Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 786

Direktur Utama BRI Hery Gunardi Terpilih Menjadi Ketua Umum PERBANAS Periode 2024–2028

0

Bogordaily.net – Direktur Utama BRI Hery Gunardi resmi terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) untuk periode 2024–2028.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Anggota PERBANAS yang diselenggarakan pada Senin (14/4/2025) di Jakarta yang turut dihadiri oleh Dewan Kehormatan PERBANAS Agus D.W.

Martowardojo dan Gunarni Soeworo, Badan Pengawas PERBANAS Chatib Basri, Edwin Gerungan dan Nelson Tampubolon serta Ketua Umum PERBANAS periode 2020-2024 Kartika Wirjoatmodjo.

Hery Gunardi sebelumnya memiliki rekam jejak yang cemerlang di industri perbankan nasional dan telah dikenal aktif di berbagai organisasi industri perbankan.

Hery sendiri telah bergabung dengan PERBANAS sejak tahun 2012 dan menjadi Ketua Bidang Organisasi PERBANAS sejak 2020. Selain itu, Hery juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) periode 2021–2024.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum PERBANAS, Hery menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran PERBANAS sebagai wadah strategis bagi industri perbankan nasional.

Ia menyampaikan bahwa PERBANAS bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga berperan sebagai jembatan yang efektif dalam menyuarakan aspirasi industri kepada pemerintah dan regulator.

“Dengan amanah ini, saya berkomitmen untuk memastikan agar PERBANAS terus berperan aktif dalam membangun industri perbankan yang profesional, memberikan nilai tambah pada pembangunan ekonomi nasional, serta memberikan kontribusi bagi para stakeholder baik anggota, pemerintah, maupun masyarakat dan lingkungan,” ujar Hery.

Ia juga menambahkan bahwa pondasi kuat yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya akan menjadi landasan kokoh bagi PERBANAS dalam menjalankan peran strategisnya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Hery Gunardi merupakan bankir multidimensi yang telah memiliki rekam jejak yang panjang di industri perbankan nasional dan telah membentang selama 34 tahun.

Karir Hery dimulai di Bank Bapindo (1991), berlanjut sebagai anggota tim merger pendirian Bank Mandiri (1998-1999), hingga menjadi pengambil keputusan penting di bank plat merah tersebut.

Ia turut membidangi kelahiran PT AXA Mandiri Financial Services (AMFS), perusahaan asuransi joint venture antara Bank Mandiri dan AXA Group Perancis.

Pria kelahiran Bengkulu ini memiliki pengalaman di berbagai posisi strategis. Ia menjabat sebagai Department Head Bank Assurance sekaligus Direktur PMO Pendirian AMFS (2002- 2003), Direktur AMFS (2003- 2006), dan kemudian kembali ke Bank Mandiri menangani Wealth Management sebagai SVP (2006-2008) sambil tetap menjadi Komisaris Utama AMFS.

Di Bank Mandiri, karir Hery terus menanjak. Ia menjabat berbagai posisi direktur, termasuk Direktur Micro & Retail Banking (2013), Direktur Micro & Business Banking, Consumer Banking, Distributions, hingga Consumer & Retail Transaction.

Puncaknya, Ia menjadi Wakil Direktur Utama dan akhirnya Plt. Direktur Utama Bank Mandiri (2020).

Maret 2020 menjadi momentum penting saat Hery mendapat tugas mengawal merger tiga bank syariah milik Himbara (BRISyariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah) menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Wacana merger tersebut sebenarnya telah digagas sejak Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (2015) dan pada 1 Februari 2021, BSI resmi lahir.

Selama menjadi Direktur Utama BSI, Hery mampu membawa bank syariah terbesar di Indonesia tersebut bertransformasi dengan catatan kinerja yang cemerlang. Bahkan, saat ini BSI telah menjadi bank syariah ke-9 terbesar dunia dari sisi kapitalisasi pasar. Puncaknya, pada 24 Maret 2025 yang lalu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BRI resmi mengangkat Hery Gunardi sebagai Direktur Utama BRI.***

Skenario Perbaiki Longsor Batutulis, Rp40 Miliar Buka Jalan Baru, Jalan Lama Jadi Taman

0

Bogordaily.net – Skenario perbaikan Jalan Longsor Batutulis sudah diputuskan. Jalan itu tidak akan diperbaiki. Tidak akan difungsikan lagi. Titik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah melihat langsung ke lokasi. Wali Kota Bogor Dedie Rachim mendampinginya.

