Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 814

Hura-hura Petualangan ke Merak

Bogordaily.net – Saat itu masih libur semester, saat itu saya dan sahabat saya memutuskan untuk melakukan petualangan ke Merak, Banten. Sahabat saya ini Zainab dan Yaya, kebetulan mereka teman saya dari Sekolah Dasar. Seperti yang sudah kita ketahui juga, pertemanan yang biasanya sudah lama ini justru jarang sekali berpergian bersama.

Sebenarnya yang menginisiasi perjalanan ini adalah Yaya. Waktu itu Yaya masih Semi-Gap Year (belum diterima di perguruan tinggi negeri) sedangkan saya sama Zainab baru saja merasakan pusingnya perkuliahan di IPB dan UNJ. ”Hitung-hitung membahagiakan teman,” pikir saya waktu itu.

Tanggal 26 Desember 2023 sudah ramai di group chat, Yaya sibuk memesankan kami tiket kereta dari Stasiun Kebayoran Lama sampai Rangkasbitung. Dari Rangkasbitung dilanjutkan dengan kereta lokal arah Merak. Saya dan zainab tugasnya menyiapkan makanan dan keperluan piknik lainnya.

Destinasi kita adalah Pulau Kecil yang letaknya di sebelah Pantai Merak, Banten. Bayangan kami mengenai pantai tersebut tentunya tidak jauh dari yang ada di pikiran orang-orang pada umumnya: pantai yang indah dengan pasir putih dan ombak yang tenang, tempat yang sempurna untuk bersantai dan menyegarkan pikiran.

Tanggal 28 Desember 2023 atau keesokan harinya, mulai lah huru-hara perjalanan ini. Namanya perempuan, mau pergi kemana pun yang dipusingkan sebenarnya adalah pakaian.

H-1 jam pun kami bertiga masih kebingungan mau pakai baju apa dan saling bertanya di group chat mengenai hal tersebut. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk memakai baju salopet berbahan jeans, saya pikir akan lebih mudah untuk dibuat bergerak mengingat kami harus naik-turun kereta satu ke kereta lainnya.

Kira-kira pukul 10.30 WIB kami berkumpul di rumah saya terlebih dahulu, sekalian memeriksa apa saya yang kurang. Setelah izin kepada Bunda, kami berangkat ke Stasiun Kebayoran Lama menaiki angkot C01 dari Swadarma. Perjalanan dari Swadarma ke Kebayoran tidak terlalu jauh, kami sampai di sana sekitar pukul 11.00 WIB.

Seperti biasanya, Stasiun Kebayoran Lama tidak pernah sepi penumpang. Kami memutuskan untuk menumpangi kereta yang berjalan pada pukul 11.33 WIB arah Rangkasbitung. Tarif KRL-nya terbilang cukup murah, hanya Rp7.000, itu pun yang menjadi alasan kami memilih perjalanan ini. Murah dan menyenangkan, di bayangan kami.

Saat itu kereta kami sudah penuh, saya dan Zainab terpaksa harus berdiri selama perjalanan, sedangkan Yaya duduk karena teman saya yang satu ini memang agak jompo. Perjalanan itu kami isi dengan obrolan ringan seputar kuliah, saya menceritakan IPB yang tugasnya datang tiada henti itu. Zainab menceritakan Seni Kulinernya, Yaya menceritakan kegiatannya mengajar les selama waktu luang.

Perjalanan itu sebenarnya bukan perjalanan yang tak terasa, alias kami merasa sedikit kelelahan juga karena harus berdiri selama perjalanan. Kami pun sampai di Stasiun Rangkasbitung pada pukul 13.07 WIB dan lanjut menunggu kedatangan kereta lokal hingga pukul 13.50 WIB. Langsung saja kita pergi ke kursi yang telah dipesan. Jujur, ini baru kali pertama saya petualangan ke Merak, menumpangi kereta lokal dan memang sangat tidak sesuai dengan ekspektasi saya.

Pertama, pendingin ruangan kereta saat itu tidak menyala. Bayangkan harus berada dalam kereta dengan suhu yang cukup panas selama tiga jam. Kedua, banyak penumpang lain yang asal meluruskan kakinya ke kursi saya. Ketiga, kursinya yang memang tegak sekali itu membuat saya tidak bisa tidur selama perjalanan. Yah, sebenarnya sesuai dengan harganya yang sangat murah, Rp3.000 saja. Hitung-hitung untuk pengalaman juga.

