Home Blog Page 810

RSUD Kota Bogor Gelar Podcast Kesehatan, Bahas Prilaku yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bogor akan menggelar podcast kesehatan yang bertema’ Prilaku yang Mempengaruhi Kesehatan Jantung’.

Podcast kesehatan ini akan dilaksanakan secara live streaming melalui kanal Youtube RSUD KOTA BOGOR DAILY.

Kamu bisa mengikuti podcast ini pada Jumat 16 Juni 2025. Mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Podcast RSUD Kota Bogor tersebut akan diisi oleh narasumber yang ahli dalam bidang kesehatan yaitu dr. Bambang Agustian, Sp.PD, K-Kv, FINASIM (pembicara) dr. Ni Nyoman Diah, MARS (moderator).

Seperti yang diketahui, beberapa perilaku dapat mempengaruhi kesehatan jantung, baik secara positif maupun negatif.

Perilaku yang buruk seperti merokok, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Di sisi lain, perilaku positif seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan sehat, mengelola stres, dan tidak merokok dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Berikut adalah beberapa perilaku yang dapat memengaruhi kesehatan jantung:
Perilaku yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung.

Merokok

Merokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko pembentukan plak di arteri.

Pola Makan Tidak Sehat

Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kurang Aktivitas Fisik.

Gaya hidup sedenter (kurang bergerak) dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan risiko penyakit jantung. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Terbentuk 100% Kopdeskel Merah Putih di Sleman, Menkop: Mendekatkan Teknologi dan Akses Modal ke Warga Desa

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, khususnya Pemkab Sleman, karena sudah 100% membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayahnya.

Dari data yang ada, di tingkat DIY, sampai dengan tanggal 15 Juni 2025 pukul 10.00 WIB, badan hukum yang telah diberikan pada 404 koperasi atau sebesar 92,24 % dan telah terdata di Online Data System Kementerian Koperasi serta dashboard Koperasi Merah Putih sebanyak 390 koperasi atau 89,04 %.

Capaian DIY ini merupakan capaian tertinggi di Indonesia, yang menunjukkan bahwa Pemda DIY didukung pemerintah kabupaten/kota serius dalam melaksanakan program Pemerintah. Diharapkan sebelum akhir Juni 2025 sudah terbentuk Koperasi Merah Putih sebanyak 100%.

“Maka, dengan adanya Kopdes tersebut, akan bisa mendekatkan teknologi digitalisasi dan akses modal ke masyarakat desa. Juga mampu mewujudkan kewirausahaan di akar rumput masyarakat desa,” kata Menkop Budi Arie Setiadi pada acara penyerahan SK Badan Hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kalurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (15/6).

Menkop Budi Arie juga meyakini bakal tercipta jaringan koperasi nasional diantara Kopdes-Kopdes seluruh Indonesia.

“Antara Kopdes/Kel Merah Putih bisa saling bertukar produk dan pasar sesuai dengan potensi desanya masing-masing,” ucap Menkop.

Menurut Menkop Budi Arie, setelah tahap pembentukan (badan hukum), tahap berikutnya yang tidak kalah penting adalah operasionalisasi dan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih secara berkelanjutan.

“Maka perlu dilakukan identifikasi terhadap potensi usaha desa yang dapat dikembangkan, baik di sektor pertanian, UMKM, perdagangan, maupun jasa lainnya,” kata Menkop.

Selanjutnya, Menkop Budi Arie mendorong aneka potensi tersebut harus dikelola dengan model bisnis yang tepat, dikelola SDM yang profesional dan kompeten, disertai dengan pendampingan yang komprehensif. “Mulai dari aspek manajemen, pemasaran, hingga akses pembiayaan,” ucap Menkop.

Pada tahap ketiga, lanjut Menkop, akan masuk ke level monitoring, evaluasi, hingga pengembangan usaha. “Kita jangan tergesa-gesa tapi harus prudent,” tegas Menkop.