Keputusan pun diambil cepat: bikin jalan baru saja.

Panjang jalan baru itu kira-kira 200 meter. Dari Sumur 7, langsung tembus ke Jalan Danasasmita. Anggarannya lumayan: Rp 40 miliar.

Yang 30 miliar untuk pembebasan lahan. Setengah dari provinsi, setengah lagi dari kota. Sisanya, 10 miliar, untuk membangun jalan itu sendiri.

Kenapa tidak perbaiki saja jalan lama?

Karena di bawahnya ada mata air. Begitu hasil kajian. Bukan satu, tapi dua lembaga yang bilang begitu: BTP dan Kementerian PUPR.

Kalau dipaksakan, akan longsor lagi. Mau sampai kapan main tambal-tambal?

Jalan lama itu akan dikembalikan ke alam. Aspalnya dikupas. Tanahnya dinaturalisasi.

Ditanami pohon-pohon endemik Bogor. Gubernur menyebutnya: Leweung Batutulis.

Sebelumnya, beredar video viral: jalan yang longsor itu katanya sudah bisa dilewati. Hoax.

Jalan itu bukan untuk kendaraan lagi. Bukan untuk manusia tergesa-gesa. Jalan itu akan menjadi taman hutan kecil.

Tempat pepohonan berbicara. Tempat tanah bernafas kembali.

Tentu tidak mudah membuka jalan baru. Harus negosiasi dengan warga pemilik tanah. Tidak semua tanah dibebaskan. Hanya secukupnya.

Itu sudah dibicarakan. Pemkot Bogor sudah bertemu dengan para pemilik tanah. Semua harus sesuai prosedur. Semua harus win-win.

Batutulis, tempat yang penuh sejarah itu, akan punya wajah baru. Satu untuk kendaraan, satu lagi untuk alam. Dua-duanya untuk masa depan.

Itulah skenario perbaikan jalan longsor Batutulis yang bikin warga pusing karena jarak tempuh makin jauh.***

Diserbu Warga Bogor, Dedi Mulyadi: Longsor Jalan Batutulis Dibangun Ulang Tahun Ini

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun dari mobil, belum sempat menjejakkan kaki sepenuhnya, warga sudah berdesakan di sekitar jalan longsor Batutulis, Bogor Selatan Kota Bogor.

Ada yang minta bersalaman. Ada yang buru-buru mengangkat ponsel untuk selfie. Ada yang hanya teriak dari jauh:

“Bapa aing, KDM! Segera bangun jalan ini!”

Senin, 14 April 2025, Dedi datang ke Batutulis, Bogor Selatan. Jalan R. Saleh Danasasmita di sana ambruk. Longsor.

Jalan utama itu putus total, membuat warga sekitar setengah terisolasi.

Turun ke lokasi, Dedi langsung melihat bekas longsoran. Lumpur kering. Reruntuhan aspal. Beberapa sepeda motor diparkir melintang, tanda jalan benar-benar tidak bisa dilewati.

Didampingi Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Kapolresta Kombes Eko Prasetyo, dan Dandim 0606 Kolonel Dwi Eko Prihanto, Dedi berbicara lantang:

“Tahun ini juga jalan ini dibangun kembali. Lahan akan dibebaskan. 50 persen dari provinsi, 50 persen dari Kota Bogor. Kita sudah sepakat.”

Warga bertepuk tangan. Ada yang bersorak. Ada yang menangis haru.

Dedi lalu berdiskusi sebentar dengan Dedie Rachim. Mereka sepakat: selain membangun jalan baru, kawasan yang ambruk itu tidak akan disentuh lagi. Akan diubah menjadi kawasan hijau. Hutan kecil.

“Bukan jalan lagi. Ini akan jadi paru-paru Kota Bogor,” kata Dedi.

Setelah meninjau jalan, Dedi Mulyadi mampir ke situs Batutulis. Ia melihat bangunan baru: Bumi Ageung. Sebuah museum kebudayaan Sunda yang baru saja berdiri megah di situ.

Dedi tersenyum puas.

