Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 79

Pertemuan Elite di Istana, Prabowo Rangkul Presiden dan Wapres Terdahulu

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup bersama para presiden dan wakil presiden terdahulu di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Momen ini menjadi sorotan karena Prabowo duduk semeja dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin.

Berdasarkan foto resmi yang dirilis Biro Pers Sekretariat Presiden, diskusi berlangsung dalam format duduk melingkar dengan sejumlah layar monitor di bagian tengah ruangan. Prabowo terlihat duduk sejajar dengan SBY dan Jokowi, menggambarkan suasana silaturahmi lintas pemerintahan.

Di belakang Prabowo tampak Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara itu, di sisi kiri meja, Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin duduk berdampingan bersama sejumlah tokoh lain, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Alwi Shihab, serta jajaran kabinet.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat berada di sisi kanan Prabowo, duduk bersama para ketua umum partai politik. Di seberang meja, tampak jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang turut mengikuti pembahasan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait agenda spesifik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, langkah Prabowo mempertemukan para pemimpin lintas era dinilai sebagai sinyal konsolidasi politik dan penguatan komunikasi strategis di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.***

Terungkap Isi Video Viral Dea Meulaboh yang Bikin Warganet Geger

0

Bogordaily.net – Video viral Dea Meulaboh kembali menjadi bahan perbincangan jagat maya. Bukan karena artis. Bukan pula karena tokoh publik. Tapi karena potongan rekaman yang beredar cepat—lebih cepat dari klarifikasi.

Media sosial memang tidak pernah tidur. Di Twitter—atau X—percakapan itu mengalir deras. Di TikTok, potongan videonya berseliweran. Dibagikan. Diupload ulang. Diberi narasi baru. Kadang ditambahi asumsi.

Isi videonya sebenarnya sederhana.

Seorang perempuan berkerudung hitam terlihat duduk. Bukan di panggung. Bukan di studio. Ia berada di sebuah ruangan yang disebut-sebut sebagai rumah RT. Di depannya ada beberapa orang. Suasana seperti pertemuan warga.

Tidak ada musik latar. Tidak ada dramatisasi.

Yang ada hanya penjelasan.

Disebutkan dalam unggahan akun TikTok @rekaman.cctv.niza0, perempuan itu sedang memberi klarifikasi. Ia dituding membuat warga gelisah. Penyebabnya? Aktivitas yang ia lakukan saat waktu sahur. Aktivitas itu direkam. Lalu menyebar.

Di sinilah api mulai menyala.

Warganet menafsirkan. Ada yang menyayangkan. Ada yang membela. Ada pula yang sekadar menonton tanpa komentar. Seperti biasa, ruang digital tidak pernah netral.

Video viral dea meulaboh kemudian berkembang menjadi bola liar. Nama “Dea Store Meulaboh” ikut terseret dalam percakapan. Padahal, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai siapa sebenarnya pemeran dalam video tersebut. Lokasi detailnya pun tidak pernah disebut gamblang.

Yang menarik justru ekspresinya. Dalam narasi yang beredar, perempuan itu disebut tampak tegas. Seolah tak mau kalah argumen. Itu tafsir warganet. Tafsir yang belum tentu sama dengan kenyataan.

Fenomena ini bukan hal baru. Video berdurasi pendek. Langsung ke inti persoalan. Mudah dipahami. Mudah dibagikan. Dalam hitungan jam, bisa menjangkau ribuan bahkan jutaan mata.

Itulah kekuatan algoritma.

Di era digital, sesuatu yang sebenarnya lokal bisa berubah menjadi nasional hanya karena satu klik. Bahkan tanpa konteks lengkap. Tanpa verifikasi memadai.

Video viral dea meulaboh menjadi contoh bagaimana ruang publik kini tak lagi dibatasi pagar rumah atau balai RT. Sekali terekam. Sekali terunggah. Ia menjadi milik publik.

Dan publik—seperti biasa—akan selalu punya dua hal: rasa ingin tahu dan opini.***

Fadli Zon Apresiasi Semangat Toleransi di Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 di Bogor

0

Bogordaily.net -Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyoroti harmoni perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan dalam perayaan Cap Go Meh (CGM) Bogor Street Festival (BSF) 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, yang dinilai menjadi cerminan toleransi dan keberagaman bangsa Indonesia.

