Home Blog Page 785

UKM Pusling IUQI Bogor Rayakan Harlah ke-7: Wujud Komitmen Literasi dan Gaya Hidup Sehat

0

Bogordaily.net – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perpustakaan Keliling (Pusling) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor sukses menggelar Hari Lahir (Harlah) ke-7 pada Sabtu, 14 Juni 2025. Acara ini berlangsung meriah di Auditorium Gedung C mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Harlah ke-7 Pusling IUQI Bogor bukan sekadar perayaan biasa. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan inspiratif seperti talk show, lomba video, dan prosesi potong tumpeng sebagai simbol peringatan hari jadi. Diharapkan, momentum ini mampu terus menebar manfaat dalam mengembangkan literasi baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.

Turut hadir dalam acara ini adalah pendiri sekaligus pembina Pusling IUQI Bogor, Bapak Abdullah, S.Sos, yang senantiasa mendukung kegiatan literasi kampus.

Sambutan Penuh Semangat dari Para Tokoh Kampus

Ketua pelaksana, Muhammad Taufik, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar acara ini membawa manfaat besar. “Perjalanan hingga usia ke-7 bukan hal mudah, namun penuh perjuangan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Umum UKM Pusling IUQI periode 2024–2025, Suhendri, turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta. Ia menegaskan bahwa Pusling adalah wadah penting dalam pengembangan literasi di kampus.

Presiden Mahasiswa IUQI, Ryan Nasrudin, menambahkan bahwa peringatan harlah ini adalah refleksi bersama atas komitmen dalam membangun budaya literasi dan gaya hidup sehat dua pilar utama generasi unggul di era digital.

Dalam konteks era disrupsi, literasi tidak lagi hanya soal membaca, tetapi mencakup keterampilan berpikir kritis, mengolah informasi, memecahkan masalah, hingga berinovasi.

Berdasarkan data UNESCO 2023, negara dengan tingkat literasi tinggi memiliki daya saing ekonomi dan indeks kebahagiaan yang lebih baik.

Tak hanya itu, literasi juga berkaitan erat dengan kesehatan. Literasi kesehatan seperti pemahaman tentang nutrisi, kesehatan mental, dan kebugaran fisik sangat penting.

Penelitian dari Journal of Public Health (2022) menunjukkan bahwa individu yang rajin membaca memiliki kesadaran kesehatan 30% lebih tinggi.

Ini membuktikan bahwa literasi dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Hafiz Muhammad Rahman, juga menyampaikan bahwa bertambahnya usia UKM Pusling merupakan bentuk nyata komitmen untuk menyiapkan generasi emas di masa depan melalui penguatan literasi.

Wakil Rektor III, Bapak Galih Pratama, M.Pd., M.I.Kom., menyoroti semangat luar biasa yang dimiliki UKM ini. Ia berharap apa yang dicita-citakan oleh Pusling dapat segera terwujud.

Rektor IUQI Bogor, Dr. H. Saiful Falah, M.Pd.I., turut memberikan sambutan dan mengucapkan selamat atas konsistensi Pusling dalam menjalankan program-programnya. Ia juga secara simbolis membuka acara dengan pemotongan tumpeng.

Selain mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh siswa-siswi dari SMA/SMK/MA yang berada di wilayah Bogor Barat.

Mengusung tema “Meningkatkan Literasi dan Menguatkan Gaya Hidup Sehat untuk Generasi Berkualitas”, harlah Pusling ke-7 menghadirkan dua narasumber inspiratif:

Kak Cahaya Listian Putri, Duta Muda Sehat 2023, yang membawakan materi seputar kesehatan dan gaya hidup sehat.

Kak Tiara Salsabila, S.H., Duta Baca 2021, yang mengulas pentingnya literasi dan peran generasi muda dalam budaya baca.

Keduanya menyampaikan materi yang sangat inspiratif dan memotivasi seluruh peserta.

Dari 13 Mei 2018 hingga 13 Mei 2025, Pusling IUQI terus bertransformasi menjadi motor penggerak literasi kampus dan masyarakat. Semoga semakin maju dan berdampak luas ke depannya!***

Mobil Sulit Distarter? Bisa Jadi Aki Minta Disetrum, Ini Tanda-Tandanya!

0

Bogordaily.net – Aki mobil memang punya umur pakai dan pada saat tertentu akan membutuhkan pengecasan atau yang sering disebut disetrum ulang.