Kami kembali menghabiskan perjalanan dengan berbincang dan mengabadikan momen di atas kereta. Bunda sempat menelpon saya saat di kereta dan terkejut karena sudah pukul 16.30 WIB kami belum juga sampai ke tujuan. Saya sebenarnya juga sempat merasa takut karena ini kali pertama pergi ke tempat yang cukup jauh dan belum pernah saya kunjungi sama sekali. Orang bilang, Banten itu seperti ujung dunia. Alias, jauh sekali.

Sampai di pelabuhan Merak pada pukul 17.30 WIB, perasaan saya sudah mulai tidak baik. Rasanya ingin cepat-cepat pulang saja. Namun, Zainab dan Yaya meyakinkan saya bahwa perjalanan ini akan memorable saat sudah sampai di sana.

Benar saja, belum sampai di tempat tujuan, kami sudah ditodong abang angkot yang katanya akan membawa kami ke Pulau Kecil. Kesalahan kami saat itu, kami tidak tahu harus melanjutkan perjalanan dengan apa setelah sampai di Merak. Akhirnya kami memutuskan untuk menumpangi angkot tersebut, ternyata memang banyak orang lain yang juga menumpanginya.

Setelah kira-kira lima belas menit perjalanan, angkot itu menurunkan kami di sebuah tempat yang kelihatannya memang biasa dikunjungi wisatawan. Baru sampai di tempat yang katanya ”Pulau Kecil” itu, kami diminta untuk membayar tiket masuk sebesar Rp20.000. Saya sempat merasa lega, karena ternyata memang benar ada tempat itu sampai harus membayar tiket masuk.

Ketika petualangan ke Merakkami menyusuri lebih jauh yang ada hanya pantai dengan air keruh. Saya yakin teman-teman saya juga merasa kecewa dengan pemandangan tersebut. Sampah berserakan dimana-mana, dari bungkus mie instan sampai popok bayi. Duh. Bahkan, tidak terlihat ada tanda-tanda pengunjung di sana. Sangat jauh dari bayangan saya mengenai pantai yang ramai dan indah untuk sekedar mengambil foto.

Tetapi, yah, karena sudah terlanjur sampai, kami pun segera menggelar tikar dan menyantap hidangan yang sudah kami bawa. Makanan menjadi penyelamat kami dari perasaan kecewa karena saat itu kami sangat lapar, rasanya semua makanan jadi terasa enak dan meningkatkan suasana hati.

Daripada sama sekali sia-sia petualangan ke Merak, kami juga mengambil beberapa foto dan video, kebetulan saat itu matahari hampir tenggelam dan cukup bagus untuk diabadikan. Setelah puas sedikit bermain air dan girls talk, kami memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Kira-kira pukul 19.00 WIB kami sudah sampai lagi di Stasiun Merak dan segera melanjutkan perjalanan kami ke Rangkasbitung, hingga Kebayoran Lama. Kami baru sampai pada pukul 10.00 WIB, disambut dengan bunda yang terlihat sangat amat khawatir.

Benar kata teman-teman saya, perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang sangat memorable bagi saya. Banyak juga pelajaran yang kami dapatkan, mulai dari pengalaman menumpangi kereta lokal, dan pelajaran bahwa sebelum melakukan perjalanan, baiknya lakukan riset terlebih dahulu agar tidak kecewa berlarut-larut. Perjalanan ke Merak, meskipun tidak seindah bulu merak, tetap memberikan kisah perjalanan yang tak akan kami lupakan.***

NUR ANISAH FADIA
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Aktivitas Vulkanik Gunung Gede Masih Normal tapi Masyarakat Diminta Waspada

0

Bogordaily.net – Aktivitas Gunung Gede kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam enam jam terakhir, tercatat 21 kali gempa Vulkanik Dalam (Gempa Vulkanik Tipe A/VA) dengan jumlah yang jauh melebihi rata-rata harian bulan sebelumnya.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi letusan freatik dan hembusan gas beracun di sekitar kawah.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyampaikan bahwa lonjakan aktivitas kegempaan ini cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Pada tanggal 1 April 2024, dalam rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, terjadi peningkatan gempa Vulkanik Dalam (VA) hingga mencapai 21 kejadian. Sebagai perbandingan, rata-rata kejadian Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Gede selama periode 1-31 Maret 2024 hanya berkisar 0-1 kali per hari,” kata Wafid.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede, yang berpotensi menyebabkan letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi.

Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal). Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental hingga 1 April 2024 pukul 10.00 WIB, aktivitas vulkanik Gunung Gede masih berada pada Level I (Normal).

“Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon,” jelasnya.

Gunung Gede merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 2.958 mdpl. Secara administratif berada di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Jawa Barat. Pemantauan dilakukan secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Gede di Desa Ciloto, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Erupsi terakhir Gunung Gede terjadi pada 1957 dari Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas puncak. Saat ini, aktivitas hembusan terpantau berasal dari Kawah Wadon, dengan ketinggian asap berkisar antara 50 hingga 100 meter selama Maret 2024.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai aktivitas vulkanik Gunung Gede, masyarakat dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor (022) 7272606 atau Pos Pengamatan Gunungapi Gede di 0812-2431-4051.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) Agus Deni, mengatakan berdasarkan data dari Badan Geologi aktivitas Gunung Gede meningkat sejak 1 April 2025.

Menurut dia, hingga Kamis (3/4/2025) kemarin tercatat terjadi 47 gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

“Rata-rata durasi gempa mulai dari 4 detik hingga 17 detik,” kata dia.

Menurut dia, meskipun status atau tingkat aktivitas masih dalam kategori normal, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan tidak mendaki atau mendekati kawasan kawan.

Agus menyebut jika Gunung Gede berpotensi mengeluarkan gas gunung api yang berbahaya, terutama dalam radius 600 meter dari kawah Wadon.

“Tidak hanya pendakian yang kita tutup agar tidak ada yang mendekati kawan, masyarakat juga tetap kita imbau untuk waspada. Mengingat gunung gede statusnya masih aktif,” pungkasnya. ***

 

36 Ribu Kendaraan Masih Padati Kawasan Puncak Bogor Pada Momen H+4 Libur Lebaran

Bogordaily.net – Sebanyak 36 ribu kendaraan masih memadati kawasan Puncak Bogor pada H+4 libur hari raya idul fitri, pada Jum’at 4 April 2025.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat Kombes Pol Dodi Darjanto menjelaskan bahwa, pada hari ini terjadi peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan di kawasan Puncak, dari hari sebelumnya.

“Puncak hari ini mengalami peningkatan arus, dua hari yang lalu ada 20 ribu, untuk hari ini 36 ribuan baik yang naik dan turun sekitar 36 ribu,” kata Kombes Pol Dodi Darjanto.

Menurutnya, untuk situasi pada momen libur lebaran di kawasan Puncak terpantau masih aman dan lancar.

“Tercatat dari hasil pantauan situasi aman terkendali dan pantauan arah puncak sudah dikendalikan dan di manage dengan baik. Sehingga tidak ada kendala yang harus dihadapi,” jelasnya.

Namun, kata dia, Polisi masih memberlakukan sistem one way dan juga ganjil genap untuk mengurai kemacetan.

“Untuk manajemen rekayasa masih dilakukan one way dari 188 ke 70 kemudian dari 70 ke 47 untuk contraflownya,” ujar Dodi.

Selain itu, Polda Jabar akan senantiasa melaksanakan pemantauan lalu lintas di kawasan puncak, khususnya di momen arus balik mudik lebaran.

“Kami pihak kepolisian siap melayani bapak ibu sekalian untuk selalu ada di jalan termasuk di jalur pantura, maupun jalur arteri. Jadi masyarakat dapat lebih merasakan keamanan dan kenyamanan dalam mudik,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Dishub Kabupaten Bogor Bantah Tidak Terlibat Dalam Pemotongan Kompensasi Untuk Para Sopir di Jalur Puncak

Bogordaily.net — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor dipastikan tidak terlibat dalam permasalahan terkait dengan dugaan pemotongan kompensasi dari Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi untuk sopir angkutan umum di jalur Puncak yang sempat viral di media sosial, beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui saat ini jumlah kendaraan angkutan yang menerima kompensasi ini sebanyak 651 unit dari tiga trayek yakni, Cisarua, Cibedug, dan Pasir Muncang.

Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menyampaikan bahwa, informasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir sangat simpang siur. Bahkan Dishub dan Organda sempat menjadi yang tertuduh dalam masalah ini.

Dalam keterangannya di Simpang Gadog, Jumat (4/4/2025), Dadang Kosasih menegaskan bahwa informasi yang diterima oleh Gubernur Jawa Barat terkait pemotongan kompensasi tersebut adalah hasil dari miskomunikasi.

“Hari ini, kami dengan pemilik kendaraan sudah sepakat bahwa yang tersampaikan ke Gubernur itu sama sekali tidak benar,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan anggota Dishub Kabupaten Bogor dalam pemungutan tersebut

Dadang menjelaskan lebih lanjut, bahwa isu mengenai pemungutan uang Rp 200 ribu yang ramai dibicarakan kemarin tidaklah sesuai dengan kenyataan.

“Tidak ada pemungutan yang Rp 200 ribu, namun ada keikhlasan dari masing-masing sopir memberikan uang secara sukarela kepada KKSU, ada yang memberi Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, hingga Rp 200 ribu,” jelas Dadang.

Dadang menambahkan, total uang yang sempat diterima Pengurus Kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) sebesar Rp11.200.000 telah dikembalikan kepada sopir yang berhak menerimanya.

“Tadinya, sopir memberikan seikhlasnya ke KKSU, tetapi kemudian berkembang isu mengenai pemotongan Rp 200 ribu. Hal ini sudah diklarifikasi dan uang tersebut sudah dikembalikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini sudah selesai dan clear. Semuanya sudah dikembalikan ke sopir yang berhak menerimanya.

Menurutnya, dengan klarifikasi ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor berharap agar informasi yang simpang siur terkait pemotongan kompensasi sopir angkutan umum dapat diselesaikan dan masyarakat dapat menerima penjelasan yang sebenar-benarnya.

Kemudian, pengurus KKSU Cisarua, Nandar Tayana menjelaskan bahwa, bahwa kompensasi dari Kang Dedy Mulyadi diberikan untuk total 430 supir aktif trayek jalur Puncak sudah diterima oleh mereka.

“Alhamdulillah, 100 persen kebagian. Mengenai jumlah kendaraan trayek Jalur Cisarua puncak ini pada tahun 2021 ada 700 kendaraan, namun saat ini hanya berjumlah 480. Kompensasi sudah diberikan kepada mereka sesuai data yang ada,” ujarnya.

Nandar juga meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat KDM atas penyebutan Dinas Perhubungan dalam permasalahan ini.

“Kami mohon maaf kepada Gubernur Jawa Barat, dan pihak lainnya karena rekan kami mengatasnamakan Dishub, padahal Dishub tidak ada keterkaitan sama sekali dengan masalah ini,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang pengemudi angkutan jalur Puncak Eman Hidayat, juga memberikan klarifikasi bahwa tidak ada pemungutan atau pemotongan uang kompensasi yang dilakukan oleh KKSU seperti yang diberitakan di media sosial.

“Semuanya sudah clear, uang sudah dikembalikan kepada sopir trayek Cisarua Jalur Puncak,” ungkap Emen.

Emen juga menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan atau tekanan dari pihak manapun, terutama dari Dishub Kabupaten Bogor.

“Kami mohon maaf kepada Organda, Dishub, KKSU, dan pihak lainnya karena sudah direpotkan dengan permasalahan ini,” tutupnya. ***

Albin Pandita

Rayakan Silaturahmi dengan Paket Spesial Halal Bihalal di Grand Savero Bogor 

0

Bogordaily.net – Setelah melewati bulan Ramadan dengan penuh makna, kini saatnya merayakan momen Halal Bihalal dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Grand Savero Bogor siap menemani Anda dengan Paket Halal Bihalal spesial yang bikin suasana silahturahmi makin hangat.

