Home Blog Page 811

Bawa Leuit, Perumda Pasar Tohaga Meriahkan Parade Helaran Budaya di Cibinong

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor memeriahkan parade Helaran Budaya yang berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong pada Sabtu 14 Juni 2025.

Dalam kesempatan itu, terlihat jajaran Direksi dan Staf Perumda Pasar Tohaga mengenakan pakaian adat sunda ala arjuna sambil membawa beberapa senjata adat seperti pedang, panah dll.

Kemudian, mobil yang dihias oleh jajaran Perumda Pasar Tohaga terbuat dari ukiran bambu dan juga beberapa atap dari padi padian.

Sebelumnya diketahui, Helaran Budaya tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Kemudian sejumlah SKPD maupun Kecamatan menampilkan beberapa tema budaya adat daerah nya masing-masing.

Adapun, parade Helaran Budaya dalam rangka meriahkan HJB Ke-543 itu berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, dengan rute Lapangan Tegar Beriman menuju Stadion Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi  acara helaran budaya kali ini yang diikuti oleh sejumlah Satuan Kepegawaian Perangkat Daera (SKPD) dan juga para pegawai dari 40 Kecamatan, hingga kelompok masyarakat.

Dimana, mereka menghias kendaraannya masing masing hingga mengenakan kostum adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih, bukan hanya peserta dari 40 kecamatan, bukan hanya dari seluruh OPD, bukan hanya dari sanggar sanggar bukan hanya dari kelompok-kelompok masyarakat,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu 14 Juni 2025.***

Albin Pandita

RS Islam Bogor Promo Free Upgrade Kamar Rawat Inap Khusus Pasien Asuransi dan Perusahaan

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dan kenyamanan ekstra bagi pasien, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) menghadirkan promo spesial berupa free upgrade kamar rawat inap selama Juni 2025.

Promo ini ditujukan khusus bagi pasien asuransi dan perusahaan (non-COB BPJS) yang telah menjalin kerjasama dengan RSIB.

Melalui promo ini, pasien bisa mendapatkan peningkatan kelas kamar secara gratis dari kelas 1 ke kamar VIP, dan dari kamar VIP ke kamar Suite Room tanpa biaya tambahan.

Promo ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pasien yang telah mempercayakan pelayanan kesehatan kepada RS Islam Bogor.

Namun, promo ini hanya berlaku bagi pasien rawat inap, dan harus diklaim saat proses pendaftaran awal.

Selain itu, promo diberikan sesuai ketersediaan kamar, serta mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pasien atau calon pasien yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat langsung menghubungi 0899-8268-777.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Dapatkan pelayanan terbaik dengan kenyamanan lebih hanya di Rumah Sakit Islam Bogor.***

Ibnu Galansa

Dedie Rachim Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Dunia

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap tempe sebagai produk unggulan Indonesia yang telah mendunia.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan Forum Tempe Nasional bertajuk “Budaya Tempe, Persembahan dari Indonesia untuk Dunia” yang berlangsung di Istana Ballroom, Hotel Salak The Heritage, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor, Sabtu 14 Juni 2025.

Tema tahun ini menjadi sangat istimewa karena tempe telah diajukan oleh pemerintah Indonesia ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Culture Heritage).

Menurut Dedie Rachim, tempe bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi telah menjadi produk pangan berprotein tinggi yang diminati masyarakat dunia.

Bahkan, di Kota Bogor sendiri, terdapat produsen tempe yang telah mengekspor ke 10 negara.

“Di Bogor sendiri saat ini ada produsen tempe yang sudah menjadi eksportir tempe ke 10 negara. Ini tentu membuat kita bangga karena penggemar tempe tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari mancanegara,” ujar Dedie Rachim.

Ia menilai, tempe sebagai warisan budaya kuliner memiliki potensi besar tidak hanya untuk memperkenalkan Indonesia ke dunia, tetapi juga menambah kebanggaan terhadap identitas bangsa.

“Dulu kita sering dengar istilah ‘bangsa tempe’ adalah bangsa yang lemah, tapi kini justru tempe menjadi produk unggulan bernilai gizi tinggi yang dikonsumsi banyak negara. Ini bukti bahwa bangsa Indonesia sejak dulu sudah berpikir maju dalam mengolah makanan sederhana menjadi pangan berkelas dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Tempe Indonesia, dr. Hardinsyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tempe Nasional (Hartempenas) yang jatuh setiap 6 Juni, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bogor yang telah mendukung perkembangan industri tempe dan mengapresiasi peran Kota Bogor sebagai kota bersejarah lahirnya gagasan pengakuan tempe sebagai warisan budaya dunia.