Lebih dari itu, Menkop berharap penyerahan SK Badan Hukum ini menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi desa. “Karena, tujuan dari koperasi adalah untuk memperkuat posisi ekonomi masyarakat melalui usaha bersama, mengurangi ketergantungan dari pihak luar, serta menciptakan kesejahteraan yang merata,” papar Menkop Budi Arie.

Bagi Menkop Budi Arie, eksistensi Kopdes/Kel Merah Putih juga bakal mampu menghilangkan praktik tengkulak, rentenir, hingga pinjaman online di desa-desa. “Modal tengkulak di desa-desa itu uang, truk, dan gudang. Maka, Kopdes harus punya itu semua,” ucap Menkop.

Lumbung Mataram

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mendukung penuh eksistensi Kopdes Merah Putih, karena sejalan dengan program pengembangan pangan (Lumbung Mataram) di Yogyakarta, untuk menambah penghasilan warga.

“Saya berharap tercipta kerjasama yang baik dalam membangun jaringan usaha antara Lumbung Mataram dengan Kopdes Merah Putih. Jaringan ini harus kita bangun bersama,” kata Sri Sultan .

Sri Sultan meyakini, dengan hadirnya Kopdes/Kel Merah Putih akan menciptakan kepastian manajemen yang profesional dan akuntabel. “Banyak sarjana dari desa bisa kita didik dengan baik agar bisa memegang manajemen koperasi dengan baik,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan juga menekankan bahwa ke depannya Kopdes/Kel Merah Putih harus terus didorong untuk berjalan mandiri. “Dibantu cukup sekali, selanjutnya harus mampu mandiri. Maka, akuntabilitas harus dilakukan,” kata Sri Sultan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyebutkan bahwa seluruh kalurahan di wilayahnya sudah melakukan musyawarah desa khusus untuk membentuk Kopdes Merah Putih, hingga sudah terbentuk keanggotaannya.

“Pengembangan Kopdes Merah Putih ini mencakup pendirian gerai layanan multifungsi seperti kantor koperasi, sembako, simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, cold storage atau pergudangan, serta logistik desa disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing wilayah,” terang Wabup Sleman.

Wabup Sleman menambahkan, hasil dari Musdesus di Sleman menyebutkan, 83 Kalurahan memilih cara pembentukan koperasi yang baru, sedangkan tiga Kalurahan memilih pengembangan koperasi yang sudah ada.

Tiga kalurahan yang memilih untuk mengembangkan koperasi yang sudah ada, antara lain Kalurahan Sinduadi (Kecamatan Mlati), Sidomulyo (Godean), dan Jogotirto (Berbah).

Kalurahan Sinduadi, memilih untuk mengembangkan koperasi simpan pinjam (KSP) eks BKM yang sebelumnya sudah ada. Sidomulyo memilih untuk mengembangkan koperasi Gapoktan yang selama ini telah berjalan, sedangkan di Jogotirto pengembangan KSP Kalurahan yang sudah eksis.  ***

Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair, Cepat Cek Sekarang Juga!

0

Bogordaily.net – Kabar dari Kementerian Sosial, bantuan sosial atau bansos PKH dan BPNT tahap 2 sudah cair.

Bansos PKH dan BPNT tahap dua dipastikan sudah cair pada triwulan dua akan cari di minggu ketiga bulan Juni 2025.

Untuk itu, masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id.

Namun dimungkinkan ada perubahan daftar penerima bansos.

Mengingat, sebelumnya Kemensos menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam penyaluran bansos tersebut.

“Ada beberapa warga yang dulu menerima bantuan, kini tidak lagi karena adanya pemutakhiran data. Begitupun sebaliknya, ada warga baru yang masuk sebagai penerima,” ujar menteri sosial.

Cara Cek apakah kamu sudah terdaftar DTKS atau belum?

