Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 84

Eliminasi TBC 2030 : Kota Bogor Perkuat Deteksi, Pengobatan dan Kolaborasi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030. Upaya ini dilakukan melalui penguatan deteksi dini, perluasan investigasi kontak, peningkatan keberhasilan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena menyampaikan bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan yang serius dan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“TBC bukan hanya persoalan medis, tetapi persoalan sosial. Karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan saja. Kita membutuhkan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan media untuk bersama-sama memutus rantai penularan,” ujar Erna dalam keterangannya.

Secara nasional, Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia dengan beban TBC tertinggi. Di tingkat provinsi, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus signifikan karena besarnya populasi dan tingginya mobilitas masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis per Desember 2025, capaian program TBC di Kota Bogor menunjukkan tren positif. Penemuan terduga TBC telah mencapai 116 persen dari target, notifikasi kasus 127 persen, dan penemuan kasus TBC anak 122 persen.

Kadinkes menjelaskan bahwa peningkatan angka tersebut bukan berarti kasus melonjak, melainkan menunjukkan sistem skrining yang semakin efektif. Ia mengatakan bahwa semakin banyak kasus ditemukan, semakin cepat pasien dapat diobati sehingga risiko penularan bisa ditekan.
“Semakin cepat kita menemukan kasus, semakin cepat pula kita mengobati. TBC itu bisa sembuh total, asalkan ditemukan dini dan pasien disiplin minum obat sampai tuntas,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada tantangan, terutama dalam cakupan investigasi kontak yang saat ini berada di kisaran 70 persen serta penguatan layanan TBC Resisten Obat (TBC RO).

Dinkes Kota Bogor telah memastikan layanan TBC tersedia secara merata dan gratis di fasilitas kesehatan pemerintah. Seluruh 25 Puskesmas menyediakan layanan TBC termasuk TBC-HIV.

Sementara itu, RSUD Kota Bogor menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan TBC Resisten Obat.

Selain itu, terdapat 15 laboratorium diagnosis TBC yang tersebar di Puskesmas, rumah sakit, dan Labkesda untuk memastikan akses pemeriksaan lebih cepat dan dekat. Erna menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya.

“Semua layanan TBC di fasilitas kesehatan pemerintah gratis. Mulai dari pemeriksaan dahak dengan Tes Cepat Molekuler, rontgen, pemeriksaan HIV, sampai obat dan pemantauan selama pengobatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pasien juga mendapatkan pemeriksaan kontak serumah dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi yang memenuhi kriteria, termasuk dukungan nutrisi untuk membantu pemulihan.

Dalam mempercepat eliminasi TBC, Pemkot Bogor menjalankan sejumlah inovasi, antara lain: AKSI GEULIS, integrasi skrining TBC dengan cek kesehatan gratis dan penggunaan portable X-ray di komunitas. SIKASEP, strategi peningkatan investigasi kontak dan perluasan TPT. Active Case Finding (ACF) di wilayah berisiko tinggi.

Menurut Erna, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berbasis fasilitas kesehatan, tetapi juga berbasis komunitas. Ia menuturkan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan ABCDE: Antar ke Puskesmas, Beri dukungan, Cari kontak erat, Dilaporkan bila sembuh, dan Edukasi masyarakat.

“Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang putus obat dan tidak ada kontak erat yang terlewat. Eliminasi TBC harus dilakukan sampai ke tingkat kelurahan,” katanya.

Erna mengakui masih ada tantangan berupa tingginya mobilitas penduduk, kepadatan wilayah perkotaan, keterbatasan pembiayaan untuk kasus TBC RO, serta stigma di masyarakat. Ia menekankan bahwa stigma sering kali membuat pasien terlambat memeriksakan diri atau enggan melanjutkan pengobatan.

“TBC bukan aib. Ini penyakit yang bisa disembuhkan. Yang berbahaya justru jika tidak diobati atau berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk dua minggu atau lebih, demam lama, keringat malam, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Erna berharap seluruh warga Kota Bogor dapat menjadi bagian dari gerakan eliminasi TBC.

“Eliminasi TBC 2030 bukan sekadar target angka. Ini tentang menyelamatkan generasi kita. Jika kita bergerak bersama, saya optimis Kota Bogor bisa bebas TBC,” katanya.***

Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cileungsi Bogor

0

Bogordaily.net – Seorang pengendara motor tewas usai ditabrak truk di Jalan Raya Cileungsi-Narogong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Jum’at 27 Februari 2026.

Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.20 WIB.

