Home Blog Page 8

Tarif Transjabodetabek Naik, Tak Lagi Flat Rp3.500

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan kebijakan baru terkait tarif layanan Transjabodetabek. Jika selama ini penumpang membayar tarif flat Rp3.500, ke depan tarif akan disesuaikan dengan jarak tempuh dan karakteristik layanan yang digunakan.

Rencana tersebut disampaikan seiring evaluasi terhadap pengembangan layanan transportasi lintas wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang terus diperluas oleh Transjakarta.

Tarif Akan Disesuaikan Jarak dan Layanan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa skema tarif baru tidak akan disamaratakan untuk seluruh rute.

Penyesuaian akan mempertimbangkan dua hal utama, yakni jarak perjalanan dan kualitas layanan yang diterima penumpang.

Dengan skema ini, rute yang memiliki jarak lebih jauh atau layanan khusus kemungkinan akan memiliki tarif berbeda dibandingkan rute reguler di dalam kota.

Rute Bandara Jadi Acuan Evaluasi

Salah satu layanan yang menjadi perhatian dalam evaluasi tarif adalah rute Transjabodetabek SH2: Blok M – Bandara Soekarno-Hatta.

Rute tersebut mulai dioperasikan oleh Transjakarta pada 12 Maret 2026 dan menjadi layanan strategis yang menghubungkan pusat Jakarta dengan bandara internasional.

Karena karakteristiknya berbeda dari rute biasa, Pemprov DKI menilai tarif layanan tersebut tidak realistis jika tetap disamakan dengan tarif reguler Rp3.500.

Kisaran Tarif Rp10 Ribu hingga Rp15 Ribu

Pemprov DKI Jakarta berencana membahas besaran tarif untuk rute Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu dekat. Tarif yang dipertimbangkan berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.

Meski demikian, keputusan final belum ditetapkan. Pemerintah akan terlebih dahulu mengevaluasi operasional rute tersebut selama tiga bulan sebelum menentukan tarif resminya.

Penyesuaian tarif ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih proporsional dan berkelanjutan.

Dengan mempertimbangkan jarak dan layanan, pemerintah berharap tarif yang diterapkan dapat lebih sesuai dengan biaya operasional tanpa mengurangi minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan perhatian publik karena berpotensi mengubah pola tarif yang selama ini dikenal sederhana dan murah bagi pengguna Transjakarta dan Transjabodetabek.

Keputusan resmi mengenai tarif baru diperkirakan akan diumumkan setelah masa evaluasi operasional rute SH2 selesai dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.***

Koleksi Tanaman Langka Kebun Raya Bogor Dicuri, Pria Asal Jakarta Diamankan Polisi

0

Bogordaily.net – Kasus pencurian tanaman langka kembali terjadi di kawasan konservasi Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat. Seorang pria berinisial JE asal Jakarta diamankan setelah diduga mencuri sejumlah tanaman koleksi konservasi yang memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena tanaman yang dicuri bukan tanaman biasa, melainkan spesimen langka yang berada di area konservasi dan mendapat perlindungan khusus. Aksi pelaku juga sempat terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi.

Seorang pria berinisial JE asal Jakarta diamankan setelah kedapatan mencuri tanaman langka jenis kantong semar (Nepenthes) yang merupakan koleksi konservasi di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pencurian itu terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026. Setelah aksinya diketahui petugas, pelaku berhasil diamankan sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Aksi pencurian tersebut terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026, dan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area konservasi.

Setelah diamankan oleh petugas Kebun Raya Bogor, pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.

Pihak Kebun Raya Bogor menegaskan bahwa tanaman yang menjadi sasaran pencurian merupakan bagian dari koleksi konservasi yang memiliki fungsi penting dalam kegiatan penelitian, edukasi, dan pelestarian spesies langka.

Pejabat Humas Kebun Raya Bogor, Desy Susilawati, mengatakan tanaman yang dicuri merupakan koleksi konservasi yang memiliki nilai penting dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

“Telah terjadi tindak pencurian kantong semar (Nepenthes) yang merupakan salah satu koleksi konservasi di area Kebun Raya Bogor. Kantong semar merupakan tanaman langka dan dilindungi di dalam Kebun Raya Bogor,” ujar Desy dalam keterangan tertulis, Senin 8 Juni 2026.

Desy menjelaskan bahwa setelah identitas terduga pelaku diketahui, pihak Kebun Raya Bogor segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar kasus tersebut dapat diproses sesuai aturan yang berlaku.

Menurut Desy, terduga pelaku berinisial JE telah diamankan dan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hasil pemeriksaan kepolisian mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi pencurian tersebut ternyata tidak hanya dilakukan satu kali.