1. Akses website cekbansos.kemensos.go.id

2. Kamu juga bisa langsung menanyakannya ke dinas sosial terkait namamu

Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin menjelaskan bahwa program penerimaan bantuan sosial harus mengacu pada data Terpadu yang dikelola kementerian sosial yang sekarang disebut DTKS. ***

Lestarikan Budaya, Dispora Bogor Gaungkan Permainan Tradisional Kepada Masyarakat di Kabogorfest 2025

Bogordaily.net – Dalam upaya melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan kekayaan olahraga tradisional kepada generasi muda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor menggelar serangkaian kegiatan permainan tradisional di Kabogorfest 2025, yang berlangsung dari 11-26 Juni 2025.

Permainan tradisional ini tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga mengandung filosofi kebersamaan dan ketangkasan.

Fungsional Perencana Dispora Kabupaten Bogor, Wahid, menjelaskan bahwa beragam permainan khas daerah turut diperkenalkan, antara lain sumpitan, terompah panjang, enggrang, ketapel, hingga layangan yang kerap menjadi favorit. Beberapa permainan ini bahkan dipersiapkan untuk ajang perlombaan di tingkat nasional.

“Kami di sini ingin masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya generasi muda, mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa. Tahun ini, ada ajang Pornal 2025 di Lombok, dan teman-teman dari komunitas Pelangi akan berpartisipasi membawa permainan ini ke panggung nasional,” ujar Wahid.

Selain mempertandingkan permainan tradisional, Dispora Kabupaten Bogor juga menyediakan berbagai hadiah menarik untuk peserta dan pemenang, mulai dari bola voli, bola futsal, bola basket, hingga tumbler dan mug eksklusif.

Menurut Wahid, langkah ini merupakan bagian dari kewenangan Dispora dalam memperkenalkan budaya olahraga kepada masyarakat.

“Harapan kami, masyarakat Kabupaten Bogor minimal bisa kenal dan menghargai olahraga tradisional yang kita miliki. Ini bukan sekadar bermain, tapi juga bagian dari menjaga identitas budaya kita,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk komunitas olahraga, pemerhati budaya, dan sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bogor.

Di tempat yang sama, Adi Sitorus, salah satu warga Cijujung, Kecamatan Sukaraja, mengapresiasi upaya Dispora Kabupaten Bogor dalam menghidupkan kembali olahraga tradisional melalui Kabogorfest. Menurutnya, permainan seperti sumpitan dan katapel merupakan olahraga tradisional yang sangat baik untuk diperkenalkan kembali kepada masyarakat.

“Olahraga tradisional ini sebenarnya sangat menarik dan bagus, tapi peminatnya selama ini kurang banyak. Dengan adanya Kabogorfest, kami merasa ada kesempatan bagus untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Adi berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih mengenal dan mencintai olahraga yang sarat nilai budaya tersebut.

“Kami ingin olahraga tradisional tidak hanya menjadi kenangan, tapi juga menjadi bagian dari aktivitas kemasyarakatan yang menyenangkan dan mendidik,” imbuhnya. (*)

Kabar Duka, Musisi Gustiwiw Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya

0

Bogordaily.net – Dunia musik tanah air tengah berduka. Musisi muda Gusti Irwan Wibowo atau akrab disapa Gustiwiw meninggal dunia pada Minggu (15/6/2025).

Kabar ini dibagikan oleh aktor dan komedian Ananta Rispo melalui akun X pribadinya, @anantarsipo.

“Innalillahi wainailaihi rojiun. Saya bersaksi demi Allah @gustiwiw orang baik, baik banget malah. Semoga tenang dan ditempatkan di tempat terbaik, Allah ampuni dosanya dan Alla terima amal ibadahnya aamiin,” bunyi cuitan Ananta, dikutip Minggu (15/6/2025).

Almarhum Gusti dikenal sebagai produser yang memproduseri beberapa musisi muda terkenal seperti Ardhito Pramono di album Wijaya Kusuma, Nadin Amizah, Alsa Aqilah.

Selain itu Gusti juga bertindak sebagai produser untuk lagu Rasa-Rasanya yang menjadi original soundtrack film Keluarga Cemara 2.

