Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 837

Pelatihan Digital Marketing Sebagai Pengembangan Pemasaran di Era Digitalisasi

0

Bogordaily.net – Perkembangan media saat ini telah berpindah dari sistem konvensional ke sistem digital, hal ini didukung dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia Perubahan ini tentunya mendorong kita harus lebih adaptif terhadap perubahan. Perubahan menjadi sistem digital ini pun kerap memengaruhi dunia bisnis.

Ketika bisnis sudah mengalami tren digitalisasi, maka pemasaran secara konvensional juga mulai berpindah menjadi Digital Marketing. Peran Digital Marketing menjadi sangat penting di era digitalisasi ini untuk mendongkrak penjualan produk atau jasa.

Digital Marketing saat ini menjadi salah satu alat utama bagi bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan efektivitas kampanya pemasaran. Digital Marketing atau pemasaran digital ini memanfaatkan internet dan sosial media kekinian (Farell et al., 2019)(Yuniar Rahmadieni & Idar Wahyuni, 2023).

Penggunaan internet saat ini lebih fleksibel dan mudah diakses dibandingkan dengan media tradisional seperti televisi, koran, dan radio. Selain itu, pemasaran berbasis internet ini juga lebih hemat biaya dibandingkan media tradisional lainnya yang dikenal cukup mahal.

Wijaya (2022) menjelaskan bahwa masyarakat pedesaan saat ini bahkan sudah bisa menggunakan internet. Pangsa Pasar yang bisa dikatakan sangat potensial ini terdiri dari pengguna media sosial dan internet yang jumlahnya sangat besar.

Namun, tidak semua individu atau pelaku bisnis memiliki keterampilan yang cukup dalam bidang ini. Oleh karena itu, pelatihan Digital Marketing menjadi solusi yang semakin diminati guna meningkatkan daya saing dan efektivitas pemasaran.

Apa Itu Pelatihan Digital Marketing?
Pada saat ini masih banyak pelaku usaha yang kurang memahami Digital Marketing dalam pemasaran bisnis. Kondisi ini perlu diatasi dengan melakukan pelatihan Digital Marketing. Pelatihan Digital Marketing adalah program yang dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam berbagai aspek pemasaran digital, mengembangkan serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan usaha.

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mendukung perkembangan bisnis di Indonesia serta menjadi bahan masukan untuk pelaku usaha dalam menerapkan digitalisasi marketing dalam proses bisnisnya. Beberapa jenis Digital Marketing yang umum ditemui termasuk:
• Pelatihan SEO (Search Engine Optimization): Mengajarkan teknik meningkatkan visibilitas website di mesin pencari.
• Pelatihan Social Media Marketing: Fokus pada strategi pemasaran melalui platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.
• Pelatihan Content Marketing: Membantu peserta dalam membuat konten yang menarik dan relevan untuk audiens.
• Pelatihan Digital Advertising: Mempelajari strategi iklan berbayar seperti Google Ads, Instagram ADS, Youtube ADS, dan Facebook Ads.
• Pelatihan Pemasaran email: Mengirim email kepada pelanggan yang terdaftar untuk memberikan informasi tentang produk atau layanan.
Pelatihan ini dapat dilakukan secara offline atau online, beberapa pelatihan Digital Marketing
meliputi:

• Sumber belajar terpercaya yang tersedia secara online: blog, video tutorial, webinar, dan kursus online.

• Digital Marketing Boot Camp: banyak diselenggarakan oleh beberapa lembaga saat ini seperti, myskill.id, revou, purwadhika, coursera, dan sejenisnya. Hal tersebut sangat baik untuk diikuti karena sifat pelatihannya cukup fleksibel yang dilakukan secara online. Selain itu, materi yang disampaikan dijelaskan oleh para pakar yang memiliki latar belakang sebagai praktisi.

• Kelas atau program pelatihan yang ditawarkan oleh lembaga atau universitas yang terpercaya.

Peran Pelatihan Digital Marketing dalam Pemasaran di Era Digitalisasi
Dengan memajukan digital marketing, Indonesia memiliki potensi besar dalam meningkatkan perkembangan bisnis, yang pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi Republik Indonesia.

Dengan memahami tren perkembangan dan cara bersaing di pasar, bisnis yang menguasai digital marketing dapat memperluas jangkauan pelanggan, baik secara lokal maupun global.

Selain itu, pemasaran digital juga memberikan efektivitas dan efisiensi, karena memungkinkan pelaku usaha untuk menargetkan audiens secara lebih tepat dan menggunakan anggaran pemasaran dengan lebih optimal.

Penguasaan tren digital yang terus berkembang juga mendorong inovasi dalam strategi pemasaran, memungkinkan bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan menciptakan pendekatan yang lebih kreatif. Hal ini dapat memperluas pangsa pasar, meningkatkan kesadaran merek (brand awareness), dan tentunya meningkatkan penjualan.

Tantangan Dalam Pelatihan Digital Marketing
Meskipun manfaat yang ditawarkan sangat besar, baik untuk pelaku usaha kecil maupun besar. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya kesadaran pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengenai pentingnya pemasaran digital.

Banyak dari mereka yang masih menganggap metode pemasaran tradisional lebih efektif, sehingga enggan berinvestasi dalam pelatihan Digital Marketing. Selain itu, kesenjangan digital yang ada di masyarakat juga menjadi hambatan besar. Masih banyak masyarakat yang memiliki akses internet terbatas sehingga kesulitan dalam mengakses pelatihan Digital Marketing.

Kendala seperti keterbatasan perangkat, jaringan internet yang tidak stabil, dan kurangnya pemahaman dasar tentang teknologi menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, banyak pelatihan yang hanya berfokus pada teori tanpa memberikan kesempatan untuk praktik langsung, padahal dunia pemasaran digital sangat dinamis dan memerlukan keterampilan praktis.

Kecepatan perubahan teknologi dan tren digital juga menjadi tantangan, karena materi pelatihan yang diajarkan dapat dengan cepat menjadi tidak relevan lagi. Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, diperlukan upaya dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah, hingga perusahaan teknologi, untuk menyediakan pelatihan yang lebih terjangkau, relevan, dan mudah diakses, serta kolaborasi untuk mengurangi kesenjangan digital dan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam dunia digital.

Kegiatan pelatihan Digital Marketing merupakan solusi yang efektif untuk mengembangkan bisnis di era transformasi digitalisasi ini. Dengan pendekatan yang tepat, pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan pemasaran, meningkatkan daya saing bisnis, serta memberikan dampak positif dalam strategi pemasaran secara keseluruhan.

