bukan berkumpul. Satpol PP nanti akan patroli,” tegas Bima.

Kemudian, relaksasi juga dilakukan terhadap sektor usaha. Di mana, rumah makan, restoran hingga mall diperbolehkan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB setelah sebelumnya hanya sampai pukul 18.00 WIB.

“Diperbolehkan makan di tempat (dine in) sampai jam 21.00 WIB, setelah jam itu masih diperbolehkan layanan antar dan take away. Namun, tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tutupnya.

Demi Ayah, Nia Ramadhani Menurunkan Gengsi di Depan Ardi Bakrie

0

BOGORDAILY – Nia Ramadhani mengungkapkan pengalaman dukanya tentang almarhum Prya Ramadhani. Sang ayah meninggal dunia setelah mengidap kanker tulang pada 2014.

Nia Ramadhani mengatakan, awalnya sang ayah hanya mengeluhkan kerap merasa nyeri di tangannya. Keadaannya semakin menurun ketika almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Diungkapkan kakak ipar Nia, Gita, ayah mertuanya tersebut mengalami batuk darah.

“Gue bilang waktu itu ke Papa, Papa terlalu banyak batuk aja jadi luka. Padahal udahannya gue nangis di kamar mandi,” ungkapnya.

Nia mengatakan, sebisa mungkin dirinya dan keluarga tak merepotkan sang suami dan keluarga Bakrie. Namun momen tersebut juga diyakini Nia sudah genting.

Sang ayah memerlukan perawatan lebih di luar negeri.

“Kita nih satu keluarga, walau Ardi keluarganya jauh lebih mampu, kita nggak pernah mau minta tolong. Tapi pada saat hari itu, kita mikir, nggak bisa nih kalau nggak minta tolong. Ini harus dibawa ke Singapura, nggak bisa kalau gitu-gitu aja,” ungkap Nia.

Nia akhirnya berembuk dengan keluarganya untuk meminta dan menerima bantuan dari keluarga besar Ardi Bakrie.

“Ardi sangat ingin membantu, tapi kita kayak, nggak kita usaha dulu sendiri. Aku juga nggak tahu gimana caranya menghubungi pesawat (dari Singapura) untuk dateng saat itu juga, aku nggak ngerti juga,” kata Nia.

“Aku juga ngomong sama kakakku yang paling tua. Udah turunin gengsi, segala macam, karena kita emang butuh bantuan, kita memang nggak mampu gitu. Akhirnya Ardi dibantuin juga sama Papa Ical bantu menghubungi, dan datenglah pesawat semacam S.O.S,” kisah Nia.

Nia Ramadhani mengenang sosok ayahnya yang pengertian dan sayang padanya. Nia mengatakan, ayahnya tak pernah mengeluh sakit dari penyakit yang diidapnya semasa hidup.

Tanggapan Anak Soal Tio Pakusadewo 10 Tahun Pakai Narkoba

0

BOGORDAILY – Fakta baru ditemukan dari kasus narkoba aktor Tio Pakusadewo. Tio mengaku sudah 10 tahun mengkonsumsi narkoba golongan satu dalam kesehariannya. Hal ini diceritakan Santrawan T Paparang selaku kuasa hukum Tio.

Terkait dengan hal itu, pihak keluarga Tio pun angkat bicara. Patrisha selaku anak kedua Tio mengaku tak mengetahui ayahnya mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu selama 10 tahun.

Patrisha mengaku tak lagi tinggal bersama Tio. Hal ini menjadi alasan Patrisha tak selalu mengawasi kegiatan negatif ayahnya itu.

“Aku nggak tinggal sama papa sih. Nggak, aku kurang tahu. Dari kecil aku sudah ikut mama, nggak bareng papa, jadi kurang tahulah masalah itu,” ujar Patrisha, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai sidang Tio, Selasa (13/10/2020).

“Tetapi sebagai anak tetaplah ada kekhawatiran, tetap doain papa yang terbaik,” sambungnya.

Lebih lanjut, Patrisha mengaku sama sekali tak mengetahui ayahnya itu menggunakan barang-barang terlarang. Patrisha juga tak pernah menemukan ayahnya dalam kondisi ketergantungan atau sakau.

“Nggak, nggak pernah (lihat Tio sakau). Sama sekali (nggak tahu),” jawabnya.