“Saya apresiasi. Ini penting. Kota Bogor sudah berhasil mencitrakan sejarah peradaban Sunda. Ini warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Dedie Rachim menegaskan: proyek jalan baru ini dikebut. Tanah dibebaskan tahun ini juga.

“Nanti jalurnya sedikit dipindah. Harus dicek lagi kontur tanahnya, biar kuat. Akan ada kajian teknis tambahan sebelum bangunannya ditentukan,” jelas Dedie.***

Karyawan Garuda Indonesia Terseret Sindikat Uang Palsu di Bogor

0

Bogordaily.net – Pabrik uang palsu itu tersembunyi di sudut Kota Bogor, Jawa Barat. Ketika polisi menggerebeknya pekan lalu, delapan orang tersangka segera dibekuk.

Bersama mereka, ditemukan lebih dari 23 ribu lembar pecahan Rp 100 ribu, senilai Rp 3,3 miliar, dan 15 lembar uang pecahan USD 100 yang diduga palsu.

Salah satu nama yang terseret dalam sindikat itu membuat geger dunia penerbangan nasional: Bayu Setyo Aribowo, karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Manajemen maskapai pelat merah itu segera mengambil sikap.

“Kami akan memberikan sanksi maksimal,” kata Direktur Human Capital & Corporate Services Garuda Indonesia, Enny Kristiani, dalam keterangan resminya, Ahad, 13 April 2025.

Menurut Enny, Bayu tercatat sudah tidak aktif sejak 2022 karena mengikuti program Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan (CDTP).

Selama masa itu, Bayu tidak lagi menjalankan tugas-tugas operasional di Garuda. Meski begitu, perusahaan tetap menyatakan akan memproses disiplin kepegawaiannya.

Garuda Indonesia, kata Enny, berkomitmen pada prinsip integritas dan tata kelola perusahaan yang baik.

Mereka akan mengikuti setiap proses hukum yang berjalan dan menyiapkan langkah penegakan disiplin internal.

Sanksi maksimal berupa Surat Peringatan Tingkat III (SP3) telah disiapkan untuk Bayu, sambil menunggu perkembangan kasus di kepolisian.

Penggerebekan pabrik uang palsu itu berawal dari temuan tas mencurigakan di Stasiun Tanah Abang.

Polisi lantas melacak sumbernya hingga ke Bogor. Selain barang bukti uang palsu, polisi juga menyita peralatan cetak uang.

Modus sindikat ini sederhana: produksi uang palsu dilakukan berdasarkan pesanan. Setiap Rp 300 juta uang palsu dihargai Rp 90 juta uang asli.

Para tersangka kini mendekam di tahanan dan dijerat Pasal 26 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta Pasal 244 dan/atau Pasal 245 KUHP. Ancaman hukuman maksimal: 15 tahun penjara.

“Kami akan mengusut semua jaringan yang terlibat,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki.***

Warga Babakan Baru Bogor Sampaikan Aspirasi 42 Tahun Minta Kepastian Status Tanah ke Gubernur Jabar

1

Bogordaily.net — Perjuangan panjang Warga Babakan Baru (BBR) Kota Bogor akhirnya mendapat titik terang.

Pada Senin, 14 April 2025, perwakilan warga menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), terkait konflik agraria yang telah berlangsung selama 42 tahun.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan warga, Andri Kusumah, dan langsung mendapat respon positif dari KDM.

Di hadapan Kapolresta Bogor Kota yang turut hadir, Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas menginstruksikan agar Andri Kusumah bersama warga Babakan Baru segera menemui Camat Bogor Selatan untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada.

Warga BBR selama lebih dari empat dekade memperjuangkan kejelasan status tanah yang sejak tahun 1982 telah berubah secara sepihak oleh Pemerintah Kota Bogor dari status kavling menjadi sewa.

Perubahan status tersebut dinilai melanggar hak-hak warga dan dianggap sebagai bentuk pendhaliman.

Selama ini, warga telah menempuh berbagai upaya, termasuk mendatangi DPRD Kota Bogor, Kantor BPN Kota Bogor, Kejaksaan Negeri Kota Bogor, hingga Kodim Kota Bogor.

Namun, respons yang mereka terima dinilai belum memadai. Bahkan, surat permohonan audiensi yang telah dikirimkan kepada Kapolresta Bogor Kota hingga kini belum mendapat tanggapan.

