Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 810

Perjuangan Shella Livia Yuniar Seorang Asisten Dosen dalam Meraih Impian

0

Bogordaily.net – Shella Livia Yuniar lahir di Sukabumi pada 6 Juni 2003. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mendukung pendidikan.

Sejak kecil, Shella sudah menunjukkan ketekunan dalam belajar. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN 2 Sukamanah Cisaat, kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Cisaat dan SMAN 4 Sukabumi. Selama masa sekolahnya, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya paduan suara dan paskibra.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia melanjutkan studinya di IPB Sukabumi, memilih program D4 Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan. Keputusannya untuk masuk ke jurusan ini tidak lepas dari ketertarikannya pada bidang perikanan serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Selama menjalani perkuliahan, Shella dikenal sebagai mahasiswa yang rajin dan berprestasi. Ia berhasil meraih IPK yang cukup tinggi, yang semakin memotivasinya untuk terus belajar dan berkembang di bidang yang ia tekuni.

Perjalanan Akademik dan Tantangan yang Dihadapi
Meskipun berprestasi, perjalanan akademik Shella tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi terjadi pada semester enam, ketika ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Program PKL di jurusannya mengharuskan mahasiswa untuk berpindah ke tiga tempat berbeda, yang menuntut kemampuan beradaptasi yang tinggi. Salah satu pengalaman yang cukup berat bagi Shella adalah ketika ia harus menjalani PKL di Jawa Tengah.

Perbedaan bahasa dan budaya menjadi tantangan tersendiri, terutama karena beberapa orang di sekitarnya kurang terbiasa dengan bahasa Sunda yang ia gunakan. Namun, Shella Livia Yuniar, tidak menyerah dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Setelah menyelesaikan PKL, Shella memasuki tahap penelitian. Fase ini ternyata lebih menantang dibandingkan dengan sebelumnya. Salah satu kesulitan yang ia hadapi adalah mencari alat penelitian yang tidak tersedia di Sukabumi, sehingga ia harus mencarinya hingga ke Bandung.

Namun, kesulitan ini justru semakin menguatkan tekadnya untuk menyelesaikan studinya dengan baik. Ia menyadari bahwa perjuangannya sudah sejauh ini, sehingga menyerah bukanlah pilihan.

Perjalanan Menjadi Asisten Dosen
Di tengah kesibukannya menyelesaikan penelitian, Shella mendapatkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen (asdos). Awalnya, ia ragu untuk mengambil peran ini karena khawatir tidak bisa membagi waktu antara penelitian dan tugas sebagai asisten dosen.

Namun, setelah dipilih dan diberikan kepercayaan oleh dosen, Shella memutuskan untuk mencoba. Keputusan ini membawanya pada pengalaman baru di dunia profesional. Meskipun sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu, Shella mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik dan memperoleh pengalaman berharga dalam dunia akademik.

Shella memiliki impian besar untuk segera lulus dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Ia ingin mandiri secara finansial agar tidak membebani orang tua dan dapat membanggakan mereka.

Motivasi inilah yang terus mendorongnya untuk tetap semangat dalam menyelesaikan studinya.

Sebagai seseorang yang telah melalui berbagai rintangan dalam perjalanan akademiknya, Shella memiliki pesan untuk orang-orang yang sedang berjuang meraih impian mereka:

“Jangan pernah menyerah. Teruslah semangat, segimanapun kalian merasakan kesulitan dan keterpurukan. Jangan pernah merasa putus asa, karena orang-orang di sekitar kita juga membutuhkan kita. Jadi, tetaplah semangat dalam menjalani hari agar dapat menjadi motivasi dan dapat meraih impian yang kita inginkan.”

Kisah Shella Livia Yunia adalah bukti bahwa ketekunan, semangat, dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu seseorang melewati berbagai tantangan. Dengan usaha yang keras, ia terus berjuang untuk mencapai impiannya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.***

 

Anindya Dzakirah Kurnia
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University

Mengungkap Kekuatan Komunikasi Visual: Bagaimana Desain Grafis Mempengaruhi Persepsi dan Tindakan Konsumen

0

Bogordaily.net – Diera digital yang penuh dengan informasi visual, desain grafis punya peran besar dalam membentuk cara kita melihat suatu merek dan memengaruhi keputusan kita sebagai konsumen. Artikel ini akan membahas bagaimana elemen-elemen desain, seperti warna, huruf, tata letak, dan gambar, bisa membuat sebuah produk lebih menarik, membangun citra merek, dan bahkan mendorong orang untuk membeli. Dengan mengulas berbagai penelitian dan contoh kasus, artikel ini akan mengungkap prinsip-prinsip desain grafis yang efektif dan bagaimana dampaknya terhadap strategi pemasaran saat ini.