Nah, sebelum aki benar-benar soak, ada beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan sebagai sinyal bahwa aki sudah mulai melemah dan butuh dicas.

Menurut Tommy dari bengkel Expo Motor 999, salah satu gejala paling umum adalah mobil mulai sulit distarter.

Hal ini terjadi karena arus listrik di dalam aki sudah menurun, sehingga tenaga yang dibutuhkan untuk menyalakan mesin tidak mencukupi.

Tak hanya itu, fungsi kelistrikan lain seperti klakson juga bisa terdampak. Jika suara klakson terdengar tidak nyaring atau lemah dari biasanya, maka besar kemungkinan aki mobil sudah mulai kehabisan daya.

Beberapa jenis aki modern juga dilengkapi dengan indikator kondisi. Biasanya indikator ini berupa kaca kecil dengan warna tertentu yang menunjukkan apakah aki masih baik, lemah, atau perlu diganti. Warna yang tampil berbeda-beda, tergantung pada pabrikan aki.

Penting diketahui, proses penyetruman ulang ini bisa dilakukan baik untuk aki tipe Maintenance Free (MF) maupun aki basah.

Jadi, kalau kamu mulai merasakan mobilmu susah distarter atau klakson mulai melemah, sebaiknya segera cek kondisi aki sebelum benar-benar mogok di tengah jalan.

Aki mobil yang disetrum yang tepat waktu bisa memperpanjang usia pakai dan mencegah kamu dari masalah di kemudian hari.***

Ayah Masak Sop, Anak Bunuh Diri, Kisah Pilu di Balik Gantung Diri Perempuan Bogor

0

Bogordaily.net – Bunuh diri kembali terjadi di Kota Bogor. Kata yang tak ingin kita dengar, apalagi terjadi di dalam rumah sendiri.

Tapi itulah yang terjadi di Bogor Utara, Senin siang, 23 Juni 2025.

Seorang perempuan 30 tahun memilih mengakhiri hidupnya. Di kamar lantai dua. Di saat ayahnya menyiapkan makan siang—sop kepala kambing.

Tidak apa yang tahu bagaimana rasa terakhir yang tersisa di hati perempuan itu.

Tapi, dari laporan polisi dan penuturan Ipda Eko Agus, Humas Polresta Bogor Kota, ia adalah seorang ibu rumah tangga yang sedang dihimpit utang.

Dan utang, seperti kita tahu, bisa lebih sunyi dari kanker.

Bunuh diri. Lagi-lagi ini bukan sekadar statistik. Ini cerita. Dan cerita ini dimulai dari dapur. Dari suara panci yang mendidih.

Dari aroma kuah kambing yang menyengat. Dari panggilan seorang ayah yang tak disahut.

“Sekira pukul 14.45 WIB, setelah memasak sop kepala kambing kemudian ayahnya memanggil anaknya,” ujar Ipda Eko kepada wartawan. Anaknya—perempuan itu—tak menjawab.

Ayahnya naik ke lantai dua. Dan di sana, ia menemukan apa yang tak pernah dibayangkannya seumur hidup: anak perempuan satu-satunya, tergantung, diam, tak lagi menjawab.

Mendengarkan bagian ini pasti tertegun. Karena kita semua tahu: tak ada satu pun orang tua di dunia yang siap menemukan anaknya dalam kondisi begitu. Apalagi setelah menyiapkan makan siang.

Perempuan itu tak meninggalkan surat. Tak ada jejak digital yang bisa ditafsirkan. Yang tertinggal hanya cerita pendek tentang utang.

Utang yang mungkin kecil di mata orang lain. Tapi cukup besar untuk membuatnya merasa sendirian.

Polisi datang. Tetangga berkumpul. Tapi cerita ini tidak berakhir di ruang autopsi. Keluarga menolak.

Jenazahnya pun dimakamkan dengan tenang, tanpa pembedahan. Barangkali mereka ingin menyimpan duka itu utuh, tidak diiris lagi oleh pisau prosedur.

Bunuh diri di Kota Bogor. Kata itu kini jadi lebih dekat. Lebih nyata. Bukan hanya di berita.

Bukan cuma di film. Tapi di rumah orang biasa. Di pinggiran Kota Bogor. Di tengah keluarga yang hanya ingin makan siang bersama.

Tidak ada penjelasan siapa yang meminjamkan uang kepadanya. Tidak tahu berapa jumlahnya.