Fadli Zon mengatakan perayaan Cap Go Meh tahun ini memiliki makna khusus karena digelar bertepatan dengan Ramadan, sehingga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu merayakan tradisi budaya secara berdampingan dengan suasana religius.

“Ini merupakan festival budaya yang menunjukkan harmony in diversity.

Walaupun kita berbeda-beda dan beragam, keberagaman itu justru menjadi binding power, kekuatan pemersatu kita,” ujar Fadli saat menghadiri puncak CGM BSF 2026 di kawasan Jalan Suryakencana, Bogor, Selasa malam.

Ia mengapresiasi antusiasme peserta dan masyarakat yang tetap memadati jalur pawai meski hujan dan gerimis mengguyur kawasan tersebut. Menurut dia, semangat kebersamaan yang ditunjukkan peserta menjadi bukti kuatnya solidaritas dan kecintaan terhadap budaya.

Fadli juga menyebut Cap Go Meh Bogor sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia, bahkan disebut sebagai yang kedua terbesar setelah perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat.

Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 digelar pada 1–3 Maret 2026 dengan mengusung tema “Harmony in Diversity”. Rangkaian acara meliputi bazar UMKM, kegiatan sosial, serta pawai budaya yang menampilkan barongsai, liong, dan berbagai kesenian tradisional Nusantara.

Panitia penyelenggara menyesuaikan jadwal puncak acara pada 3 Maret 2026 malam hari setelah salat tarawih sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Penyesuaian tersebut, menurut Fadli, menjadi simbol nyata toleransi dan

saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap Bogor Street Festival dan perayaan Cap Go Meh dapat terus berlanjut sebagai ruang perjumpaan budaya yang memperkuat persatuan nasional.

“Mudah-mudahan festival ini terus berkelanjutan ke depan dan menjadi bagian penting dalam merayakan kebudayaan kita,” kata Fadli.***

(Abizar)

Menaker Imbau Perusahaan Aplikasi Transparan dalam Pemberian BHR Keagamaan 2026

0

Bogordaily.net — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi untuk mengedepankan transparansi dalam mekanisme pemberian Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan 2026 bagi pengemudi dan kurir online. Transparansi dinilai penting agar mereka memahami dasar perhitungan BHR yang diterima, sekaligus mencegah potensi selisih dan sengketa sejak awal.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/4/HK.04.00/III/2026 tentang Pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan Tahun 2026 bagi Pengemudi dan Kurir pada Layanan Angkutan Berbasis Aplikasi, yang ditetapkan pada 2 Maret 2026. Surat edaran itu ditujukan kepada para gubernur serta pimpinan perusahaan penyelenggara layanan angkutan berbasis aplikasi di seluruh Indonesia.

“Kebijakan BHR ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada pengemudi dan kurir online dalam menyambut hari raya keagamaan sehingga mereka bisa mendapatkan apresiasi yang berkeadilan, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas,” ujar Yassierli dalam konferensi pers kebijakan Tunjangan Hari Raya dan BHR, serta realisasi stimulus ramadan, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Terkait penerima, Yassierli menegaskan BHR Keagamaan diberikan oleh perusahaan aplikasi kepada pengemudi dan kurir online yang terdaftar secara resmi pada perusahaan aplikasi dalam jangka waktu 12 bulan terakhir. Dengan demikian, status keterdaftaran dan riwayat kemitraan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan BHR Keagamaan 2026.

Dari sisi besaran, surat edaran tersebut mengatur bahwa BHR Keagamaan diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nilai paling sedikit 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir. Ketentuan itu menjadi ba tas minimal yang dapat dijadikan pedoman perusahaan aplikasi dalam menghitung BHR bagi mitra pengemudi dan kurir online.

Selain besaran, Menaker menekankan keterbukaan perhitungan sebagai kunci pelaksanaan yang adil.

“Dengan transparansi, para ojek dan kurir online diharapkan dapat memahami dasar perhitungan BHR yang diterimanya dan potensi selisih dapat dicegah sejak awal,” kata Yassierli.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan batas waktu pemberian BHR Keagamaan, yakni paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum Idulfitri 1447 Hijriah. Yassierli mengimbau perusahaan aplikasi agar dapat menyalurkan BHR lebih cepat dari tenggat tersebut.