Awalnya, pengendara sepeda motor Suzuki Thunder No.Pol. F-6674-KH milik korban HS bergerak dari Bekasi menuju Cileungsi di jalur sebelah kiri.

Kemudian, datang dari belakang kendaraan Dump Truk Hino No.Pol. A-9340-S dengan kondisi jalan belokan kekiri dan agak menurun di simpang traffic light.

“Setibanya di TKP truk membentur bagian body belakang sebelah motor korban yang bergerak searah di sebelah kiri, sehingga terjadi kecelakaan,” kata Ipda Ares Rahman, Jum’at 27 Februari 2026.

Akibat kecelakaan tersebut, korban pengendara sepeda motor yakni HS, mengalami luka memar pada bagian kepala dan luka sobek pada bagian dada sebelah kiri.

“Korban kemudian dibawa ke RS Abdul Radjak dan meninggal dunia,” ungkapnya.***

Albin

PLN UP3 Bogor Turut Berpartisipasi dalam Aksi Bersih Kota Bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Forkopimda Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan, PLN UP3 Bogor turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih Kota Bogor bersama Hanif Faisol Nurofiq selaku Menteri Lingkungan Hidup, Forkopimda Kota Bogor, serta masyarakat Kota Bogor.

Kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah titik strategis Kota Bogor ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kerapihan tata kota. Dalam aksi tersebut, PLN UP3 Bogor tidak hanya berpartisipasi dalam kegiatan bersih lingkungan, tetapi juga melakukan penertiban kabel-kabel listrik yang tidak sesuai peruntukannya guna meningkatkan aspek keselamatan dan estetika kota.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa partisipasi aktif ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung terciptanya kota yang aman, nyaman, dan tertata.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga bertanggung jawab memastikan instalasi kelistrikan tertib dan sesuai standar. Penertiban kabel ini penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat serta mendukung wajah Kota Bogor yang lebih rapi dan indah,” ujar Gumelar.

Penertiban kabel yang tidak sesuai peruntukan dilakukan melalui identifikasi jaringan, perapihan instalasi, serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan dan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga.
Manfaat yang didapatkan dari aksi bersih-bersih dan penertiban kabeldapat meningkatkan keselamatan publik dari potensi bahaya instalasi listrik yang tidak standar, mendukung estetika dan kerapihan tata kota, serta mengurangi risiko gangguan kelistrikan akibat instalasi yang tidak sesuai ketentuan.

Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. PLN siap mendukung penuh program pemerintah dengan memastikan infrastruktur kelistrikan tidak hanya andal, tetapi juga selaras dengan prinsip keselamatan dan kelestarian lingkungan,” ungkap Sugeng.

Melalui aksi ini, PLN UP3 Bogor menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program pemerintah, sekaligus menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan di Kota Bogor.***

Bank Kota Bogor Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Wujudkan Kota Bogor Tetap Bersih dan Asri

0

Bogordaily.net – Bank Kota Bogor menyatakan komitmennya dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Bogor. Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk menjaga keindahan kota yang baru saja meraih penghargaan Anugerah Kota Menuju Bersih 2026.

Gerakan ini menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Bank Kota Bogor menilai bahwa mempertahankan predikat kota bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat dan berbagai lembaga.

Melalui keterlibatan dalam Gerakan Indonesia ASRI, Bank Kota Bogor ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kebersihan kota merupakan cerminan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan ini juga menjadi wujud rasa cinta terhadap Kota Bogor.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas pencapaian Kota Bogor yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Kota Menuju Bersih 2026. Penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keasrian lingkungan kota secara berkelanjutan.

Bank Kota Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang dilakukan secara bersama-sama demi Kota Bogor yang bersih, nyaman, dan asri.***

Berbagi Bingkisan Ramadhan, YBM PLN Tebar 300 Paket Sembako untuk Warga Sekitar Masjid As Sofia Kota Bogor

0

Bogordaily.net – YBM PLN Berbagi Bingkisan Ramadhan kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial di bulan suci Ramadhan.

Sebanyak 300 paket sembako dibagikan kepada warga sekitar Masjid As Sofia, Kota Bogor, sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi dalam keberkahan Ramadhan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Retail & Bisnis PLN, Adi Priyanto, beserta Komisaris PLN, jajaran manajemen, serta perwakilan pegawai PLN di wilayah Bogor dan Jawa Barat.

Program pembagian sembako ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, selain itu kegiatan ini untuk mempererat hubungan silaturahmi antara PLN dan masyarakat sekitar, dan yang utama adalah mengoptimalkan peran YBM PLN sebagai wadah penghimpun dan penyalur zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya berupa bantuan material, tetapi juga dukungan moral dan rasa kebersamaan di bulan penuh rahmat ini. Bantuan sembako diharapkan dapat membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan sehingga dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan khusyuk.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PLN kepada masyarakat sekitar.

“Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan bahwa keberadaan PLN tidak hanya menghadirkan terang melalui listrik, tetapi juga menghadirkan harapan dan kepedulian bagi masyarakat. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami berharap bantuan sembako ini dapat memberikan manfaat nyata dan mempererat kebersamaan,” ujar Gumelar.

Sementara itu, General Manager UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program sosial seperti ini merupakan implementasi nilai-nilai AKHLAK yang dipegang teguh oleh insan PLN.

“YBM PLN adalah wujud nyata kepedulian insan PLN kepada sesama. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan memperluas manfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, PLN bersama YBM PLN menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia listrik yang andal, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli dan memberi manfaat bagi negeri.***

Insinerator Mini Marak, Ahli Tekankan Standar Emisi dan Izin Lingkungan

0

Bogordaily.net – Pakar Ilmu dan Rekayasa Termal, Prof Pandji Prawisudha, memaparkan tata cara dan aturan penggunaan insinerator dalam pengelolaan sampah di tengah maraknya penggunaan insinerator mini atau tungku bakar di masyarakat.

Menurutnya, pengadaan maupun pengoperasian insinerator sejatinya telah memiliki regulasi yang jelas. Karena itu, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat diminta tidak menjadikan insinerator sebagai solusi instan tanpa pengawasan ketat.

“Sebetulnya pengadaan insinerator atau pengoperasionalan insinerator itu sudah ada aturannya. Yang paling penting, kalau memang itu sudah ada, maka pemerintah daerah seharusnya memeriksa operasional dan juga baku mutu emisinya dengan proper. Apakah sudah memenuhi aturan atau justru melewati baku mutu emisi yang dipersyaratkan,” ujar Prof Pandji, Jumat (27/2/2026).

Prof Pandji menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan emisi telah memenuhi baku mutu, maka izin lingkungan dapat diproses sehingga insinerator dapat beroperasi secara legal dan aman.

“Namun demikian, kalau itu belum pernah diperiksa kemudian melewati baku mutu emisi, sebaiknya memang dihentikan sesuai dengan aturan yang sudah berlaku,” tegasnya.

Di sisi lain, Prof Pandji juga menyoroti kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi masyarakat. Ia menilai, sebelum berbicara soal teknologi pengolahan seperti insinerator, langkah paling mendasar yang harus dilakukan adalah mengenali karakteristik sampah rumah tangga.

“Biasanya sampah kita yang paling bermasalah adalah sisa makanan, karena itu menimbulkan bau. Jadi kalau itu saja sudah kita tangani, sebetulnya mungkin 60-70 persen masalah kita sudah selesai, dalam artian baunya tidak muncul,” jelasnya.

Ia menyarankan masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dari sumbernya. Material yang dapat didaur ulang seperti botol plastik, gelas plastik, kertas, dan karton harus dipisahkan dari sisa makanan.

“Untuk sisa makanan sendiri, kalau memang di masyarakat ada tempat pengomposan itu bagus untuk dilakukan. Tapi kalau memang belum ada, bagaimanapun sebaiknya dipisah supaya tidak tercampur dengan yang daur ulang,” katanya.

Selain itu, Prof Pandji berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan fasilitas pendukung seperti rumah kompos atau rumah maggot untuk mengolah khusus sampah sisa makanan.

“Dengan pemilahan yang baik diperkirakan hanya sekitar 30 persen sampah yang menjadi residu. Sampah residu inilah yang kemudian dapat dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau diolah secara termal melalui insinerasi yang dilakukan secara proper dan sesuai standar,” pungkasnya.***

Polisi Ringkus Dua Begal Bersenjata di Kawasan Summarecon Bogor

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil meringkus dua pria begal CKT (33) dan CA (30) yang diduga melakukan aksi perampasan telepon genggam dengan senjata tajam.

Adapun, kedua pelaku yang merupakan warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diamankan setelah beraksi di area Summarecon, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kamis dini hari 26 Februari 2026 kemarin.

Kapolsek Sukaraja, AKP Ade Rahmat, menyampaikan bahwa, penangkapan ini berawal dari laporan mengenai adanya tindak pidana perampasan yang menyasar remaja berinisial AF (20) yang sedang beristirahat di pinggir jalan raya sekitar pukul 01.00 WIB.