Saat ini, komunikasi visual sudah seperti bahasa universal. Setiap hari, kita diserbu oleh ribuan pesan visual, baik dari iklan di media sosial, kemasan produk, hingga tampilan aplikasi yang kita gunakan. Dalam situasi seperti ini, desain grafis menjadi kunci utama untuk membuat pesan yang menarik, mudah dipahami, dan berpengaruh.

Bukan hanya soal estetika, desain grafis adalah alat strategi yang bisa membangun identitas merek dan memengaruhi keputusan orang untuk membeli sesuatu. Karena itu, memahami bagaimana desain bisa memengaruhi persepsi dan perilaku konsumen sangat penting bagi bisnis yang ingin sukses di era digital ini.

Efektivitas Desain Grafis dalam Memengaruhi Persepi dan Tindakan Konsumen
Desain grafis yang efektif sebenarnya didasarkan pada cara manusia melihat dan memahami visual. Salah satunya adalah teori persepsi visual yang menjelaskan bagaimana mata dan otak kita memproses gambar, warna, dan teks.

Misalnya, warna memiliki makna tersendiri yang bisa memengaruhi emosi dan tindakan seseorang. Begitu juga dengan pilihan huruf atau tipografi, jenis huruf yang digunakan bisa menentukan apakah teks mudah dibaca dan kesan seperti apa yang ditinggalkannya pada suatu merek. Selain itu, tata letak elemen visual seperti gambar dan teks juga memengaruhi bagaimana informasi diterima dan apakah tampilannya menarik atau tidak.

Salah satu teori penting dalam desain adalah teori Gestalt yang dikembangkan oleh Max Wertheimer. Teori ini menyatakan bahwa manusia cenderung melihat sesuatu sebagai satu kesatuan, bukan bagian-bagian terpisah.

Ada beberapa prinsip utama dalam teori ini seperti kedekatan di mana elemen yang berdekatan terlihat berhubungan, kesamaan di mana elemen yang mirip dianggap sebagai satu kelompok, penutupan di mana otak kita secara otomatis melengkapi bentuk yang tidak utuh, dan kesinambungan di mana mata kita mengikuti garis atau pola tertentu.

Prinsip-prinsip ini sangat membantu dalam desain grafis agar tampilan lebih teratur, menarik, dan mudah dipahami.

Dalam branding, desain grafis memiliki peran besar dalam membangun citra merek. Logo sebagai elemen visual utama harus dirancang dengan baik agar bisa mewakili nilai dan karakter sebuah merek sekaligus menarik perhatian target audiens. Warna yang digunakan dalam branding

juga harus dipilih dengan cermat karena bisa membangkitkan emosi tertentu. Selain itu, jenis huruf yang digunakan harus jelas dan mudah dibaca agar sesuai dengan identitas merek. Semua elemen ini bekerja sama untuk menciptakan identitas merek yang kuat dan mudah dikenali.

Selain branding, desain kemasan juga berpengaruh besar pada cara konsumen memandang suatu produk. Kemasan yang menarik bisa langsung menarik perhatian di rak toko, menyampaikan informasi produk dengan jelas, dan membedakannya dari produk lain.

Seperti yang disebutkan oleh Git Kreatif, konsumen sering kali menganggap bahwa produk dengan kemasan yang menarik memiliki kualitas yang lebih baik. Hal yang sama berlaku untuk desain iklan baik cetak maupun digital. Iklan yang dirancang dengan baik harus bisa menarik perhatian, menyampaikan pesan yang jelas, dan mendorong konsumen untuk mengambil tindakan seperti membeli produk atau menggunakan layanan tertentu.

Desain grafis tidak hanya memengaruhi cara orang melihat suatu produk tetapi juga bisa mengubah tindakan mereka. Misalnya, desain antarmuka pengguna atau user interface UI yang simpel dan menarik dapat membuat pengalaman pengguna lebih nyaman dan bahkan mendorong mereka untuk membeli produk atau mendaftar layanan.

Tombol call to action CTA yang didesain dengan baik juga bisa meningkatkan interaksi pengguna seperti mengklik untuk melakukan pembelian, mendaftar, atau mengunduh aplikasi.

Banyak studi kasus menunjukkan bahwa desain grafis yang efektif benar-benar bisa memengaruhi keputusan pembelian. Misalnya, kemasan produk makanan dan minuman yang menarik dan informatif sering kali meningkatkan penjualan.