Tidak tahu seberapa berat rasa malu yang ditanggungnya. Tapi satu hal: perempuan itu tidak ingin mati. Dia hanya tidak melihat jalan lain untuk hidup.

Dan mungkin, kita pun sering tak tahu: bahwa di balik pintu kamar, di balik suara kompor, ada seseorang yang sedang sangat ingin didengar.***

Karier Hancur! Ju Haknyeon Eks THE BOYZ Dikeluarkan Imbas Skandal Prostitusi

0

Bogordaily.net – Dunia hiburan Korea Selatan kembali diguncang skandal panas. Kali ini datang dari mantan member boygroup populer THE BOYZ, Ju Haknyeon, yang dituduh terlibat praktik prostitusi dengan mantan aktris film dewasa Jepang, Asuka Kirara.

Rumor ini pertama kali mencuat dari laporan media Korea yang mengutip pemberitaan majalah mingguan Jepang, Shukan Bunshun.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Ju Haknyeon melakukan pertemuan pribadi dengan Asuka Kirara, bahkan sampai terlibat hubungan seksual berbayar.

Ju Haknyeon telah membantah tuduhan tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa memang pernah bertemu dengan Asuka Kirara.

Sayangnya, klarifikasi ini tak cukup meredam gejolak. Akibat skandal ini, karier yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun pun runtuh seketika.

Dikeluarkan dari THE BOYZ

Tak lama setelah kabar ini mencuat, agensi tempatnya bernaung mengambil keputusan tegas Ju Haknyeon resmi dikeluarkan dari grup THE BOYZ.

Lebih parahnya lagi, ia juga diminta membayar penalti atas pelanggaran kontrak sebesar 2 miliar Won atau sekitar Rp23 miliar.

Keputusan ini mempertegas pentingnya citra bersih bagi seorang idol di Korea Selatan. Sekecil apa pun skandal bisa jadi boomerang besar yang menghancurkan karier.

Profil Ju Haknyeon

Ju Haknyeon lahir di Jeju, Korea Selatan, pada 9 Maret 1999. Ia memiliki darah campuran Hong Kong dari sang ayah (yang telah meninggal tahun 2016) dan Korea dari ibunya.

Sejak kecil, keluarganya hidup sederhana dan diketahui memiliki usaha peternakan babi.

Perjalanan menjadi idol dimulai saat ia ditawari untuk casting oleh staf IST Entertainment setelah menyelesaikan ujian masuk di Anyang Arts High School.

Ia menjalani masa trainee selama dua tahun sebelum akhirnya debut bersama THE BOYZ pada tahun 2017.

Sebelum debut, Ju Haknyeon juga sempat mengikuti ajang survival Produce 101 Season 2, meskipun gagal debut karena peringkat rendah. Di tahun 2022, ia menjajal dunia akting melalui film horor Seoul Ghost Story.

Namun kini, masa depan kariernya di dunia hiburan digantung oleh skandal yang belum menemukan titik terang.

Jika tuduhan praktik prostitusi terbukti, Ju Haknyeon terancam hukuman pidana berdasarkan Pasal 21 UU Hukuman atas Tindakan Prostitusi di Korea Selatan.

Hukuman yang berlaku mencakup penjara hingga satu tahun atau denda maksimal 3 juta Won (sekitar Rp35 juta).

Yang perlu dicatat, hukum ini tetap berlaku meski pelanggaran dilakukan di luar negeri, selama pelaku adalah warga negara Korea Selatan.

Nasib Idol K-Pop Pasca Skandal: Dari Seungri hingga Taeil

Ju Haknyeon bukan satu-satunya idol yang kariernya luluh lantak karena skandal. Seungri eks Bigbang, misalnya, terjerat kasus besar Burning Sun yang mencakup prostitusi dan distribusi video ilegal.

Taeil eks NCT juga sempat tersandung kasus pemerkosaan terhadap wanita dalam kondisi mabuk. Setelah dikeluarkan dari grup, ia lenyap dari dunia hiburan dan dikabarkan kini bekerja sebagai pegawai restoran.

Saat ini, Haknyeon telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan media yang menyebarkan tuduhan tersebut.

Langkah ini menjadi satu-satunya harapan untuk membersihkan namanya dari tuduhan yang berpotensi menghancurkan kariernya selamanya.