Namun, keberhasilan pelatihan ini sangat bergantung pada kualitas pembelajaran, serta komitmen individu dalam menerapkan ilmu yang diperoleh. Oleh karena itu, investasi dalam pelatihan digital marketing dapat menjadi langkah strategis untuk meraih kesuksesan bisnis di era digitalisasi ini.***

Alisa Putri Ramadhina
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Kisah Doni Sahat Tua Manalu: Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya untuk Bangsa

0

Bogordaily.net – Ilmu bukan sekadar teori, tetapi tentang bagaimana ia bisa menciptakan perubahan nyata di tengah perkembangan dunia. Seorang akademisi hadir bukan hanya untuk mengajar tetapi juga untuk membangun masa depan. Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si., adalah sosok akademisi yang tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di dunia agribisnis dan pendidikan vokasi.

Dengan pengalaman luas dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan inovasi di sektor agribisnis khususnya dalam bidang pemasaran, kelembagaan dan digital marketing, ia telah membuktikan bahwa ilmu bukan hanya untuk sekedar dipelajari, tetapi juga untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.

Perjalanan hidupnya yang penuh dengan semangat juang, dari seorang anak desa di Labuhan Batu Utara, Sumatra Utara, hingga menjadi dosen di IPB University, adalah cerminan dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen tinggi terhadap pendidikan dan pengabdiannya kepada masyarakat.

Perjalanan Hidup: Dari Desa ke Dunia Akademik
Dibalik setiap pencapaian besarnya, Dr. Doni menghadapi berbagai tantangan yang mengasah keteguhan hatinya. Sejak kecil, ia bercita-cita untuk menuntut ilmu di Pulau Jawa, karena melihat peluang yang lebih luas dibandingkan kampung halamannya. Awalnya, ia bercita-cita menjadi dokter dan sempat mencoba mengikuti seleksi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran. Namun, ketika impian itu tidak terwujud, ia tidak menyerah begitu saja. Justru, ia menemukan jalannya sendiri melalui dunia agribisnis di IPB University. Dari sanalah, tekadnya untuk berkontribusi bagi dunia pendidikan dan pertanian semakin kuat.

Lahir di Tapian Nauli pada 3 Oktober 1986, Dr. Doni dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menghargai pendidikan dan kerja keras. Ayahnya seorang guru Sekolah Dasar yang mengajarkan nilai-nilai disiplin, sementara ibunya adalah seorang pengusaha yang mengelola berbagai usaha dari peternakan hingga perkebunan kelapa sawit. Dari orang tuanya, ia belajar bahwa ketekunan dan kerja keras adalah kunci keberhasilan.

Tahun 2005 menjadi titik awal perjalanan akademiknya di IPB University, di mana ia diterima di Program Diploma 3 Teknologi Industri Benih (TIB). Sejak awal kuliah, ia aktif berorganisasi, bahkan menjadi salah satu pendiri Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Diploma IPB dan Paduan Suara Diploma Voice (DVoice), organisasi mahasiswa vokasi pertama di IPB. Keterlibatannya dalam organisasi ini membentuk jiwa kepemimpinannya dan membantunya memahami pentingnya sinergi, leadership, team work dan soft skill untuk dapat di terapkan di dunia nyata ketika sudah bekerja.

Dari Akademisi ke Inovator
Setelah menyelesaikan pendidikan diploma tiga (D3) di IPB University, ia mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti program magang (internship) di Jepang selama satu tahun. Pengalaman internasional ini membuka wawasannya tentang teknologi pertanian dan sistem agribisnis modern.

Sepulangnya ke Indonesia, ia melanjutkan pendidikan S1 di bidang Agribisnis di Departemen Agribisnis-FEM IPB University, yang berhasil diselesaikannya pada tahun 2011 selama menempuh pendidikan S1 ia juga aktif menjadi asisten dosen di Program Diploma Tiga IPB University. Setelah menyelesaikan Skripsi, sebelum wisuda, ia diterima dan mulai bekerja di sebuah perusahaan multinasional, tetapi panggilan hatinya untuk kembali ke dunia akademik membawanya kembali ke IPB dengan tetap sebagai asisten dosen mengajar di akhir pekan.

Tahun 2012 menjadi momen penting ketika ia mendapatkan beasiswa unggulan dikti calon dosen untuk melanjutkan studi S2 di bidang Agribisnis di IPB University. Dengan semangat belajar yang tinggi, ia menyelesaikan studi magisternya dalam waktu 20 bulan, lebih cepat dari durasi normal 24 bulan. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2015, ia melanjutkan studi doktoralnya dalam Ilmu Ekonomi Pertanian di IPB dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2020.

Kontribusi dalam Dunia Pendidikan
Kini, sebagai dosen tetap pad Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Doni mengajar berbagai mata kuliah, seperti Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Ekonomi Manajerial, Kewirausahaan, Metode Kuantitatif Manajemen, Manajemen Pemasaran, Digital Marketing, dan Riset Terapan Agribisnis.

Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu proyek unggulannya adalah penelitian dan pengembangan pupuk organik yang sedang digarap sebagai produk Teaching Factory di Sekolah Vokasi IPB University dengan dana LPDP, sebelumnya pada 2023-2024, Dr. Doni juga menjadi ketua konsorsium wilayah Jawa Barat dan Banten dalam penelitian Pengembangan Ekosistem Berbasis Potensi Daerah Provinsi Jawa Barat dan Banten, yang diselenggarakan oleh Kemendikbud melalu Direktorat Pendidikan Vokasi dengan dana LPDP, menghasilkan beberapa rekomendasi mengenai potensi daerah di provinsi Jawa Barat dan Banten, yang dapat dikembangkan melalui pendidikan vokasi yang ada.

Beberapa hasil penelitiannya yang lain bersama tim juga telah banyak dihasilkan dan diimplementasikan oleh mitra seperti Teknologi Terkini dalam bidang Agrowisata, Penerapan Good Agricultural Pratices (GAP) pada komoditas kopi, produksi bibit kopi stek berakar, pembuatan pupuk cair dan pupuk padat dari limbah kopi.

Selain sebagai akademisi, Dr. Doni juga dikenal sebagai seorang wirausahawan yang memiliki berbagai unit bisnis. Ia juga aktif sebagai asesor kompetensi dalam bidang digital marketing, pendampingan UMKM serta Manajer Produksi Agribisnis.

Keahliannya dalam pemasaran digital membawanya menjadi trainer di berbagai lembaga dan turut serta dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro di Indonesia dengan menjadi pendamping UMKM. Karyanya sudah banyak dipublikasikan dalam bentuk buku, jurnal dan Hak Kekayaan Intelektual baik itu berupa pencatatan, paten sederhana maupun paten.

Membentuk Generasi Muda yang Adaptif
Dalam pandangannya terhadap sistem pendidikan saat ini, ia mengapresiasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi mahasiswa pengalaman langsung di dunia industri.