Begitu juga dengan iklan yang dirancang dengan baik bisa membuat konsumen lebih sadar akan suatu merek dan tertarik untuk mencoba produk atau layanan tersebut.

Peran Desain Grafis dalaam Membangun Citra Merek
Di dunia bisnis yang semakin kompetitif, citra merek yang kuat sangat penting untuk menarik perhatian dan membangun loyalitas konsumen.

Desain grafis bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga merupakan alat komunikasi yang menyampaikan pesan, membentuk identitas, dan menciptakan kesan mendalam pada audiens. Citra merek sendiri adalah bagaimana konsumen memandang sebuah merek, termasuk reputasi, nilai, dan identitas yang ingin disampaikan kepada publik.

Desain grafis berperan besar karena tampilan visual sering kali menjadi hal pertama yang dilihat konsumen saat berinteraksi dengan suatu merek. Elemen visual yang dirancang dengan baik dapat menciptakan kesan positif, membangkitkan emosi, dan membuat konsumen merasa lebih dekat dengan merek. Konsistensi dalam desain juga membantu memperkuat identitas merek, sehingga lebih mudah dikenali di antara banyak pesaing.

Menurut para ahli, desain grafis sangat erat kaitannya dengan persepsi, pencitraan, dan komunikasi, serta membantu dalam penyampaian informasi. Pemilik bisnis bisa menggunakan desain grafis untuk menampilkan fitur, manfaat, dan keunggulan produk atau jasa mereka secara visual kepada target pelanggan.

Orang cenderung lebih mudah memahami informasi dalam bentuk visual dibandingkan teks karena otak manusia dapat memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada kata-kata.

Banyak merek terkenal telah sukses memanfaatkan desain grafis dalam strategi pemasaran mereka. Apple, misalnya, dikenal dengan desain produk dan kemasan yang minimalis dan elegan, yang mencerminkan nilai-nilai seperti inovasi, kualitas, dan kemudahan penggunaan.

Sementara itu, Coca-Cola menggunakan desain klasik dan ikonik yang telah membangun identitas merek yang kuat dan mudah dikenali di seluruh dunia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa desain grafis memiliki peran penting dalam penciptaan maskot merek. Maskot yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan pengenalan merek dan menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam dengan konsumen.

Desain grafis, secara keseluruhan, adalah alat komunikasi yang sangat kuat yang dapat memengaruhi cara orang melihat suatu merek dan bahkan mendorong mereka untuk bertindak, seperti membeli produk atau menggunakan layanan tertentu.

Desain yang menarik dapat membangkitkan rasa penasaran konsumen dan membuat mereka ingin mengenal produk lebih jauh. Oleh karena itu, investasi dalam desain grafis berkualitas bukan hanya soal estetika, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk kesuksesan merek.

Ke depannya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana tren desain baru dan teknologi visual akan memengaruhi perilaku konsumen di masa depan.***

Nazwa Safira Ramadhani

Perang Berkepanjangan: Ketegangan Israel-Palestina Memasuki Babak Baru di 2024

0

Bogordaily.net – Konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas pada tahun 2024, menjadi salah satu peristiwa paling tragis yang menyita perhatian dunia. Serangan militer, blokade, serta kekerasan yang terus meningkat telah menyebabkan ribuan korban jiwa mulai dari anak anak, remaja, dewasa bahkan lansia. Ketegangan Israel-Palestina Memasuki Babak Baru di 2024.

Serangan udara, blokade wilayah, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya telah memperburuk kondisi kemanusiaan, terutama di Gaza, yang kini mengalami krisis besar dalam hal pangan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Situasi ini bukan hanya masalah politik antara dua negara, tetapi juga menyangkut hak asasi manusia dan keadilan bagi mereka yang terus menderita akibat perang.

Banyak negara serta organisasi internasional telah menyerukan gencatan senjata dan mengupayakan solusi damai, namun kenyataannya, konflik ini terus berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.

Sejarah panjang pertikaian, perbedaan kepentingan, serta kurangnya upaya diplomasi yang efektif menjadi penghalang utama dalam mewujudkan perdamaian.

Penyebab utama terjadinya koflik antara Israel dan Palestine adalah keduanya sama-sama ingin mendirikan negara di tanah yang sama. Keinginan ini kemudian menimbulkan gerakan zionisme.

Zionisme adalah upaya keagamaan dan politik yang membawa ribuan orang yahudi kembali ke tanah air kuno mereka di timur tengah.

Secara garis besar ini merupakan hal yang dapat mengacu peperangan besar dan dampaknya bisa merembet terhadap negara-negara lain.