Meski berat, peluang selalu ada jika ia bisa membuktikan dirinya tidak bersalah. Namun, waktu akan menjawab apakah Ju Haknyeon mampu bangkit dari badai ini atau bernasib sama seperti para idol yang tenggelam dalam skandal.***

Kenapa Dimas Anggara Tampar Kiesha Alvaro? Ini Cerita Lengkap di Balik Lokasi Syuting yang Mendidih

0

Bogordaily.net – Kenapa Dimas Anggara tampar Kiesha Alvaro? Pertanyaan itu bergema kencang sejak Selasa pagi, 24 Juni 2025.

Dunia hiburan Indonesia mendadak gaduh. Bukan karena alur sinetron, tapi karena adegan nyata yang tidak tertulis dalam skenario.

Dan semuanya bermula dari suara seorang ibu—Okie Agustina—yang tak tinggal diam saat melihat anaknya diperlakukan di luar batas profesional.

Dalam unggahan Instagramnya yang meledak di linimasa, Okie dengan lantang menuliskan bahwa aktor Dimas Anggara telah menampar putranya, Kiesha Alvaro, di lokasi syuting.

“Ini bukan sekadar gampar,” tulis Okie, “tapi ketidakprofesionalan seorang aktor.” Kata-katanya sederhana, tapi menghunjam.

Yang bikin geger: peristiwa itu terjadi di luar naskah, saat proses blocking—bukan saat take.

Dari Tamparan, Tendangan, hingga Tantangan

Kenapa Dimas Anggara tampar Kiesha Alvaro? Masih jadi misteri yang terus bergulir.

Menurut Okie, insiden bermula dari latihan blocking. Kiesha tidak sedang take, tidak sedang akting, hanya mengikuti arahan.

Namun, justru saat itulah tangan Dimas mendarat ke wajah anaknya. “Masih blocking dan tidak ada dalam script,” tulisnya geram.

Yang membuat suasana makin panas: saat adegan intens berlangsung, Kiesha mencengkeram bahu Dimas sesuai naskah.

Tapi, yang terjadi justru dibalas dengan tendangan. Dan setelah selesai take, suasana bukan mereda, tapi justru mendidih.

Dimas, kata Okie, mendatangi Kiesha dan menantangnya secara langsung. “Setelah selesai take, sang aktor mendekati Kiesha dan mengajak ribut serta menantang,” tegasnya.

Pasha Ungu Turun Tangan

Kenapa Dimas Anggara tampar Kiesha Alvaro? Ternyata bukan hanya Okie Agustina yang berang.

Sang ayah, Pasha Ungu, langsung merespons cepat setelah mendengar cerita anaknya.

Di Instagram, ia menulis komentar yang tak main-main. “Kalau sampai benar, saya tidak terima,” tulisnya kepada Dimas, bahkan meminta sang aktor untuk segera menghubunginya karena DM-nya tak bisa dikirim.

Bukan hanya itu, Pasha juga menyapa Nadine Chandrawinata, istri Dimas. Ia meminta Nadine untuk menanyakan langsung pada suaminya.

“Saya ayahnya tidak terima… tolong bilang ke suaminya cari saya ya,” tulisnya lantang. Ini bukan lagi urusan akting. Ini sudah menyentuh urusan hati seorang ayah.

Benarkah Ini Gimmick?

Satu hal yang membuat banyak orang bertanya-tanya: benarkah ini sekadar strategi promosi atau gimmick sinetron baru mereka, Jalinan Terlarang? Okie Agustina menjawab tegas: tidak.

“Tidak ada gimmick-gimmickan karena ini real terjadi di depan mata saya!” tegasnya.

Sampai berita ini dirilis, belum ada klarifikasi dari Dimas Anggara maupun Nadine Chandrawinata.

Pihak rumah produksi pun masih bungkam. Tapi satu hal sudah jelas: publik tak lagi diam, dan pertanyaan “kenapa Dimas Anggara tampar Kiesha Alvaro?” kini menjadi bola panas yang tak bisa disapu di balik layar.

Kini publik menanti. Bukan episode baru dari sinetron, tapi klarifikasi dari kenyataan.***

Dinas Perdagangan Kota Bogor Gelar Pasar Murah, Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

Bogordaily.net – Berusaha menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, menggelar Pasar Murah di Lapangan Sempur, depan SDN Sempur Kaler, Bogor Tengah, Selasa 24 Juni 2025.

Kegiatan Pasar Murah ini merupakan bagian dari program Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi pemerintah Kota Bogor.