“Hari ini, kita bersyukur karena pemerintah Indonesia sudah mengajukan tempe ke UNESCO. Ini tidak terlepas dari peran Forum Tempe Indonesia dan sejarah panjangnya yang dimulai dari Kota Bogor, 11 tahun lalu,” ungkap Hardinsyah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan rembud budaya tempe. Turut hadir pula para pelaku usaha tempe, akademisi, pegiat budaya, serta pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut.***

Ibnu Galansa

Momen Haru Maia Estianty di Siraman Al Ghazali, Duduk Sejajar dengan Ahmad Dhani dan Mulan

0

Bogordaily.net – Momen haru dan bahagia mewarnai prosesi siraman Al Ghazali, putra sulung dari pasangan musisi ternama Ahmad Dhani dan Maia Estianty.

Siraman ini digelar sebagai bagian dari rangkaian jelang pernikahan Al Ghazali dengan sang kekasih, Alyssa Daguise.

Namun bukan hanya prosesi adatnya yang menjadi sorotan, melainkan kehadiran sang ibunda, Maia Estianty, yang mencuri perhatian publik.

Maia Estianty, musisi sekaligus produser ternama, hadir mengenakan kebaya klasik bermotif bunga bernuansa merah dan biru. Ia duduk di kursi utama bersama suaminya, Irwan Mussry, menatap penuh kasih ke arah Al Ghazali yang bersimpuh di hadapannya, memohon restu sebagai seorang anak menjelang pernikahan.

Tatapan penuh cinta itu menjadi pusat perhatian setelah tersebarnya foto-foto dari acara tersebut di media sosial. Banyak netizen yang terharu melihat ketulusan dan kasih sayang Maia terhadap anaknya, yang selama ini ia besarkan dengan penuh perjuangan sebagai seorang ibu tunggal.

Maia Estianty Duduk Sejajar dengan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela

Yang juga menjadi perbincangan adalah posisi duduk Maia yang berada sejajar dengan mantan suaminya, Ahmad Dhani, dan istri Dhani saat ini, Mulan Jameela. Ketiganya tampil serasi mengenakan busana adat berwarna putih, menciptakan suasana khidmat dan harmonis dalam acara yang sarat nilai keluarga dan adat tersebut.

Maia tampak anggun dalam balutan kebaya putih lengkap dengan veil tipis, sementara Irwan Mussry duduk di sampingnya, menambah kesan damai dan hangat dalam suasana keluarga besar yang berkumpul demi kebahagiaan Al Ghazali.

Kebersamaan mereka dalam satu frame menimbulkan banyak reaksi dari warganet. Banyak yang memuji kebesaran hati Maia yang mampu hadir dengan penuh ketulusan dan menyatu dalam satu momen penting bersama mantan suami dan keluarga barunya.

Reaksi Netizen

Potret Maia yang menyaksikan Al Ghazali dengan tatapan penuh cinta diabadikan oleh berbagai akun media sosial, termasuk salah satunya yang viral dari akun @pembasmi.kehaluan.reall di Instagram. Unggahan tersebut langsung dibanjiri ribuan komentar dari netizen.

“Hati bunda luas banget ya Allah,” tulis seorang pengguna Instagram.

“Al tetap harus sungkem ke ibu kandungnya, bukan ibu sambung,” komentar lainnya.

“Demi anak-anak, bunda Maia mengalahkan egonya. Hatimu seluas samudera,” puji netizen lain yang juga viral.(*)

Belanda dan Sunda, Pertemuan Pertama di Pelabuhan Banten

0

Bogordaily.net – Bagaimana proses masuknya bangsa Eropa ke Nusantara khususnya ke tanah Jawa? Ternyata tidak semudah yang dikira.

Pertama kali bangsa Eropa menjejakkan kakinya di tanah Jawa yaitu di Pelabuhan Banten pada abad 16.

Saat dalam misi menjelajah dunia, bangsa Eropa dari Belanda berinteraksi dengan orang-orang pribumi yang masih berbudaya Sunda. Meski secara kepercayaan mereka sudah menganut agama Islam namun secara sosial dan budaya masih melekat kesundaannya.

Dalam dokumen pelayaran De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman (1595–1597), terdapat narasi mendetail yang mencerminkan dinamika interaksi awal tersebut. Analisis ini berfokus pada dimensi diplomasi, komunikasi budaya, ketegangan sosial, dan penilaian timbal balik antara kedua belah pihak.