Nampaknya perdamaian kedua belah pihak ini akan sulit terealisasi dalam jangka waktu singkat mengingat Israel di dukung oleh Amerika Serikat.

Pada 10 Mei 2021, bentrokan terjadi di Yerusalem antara pengunjuk rasa Palestina, polisi, dan kelompok sayap kanan Israel, yang kembali meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Konflik meningkat dengan tembakan artileri dari kedua belah pihak yang diikuti dengan serangan roket dan serangan udara. Pemboman Gaza oleh pesawat tempur Israel memperburuk penderitaan warga sipil Palestina.

Pada saat yang sama, serangan roket Hamas menyebabkan kerusakan besar di kota-kota Israel, termasuk pusat komersial Tel Aviv.

Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan Palestina, Mai Akaila, serangan tersebut mengakibatkan terbunuhnya 227 warga: terdiri 70 anak-anak dan 40 perempuan serta terdapat lebih dari 8.500 warga menderita luka-luka, Senin, (24/05).

Hal ini kemudian membuat PBB mendesak Palestina dan Israel untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza untuk menghindari provokasi hingga akhirnya pada 20 Mei 2021, Israel dan Palestina menyetujui gencatan senjata.

Sayangnya, gencatan senjata itu tidak berlangsung lama di mana konflik antar kedua negara itu kembali memanas dan masih berlangsung hingga saat ini.

Menurut tim lapangan bantuan pemerintah, sebanyak 74% tenda untuk pengungsi tidak layak untuk digunakan. Mereka melaporkan bahwa 100.000-135.000 tenda rusak dan perlu untuk diganti.

Tenda tersebut terbuat dari nilon, kayu dan kain yang setiap hari semakin memburuk karena faktor iklim dan cuaca matahari. Setelah penggunaan selama 11 bulan ini tenda sudah tidak lagi layak digunakan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Namun beberapa media telah mendesak komunitas internasional dan PBB untuk segera memberikan bantuan seperti tempat tinggal, makanan, pakaian serta kebutuhan lainnya terhadap korban di Palestina.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina ini sudah seharusnya menjadi perhatian dunia. Tragedi ini menuntut aksi nyata dari berbagai pihak, baik pemerintah, oganisasi maupun individu.

Peperangan yang terjadi antara Israel dan palestina cukup berdampak besar. Salah satunya adalah banyak memakan korban jiwa.

Saat ini jumlah korban jiwa dari palestina berjumlah 11 ribu jiwa. Serangan demi serangan dari Israel diluncurkan kepada Palestina.

Akibatnya sejumlah fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah hancur tak tersisa. Warga Palestina terpaksa harus pindah dan mengungsi ditempat yang aman agar tidak terkena serangan yang diluncurkan oleh Israel.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah disejumlah wilayah. Beberapa rumah sakit tidak mendapatkan suplai listrik yang dibutuhkan, akibatnya banyak bayi premature dan banyak korban jiwa yang nyawa nya tidak dapat tertolong karena tidak dapat peralatan medis yang sesuai.

Melihat dampak yang begitu besar, dunia harus mengambil tindakan nyata untuk menghentikan peperangan ini.

Solusi damai yang adil dan berkelanjutan perlu segera diwujudkan agar rakyat Palestina dapat menjalani hidup dengan tenang, tanpa ancaman kekerasan di masa depan.

Jika konflik ini terus berlarut-larut, penderitaan yang sama akan terus terjadi, dan tragedi ini akan menjadi warisan kelam bagi generasi mendatang.***

Oleh: Anindya Dzakirah Kurnia
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University

 

Geger Pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor, Keponakan Diduga Habisi Nyawa Tantenya Sendiri

0

Bogordaily.net – Peristiwa pembunuhan mengejutkan terjadi di Taman Cimanggu, Kota Bogor, pada Minggu, 6 April 2025. Korban diketahui seorang perempuan yang diduga dibunuh oleh keponakannya sendiri.

Belum diketahui pasti penyebab dan kronologis dugaan peristiwa pembunuhan di Taman Cimanggu Bogor tersebut. Namun kejadian itu membuat warga sekitar geger.

Informasi ini pertama kali beredar di kalangan warga setempat. Menurut keterangan warga RT sekitar, korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga.

“Ada info pembunuhan di taman Cimanggu diduga korban (tante) dan pelaku (ponakan),” tulis salah satu warga dalam pesan singkat yang beredar.

Hingga saat ini, aparat dari Polres Bogor Kota telah menangani kasus tersebut dan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga membatasi akses ke lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.