Tujuannya adalah memberikan akses bagi masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan rumah tangga dengan harga di bawah pasaran, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit dan harga barang yang terus meningkat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil & Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, Drs. Firdaus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“Pangan murah ini kami dorong agar masyarakat mendapat kebutuhan pokok dan rumah tangga di bawah harga pasaran karena saat ini kondisi sedang cukup sulit dan harga-harga juga tinggi,” ujar Firdaus.

Ia menambahkan bahwa meski selisih harga hanya seribu atau dua ribu rupiah, hal tersebut sudah sangat berarti bagi masyarakat.

“Kami adakan pasar murah supaya masyarakat bisa terbantu. Karena beda seribu dua ribu aja sudah senang,” tuturnya.

Gerakan Pangan Murah ini juga bertujuan untuk mendorong daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi di Kota Bogor.

“Alhamdulillah, inflasi saat ini di bawah rata-rata nasional, artinya stabilitas harga juga cukup bagus. Kami setiap minggu melakukan pemantauan untuk mengecek apakah ada kenaikan harga yang bisa mendongkrak inflasi. Hasilnya relatif stabil dan tergantung pasokan,” jelas Firdaus.

Menurutnya, kenaikan harga biasanya hanya terjadi pada momen hari besar atau saat kondisi cuaca memengaruhi distribusi barang. Secara umum, harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan gula masih dalam kondisi normal.

Gerakan Pangan Murah ini sudah berlangsung sebanyak empat kali dan kegiatan terakhir diadakan di wilayah Bogor Tengah. Mulai bulan depan, program ini akan menyasar 12 titik di kelurahan setiap bulannya hingga Desember 2025.

Firdaus juga menegaskan pentingnya dukungan dari distributor dan pemasok dalam menyukseskan program ini.

“Yang harus dipastikan adalah distributor dan pemasok seperti minyak, gula, dan beras, karena mereka yang mendukung kelancaran gerakan ini,” ungkapnya.*

Ibnu Galansa

Cara Mendapatkan Stiker Flo Tol, Segini Biaya dan Lokasinya

0
  1. Bogordaily.net – Cara mendapatkan stiker Flo Tol kini menjadi pertanyaan yang paling sering diajukan oleh para pengendara yang ingin merasakan kenyamanan transaksi tol tanpa berhenti.

Sistem ini telah mulai diuji coba di beberapa ruas tol di Jabodetabek dan Bali. Tidak lagi perlu mengeluarkan kartu e-Toll atau berhenti di gerbang tol. Cukup tempelkan stiker RFID dan saldo akan otomatis terpotong.

Inovasi ini dinamakan Single Lane Free Flow (SLFF). Mengandalkan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), kendaraan yang telah terdaftar cukup melaju dengan kecepatan di bawah 20 km/jam saat melewati gerbang bertanda khusus “Flo”, dan palang akan otomatis terbuka.

Let It Flo, Aplikasi Resmi untuk Stiker Tol Tanpa Berhenti

Untuk bisa menggunakan sistem ini, cara mendapatkan stiker Flo Tol sangatlah mudah. Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi Travoy yang kini sudah terintegrasi langsung dengan fitur Let It Flo.

Di dalam aplikasi tersebut, pengendara bisa mendaftarkan kendaraannya dan memilih jadwal serta lokasi pemasangan stiker RFID.

Stiker akan ditempelkan di bagian kaca depan atau lampu depan sebelah kanan mobil.

Perangkat ini akan menjadi “tanda pengenal digital” yang berkomunikasi langsung dengan sensor tol.

Biaya pemasangan stiker RFID Let It Flo ini sebesar Rp 85.000 per stiker. Harga tersebut sudah termasuk garansi selama 7 hari (7×24 jam) sejak pemasangan dilakukan.