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi pencurian tersebut ternyata bukan kali pertama dilakukan oleh pelaku. JE mengaku telah berulang kali mencuri tanaman koleksi konservasi sejak 16 Mei 2026.

“Dari hasil keterangan pelaku menjelaskan bahwa dia melakukan pencurian tersebut sejak tanggal 16 Mei 2026 dan terakhir pada tanggal 6 Juni 2026. Tanaman tersebut dicuri dari tempat Konservasi Rumah Kaca Kebun Raya Bogor,” kata Waluyo.

Polisi kemudian mengidentifikasi sejumlah tanaman yang diduga telah diambil pelaku dari area Rumah Kaca Konservasi.

Tanaman-tanaman tersebut merupakan koleksi yang memiliki nilai konservasi tinggi dan tidak mudah ditemukan di alam.

Polisi mengungkap sejumlah tanaman langka yang telah dicuri pelaku, di antaranya satu spesimen Nepenthes clipeata, satu spesimen Nepenthes ventricosa hybrid, serta satu spesimen Treubiana maxima talagensis. Seluruh tanaman tersebut diambil dari area Rumah Kaca Konservasi Kebun Raya Bogor.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku tidak menjual tanaman hasil curian tersebut. Ia menyebut tanaman-tanaman langka itu diambil untuk disimpan dan dijadikan koleksi pribadi di rumahnya.

Kepada penyidik, JE mengaku mencuri tanaman-tanaman langka tersebut untuk dijadikan koleksi pribadi di rumahnya.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dan berencana mendatangi kediaman pelaku guna mengamankan tanaman hasil curian yang diduga masih disimpan di lokasi tersebut.

“(Alasan mencuri) dengan maksud untuk dikoleksi di rumahnya. Selanjutnya penyidik Polsek Bogor Tengah akan mendatangi rumah pelaku untuk mengamankan tanaman yang dicuri sebelumnya di rumah pelaku,” ujar Waluyo.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan tanaman kantong semar atau Nepenthes yang dikenal sebagai salah satu jenis tumbuhan unik dan langka.

Tanaman tersebut merupakan bagian penting dari koleksi konservasi yang dijaga dan dikembangkan untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya tanaman koleksi lain yang turut dicuri selama periode aksi yang diakui pelaku.

Sementara itu, upaya pengamanan terhadap koleksi konservasi di Kebun Raya Bogor juga menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.***

Minyakita Tak Lagi untuk Bantuan Pangan, Pemerintah Fokuskan Seluruh Pasokan ke Pasar Rakyat

0

Bogordaily.net – Pemerintah mengambil langkah baru dalam pengelolaan distribusi minyak goreng rakyat Minyakita. Ke depan, produk yang selama ini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tersebut akan difokuskan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan pasar rakyat.

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan stok Minyakita tetap terjaga dan lebih mudah diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.

Dengan perubahan kebijakan ini, distribusi Minyakita diharapkan menjadi lebih optimal dan tepat sasaran.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso menegaskan bahwa, program minyak goreng rakyat Minyakita tidak lagi dialokasikan untuk bantuan pangan pemerintah.

Keputusan tersebut menandai perubahan arah distribusi Minyakita yang sebelumnya juga digunakan dalam sejumlah program bantuan pangan.

Kini, pemerintah ingin memastikan seluruh pasokan yang tersedia dapat langsung diserap oleh pasar dan menjangkau konsumen secara lebih luas.

Ke depan, seluruh pasokan Minyakita akan difokuskan 100 persen untuk distribusi ke pasar rakyat.

Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan stok dan memudahkan masyarakat mendapatkan Minyakita di pasaran.

Dengan pasokan yang sepenuhnya diarahkan ke pasar rakyat, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam memperoleh Minyakita.

Ketersediaan barang di tingkat pedagang dan pengecer juga diharapkan menjadi lebih stabil sehingga kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik.

Selain membahas kebijakan distribusi, Menteri Perdagangan juga memberikan penjelasan terkait status Minyakita yang selama ini masih sering disalahpahami oleh sebagian masyarakat.

Menurut Budi Santoso, masih banyak yang menganggap Minyakita merupakan produk yang mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah.

Padahal, skema yang digunakan dalam penyediaan Minyakita berbeda dengan program subsidi yang selama ini dikenal masyarakat.

Selain itu, Mendag juga meluruskan anggapan publik mengenai status Minyakita.

Menurutnya, Minyakita bukan merupakan produk subsidi pemerintah, melainkan bagian dari skema Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Melalui skema tersebut, produsen minyak goreng memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sebelum melakukan aktivitas ekspor.