“Saat ini lokasi masih disterilkan. Kami, warga sekitar, tidak diperkenankan untuk masuk ke area TKP,” ujar seorang saksi mata.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif pembunuhan maupun identitas korban dan pelaku.

Video atau dokumentasi kejadian pun belum tersedia karena proses olah TKP masih berlangsung.

Namun video evakuasi dugaan pembunuhan itu beredar di media sosial. Nampak sejumlah polisi lalulalang di sekitar TKP.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi hingga informasi resmi dirilis.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kriminalitas yang melibatkan hubungan keluarga sebagai latar belakang. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi korban.***

Dedi Mulyadi Bakal Undang Seluruh Anggota Dishub Kabupaten Bogor ke Gedung Pakuan, Syaratnya BAP di Polres Dulu

0

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal mengundang seluruh jajaran anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor ke Gedung Pakuan namun dengan syarat, tidak terbukti melakukan pemotongan insentif untuk para sopir angkot di kawasan Puncak Bogor.

Adapun, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor atas kejujuran petugas, dan juga jerih payah dalam bertugas melaksanakan pengamanan mudik lebaran.

“Kalo sampe tanggal 7 sudah bekerja dengan baik, dan secara tegas tidak melakukan pungutan dan itu nanti dibuktikan BAP di Polres, nanti akan saya undang makan malam seluruh petugasnya di gedung Pakuan,” kata Dedi Mulyadi dalam unggahan instagram Minggu 6 April 2025.

Dedi melanjutkan, seluruh anggota Dishub tersebut, nantinya akan diundang untuk kegiatan makan malam bersama Gubernur tepatnya pada tanggal 12 April 2025.

“Nanti saya ajak makan malam di gedung pakuan tanggal 12 bawa semua. Kalo ada 350 orang saya siapin bus 7,” jelasnya.

Namun, Dedi menegaskan pihaknya akan tetap mengikuti proses hukum yang berlaku untuk mengetahui terbukti atau tidaknya keterlibatan Dishub Kabupaten Bogor dalam aksi pemotongan insentif sopir angkot tersebut.

“Yang penting BAP di Polres harus ketahuan siapa sih yang memungut siapa yang bersih,” ungkap Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengaku jika Dishub dan Organda sempat menjadi yang tertuduh dalam masalah ini.

“Hari ini, kami dengan pemilik kendaraan sudah sepakat bahwa yang tersampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar,” ujar Dadang.

Namun, lanjut Dadang, Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) menerima imbalan dari para sopir tersebut sebagai bentuk terimakasih dengan nominal variatif, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

“Tidak ada pemungutan yang Rp200 ribu, namun ada keikhlasan dari masing-masing sopir memberikan uang secara sukarela kepada KKSU, ada yang memberi Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, hingga Rp 200 ribu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, total uang yang sempat diterima pengurus KKSU sebesar Rp 11.200.000 telah dikembalikan kepada sopir yang berhak menerimanya.

“Tadinya, sopir memberikan seikhlasnya ke KKSU, tetapi kemudian berkembang isu mengenai pemotongan Rp 200 ribu. Hal ini sudah diklarifikasi dan uang tersebut sudah dikembalikan,” tuturnya.***

Albin Pandita

Mudahkan Masyarakat Jalani Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol

0

Bogordaily.net – Periode mudik lebaran 2025 memasuki masa arus balik setelah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri pada Senin, 31 Maret 2025 lalu.

Masyarakat yang melaksanakan mudik, sudah kembali menjalankan arus balik.
Dalam mendukung kelancaran arus balik lebaran 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendirikan Posko Mudik BUMN di beberapa titik perjalanan arus balik periode lebaran 2025. Lokasi-lokasi tersebut terletak di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Yogyakarta International Airport dan Rest Area Tol Gempol Pasuruan KM 792 arah Jakarta, Jawa Timur serta Rest Area Tol Solo – Ngawi.

Posko Mudik BUMN dalam rangka melayani arus balik yang dibangun BRI beroperasi pada 5-8 April 2025. Sementara itu, fasilitas yang disiapkan di Posko Mudik BUMN adalah cek kesehatan gratis dan obat-obatan gratis, penyediaan makanan/minuman, area bermain anak (playground) serta ruang istirahat.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa pendirian Posko Mudik BUMN dalam rangka melayani arus balik merupakan upaya nyata BRI sebagai perusahaan BUMN dalam mendukung kelancaran arus balik lebaran 2025.