Kabar meninggalnya Gustiwiw yang baru berusia 29 tahun ini mengejutkan warganet.

“Kak ya Allah aku suka banget sama lagu-lagu kamu,” tulis netizen.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un, kaget ih kenapa ya?” kata netizen lain.

“Innalillahi, kaget sekaget-kagetnya,” timpal yang lain.

Gusti meninggal dunia usai jatuh di kamar mandi. Hal ini diungkap oleh salah satu tim manajemen Gusti.

“iya benar meninggal dunia karena jatuh di kamar mandi. Lagi di Bandung,” katanya.

Terkait pemakaman akan dikabarkan lebih lanjut oleh tim manajemen. Saat ini Gusti kabarnya akan dibawa ke rumah duka di kawasan Bekasi, Jawa Barat. ***

Diskanak Kabupaten Bogor Hadirkan Mini Zoo Meriahkan HJB ke-543

Bogordaily.net –  Memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor menghadirkan mini zoo dengan koleksi hewan-hewan mini dan eksotik yang langsung mencuri perhatian pengunjung.

“Stand kami menghadirkan berbagai layanan informasi seputar tugas dan fungsi Diskanak, mulai dari pengawasan pangan asal hewan, layanan kesehatan hewan, hingga edukasi masyarakat terkait kesejahteraan hewan,” ujar Retno, perwakilan Medis Veteriner Diskanak.

Di area mini zoo Diskanak, pengunjung bisa melihat hewan-hewan menarik seperti ayam ketawa, kelinci, burung hantu, dan beberapa satwa eksotik lainnya. Mini zoo ini dirancang sebagai sarana edukasi yang ramah anak, memperkenalkan keanekaragaman fauna sekaligus mengajarkan pentingnya perilaku peduli terhadap hewan.

Kehadiran ayam ketawa, jenis ayam langka dengan suara kokok unik menjadi sorotan tersendiri. Banyak pengunjung yang berhenti untuk merekam suara khasnya atau berfoto bersama hewan-hewan jinak di area tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendekatkan Diskanak ke masyarakat. Bahwa kami hadir bukan hanya untuk layanan formal, tapi juga melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan seperti ini,” tambahnya.

Antusiasme warga menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil. Tak sedikit pengunjung yang datang kembali di hari berikutnya untuk mengajak keluarga menikmati mini zoo, sekaligus menggali informasi seputar dunia veteriner dan pangan yang aman.

Di tempat yang sama, Tiwi, warga Citayam mengapresiasi adanya fasilitas mini zoo yang disediakan untuk edukasi dan hiburan keluarga.

“Anak saya senang sekali, ada kelinci, burung hantu, ayam dia excited banget begitu sampai. Mini zoo-nya seru, bisa lihat langsung hewan-hewan dari dekat. Ini pengalaman yang jarang, apalagi bisa gratis dan edukatif,” ujarnya.

Tak hanya anak-anak, orang tua pun terlihat menikmati momen ini, apalagi karena suasana HJB tahun ini dianggap jauh lebih meriah dan tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Meriah banget, semoga tahun depan ada lagi, bahkan lebih besar. Harapannya, Kabupaten Bogor terus memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana seperti ini. Biar makin maju dan istimewa,” imbuhnya. (*)

Biodata Dinis Alvaro, Suami Ansellma Putri yang Viral. Anak Siapa dan Usaha Apa?

0

Bogordaily.net – Biodata Dinis Alvaro langsung jadi buruan warganet setelah kabar pernikahannya dengan selebgram cantik Ansellma Putri viral di media sosial.

Tidak banyak yang tahu, siapa sebenarnya sosok pria yang berhasil menaklukkan hati Ansel — begitu gadis asal Bandung itu biasa disapa.

Tapi inilah Indonesia: kabar pernikahan seorang selebgram bisa lebih heboh daripada hasil sidang kabinet.