Ini Daftar Gerbang Tol yang Sudah Mendukung Pembayaran Let It Flo

Sampai saat ini, belum semua ruas tol mendukung sistem SLFF. Tapi jumlahnya terus bertambah. Berikut daftar gerbang tol yang sudah bisa menggunakan Let It Flo:

  1. Tol Dalam Kota Jakarta & Sekitarnya
    GT Pluit, GT Angke 1 dan 2, GT Tomang, GT Cawang, GT Senayan, dan lainnya
  2. Tol Jagorawi
    GT Cibubur 1 & 2, GT Sentul Selatan, GT Citeureup, GT Ciawi
  3. Tol JORR
    GT Meruya, GT Veteran, GT Ciputat, GT Bambu Apus, GT Cikunir, GT Pulo Gebang, GT Pondok Ranji
  4. Tol Jakarta-Tangerang
    GT Karawaci, GT Kebon Jeruk, GT Tangerang, GT Kunciran
  5. Tol Jakarta-Cikampek
    GT Bekasi, GT Tambun, GT Cikarang, GT Karawang Barat & Timur
  6. Bali Mandara
    GT Ngurah Rai, GT Nusa Dua, GT Benoa

Sebagian gerbang tol memang masih mengadopsi sistem hybrid, yaitu bisa menggunakan e-Toll dan RFID secara bersamaan.

Apa Saja Syaratnya?

Berikut adalah langkah-langkah dan syarat jika Anda ingin tahu cara mendapatkan stiker Flo Tol:

  • Unduh aplikasi Travoy dan pilih fitur Let It Flo.
  • Daftarkan kendaraan yang akan digunakan.
  • Pilih jadwal pemasangan stiker RFID sesuai lokasi dan waktu yang tersedia.
  • Bayar biaya pemasangan sebesar Rp 85.000 via aplikasi.
  • Datangi lokasi yang ditentukan untuk proses pemasangan oleh petugas resmi.

Setelah semua proses selesai, Anda bisa langsung menggunakan jalur khusus Let It Flo di gerbang tol bertanda Flo tanpa harus berhenti.

Transaksi Tol Tanpa Henti: Masa Depan Jalan Raya Indonesia?

Dengan makin luasnya cakupan penggunaan teknologi RFID ini, pemerintah berharap sistem SLFF bisa mengurangi antrean, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi emisi kendaraan akibat berhenti-berjalan di gerbang tol.

Cara mendapatkan stiker Flo Tol adalah langkah awal menuju sistem mobilitas yang lebih cepat, cerdas, dan ramah lingkungan.

Kini, tinggal Anda memilih: tetap dengan cara lama atau mulai bergerak bersama arus baru teknologi tol masa depan.***

Audiensi BAZNAS Kota Bogor bersama Walikota Bogor, Apa Yang Dibahas?

0

Bogordaily.net — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor untuk menyampaikan perkembangan terkini serta sejumlah usulan strategis guna memperkuat pengelolaan zakat dan layanan sosial keumatan di Kota Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Kota Bogor menginformasikan bahwa jumlah komisioner BAZNAS saat ini berkurang dari lima menjadi tiga orang, menyusul diangkatnya dua komisioner menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Dengan kepindahan dua komisioner menjadi ASN P3K, maka perlu ada pergantian kepemimpinan. Saya sudah keluarkan Surat Keputusan bahwa Pak Subhan Murtadla akan memimpin BAZNAS Kota Bogor sampai dengan tahun 2027, dengan catatan tidak lagi mengangkat pengganti dari komisioner yang sudah menjadi ASN P3K,” jelas Dedie Rachim.

BAZNAS Kota Bogor juga menegaskan pentingnya peningkatan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diyakini mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilandasi oleh potensi besar yang dimiliki Kota Bogor dalam sektor filantropi Islam.

“Untuk itu kami sangat berharap adanya sinergi dan kolaborasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kota, agar potensi ini bisa dioptimalkan demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Subhan Murtadla, Ketua BAZNAS Kota Bogor.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas soal kesejahteraan para amilin zakat yang selama ini bertugas mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa BAZNAS Kota Bogor boleh memberikan kompensasi pendapatan kepada para amilin, asalkan sesuai aturan yang berlaku, setidaknya kompensasi itu setara dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Selama tidak ada yang disimpangi dan tidak melanggar aturan atau ketentuan, tentu dipersilakan, yang penting tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegas Dedie Rachim.

Dalam kesempatan yang sama, BAZNAS turut memohon dukungan dari Pemerintah Kota agar Klinik Ibnu Sina—bagian dari Program Bogor Sehat—dapat kembali beroperasi. Hingga kini, klinik tersebut masih belum dapat berjalan karena terkendala izin operasional.

Audiensi berlangsung dalam suasana akrab dan terbuka, dan diharapkan menjadi titik awal penguatan komitmen antara Pemkot Bogor dan BAZNAS dalam membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan.***

Siswa SMP Bosowa Bina Insani Tampilkan Budaya 10 Negara di Asia Dalam Extravaganza 2025

0

Bogordaily.net – Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bosowa Bina Insani menampilkan budaya dari 10 Negara dalam Extravaganza tahun 2025, pada Selasa 24 Juni 2025.