“Setelah Arus Mudik kemarin berjalan lancar, BRI juga terus berupaya mendukung kelancaran arus balik bagi pemudik. Masyarakat yang melaksanakan kegiatan arus balik silahkan memanfaatkan Posko Mudik Bersama yang telah kami sediakan dan kami harap masyarakat bisa melaksanakan arus balik dengan aman dan nyaman”, ungkap Hendy.

BRI sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia terus berperan aktif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. BRI juga terus berkolaborasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pemerintah dalam menyukseskan pelaksanan arus mudik dan arus balik lebaran 2025.

Sebelumnya pada periode 27-29 Maret 2025, BRI mendirikan Posko Mudik Bersama BUMN di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Yogyakarta International Airport dan Rest Area Tol Gempol Pasuruan KM 792, Jawa Timur serta Rest Area Tol Solo – Ngawi.

Selain Posko Mudik BUMN, BRI Group juga telah memberangkatkan 8.482 pemudik dengan 170 bus ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Rinciannya, BRI mengakomodasi 5.000 pemudik dengan 100 bus, sementara itu anak perusahaannya, PNM akan melayani 282 pemudik dengan 6 bus, dan Pegadaian menyiapkan 64 bus untuk 3.200 pemudik.***

Viral, Video Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor “Briefing” Sopir Angkot Jalur Puncak Jangan Asal Jawab Arahan Gubernur

0

Bogordaily.net – Video Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih viral sedang membriefing para sopir angkot di jalur puncak viral.

Isinya skenario setelah gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kebijakan libur bagi sopir angkot dan dana kompensasi saat arus mudik lebaran.

Video itu beredar di media sosial. Di Instagram video itu diunduh oleh banyak akun.

Dadang Kosasih nampaknya tahu dia sedang diawasi.

Apalagi setelah kabar itu viral, sopir angkot ribut soal jalur dan kebijakan gubernur itu selama arus lebaran.

Maka sore itu, Dadang — Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor — mengumpulkan para sopir.
Breefing kecil. Di pinggir jalan. Di Puncak Cisarua.

Pesannya satu:
Kalau ada telepon dari Gubernur Dedi Mulyadi, hati-hati bicara.
Jangan asal jawab.
Jangan asal iya.

“Kalau Pak Gubernur tanya, ‘Mau diganti angkotnya?’ Jangan langsung bilang iya,” kata Dadang.
“Pikir dulu. Dampaknya ke kalian apa.”

Dia contohkan lagi.
“Kalau kata masyarakat iya, ya belum tentu benar. Kalian harus pikirkan.”

Di sela breefing, ada sopir tanya.
“Boleh sewa borongan, Pak?”

“Boleh,” jawab Dadang cepat. “Asal lewat tukang.”

Tukang di sini maksudnya jalan alternatif.
Bukan jalan utama Puncak Cisarua.
Kalau lewat depan?
“Saya sikat,” tegasnya.

Dadang memang keras.
Tapi juga melindungi.
“Jangan sampai kalian ‘ngahuleng’,” katanya.
Ngahuleng: melongo, bingung, kaget.

Dia tahu, tekanan ini berat.
Gubernur sedang perhatian penuh.
Kesalahan kecil bisa fatal.

Video viral Kabid Lalin Kabupaten Bogor briefing itu viral dan jadi tontonan di jagat maya.

Sebelumnya, Dadang Kosasih, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub Kabupaten Bogor ini mengklarifikasi.

Ia mengaku: Dishub dan Organda sempat kena tuduh khususnya soal potongan dana kompensasi sopir angkot yang diberikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“Hari ini kami sudah sepakat dengan para pemilik kendaraan. Yang disampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar,” kata Dadang.

Tapi Dadang tidak menutup mata. Memang ada uang yang mengalir ke KKSU, katanya. Dari sopir. Bukan paksaan.

Bentuk rasa terima kasih saja. Nilainya macam-macam: ada yang Rp 50 ribu, ada yang Rp 100 ribu, bahkan ada yang sampai Rp 200 ribu.

“Bukan pungutan Rp 200 ribu. Mereka memberi sukarela,” tambahnya.

Total uang yang sempat diterima pengurus KKSU, lanjut Dadang, Rp 11,2 juta. Sudah dikembalikan ke sopir-sopir yang berhak.

Awalnya sopir memberi ikhlas. Tapi belakangan, isu pemotongan Rp 200 ribu berkembang. Membesar. Klarifikasi dilakukan. Uang dikembalikan.***

Albin Pandita

Buntut Kades Minta THR dan Sunat Kompensasi Sopir di Bogor, 9 Orang Diperiksa

0

Bogordaily.net – Sembilan orang sudah diperiksa buntut dari kasus Kepala Desa (Kades) minta THR Lebaran dan pemotongan dana kompensasi Sopir angkot di Bogor dari Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Semuanya berawal dari hal-hal kecil yang kemudian jadi gaduh.