Kebijakan ini diterapkan agar kebutuhan masyarakat di dalam negeri tetap terpenuhi dan pasokan minyak goreng dapat tersedia secara berkelanjutan.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai mekanisme penyediaan Minyakita.***

Badai PHK dan Nasib Pekerja Indonesia

0

Bogordaily.net – Ketenagakerjaan Indonesia tengah menghadapi tekanan berat akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin sulit dibendung. Memasuki 2026, konflik bersenjata di berbagai penjuru dunia berdampak pada lonjakan harga bahan baku impor, merosotnya pasar ekspor, dan mendorong industri manufaktur memangkas biaya operasional secara masif. Gejolak ekonomi global ini menjadi ancaman nyata bagi jutaan pekerja Indonesia, khususnya di sektor yang sangat bergantung pada rantai pasok internasional.

KSPI mengungkapkan bahwa sejak awal April 2026, tidak kurang dari 10 perusahaan memperingatkan potensi PHK yang diperkirakan menimpa sekitar 9.000 tenaga kerja (KSPI, Press Release, April 2026).

Kini peringatan itu menjadi kenyataan. Sektor sepatu, tekstil, otomotif, dan manufaktur berorientasi ekspor tercatat paling terpukul, sementara para pekerja yang tidak punya andil atas krisis ini justru menjadi pihak pertama yang menanggung akibatnya.

Realita ini menuntut respons serius dari semua pihak. Tulisan ini mengangkat dua kasus PHK sebagai cerminan nyata dari problematika yang lebih luas, sekaligus mengkaji dampak dan tindakan yang mendesak untuk diambil.

Pada Mei 2026, PT Xacti Indonesia di Depok resmi tutup dan memberhentikan sekitar 350 karyawannya. Menurut KSPI, penyebab utamanya adalah tekanan ekonomi global akibat konflik berkepanjangan yang membuat harga bahan baku impor melonjak tajam, sementara permintaan ekspor justru menurun. Sebagai perusahaan berorientasi ekspor penuh, PT Xacti tidak sanggup bertahan dan terpaksa menghentikan operasionalnya.

Para pekerja menerima pesangon dua kali lipat ketentuan undang-undang, ditambah penghargaan masa kerja dan penggantian hak. Kendati demikian, Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa kasus ini adalah konfirmasi nyata bahwa gelombang PHK yang diperingatkan kini benar-benar terjadi dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Gelombang ini tidak hanya terjadi di Depok, melainkan menyebar ke kawasan industri lainnya. Di Banten, Tangerang, dan Serang, perusahaan seperti PT Shewa, Luncheong, dan PT PWI mem-PHK ratusan pekerja di sektor sepatu dan tekstil.

Bahkan Nikomas pun memangkas sekitar 279 posisi (KSPI, Laporan PHK, Mei 2026).
Di Karawang, satu perusahaan tutup dengan sekitar 295 pekerja terdampak, ditambah efisiensi 294 orang lainnya dan PHK akibat disharmoni industrial sekitar 200-an orang.

Di Sidoarjo, CV Asri mem-PHK sekitar 200 pekerja. Sektor otomotif pun mulai terdampak karena kenaikan harga kendaraan menekan permintaan, memaksa perusahaan ikut melakukan efisiensi (KSPI, Laporan PHK, Mei 2026).

Rentetan PHK ini menghadirkan dampak luas, tidak hanya bagi pekerja yang terdampak langsung, tetapi juga keluarga mereka dan perekonomian daerah.
Secara ekonomi, hilangnya penghasilan ratusan keluarga secara mendadak menggerus daya beli masyarakat lokal.

Pekerja yang belum mendapat pekerjaan baru terpaksa memangkas pengeluaran, menekan omzet usaha kecil di sekitar kawasan industri dan menciptakan efek domino bagi perekonomian daerah.

Secara psikologis dan sosial, kehilangan pekerjaan menimbulkan tekanan mental yang berat. Bagi buruh yang telah mengabdi bertahun-tahun, PHK bukan sekadar kehilangan gaji, tetapi juga identitas dan rasa aman.

Kondisi ini berisiko mendorong angka kemiskinan naik, memperparah kesehatan jiwa, serta menambah beban sosial di wilayah yang bergantung pada sektor industri formal.

PHK ini sekaligus menyingkap rapuhnya posisi pekerja Indonesia dalam ekosistem industri yang sangat bergantung pada pasar luar negeri. Saat kondisi global memburuk, pekerjalah yang paling cepat terdampak, sering kali tanpa waktu untuk bersiap diri.