Namun, ia juga melihat beberapa tantangan dalam implementasi program ini, karena di semester tertentu mahasiswa diberikan kebebasan sebanyak 20 SKS di luar kampus maka akan ada mata kuliah yang seharusnya menjadi kompetensi inti program studi namun tidak dipelajari mahasiswa di kelas karena mengikuti program MBKM yang menjadikan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah kompetensi inti prodi tersebut menjadi lemah.

Selain itu, ia juga mengamati pergeseran pola belajar mahasiswa, yang lebih banyak mengandalkan teknologi tanpa mencatat secara manual, yang menurutnya dapat berdampak pada daya ingat dan pemahaman mahasiswa.

Sebagai seorang akademisi, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, memiliki filosofi hidup yang ia pegang teguh yaitu dengan melakukan hal-hal kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi orang lain.

Ia percaya bahwa keberhasilan seorang pendidik tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari seberapa besar pengaruh positif yang dapat diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat. “Saya berdoa agar saya dikenal bukan sebagai dosen yang penuh sensasi, tetapi sebagai dosen yang berprestasi dan menginspirasi mahasiswa, itu harapan saya” ungkapnya.

Menginspirasi untuk Membangun Masa Depan
Harapannya untuk dunia pendidikan adalah menciptakan sistem yang lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang aplikatif.

Ia berpesan kepada generasi muda yang ingin menjadi akademisi untuk menekuni bidang yang mereka sukai dan menjadi ahli di bidang tersebut. “Ambil satu bidang dan tekuni sampai menjadi expert.

Dunia akan mencari Anda jika Anda ahli dalam bidang tersebut,” ujarnya. Dengan semangat pengabdian dan dedikasi yang tinggi, Dr. Doni Sahat Tua Manalu terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ilmu yang ia tanamkan, semangat yang ia tularkan, serta kontribusi nyata yang ia lakukan menjadikannya sosok yang layak menjadi inspirasi bagi banyak orang.***

Alisa Putri mahasiswa program studi Komunikasi Digital dan Media SV IPB

Komitmen BRI Terapkan Budaya Kerja Inklusif, Bawa BRI Raih Penghargaan Anugerah Avirama Nawasena dari SBM ITB 

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapatkan pengakuan atas komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam ajang Anugerah Avirama Nawasena 2024 (5/2) yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), BRI meraih penghargaan pada kategori Organisation and Work Culture for DEI Practices.

Anugerah Avirama Nawasena adalah penghargaan tahunan dari SBM ITB yang diberikan kepada individu, perusahaan, UMKM, dan organisasi nirlaba yang berkontribusi dan berkomitmen dalam mendorong inovasi serta menggerakkan masyarakat menuju ekonomi berkelanjutan di masa depan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar konsep, melainkan strategi utama dalam memperkuat daya saing perusahaan.

“BRI percaya bahwa lingkungan kerja yang inklusif memungkinkan setiap individu untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat budaya kerja yang inklusif serta menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Dengan ragam pekerja yang dimiliki, BRI berkomitmen untuk mendorong terciptanya tempat kerja yang inklusif dan setara dengan menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, keberagaman, dan non-antidiskriminasi dalam pengembangan karier. Komitmen ini dituangkan ke dalam ketentuan internal BRI mengenai Respectful Workplace Policy (Kebijakan Berperilaku Saling Menghormati di Tempat Kerja).

Tidak hanya itu, BRI juga merilis kebijakan terkait Hak Asasi Manusia, yang dirancang untuk memastikan bahwa BRI menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia. BRI melakukan proses uji tuntas HAM melalui metode self-assessment yang ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui aplikasi PRISMA. Berdasarkan proses uji tuntas tersebut, BRI mendapatkan kategorisasi Hijau, yang menandakan kepatuhannya terhadap Standar Indikator Penilaian Risiko Bisnis dan Hak Asasi Manusia dan menegaskan komitmennya yang kuat terhadap pemenuhan hak asasi manusia.

Sejak tahun 2023 BRI juga telah bergabung ke dalam United Nations Global Compact (UNGC) yang menunjukkan komitmen BRI dalam penerapan 10 prinsip berkaitan dengan tata kelola, hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan anti-korupsi, serta dukungan atas pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Lebih lanjut, Solichin menekankan bahwa implementasi DEI bukan hanya berdampak pada internal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendorong perekonomian yang lebih inklusif.

“BRI terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya. Implementasi DEI tidak hanya diterapkan di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM,” tegasnya. ***

Transportasi Publik Harus Tetap Terjangkau, Kenaikan Tarif Bukan Solusi

0

Oleh: Nayyara Alya Fazila
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Wacana tentang kenaikan tarif Transjakarta sempat menjadi topik hangat di tengah masyarakat setelah adanya pengurangan subsidi dari pemerintah.

Meskipun kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapatkan penolakan luas, isu terkait tarif transportasi umum yang semakin meningkat tetap menjadi masalah penting yang perlu diperhatikan.

Bagi banyak orang, kenaikan tarif bukan sekadar masalah angka, tetapi dampaknya yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh mereka yang sangat bergantung pada transportasi publik.

Kenaikan Tarif Memberatkan Pengguna Transportasi Publik

Sebagai mahasiswa yang sehari-hari menggunakan transportasi umum, saya sangat memahami betapa pentingnya tarif yang terjangkau.

Biaya transportasi merupakan salah satu pengeluaran utama yang harus diperhitungkan, mengingat pendapatan mahasiswa yang terbatas dan sering kali bergantung pada orang tua.

Jika tarif Transjakarta dinaikkan, hal ini tentu akan memberikan beban lebih bagi mahasiswa yang sudah memiliki banyak biaya lain untuk dipikirkan, seperti biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Bagi para pekerja dengan penghasilan menengah ke bawah, yang juga mengandalkan Transjakarta sebagai sarana transportasi, kenaikan tarif dapat menjadi masalah besar.

Mereka mungkin terpaksa mencari alternatif lain yang belum tentu lebih efisien atau lebih murah. Dampaknya, mereka yang paling rentan secara ekonomi akan terbebani, padahal selama ini subsidi transportasi publik membantu meringankan biaya transportasi mereka.

Mengapa Tarif Transportasi Publik Harus Tetap Terjangkau

Transportasi umum yang murah dan mudah diakses bukan hanya penting untuk individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Jika tarif Transjakarta dinaikkan, banyak orang yang beralih ke kendaraan pribadi, yang justru akan meningkatkan kemacetan dan polusi.

Salah satu tujuan utama dari pengembangan transportasi publik adalah untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kemacetan.

Jika tarif transportasi umum semakin mahal, masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi yang justru akan memperburuk masalah-masalah tersebut.

