Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 805

Memahami “Rea Ketan Rea Keton”, Falsafah Sunda Dedi Mulyadi yang Dulu Disangka Mantra

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memegang teguh falsafah Sunda, kalimat yang selalu ia dengungkan adalah: Rea Ketan Rea Keton. Apa maknanya?

Meski sudah jadi Gubernur, ia kembali ke dunia yang dicintainya: desa, sawah, ternak, olahraga.

Di Lembur Pakuan, Subang — tempat tinggalnya — ia membuktikan satu hal: falsafah Sunda yang ia pegang teguh itu bukan sekadar omongan.

Di sana, hampir 100 orang bekerja bersamanya. Bertani, memelihara sapi, merawat kerbau. Filosofinya sederhana: “Réa Ketan, Réa Keton.”

Banyak ketan, banyak keton. Banyak pangan, banyak uang.

Dulu, saat Dedi melantunkan kalimat-kalimat itu, banyak yang salah paham. Ada yang bilang ia membaca mantra. Padahal, bukan. Itu bukan jampi-jampi. Itu adalah filsafat. Fondasi.

“Réa ketan réa keton; buncir leuit, loba duit; bru di juru bro di panto, ngalayah di tengah imah; di pipir aya petikeun; di kolong aya si jambrong, na para aya si jago.”

Bukan mantra. Bukan jampi. Tapi peribasa. Pepatah Sunda.

Mantra itu apa?

Di Minang, mantra bagian dari sastra lisan. Di Sunda, setara dengan jampé — doa dalam bahasa lama. Mantra dan jampé, asalnya beda, tapi artinya sama: memohon, berdoa.

Kalimat-kalimat Dedi, kalau mau dipaksa, ya bisa disebut doa. Tapi lebih tepat: ia paribasa. Nasihat hidup yang membumi.

Mari kita buka satu-satu.

Réa Ketan, Réa Keton
Sagala aya. Semua tersedia. Banyak ketan — lambang pangan. Banyak keton — lambang uang. Sejahtera. Sebuah kondisi ideal yang pernah dicapai, dan kini harus dikejar lagi.

Buncir Leuit, Loba Duit
Padi ditumpuk penuh di leuit (lumbung). Sampai buncir — sesak. Kalau lumbung penuh, dompet pasti ikut tebal.

Bru di Juru, Bro di Panto, Ngalayah di Tengah Imah
Barang berlimpah. Sampai berserakan di penjuru rumah. Tapi bukan sampah, melainkan harta.

Di Pipir Aya Petikeun
Halaman belakang rumah di desa Sunda penuh tanaman obat dan sayur. Tidak perlu ke pasar kalau mau makan. Cukup petik dari belakang rumah.

Di Kolong Aya Si Jambrong, Na Para Aya Si Jago
Di kolong rumah panggung, ada ayam, kambing, itik — cadangan pangan kapan saja dibutuhkan. Di langit-langit rumah, ayam jago bertengger, menjaga kehidupan.

Semua itu bukan hanya ucapan. Itu peta jalan. Itu rencana besar: menjadikan rakyat kecil mandiri. Seperti dulu.

Kembali ke akar. Kembali ke sumber.

Itu yang terus Dedi tanamkan. Dengan sawah, kerbau, ayam, dan ketan.

Ternyata falsafah Sunda inilah yang selalu didengungkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sejak masih menjabat Bupati Purwakarta.***

Video Luki Luki Viral di Twitter: Fakta atau Hanya Hoaks?

0

Bogordaily.net – Video Luki Luki. Itulah yang mendadak mengguncang platform Twitter atau X kemarin.

Bukan karena kualitas videonya. Bukan juga karena siapa yang memproduksinya. Tapi karena satu hal yang sudah terlalu sering terjadi di dunia maya: kebocoran.

Orang iseng, atau orang ceroboh, kadang kita tidak bisa membedakannya.

Yang jelas, video itu—video Luki Luki—meledak di mana-mana. Membuat kita lagi-lagi harus bertanya: apa benar? apa asli? atau jangan-jangan ini hanya jebakan hoaks biasa?

Dulu kasus semacam ini hanya menimpa artis besar. Atau pejabat. Atau tokoh publik. Tapi sekarang? Orang biasa pun bisa bernasib sama. Seperti Luki ini.

Siapa Luki? Hanya pria biasa, pengguna TikTok biasa, yang tiba-tiba nasibnya luar biasa: viral.