Menghadapi ini, diperlukan tindakan nyata dari berbagai pihak agar gelombang PHK tidak terus meluas. Sebagai langkah jangka pendek, negara harus hadir secara proaktif.

Penulis mendorong pemerintah mempercepat pencairan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) agar korban PHK segera mendapat pengaman finansial.

Diversifikasi pasar ekspor dan pengurangan ketergantungan bahan baku impor perlu didorong lebih serius. Pengawasan ketenagakerjaan pun harus diperkuat melalui sistem pelaporan digital dan sanksi tegas bagi perusahaan yang mengabaikan kewajiban pesangon atau menjalankan PHK tanpa prosedur sah.

Pemenuhan hak pesangon seperti yang dilakukan PT Xacti harus menjadi standar minimum semua perusahaan, bukan pengecualian. Pengusaha juga sebaiknya melibatkan serikat pekerja sejak dini saat menghadapi tekanan finansial, sehingga opsi selain PHK, seperti pengurangan jam kerja atau renegosiasi kontrak, dapat dipertimbangkan sebelum PHK diputuskan.

Serikat pekerja perlu aktif memantau kondisi finansial perusahaan dan memberikan peringatan dini kepada anggotanya, seperti yang telah dilakukan KSPI. Para pekerja pun perlu memahami hak-hak normatif mereka, dari hak pesangon hingga akses perlindungan sosial, agar tidak mudah dirugikan di tengah situasi yang penuh tekanan.

Agar roda perekonomian tetap bergerak, setiap pihak perlu mengambil peran konkret. Pemerintah harus mempercepat program reskilling dan upskilling bagi korban PHK.

Pelaku usaha didorong mengutamakan dialog dengan serikat pekerja sebelum memutuskan PHK dan memenuhi seluruh kewajiban hukum. Bagi pekerja, membangun literasi keuangan dan keterampilan adaptif menjadi bekal penting agar tidak terlalu bergantung pada satu sektor.

Lembaga vokasi pun perlu bergerak cepat menyediakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Harapan terbesar adalah agar pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja dapat berkolaborasi lebih erat dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, kokoh, dan berkeadilan.

Pekerja bukanlah angka dalam neraca keuangan yang bisa mudah disesuaikan ketika bisnis lesu. Mereka adalah manusia dengan keluarga dan kebutuhan nyata, yang sudah semestinya mendapat perlindungan penuh dari negara, terutama di tengah situasi paling sulit sekalipun.***

Penulis: Rachel Amanda Agustina (Mahasiswi Universitas Pamulang, Program S1 Studi Manajemen)

 

Kelurahan Sindangrasa Paparkan Potensi Daerah, Jalan R3 Siap Dongkrak Ekonomi Baru

0

Bogordaily.net – Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, memaparkan secara komprehensif peta potensi wilayah, tantangan infrastruktur, hingga kesiapan warga dalam menyambut kelanjutan proyek strategis jalan Regional III (R3).

Pemaparan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Sindangrasa, Muhamad Badru Jaman pada Selasa 9 Juni 2026.

​Dalam penjelasannya, Muhamad Badru Jaman membedah profil wilayah Sindangrasa mulai dari aspek tata guna lahan, kondisi demografis, mitigasi bencana, hingga proyeksi kebangkitan ekonomi pasca-terkoneksinya Jalur R3 yang digadang-gadang menjadi solusi pengurai kemacetan di kawasan Tajur.

​Kelurahan Sindangrasa memiliki luas wilayah sekitar 106 hektar atau setara sepertiga dari luas Kelurahan Katulampa.

Berdasarkan peta potensi, persentase permukiman mendominasi kawasan ini, sementara sektor agraris tergolong sangat minim.

​”Persentase permukiman kita berada di angka 2,6%, sedangkan sawah hanya sisa 3,5% dengan kondisi eksisting ladang sekitar 19,77%. Artinya, keberadaan sawah dan kebun yang sedikit ini menggambarkan bahwa penduduk kita tidak memiliki tradisi atau kultural yang kuat di bidang pertanian,” ujar Badru Jaman.

​Melihat karakteristik tersebut, pihak kelurahan menekankan pentingnya penguatan program pertanian perkotaan.

​”Program urban farming harus diperkuat untuk memotivasi warga agar bergerak di bidang pertanian perkotaan, memanfaatkan lahan-lahan terbatas yang ada,” lanjutnya.

​Meskipun lahan pertaniannya minim, Sindangrasa diapit oleh dua sungai besar dan memiliki banyak titik mata air.