Oleh karena itu, tarif transportasi publik perlu dijaga agar tetap terjangkau agar lebih banyak orang beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Subsidi pemerintah untuk transportasi publik seharusnya menjadi investasi yang menguntungkan bagi masyarakat luas. Tanpa subsidi yang cukup, banyak warga Jakarta yang akan kesulitan memenuhi kebutuhan mobilitas mereka, mengingat biaya hidup yang semakin meningkat.

Solusi Tanpa Kenaikan Tarif

Dengan berkurangnya subsidi yang ada, pemerintah bisa mencari alternatif untuk menjaga keberlanjutan transportasi publik tanpa harus menaikkan tarif. Misalnya, dengan memaksimalkan pendapatan dari sektor iklan yang ada di dalam bus atau halte, atau menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk membantu pendanaan transportasi publik.

Selain itu, kebijakan subsidi berbasis prioritas bisa menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif. Dengan cara ini, subsidi bisa disalurkan lebih tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti pekerja berpenghasilan rendah atau mahasiswa yang membutuhkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

Ke depannya, pengelolaan transportasi publik harus lebih mengutamakan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan tarif yang adil dan terjangkau bagi semua kalangan. Dengan mencari solusi yang lebih inovatif, pemerintah bisa tetap menjaga kualitas transportasi publik tanpa membebani masyarakat yang sudah tertekan dengan banyak biaya hidup lainnya.

Jangan Sampai Kenaikan Tarif Terulang Kembali
Meskipun wacana kenaikan tarif Transjakarta akhirnya dibatalkan, bukan berarti ancaman serupa tidak akan muncul di masa depan.

Kasus ini menunjukkan bahwa subsidi transportasi publik masih bisa dipangkas kapan saja, dan masyarakat harus tetap mengawal kebijakan pemerintah agar tidak merugikan pengguna transportasi umum.

Penolakan luas dari publik menjadi bukti bahwa akses transportasi yang terjangkau adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa dikompromikan.

Oleh karena itu, pemerintah harus berkomitmen untuk mencari solusi lain dalam menjaga keberlanjutan transportasi publik, seperti memaksimalkan pendapatan dari iklan, kerja sama dengan swasta, atau skema subsidi yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, penting bagi pemerintah untuk lebih transparan dalam pengelolaan subsidi transportasi publik. Masyarakat harus memiliki akses terhadap informasi mengenai kebijakan yang berpotensi memengaruhi mobilitas mereka.

Dengan demikian, transportasi umum tetap dapat diandalkan sebagai solusi yang nyaman, efisien, dan terjangkau bagi semua kalangan.***

 

Rima Pratiwi Batubara: Mengajarkan Ekowisata, Menghidupkan Konservasi

0

Bogordaily.net – Rima Pratiwi Batubara, S.Hut., M.Si., merupakan dosen dari Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University serta dosen tetap di Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor. Dengan latar belakang pendidikan di bidang konservasi sumber daya hutan dan ekowisata, ia memiliki dedikasi tinggi dalam mengajarkan ekowisata serta menanamkan pentingnya konservasi dalam setiap aspek pariwisata berkelanjutan.

Rima menceritakan awal perjalanannya dalam bidang ekowisata. “Saya lulusan dari pesantren pertanian Darul Fallah. Dari situ, karena sudah terbiasa dengan pertanian, saya berpikir minimal harus tetap berhubungan dengan lingkungan hijau. Namun, pertanian saja rasanya bukan bidang yang terlalu saya minati,” ujarnya.

Setelah berdiskusi dengan seorang guru, ia diarahkan ke bidang kehutanan. Saat itu, ada kesempatan beasiswa di Sekolah Vokasi IPB untuk jenjang diploma tiga (D3), dan di antara beberapa program studi yang tersedia, ia memilih Ekowisata karena terdengar unik dan belum banyak dikenal orang.

“Saya nothing to lose saja, ingin mencoba sesuatu yang baru. Ternyata setelah menjalaninya, saya merasa jurusan ini cocok sekali dengan saya karena saya bukan tipe orang yang suka duduk lama di ruangan,” tambahnya. Ia juga menyadari bahwa ekowisata menawarkan kombinasi antara ilmu konservasi, pariwisata, dan interaksi sosial, yang semakin memperkuat minatnya untuk mendalami bidang ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan D3, Rima melanjutkan studi ke jenjang S1 di Universitas Nusa Bangsa Bogor dengan jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata. Kemudian ia melanjutkan S2 di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jurusan Manajemen Ekowisata dan Jasa Lingkungan, sembari berkontribusi sebagai dosen.

“Ketika saya lulus D3, saya diminta menjadi asisten di Ekowisata, sekaligus melanjutkan S1. Saat itu, sudah diperbolehkan mengajar walaupun saya belum menyelesaikan S2,” katanya. Pengalaman mengajar sejak dini ini memberinya banyak wawasan tentang metode pengajaran dan cara berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Kini, ia mengajar beberapa mata kuliah, seperti Wisata Budaya dan Perilaku, Antropologi Pariwisata, serta Ekowisata di STP Bogor. Di Sekolah Vokasi IPB, ia juga mengampu mata kuliah Psikologi Pengelolaan Pengunjung, Psikologi Wisatawan, Metode Interpretasi, serta Metode Pemanduan dan Komunikasi Wisatawan. Ia juga kerap membimbing mahasiswa dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan ekowisata dan konservasi.

Baginya, pengalaman paling berkesan saat menempuh pendidikan adalah ketika ia menjalani praktik lapangan. “Di tingkat satu, kami sudah diperkenalkan dengan alam bebas melalui praktik umum. Saya ingat saat itu kami menginap di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango selama dua minggu. Tidur di tenda, makan bersama, dan menyesuaikan diri dengan ritme alam, semuanya pengalaman yang luar biasa,” kenangnya.

Tak hanya itu, di tingkat dua, ia berkesempatan melakukan praktik di Taman Nasional Ujung Kulon. “Kami harus menemukan lokasi sendiri, tidak diawasi oleh dosen, dan benar-benar berinteraksi langsung dengan pengelola taman nasional. Itu sangat menyenangkan, apalagi wilayahnya mengombinasikan hutan, darat, dan laut,” tambahnya.

Menurutnya, pengalaman lapangan seperti ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran ekowisata karena memungkinkan mahasiswa untuk memahami realitas di lapangan dan menghadapi tantangan yang mungkin muncul dalam praktik pengelolaan wisata alam.

Selain itu, pengalaman paling berkesan bagi Rima adalah ketika ia mendapat kesempatan untuk melakukan tugas akhir dengan studi kasus lapangan di Taman Nasional Nino Konis Santana, Timor Leste.

Kesempatan ini datang melalui kerja sama antara IPB dan pemerintah Timor Leste, di mana Rima bersama delapan rekannya serta dua perwakilan dari Kementerian Kehutanan Timor Leste melakukan penelitian di taman nasional tersebut.