Yang pertama, surat THR dari seorang kades. Nilainya lumayan: Rp165 juta.

Untuk apa? Untuk tunjangan hari raya. Tapi bukan untuk dirinya sendiri. Katanya sih, hanya “imbauan”.
Suratnya beredar. Viral. Ribut.

Yang kedua, lebih menggelikan.
Kompensasi dana untuk sopir angkot di Puncak Bogor dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Harusnya mereka menerima penuh.
Tapi uang itu… tersunat.
Bukan banyak, tapi cukup untuk membuat gaduh.

Bupati Bogor Rudy Susmanto segera bereaksi.

Ia tidak mau perkara ini menodai Bogor yang sedang dia rawat baik-baik.

Tim Saber Pungli bergerak.
Empat kades, satu orang Dishub, sisanya dari organisasi.
Sembilan orang dipanggil.
Semua dimintai keterangan.

“Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Rudy.

Ia menjanjikan hasil pemeriksaan keluar pekan depan.

Kalau ada pidananya, lanjut ke kejaksaan atau polisi.
Kalau hanya salah administrasi, ya disanksi administrasi.

Kades Klapanunggal, Ade Endang Saripudin, sudah minta maaf.
Surat THR-nya katanya hanya “imbauan”.
Ia berjanji menarik kembali surat itu.

Ade tampil di video.
Mukanya kecut.
Suaranya pelan.
Tapi, setidaknya, berani mengaku salah.

Lalu soal sopir angkot.
Setelah ribut, uang mereka akhirnya dikembalikan.
Emen, perwakilan sopir, muncul di video klarifikasi.

“Saya Emen. Klarifikasi. Tidak ada sangkut paut Dishub dan Organda dalam potongan itu,” katanya.

Kasus ini menyisakan pelajaran sederhana:
Urusan kecil yang diabaikan bisa meledak jadi besar.
Apalagi jika sudah viral.***

Menjelajahi Keindahan Tersembunyi di Ujung Kulon: Petualangan Tak Terlupakan di Tanah Badak Jawa

Bogordaily.net – Perjalanan ini dimulai dengan satu tujuan: menjelajahi Taman Nasional Ujung Kulon, rumah terakhir bagi Badak Jawa yang kini hampir punah. Terletak di ujung barat Pulau Jawa, kawasan ini bukan hanya menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi juga keindahan alam yang mampu menghipnotis siapa saja yang datang.

Dari Jakarta, perjalanan menuju Ujung Kulon membutuhkan waktu sekitar enam jam melalui jalur darat menuju Desa Sumur, Banten. Kami berangkat subuh agar bisa menikmati pemandangan matahari terbit selama perjalanan. Jalanan yang berliku dan sesekali berlubang menjadi tantangan tersendiri, tetapi semangat kami tak surut.

Sesampainya di Desa Sumur, kami melanjutkan perjalanan dengan perahu menuju Pulau Peucang, salah satu destinasi favorit di kawasan ini. Selama satu jam perjalanan di laut, kami disuguhi pemandangan perairan biru jernih dengan sesekali terlihat ikan-ikan kecil melompat di antara ombak.

Pulau Peucang menyambut kami dengan pasir putih halus dan air laut sebening kristal. Begitu menginjakkan kaki di pulau ini, suasana tenang dan damai langsung menyelimuti. Kami berjalan-jalan di tepi pantai, menghirup udara segar, dan menikmati suara deburan ombak yang menenangkan.

Selain pantainya yang memukau, Pulau Peucang juga menyimpan keajaiban alam lainnya, seperti hutan hujan tropis yang masih alami. Kami bertemu dengan beberapa rusa liar yang tampak tidak takut dengan kehadiran manusia. Bahkan, kami melihat sekawanan monyet ekor panjang yang asyik bermain di dahan pohon.

Kami juga mengunjungi Karang Copong, sebuah tebing karang dengan pemandangan laut lepas yang luar biasa. Dari sini, matahari terbenam tampak begitu dramatis, dengan langit berwarna oranye keemasan yang perlahan-lahan berubah menjadi ungu gelap.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju Semenanjung Ujung Kulon untuk menjelajahi hutan tempat Badak Jawa bersembunyi. Dipandu oleh seorang ranger berpengalaman, kami menyusuri jalur setapak yang dipenuhi pepohonan raksasa dan akar-akar yang menjalar. Suara burung dan gemerisik dedaunan menjadi musik alami selama perjalanan.