Diketahui, Tio sebelumnya juga sempat ditangkap atas kasus yang sama pada 2018. Tio Pakusadewo menjalani masa hukumannya dengan menjalankan rehabilitasi.

Mendengar kejadian itu terulang lagi saat ini, pihak keluarga merasa sedih dan tak menyangka.

“Sedih banget sih, sempat kayak ‘kok gini lagi ya? Apa yang salah nih’, terus ya sudahlah, it is life. Papa juga sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” papar Patrisha.

Selain itu, Patrisha menjelaskan kondisi Tio setelah kasus narkobanya pada 2018. Tio yang saat itu sudah menjalani rehabilitasi disebut mengalami banyak perubahan.

Kondisi kesehatan hingga keadaan tubuh Tio Pakusadewo disebut sangat sehat. Namun Tio merasa kesepian lantaran hanya tinggal sendiri tanpa anak-anaknya.

“(Perubahan saat rehabilitasi kemarin) Ada, ada banget. Dari badannya sih sehat, nggak lihat stres atau apa, nggak ada sama sekali,” ungkap Patrisha.

“Cuma mungkin setelah itu ia sempat merasa sepi kali ya. Karena anak-anaknya juga, kan kita jauh, jadi merasa sepi,” tutupnya.

Wawancara Eksklusif bersama dr. Albert Abednego MM, Direktur RS Bogor Senior Hospital

Bogor Daily – Menjadi salah satu Rumah Sakit umum yang memiliki banyak sekali keunggulan menjadikan RS Bogor Senior Hospital terdepan soal pelayanan dengan konsep interdisiplin treatment.

RS Bogor Senior Hospital

RS Bogor Senior Hospital yang terletak di Jalan Raya Tajur, Muara Sari, Kota Bogor itu memiliki keunggulan yaitu perawatan prima bagi orang lanjut usia atau Geriatri. Dengan berbagai macam keunggulannya tersebut, Bogor Senior Hospital layak mendapatkan predikat sebagai salah satu Rumah Sakit terbaik yang ada di Bogor.

RS Bogor Senior Hospital

Hal tersebut pun tidak luput dari tangan dingin dr. Albert Abednego MM yang saat ini menjadi Nakhoda RS Bogor Senior Hospital sebagai Direktur Rumah Sakit tersebut.

Penasaran dengan sosok dokter muda yang menjabat sebagai Direktur tersebut, serta bagaimana seutuhnya RS Bogor Senior Hospital dimata dr. Albert.

Yuk simak sesi wawancara eksklusif bersama dr. Albert Abednego MM, Direktur Bogor Senior Hospital berikut ini :

*1. Bogor Senior Hospital dimata dr. Albert Abednego MM itu seperti apa sih Dok ???…*
Jawaban :
√ Bogor Senior Hospital, pada dasarnya untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia khususnya Kota Bogor. Seperti kita ketahui terjadi peningkatan angka harapan hidup yang terus meningkat, yang menyebabkan populasi lansia atau geriatri meningkat. Tentu hal ini perlu diantisipasi dari berbagai sisi, contohnya adalah sisi medis dimana lansia tentu berbeda penanganannya dalam pengobatan baik yang dikonsumsi dan juga pelayanan perawatan yang berbeda (High Care).

Untuk Non medis kita ketahui bahwa Kota Bogor yang memiliki environtement yang baik untuk merawat pasien, ditunjang dengan fasilitas Bogor Senior Hospital yang juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Bogor sebagai “Rumah Sakit Ramah Gender” serta mengusung konsep Green Hospital dan akan memajukan konsep Medical Tourism.

*2. Apa alasan terkuat anda untuk bergabung dan terjun langsung di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Alasan saya bergabung dan terjun langsung di Bogor Senior Hospital karena BSH ini sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekitar.

Contohnya adalah konsep interdisiplin yang menjadi value dengan harapan pembiayaan kesehatan dapat terjangkau, kedua menjawab kebutuhan fasilitas kesehatan terutama bagi para lansia yang lengkap seperti adanya Hydropool dan Bone Mineral Densitometri yang saat ini ada satu-satunya di Kota Bogor.

Kembali lagi tujuan utama saya secara pribadi adalah dengan segala potensi yang ada di BSH ini, menjawab serta menjadi berkat tidak hanya untuk Kota Bogor tetapi juga untuk masyarakat Indonesia.

