BOGOR DAILY – Seorang pengendara motor meninggal dunia saat terseret truk di Jalan Raya Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kecelakaan maut itu terjadi pada Rabu (13/5/2020) malam.
Kecelakaan itupun membuat satu pengendara, sepeda motor jenis matik Honda Beat dengan nomor polisi A 2937 YO meninggal, dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Cileungsi, Kompol Endang Kusnandar, membenarkan peristiwa maut yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
“Benar ada kemarin malam, saat mau dibawa ke RS meninggal,” katanya, kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).
Untuk diketahui, pengendara roda dua ini bernama Agus Darmawan (25). Dia melaju dari arah Bekasi menuju Cileungsi. Setibanya di Jalan Raya Cileungsi dan hendak menyusul truk trailer Hino, dengan nomor polisi B 9299 JD yang berada di depannya, sepeda motornya terbanting ke kiri. Sehingga terseret truk yang tepat berada di kirinya.
“Sayangnya saat menyalip kendaraannya oleng dan terbanting ke kiri, akibatnya pengendara terseret truk tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, korban berasal dari Kampung Manis, RT1/1 Desa Setinegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. (Andi).
BOGORDAILY – Menteri Agama Fachrul Razi imbau pada seluruh elemen mulai dari pemerintah hingga masyarakat tidak berhenti untuk berdoa dan berusaha untuk atasi pandemi Covid-19. Dia mengatakan saat ini seluruh pihak sudah melakukan penanganan pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, dan keamanan.
“Mari kita bersama mengetuk pintu langit untuk kemanusiaan, khususnya agar Tuhan berkenan mencabut ujian dan cobaan Tuhan yang bernama Covid-19,” kata Menag saat membuka kegiatan doa kebangsaan dan kemanusiaan melalui siaran telekonference, Kamis (14/5).
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wapres KH Ma’ruf Amin, Menag Fachrul Razi, dan Kepala BNPB Doni Munardo.
Tidak hanya itu, terdapat enam tokoh agama yang memberikan pencerahan keagamaan sekaligus memimpin Doa. Mereka adalah, Tokoh Agama KhonghucuXs. Budi Tanuwibowo, Tokoh Agama Buddha Sri Pannyavaro Mahathera, Tokoh Agama Hindu Ida Pedanda Nabe Gede Bang.
Kemudian, Buruan Manuaba dari Agama Hindu, Tokoh Agama Katolik Ignatius Kardinal Suharyo, Tokoh Agama Kristen Pendeta Dr. Ronny Mandang M.Th, dan Tokoh Agama Islam Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab.
BOGOR DAILY – Dikondisi susah saat ini, apalagi di masa dipandemi Virus Korona atau Covid-19, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Demokrat, Ruhiyat Sujana, turut berbagi kebahagiaan bersama masyarakat.
Kang RS sapaan akrabnya mengatakan, sebanyak ribuan sembako akan disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, bantuan sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat itu adalah program sosial, dan merupakan solusi kepada masyarakat di saat krisis pandemi seperti saat ini.
“Saya sudah menyiapkan paket sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat di kabupaten bogor yang terdampak Covid-19. Mudah-mudahan paket sembako yang distribusikan ini dapat membantu masyarakat yang di kabupaten bogor, utamanya mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk mencari pekerjaan dalam situasi Covid-19 ini seperti lansia, penyandang disabilitas, Guru ngaji dan anak yatim piatu,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).
Ia menyebutkan, bantuan ini juga akan disalurkan kepada golongan masyarakat, yang paling terkena dampaknya yaitu, Golongan ekonomi masyarakat menengah ke bawah, sebagian besar tidak bekerja di sektor informal.
Kang RS juga mengajak, kepada mayarakat yang mampu untuk menengok tetangga kiri kanan-nya, jangan sampai ada warga yang kelaparan dan tidak bisa makan, karena tidak punya uang dan bahan pokok untuk di masak.
“Kepedulian ditengah Pandemi Covid 19 merupakan momentum untuk memupuk kembali kebersamaan, dan spirit gotong royong untuk saling membantu antar sesama,” ajaknya. (Andi).