Seperti biasa, media sosial lebih cepat daripada berita televisi. Akun TikTok @blue.sky1353 mengunggah video momen sakral itu: Ansellma mengenakan gaun putih.

Dinis Alvaro berdiri gagah di sampingnya dengan setelan senada. “Ansellma Putri dan Dinis Alvaro menikah,” tulis keterangan video itu.

Hanya satu kalimat, tapi langsung memicu ratusan komentar dan ribuan likes. Indonesia memang tidak pernah kehabisan rasa ingin tahu.

Dinis Alvaro Anak Siapa?

Ini pertanyaan yang mulai muncul di kolom komentar: Dinis Alvaro anak siapa? Apakah ia anak tokoh publik, konglomerat, atau pesohor yang sengaja hidup di balik layar? Sayangnya, hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi atau publik yang mengungkap siapa orang tua dari Dinis Alvaro.

Namun, dari citra yang ditampilkan di media sosial, Dinis tampak tumbuh dari keluarga yang memberikan dukungan pendidikan dan usaha.

Ia terlihat sangat dekat dengan dunia akademik dan bisnis—dua dunia yang jarang beriringan dengan gimik semata.

Kalau benar ia bukan anak pejabat, bukan pula anak artis, maka ini justru menarik. Artinya: ada anak muda yang muncul karena kerja keras, bukan karena nama belakang. Dan itu patut dihargai.

Biodata Dinis Alvaro: Dari Binus ke Dunia Bisnis

Yang bikin penasaran, tentu siapa dan apa pekerjaan Dinis Alvaro. Biodata Dinis Alvaro mulai terkuak.

Ia adalah lulusan BINUS University — perguruan tinggi yang kini jadi langganan anak-anak muda digital-savvy.

Dalam salah satu unggahannya di Instagram @dinis_alvaro, ia mengabarkan kelulusannya pada 2 Desember 2024 lalu.

Tapi pendidikan hanyalah permulaan. Dinis rupanya juga menjalankan bisnis kuliner.

Belum jelas apa nama brand-nya, tapi kabarnya cukup sukses. Ia bukan hanya figur Instagram dengan 37,5 ribu followers.

Ia juga pebisnis muda yang sedang naik daun. Lengkap sudah paketnya: berpendidikan, punya usaha, dan sekarang punya istri selebgram dengan 1,5 juta pengikut. Bukan main.

Profil dan Biodata Ansellma Putri, Selebgram Bandung yang Bangun Brand Sendiri

Sementara itu, Ansellma Putri bukan selebgram biasa. Lahir tahun 2002, ia kini berusia 23 tahun.

Meski muda, Ansel telah mendirikan brand fashion bernama Selluv.id. Ia juga merupakan alumni Universitas Katolik Parahyangan.

Dan tentu saja, kehadiran biodata Dinis Alvaro dalam hidupnya kini menjadikan Ansel bukan hanya pengusaha muda, tapi juga istri dari figur publik baru.

Apa yang terjadi setelah ini? Bisa jadi Dinis Alvaro akan makin populer. Bisa juga pasangan ini akan jadi salah satu power couple digital di Indonesia.

Tapi satu hal pasti: media sosial akan terus mengikuti setiap langkah mereka, karena publik kita memang suka kisah cinta yang manis — dan penuh kejutan.***

Ratusan Pembalap Ikuti Kejuaraan IOF-NCRA Seri 1 di Sirkuit Pakansari

Bogordaily.net – Ratusan pembalap dari berbagai daerah saling adu pada kejuaraan trail Indonesia Off-Road Federation (IOF) National Championship Racing Adventure (NCRA) Seri 1 2025 di Sirkuit Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 14 Juni 2025.

Dalam kesempatan itu, turut dihadiri langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Menurut Rudy kejuaraan offroad tersebut dilaksanakan selama tiga hari, sejak 13 Juni hingga 15 Juni 2025.

“Kita mengajak seluruh instansi, kita ingin beberapa kegiatan yang positif digelar di Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto, Sabtu 14 Juni 2025.