 

*3. Sebutkan tiga saja, pelayanan terbaik versi anda di Bogor Senior Hospital yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas ???…*
Jawaban :
√ Sebenarnya banyak lho, ok saya coba ambil tiga poin ya :

a. Fasilitas Kesehatan yang mengusung Open Air dan Green Hospital. Hal ini tentu relevant dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi, sehingga BSH merupakan salah satu RS yang mengajukan sebagai rumah sakit rujukan Covid – 19. Seperti kita ketahui bahwa untuk pelayanan Covid – 19 ini sangat memerlukan, ventilasi udara yang baik, sinar matahari yang cukup yang dapat ditemui di Bogor Senior Hospital.

b. Pelayanan High Care, dengan keunggulan perawatan lansia tentu keterampilan SDM di BSH ini unggul. Hal ini menjadi value kami karena kebutuhan pasien usia lanjut berbeda dengan pasien usia muda baik dari sisi medis dan juga kebutuhan psikologisnya. Hal ini juga yang akan membedakan SDM di BSH nantinya. Juga dari sisi dokter yang merawat, selain memiliki sertifikasi dari Amerika , konsep pelayanan high care tercermin yang paling mudah ditemui adalah visite dokter spesialis yang pada umumnya hanya oleh satu dokter spesialis per-hari, di BSH sampai 3x per-hari tentu dengan pembiayaan hanya satu kali, hal ini dilakukan untuk memastikan pasien yang dirawat benar-benar terpantau dan hemodinamik pasien dapat dipantau dengan ketat.

c. Konsep pelayanan Patient Center Care, pelayanan yang diberikan benar-benar terfokus untuk kepentingan pasien sehingga dalam perawatan kendali mutu dan biaya dapat terjaga dengan baik. Contoh apabila dikaitkan dengan pandemi saat ini pasien yang dirawat dengan Covid-19 tidak dilakukan Kohort (dirawat bersama dalam satu ruangan), dengan tujuan menghindari terjadinya ping pong phenomena antara pasien.

 

*4. Menurut anda, mengapa masyarakat Bogor dan sekitarnya wajib mempercayakan pelayanan kesehatannya di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Mengenai kepercayaan pendapat saya hal ini tidak dapat dipaksakan, karena untuk mendapatkan trust harus dibangun dengan merasakan terlebih dahulu.

 

*5. Apa yang membedakan Bogor Senior Hospital dengan Rumah Sakit yang ada disekitar Bogor ???…*
Jawaban :
√ Hal yang membedakan BSH berbeda dengan RS lainnya, saya coba berikan ya infonya, diantaranya adalah :

a. Fasilitas Kesehatan yang mengusung konsep Green Hospital (Open Air), termasuk fasilitas lengkap yang menunjang pelayanan lengkap bagi para lansia khususnya seperti hadirnya (BMD dan Hydropool).

b. Value yang dianut yaitu pelayanan high care dan konsep Patient Center Care.

c. Dokter yang memiliki kompetensi tinggi serta mendapatkan sertifikasi di USA.

d. Parkir Gratis dan luas di BSH

e. Biaya pelayanan terjangkau

f. dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

*6. Hal paling membahagiakan apa yang pernah ada rasakan di Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Hal yang paling membahagiakan di Bogor Senior Hospital bagi saya pribadi adalah “staff BSH” memiliki value yang terus berkembang, baik dari cara berpikir, skill serta kemampuan financial, bangga dapat bekerja di BSH, memiliki keseimbangan hidup yang baik. Lalu selanjutnya kepentingan pasien yang mendapatkan pelayanan dan pelayanan kesehatan yang baik seperti banyak layanan kesehatan lainnya. Alasan saya memastikan staff terlebih dahulu karena apa yang melimpah keluar berasal dari dalam.

 

*7. Apa harapan anda untuk Bogor Senior Hospital ???…*
Jawaban :
√ Harapan saya tentu, Bogor Senior Hospital menjadi tempat kepercaayaan untuk masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan memiliki mutu yang baik. hal lainnya BSH menjadi tempat yang baik bagi para staff untuk bekerja juga bagi setiap pasien yang datang ke BSH.

 

*8. Sebutkan satu kalimat yang mencerminkan Bogor Senior Hospital menurut anda ???…*
Jawaban :
√ Bogor Senior Hospital merupakan Rumah Sakit Umum dengan keunggulan pelayanan Lansia (Geriatri) pertama di Indonesia, itu ada di Kota Bogor.

(Red-BDN).