Diplomasi dan Intrik Bangsa Eropa di Banten

Kedatangan de Houtman disambut baik meski secara protokoler oleh pejabat kesultanan Banten. Dijelaskan mengenai kedatangan armada Belanda yaitu menggunakan perahu kecil untuk menemui Gubernur.

“Capiteijn in onse roey-jacht hebbende den Gouverneur te ghemoeten, welck oock also geschiede, ende sonden een Balaon voor om zyne hoogheyt te veradverteren van onse comste…”

Bahkan saking protokolernya kesultanan ketika itu, seorang sahbandar pelabuhan Banten rela menjadi sandera. Tujuannya adalah untuk menjamin keselamatan rombongan pihak Belanda. Barang tentu agar diplomasi dapat berjalan lancar antara Belanda dengan kesultanan Banten.

“Den Sabandar aen de Sloepe gecomen, begeirende dat wy aen landt soude comen, presenterende zynen persoon in gyselinghe te blyven, dwelck hem gherefuseert worde…”

Interaksi ini menandakan bahwa proses diplomasi harus berjalan dengan baik tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Apalagi komunikasi bilateral ini menyangkut dengan para elite Banten dalam hal kemaritiman yang harus penuh kehati-hatian.

Diplomasi tidak melulu berjalan lancar. Sempat terjadi ketegangan antara pihak Banten dengan Belanda. Para elite Banten menilai de Houtman ini bersikap sombong. Karena pada saat bicara nadanya terlalu tinggi.

“Capiteijn te veel ghesproken hadde”

Ditambah lagi bangsa Portugis ketika itu telah memiliki posisi khusus di teritori Banten termasuk di batas lautnya. Kedatangan Belanda justru dianggap menjadi pengganggu bagi Portugis yang telah memiliki kedekatan spesial dengan kesultanan Banten. Terpaksa pihak Portugis yang sudah lama beroperasi di kawasan itu menyebarkan rumor:

“De Portugesen… seggende dat wy maer verspieders en waren, om de gheleghentheyt van ’t landt te besichtighen, ende dat wy gheenen sin hadden om coopen…”

Kecurigaan ini mencerminkan bahwa hubungan Eropa dan masyarakat lokal sudah terjalin sebelumnya, dan kedatangan kekuatan Eropa baru seperti Belanda dianggap mengganggu status quo.

Selama dalam penawanan politik, de Houtman beserta rombongannya mengamati secara detail mengenai kehidupan orang-orang Sunda. Mereka menggambarkan meski tidak presisi dalam gambaran mereka namun kegiatan sosial dan proses musyawarah mereka rinci satu persatu.

Orang Sunda di Mata Bangsa Eropa

Dalam dokumen “De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman”, terdapat beberapa catatan yang menggambarkan masyarakat Sunda pada akhir abad ke-16, sebagaimana diamati oleh pelaut dan penulis Belanda dalam ekspedisi tahun 1596. Gambaran tersebut mencakup baik kalangan ningrat maupun rakyat biasa.

Berikut rangkuman karakteristik mereka.

Dimulai dari kalangan ningrat dan pemerintahan yang para bangsawan dan pejabat tingginya digambarkan memiliki pemerintahan yang tertata dengan sistem musyawarah (raad of vergadering) termasuk melibatkan bangsawan senior.

Termasuk soal-soal penting seperti militer juga diambil secara kolektif. Dicatat bahwa seorang raja dan gubernur duduk di tengah sebuah pertemuan yang dikelilingi para bangsawan terkemuka.

Mereka mengambil keputusan berdasarkan suara dari yang paling tinggi derajatnya ke bawah. Lalu dijelaskan sebutan “300 Capiteynen” atau kepala pasukan, yang menunjukkan adanya struktur militer yang mapan dan tersentralisasi.

Dalam “De Eerste Schipvaart der Nederlanders naar Oost-Indië onder Cornelis de Houtman” dicatat bahwa di wilayah pedalaman Sunda, khususnya sekitar Bantam (Banten) dan kaki Gunung Besar, masyarakat petani hidup damai dan rajin. Mereka pendatang baru yang sebelumnya tinggal di Passaruan dan kemudian bermigrasi dengan izin dari raja Banten.

Mereka digambarkan sebagai masyarakat yang sangat tenang, hidup dari pertanian, dan mengikuti ajaran Brahmana sebelum kedatangan Islam. Disebutkan bahwa mereka adalah vegetarian (“eten niet dat leven ghehadt heeft”), hidup hemat, dan menjalani kehidupan religius secara ketat.