Ketua Parents Association Bosowa Bina Insani (PABBI) Rohanah menjelaskan bahwa, kegiatan hari ini merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh SMP Bina Insani. Adapun tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Extravaganza.

Menurutnya, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu memberikan apresiasi kepada siswa, agar para siswa bisa menampilkan potensi yang ada didalam dirinya.

“Kemudian mengekspresikan dalam bentuk pertunjukan, ini bentuk apresiasi dari orang tua dan sekolah yang sudah belajar dalam setahun dan salah satu bentuk pembelajaran non akademis,” kata Rohanah, Selasa 24 Juni 2025.

Kemudian, pihaknya sengaja memilih tema budaya dari benua asia yang ada di 10 negara, dengan jumlah 10 kelas yang tampil dari kelas 7 hingga kelas 8. Adapun kelas 7 sebanyak 5 kelas dan kelas 8 sebanyak 5 kelas.

“Bedanya tahun ini Asia, karena tahun sebelumnya itu nusantara. Kita pilih sosok hang tuah karena dia mengembara ke 10 negara tersebut dan kita ingin anak anak tahu bahwa hang tuah itu orang hebat dari Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMP Bosowa Bina Insani Haposan Andy Citra mengatakan bahwa, pemilihan negara dilakukan melalui proses yang cukup seru.

Menurutnya, para guru lebih dulu menyusun daftar 10 negara yang relevan. Kemudian membuat semacam undian. Perwakilan siswa dan wali kelas mengambil secara acak.

“Jadi begitu dibuka, mereka baru tahu akan menampilkan budaya dari negara mana. Ada yang senang, ada juga yang merasa tantangan besar, tergantung negaranya. Dari situ mereka mulai proses riset, diskusi, dan kolaborasi,” ujar Haposan.

Kemudian, anak-anak tak sekadar tampil, tapi lebih dulu melakukan riset mendalam. Mereka cari tahu sejarah, budaya, seni, sampai adat istiadat negara yang mereka peroleh.

“Misalnya kalau dapat Jepang, mereka pelajari dulu semuanya sebelum menampilkannya dalam bentuk pertunjukan,” katanya.

“Inilah yang kami maksud dengan pembelajaran mendalam atau deep learning seperti yang disampaikan Menteri Pendidikan. Konsepnya sejalan juga dengan Merdeka Belajar dan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Jadi tidak sekadar tampil, tapi mereka benar-benar belajar melalui proses,” tambah Haposan.

Selanjutnya kata dia, dari hasil riset, pemetaan data, pembuatan kostum, properti, hingga mempelajari resep-resep khas negara tersebut, semuanya dikerjakan sendiri.

Berbagai nilai kolaboratif, kemampuan berpikir kritis, dan eksplorasi informasi sangat terasa di situ. Anak-anak diajak mengenal budaya luar dengan lebih dekat dan tidak canggung saat berinteraksi di luar kelak.

“Tentu saja ini semua tidak akan terlaksana tanpa dukungan banyak pihak. Kami berterima kasih kepada para orang tua yang telah terlibat aktif. Bahkan melalui ketua paguyuban, mereka membantu dari sisi pendanaan dan sponsor. Kostum-kostum yang anak-anak pakai sebagian besar dari upaya bersama dengan orang tua,” imbuhnya

Ditempat yang sama, Sekretaris Yayasan Bosowa Bina Insani Hj Dedeh memberikan apresiasi atas terselenggaranya Extravaganza pada tahun ini.

“Saya bangga sekali SMP Bina Insani bisa menampilkan extravaganza yang kedua ini. Itu kerja sama yang sangat baik antara kepala sekolah, guru PABBI atau komite sekolah,” ungkap Hj Dedeh

Menurut Hj Dedeh, pihaknya bersama sama mengadakan kegiatan ini dengan penuh semangat. Bagaimana mencari dana. Menyiapkan acara ini dengan baik. Dan menjadi satu ukhuwah islamiyah yang baik yang ada di Bina Insani dan terbina.