BOGORDAILY – Naysilla Mirdad tertangkap kamera tengah menunaikan ibadah salat Idul Adha beberapa tahun lalu. Saat dikonfirmasi apakah dirinya sudah menjadi mualaf, Naysilla pun menghindar.
Perempuan yang kini berusia 22 tahun itu mengakui dirinya beberapa kali memang beribadah salat bersama sang kakak. Terutama saat Idul Fitri dan Idul Adha.
“Tiap tahun aku sama kakak aku salat bareng Idul Adha dan Idul Fitri,” ujarnya kala itu.
Meski beribadah salat, Naysilla tidak mengaku dirinya adalah seorang mualaf. Ia mengatakan kalau saat ini sudah punya keyakinan sendiri.
“Aku punya keyakinan sendiri, aku pelajari dua-duanya (agama yang dianut kedua orangtuanya-red),” ucap anak pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou itu.
Ia pun mengungkapkan sudah mendapat dukungan dari orangtuanya untuk punya keyakinan sendiri.
“Kalau mau cari tahu keyakinan aku apa, aku nggak mau jawab. Untuk itu hanya keluarga dan Tuhan yang tahu,” pungkasnya.
Naysilla Mirdad disebut tengah mempersiapkan pernikahannya dengan sang kekasih, Roestiandi Tsamanov. Lydia Kandou, ibu Naysilla mengetahui anaknya serius menjalin hubungan.
Akan tetapi, Naysilla dan Roestiandi disebut menjalin hubungan beda keyakinan. Dalam tayangan salah satu infotainment, Jamal Mirdad sempat mengatakan tidak menutup kemungkinan Naysilla akan berpindah keyakinan.
Lahir dari orang tua beda keyakinan, Naysilla diketahui megikuti keyakinan sang bunda. Lydia Kandou pun sudah tahu soal beda keyakinan Naysilla dengan kekasih.
“(Keyakinan) beda ya,” kata Lydia Kandou dihubungi wartawan melalui telepon.
Akan tetapi, soal kemungkinan Naysilla pindah keyakinan, Lydia Kandou tak bisa memberikan klarifikasi.
Lydia Kandou mengetahui Naysilla dan Roestiandi sudah menjalin hubungan selama sekitar empat atau lima tahun. Sebagai ibu, Lydia melihat sosok kekasih Naysilla adalah cowok yang baik.
BOGOR DAILY – Pada pekan ke empat, sebanyak 1441 foto sudah memenuhi tagar #lombafotoKFBkitadirumahaja. Lomba foto selama pandemi Covid-19 ini diselenggarakan Cluster Terra Maharani, Komunitas Fotografi Bogor,dan media Bogordaily.net dengan didukung langsung oleh gsnp.edupro dimenangkan @caturwawan.
Pada pekan ke emapat ini @xaturwawan mengirimkan foto keluarga tengah berkumpul di rumah, sambil melakukan beragam aktifitas. Dalam foto anggota keluarga terlihat asik dengan kegiatan yang mereka lakukan. Terlihat jelas, anjuuran supaya diam dirumah tidak memuat mereka bosan.
Bayu, salah seorang juri lomba foto “Kita Di Rumah Aja”, beharap kegiatan ini bisa membuat masyarakat tetap produktif di masa pandemi Covid-19.
Salah satu juri lomba ‘Foto Kita Dirumah Aja’, Bayu, mengatakan, diselenggarakannya lomba foto ini merupakan, satu langkah dan upaya dimasa pandemi Virus Korona atau Covid-19.
Karena menurut Bayu, himbuan pemerintah supaya tetap di rumah saja, pada masa pandemi ini tentu pasti sangat membosankan. Aktifitas memotret yang biasanya dilakukan di luar rumah, tentu tidak seleluasa dilakukan seperti pada kondisi normal.
“Nah, di sini letak kontribusi sebuah komunitas fotografi untuk teman-teman, yang suka memotret supaya tetap berkarya walau di rumah aja. Ya, lomba foto berhadiah ini bisa dibilang semacam penyemangat bagi masyarakat.