Karena satu video. Karena satu kesalahan. Atau entahlah, mungkin karena ulah orang lain.

Yang jelas, akun Twitter atau X @al_muhammad22 menjadi yang pertama ramai-ramai membicarakan soal video Luki Luki ini.

Narasi berkembang cepat. Lebih cepat dari apapun. Ada yang kasihan. Ada yang mencibir.

Ada yang malah mencari-cari videonya. Isi videonya? Kabar burungnya tidak pantas. Tapi, siapa yang bisa memastikan?

Akun TikTok-nya, @lluuckyyy kini terkunci. Tidak bisa dihubungi. Luki diam. Dunia ramai. Klasik.

Di tengah kebisingan ini, seharusnya kita belajar. Belajar jangan sembarangan klik link.

Jangan asal buka tautan yang mencurigakan. Karena seringkali, rasa penasaran kita malah jadi pintu masuk bagi kejahatan lain.

Satu klik salah, bisa membawa banyak masalah. Apalagi soal video Luki Luki ini, yang keberadaannya pun belum jelas benar atau tidak.

Sampai hari ini, video itu tetap seperti hantu: katanya ada, tapi tidak ada yang berani memastikan.

Platform Twitter atau X terus bergemuruh. Tapi kita harus tenang. Jangan gampang percaya. Jangan gampang sebar.

Jangan sampai kita jadi bagian dari penyebar fitnah. Itu lebih bahaya daripada videonya sendiri.***

Kisah si Pemeran Naning di Film Pabrik Gula Anak Manja Berjuluk Queen Of Sevoparty

0

Bogordaily.net – Pemeran Naning di Film Pabrik Gula itu ternyata Erika Carlina. Nama yang belakangan ini kian sering berseliweran di dunia film dan media sosial.

Dulu dikenal sebagai Queen of Sevoparty, kini Erika mulai mengukir jalan baru di dunia akting.

Tapi siapa sangka, di balik popularitasnya, ada kisah keluarga yang lebih seru untuk diceritakan?

Ia lahir dari pasangan beda budaya dan beda agama. Papanya, Yoshua Batlawa Soekri, berdarah Tiongkok-Palembang dan beragama Katolik.

Sedangkan mamanya, Adhe Yoshue Betlawan, campuran Riau dan Jawa, beragama Islam. Dua keyakinan, satu cinta.

Butuh sebelas tahun bagi kedua orangtuanya untuk bisa menggendong anak pertama. Bayangkan, sebelas tahun penantian itu.

Erika sendiri lahir tiga tahun setelah kakaknya, Altana Oashada, hadir. Semua itu membentuk cerita hidup Erika, termasuk kenapa ia tumbuh menjadi gadis yang keras kepala tapi penuh cinta.

Sejak kecil, Erika hidup di Cirebon. Papanya ingin ia menjadi dokter. Impian klasik seorang ayah terhadap anak perempuannya.

Tapi Erika, seperti banyak anak muda lain, memilih jalannya sendiri. Ia menolak kuliah. Kabur ke Bandung. Hidup bersama kakaknya. Membiarkan waktu yang membuktikan pilihannya.

Di tengah perjalanan kariernya sebagai Pemeran Naning di Film Pabrik Gula, Erika mengaku banyak mewarisi kecintaan keluarganya pada olahraga.

Basket, voli, renang, semua sempat ia cicipi. Tak heran, tubuhnya selalu tampak bugar di layar kaca.

Ada satu lagi yang menarik: Erika dimanja luar biasa. Bukan hanya karena ia bungsu, tapi juga karena jarak umur dengan orangtuanya sudah cukup jauh.

Ia bahkan menggambarkan sayang yang diberikan orangtuanya seperti sayang seorang kakek-nenek pada cucunya.

Kini, di usia yang makin dewasa, ada tekanan baru yang datang ke Erika. Orangtuanya ingin ia segera menikah.

Tapi Erika, dengan kejujuran polosnya, mengaku belum siap. Ia tahu dirinya masih keras kepala. Ia tahu pernikahan butuh kesabaran, bukan sekadar cinta.

Sampai di sini, perjalanan hidup Erika terasa begitu manusiawi. Jauh dari kesan glamor yang mungkin kita lihat dari layar Instagram.

Ia hanyalah seorang anak yang bertumbuh dalam keluarga penuh kasih — dan kini mencoba berdamai dengan ekspektasi dunia.