“BHR Keagamaan diberikan paling lambat 7 hari sebelum lebaran, tetapi kami mengimbau untuk bisa diberikan lebih cepat dari waktu itu,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menaker menegaskan bahwa pemberian BHR Keagamaan tidak menghilangkan dukungan kesejahteraan bagi pengemudi dan kurir online yang selama ini telah dib erikan perusahaan aplikasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Dengan kata lain, BHR ditempatkan sebagai tambahan dukungan, bukan pengganti program kesejahteraan yang sudah berjalan,” kata Yassierli.

Untuk memastikan pelaksanaan di daerah, para gubernur diminta mengambil langkah-langkah penguatan, mulai dari mengimbau perusahaan aplikasi agar memberikan BHR Keagamaan kepada seluruh pengemudi dan kurir online sesuai surat edaran, hingga menginstruksikan kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan untuk mengupayakan dan memantau pelaksanaannya. Para gubernur juga diminta meneruskan surat edaran tersebut kepada bupati/wali kota serta pemangku kepentingan terkait di wilayah masing-masing.***

Pelaku Pembunuhan Pasutri Asal Bogor Ditangkap, Jasad Korban Ditemukan di Padalarang

0

Bogordaily.net – Aparat kepolisian tengah mendalami kasus pembunuhan terhadap pasangan suami istri asal Kabupaten Bogor yang jasadnya ditemukan di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (3/3/2026).

Korban diketahui bernama Mohammad Afzal (56) dan Firza Afzal (47). Keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam sebuah minibus yang terparkir di Jalan Raya Padalarang-Cianjur.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, mengatakan pihaknya menerima informasi awal dari Satreskrim Polres Bogor terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Bogor.

“Setelah didalami, diduga pelaku melakukan kekerasan tersebut dan membuang jenazah di wilayah hukum kami,” ujar Teguh, Selasa (3/3/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Padalarang melakukan penyisiran di sepanjang jalur Padalarang-Cipatat. Hasilnya, petugas menemukan satu unit kendaraan roda empat dengan dua jenazah di bagian belakang.

“Ditemukan dua orang, laki-laki dan perempuan, dalam kondisi meninggal dunia di dalam kendaraan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polres Bogor guna mendalami motif pembunuhan.

Menurut Wikha, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan dan indikasi tindak pidana yang diterima jajaran Satreskrim. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga eksekusi terhadap korban terjadi di wilayah hukum Bogor sebelum jasad keduanya ditinggalkan di Kabupaten Bandung Barat.

“Keberhasilan pengungkapan lokasi penemuan mayat ini bermula dari keterangan awal pelaku yang sudah diamankan,” ujar Wikha.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga melakukan koordinasi lintas wilayah untuk memastikan proses penyidikan berjalan komprehensif.***

Polisi Baik Berbagi, Kapolsek Megamendung Salurkan Sembako untuk Lansia dan Dhuafa di Bulan Ramadhan

0

Bogordaily.net – Jajaran Polres Bogor melalui Polsek Megamendung kembali menunjukkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Program Polisi Baik Berbagi digelar dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga lanjut usia (lansia) dan kaum dhuafa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolsek Megamendung, AKP Desi Triana, S.H., M.H., didampingi anggota serta perwakilan Bhayangkari Ranting Polsek Megamendung.

Bantuan yang dibagikan merupakan bentuk kepedulian Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., sebagai wujud rasa syukur dalam menjalani ibadah Ramadhan 1447 H/2026.

Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, kopi, dan bahan pangan lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia dan kaum dhuafa yang kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Melalui program Polisi Baik Berbagi, kami ingin membantu meringankan beban warga. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua,” ujar AKP Desi Triana di sela kegiatan.

Selain penyaluran bantuan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diminta tetap waspada terhadap berbagai modus penawaran pinjaman atau investasi yang tidak jelas, seperti pinjaman online ilegal, bank emok, arisan bodong, maupun praktik utang-piutang yang berpotensi merugikan.