Warga menyatakan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai kejelasan status tanah dikembalikan seperti semula sebagai kavling.

Mereka bertekad untuk terus memperjuangkan haknya hingga titik darah penghabisan.

Dengan hadirnya Gubernur Jawa Barat, warga berharap perjuangan mereka mendapatkan titik temu dan penyelesaian yang adil.

Mereka juga mendesak Pemkot Bogor untuk segera bertanggung jawab dan menyelesaikan konflik agraria yang telah membelenggu kehidupan mereka selama 42 tahun.***

Ibnu Galansa

King Abdi Didepak Siapa di Bisnis Bebek Milik Artis?

0

Bogordaily.net – King Abdi didepak siapa di bisnis kuliner viral dan heboh.

Rupanya, tidak hanya di jalanan yang ramai tabrakan. Di dapur restoran pun, bisa terjadi kecelakaan besar.

King Abdi— seorang chef yang menciptakan banyak menu viral— baru saja mengungkapkan luka lamanya.

Luka yang selama ini ia sembunyikan di balik wajan dan panci. Ia mengaku pernah disingkirkan dari 11 cabang restoran bebek.

Dari bebek yang katanya, dia sendiri yang meracik resep dan konsepnya.

Tanpa menyebut merek, publik sudah ramai menebak: jangan-jangan yang dimaksud Bebek Carok? Brand yang dimiliki Tretan Muslim, komika asal Madura itu.

Tretan tidak diam. Ia muncul di kolom komentar YouTube, dengan gaya khasnya: santai tapi mengena.

“Wah rame juga ya,” tulisnya. Lalu menambahkan bahwa ia akan meluruskan semua fakta.

“Kalau cuma satu pihak yang diundang, itu bisa jadi fitnah dan framing,” sindirnya halus.

Ia bahkan menyarankan nama channel YouTube itu diganti menjadi “KasiDrama”. Komentar ini langsung dipin. Dan seperti biasa, internet meledak.

King Abdi tidak main-main dengan ceritanya. Ia berbicara tentang janji-janji kosong: katanya dijanjikan 5% kepemilikan, tapi tanpa perjanjian tertulis.

Ia dipecat lewat telepon. Tidak ada surat resmi, tidak ada pertemuan. Hanya suara di ujung kabel.

“Saya cuma tukang masak. Tapi rasa itu, rasa saya,” katanya.

Ia juga menyinggung soal “mafia kuliner” orang-orang bermodal besar yang kerap menginjak para kreator kecil.

“Kalau tidak punya resep dan konsep, mau jadi apa usahanya?” tanya King Abdi.

Publik bergerak cepat. Mereka mencari tahu siapa sebenarnya di balik Bebek Carok. Sejarah berdirinya, siapa yang pertama kali masak, siapa yang pertama kali goreng.

Pertanyaan soal King Abdi didepak siapa di bisnis kuliner itu makin ramai di kolom komentar.

Komentar bermunculan: ada yang membela King Abdi, ada yang menunggu klarifikasi dari Tretan. Ada juga yang menonton sambil menyiapkan nasi hangat.

Karena di balik sepiring bebek goreng yang gurih itu, ternyata ada bumbu cerita yang jauh lebih pedas.

Sampai hari ini, Tretan Muslim belum resmi bicara panjang lebar.

Ia hanya menjanjikan klarifikasi. Publik menunggu. Tidak hanya rasa bebeknya, tapi juga kejujuran siapa yang pertama kali menghidupkan aromanya.

Dan kita semua tahu, di dunia bisnis, rasa saja tidak cukup. Ada harga diri yang harus ikut disajikan.**”

Video Kuala Kurun Viral di TikTok: Ini Fakta, Isi, dan Pencarian Identitas Pemeran

0

Bogordaily.net – Video Kuala Kurun viral. Heboh. Siapa pemeran video itu?

Jagat TikTok mendadak gaduh. Sebuah video dari Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, muncul dan langsung menyalip daftar trending.

Tak perlu waktu lama. Dalam hitungan jam, ribuan mata sudah menontonnya. Ribuan jari mulai sibuk mengetik. Komentar. Reaksi. Spekulasi.

“Kemarin Sampit. Sekarang Kuala Kurun,” tulis seorang pengguna di TikTok.

Memang, baru saja Sampit reda, kini Kuala Kurun bergemuruh. Bahkan lebih cepat. Lebih liar.