Namun, karakteristik wilayah yang berada di dataran rendah atau menjadi tempat lintasan air ini memicu tantangan tersendiri.

Potensi banjir limpahan menjadi permasalahan klasik yang harus dibenahi melalui penguatan sistem drainase.

​Dari sisi demografis dan sosial, berdasarkan data semester 2 tahun 2025, jumlah penduduk Sindangrasa tercatat sebanyak 16.967 jiwa dengan komposisi gender yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 3.869 unit rumah di wilayah tersebut.

​Pertumbuhan penduduk ini berbanding lurus dengan volume sampah yang dihasilkan. Saat ini, potensi sampah di Sindangrasa mencapai 11.388 kilogram (sekitar 11,3 ton) per hari. Namun, armada resmi baru mampu mengangkut sekitar 3.000 kilogram sampah per hari.

​”Sisanya dikelola melalui program inovatif di masyarakat, salah satunya melalui pengembangan bank sampah dan pengelolaan mandiri untuk memilah sampah organik dan anorganik,” jelas Badru.

​Di sektor ekonomi dan fiskal, Kelurahan Sindangrasa memiliki potensi yang cukup besar. Tercatat ada sekitar 4.187 Wajib Pajak (WP) dengan potensi nilai fiskal mencapai Rp2,7 miliar.

Untuk realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), capaian kelurahan sejauh ini berkisar di angka 67,5% atau setara dengan Rp1,75 miliar.

Selain itu, terdapat 940 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus diberikan pembinaan dan dukungan stimulus agar naik kelas.

​Salah satu topik krusial yang dibahas adalah kelanjutan pembangunan Jalur Regional III (R3) yang akan melintasi wilayah Sindangrasa.

Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi katalis utama kebangkitan ekonomi warga sekaligus solusi memecah kemacetan kronis di Jalan Raya Tajur.

​”Saat ini kondisi ekonomi kita terkesan berada di dalam, dalam tanda kutip potensinya agak kurang karena aksesnya tersembunyi jika dibandingkan dengan wilayah yang berada di sisi jalan utama. Tetapi nanti kalau Jalur R3 ini sudah jadi dan terkoneksi, kebangkitan ekonomi di Sindangrasa akan sangat luar biasa,” kata Badru optimis.

​Menanggapi pertanyaan awak media mengenai dinamika pembebasan lahan dan respons sosial, Badru memastikan bahwa proses komunikasi dengan warga terdampak berjalan sangat kondusif.

​”Secara kasat mata, masyarakat justru menyambut baik dan mendukung penuh. Mereka sering bertanya kapan realisasinya. Komunikasi dan sosialisasi lewat RT, RW, serta tim teknis berjalan aman dan lancar. Kami terus memverifikasi data agar tidak ada satu pun bidang tanah warga yang terlewat atau tidak terdaftar,” tegasnya.

​Terkait imbas pembangunan R3 yang kabarnya akan membelah kawasan wisata Kuntum, pihak kelurahan menyatakan belum menerima informasi detail atau data resmi dari pihak manajemen, mengenai langkah jangka panjang tempat wisata tersebut, apakah akan bertahan atau berpindah lokasi.

Kendati demikian, selama ini keberadaan destinasi tersebut diakui memberikan kontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan partisipasi lingkungan.

​Sebagai langkah antisipasi kemacetan di jalur Tajur selama proyek berjalan, kelurahan berkoordinasi untuk mengoptimalkan jalur alternatif ke arah Ciawi, serta melakukan pemasangan rambu-rambu petunjuk jalan dan lampu penerangan di titik-titik rawan penumpukan kendaraan.

​Pemerintah Kota Bogor sendiri terus mengucurkan anggaran intervensi ke wilayah ini. Pada tahun anggaran 2025, realisasi belanja pembangunan di Sindangrasa bersumber dari APBD Kota Bogor, ditambah intervensi APBN sebesar Rp140 juta, serta kontribusi CSR dan Swadaya Masyarakat senilai Rp100 juta yang mencerminkan tingginya semangat gotong royong warga.

​Di sisi lain, posisi geografis Sindangrasa menuntut kewaspadaan tinggi terhadap potensi bencana alam.

Berdasarkan data rekapitulasi kelurahan, beberapa titik rawan bencana yang sering terjadi di antaranya adalah tanah longsor, tembok runtuh, pohon tumbang, banjir limpahan, hingga kejadian rumah ambruk.

