Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8171

Meski Diterpa Cobaan, Momen Lebaran Berbeda Bikin BCL Lebih Bersyukur

BOGORDAILY – Lebaran tahun ini menjadi perayaan pertama kali Bunga Citra Lestari (BCL) tanpa kehadiran sang suami, Ashraf Sinclair.

Diakui BCL, momen tahun ini menjadi pengalaman pertamanya merasakan Lebaran di tengah pandemi Corona dan juga tanpa adanya suami. Ia dan keluarga pun tetap menjalankan solat Ied meski dari rumah saja.

“Kita menjalankan solat Id di rumah dengan opah sebagai imam. He was beautiful and new experience,” ujar BCL, dikutip dari tayangan YouTubenya, Minggu (31/5/2020).

Meski diakui banyak kegiatan Lebaran yang berbeda, nikmat hari yang fitri bagi BCL tetap sama. Dalam tayangannya, BCL juga bersama keluarga merayakan hari fitri di kediamannya.

“Idul Fitri tahun ini, rasanya benar-benar berbeda. Itu juga dikarenakan kondisi pandemi saat ini, kita jadi nggak bisa keluar rumah untuk Solat Id atau pun bersilaturahmi dengan keluarga besar dan pada sahabat. Tapi itu semua tidak mengurangi kenikmatan di hari yang Fitri ini,” paparnya.

Keadaan pandemi saat Lebaran pun membuat BCL merasa pertemuan bersama keluarga adalah hal yang paling disyukurinya.

“Setelah itu kita saling bermaaf-maafan dan di momen ini kita semakin menyadari bahwa di luar cobaan yang hadir di dalam hidup kita, we realize we’re so blessed to have each other,” tutup BCL.

Tak Jadi Bunuh Diri, Ammar Zoni Teringat Petuah Sang Ayah

BOGORDAILY – Ammar Zoni mengaku ingin bunuh diri saat dirinya telah terjerat kasus narkoba jenis ganja pada 2017.

Namun hal itu tak jadi ia lakukan lantaran ingat pesan dari ayahnya. Terkait hal itu Ammar pun belajar mulai menyikapi masalahnya.

“Tapi yang gua inget dari bokap gitu, ‘kamu nggak usah mikirin apa yang akan terjadi kedepannya, yang paling penting adalah bagaimana kamu menyikapinya sekarang'”, ujar Ammar pada tayangan YouTube milik Daniel Mananta.

Ammar diminta untuk bertanggung jawab atas hidupnya kelak. Hal itu selalu diingat oleh suami dari Irish Bella ini.

“‘Apa yang kamu sikapi saat ini itu yang akan menentukan kamu ke depan nanti seperti apa'”, jelas Ammar.

“Jadi itu yang selalu gua ingat, itukan bagaimana cara gua, ya gua harus bisa menyikapinya,” lanjutnya.

Diakui Ammar, saat itu dirinya sempat ingin menggoreskan silet pada nadinya. Ia merasa tertekan karena banyak melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan saat itu.

“Jadi pertama kali pas gua di Polres itu kalau gua bilang kalau ada silet ah gua potong deh nadi gua. Rasanya gitukan karena gua udah bener terpuruk banget,” jelas Ammar.

“Apalagi dalam satu ruang itu 24 jam udah makan disitu, kencing disitu, buang air disitu, semuanya gitukan. Udah parah deh,” tutupnya.

Fedi Nuril Membantu Promosikan Usaha Kecil saat Pandemi Corona

BOGORDAILY – Saat pandemi Corona merabak di Tanah Air, banyak publik figur yang kemudian membantu usaha-usaha kecil dengan mempromosikan secara gratis di media sosial.

Kali ini, aktor sekaligus musisi Fedi Nuril pun ikut melakukannya. Ia menuliskan bantuan ini melalui unggahannya di Instagram.