Bayangkan suasana hangat bersama keluarga, teman, atau rekan kerja, menikmati hidangan lezat dalam ruang yang nyaman, dan berbagi cerita sambil mengenang momen Ramadan. Semua itu bisa Anda rasakan di Grand Savero Bogor dengan harga mulai dari Rp150.000 nett/pax saja! tidak perlu repot, karena semua sudah termasuk:

  • Free 4 hours usage of function room
  • Standard sound system and microphone
  • Free screen and projector
  • Buffet menu selections
  • Free soft drink or juice

General Manager Grand Savero Bogor, Bapak Dendi Basuworo, mengaku ingin setiap tamu merasakan pengalaman halal bihalal yang lebih dari sekadar kumpul-kumpul.

“Di Grand Savero Bogor, kami menghadirkan suasana nyaman dengan sajian berkualitas, sehingga setiap momen kebersamaan terasa lebih spesial,” katanya.

Jadi, tunggu apa lagi jangan sampai kelewatan momen seru ini. Segera reservasi sekarang juga di 0251 835 8888  atau 0812 2577 1939 (WhatsApp). Untuk informasi lebih lanjut, cek website resmi kami di www.grandsavero.com atau ikuti Instagram @grandsaverobgr. ***

 

Polisi Berhasil Evakuasi Pria Diduga Hendak Bunuh Diri di Jembatan Cikereteg Bogor

Bogordaily.net – Polisi berhasil mengevakuasi pria yang diduga hendak bunuh diri di Jembatan Cikereteg, Desa Bitungsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 4 April 2025.

Peristiwa bunuh diri di jembatan Cikereteg tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan juga sempat menjadi aduan masyarakat (dumas) di media Bogordaily.net

Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat, menjelaskan bahwa, korban (ASH) awalnya izin ingin membuang air kecil dan bilang ke Saudaranya (A), dan kakanya tersebut pada saat menengok ke belakang dan melihat korban adiknya sudah meloncat dari Jembatan Cikereteg.

“Pada saat itu A, meminta bantuan  atau pertolongan ke pengendara yang lain yang sedang melintas di TKP,” kata Kompol Agus, Jum’at 4 April 2025.

Kapolsek menjelaskan, menurut informasi awal bahwa korban atau yang bersangkutan pada saat sebelum kejadian korban akan di bawa ke RSJ Marzuki Mahdi diduga korban mengalami Gangguan Kesehatan Jiwa.

Selanjutnya, Polisi bersama BPBD dan dinas terkait melakukan pencarian di sekitar lokasi. Kemudian, salah satu warga menemukan korban (ASH) di dekat tempat pembuangan  sampah warga.

“Korban ditemukan dalam kondisi sehat namun untuk pakaian yang digunakan korban dalam keadaan basah dan berlumpur,” jelasnya.

Selanjutnya, saksi menyampaikan hal tersebut ke Tim Sar yang sedang mencari korban di lokasi dengan pihak keluarga korban dan dinas sosial Kecamatan Ciawi untuk segera mengantar korban ke RSUD Kota Bogor.

“Dalam rangka berobat lanjutan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban dalam keadaan Hidup Selamat,” ungkap Kompol Agus.***

Albin Pandita

Minyak Telon Lokal Go Global, UMKM Binaan BRI Sukses Ekspor ke Mancanegara

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempertegas komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dan memperluas akses pasar. Salah satu UMKM binaan yang berhasil tumbuh bersama BRI adalah Habbie, brand minyak telon asal Yogyakarta yang berdiri sejak 2019.

Produk ini dikenal inovatif dengan ragam aroma yang variatif dan modern. Habbie telah meraih rekor MURI sebagai brand dengan varian aroma terbanyak di dunia. Selain itu, Habbie juga terpilih menjadi salah satu dari Top 20 finalis Pengusaha Muda BRILiaN 2024, yaitu program inisiatif BRI untuk mencetak pengusaha muda unggul yang siap berkontribusi bagi perekonomian nasional.

“Dari tahun 2019, Habbie telah terjual lebih dari 2,5 juta botol. Pada BRI UMKM EXPO(RT) 2025 ini, kami mencatatkan penjualan ratusan botol dengan total omset hingga belasan juta rupiah. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan saat pertama kali kami mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) di tahun 2023,” ujarnya.