Bangsa Sunda juga disebutkan kehidupan sosial kalangan atas memperlihatkan pola istirahat, makan, dan audiensi dengan rakyat atau bawahannya. Seorang bangsawan bisa menghabiskan waktu dengan istri atau selirnya sebelum menerima audiensi pada sore hari.

Ketika bersidang, para pembesar duduk di tanah, menunjukkan adanya kesederhanaan dalam protokol atau upacara kenegaraan, meskipun tetap penuh wibawa.

Penulis Belanda sendiri menyebut masyarakat Sunda sebagai “seer goetvolck” (bangsa yang sangat baik), yang memberi kesan bahwa mereka melihat masyarakat ini sebagai orang-orang yang ramah, damai, dan terorganisir.

Meskipun terjadi insiden politik dan konflik kecil (misalnya penahanan Cornelis de Houtman oleh penguasa lokal karena dianggap “terlalu banyak bicara”), kesan umum yang ditulis oleh orang Belanda tetap menunjukkan kekaguman terhadap struktur sosial dan budaya masyarakat Sunda.

Eko Hadi (Komunitas Bogor Historia)

Meriah! Helaran Budaya HJB ke-543 Tampilkan Mobil Hias dan Kostum Adat dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Ribuan warga Kabupaten Bogor tumpah ruah menyaksikan kemeriahan acara yang diikuti oleh 40 kecamatan, puluhan SKPD, dan berbagai sanggar budaya.

Helaran Budaya 2025 dibuka langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto di Lapangan Tegar Beriman, dengan rute pawai menuju Stadion Pakansari, Cibinong. Acara dimulai sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan menyita perhatian masyarakat yang telah memadati lokasi sejak pagi hari.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi besar dari seluruh komponen masyarakat. Ia menilai Helaran Budaya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih, bukan hanya peserta dari 40 kecamatan, bukan hanya dari seluruh OPD, bukan hanya dari sanggar sanggar bukan hanya dari kelompok-kelompok masyarakat,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu 14 Juni 2025.

Kemudian, Rudy turut menyampaikan terima kasih atas kehadiran beberapa daerah lainnya untuk memeriahkan Helaran Budaya seperti, Kabupaten Garut, Ciamis, Sukabumi hingga Indramayu.

“Alhamdulillah hadir untuk memeriahkan dari kota dan kabupaten sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Indramayu, Kota Bogor kota depok yang ikut memeriahkan karnaval hari ini,” jelasnya.

“Sekali saya ucapkan terima kasih, saya melihat semangat yg luar biasa dari kemaren sore, baru hari ini saya tinggal di pendopo, jam tiga pagi sudah ramai,” tambah Rudy.

Selain itu, Rudy berharap acara tahunan ini menjadi semangat baru bagi masyarakat Kabupaten Bogor dalam melestarikan budaya, dan adat sejumlah daerah di Indonesia.

“Saya ke luar, ada pimpin SKPD yg ikut menghias mobil biasa nya banyak masyarakat yg turut serta menghias mobil hias nya untuk memberikan yang terbaik dan saya tahu masyarakat kabupaten Bogor rindu terhadap hal ini,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)

BRI dan Rumah BUMN Cetak UMKM Siap Ekspor: Kisah Sukses Baker’s Gram

0

Bogordaily.net – Perjalanan usaha sering kali berawal dari kecintaan pada tradisi keluarga. Inilah yang dialami Ratna, pemilik Baker’s Gram, sebuah UMKM di bidang kuliner yang telah berevolusi dari industri rumahan menjadi café modern dengan visi ekspor global.

Awal mula usaha ini dirintis sejak Ratna duduk di bangku SMP, membantu ibunya yang menggantikan sang kakak mengelola bakery di sebuah bridal house keluarga.

“Saat itu, bakery kami menjadi bagian dari layanan komprehensif bridal house, mulai dari busana hingga kue pengantin,” ujarnya.

Setelah sempat vakum karena renovasi rumah menjadi ruko pada tahun 2000, semangat berwirausaha kembali tumbuh saat anak-anak telah dewasa. Maka lahirlah kembali brand Baker’s Gram pada 5 Desember 2023.

Kini, usaha tersebut tidak hanya menjual roti dan kue, tetapi juga menghadirkan konsep café yang nyaman di kawasan Gunung Sahari, Jakarta, lengkap dengan menu kopi, sarapan, dan hidangan utama seperti chicken steak dan bakmi.