“Hai, teman-teman. Untuk kalian yang baru mulai usaha, gue akan posting produk/jasa kalian di IG story selama 3 hari ke depan. Jadi buat IG shop dengan jumlah followers maksimal 1.000, silakan tag gue dan jangan lupa buka akun ya,” tulis Fedi pada keterangan unggahannya, dilihat, Minggu (31/5/2020).

Bagi salah satu pemain film ‘5cm’ ini, pandemi Corona mengharuskan banyak orang untuk bersikap saling membantu.

Hal ini pun menjadi salah satu cara Fedi membantu sesama dalam menghadapi masalah kali ini.

“Buat gue, pandemi ini kaya lari maraton. Kita harus saling bantu dan saling jaga untuk bertahan dan menang, collective survival instead of individual survival. Yuk, bisa, yuk,” lanjutnya.

Diketahui, sebelumnya beberapa artis juga telah melakukan hal yang sama, seperti Melly Goeslaw, Ashanty, hingga Amanda Manopo.

Nilai Jual Mbappe Tetap Tembus Rp 2,8 Triliun Meski Ada Corona

BOGORDAILY – Pandemi COVID-19 membuat nilai jual pesepakbola menurun, termasuk Kylian Mbappe. Meski begitu, harga pasaran striker Prancis itu masih bernilai tinggi, yakni sekitar Rp 2,8 triliun!

Sebuah studi dilakukan oleh KPMG Football Benchmark untuk mengetahui dampak krisis COVID-19 terhadap harga pasar seorang atlet sepakbola. Dalam laporan riset ini, KPMG mengambil data dari 10 liga teratas di Eropa.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan cukup kompleks, mulai dari kondisi keuangan klub, sisa durasi kontrak pemain, umur pemain, hingga durasi bursa transfer.

Selain itu, ada juga tiga aspek kunci yang dipertimbangkan. Pertama, situasi keuangan klub dan potensi pendapatan yang hilang. Kedua, lamanya waktu yang dihabiskan seorang pemain tanpa bertanding selama pandemi. Ketiga, jumlah kesempatan yang dilewatkan pemain untuk tampil menunjukkan performanya.

Dari situ, muncul dua skenario, yakni nilai jual pemain jika liga tempatnya bermain dihentikan dan nilai jual pemain jika liga dilanjutkan sampai tuntas. Dalam studi ini, dari 10 liga yang diteliti, ada tiga yang sudah disetop, yakni Liga Prancis, Belanda, dan Belgia.

Lewat algoritma Player Valuation Tool yang menggunakan data dari Opta dan sumber lainnya, didapat hasil terkait seberapa besar penurunan nilai jual pemain.

Sebagai contoh, Kylian Mbappe. Sebelum pandemi, nilai jualnya mencapai 225 juta Euro. Namun setelah pandemi, harganya berdasarkan studi KPMG mengalami penurunan sebesar 21,5 persen, menjadi hanya 177 juta Euro (sekitar Rp 2,88 triliun).

Neymar pun bernasib sama. Bermain di Liga Prancis yang kompetisinya disetop, nilai jualnya pun turun 21,7 persen, dari 175 juta Euro menjadi 137 juta Euro.

Kondisi berbeda dialami Raheem Sterling, pemain bernilai tertinggi ketiga di daftar ini. Bermain di Liga Inggris yang akan dilanjutkan pada 17 Juni, penurunan nilai jualnya hanya 10,5 persen, dari 150 juta Euro menjadi 134 juta Euro.

Hasil studi di atas bisa memperkirakan langkah klub-klub besar di bursa transfer musim panas kali ini. Dengan banderol yang masih tinggi dan pendapatan klub-klub top yang menurun, besar kemungkinan Mbappe akan bertahan di Paris Saint-Germain musim depan.

Real Madrid, yang gencar dikaitkan dengannya, kemungkinan besar baru akan mengambil langkah konkret di tahun 2021, saat kontrak Mbappe bersama PSG tersisa setahun lagi.