Kapolsek menegaskan, bulan Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Ia berharap semangat kebersamaan dan saling berbagi dapat terus terjaga, tidak hanya selama Ramadhan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Warga yang menerima bantuan mengaku bersyukur dan mengapresiasi kepedulian jajaran kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan.***

Kenal Lebih Dekat Dinna Fajrina, Independent Wealth Advisor yang Dorong Masyarakat Melek Investasi

0

Bogordaily.net – Sosok perempuan inspiratif, Dinna Fajrina, dikenal sebagai seorang independent wealth advisor yang aktif membantu masyarakat merencanakan keuangan.

Selain itu, ia juga menjadi promotor acara musik bertajuk Jazz Hujan. Melalui profesinya, Dinna berupaya membantu banyak orang mencapai tujuan finansial sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.

Dalam sebuah wawancara, Dinna mengungkapkan bahwa tujuan hidupnya sebenarnya sederhana, yakni berbahagia dan membahagiakan orang lain.

“Tujuan hidup saya itu berbahagia dan membahagiakan orang lain,” ujar Dinna.

Menurutnya, profesi independent wealth advisor merupakan pekerjaan yang berfokus pada pemberian saran serta pendampingan kepada klien dalam mengelola keuangan agar dapat mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

Dinna menjelaskan bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki tujuan finansial atau financial goals, seperti menumbuhkan nilai kekayaan setiap tahun atau mempersiapkan masa depan keluarga. Untuk mencapai tujuan tersebut, seseorang perlu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

“Misalnya seseorang memiliki dana dan ingin uangnya berkembang setiap tahun. Cara untuk menumbuhkannya bisa melalui berbagai instrumen investasi, baik investasi langsung seperti membuka usaha maupun melalui lembaga keuangan,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa terdapat berbagai pilihan instrumen investasi yang dapat dipilih masyarakat, mulai dari risiko rendah hingga tinggi.

Pada kategori risiko rendah, masyarakat dapat menyimpan dana di tabungan atau deposito. Selain itu, ada juga reksa dana pasar uang yang relatif stabil dan dapat dicairkan kapan saja.

Sementara pada tingkat risiko menengah, masyarakat dapat mempertimbangkan instrumen seperti obligasi negara atau surat utang pemerintah. Dalam instrumen ini, investor akan mendapatkan imbal hasil berupa kupon yang dijamin oleh pemerintah.

“Pemerintah membutuhkan dana untuk berbagai proyek, sehingga mengeluarkan surat utang yang bisa dibeli masyarakat melalui lembaga keuangan. Dari situ investor mendapatkan imbalan berupa kupon atau bunga,” katanya.

Adapun pada tingkat risiko yang lebih tinggi, masyarakat dapat berinvestasi pada reksa dana campuran, reksa dana saham, hingga membeli saham secara langsung di pasar modal.

Dinna menegaskan bahwa dalam memberikan saran investasi kepada klien, ia selalu menyesuaikan dengan tujuan finansial serta profil risiko masing-masing individu.

Selain itu, ia memastikan seluruh instrumen investasi yang direkomendasikan telah diakui dan diawasi oleh regulator keuangan di Indonesia.

Tak hanya membantu merencanakan pertumbuhan kekayaan, Dinna juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk perlindungan finansial bagi keluarga jika terjadi risiko seperti meninggal dunia.

“Kalau seseorang meninggal dunia, keluarga atau ahli warisnya harus sudah disiapkan secara finansial. Jadi kita juga menyiapkan instrumen jangka panjang agar keluarga tetap memiliki jaminan keuangan,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai perencanaan keuangan, Dinna membuka kesempatan untuk berdiskusi secara langsung.

“Silakan membuat janji untuk berdiskusi. Ini bukan hanya soal uang, tapi bagaimana saya bisa membantu orang lain mencapai kebahagiaannya,” katanya.

Di luar aktivitasnya di bidang keuangan, Dinna juga dikenal sebagai promotor acara musik Jazz Hujan yang digelar pada Januari 2026 lalu di Bogor. Event tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Menurut Dinna, ia senang menciptakan sesuatu yang baru, termasuk menghadirkan kegiatan kreatif yang bisa dinikmati banyak orang.