Seperti juga karakter Pemeran Naning di Film Pabrik Gula yang ia bawakan, Erika masih melangkah mencari jati dirinya.***

Hadiri Halal Bihalal Tingkat Kota Bogor, Adityawarman Adil Ajak Seluruh Elemen Membangun Kota Bogor dengan Semangat Kemenangan

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menghadiri acara halal bihalal 1446 Hijriah tingkat Kota Bogor yang diselenggarakan di Alun-alun Kota Bogor, Selasa 8 April 2025.

Dalam acara tersebut turut hadir pula anggota DPR-RI, fraksi PKS, Achmad Ruyat yang juga Wakil Wali Kota Bogor periode 2009-2014 serta Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy beserta jajaran anggota DPRD Kota Bogor.

Dihadapan seluruh masyarakat dan stakeholder Kota Bogor, Adityawarman menyampaikan secara terbuka permohonan maaf atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kota Bogor.

“Saya secara pribadi dan mewakili DPRD Kota Bogor, menyampaikan permohonan maaf dan kita mulai dari nol lagi,” kata Adit.

Politisi PKS ini juga menyampaikan bahwa momentum kemenangan di hari raya Idul Fitri harus dijadikan modal utama dalam membangun Kota Bogor kedepan.

Karena itu, amalan yang selama bulan Ramadhan dijalankan, seperti berbuat baik, peduli kepada sesama melalui zakat fitrah dan menjalankan perintah-Nya, harus menjadi landasan agar seluruh elemen bisa bergerak bersama untuk kemajuan Kota Bogor.

“Jadi semangat hari raya dan amalan selama Ramadhan harus menjadi modal utama kita untuk bisa mencapai Visi Bogor maju Bogor beres yang diusung pak Dedie Rachim,” tutup Adityawarman.

Kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bogor juga turut diisi oleh pembacaan ayat suci Al-Quran, tausiah oleh Ustadz Hilman Fauzi dan dihadiri oleh masyarakat Kota Bogor.(Ibnu Galansa)

Pemkot Bogor Gelar Halal Bihalal Penuh Kehangatan Bersama Masyarakat

0

Bogordaily.net – Usai menikmati hangatnya momen Idulfitri bersama keluarga, hari pertama masuk kerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diawali dengan kebersamaan yang khas melalui kegiatan halal bihalal.

Pemkot Bogor bersama para tokoh masyarakat, ulama, forkopimda dan masyarakat berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan di Alun-Alun Kota Bogor, Selasa 8 April 2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah menjadi bagian dari tradisi Pemkot Bogor setiap kali kembali dari libur Idulfitri.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga sebagai momen refleksi atas nilai-nilai Ramadan yang harus dibawa ke kehidupan sehari-hari.

“Halal bihalal ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, serta mengingatkan bahwa Ramadan adalah latihan-latihan tentang kesabaran, ketaatan, integritas, pelayanan kepada masyarakat, dan bagaimana kita bisa berkontribusi secara positif,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah oleh Ustaz Hilman Fauzi yang menyampaikan tiga pesan utama, menjaga keimanan, menuntut ilmu, dan menumbuhkan keikhlasan.

“Alhamdulillah, kita mendapat tiga pesan penting tentang peningkatan iman, pentingnya ilmu setelah Ramadan, dan keikhlasan. Semoga bertambahnya ilmu turut memperkuat keimanan dan keikhlasan dalam bekerja, demi kemajuan Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim menanggapi tausiyah tersebut.

Dedie Rachim juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam membangun kota.

“Mengelola Kota Bogor bukanlah tugas mudah. Dibutuhkan sinergi, kolaborasi, kebersamaan, dan kekompakan dari seluruh elemen, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama membangun kota ini menjadi lebih baik ke depannya,” tegas Dedie Rachim di acara Pemkot Bogor Halal Bihalal.

Acara ditutup dengan sesi bersalaman antara Dedie Rachim dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.(Ibnu Galansa)

Ribuan Warga Hadiri Halal Bihalal Pemkot Bogor di Alun-Alun Kota

0

Bogordaily.net – Ribuan warga dari berbagai wilayah tumpah ruah di Alun-Alun Kota Bogor untuk menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Selasa 8 April 2025.

Selain sebagai ajang silaturahmi pasca bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, serta mendengarkan tausiyah dari Ustaz Hilman Fauzi.

Acara yang berlangsung sejak pagi ini diikuti dengan antusias, baik oleh masyarakat umum maupun perwakilan instansi, tokoh agama, serta guru-guru dari sekolah-sekolah negeri di Kota Bogor.