Meskipun kami tidak beruntung melihat langsung Badak Jawa, kami menemukan jejak kakinya yang masih segar di tanah basah. Ini menjadi pengingat bahwa satwa langka ini masih bertahan di habitat aslinya, meskipun jumlahnya sangat terbatas.

Setelah dua hari menjelajahi keindahan Ujung Kulon, kami kembali dengan hati yang penuh rasa syukur. Keindahan alam yang masih alami, pengalaman bertemu satwa liar, dan kisah konservasi yang menyentuh hati menjadikan perjalanan ini lebih dari sekadar petualangan biasa. Ini adalah pengingat bahwa alam yang indah harus dijaga dan dilestarikan agar generasi mendatang masih bisa menikmatinya.

Perjalanan ke Ujung Kulon bukan hanya tentang menjelajahi tempat baru, tetapi juga tentang menghargai kehidupan liar dan keindahan alam yang masih tersisa. Jika Anda mencari destinasi petualangan yang menakjubkan, Ujung Kulon adalah jawabannya.***

Larry Maxmillian Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

SesKemenkop Berharap Sukabumi Jadi Role Model Pembentukan Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop) Ahmad Zabadi menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Sukabumi. Hal itu tergambar saat SesKemenkop melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/4).

Berkaitan hal tersebut, Zabadi mengajak Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk turut andil. Bahkan, bila perlu menjadi role model dalam pembentukan Kopdes Merah Putih ini.

“Banyak hal yang selalu membuat Sukabumi sebagai role model. Seperti program Makan Bergizi Gratis di Warungkiara, PLUT di Cikembang, dan semoga saja Koperasi Desa Merah Putih pun menjadi role model,” papar Zabadi, saat berdialog dengan Bupati Sukabumi H Asep Japar.

Apalagi, lanjut Zabadi, Bupati Sukabumi merupakan orang yang telah lama berkecimpung di dunia koperasi. Mengingat, dulunya merupakan mantan kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sukabumi.

“Pak Bupati ini mantan Kadis yang sangat mengetahui tentang koperasi. Sehingga, pasti memperhatikan hal semacam ini,” ungkap Zabadi.

Zabadi menjelaskan, terdapat beberapa hal yang mendasari pembentukan Kopdes Merah Putih ini. “Terutama, untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Zabadi.

Intinya, tegas SesKemenkop, Kopdes Merah Putih ini untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. Apalagi, koperasi ini akan menitikberatkan terhadap kebutuhan masyarakat desa. Sehingga, salah satu fokus usaha di bidang koperasi adalah sembako dan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Koperasi ini akan menjadi solusi terbaik baik masyarakat desa. Baik dalam pemenuhan kebutuhan maupun pengembangan potensi lokal desa,” ucap Zabadi.

Maka dari itu, dalam koperasi ini dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. Sehingga, tidak bisa diikuti warga yang lintas desa. “Jadi, pendekatannya per desa. Sehingga, warga yang berusia dewasa bisa bergabung menjagi anggota koperasi,” imbuh SesKemenkop.

Zabadi menambahkan, dalam pembentukan koperasi ini, terdapat beberapa metoda yang bisa dilakukan. Hal itu seperti pembentukan baru bagi desa yang tidak memiliki koperasi hingga revitalisasi koperasi yang tidak jalan.

“Kalau yang sudah jalan koperasi desanya, bisa mengubah nama dan anggaran dasar,” terang Zabadi.

Pembentukan Kopdes Merah Putih ini ditargetkan bisa terbentuk sampai akhir Juni 2025. Hal itu dengan target puluhan ribu koperasi yang terbentuk di seluruh Indonesia.

“Bapak Presiden rencananya akan meluncurkan Kopdes Merah Putih ini pada Juli mendatang.Sehingga, akhir Juni ditargetkan pembentukannya selesai,” ucap SesKemenkop.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H Asep Japar mengatakan, terdapat 381 desa dan 5 kelurahan di daerahnya. Jumlah tersebut dapat menjadi potensi luar biasa untuk dikembangkan Bersama koperasi.

“Makanya dalam momen ini, kami kumpulkan sejumlah kepala perangkat daerah terkait agar mereka semua memahami Kopdes Merah Putih,” kata Bupati Sukabumi.

Apalagi, Kabupaten Sukabumi ingin ikut andil dalam momen besar ini. “Kita akan berkumpul dengan seluruh kepala desa. Semoga saja dalam waktu dekat bisa terbentuk Kopdes Merah Putih,” pungkas Asep.***