Berbeda dengan taman nasional di Indonesia, Nino Konis Santana memiliki daya tarik tersendiri dari segi budaya masyarakat serta sistem pengelolaannya. Selama penelitian, Rima merasakan secara langsung bagaimana interaksi budaya dan ekowisata dapat berjalan berdampingan, terutama dalam pengembangan wisata berbasis kain tenun.

Pengalaman ini semakin memperluas perspektifnya tentang ekowisata, tidak hanya sebatas konservasi alam dan satwa liar, tetapi juga sebagai alat pelestarian budaya lokal. Penelitiannya yang berjudul “Perencanaan Wisata Budaya Berbasis Kain Tenun di Taman Nasional Nino Konis Santana Timor Leste” menjadi salah satu bukti ketertarikannya dalam menggabungkan ekowisata dengan aspek budaya masyarakat setempat.

Di luar aktivitas mengajarnya, Rima Pratiwi Batubara, juga aktif dalam berbagai proyek, salah satunya adalah pengembangan Geopark Ciletuh. Ia menjadi bagian dari tim ahli yang bertugas memastikan kawasan tersebut sesuai dengan indikator geopark yang ditetapkan UNESCO.

“Salah satu tantangannya adalah menyelaraskan berbagai perspektif dalam tim. Saya dari ekowisata, sementara yang lain dari pariwisata umum, budaya, dan sebagainya. Menjelaskan bahwa ada batasan-batasan dalam ekowisata sering kali menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Selain Geopark Ciletuh, ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif pelestarian lingkungan dan pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal dalam mengelola sumber daya alam mereka secara berkelanjutan.

Dalam mengajarkan ekowisata kepada mahasiswa, Rima Pratiwi Batubara, menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar adalah mengubah pola pikir mahasiswa yang sudah terbiasa dengan konsep wisata umum.

“Mahasiswa sering berpikir bahwa setelah membayar untuk berwisata, mereka bebas melakukan apa saja. Padahal, dalam ekowisata ada batasan yang harus dipatuhi, terutama terkait konservasi sumber daya alam,” jelasnya. Ia berusaha menanamkan nilai-nilai konservasi dan tanggung jawab lingkungan melalui berbagai metode pembelajaran, termasuk diskusi kasus, simulasi, dan pengalaman lapangan langsung.

Menurutnya, pendekatan ini lebih efektif dalam mengubah cara pandang mahasiswa terhadap ekowisata dibandingkan hanya menyampaikan teori di dalam kelas.
Harapan Rima ke depan adalah agar ekowisata dapat lebih diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya sekadar klaim belaka.

“Banyak tempat yang mengklaim sebagai destinasi ekowisata, tetapi kenyataannya tidak menerapkan prinsip-prinsip konservasi dengan baik. Saya berharap semakin banyak pihak yang benar-benar memahami bahwa ekowisata bukan hanya tentang menikmati alam, tetapi juga tentang menjaganya,” tutupnya.

Selain itu, ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk menekuni bidang ini dan ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui sektor pariwisata.***

Nayyara Alya Fazila

 

Maraknya Literasi Digital di ruang lingkup Pendidikan Indonesia

0

Bogordaily.net – Literasi digital merupakan suatu kemampuan individu dalam memahami teknologi digital secara efektif. Keterampilan ini bisa mencakup melalui berbagai aspek, seperti mendapatkan informasi secara online, keamanan digital, berkomunikasi melalui platform digital.

Di konteks pendidikan juga, literasi digital sangat relevan karena dapat mendukung proses pembelajaran yang interaktif dan inovatif. Siswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar secara online, lalu seorang guru dapat meningkatkan pemahaman teknologi dalam metode pengajaran secara digital.

Literasi digital di lingkungan pendidikan saat ini menjadi hal yang baik untuk mempersiapkan generasi yang cerdas terhadap perkembangan zaman.

Dilansir website Kompas.com, berdasarkan survei yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelnggara Jasa Internet Indonesia) pada tahun 2019, sejumlah 171,17 juta manusia terhubung dengan internet dan penggunaan internet didominasi oleh pelajar berusia 15-19 tahun.

Literasi digital juga menjadikan kita dalam memahami mendalam tentang teknologi yang dapat mempengaruhi kehidupan secara luas. Inilah hal mengapa literasi digital menjadi marak terhadap lingkungan pendidikan.

Apakah teknologi digital dapat berpengaruh dalam literasi di lingkungan pendidikan? Tentu saja berpengaruh. Berkembangnya teknologi digital mampu membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari, melalui berbagai aspek seperti komunikasi, pendidikan, bisnis, dan hiburan.

Kemudahan dalam mengakses sosial media digital bermanfaat untuk mendapatkan informasi dengan cepat serta dapat mengirimkan pesan secara instan.

Di dalam dunia pendidikan, teknologi digital juga mengubah metode dalam pembelajaran seperti adanya e-learning, video belajar online, serta mengakses berbagai informasi apapun secara online.

Dengan perkembangan yang terus berlanjut di masa depan, teknologi digital akan menjadi bagian yang tidak akan terpisahkan dari kehidupan manusia, sekaligus akan menjadi tantangan oleh setiap individu.

Penggunaan platform digital mengubah cara kita berkomunikasi dan berkolaborasi. Hal ini melibatkan kita dalam pemahaman etika berkomunikasi secara online, menggunakan media sosial, serrta kemampuan berkolaborasi di lingkungan.

Pendidikan berbasis teknologi juga membuat proses belajar menjadi interaktif, seperti menggunakan video, dan animasi sehingga pengguna digital tertarik untuk menggunakannya.

Dunia juga akan terus berkembang kedepannya. Literasi digital bermanfaat sekali untuk sisswa sebagai kemampuan dan keterampilan yang diperukan di perusahaan.

Dari sini, dapat dikatakan literasi digital bertujuan dalam mengembangkan problem-solving, kreativitas, penyelesaian masalah, dan adaptasi di lingkungan kerja yang dapat cepat berubah.

Era digital sekarang ini menjadi keuntungan atau esensial yang harus dikuasai guru. Perkembangan hal seperti ini bisa mengubah pemikiran orang-orang tentang pendidikan tradisional menjadi lebih interaktif melalui platform digital. Mendorong literasi digital untuk guru menjadi hal prioritas utama.

Training guru dalam mendukung penggunaan literasi digital merupakan langkah penting sebagai pendidik memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan.

Training seperti ini membantu mereka mengembangkan pelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa melalui media yang relevan.

Program seperti ini bisa membantu meningkatkan kompetensi digital. Lalu pelatihan guru tentang menggunakan platform digital merupakan salah satu contoh efektif yang dapat membantu siswa-siswi menerima pembelajaran yang menarik dan berinteraksi dengan siswa yang lain melalui media relevan.