“Jadi kita semua harus bersilaturahmi semuanya dalam kebaikan dan acara ini yang mereka buktikan. Mengadakan kegiatan ini salah satunya bagian dari ekstrakulikuler tapi tema yang dibuat tahun ini sangat spektakuler,” ucapnya.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini para siswa juga diberikan pembinaan karakter. Tidak hanya dalam hal akademis. Tetapi mereka juga bisa mengeksplor dirinya secara kreatif dan inovatif.

“Tanpa saya pesan mereka sudah menyampaikan akan mengadakan agenda serupa. Dengan kemasan di malam hari. Karena kalau malam hari agak eksklusif dan saya sampaikan ini tu kreativitas mereka. Kalau mereka mau silahkan asalkan dilaksanakan di Kampus Bina Insani,” tuturnya.***

Albin Pandita

Pasha Ungu Ngamuk! Dimas Anggara Diduga Tampar Kiesha Alvaro di Lokasi Syuting

0

Bogordaily.net – Pasha Ungu menyuarakan kemarahannya di media sosial setelah putranya, Kiesha Alvaro, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh aktor Dimas Anggara.

Kejadian tersebut disebut terjadi saat proses syuting berlangsung dan sontak mengundang perhatian publik.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Senin 23 Juni 2025, Pasha secara langsung menyebut nama Dimas Anggara dan menantangnya untuk bertemu. Dalam unggahan tersebut, Pasha mengaku tidak terima anaknya diperlakukan kasar.

“Tuan Dimas Anggara, suaminya Nadine, pemain sinetron atau film atau apalah, tolong cari saya sekarang ya. Saya ada perlu. Katanya kamu gampar anak saya, Kiesha, barusan di lokasi syuting?” tulis Pasha.

Tak hanya itu, ia juga meninggalkan komentar di unggahan Instagram milik istri Dimas, Nadine Chandrawinata, dengan nada penuh emosi.

“Bu, tolong tanya suaminya tadi di lokasi syuting dia gampar anak saya, Kiesha, kenapa? Saya ayahnya ga terima. Tolong bilang ke suaminya cari saya ya. Saya tunggu,” tulis Pasha.

Kronologi Versi Sang Ibu, Okie Agustina

Mantan istri Pasha, Okie Agustina, yang juga berada di lokasi saat insiden terjadi, memberikan penjelasan melalui Instagram Storynya.

Ia menyebut bahwa tamparan terjadi saat belum masuk adegan take, tepatnya saat proses blocking yang tidak ada dalam naskah.

“Gampar itu ketika sedang tidak take, masih blocking dan tidak ada dalam script. Tapi anak saya ga bales,” tulis Okie.

Saat proses syuting berlanjut dan adegan emosional dimulai, menurut Okie, Kiesha hanya melakukan adegan menjambak bahu Dimas sesuai skenario. Namun, respons yang diterima justru tak terduga.

“Ketika sudah take dan adegan tensi tinggi, Kiesha akting dengan cengkram bahu sang aktor, namun dibalas dengan tendangan. Setelah selesai take, sang aktor malah nyamperin Kiesha, ngajak ribut dan nantangin. Sedangkan Kiesha tidak membalas,” lanjutnya.

Bukan Pertama Kalinya Dimas Terjerat Kasus Kekerasan

Publik pun kembali menyoroti rekam jejak Dimas Anggara, yang ternyata pernah tersandung kasus serupa.

Pada 2018 lalu, ia dilaporkan ke polisi oleh seorang rekan bisnis bernama Fiqih Alamsyah atas tuduhan penganiayaan.

Dalam laporan tersebut, Dimas disebut memelintir tangan korban dan mengeluarkan ancaman verbal bernada intimidatif.

“Gue matiin lo, gue matiin lo. Lo mau jadi jagoan di sini? Lo mau pakai hukum preman apa hukum rimba nih?” ujar Dimas saat itu, seperti dikutip dari laporan media tahun 2018.

Screenplay Film Diminta Bertanggung Jawab

Pasha Ungu juga menuntut klarifikasi dari pihak rumah produksi, dalam hal ini Screenplay Films, tempat Kiesha dan Dimas terlibat syuting. Ia menyayangkan bahwa lokasi syuting justru menjadi tempat terjadinya kekerasan.

Sebagai orang tua, Pasha menekankan bahwa perusahaan seharusnya menjamin keamanan seluruh pemain dan kru di lokasi syuting, serta memastikan bahwa insiden seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dimas Anggara dan manajemen Screenplay Films belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.***

Kiesha Alvaro Dimas Anggara

Ilustrasi. (istimewa/Bogordaily.net)