Ratna mendirikan badan hukum dengan nama PT Genta Tata Boga pada akhir Desember 2024 sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Legalitas usaha kini telah lengkap, termasuk NIB, sertifikasi halal, dan BPOM.

Dalam proses tumbuh kembang usahanya, Ratna bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI Jakarta sejak tahun 2024. Di sini, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan seperti strategi digital marketing, e-commerce, hingga sertifikasi halal self-declare. “Saya paling antusias ikut pelatihan marketing digital, karena di era sekarang, penjualan online sangat penting,” tuturnya.

Dukungan penuh dari BRI juga menjadi faktor penting dalam perjalanan Baker’s Gram. Melalui Rumah BUMN Jakarta, BRI juga memberikan kemudahan layanan transaksi keuangan digital seperti EDC Merchant dan QRIS.

“BRI terus berkomitmen menjadi mitra utama pertumbuhan UMKM di seluruh Indonesia. Melalui Rumah BUMN, kami tidak hanya memberikan akses pelatihan dan pembinaan, tetapi juga mendukung UMKM dengan teknologi dan akses pasar,” ujar Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi.

Tenaga kerja café ini juga didominasi oleh lulusan SMK dan Gen Z yang aktif dalam pengelolaan media sosial dan platform e-commerce. “Mereka punya gaya sendiri, penuh semangat, dan cepat beradaptasi dengan dunia digital,” ujar Ratna.

Saat ini, Baker’s Gram sedang bersiap untuk langkah besar berikutnya: ekspor ke pasar internasional. Jika tak ada aral melintang, mereka akan mengikuti pameran produk UMKM Indonesia di Istanbul pada September 2025, bekerja sama dengan KJRI Istanbul dan Kementerian terkait.

Sebagai pesan untuk sesama pelaku UMKM, Ratna menegaskan pentingnya semangat dan keterbukaan belajar. “Tetap semangat, terus buka wawasan dan cari produk yang sesuai dengan passion. Ketika produk sudah ditemukan, fokuslah untuk mengembangkannya,” pungkasnya.(*)

Harga Emas Antam Hari Ini Sabtu 14 Juni 2025 Naik Rp 9.000, Simak Daftarnya Lengkap

0

Bogordaily.net – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Mengacu pada data resmi dari laman logammulia.com, harga emasAntam naik Rp 9.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya, menandai tren penguatan selama empat hari berturut-turut.

Kenaikan harga emas ini membuat harga jual emas 1 gram hari ini mencapai Rp 1.960.000, dari sebelumnya di angka Rp 1.951.000 per gram pada Jumat, 13 Juni 2025.

Selain itu, harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 9.000, menjadi Rp 1.804.000 per gram. Harga buyback ini berlaku bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan ke gerai resmi Antam.

Kenaikan hari ini melanjutkan tren positif harga emas Antam sejak awal pekan. Meski belum menyamai rekor tertinggi yang sempat tercapai pada 22 April 2025 sebesar Rp 2.016.000 per gram, harga hari ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini 14 Juni 2025

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.030.500.

Harga emas 1 gram: Rp 1.960.000.

Harga emas 2 gram: Rp 3.864.000.⁠

Harga emas 3 gram: Rp 5.776.000.

Harga emas 5 gram: Rp 9.604.000.

Harga emas 10 gram: Rp 19.130.000.

Harga emas 25 gram: Rp 47.662.500.⁠

Harga emas 50 gram: Rp 95.205.000.

Harga emas 100 gram: Rp 180.290.000.

Harga emas 250 gram: Rp 475.337.500.

Harga emas 500 gram: Rp 950.375.000.

Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.900.600.000.

Itulah tadi rincian harga emas Antam hari ini Sabtu, 14 Juni 2025.

 

Kode Redeem FF Hari Ini Sabtu 14 Juni 2025, Klaim Sekarang dan Dapatkan Diamond Gratis

0

Bogordaily.net – Segera klaim kode redeem FF hari ini Sabtu, 14 Juni 2025. Pemain Free Fire tercepat,bisa menukarkannya dan beruntung dapat senjata menarik secara gratis.

Garena kembali membagikan kode redeem FF terbaru yang bisa diklaim secara gratis pada hari ini, Sabtu, 14 Juni 2025.

Kode ini memberikan kesempatan kepada pemain tercepat dan paling beruntung untuk mendapatkan bundle karakter, skin senjata, dan bahkan diamond gratis tanpa harus mengeluarkan uang.