​”Kejadian rumah ambruk rata-rata menimpa bangunan dengan struktur lama yang belum menggunakan standar konstruksi modern, yang kemudian terkikis oleh faktor usia dan cuaca buruk. Kami terus mengimbau warga melalui pengurus RT dan RW yang berjumlah 64 personel (52 RT dan 12 RW) untuk meningkatkan kesiapsiagaan lingkungan,” pungkas Badru Jaman menutup pemaparannya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Hendak Antar MBG, Mobil BGN Tabrak Bangunan di Tamansari hingga Roboh

0

Bogordaily.net – Mobil milik Badan Gizi Nasional (BGN) menabrak bangunan hingga roboh di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa 9 Juni 2026.

Kapolsek Tamansari, Iptu Azis Hidayat menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi pada siang hari saat sopir hendak mengantar Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Supir sedang nganterin untuk penerima manfaat, mungkin jalan gangnya sempit dan mobil besar,” kata Iptu Azis, Selasa 9 Juni 2026.

Menurut Kapolsek, sopir diduga salah menginjak pedal sehingga menabrak tembok bangunan hingga mobil ringsek. Beruntung sopir berhasil selamat.

“Jadi mungkin salah pencet pedal malah mencet pedal gas. Iya ringsek, penyok bemper depan, sopir gapapa, hancur roboh,” jelasnya.

Sementara itu, pihak BGN mengaku bersedia bertanggung jawab untuk membangun kembali bangunan yang roboh tersebut.

“Dari pihak MBG siap bertanggung jawab, maka ada RAB untuk bikin gapura lagi,” ungkap Azis.(Albin)

Cerah Hingga Malam, Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Selasa 9 Juni 2026

0

Bogordaily.net – Berikut adalah ramalan cuaca terbaru untuk Kota Bogor Selasa 9 Juni 2026 menurut BMKG di 6 wilayah ini.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Selasa 9 Juni 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Cerah
Suhu: 21-23°C
Kelembapan:83–93%

Bogor Timur

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-24°C
Kelembapan: 80–90%

Bogor Tengah

Cuaca: Cerah
Suhu: 22-24°C
Kelembapan:80-90%

Bogor Barat

Cuaca: Cerah
Suhu: 23-26°C
Kelembapan:76–88%

Bogor Utara

Cuaca: Cerah
Suhu: 23-26°C
Kelembapan: 76-86%

Tanah Sareal

Cuaca: Cerah
Suhu: 23-26-°C
Kelembapan:76–87%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Selasa 9 Juni 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Ronaldo dan Messi Bisa Bikin Rekor Baru di Piala Dunia, Termasuk Catatan Buruknya

0

Oleh M. Syahran W. Lubis, penulis buku Para Jawara Piala Dunia (2014) serta Piala Dunia, 96 Tahun Penuh Sesak Drama & Kontroversi dan 13 Kisah Tragis Sepakbola (2026).

Piala Dunia 2026, yang segera bergulir mulai 12 Juni dini hari WIB, layak diprediksi bakal memecahkan sejumlah rekor. Tentu saja dua rekor yang langsung terpecahkan saat turnamen akbar itu belum dimulai ada jumlah tuan rumah.

Rekor lain yang bakal terpecahkan tentunya jumlah pertandingan, jumlah penonton, angka-angka terkait finansial, tetapi bisa juga catatan-catatan minus seperti jumlah kartu kuning dan kartu merah.

Namun, khusus di tulisan ini kita akan soroti rekor-rekor apa saja yang pantas kita tunggu dari dua pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Portugal merupakan pantas dinantikan meskipun prestasi terbaik mereka finis sebagai peringkat ketiga Piala Dunia terjadi 60 tahun lalu di Piala Dunia 1966. Bicara Portugal berarti bicara Cristiano Ronaldo.

Pemain yang telah berusia 41 tahun itu tetap tampil sebagai ujung tombak tajam tanpa menunjukkan penurunan kemampuan fisik walauun beberapa kali cedera dalam setahun terakhir.

Pemain bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu baru saja membawa Al-Nassr juara Saudi Pro League musim 2025–2026.

Kontribusi Ronaldo sangat penting dalam pencapaian klubnya, karena dia menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnya dengan 28 gol plus memasok dua assist. Torehan 28 gol itu menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar top skor.

Sekarang kita nantikan apakah ketajamannya berlanjut di Piala Dunia 2026. Jika Ronaldo mampu mencetak satu gol saja di Piala Dunia 2026, dia akan mempertajam rekor baru sebagai satu-satunya pemain yang menjebol gawang lawan di enam Piala Dunia sejak dia melakukannya pertama di Piala Dunia 2006.

Catatan kerennya lagi, Ronaldo mencetak gol di lima Piala Dunia itu secara berturut-turut. Jadi, dia berpotensi mempertajam rekornya menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol di enam Piala Dunia secara beruntun. Sebagai perbandingan, Lionel Messi juga membela Argentina sejak Piala Dunia 2006, tetapi gagal mencetak gol di Piala Dunia 2010.