Tips Marshanda Cara Meghadapi Stres karena Pandemi COVID-19

BOGORDAILY – Pandemi COVID-19 saat ini membuat banyak orang terpaksa harus selalu di rumah dalam kurun waktu yang belum dapat dipastikan. Masa isolasi mandiri pun dilakukan sejak Maret 2020 lalu.

Tentu rasa penat, bosan, hingga khawatir masalah keuangan pun dapat menghampiri siapa saja. Begitu pula Marshanda.

Meski begitu, Marshanda merasa tak mau stress dalam menjalani masa karantinanya ini. Ia memberikan sedikit tips dan hal-hal apa saja yang patut dijaga dan dipikirkan saat menjalani isolasi mandiri kali ini.

“Jadi emang ini challenge untuk banyak orang dalam masa seperti ini. Tapi ada beberapa hal yang penting banget untuk diprioritaskan. Salah satunya yang pertama itu lingkungan, atau orang-orang yang kita pilih untuk sering komunikasi,” tutur Marshanda, dikuti dari tayangan YouTube Melaney Richardo.

Bagi Marshanda, bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan energi positif itu dapat mempengaruhi tingkat pemikiran setiap orang.

Saat pandemi seperti ini, banyak orang sebaiknya terus berpikir positif untuk mengurangi rasa takut.

“Nah orang-orang ini kita harus pastikan janganlah menjadi orang-orang yang kasih input dengan memberikan rasa takut, dengan kenegatifan dengan masa sekarang,” jelasnya.

Bagi Marshanda, momen masa isolasi mandiri ini dianggap hal positif untuk setiap orang kembali berinteraksi dengan keluarga setiap harinya. Ia juga merasa dapat beristirahat full.

“Karena bisa juga di masa seperti ini kita manfaatkan momen ini untuk kita beristirahat karena disatu sisi ya kapan lagi kita bisa di rumah aja. Tanpa ada tuntutan harus sibuk yang full on kesana kesini sebelumnya,” tambahnya.

“Dan ini nggak apa-apa gitu. Ini momen untuk reconnect sama keluarga kita, sama anak-anak kita gitu,” tutup Marshanda.

Gerindra: Pemerintah Membantu Perusahaan Lawan Corona, Kenapa Rakyat Kecil Tidak?

BOGORDAILY – Sekjen Gerindra Ahmad Muzani meminta, pemerintah lebih memperhatikan kepentingan rakyat kecil yang terkena dampak Covid-19. Bukan hanya memberikan sejumlah keringan terhadap para pengusaha besar yan terkena dampak ekonomi global tersebut.

Muzani memahami dampak ekonomi yang ditimbulkan karena Corona sangat berat. Pemerintah membutuhkan kucuran uang yang sangat banyak untuk membantu rakyatnya. Tapi dia menekankan, rakyat kecil harus menjadi prioritas.

“Kalau pemerintah bisa melakukan subsidi untuk kepentingan banyak pihak, kenapa pemerintah tidak melakukan segala macam upaya untuk kepentingan masyarakat, terutama mereka yang terkena dampak sosial dan ekonomi. Kalau pemerintah juga bisa melakukan berbagai macam kebijakan untuk membantu perusahaan-perusahaan yang terkena dampak corona, kenapa kita juga tidak dapat melakukan tindakan-tindakan kepada rakyat kecil,” jelas Muzani kepada wartawan, Senin (1/6).

Dia berharap, pemerintah tak kehilangan kesabaran. Begitu pula dengan masyarakat, karena dampak negatif pandemi bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga dirasakan di seluruh dunia saat ini.

Muzani berjanji, Gerindra akan berjuang, agar pemerintah terus mengutamakan kepentingan rakyat kecil. Paling tidak, masyarakat yang terkena dampak ini bakal mendapatkan bantuan hingga Desember 2020.