Produk Habbie dipasarkan dengan kisaran harga mulai dari Rp27.000 untuk Telon Roll On 10ml hingga Rp65.000 untuk Minyak Kayu Putih 100ml. Selain itu, Habbie juga meluncurkan produk perawatan rambut untuk ibu dan bayi serta menghadirkan Sakura Origin, parfum terinspirasi aroma Telon Sakura Habbie dengan harga Rp149.000 untuk ukuran 50ml.

Novita menuturkan bahwa partisipasi Habbie dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025 diawali dari proses kurasi. Pengalaman mengikuti program ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga dalam memperluas jejaring bisnis.

Saat ini, Habbie masih fokus memperkuat pasar lokal dan memperluas jaringan toko offline. Meski rencana ekspansi ke luar negeri sudah masuk dalam proyeksi bisnis, potensi pasar minyak telon dan kayu putih di dalam negeri masih menjadi prioritas utama.

“Harapan kami, BRI terus merangkul UMKM melalui pelatihan dan program seperti ini karena dampaknya sangat terasa bagi kami. Semoga BRI dapat terus mempertahankan penyelenggaraan BRI UMKM EXPO(RT), yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan dan pasar,” tutupnya.

Seperti diketahui, gelaran BRI UMKM EXPO(RT) 2025 menjadi salah satu wujud komitmen BRI dalam mendorong lebih banyak UMKM binaan BRI untuk go international.

Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut, sukses dihadiri oleh lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Pada kesempatan terisah Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa penyelenggaraan UMKM EXPO(RT) tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan BRI dalam mendorong UMKM Indonesia menjadi pemain global.

“Keikutsertaan dalam pameran berskala internasional ini juga merupakan bentuk dukungan nyata BRI untuk mendorong pengusaha UMKM untuk terus go global yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui ekspor produk lokal,” ujar Hendy. ***

Kunjungi Stasiun hingga Bandara, Menhub Dudy Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran

0

Bogordaily.net – Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan ke sejumlah simpul transportasi strategis untuk meninjau kesiapan arus balik Lebaran tahun ini.

Tinjauan dilakukan di Stasiun Pasar Senen, Kantor Pusat PT Pelni, Posko Angkutan Lebaran di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, serta Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi.

Kunjungan ini bertujuan memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan para pemudik yang kembali ke kota asal setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

“Kami terus berupaya memastikan arus balik mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan lancar. Koordinasi antar instansi terus ditingkatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Menhub Dudy dikutip Jumat 4 April 2025.

Di Stasiun Pasar Senen, Menhub Dudy memantau langsung operasional perjalanan kereta api jarak jauh yang menjadi salah satu moda transportasi favorit pemudik.

Dalam kesempatan ini, Menhub melihat pergerakan penumpang di Stasiun Pasar Senen, serta memastikan fasilitas dan pelayanan berjalan optimal sesuai standar keselamatan dan kenyamanan.

Pada Operation Room Kantor Pusat PT Pelni, Menhub meninjau pergerakan pemudik pengguna kapal laut. Pemantauan dilakukan secara real-time untuk memastikan seluruh kapal beroperasi sesuai dengan jadwal dan standar keselamatan yang ditetapkan.

Selanjutnya, dalam kunjungan ke Posko Angkutan Lebaran di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Menhub meninjau kesiapan maskapai, personel bandara, serta fasilitas pendukung lainnya guna memastikan arus balik berjalan lancar tanpa kendala.

Sedangkan di JMTC Jatiasih, Menhub melakukan pengecekan kesiapan arus balik jalur darat serta menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus balik menuju Jakarta.

“Untuk kesiapan mudik jalur darat, kami akan terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Jasamarga untuk menetukan rekayasa lalu lintas yang akan ditetapkan,” kata Menhub Dudy.

Rekayasa akan dilakukan jika kendaraan yang memadati lalu lintas sudah mencapai parameter minimum dilaksanakannya contra flow ataupun one way. Berdasarkan proyeksi Jasa Marga, Puncak Arus Mudik akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025.