Kemungkinan Ronaldo untuk menjebol gawang lawan di Piala Dunia 2026 sangat besar, karena Portugal tergabung di Grup K bersama dengan dua tim yang relatif lemah yakni Republik Demokratik Kongo dan Uzbekistan, selain juga ada Kolombia.

Melawan Repoublik Demokratik Kongo, yang ketika lolos ke putaran final Piala Dunia 1974 bernama Zaire, dan Uzbekistan, yang berstatus debutan, sangat terbuka kemungkinan Ronaldo mencetak gol. Jadi, bersiaplah ikut bersukacita dengan rekor baru CR7.
Mengenai Lionel Messi, kita sangat layak menantikan lahirnya rekor baru yang jika terjadi, itu termasuk rekor super yang sulit dipecahkan pemain mana pun.

Top skor sepanjang masa Piala Dunia saat ini tercatat atas nama mantan ujung tombak Timnas Jerman, Miroslav Klose. Pemain depan berdarah Polandia itu telah mencetak 16 gol dalam empat Piala Dunia dari edisi 2002 hingga 2014.

Sementara itu, Messi sudah mencetak 13 gol. Jadi, jika berhasil mencetak empat gol di Piala Dunia 2026, dia memecahkan rekor Klose dengan 17 gol.

Peluang itu pun sangat terbuka. Argentina masuk Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Melawan tim debutan Yordania, tim Tango bersama Messi berpotensi pesta gol. Kalau boleh sedikit lebay, Messi bisa “sambil merem” menjebol gawang tim Timur Tengah tersebut.
Kalau setidaknya mampu mencetak tiga gol saja, Lionel Andres Messi sudah berhak menyandang gelar top skor sepanjang masa Piala Dunia, sayangnya masih harus berbagi dengan Klose. Tentu akan lebih keren jika dia mencetak empat gol sehingga melewati Klose.

Namun, itu kita baru bicara soal rekor Messi dari sisi positifnya. Ada juga ternyata rekor tak elok Messi yang bisa jadi terpecahkan—tentu tanpa keinginannya—di Piala Dunia kali ini.
Mungkin lebih banyak yang tidak tahu bahwa di satu sisi Messi pemain yang paling banyak mengeksekusi penalti sepanjang sejarah Piala Dunia (di luar adu penalti) yaitu enam kali, tetapi di sisi lain dia juga pemain yang paling banyak gagal memanfaatkan tendangan penalti menjadi gol di Piala Dunia yaitu dua kali. Itu terjadi saat melawan Polandia pada edisi 2022 di Qatar dan ketika melawan Islandia 4 tahun sebelumnya di Rusia.

Saat ini Messi menyandang rekor buruk itu bersama Asamoah Gyan (Ghana). Jadi, kalau Messi sekali saja gagal menjebol gawang lawan dari titik penalti di Piala Dunia 2026, dia “mempertajam” rekor buruk dengan tiga kali gagal dan itu menghapus nama Gyan dari penyandang rekor negatif tersebut.

Jadi, kita nantikan saja mana rekor yang akan terpecahkan di Piala Dunia 2026.***

Transformasi Wealth Management Berbuah Prestasi, BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali meraih pengakuan internasional dengan mendapatkan penghargaan Best Private Bank di Indonesia pada ajang Global Private Banking Innovation Awards 2026, yang diselenggarakan oleh Global Private Banker di Singapura (4/6).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas transformasi wealth management BRI yang terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan nasabah, khususnya di segmen affluent dan high net worth individuals.

Dalam penilaiannya, Global Private Banker menyoroti keberhasilan transformasi wealth management BRI melalui inisiatif Wealth Ecosystem Transformation yang memperkuat pendekatan advisory dan pengalaman nasabah. Transformasi tersebut turut mendorong pertumbuhan jumlah investor baru sebesar 280,68% serta peningkatan dana kelolaan reksa dana (mutual fund under management) sebesar 93,31% hingga Desember 2025.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menilai penghargaan tersebut mencerminkan semakin pentingnya peran wealth management dalam mendampingi nasabah menghadapi kebutuhan finansial yang kian kompleks.

Menurutnya, nasabah saat ini tidak hanya membutuhkan akses terhadap berbagai solusi keuangan, tetapi juga perspektif dan pendampingan yang membantu mereka mengambil keputusan secara lebih terukur.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya BRI dalam membangun wealth management yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah. Kami melihat bahwa pengelolaan aset saat ini tidak hanya berfokus pada penciptaan nilai, tetapi juga pada bagaimana nilai tersebut dapat dijaga dan diteruskan lintas generasi. Karena itu, kami terus memperkuat peran BRI sebagai mitra terpercaya bagi nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansialnya,” ujar Aris.