“Saat kejadian, korban didatangi oleh empat orang yang menggunakan dua sepeda motor. Para pelaku langsung menodongkan senjata tajam jenis pisau dan merampas ponsel milik korban,” kata AKP Ade Rahmat, Jum’at 27 Februari 2026.

Menurutnya, aksi tersebut diketahui oleh petugas keamanan (security) kawasan Summarecon yang segera melakukan pengejaran.

Dua dari empat pelaku berhasil dicegat bersama sepeda motor yang digunakan, sementara dua pelaku lainnya melarikan diri.

Kemudian, Polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan tersangka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Piket fungsi kami segera mengamankan kedua tersangka beserta barang bukti dari lokasi kejadian. Langkah cepat ini merupakan wujud kesiapsiagaan personil di lapangan dalam merespons laporan gangguan kamtibmas,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa barang bukti dan tindak lanjut dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya.

Satu unit iPhone 13 milik korban, sebilah pisau milik tersangka, satu unit motor Honda Beat hitam (milik pelaku), satu unit motor Honda Vario silver (milik korban).

Kemudian, untuk penanganan lebih lanjut dan pengembangan kasus guna mengejar pelaku yang buron.

“Piket fungsi Polsek Sukaraja telah menyerahkan para tersangka beserta korban dan saksi ke Sat Reskrim Polres Bogor,” ungkap Ade.***

Albin

Walikota Bogor Pimpin Aksi Jumat Bersih di Jalan Pengadilan

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan di kawasan Jalan Pengadilan, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya di depan Pengadilan Negeri Kota Bogor, Jumat (27/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam menata serta membersihkan kawasan-kawasan strategis yang selama ini belum tersentuh penataan secara maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menegaskan bahwa kawasan Jalan Pengadilan merupakan salah satu lokasi strategis di pusat kota karena di area tersebut berdiri berbagai instansi pemerintahan. Oleh karena itu, kawasan tersebut harus terlihat tertib, bersih, dan indah.

“Ini komitmen kita Pemerintah Kota Bogor untuk terus melaksanakan penertiban dan pembersihan di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh. Saya melihat Jalan Pengadilan ini merupakan salah satu jalan yang sangat strategis, karena berdiri beberapa instansi pemerintah termasuk juga Pengadilan Negeri,” ujar Dedie.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan Jumat Bersih tersebut pihaknya turut membersihkan area di sekitar kantor Pengadilan Negeri Kota Bogor yang juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor.

Menurutnya, kawasan tersebut seharusnya menjadi wilayah yang tertata rapi dan nyaman dipandang karena berada di pusat aktivitas pemerintahan.

“Kebetulan juga ada Ketua Pengadilan Negeri Kota Bogor. Kita bersihkan wilayah ini yang seharusnya menjadi kawasan yang cantik, indah, tertib dan bersih. Karena itu kita melaksanakan Jumat Bersih di depan Pengadilan Negeri Bogor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedie Rachim mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bogor juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk rutin melaksanakan kegiatan kerja bakti atau korvey di lingkungan masing-masing.
Ia menegaskan bahwa setiap pimpinan OPD diwajibkan menggerakkan jajarannya untuk melakukan kegiatan kebersihan minimal dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Selasa dan Jumat.

“Di semua dinas, seluruh pimpinan OPD saya instruksikan setiap hari Selasa dan Jumat melaksanakan korvey di lingkungan sekitar instansi, sekolah maupun kantor masing-masing,” ungkapnya.

Tidak hanya instansi pemerintah, Dedie juga berencana melibatkan berbagai lembaga teknis, organisasi kemasyarakatan hingga sektor swasta untuk bersama-sama menjalankan gerakan kebersihan tersebut.

“Ke depan kita juga akan meminta lembaga-lembaga teknis untuk melaksanakan kegiatan yang sama, termasuk organisasi dan instansi lainnya, bahkan sektor swasta juga ikut melaksanakan kegiatan ini setiap hari Selasa dan Jumat,” katanya.

Menurut Dedie, gerakan rutin tersebut diharapkan dapat menjadi budaya bersama bagi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini menjadi bagian dari semangat Kota Bogor untuk menjadikan Kota Bogor selalu bersih,” pungkasnya.

Kegiatan Jumat Bersih tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, petugas kebersihan, serta aparat terkait yang bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan, penataan area jalan, hingga pengangkutan sampah di sekitar kawasan Jalan Pengadilan, Kota Bogor.***

Abizar

Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026 di Nyon. Siapa Lawan Real Madrid?

Bogordaily.net – Drawing Liga Champions dimulai lagi. Laga-laga playoff fase knockout Liga Champions 2025/2026 sudah selesai digelar.