“Jazz hujan merupakan salah satu event yang di inisiasi oleh walikota bogor yang saya bantu laksanakan sebagai wujud kecintaan saya terhadap kota bogor agar kota Bogor memiliki event music iconic tahunan yang dapat menjadi wadah kreasi seni dan penggerak ekonomi kota bogor sesuai dengan harapan walikota bogor,” ungkapnya.

Menutup perbincangan, Dinna mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Ia menilai kehidupan tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan dan generasi berikutnya.

“Kita hidup bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk besok dan seterusnya. Kelola keuangan dengan baik agar keluarga kita tetap bisa mempertahankan standar hidupnya di masa depan,” pungkasnya.***

Kemnaker–Pertamina Jajaki Kerja Sama Pelatihan HSE dan Operator SPBU

0

Bogordaily.net — Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi menerima audiensi Pertamina Corporate University (PCU) membahas potensi kerja sama pemanfaatan fasilitas Balai Besar/Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP/BPVP) sebagai tempat pelatihan Health, Safety & Environment (HSE) serta pelatihan operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), untuk memperkuat kompetensi SDM sektor energi agar lebih terstandar, aman, dan siap kerja.

“Yang kita jaga bukan hanya kompetensi di atas kertas, tapi keselamatan dan kualitas layanan di lapangan. Kalau pelatihan dibuat relevan, terukur, dan terhubung dengan kebutuhan industri, dampaknya terasa yaitu pekerja l ebih terlindungi dan layanan kepada masyarakat lebih profesional,” kata Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi, dalam keterangan pers Biro Humas, Minggu (1/3/2026).

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor energi yang menuntut standar keselamatan dan layanan yang konsisten.

Dalam usulan kerja sama, terdapat dua ruang kolaborasi utama yang dibahas. Pertama, pemanfaatan fasilitas BBPVP/BPVP sebagai tempat pelatihan HSE untuk pekerja Third Party Contract (TPC) Pertamina. Pelatihan HSE diposisikan sebagai kebutuhan fundamental untuk memperkuat standar keselamatan kerja, sekaligus mendorong standardisasi kompetensi melalui fasilitas pelatihan pemerintah yang dapat diakses lintas wilayah. Arah manfaatnya dibuat konkret yaitu semakin baik kompetensi HSE, semakin kecil ruang bagi kelalaian yang berujung pada kecelakaan kerja, gangguan operasional, atau risiko lain yang berdampak pada peke rja dan keluarganya.

“Dengan pelatihan vokasi yang lebih terstruktur dan bisa dijalankan di berbagai BBPVP/BPVP, dalam mengikuti pelatihan, pekerja dekat dengan domisili,” kata Cris.

Kedua, PCU mengusulkan pemanfaatan BBPVP/BPVP untuk pelatihan operator SPBU melalui Program Energy Service Academy (ESA). Program ini diarahkan untuk mencetak operator SPBU yang profesional, kompeten, dan siap kerja. Dampaknya dekat dengan kehidupan sehari-hari Masyarakat yaitu layanan di SPBU lebih rapi, standar pelayanan lebih seragam, dan kualitas pelayanan dapat ditopang oleh SDM yang terlatih.

Dari sisi kapasitas nasional, Cris memaparkan kesiapan ekosistem pelatihan vokasi yang dapat mendukung kolaborasi tersebut. Berdasarkan data per Desember 2025, Ditjen Binalavotas memiliki ribuan program pelatihan dalam SIAPkerja serta puluhan ribu skema sertifikasi, didukung jejaring BLK pemerintah, LPK swasta, dan BLK komunitas, serta sebaran BPVP dan satuan pelayanan di berbagai wilaya h. Penguatan ini menjadi fondasi agar kerja sama tidak hanya terpusat, tetapi bisa diperluas bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan fasilitas.