Siswa yang memiliki literasi digital akan mempunyai jiwa rasa yang lebih aman dan percaya diri dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Contohnya pada saat Covid-19 sedang maraknya di Indonesia, sistem pembelajaran pendidikan di Indonesia diberlakukannya pembelajaran secara online yang dimana para murid dan guru melakukan video virtual/Zoom, Google Meet, dan Google Classroom sebagai wadah belajar secara daring.

Pasca-pandemi Covid-19 juga menjadi banyak ujian sekolah yang diadakan secara online. Hal ini juga menjadi bukti bagi siswa memliki kepercayaan diri untuk menggunakan teknologi.

Hai ini merupakan proses berkomunikasi nya atau Literasi digital bisa dikatakan sebagai bagian utama dalam pendidikan untuk membantu kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap internet dan teknologi.

Dengan cara mengembangkan kemampuan digital, peluar karier di masa depan yang akan datang akan menjadi meluas.

Penguasaan literasi digital juga faktor yang disoroti siswa untuk beradaptasi berbagai perkembangan teknologi.

Keamanan digital juga menjadi bekal siswa untuk membantu melindungi keselamatan dan privasi. Literasi digital mengajarkan bagaimana seorang siswa harus memiliki tanggung jawab di ruang digital yang biasa kita pakai sehari-hari.

Literasi digital juga dapat membantu untuk siswa harus memiliki tanggung jawab, dan mengkomunikasikan informasi.

Ketergantungan teknologi juga membuat Literasi digital juga mengajarkan bagaimana seorang siswa harus memiliki tanggung jawab di ruang digital yang biasa kita pakai sehari-hari.

Literasi digital juga dapat membantu untuk siswa harus memiliki tanggung jawab, dan mengkomunikasikan informasi.

Literasi digital juga menjadi ketergantungan pada teknologi, seperti hak cipta, plagiarisme, dan cyberbulling. Literasi digital juga berperan penting dalam membantu siswa menguasai, meamhami, dan menghadapi berbagai tantangan di dunia digital.

Lalu, semakin banyaknya interaksi sosial online, literasi digital menjadi keterampilan dalam membuat hubungan yang sehat. Kemajuan teknologi juga dapat membawa risiko interaksi yang berpotensi berbahaya, terutama umur generasi muda.

Dengan pemahaman literasi digital yang baik, para murid dapat lebih waspada dan mampu melindungi diri dari berkomunikasi di internet.

Lalu, penerapan dalam untuk menikmati literasi digital di dunia pendidikan saat ini belum mencakup luas karena ada beberapa daerah pelosok yang belum mengenal pelik dengan teknologi baru dan guru-guru yang masih belum memahami menggunakan teknologi.

Oleh karena itu, sebaiknya ditingkatkan kembali akses internet yang luas, fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran, workshop tentang dunia literasi digital, dan pelatihan bagi guru dalam menggunakan teknologi online untuk proses pembelajaran agar dapat memudahkan aktivitas dalam belajar online.

Keterampilan literasi digital bukan sekadar main sosial media saja, tetapi merupakan dasar utama bagi siswa di ruang lingkup pendidikan untuk mencapai kesuksesan di era digital.

Pemahaman tentang literasi digital, dapat bermanfaat bagi siswa dalam mepersiapkan tantangan peluang yang ditawarkan dunia teknologi.

Literasi digital menjadi peran penting dalam membentuk karakter siswa. Dengan pendekatan yang tepat seperti ini, siswa akan merasa nyaman, aman, dan dihargai di proses pembelajaran.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga perhatian dalam kompetensi guru, dukungan dari orang tersayang, dan peran keluarga serta masyarakat juga harus diperhatikan dalam berteknologi.

Hal ini akan menjadi penting untuk memastikan siswa akan berkembang menjadi generasi yang berkarakter yang baik dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan teknologi yang sudah canggih.***

 

Cinta Nurul Arsy Pradita | Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Rudy Susmanto Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2024

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bogor tahun anggaran 2024 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, di Cibinong, Jumat (21/3).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, dan diikuti para wakil ketua dan anggota DPRD. Pada kesempatan tersebut, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebutkan, tema pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2024 adalah optimalisasi kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Tema ini merupakan awal periode perencanaan pembangunan daerah tanpa adanya visi dan misi bupati, namun dengan tetap memperhatikan beberapa faktor penting sebagai bentuk sinergi pembangunan antara pusat dan Provinsi Jawa Barat,” kata Rudy.

Rudy menjelaskan LKPJ Bupati Bogor tahun anggaran 2024 disusun berdasarkan Permendagri nomor 19 tahun 2024 tentang peraturan pelaksanaan peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Dimana tahun 2024 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Bogor tahun 2024 – 2026,” jelas Rudy.

Rudy juga mengucapkan terima kasih atas catatan dan rekomendasi pada LKPJ Bupati Bogor tahun 2023 yang berupa catatan strategis, sebagai bahan masukan, saran dan koreksi atas penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Bogor tahun 2024.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2024,” tandas Rudy.

Ia menegaskan, DPRD adalah mitra sejajar pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Untuk itu, saatnya kita membuka lembaran baru dan bersatu untuk membangun Kabupaten Bogor yang aman, adil, dan makmur.

Hadir pada rapat paripurna tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda Kabupaten Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang), jajaran Kepala Perangkat Daerah, Direktur Utama Perumda, Direktur RSUD, dan Camat se-Kabupaten Bogor. ***

Kekerasan Ekstrem – Apa yang Salah dengan Masyarakat Kita ?

0

Oleh: Shabilla Azahra – Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Pada tanggal 23 Januari 2025 masyarakat dikejutkan dengan kasus pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Ngawi. Tersangka yakni Rohmad Tri Hartanto (RTH) alias Antok (33), warga Kabupaten Tulungagung, Jatim, ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim di wilayah Madiun, Minggu (26/1/2025) sekitar pukul 00.00 WIB. Korban adalah kekasih Rohmad yang telah dipacarinya selama 3 tahun, Uswatun Khasanah (29),  warga Desa Bance, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jatim, yang sehari-harinya bekerja sebagai sales kosmetik. Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, pelaku mengaku melakukan pembunuhan karena sakit hati terhadap ucapan korban.

Setelah melakukan aksinya, pelaku berusaha menyembunyikan jejak kejahatannya dengan memutilasi korban dan memasukkannya ke dalam koper. Peristiwa ini tidak hanya mencerminkan tindakan kriminal yang sadis tetapi juga menimbulkan berbagai dampak psikologis dan sosial yang mendalam bagi Masyarakat. Berita semacam ini sering mempengaruhi kesehatan mental masyarakat, khususnya bagi yang langsung terpapar atau mendengar tentang kasus tersebut. Trauma atau ketakutan bisa muncul, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua.. Kasus-kasus serupa yang semakin marak mengundang pertanyaan besar tentang penyebab meningkatnya tindak kekerasan serta bagaimana masyarakat dan pemerintah dapat menghadapinya.