Seperti biasa, kode redeem FF hanya berlaku dalam waktu terbatas dan memiliki kuota penggunaan tertentu. Oleh karena itu, pastikan kamu segera menukarkannya sebelum kedaluwarsa atau sudah digunakan oleh pemain lain.

Bagi kamu yang baru main atau belum terlalu familiar, kode redeem FF adalah kombinasi huruf dan angka unik yang biasanya terdiri dari 12 hingga 16 karakter. Kode ini dirilis secara resmi oleh Garena melalui event, media sosial, live streaming, atau kolaborasi khusus dengan influencer.

Dengan memasukkan kode ini ke laman resmi penukaran, pemain bisa memperoleh berbagai item menarik dalam game tanpa harus mengeluarkan Diamond, mata uang utama dalam Free Fire.

Cara Klaim Kode Redeem FF Hari Ini

Untuk para pemain yang masih bingung bagaimana cara menukarkan kode FF gratis, berikut ini panduan lengkap dan mudahnya:

  • Buka browser dan kunjungi situs resmi Garena Free Fire: https://reward.ff.garena.com/id
  • Login menggunakan akun FF yang terhubung dengan Facebook, Google, VK, atau X.
  • Setelah berhasil login, masukkan kode redeem FF 12-16 digit pada kolom yang tersedia.
  • Klik tombol Konfirmasi untuk menukarkan kode.
  • Jika berhasil, hadiah akan otomatis masuk ke dalam mailbox akun Free Fire kamu.

Kejutan menarik disiapkan Garena untuk pemain Free Fire melalui deretan kode redeem. Hadir spesial melalui event Toko Kelontong, berikut kode redeem FF terbaru 14 Juni 2025.

Kode Redeem FF Hari Ini 14 Juni 2025

– 8HGB7TKY6975

– VENGY18EX472

– 4F96ZWSWS2R4

– HE3WH99A89S8

– 5GBV2KFWZ7D8

– J6V4NGGHSYKB

– KIOSGAMERFF1

– TIMNASETB5J1

– INDOR0D4W8E6

– 4AZYG8SZ1FJ6

– JKTE8M89FM4M

– SGJKT48TOKEN

– TKNSG2WINDAH

– JKT48TOKENSG

– X5HCV6PVGHH3

Itulah tadi informasi terkait deretan kode redeem FF hari ini Sabtu, 14 Juni 2025.***

Macet Panjang Terjadi Imbas CFD dan Helaran Budaya di Cibinong, Ini Titik dan Jalur Alternatifnya

Bogordaily.net – Macet panjang terjadi imbas penutupan Car Free Day (CFD) dan Helaran Budaya di Jalan Sukahati, menuju Jalan Tegar beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu 14 Juni 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat kendaraan roda dua maupun roda empat menumpuk sejak pukul 08.00 WIB pagi hari. Beberapa petugas kepolisian terlihat tengah memantau lalu lintas di sekitar.

Diketahui, kemacetan itu terjadi akibat adanya kegiatan Car Free Day (CFD) dan juga Helaran Budaya yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal mengadakan Car Free Day (CFD) di kawasan Cibinong, tepatnya di area Stadion Pakansari, pada Sabtu 14 Juni 2025 besok.

Adapun, pelaksanaan Car Free Day (CFD) itu dilakukan dalam rangka mendukung Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 dengan adanya pawai masyarakat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengatakan bahwa, pihaknya bakal melakukan penutupan di sejumlah ruas jalan kawasan Cibinong.

“Akan dilaksanakan penutupan jalan sementara atau Car Free Day besok, mulai pukul 05.30 sampai 12.00 WIB,” kata Dadang Kosasih kepada wartawan.

Kemudian, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif lain untuk menghindari kemacetan lanjang.

“Pengalihan arus lalu lintas di Simpang Pemda, Simpang Pengadilan Agama, Simpang PDAM, Simpang SPBU Cikempong, Simpang Erfina, Simpang Jalan Bersih, dan Simpang Sentul,” jelasnya.

Selain itu, ia berharap, nantinya  masyarakat bisa mematuhi segala peraturan yang telah dikeluarkan oleh pihaknya dan Polres Bogor.

“Dihimbau kepada pengguna jalan yang akan mengarah ke ruas Jalan Tegar Beriman, ruas Jalan Bersih, ruas Jalan Eddy Yoso, ruas Jalan Ipik Gandamana, dan ruas Jalan Jenderal Sudirman untuk mencari alternatif lain,” ungkap Dadang.*

(Albin Pandita)