Salah satu peserta, Nunung, Kepala Sekolah SDN Katulampa 3 Kota Bogor, menyampaikan rasa senangnya bisa hadir bersama rekan-rekan guru setelah mendapat undangan dari Dinas Pendidikan.

“Senang bisa hadir di acara seperti ini, apalagi momen halal bihalal penting untuk saling memaafkan dan kembali ke fitrah. Acaranya sudah cukup bagus, semoga ke depan bisa ada sesi yang lebih memperkaya,” ujarnya.

Antusiasme serupa juga datang dari masyarakat umum. Lia, warga Cilebut, mengaku mengetahui informasi kegiatan ini dari grup kajian yang diikutinya.

Ia datang lebih awal bersama rombongannya agar bisa mengikuti rangkaian acara dengan nyaman.

“Alhamdulillah, senang bisa ikut kajian Ustaz Hilman, sekaligus lihat Pak Wali juga. Kegiatannya bermanfaat dan menyejukkan. Acaranya sudah sangat positif dan semoga terus berlanjut,” tutur Lia.

Sementara itu, Siti, warga Ciluar yang juga hadir bersama komunitas majelisnya, mengungkapkan bahwa ini kali pertama ia mengikuti kegiatan halal bihalal di Alun-Alun Kota Bogor.

“Senang sekali bisa ikut acara seperti ini. Buat ibu-ibu, pengajian seperti ini tuh *healing* banget. Meski saya tinggal di kabupaten, tetap seru bisa datang ke sini, dengar tausiyah, dan ketemu Pak Wali. Semoga tahun depan bisa lebih ramai lagi dan terus diselenggarakan,” katanya.

Kegiatan halal bihalal ini menjadi salah satu momen yang mempererat hubungan antara masyarakat dan Pemkot Bogor.

Selain memperkuat nilai kebersamaan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana hangat pasca Lebaran.***

Ibnu Galansa

Walid Viral di TikTok! Ternyata Asalnya dari Karakter Pemimpin Sekte yang Bikin Merinding!

0

Bogordaily.net – Belakangan ini, jagat TikTok lagi ramai-ramainya dihantui Walid yang menyebut satu kalimat misterius “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid.”

Kalimat ini muncul hampir di mana-mana. Mulai dari video lucu sampai konten horor, komentar itu muncul tiba-tiba, seolah-olah sedang menguji keberanian para netizen.

Tak ayal, banyak yang dibuat penasaran siapa sih Walid? Kenapa harus dibayangkan wajahnya saat mata terpejam? Ada apa di balik tren aneh tapi viral ini?

Nah, ternyata sosok Walid bukan orang sungguhan, melainkan karakter fiktif dalam sebuah serial drama Malaysia berjudul “Bidaah” atau juga dikenal sebagai “Broken Heaven”, yang tayang perdana di platform streaming VIU pada 6 Maret 2025.

Siapa Sebenarnya Walid?

Walid digambarkan sebagai pemimpin sekte keagamaan radikal bernama Jihad Ummah. Ia mengklaim diri sebagai jelmaan Imam Mahdi, figur penting dalam kepercayaan tertentu dan memanfaatkan klaim spiritual itu untuk mengontrol dan memanipulasi para pengikutnya.

Salah satu ajarannya yang paling kontroversial dan bikin geleng-geleng kepala adalah meminta para pengikutnya memejamkan mata dan membayangkan wajahnya saat berdoa.

Karakter Walid diperankan oleh aktor senior Malaysia, Faizal Hussein, yang sukses membawakan peran itu dengan sangat kuat dan meyakinkan.

Aktingnya yang totalitas bikin banyak penonton merasa ikut terhanyut dan bahkan kesal dengan sikap manipulatif sang tokoh.

Viralnya di TikTok

Salah satu adegan paling ikonik dalam serial Bidaah adalah ketika Walid dengan suara tenangnya berkata, “Pejamkan mata, bayangkan muka Walid.”

Adegan ini lalu dipotong, diunggah ulang, dan… meledak di TikTok. Dalam waktu singkat, potongan adegan itu menjelma jadi bahan lelucon dan meme yang tersebar ke mana-mana.

Netizen ramai-ramai menggunakannya untuk “ngetroll” komentar, bahkan membuat parodi-parodi lucu dan menyeramkan versi mereka sendiri.