Apa isi videonya?

Tidak ada yang membahasnya terang-terangan. Tapi semua orang tahu: ada sesuatu yang tidak pantas di sana.

Sesuatu yang membuat banyak orang lebih memilih hanya memberi isyarat lewat emoji atau kalimat setengah tertahan.

Yang pasti, ada anjuran diam-diam untuk berhenti menyebarkan. Untuk berhenti menonton.

Untuk berhenti membicarakan. Tapi seperti biasa: makin dilarang, makin penasaran.

Kuala Kurun. Sebuah kota kecil. Ibu kota Kabupaten Gunung Mas. Sunyi biasanya. Tapi kini, ramai bukan main.

“Kuala Kurun lagi gacor,” komentar akun lain.

Entah siapa yang pertama kali mengunggah. Entah siapa yang ada di dalam video itu. Yang jelas, semua orang sekarang memburu satu hal: identitas.

Instagram? TikTok? Facebook? Semua dilacak.

Tapi hasilnya? Nihil. Sampai hari ini, belum ada satu pun informasi resmi tentang siapa pemerannya. Pihak berwajib juga masih diam.

Fenomena ini seperti kaset rusak yang diputar berulang-ulang di era media sosial.

Satu video muncul. Viral. Dikejar. Diburu. Dipermainkan dalam komentar-komentar usil. Lalu hilang. Lalu muncul video baru. Dan lagi. Dan lagi.

Apa yang salah?

Mungkin bukan pada videonya. Tapi pada kita semua: yang terlalu gampang klik. Terlalu gampang sebar. Terlalu gampang percaya.

Padahal, di zaman semudah ini, satu klik bisa jadi satu luka.

Bijak? Itu kata yang gampang diucapkan. Tapi begitu sulit dilakukan.

Terutama di tengah gelombang deras bernama viral.***

Menkop Lakukan Groundbreaking Pembangunan Kantor Pusat KSP TLM Indonesia di NTT

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik, melainkan sebuah simbol dari kepercayaan, komitmen jangka panjang, dan mimpi kolektif untuk menjadikan koperasi sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan.

Hal itu diungkapkan Menkop Budi Arie saat melakukan Groundbreaking Pembangunan Kantor Pusat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tanaoba Lais Manekat (TLM) Indonesia, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/4).

“Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan koperasi kita,” ucap Menkop. Bagi Menkop, pembangunan kantor pusat ini bukan sekadar membangun fisik gedung, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan pertumbuhan koperasi yang telah dibangun selama ini.

“Gedung yang akan berdiri megah ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan yang lebih baik bagi seluruh anggota koperasi,” kata Menkop.

Menkop Budi Arie menambahkan, pembangunan kantor pusat ini merupakan bukti nyata dari komitmen untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi anggota.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, kita berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan, dan tentunya mengembangkan berbagai inovasi produk dan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan anggota,” ucap Menkop.

Menkop pun mengutip kalimat dari Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta yang menyebutkan, koperasi bukan hanya soal ekonomi, ia adalah soal harga diri dan kedaulatan rakyat. Selain itu, jati diri dan prinsip koperasi yaitu jujur dan setia kawan.

“Hari ini kita membuktikan bahwa cita-cita Bung Hatta itu tidak sekedar utopia. KSP TLM Indonesia telah mewujudkannya dalam praktik nyata,” ucap Menkop.

Dalam kesempatan itu, Menkop mengapresiasi Tanah NTT ini di mana masyarakat hidup dalam semangat bela rasa, gotong royong, dan ketekunan. “Nilai-nilai itu pula yang menjadi jiwa dari koperasi sejati,” kata Menkop.

Menkop berharap pembangunan kantor pusat ini menjadi pusat inovasi dan penguatan kelembagaan koperasi, bukan hanya di Indonesia Timur, tapi juga secara nasional.