“Kita pun bekerja sama dengan IOF, kita bersepakat untuk bersinergi bersama dengan menggelar beberapa kejuaraan rutin di Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa, kejuaraan offroad tersebut diikuti oleh driver dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ada yang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Bali, dan banyak juga atlet-atlet dari Kabupaten Bogor yang ikut serta,” ujar Rudy Susmanto.

Kemudian, pada momen itu, pihaknya mengaku antusias akan adanya kejuaraan tersebut mencoba menjajal salah satu mobil offroad di Sirkuit Pakansari.

“Tadi nyobain, alhamdulillah bisa ketawa bahagia dan bisa berbaur dengan rekan-rekan yang lain. Daru dulu saya pingin punya, tapi ga kesampean untuk punya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap dengan hadirnya kejuaraan offroad di Sirkuit Pakansari bisa membantu membangkitkan sektor ekonomi di Kabupaten Bogor.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP mengungkapkan bahwa ada ratusan driver yang terlibat dalam kejuaraan tersebut.

“Dari Ketua Panitia Hari Jadi Bogor (HJB) itu 60 sampai 100 orang,” ujar Asnan AP

Selain itu, ia menambahkan, nantinya para driver yang tampil pada kejuaraan tersebut akan mendapatkan Piala Bupati.

“Mudah-mudahan ini (kejuaraan offroad) berjalan lancar, mengingat animo masyarakat Kabupaten Bogor tinggi untuk di offroad seri balapnya,” ungkapnya soal kejuaraan trail Indonesia Off-Road Federation (IOF) National Championship Racing Adventure (NCRA) Seri 1 2025 tersebut .***

Albin Pandita

Hjb ke-543, Imigrasi Bogor Gelar Layanan Spesial “543 PASPOR”

0

Bogordaily.net — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menggelar layanan spesial bertajuk “543 PASPOR” di Balai Kota Bogor pada Sabtu 14 Juni 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (14–15 Juni 2025), ini terselenggara atas kolaborasi antara Imigrasi Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor.

Layanan 543 PASPOR memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor, baik untuk permohonan baru maupun penggantian paspor.

Selain itu, pengambilan paspor kini semakin praktis dengan hadirnya fasilitas drive thru, serta opsi pengiriman langsung ke rumah melalui layanan Mobile POS yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, menjelaskan bahwa jumlah pemohon paspor dalam layanan ini ditetapkan secara simbolik, sesuai angka usia Kota Bogor tahun ini.

“Rata-rata pemohon harian di Imigrasi Bogor sekitar 350 orang. Tapi spesial di momen HJB ke-543, kami melakukan pelayanan simpatik dengan kuota sebanyak 543 paspor, sebagai bentuk perayaan dan penghormatan terhadap hari jadi Bogor ini. Kami pun menyiapkan 10 booth paspor untuk melayani masyarakat,” ujar Ritus.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Direktur Izin Tinggal Direktorat Jenderal Imigrasi Jaya Saputra, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Filianto Akbar, serta perwakilan instansi pemerintah dan pihak perbankan, termasuk Direksi Bank BRI dan Bank BSI.

Tak hanya memberikan pelayanan prima, Imigrasi Bogor bersama mitra perbankan juga menghadirkan kejutan menarik.

Dua orang pemohon yang lahir pada tanggal 3 Juni mendapat hadiah berupa paspor gratis.

Selain itu, 13 orang lainnya yang berhasil menjawab kuis di lokasi juga mendapatkan paspor tanpa dipungut biaya.

Layanan 543 PASPOR menjadi bukti nyata sinergi antara Kantor Imigrasi Bogor dan Pemerintah Kota Bogor dalam mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.