Faktor penyebab kekerasan

kasus ini menunjukkan bahwa faktor-faktor sosial dan psikologis berperan besar terhadap individu untuk melakukan tindakan kekerasan. Beberapa faktor seperti tekanan emosional, gangguan mental, penyalahgunaan narkoba, dan lingkungan sosial yang buruk sering menjadi pemicu utama. Dalam kasus ini, pelaku mengaku sakit hati terhadap ucapan korban, yang memicu amarah hingga berujung pada tindakan keji tersebut. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan mental, komunikasi yang sehat, serta pengelolaan emosi agar peristiwa serupa tidak terulang.

Peran Media dalam Memberitakan Kekerasan

Peran media dalam memberitakan kejadian semacam ini juga perlu mendapat perhatian. berita tentang kekerasan ekstrim bisa menimbulkan efek traumatis bagi masyarakat, terutama bagi keluarga korban dan saksi mata. namun, di sisi lain, pemberitaan yang berlebihan tanpa edukasi yang tepat juga dapat memicu ketakutan berlebihan atau bahkan memunculkan imitasi dari pelaku potensial lainnya. Oleh sebab itu, media harus lebih bijaksana dalam menyajikan berita kriminal dengan tetap memperhatikan dampaknya terhadap publik.

Pentingnya Penegakan Hukum

Dari sisi penegakan hukum, kasus ini juga menjadi pengingat bagi aparat kepolisian untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kasus kriminal berat. Penyelidikan yang cepat dan transparan sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah spekulasi yang dapat memperkeruh keadaan. Selain itu, hukuman yang tegas dan adil bagi pelaku menjadi salah satu cara efektif untuk memberikan efek jera bagi calon pelaku lainnya.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan

Masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Peningkatan kepedulian terhadap sesama, pelaporan dini terhadap tindakan mencurigakan, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan keluarga dan pendidikan dapat membantu menekan angka kejahatan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat hukum, media, dan masyarakat, diharapkan kasus-kasus kekerasan ekstrem seperti ini dapat diminimalisir atau bahkan dicegah sepenuhnya.

Solusi Jangka Panjang

Tidak hanya itu, perlu adanya program-program rehabilitasi dan pembinaan bagi individu yang memiliki kecenderungan melakukan tindak kriminal. Pendekatan berbasis psikologi dan edukasi dapat membantu menekan kemungkinan terjadinya kekerasan. Selain itu, pemerintah harus lebih aktif dalam menyusun kebijakan yang mendukung keamanan dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan fasilitas pelayanan publik, memperkuat sistem keamanan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya hidup dalam harmoni.

Selain kebijakan dari pemerintah, individu dan keluarga juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter yang lebih baik. Pendidikan sejak dini yang menanamkan nilai-nilai moral, empati, dan tanggung jawab dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap sesama. Dengan memperkuat fondasi sosial dalam keluarga dan lingkungan sekitar, diharapkan tingkat kekerasan di masyarakat dapat ditekan secara signifikan.

Peristiwa di Ngawi ini harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak bahwa tindakan kekerasan memiliki dampak yang luas dan berbahaya. Diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor untuk memastikan keamanan dan ketenangan masyarakat tetap terjaga. Dengan demikian, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan bebas dari ancaman kekerasan yang mengancam kehidupan sosial kita.***

 

Peran Instagram dalam Meningkatkan Kesadaran Isu Sosial di Era Digital

0

Bogordaily.net – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi alat yang kuat dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran terhadap berbagai isu sosial. Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam cara masyarakat berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Dengan hadirnya platform digital seperti Instagram, isu-isu sosial yang sebelumnya kurang mendapat perhatian kini bisa lebih mudah tersebar luas dan mendapatkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

Peran media sosial dalam membentuk opini publik semakin berdampak, sehingga banyak individu dan organisasi memanfaatkannya sebagai alat kampanye sosial.

Instagram, sebagai salah satu media sosial terbesar dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif setiap bulan, menjadi tempat yang efektif untuk menyuarakan isu sosial.

Berbeda dengan media konvensional, Instagram memungkinkan penyebaran informasi secara cepat melalui berbagai format konten seperti foto, video, dan infografis. Dengan memanfaatkan fitur-fitur seperti Instagram stories, reels, carousel, berbagai kampanye sosial dapat menjangkau audiens yang lebih luas dalam waktu singkat.

Hashtag yang relevan juga berperan penting dalam meningkatkan visibilitas gerakan sosial, memungkinkan masyarakat dari berbagai penjuru dunia untuk ikut serta dalam percakapan global.

Selain sebagai alat penyebaran informasi, Instagram juga menjadi platform interaktif yang memungkinkan komunikasi dua arah.

Dukungan dari public figure dan influencer sering kali memperkuat kampanye sosial dan meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu tertentu.

Namun, di balik manfaatnya yang besar, Instagram juga menghadapi tantangan, seperti penyebaran misinformasi dan fenomena “slacktivism,” di mana pengguna hanya menunjukkan dukungan secara simbolis tanpa tindakan nyata. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan yang bijak dan strategi yang tepat agar Instagram benar-benar dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan sosial yang positif.

Instagram juga dapat menjadi sarana bagi komunitas untuk berkumpul dan berdiskusi mengenai berbagai isu yang mereka anggap penting.

Dengan adanya grup dan komunitas daring, para kelompok serta individu yang peduli terhadap suatu isu dapat berbagi informasi, pengalaman, serta solusi yang dapat diterapkan di dunia nyata.

Dengan keterlibatan yang lebih aktif dari pengguna, Instagram dapat berfungsi sebagai platform yang mendorong perubahan sosial yang nyata, bukan sekadar menjadi tempat berbagi opini tanpa tindakan konkret.

Peran Instagram dalam Meningkatkan Kesadaran Isu Sosial

Instagram memungkinkan penggunanya untuk berbagi informasi melalui gambar, video, dan cerita singkat yang menarik.

Beberapa cara Instagram membantu meningkatkan isu sosial salah satunya dengan menyebarkan informasi secara luas dan cepat dengan fitur seperti feed, stories, reels, dan caraousel, Instagram memungkinkan informasi mengenai isu sosial tersebar dengan cepat.

Hashtag yang relevan seperti membantu meningkatkan visibilitas kampanye sosial. Hal ini membuat informasi penting dapat menjangkau masyarakat luas hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit.

Kampanye sosial dan penggalangan dana, Instagram telah menyediakan fitur khusus seperti “donation sticker” di Instagram Stories yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan dana secara langsung.