“Mari kita satukan langkah untuk membangun koperasi yang kuat dalam nilai, moderen dalam cara kerja, dan luas dalam dampaknya,” ujar Menkop Budi Arie.***

Kedatangan Santri PMUQI Pasca Libur Ramdhan 1446 H, Perdana Gunakan Armada Bus

Bogordaily.net — Liburan Ramadan 1446 H resmi berakhir, dan ribuan santri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) kembali memenuhi lingkungan pesantren, Ahad (13/4/2025). Untuk pertama kalinya, kedatangan santri pasca-liburan dilaksanakan secara serentak menggunakan moda transportasi bus dari berbagai titik di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Sebanyak 38 armada bus dikerahkan untuk menjemput santri dari 10 titik, di antaranya:

Jakarta: Masjid Istiqlal dan Masjid At-Tiin

Bogor: Masjid Amaliyah, Masjid Raya Cibinong, Masjid Attaqwa (ATS)

Depok: Kota Kembang dan Terminal Jatijajar

Tangerang: Masjid Al-Adzhom dan Masjid Nur Asmaul Husna

Bekasi: Masjid Islamic Center

Cipanas: Simpang Raya Cipanas

Cianjur: Terminal Rawa Bango

Bandung, Tasikmalaya, Garut, Subang: UIN Sunan Gunung Jati

Sukabumi: Masjid Raudhatul Irfan

“Alhamdulillah, kita sangat terbantu dengan adanya kedatangan secara serentak ini. Kalau musim perpulangan seperti ini, biasanya jalanan di Leuwiliang macet parah. Kami bahkan pernah terjebak macet hingga enam jam,” ungkap salah satu wali santri.

Kebijakan pemulangan dan kedatangan santri menggunakan bus ini memang tidak bersifat wajib. Namun, tingkat partisipasi dari orang tua santri terbilang tinggi. Dari total 3.200 santri PMUQI, sebanyak 1.708 santri memilih kembali ke pesantren melalui layanan bus yang telah disediakan pesantren.

Ustadz Ishaq, Ketua Humas PMUQI, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar secara umum meski tetap menghadapi beberapa tantangan teknis di lapangan.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kendala seperti keterlambatan kedatangan bus di titik jemput, namun itu menjadi catatan penting untuk kami evaluasi demi peningkatan untuk selanjutnya,” jelasnya. ***

It’s Family Time! Garuda Muda Siap Terbang Lebih Tinggi, Saksikan Indonesia Vs Korea Utara Malam Ini Live di GTV

0

Bogordaily.net – Setelah menyapu bersih tiga kemenangan di Grup C dan sukses dinyatakan lolos masuk ke pesta sepak bola dunia, perjalanan Timnas U-17 Indonesia masih terus bergulir. Hari ini, timnas asuhan coach Nova Arianto ini, akan menghadapi Korea Utara di babak perempat final AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025.

Laga krusial ini akan digelar di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, pada Senin, 14 April 2025, pukul 20.00 WIB.

Meski begitu, tantangan kali ini dipastikan lebih berat. Korea Utara dikenal sebagai tim yang solid, disiplin, dan berbahaya lewat serangan balik cepat. Mereka juga menunjukkan potensi besar saat menahan imbang Oman dan menaklukkan Iran 4-1 di babak kualifikasi.

Indonesia sendiri kembali diperkuat oleh dua bek utama yang sebelumnya absen, Matthew Baker dan I Putu Panji, yang siap memperkuat lini pertahanan. Kehadiran mereka diharapkan mampu lebih menambah kestabilan mengingat lawan kali ini dianggap cukup kuat.

Dengan komposisi yang lebih lengkap, Garuda Muda memiliki peluang besar untuk melangkah ke semifinal. Nama-nama seperti Dafa Al Gasemi, Fabio Azka dan Evandra Florasta, serta Mierza Firjatullah, Zahaby Gholy, dan Fadly Alberto juga akan menjadi andalan dalam membongkar pertahanan rapat Korea Utara.

Laga ini menjadi momen penting bagi Timnas U-17 tidak hanya untuk lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga sebagai pembuktian bahwa Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Asia.

Jangan lewatkan pertandingan Indonesia vs Korea Utara, Senin 14 April 2025 pukul 20.00 WIB , live eksklusif di GTV. Segera scan ulang kanal digital GTV di rumahmu agar bisa menikmati pertandingan tanpa hambatan. Jika mengalami kendala, segera hubungi layanan solusi TV digital di WhatsApp 0856-9003-900 (Senin–Jumat, 09.00–18.00 WIB).

Kamu juga bisa menyaksikan pertandingan melalui live streaming eksklusif di Vision+. Follow juga @officialgtvid untuk konten digital eksklusif seputar AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. ***