Lucunya, tren ini nggak cuma viral di kalangan penonton drama Malaysia, tapi juga merambah pengguna TikTok Indonesia.

Banyak yang belum nonton serialnya pun ikut-ikutan menulis komentar itu, sekadar untuk seru-seruan atau memancing reaksi takut dari pengguna lain.

Aktor di balik karakter menyeramkan ini adalah Faizal Hussein, artis legendaris asal Malaysia kelahiran 31 Mei 1967. Ia memulai karier akting sejak kecil di tahun 1972 dan telah membintangi berbagai film serta drama papan atas.***

Sekolah Bosowa Gelar Halal Bihalal di Bogor, Cilegon dan Makassar

0

Bogordaily.net – Sekolah Bosowa (Bosowa School) menggelar acara halal bihalal mengusung tema “Membangun Sinergi dan Harmoni Antar-Sesama”, Senin, 7 April 2025.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara offline di Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, dan diikuti secara online melalui Zoom Meeting di Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Cilegon, serta Bosowa School Makassar (BSM) dan Sekolah Alam Bosowa (SAB) Makassar.

Acara halal bihahal ini diikuti oleh Director in Charge Sekolah Bosowa (Bosowa School) Asrul Hidayat, PIC (Penaggung Jawab) Sekolah Bosowa Eko Arianto, para head of division Sekolah Bosowa, para guru, tenaga pendidik dan supporting seluruh sekolah dan unit yang bernaung di bawah Sekolah Bosowa.

“Acara halal bihalal ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi di antara sesama manajemen dan karyawan Sekolah Bosowa, mengajarkan nilai- nilai kebersamaan dan sinergi, mendapatkan ridha Allah, dan menjaga keharmonisan,” kata Head of Islamic Studies Sekolah Bosowa, Ustadz Asep Sumarsana S.Ag saat membuka acara.

Dalam kesempatan tersebut, PIC Sekolah Bosowa Eko Arianto menyampaikan titipan salam dari Ketua Yayasan Ibu Melinda Aksa yang kini juga menjadi ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar.

“Atas nama pribadi dan manajemen Sekolah Bosowa, kami menyampaikan ucapan ‘Selamat Idul Fitri 1446 H. Minal ‘aidin wal faizin. Mhn maaf lahir dan batin,” kata Eko Arianto.

Ia menambahkan, “Saya mengajak semua guru, tenaga kependidikan (tendik) dan karyawan terus berkontribusi memberikan yang terbaik kepada para siswa dan orang tua siswa.”

Dalam tausiyahnya, Ustadz Cecep Suherman S.Sos mengupas makna halal bihalal.

“Makna halal bihalal adalah menghalalkan secara moral tapi tidak secara hukum,” tegasnya.

Ia mencontohkan soal utang-piutang atau pinjam-meminjam.

“Melalui acara halal bihalal, secara moral saling memaafkan, tapi utang-piutang belum tentu. Utang tersebut tetap harus dibayar, kecuali pemberi utang memaafkan,” ujarnya.

Ustadz Cecep Suherman mengajak keluarga besar Sekolah Bosowa untuk bersama-sama meningkatkan ibadah setelah Ramadhan berlalu.

“Pada momentum Idul Fitri kita saling mendoakan ‘Taqabballahu minna wa minkum’, yang artinya, ‘Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kamu’. Kalau setelah Ramadhan ibadah kita meningkat, berarti ibadah kita diterima,” kata Ustadz Cecep.

Ia mencontohkan amal ibadah utama seperti shalat (fardhu dan sunnah) dan tadarus Qur’an.

“Tuhan yang kita sembah di bulan Ramadhan adalah Tuhan yang sama dengan yang kita sembah di bulan Syawal. Begitu pula Qur’an yang kita baca pada bulan Ramadhan juga merupakan Qur’an yang sama yang kita baca di bulan Syawal. Karena itu, mari kita lanjutkan dan tingkatkan ibadah kita di bulan Syawal dan seterusnya,” papar Ustadz Cecep.

Terakhir, Ustadz Cecep Suherman mengajak seluruh jamaah yang hadir secara offline maupun online untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai bekal terbaik dalam hidup.

“Seperti ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al-qur’an, ‘Berbekallah kamu, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah’,” ujarnya.***

Viral! Ayam Jago Dinyanyikan Lagu Nina Bobo Langsung Tidur

0

Bogordaily.net – Kalau biasanya ayam jago dikenal sebagai hewan yang hobi berkokok dan tampil garang di pagi hari, video satu ini justru menunjukkan sisi lain yang bikin gemas sekaligus terharu.

Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @awaa.dd pada Selasa, 8 April 2025, berhasil menyita perhatian ribuan pengguna media sosial.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat seekor ayam jago berwarna putih yang sedang dimanja bak bayi manusia.

Bukan main, sang pemilik dengan penuh kasih sayang membelai ayam tersebut sambil menidurkannya di pangkuan.

Dengan caption jenaka bertuliskan “Saya disuruh tidur nyenyak”, suasana video ini terasa semakin lucu dan hangat.

Si ayam yang biasanya jadi simbol kegagahan, justru tampak nurut, anteng, dan terlihat benar-benar menikmati saat-saat manja itu.

Tak ada perlawanan, tak ada kokok, hanya ekspresi pasrah dan damai seperti sedang berada di dunia mimpi.

Respons warganet? Sudah bisa ditebak, banjir komentar kocak sekaligus iri hati!

“Jadi pengen reinkarnasi jadi ayam peliharaannya mbaknya,” tulis salah satu pengguna.

“Hidup ayam aja lebih nyaman dari hidupku sekarang,” tambah yang lain.

Ada juga yang bilang, “Aku aja belum pernah ditimang kayak gitu sama pacar.”

Banyak netizen juga tak menyangka bahwa ayam bisa sedekat itu dengan manusia. Biasanya, hewan peliharaan yang dekat secara emosional dengan manusia identik dengan kucing atau anjing.

Tapi ternyata, ayam jago pun bisa jadi hewan peliharaan yang manja dan penuh kasih sayang, asalkan diperlakukan dengan lembut dan penuh perhatian.

Video ini pun menjadi bukti bahwa kasih sayang tak terbatas pada jenis hewan. Bahkan seekor ayam pun bisa membentuk ikatan emosional yang kuat dengan manusia jika dirawat dengan cinta.

Momen langka ini sekaligus membuka mata bahwa kadang hewan yang kita anggap biasa saja, ternyata bisa memberikan kebahagiaan luar biasa.***

Ketua DPRD Kota Bogor Hadiri Launching BISKITA Trans Pakuan, Dukung Pengoperasian Kembali Transportasi Umum

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menghadiri kegiatan Launching BISKITA Trans Pakuan yang digelar di Halte Cidangiang, Selasa pagi 8 April 2025. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali operasional transportasi umum berbasis bus di Kota Bogor setelah sempat dihentikan untuk beberapa waktu.

Dalam acara yang dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Bank BJB Kota Bogor, Ketua DPC Organda Kota Bogor, serta Direktur Kodjari Tata Angkutan, Politisi PKS ini menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi lintas sektor dalam mewujudkan layanan transportasi yang lebih baik dan ramah bagi masyarakat Kota Bogor.

“Kehadiran kembali BISKITA Trans Pakuan menjadi wujud nyata komitmen kita dalam memberikan alternatif transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau. Ini adalah bagian dari upaya kita membangun Kota Bogor yang lebih tertata dan berkelanjutan,” ujar Adityawarman dalam sambutannya.

Kegiatan dimulai dengan sarapan bersama yang penuh suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan pengecekan langsung terhadap kondisi bus yang akan dioperasikan. Ketua DPRD dan jajaran tamu undangan juga turut menjajal unit BISKITA Trans Pakuan dalam perjalanan menuju Alun-Alun Kota Bogor sebagai simbol dimulainya operasional kembali layanan ini.

Wakil rakyat Kota Bogor ini juga menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan kualitas layanan BISKITA Trans Pakuan.

“Transportasi publik bukan hanya soal perpindahan orang, tapi juga bagian dari wajah peradaban kota. Maka kita semua punya tanggung jawab menjaganya,” tambahnya.

Dengan beroperasinya kembali BISKITA Trans Pakuan, diharapkan masyarakat Kota Bogor dapat kembali merasakan manfaat transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. DPRD Kota Bogor, lanjut Adityawarman, akan terus mengawal kebijakan dan pelaksanaan program transportasi publik agar tetap berpihak pada kepentingan warga.

“Saya berharap agar masyarakat Kota Bogor dapat menjadi bagian dari perubahan besar dalam sistem transportasi kota. Mari kita jaga dan manfaatkan bersama fasilitas publik ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap Kota Bogor. Transportasi publik yang baik adalah pondasi bagi kota yang maju dan beradab,” tutup Adityawarman Adil. ***