Hal ini membuat proses donasi menjadi lebih mudah dan transparan. Beberapa organisasi kemanusiaan dan lingkungan telah berhasil menggalang dana dalam jumlah besar melalui kampanye yang mereka sebarkan di Instagram.

Selain itu cara Instagram membantu meningkatkan isu sosial adalah interaksi langsung dengan memungkinkan interaksi langsung antara organisasi sosial, dan masyarakat luas melalui fitur komentar, DM (direct message), dan polling di Instagram stories.

Hal ini memudahkan masyarakat untuk berdiskusi, memberikan masukan, serta mendapatkan informasi lebih lanjut tentang isu yang sedang berkembang.

Dampak Positif Instagram dalam Perkembangan Isu Sosial

Keberadaan Instagram sebagai alat advokasi telah membawa beberapa dampak positif, seperti; Peningkatan partisipasi masyarakat dalam berbagai gerakan sosial.

Orang-orang menjadi lebih sadar dan terdorong untuk ikut berkontribusi, baik dalam bentuk menyebarkan informasi, berdonasi, atau bahkan terlibat langsung dalam aksi sosial, selain itu juga mendorong tindakan nyata, seperti petisi online, donasi, atau aksi protes yang lebih terorganisir.

Banyak gerakan sosial yang dimulai dari Instagram akhirnya berkembang menjadi aksi nyata di dunia offline.

Tantangan dalam Menggunakan Instagram Untuk Isu Sosial

Meskipun Instagram memiliki banyak manfaat dalam meningkatkan isu sosial, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti; Penyebaran informasi hoax atau misinformasi, yang dapat memperkeruh situasi.

Tidak semua informasi yang beredar di Instagram dapat dipercaya, sehingga pengguna harus lebih kritis dalam memilih sumber berita, selain itu aksi simbolis tanpa tindakan nyata, atau yang dikenal dengan istilah “slacktivism,” juga menjadi sebuah tantangan, di mana pengguna hanya membagikan konten tanpa melakukan tindakan konkret.

Banyak orang merasa sudah cukup berkontribusi hanya dengan membagikan postingan tanpa benar-benar terlibat dalam aksi nyata.

Cara Mengoptimalkan Instagram untuk Meningkatkan Isu Sosial

Agar Instagram benar-benar bermanfaat dalam menyebarkan isu sosial, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan yaitu, menggunakan hashtag secara efektif, gunakan hashtag yang relevan agar postingan lebih mudah ditemukan oleh pengguna lain yang tertarik dengan isu yang sama.

Menyajikan konten yang menarik, gunakan gambar berkualitas tinggi, infografis, dan video pendek untuk menarik perhatian lebih banyak orang, berinteraksi dengan pengikut, jawab pertanyaan, berikan klarifikasi, dan libatkan komunitas dalam diskusi agar kesadaran terhadap isu semakin meningkat, terakhir yaitu dengan mengecek kebenaran informasi sebelum membagikan, pastikan informasi yang disebarkan berasal dari sumber yang terpercaya untuk menghindari penyebaran hoaks..

Instagram memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran terhadap berbagai isu sosial.

Dengan fitur-fitur yang mendukung penyebaran informasi, platform ini memungkinkan individu dan organisasi untuk menyuarakan perubahan dan mendorong aksi nyata.

Namun, penting bagi pengguna untuk lebih kritis dalam menyaring informasi agar dampak positif dari media sosial ini dapat lebih maksimal dan tidak menyesatkan.

Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti penyebaran misinformasi dan aksi simbolis tanpa tindakan nyata.

Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang lebih bertanggung jawab dalam menggunakan Instagram sebagai platform advokasi.

Dengan edukasi yang tepat dan keterlibatan aktif dari pengguna, Instagram dapat terus menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kesadaran serta mendorong aksi nyata terhadap berbagai isu sosial.***

 

Shabilla Azahra – Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

 

 

Berikan Reward Lebih Banyak Kepada Pasien, AUDY Dental Sebar Senyum Kebaikan

0

Bogordaily.net – Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut berdampak pada perluasan jangkauan klinik AUDY Dental. Sebagai klinik gigi spesialis terbesar di Indonesia, hingga Maret 2025, AUDY Dental berhasil menjangkau lebih dari 45 titik di kota-kota besar di Indonesia.

Berkat kepercayaan masyarakat dalam perawatan gigi dan mulut kepada dokter-dokter spesialis yang profesional di bidangnya, AUDY Dental berupaya memberikan apresiasi lebih kepada pasien selama bulan Ramadan. Melalui campaign ‘Sebar Senyum Kebaikan’ AUDY Dental memberikan Joyful Smile Box yang berisikan berbagai barang bermanfaat dan menyenangkan yang bisa digunakan oleh pasien untuk kebutuhan sehari-hari.

Bekerja sama dengan Pepsodent, Prodia, Biodef, Realfood Jelly serta Rupa Rupa, AUDY Dental ingin terus menyebarkan kebaikan melalui perawatan gigi yang tepat dengan manfaat dan kebahagiaan yang juga maksimal.

“Karena Bulan Ramadan dikenal juga dengan bulan penuh kebaikan, AUDY Dental sekaligus ingin memanfaatkan momentum ini untuk lebih banyak memberikan kebahagiaan kepada pasien. Dengan perawatan yang tepat, melalui Joyful Smile Box ini, kami ingin seluruh pasien merasa lebih dekat dan semakin meningkatkan kepercayaan dalam perawatan gigi dan mulut di AUDY Dental” terang CEO AUDY Dental, drg. Yulita Bong.

Selain Joyful Smile Box, AUDY Dental juga melakukan kegiatan charity rutin tahunan dengan mengalokasikan sebagian biaya administrasi pasien selama Ramadan dan Lebaran periode Maret-April 2025. Kegiatan charity tahun ini, AUDY Dental bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk melakukan rehabilitasi gedung dan bangunan sekolah di kawasan Bogor yang mengalami kerusakan signifikan di hampir seluruh bagian bangunan yang dapat membahayakan peserta didik.

Tidak berhenti di situ, AUDY Dental juga akan hadir dengan promo-promo menarik dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri melalui campaign THR atau Treatment Hari Raya. Promo ini berlaku untuk berbagai perawatan gigi seperti scaling, tambal gigi, pemasangan behel, bleaching, veneer, hingga pemasangan implant yang dapat mendukung tampilan lebih maksimal di Hari Raya dimana hal ini juga menjadi momentum berkumpul dengan keluarga tercinta.

“Komitmen AUDY Dental dalam Sebar Senyum Kebaikan diharapkan dapat semakin menunjukkan kehadiran perawatan gigi dan mulut dengan penanganan terbaik yang dibutuhkan masyarakat. Kami ingin hadirnya AUDY Dental dapat membawa dampak positif yang lebih banyak bagi masyarakat serta menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui gaya hidup yang sehat” tutup drg. Yulita. ***