“Partai Gerindra akan berjuang terus menerus, agar masyarakat yang terkena dampak sosial ekonomi dapat bantuan dari pemerintah hingga bulan Desember,” ungkap Muzani.

Muzani pun mendesak, pemerintah membantu rakyat kecil dengan bantuan langsung tunai. Hal itu sangat membantu kehidupan rakyat kecil. Selain itu, ekonomi bisa bergerak dari lapisan terendah.

“Sekali pun ini persoalan yang berat, saya berharap pemerintah tetap memliki semangat untuk membantu mereka yang terkena dampak sosial dan ekonomi. Pemerintah tetap memiliki kekuatan untuk itu dan marilah kita bersatu dalam menangani problem ini bersama-sama dengan pemerintah, agar beban yang berat ini bisa terasa ringan,” pungkasnya.

Dwi Sasono Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

BOGORDAILY – Dunia hiburan Tanah Air dikejutkan lagi dengan kabar penangkapan aktor terkait kasus narkoba. Sang aktor adalah Dwi Sasono yang juga dikenal sebagai pemain sinetron.

Dwi Sasono lebih dikenal sebagai pemain film. Lewat film drama ‘Mendadak Dangdut’ (2006), nama Dwi Sasono melambung.

Deretan film lain yang pernah dibintanginya di antaranya, ‘Pocong 2’, ‘Mengejar Mas Mas’ juga ‘DOA’ (Doyok, Otong dan Ali Oncom).

Karier akting Dwi Sasono terbilang mapan. Selain layar lebar, ia juga dikenal membintangi sejumlah serial di televisi.

Salah satu penampilannya di TV yang menjadi perhatian yaitu sebagai suami Sophia Latjuba dalam serial ‘Tetangga Masa Gitu’.

Di luar karier aktingnya, Dwi Sasono adalah suami penyanyi Widi Mulia atau Widi ‘B3’. Dari pernikahannya, Dwi Sasono sudah dikaruniai tiga orang anak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus baru membenarkan adanya aktor DS yang diketahui adalah Dwi Sasono ditangkap karena narkoba. Hal itu juga yang baru diungkap oleh Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan AKBP Vivick Tjangkung.

Vivick mengatakan untuk informasi lebih lengkap akan dijelaskan melalui rilis hari ini

“Informasi lengkap akan kita ungkap saat rilis, berikut kronologi, kita lagi siapkan,” kata Vivick.

Persija Jakarta Meminta Liga 1 Dihentikan Saja

BOGORDAILY – Direktur Utama Persija Jakarta Ferry Paulus meminta Shopee Liga 1 2020 untuk tak dilanjutkan. Dia tak mau ambil risiko terkait penularan COVID-19.

Nasib kelanjutan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 musim ini masih terus dispekulasikan menyusul adanya pandemi virus corona. Pasalnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sampai kini belum menetapkan keputusan terkait hal tersebut.

Mereka hanya baru melakukan pertemuan dengan seluruh stakeholder sepakbola Indonesia, mulai dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), serta perwakilan dari seluruh klub Liga.

Dari hasil pertemuan itu nantinya akan didiskusikan kembali dengan Komite Eksekutif yang belum jelas kapan waktunya.

“Kita mau minta setop. Intinya Persija mau segala sesuatunya jelas,” kata Ferry kepada pewarta dalam sambungan telepon.

Ferry tak ingin mengambil risiko terkait keselamatan pemainnya dari penularan COVID-19. Meski ada kebijakan pemerintah untuk masyarakat bisa berdampingan dengan virus corona, namun hal itu tidak menjamin terhindar dari kemungkinan terpapar.

“Mungkin bisa saja lokalisir pemain dan pelatih tapi ketika pertandingan sedang bergulir, teman-teman suporter ada nobar juga? Karena terlalu berisiko apalagi kita memakai transportasi publik, bisa jadi ada yang terjangkit. Kecuali di daerahnya sudah nol,” sambungnya.