Menhub juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik dengan baik, memanfaatkan layanan informasi yang tersedia, dan mematuhi aturan keselamatan berkendara demi kenyamanan bersama.***

Pastikan Situasi Aman Pasca Mudik, Kapolda Jabar Pantau Titik Macet di Kawasan Puncak Bogor

Bogordaily.net – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus melakukan pemantauan titik kemacetan di kawasan puncak, tepatnya di Pospam Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 4 April 2025.

Adapun, pemantauan ini dilakukan sekaligus untuk mengecek kesiapan personel serta Pos Pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2025.

Dimana, pada tahun ini difokuskan pada pengamanan arus balik selepas perayaan Idul Fitri 1446 H dari kampung halaman.

“Dilakukan peninjauan titik kemacetan di ruang CCTV, kemudian meninjau termasuk pelayanan kesehatan keberadaan mobil ambulance, juga kendaraan dinas yang telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan menuju kawasan Puncak dan sekitarnya,” kata Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Jum’at 4 April 2025.

Kemudian, sebagai bagian dari pengecekan, Kapolda memantau langsung arus lalu lintas melalui CCTV yang terhubung ke Pos Pam Gadog.

Pemantauan ini dilakukan guna melihat kondisi terkini arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak serta jalur-jalur alternatif dan arus balik mengarah ke Jakarta.

“Kepada pengguna jalan untuk mementingkan kesehatan agar selamat sampai tujuan serta tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya

Selain itu ia berharap, dengan adanya pengecekan ini, seluruh personel yang bertugas dalam Operasi Ketupat 2025 dapat bekerja maksimal demi menjaga kelancaran serta keamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1446 H lancar.***

Albin Pandita

Tembus 1 Juta Penonton, Ini Sinopsis Film Pabrik Gula

0

Bogordaily.net – Film horor Pabrik Gula kini telah viral dan masih tayang di bioskop hingga libur lebaran Jumat 5 April 2025.

Lantaran viral, jumlah penonton menembus angka 1 juta sejak tayang Senin (31/3) lalu.

“Hingga siang ini (Kamis, 3 April 2025), 1.000.000++ orang sudah kesurupan kuda lumping!” tulis akun Instagram Film Pabrik Gula, dikutip Jumat (4/4).

“Terima kasih untuk para buruh online yang sudah menjadi bagiannya,” sebut akun Instagram Film Pabrik Gula.

Bertepatan dengan libur Lebaran, banyak judul film baru yang tayang di bioskop. Salah satunya film Pabrik Gula yang merupakan film horor terbaru dari sutradara Awi Suryadi.

Pabrik Gula adalah film yang diadaptasi dari thread viral karya Simple Man yang juga menulis KKN di Desa Penari.
Bintang papan atas Indonesia, seperti Arbani Yasiz, Ersa Aurelia, dan Erika Carlina didapuk menjadi pemeran utama di film horor komedi ini.

Berikut ini sinopsis film Pabrik Gula yang tengah viral:

Ceritanya mengikuti beberapa pegawai musiman di sebuah pabrik gula, yakni Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky.

Setiap tahun pabrik gula tersebut mempekerjakan masyarakat dari desa sekitar untuk mempercepat proses penggilingan tebu saat musim panen.

Awalnya, semua berjalan lancar tanpa ada keanehan. Hingga pada suatu malam, Endah terbangun dan meninggalkan tempat penginapannya untuk mengikuti sosok misterius.

Sejak kejadian malam itu, teror yang semakin meningkat mulai dialami para pekerja.

Teror yang mereka rasakan, seperti kecelakaan kerja yang menimpa salah satu pekerja musiman, hingga meninggalnya seseorang secara tragis di belakang sumur.

Kemudian, terungkap bahwa pabrik tersebut berdekatan dengan kerajaan iblis, sesuatu yang membuat para iblis marah hingga kini menuntut nyawa para pekerja.

Melansir laman TIX ID, film Pabrik Gula dari MD Pictures hadir dalam dua versi di bioskop, yaitu jam kuning dan jam merah.
Versi jam kuning diperuntukkan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas, sedangkan versi jam merah khusus untuk usia 21 tahun ke atas.

Jam kuning memiliki durasi 132 menit dan akan ditayangkan di pagi dan siang hari. Sementara jam merah memiliki durasi lebih panjang, 133 menit, dan akan ditayangkan pada malam hari. ***