Tentunya lomba ini juga terselenggara tidak hanya Komunitas Fotografi Bogor saja , tapi juga dukungan yang luar biasa dari Terra Maharani, GSNP Edupro serta bogordaily.net,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/20).
Bayu menjelaskan, untuk saat ini peserta yang ikut dalam lomba foto ‘Kita Di Rumah Aja’ sudah mencapai 1.441 foto.
“Sampai saat ini kalau melihat dari tagar #lombafotoKFBkitadirumahaja foto yang diunggah sebanyak 1441 foto,” jelasnya.
Agus Muharam, salah satu anggota Komunitas Fotografi Bogor, yang menjadi juri di lomba foto “Kita Di Rumah Aja,”
Hal senada juga diutarakan oleh Agus Muharan, juri lainnya di lomba ‘Foto Kita Di Rumah Aja’. Menurut Agus, tidak ada kriteria khusus mengenai teknis pemotretan bagi peserta. Semua orang yang suka memotret bisa mengikuti lomba ini.
“Secara teknis tidak ada yang khusus. Mungkin kriteria khususnya hanya ada di persyaratan. Jadi setiap peserta harus mengikuti persyaratan lomba yang sudah ditentukan pihak penyelenggara. Hanya itu saja,” ucapnya.
Fotografer berambut gondrong yang sudah malang melintang di dunia fotografi ini berharap, dengan adanya lomba ini semua orang yang suka motret untuk tetap semangat berkarya, dan menghindari tumpulnya kreatifitas.
“Karena kalau dilihat-lihat lagi, sudut-sudut di rumah bisa jadi menarik dipotret lho. Sebuah karya tentunya sebisa mungkin tidak hanya indah secara visual, tapi juga harus bermakna,” tukasnya. (Andi).
BOGORDAILY – Eks Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, dikabarkan akan kembali beraktivitas di sepakbola. Ia bergabung ke klub Liga 2, Perserang Serang.
Hal itu diketahui dari pengumuman Perserang pada, Rabu (13/2/2020), sore. Ratu Tisha disambut klub sebagai pengurus baru.
“Semoga dengan bergabungnya beliau ke dalam manajemen Perserang, bisa meningkatkan prestasi dan kejayaan klub di masa depan,” tulis pernyataan Ketua Umum Perserang, Pilar Saga Ichsan.
“Dan mohon doanya juga, Perserang bisa kembali bangkit dalam kondisi terdampak COVID-19 saat ini. Mudah-mudahan sebelum lebaran bisa teratasi, mohon doa semua,” ujarnya menambahkan.
Wanita lulusan FIFA Master itu juga sebelumnya sudah mengunjungi Kantor Bupati Serang. Di sana ia bertemu dengan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.
Sementara itu, Manajer Perserang, Babay Karnawi, juga membenarkan kabar Tisha gabung timnya. Tisha akan menjabat sebagai komisaris klub.
“Ratu Tisha masuk jadi Komisaris Perserang,” ujar Babay Karnawi kepada wartawan.
Di sisi lain, Tisha masih membantah kabar tersebut. Lewat pesan singkatnya ke media, Tisha mengatakan datang ke sana karena kebetulan habis ziarah ke makam orang tua.
BOGORDAILY – Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., M.Sc, melakukan pertemuan silaturahmi bersama masyarakat dalam rangka kunjungan kerja perorangan Setahun Sekali sekaligus memberikan Bantuan Sosial kepada masyarakat yang membutuhkan pada saat ini karena musibah Pandemi Covid-19 di beberapa titik lokasi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, Kamis (14/5/20)
Dalam kesempatan itu, Hj. Endang Setyawati berinteraksi langsung secara dialog bersama warga masyarakat dengan tetap menggunakan protap covid-19 sesuai anjuran pemerintah dengan menggunakan masker, jaga jarak, selalu cuci tangan, membatasi kehadiran masyarakat dengan cara tim langsung mengantarkan lebih dari 3.000 paket bantuan sosial berupa (Beras, Sembako, Biskuit Sehat Balita, Ikan Segar, Masker, Handsanitizer, Sarung, Mukena, dll) pembagian langsung diantar Tim ke rumah warga wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
Berbagai aspirasi dan masukan warga disampaikan ke Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra Dapil Jabar III meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Turut hadir perangkat Desa, Struktur DPC dan tokoh masyarakat pada saat pemberian bantuan sosial secara langsung kepada masyarakat.
Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., M.Sc, memberikan Bantuan Sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19 di beberapa titik lokasi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, Kamis (14/5/20).
Pola komunikasi yang dilakukan Hj. Endang menarik perhatian warga, sehingga warga tidak segan segan bertanya dan menyampaikan aspirasinya. Menurut Hj. Endang, ada sejumlah prioritas yang disampaikan kepada warga, diantaranya menyangkut program kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan kedaulatan air, karena keutuhan Bangsa, kedaulatan dan pertahanan Bangsa dari tiga hal itu.
“Masyarakat harus menyadari bahwa kedaulatan pangan itu artinya dari pangan sendiri bukan barang dari impor. Contohnya impor gandum, padahal gandum itu tidak bisa tumbuh di Indonesia dan hanya di Negara yang memiliki empat musim. Pihak luar sebenarnya tau bahwa pangan lokal Indonesia lebih baik, tapi Negara Indonesia masih dilakukanya impor bahan pangan yang tidak cocok untuk Indonesia,” tegasnya.
Lanjut Hj. Endang, masyarakat harus menyadari bahwa pangan lokal lebih bagus gizinya dibandingkan pangan impor. Jadi pangan lokal itu lebih tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet dibandingkan pangan impor, selain itu pangan impor itu tidak cocok dengan perut warga Indonesia. Ketika Indonesia mengimpor pangan dari luar Negeri, tidak menyadari bahwa pangan lokal lebih baik gizi nya sebagai konsumsi utama masyarakat Indonesia. Banyak makanan yang bisa dihasilkan dari pangan lokal, contohnya Masyarakat Gemar Makan Ikan diusahakan bisa membuat bahan olahan ikan sendiri contoh nya nugget berbahan ikan lele atau ikan yang lainnya dan menggunakan tepung singkong.
Dalam kesempatan itu, Hj. Endang Setyawati berinteraksi langsung secara dialog bersama warga masyarakat dengan tetap menggunakan protap covid-19 sesuai anjuran pemerintah.
“Masyarakat bisa mengolah bahan pangan lokal seperti singkong, talas, ubi, kentang dan lainnya. Kalau tau cara mengolahnya, makanan itu sangat bergizi dan banyak sekali manfaatnya. Mari masyarakat mulai mengandalkan pangan lokal dari saat ini,” jelasnya.
Dengan mengkonsumsi makanan bergizi berbahan pangan lokal, maka bisa menekan Stunting. Karena persoalan Stunting masih tinggi di Jawa Barat, dikarenakan masih banyak yang tidak memprioritaskan soal gizi, baik ketika ibu itu hamil ataupun setelah melahirkan dan membesarkan anaknya.
“Problem Stunting di Jawa Barat sangat tinggi sehingga masyarakat harus di edukasi bahwa penting mengutamakan asupan gizi terbaik yang bisa mengandalkan dari bahan pangan lokal. Saya mengajak warga untuk mengutamakan gizi agar selalu terjaga kesehatan,” tandasnya.
Sebanyak 3.000 paket bantuan sosial berupa beras, sembako, biskuit sehat balita, ikan segar, masker, handsanitizer, sarung, mukena, diantar tim ke rumah warga wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Kamis (14/5/20).
Hj. Endang menyampaikan, sudah banyak hasil penelitian yg didapatkan dari para pakar dan akademisi namun karena TIDAK ADA POLITICAL WILL yg kuat ,anggaran sosialisasi hasil hasil penelitian sangat kecil , Hj. Endang sebagai Anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra di komisi IV DPR RI berusaha mendorong meningkatkan anggaran tersebut untuk bisa dimanfaatkan masyarakat yg sangat memerlukan di era digital.