Terakhir Ferry memberi opsi dengan menggulirkan kompetisi lintas tahun seperti di Eropa.”Jadi kita bisa konsentrasi musim ini dengan membuat kebijakan yang kaitannya kompetisi 2020 disetop, tapi pemain dan ofisial diberi kelonggaran untuk fokus sehat dulu.”

KPU Godok Wacana Kampanye Online Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

BOGORDAILY – KPU tengah mempersiapkan skenario tahapan Pilkada 2020 dengan menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19. Salah satu wacana yang muncul adalah kampanye secara online.

Komisioner KPU Viryan Azis menyebut pendekatan kampanye secara online dapat meminimalisir kampanye yang biasa dilakukan dengan pengumpulan massa.

“Jika dalam Peraturan KPU sebelumnya pendekatan online sebatas di media sosial maka kini dapat melingkupi aplikasi online lainnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6).

Viryan menjelaskan kampanye online dapat memperluas cakupannya di seluruh media daring melingkupi iklan online, berita online, website, email dan sejenisnya.

“Termasuk juga mengoptimalkan fasilitas live streaming atau aplikasi meeting online seperti zoom, google meet dan lainnya,” terangnya.

Dia berharap dengan bergesernya model kampanye tatap muka dengan virtual ini dapat mencegah peningkatan angka penyebaran Covid-19. “Maka secara tak langsung akan dapat membantu mencegah potensi penularan covid-19,” ucapnya.

Faktor sosialisasi dan edukasi menjadi kunci sukses selanjutnya menerapkan kampanye online atau Pilkada secara keseluruhan. “Pola adaptasi menuju new normal dapat terbantu bila penerapan protokol Covid-19 di pilkada serentak bersesuaian dengan protokol Covid-19 pada aktifitas lain,” terang Viryan.

Selain itu, ia menyebut saat ini KPU tengah menggodok formulasi TPS yang bebas Covid-19. “Pilihan mengurangi jumlah pemilih per TPS agar konsentrasi massa tidak banyak dan lama di TPS menjadi pertimbangan,” tutup dia.

Bagaimana Persaingan Madrid dan Barcelona akibat New Normal di LaLiga?

BOGORDAILY – Bek Real Madrid, Nacho Fernandez, menilai kondisi liga akan berbeda akibat pandemi corona. Persaingan juara dengan Barcelona bisa dipengaruhi new normal.

LaLiga akan dilanjutkan mulai 11 Juni 2020, setelah sempat ditangguhkan sejak Maret. Menuju laga itu, persaingan juara Liga Spanyol kembali menjadi sorotan.

Hingga pekan ke-27 atau saat liga disetop, Barcelona tengah memimpin klasemen Liga Spanyol. Lionel Messi dkk berada di peringkat pertama dengan 58 poin, unggul dua angka dari Madrid.

Nacho menilai, persaingan setelah kompetisi dilanjutkan akan berbeda. Ia menilai, situasi new normal akan membuat klub punya tantangan lain, yang bisa saja menentukan juara Liga Spanyol.

Kondisi memang akan berbeda di LaLiga setelah dilanjutkan. Di antaranya adalah ketiadaan suporter di stadion, hingga adanya taktik melakukan lima pergantian pemain saat bertanding, yang bisa saja menguntungkan bagi beberapa tim.

“Liga akan dimenangkan oleh siapa saja yang beradaptasi dengan situasi ini. Semuanya akan sangat berbeda,” kata Nacho, seperti dilansir Marca.

“Kami hanya tertinggal dua poin. Kami ingin berada di puncak, seperti sebelum pertandingan liga terakhir, tetapi dua poin bukanlah apa-apa.”

“Misi kami adalah memenangkan semua poin [yang memungkinkan] untuk mempersulit Barcelona. Tetapi, kami harus memainkan laga demi laga, dan beradaptasi dengan situasi yang berbeda ini,” jelasnya.