Di momen perayaan HJB ke-543 ini, masyarakat diuntungkan dengan proses yang lebih cepat, mudah, dan penuh kejutan.***

Ibnu Galansa

Menteri Maman Bangun Sistem Sapa UMKM sebagai Solusi Terpadu Transformasi Usaha

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan saat ini tengah membangun sistem SAPA UMKM sebagai solusi terpadu untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendekatan ekosistem dan transformasi digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat memberikan sambutan dalam Seminar dan Audiensi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Doktor Akuntansi (Ikadokansi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti, Jakarta, Sabtu (14/6), menyampaikan terdapat empat permasalahan utama yang hingga kini masih menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM di Indonesia.

“Empat masalah utama UMKM kita hari ini adalah dominasi skala mikro, keterbatasan akses pasar, keterbatasan akses pembiayaan, dan lemahnya kapasitas teknologi serta standaridsasi. Kita tidak bisa hanya bicara jargon naik kelas, tapi harus punya sistem yang konkret,” kata Menteri Maman dalam acara seminar yang mengambil tema “UMKM Naik Kelas: Peran Pemerintah dan Dukungan Ekosistem Ekonomi” itu.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Kementerian UMKM saat ini sedang membangun sistem digital nasional bernama Sapa UMKM. Ini merupakan super aplikasi yang akan menjadi ekosistem layanan terintegrasi untuk pendataan, pembinaan, fasilitasi pembiayaan, hingga konektivitas UMKM dengan pasar dan industri besar.

“Kementerian UMKM tidak akan mungkin menjangkau langsung 57 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Maka, kami membangun Sapa UMKM sebagai kanal utama, agar setiap program kementerian bisa hadir langsung di genggaman pelaku usaha. Ini bukan hanya aplikasi, tapi wajah baru cara kerja pemerintah untuk UMKM,” katanya menegaskan.

Melalui Sapa UMKM, Kementerian UMKM menargetkan semua fasilitas insentif, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan SDM, dan penguatan kualitas produk, hanya akan diberikan kepada UMKM yang telah terverifikasi dan terintegrasi dalam sistem ini. Proses ini sekaligus menjawab tantangan validasi data UMKM yang selama ini tersebar dan belum terstruktur secara baik.

Lebih lanjut, Menteri Maman menyampaikan bahwa Kementerian UMKM saat ini mengemban dua mandat besar, yaitu meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,1 persen pada tahun 2025 (dari baseline 3,08 persen) dan meningkatkan proporsi usaha kecil dan menengah dari total pelaku UMKM.

“Piramida UMKM kita masih timpang. Dari 57 juta unit usaha, sekitar 54 juta atau hampir 97 persen masih di level mikro. Target kami adalah mendorong terjadinya perpindahan strata dari mikro ke kecil, dan dari kecil ke menengah. Inilah esensi dari konsep naik kelas yang sesungguhnya,” katanya menerangkan.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM menjadi dasar hukum dalam upaya mencapai target tersebut. Dalam Perpres itu, salah satunya disebutkan tentang otoritas Kementerian UMKM untuk mendorong seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar mengalokasikan minimal 40 persen belanja barang/jasa pada produk UMKM.

“PP Nomor 7/2021 ini memberi kami kekuatan untuk mengintervensi sistem pengadaan pemerintah agar lebih berpihak pada UMKM. Tapi sekali lagi, tantangannya adalah pengawasan dan konsistensi implementasi di lapangan,” katanya menambahkan.

Menteri Maman pada kesempatan itu juga menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dari kalangan akademisi, praktisi, dan komunitas intelektual termasuk Ikadokansi. Ia menyebutkan bahwa para doktor yang tergabung dalam Ikadokansi merupakan pemikir strategis di bidang ekonomi dan akuntansi yang berperan penting dalam mengawal arah kebijakan transformasi UMKM Indonesia.

“Sebagai Menteri, saya bukan Superman. Saya butuh dukungan dari para pejuang intelektual seperti Bapak dan Ibu sekalian. Karena hanya dengan kerja kolektif, ekosistem UMKM kita bisa dibangun secara berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh para akademisi, praktisi usaha, dan alumni program doktoral FEB Universitas Trisakti. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi konkret akselerasi UMKM naik kelas.***