Dalam mengembangkan wealth management, BRI mengedepankan pendekatan advisory yang didukung oleh tenaga profesional berpengalaman dan tersertifikasi untuk mendampingi nasabah dalam berbagai aspek perencanaan keuangan, mulai dari investasi, perlindungan aset, hingga perencanaan pensiun dan pewarisan aset lintas generasi. Pendekatan tersebut didukung oleh jaringan layanan nasabah prima BRI yang terdiri dari 43 outlet, mencakup 2 Signature Private BRI Outlet dan 41 Sentra Layanan BRI Prioritas, serta 152 Priority Lounge yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Aris menambahkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan nasabah menjadi fondasi dalam pengembangan wealth management BRI, sekaligus menjadi dasar bagi perseroan dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan finansial setiap nasabah.

“Pada akhirnya, pencapaian ini merupakan refleksi dari kepercayaan yang diberikan nasabah kepada BRI. Sejalan dengan komitmen BRI menjadi Satu Bank untuk Semua, kami akan terus menghadirkan solusi keuangan yang komprehensif untuk membantu nasabah membangun, menjaga, dan meneruskan asetnya secara berkelanjutan,” pungkas Aris.***

Bapenda Kota Bogor Siap Evaluasi OPD Penghasil PAD

0

Bogordaily.net – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor akan menggelar rapat koordinasi Tim Pendapatan Daerah guna mengevaluasi kinerja seluruh OPD penghasil PAD.

Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengatakan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan yang menyebabkan rendahnya realisasi pendapatan di sejumlah sektor.

“Kami akan memanggil seluruh OPD penghasil untuk mengevaluasi capaian pendapatan masing-masing. Yang realisasinya masih rendah harus diketahui kendalanya, apakah karena regulasi, objek retribusi, sistem pemungutan, atau faktor lainnya,” kata Abdul Wahid

Berdasarkan data monitoring pendapatan daerah per 5 Juni 2026, total penerimaan retribusi dan pendapatan daerah non-pajak Kota Bogor baru mencapai Rp13,5 miliar.

Kontributor terbesar berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan realisasi Rp7,09 miliar dari retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan. Angka tersebut menyumbang lebih dari separuh total penerimaan retribusi daerah.

Posisi kedua ditempati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan pendapatan Rp2,73 miliar, yang berasal dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), penyedotan kakus, dan pengelolaan limbah cair.

Sementara itu, UPTD Rusunawa mencatat penerimaan Rp800,25 juta dari pemanfaatan aset daerah dan sewa rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Pendapatan lainnya berasal dari UPTD Rumah Potong Hewan Terpadu sebesar Rp544,5 juta, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Rp466,8 juta, Dinas Pemuda dan Olahraga Rp433,95 juta, Dinas Tenaga Kerja Rp178,81 juta, serta Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian sebesar Rp137,95 juta.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih menunjukkan kinerja yang sangat rendah. UPTD Public Safety Center (PSC) 119 hanya mencatat penerimaan Rp6,5 juta dari pelayanan kesehatan tertentu. Sedangkan Dinas Perumahan dan Permukiman membukukan Rp65 juta dari pelayanan tempat rekreasi dan pemanfaatan aset daerah.

Bahkan terdapat beberapa jenis retribusi yang hingga awal Juni 2026 belum menghasilkan penerimaan sama sekali.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Bapenda karena berpotensi menghambat pencapaian target PAD Kota Bogor tahun 2026.

Abdul Wahid menegaskan, rapat koordinasi yang akan digelar dalam waktu dekat tidak hanya membahas capaian pendapatan, tetapi juga memetakan potensi yang belum tergarap serta menyusun strategi percepatan pada semester kedua tahun berjalan.

“Kami ingin seluruh OPD memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan PAD. Jangan sampai ada potensi yang sebenarnya bisa menghasilkan pendapatan tetapi belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Menurutnya, pendapatan daerah merupakan instrumen penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.

Karena itu, setiap OPD diminta lebih agresif menggali sumber-sumber pendapatan yang memiliki dasar hukum dan potensi ekonomi yang jelas.

Rapat koordinasi Tim Pendapatan Daerah dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh perangkat daerah penghasil pendapatan guna mempercepat pencapaian target PAD Kota Bogor tahun 2026.(Muhammad Irfan Ramadan)