Sebagai tindak lanjut, Kemnaker dan PCU akan melanjutkan pembahasan teknis mengenai model pelatihan, kebutuhan fasilitas, skema pelaksanaan, serta opsi kerja sama berkelanjutan, termasuk penetapan langkah awal (milestone) yang realistis. Penyusunan dokumen kerja sama akan mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk pedoman kerja sama sesuai Permenaker Nomor 19 Tahun 2024, agar prosesnya tertib, akuntabel, dan tidak menimbulkan salah tafsir.***

Pemberdayaan BRI Tumbuhkan Kreativitas Pelaku Usaha ‘Hijasmita’ Lewat Desain Hijab Modern Bernuansa Lokal

0

Bogordaily.net – Scarf dan hijab kini tidak lagi sekadar pelengkap busana, tetapi menjadi medium ekspresi dan cerita. Hal ini diwujudkan oleh Hijasmita, brand fesyen asal Jakarta Timur yang mengangkat keindahan serta kearifan lokal Indonesia melalui desain scarf dan outer bergaya modern.

Hijasmita didirikan Mita pada awal 2019, setelah ia memutuskan resign dari pekerjaannya di akhir 2018. Berangkat dari keinginan untuk tetap produktif dan membangun sesuatu yang ia rintis sendiri, Mita memilih bisnis fesyen karena tren hijab printing yang sedang berkembang. Namun, ia menyadari pentingnya karakter brand yang kuat sehingga aktif mengikuti pelatihan dan program pembinaan untuk menemukan identitas Hijasmita.

Nama Hijasmita memiliki makna personal, diambil dari nama Asmita dan dimaknai sebagai simbol hijrah atau perubahan. Nama tersebut merepresentasikan perjalanan Mita dari karyawan menjadi wirausaha. Sejak awal, Hijasmita tidak hanya menjual produk fesyen, tetapi juga membawa pesan transformasi dan pengembangan diri.

Produk Hijasmita berfokus pada scarf yang dikreasikan secara fleksibel, mulai dari hijab, outer, waspina, hingga turunan seperti pouch dan scrunchie. Seluruh proses produksi mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan sisa kain agar tidak terbuang, sehingga setiap bahan memiliki nilai guna maksimal.

“Scarf itu sangat fleksibel, tidak hanya sebagai hijab, tetapi juga bisa menjadi outer, waspina, hingga diolah dari sisa kainnya. Saya ingin setiap bahan yang diproduksi tetap dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia,” ujar Mita.

Ciri khas Hijasmita terletak pada motif yang mengangkat ornamen lokal, khususnya dari Jakarta, seperti gigi balang, langkan, padi, dan flora Nusantara yang diterjemahkan dalam desain modern. Karya-karyanya telah tampil di berbagai pameran, masuk ke department store, menjalin kemitraan hingga Bali, serta menembus pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.

Perjalanan Hijasmita memasuki babak baru saat Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada 2023.

Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan intensif yang membantu arah pengembangan usahanya menjadi lebih terstruktur dan strategis.

Mita merasakan materi BRIncubator sangat aplikatif karena tidak hanya bersifat teoritis, tetapi langsung membahas tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Ia mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran, branding, digitalisasi, serta pengelolaan keuangan yang dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari.

“Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari,” kata Mita.

Dari proses evaluasi selama program, Mita menyadari pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah memaksimalkan produk outer, yang ternyata memiliki pasar lebih luas dibandingkan hijab, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi karakter utama Hijasmita.

Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga merasakan manfaat dari perluasan jejaring. Kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi BRI membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menjalankan usaha.

Ke depan, Mita berharap Hijasmita terus berkembang secara konsisten dan mampu melangkah lebih jauh, termasuk menembus pasar internasional. Ia mengaku pendampingan tidak hanya memberinya ilmu, tetapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha, sehingga merasa lebih kuat dan tidak sendirian dalam menghadapi tantangan bisnis.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya.***

Perkuat SDM Bidang Kesehatan, Danone Indonesia dan IPB University Tandatangani Kerja Sama Program Praktik Kerja Profesi Gizi

0

Bogordaily.net – Di tengah berbagai tantangan gizi dan kesehatan masyarakat, peran ahli gizi atau nutrisionis dituntut semakin adaptif.

Tidak hanya harus memiliki fondasi ilmiah yang kuat, ahli gizi juga harus mampu mengomunikasikan sains secara efektif, serta berkontribusi dalam program edukasi berbasis bukti.