Hj. Endang politisi Partai Gerindra dengan pengalaman selama 30 tahun di Kementrian Pertanian menambahkan wawasan untuk mencarikan solusi demi tercapai nya Indonesia yg Adil dan Makmur melalui Political will yang kuat. (*/bdn)
BOGORDAILY – Kemendikbud berencana akan kembali membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020 mendatang. Hal ini dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen), Hamid Muhammad.
Menurut Hamid, keputusan tersebut tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat. “Sudah dibahas minggu lalu. Tinggal tunggu keputusan pemerintah kalau sudah final,” kata dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (13/5).
Menurut Hamid, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan hal itu. Dan masih terus mengkoordinasikannya dengan BNPB.
Pihaknya masih menunggu keputusan final dari wacana itu. “Tunggu pengumuman resmi saja, masih dikoordinasikan ke BNPB dan Kemenkes,” tandasnya.
Diketahui, sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air, Kemendikbud memutuskan aktivitas belajar dan mengajar di rumah. Metode pembelajaran dilakukan lewat aplikasi video dan menyaksikan ditayangan televisi pemerintah kemudian siswa melaporkannya setelah sekolah aktif.
BOGOR DAILY – Puluhan kambing milik warga di Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mati tertimbun longsor.
Salah satu pemilik kambing, Ruminah (50), mengatakan, sebanyak 15 kambing miliknya mati tertimbun longsor, yang terjadi pada Rabu (13/5/2020) kemarin, pukul 04:00 WIB.
“Ini yang mati milik saya ada 15 ekor kambing, belum lagi milik yang lainnya ada sekitar puluhan lah yang mati,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).
Untuk menghindari adanya penyakit, dirinya pun dibantu warga menguburkan kamibing yang mati itu akibat longsor.
“Takut menimbulkan penyakit, kita saat ini sama-sama kubur kambing yang mati,” imbuhnya.
Saat ini lanjutnya, yang dibutuhkan warga adalah alat berat. Tujuannya untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh longsor, serta membersihkan puing-puing sisa longsor.
Tidak hanya itu saja lanjutnya, warga juga saat ini membutuhkan bantuan pangan, baik untuk makan sehari-hari, maupun untuk bayi.
“Kita minta bantuan pangan untuk keseharian kita, dan juga alat berat untuk membuka akses jalan,” tukasnya.
Untuk diketahui, longsor yang terjadi di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng itu, terjadi tiga kali. Pertama pada pukul 01:00 WIB lalu susulan pukul 03:00 WIB dan yang paling besar pada pukul 04:00 WIB.
Serta menyebabkan belasan rumah hancur dan satu orang meninggal bernama Samsu (48), akibat tertimbun tanah berlumpur. (Andi).
BOGOR DAILY – Sebanyak lima hektar pesawahan di Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, tergerus oleh longsor.
Hilangnya pesawahan sebanyak lima hektar akibat longsor yang terjadi pada Rabu (14/5/2020) kemarin pukul 04:00 WIB itu, diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani, Kampung Sruduk, Madromli (60).
“Tadinya diatas itu sawah yang selalu digarap oleh kita, sebanyak lima hektar. Akan tetapi semuanya sudah hilang diterjang longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (14/5/2020).
Untungnya satu bulan yang lalu yaitu bulan Maret 2020, pesawahan yang tergerus longsor itu sudah dilakukan panen diawal tahun.
“Alhamdulillah, untung udah panen, tapi kami bingung. Pencaharian kami di sini petani, lahan kami habis. Saya minta ke pemerintah untuk membantu kami yang terkena musibah,” tukasnya.
Untuk diketahui, longsor yang terjadi di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng itu, terjadi tiga kali. Pertama pada pukul 01:00 WIB lalu susulan pukul 03:00 WIB dan yang paling besar pada pukul 04:00 WIB.
Serta menyebabkan belasan rumah hancur dan satu orang meninggal bernama Samsu (48), akibat tertimbun tanah berlumpur. (Andi).