Saat ini, pendidikan pun menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar program pendidikan profesi dapat menghadirkan pengalaman praktik nyata, sehingga para lulusan memiliki kesiapan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan isu kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University dalam penyelenggaraan Program Praktik Kerja Profesi (Internship) bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis.

Program ini bekerja sama dengan divisi Healthcare Nutrition (HN) Danone Indonesia, yang merupakan unit khusus yang berfokus pada ilmu gizi serta implementasi program edukasi kesehatan masyarakat berbasis bukti.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman praktik industri bagi calon nutrisionis, sekaligus mendorong pendidikan profesi gizi yang lebih kolaboratif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen IPB dalam mengembangkan pendidikan profesi agar lebih responsif terhadap tantangan kesehatan saat ini dan kebutuhan masyarakat.

“Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata dan berdampak. Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB memiliki peran strategis dalam memperkuat pendekatan di mana kesehatan manusia, lingkungan, dan sistem sosial saling berkaitan dan menjadi prioritas utama. IPB menjalin kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Danone Indonesia, untuk menghadirkan perspektif industri serta pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif, khususnya terkait isu krusial seperti kesehatan dan gizi. Melalui program ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana riset dan pendekatan berbasis bukti dijalankan secara profesional di industri kesehatan. Kami berharap para lulusan, nantinya dapat berperan di layanan primer, mampu menjembatani teori dan implementasi di masyarakat serta menghadirkan kontribusi yang terukur bagi kesehatan publik,” paparnya.

Program praktik kerja profesi ini akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Profesi Nutrisionis sepanjang tahun 2026 yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang.

Selama program berlangsung, peserta tidak hanya melakukan observasi dan pendampingan profesional, tetapi juga terlibat aktif dalam penyusunan konten edukasi berbasis sains, pengembangan materi komunikasi seperti infografis, penyelenggaraan diskusi dan webinar, hingga layanan konsultasi gizi bagi karyawan dan masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu dengan balita.

Skema ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman praktik yang terstruktur dan aplikatif, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan program kesehatan berbasis bukti di lingkungan industri.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen Danone Indonesia dalam memperkuat pengembangan SDM kesehatan yang adaptif dan berorientasi pada praktik nyata. Tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang kolaboratif dan berbasis bukti. Sebagai bagian dari komitmen global kami melalui Danone Impact Journey yang bertumpu pada pilar People, Health, dan Environment, kami percaya bahwa penguatan talenta kesehatan merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan publik. Sebagai perusahaan yang berfondasi pada riset di bidang kesehatan dan nutrisi, kami juga meyakini bahwa pengembangan SDM kesehatan memerlukan sinergi erat antara dunia akademik dan industri. Kerja sama program praktik kerja ini membuka ruang pembelajaran aplikatif, di mana mahasiswa, khususnya program studi nutrisionis dapat terlibat langsung dalam riset, program screening kesehatan, serta inisiatif community development berbasis sains yang kami jalankan dari sisi industri. Kami berharap pengalaman ini tidak hanya memperkaya perspektif mahasiswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menjadi nutrisionis yang kompeten secara teknis dan mampu menghadirkan solusi berbasis bukti yang relevan serta berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Medical Science Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Nutrisionis IPB University, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS menilai kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi strategis antara dunia akademik dan industri.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kompetensi nutrisionis, khususnya dalam aspek health promotion. Ke depan, nutrisionis tidak hanya berperan di layanan kesehatan, tetapi juga perlu aktif mengedukasi masyarakat melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan platform digital. Kami berharap pengalaman ini membekali mahasiswa untuk menjadi nutrisionis yang adaptif, komunikatif, serta mampu menyampaikan pesan gizi secara tepat dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi fondasi awal bagi kemitraan jangka panjang antara dunia akademik dan industri dalam memperkuat kapasitas nutrisionis Indonesia.

Integrasi antara pembelajaran profesi dan pemahaman terhadap implementasi program edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya sistematis untuk membangun ekosistem edukasi dan layanan gizi yang lebih responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat.

Program praktik kerja profesi kolaborasi Danone Indonesia dan IPB ini diharapkan dapat menghadirkan lulusan nutrisionis yang adaptif dan mampu menerjemahkan ilmu gizi menjadi intervensi edukasi yang relevan, efektif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.***