Pagi masih basah oleh embun. Tapi Eropa sudah panas. Dua malam berturut-turut, Rabu dan Kamis dini hari WIB, fase playoff menyelesaikan takdir delapan klub terakhir. Ada yang lolos dengan napas panjang. Ada yang melenggang seperti sudah menulis skenario sendiri.

Nama-nama besar kembali menegaskan garis sejarahnya: Real Madrid, Paris Saint-Germain, Newcastle United, Atletico Madrid, Atalanta, Bayer Leverkusen, Galatasaray, dan kejutan dari utara, Bodo/Glimt.

Sementara itu, delapan klub yang sudah menunggu di ruang VIP—lolos langsung lewat klasemen bersiap dengan kepala tegak: Arsenal, Bayern Munich, Liverpool, Tottenham Hotspur, Barcelona, Chelsea, Sporting CP, dan Manchester City. Mereka unggulan. Tapi unggulan di Eropa tak pernah berarti aman.

Drawing Liga Champions selalu seperti membuka amplop takdir. Tidak ada sekat negara. Klub satu liga bisa saling bertemu. Bahkan musuh lama bisa dipertemukan kembali sebelum cerita benar-benar selesai.

Pengundian akan digelar di House of European Football, markas besar UEFA di Nyon, Swiss. Waktunya Jumat, 27 Februari 2026 pukul 18.00 WIB. Siaran langsung tersedia di UEFA.com, UEFA.tv, dan aplikasi resmi Liga Champions UEFA.

Inilah panggung ketika harapan disusun ulang. Ketika peta kekuatan berubah hanya karena satu bola undian.***

Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bakal Hiasi Langit Indonesia, Ini Rincian Fase dan Durasinya

0

Bogordaily.net – Gerhana bulan total akan kembali menghiasi langit Tanah Air pada Selasa, 3 Maret 2026, sebagaimana dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Fenomena yang kerap dijuluki Blood Moon ini bertepatan dengan pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, memadukan nuansa religius dan peristiwa astronomi yang langka.

Peristiwa kosmik tersebut terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti Bumi (umbra).

Pada fase totalitas, permukaan Bulan tampak merah tembaga akibat proses hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi—cahaya biru dihamburkan, sementara spektrum merah dan jingga mencapai permukaan Bulan.

Gerhana bulan total 3 Maret 2026 dapat diamati di seluruh Indonesia dengan catatan kondisi langit cerah.

Wilayah Indonesia Timur (WIT) menjadi lokasi pengamatan paling ideal karena seluruh fase dapat disaksikan sejak awal. Indonesia Tengah (WITA) akan melihat fase parsial menuju total, sedangkan Indonesia Barat (WIB) berpeluang menyaksikan Bulan terbit dalam kondisi sudah memerah di ufuk timur.

Di luar Indonesia, fenomena ini juga terlihat dari Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Samudra Pasifik, hingga sebagian wilayah Amerika, sementara Eropa dan Afrika tidak berada pada lintasan pengamatan utama.

Durasi keseluruhan rangkaian gerhana diperkirakan sekitar 5 jam 41 menit, dengan totalitas berlangsung sekitar 58 menit.

Berikut jadwal fase utama berdasarkan zona waktu Indonesia:

Awal Penumbra (P1)
WIB 15.42.44 | WITA 16.42.44 | WIT 17.42.44

Awal Sebagian (U1)
WIB 16.49.46 | WITA 17.49.46 | WIT 18.49.46

Awal Total (U2)
WIB 18.03.56 | WITA 19.03.56 | WIT 20.03.56

Puncak Gerhana
WIB 18.33.39 | WITA 19.33.39 | WIT 20.33.39

Akhir Total (U3)
WIB 19.03.23 | WITA 20.03.23 | WIT 21.03.23

Akhir Sebagian (U4)
WIB 20.17.33 | WITA 21.17.33 | WIT 22.17.33

Akhir Penumbra (P4)
WIB 21.24.35 | WITA 22.24.35 | WIT 23.24.35

BMKG menegaskan pengamatan gerhana bulan aman dilakukan dengan mata telanjang karena cahaya yang terlihat hanyalah pantulan redup dari Matahari.

Untuk hasil optimal, pengamat disarankan memilih lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur, menggunakan binokular atau teleskop bila tersedia, serta memanfaatkan kamera dengan mode malam untuk dokumentasi.

Pemantauan prakiraan cuaca dan siaran langsung dari BMKG juga direkomendasikan jika kondisi langit tidak mendukung.

Gerhana bulan total ini diproyeksikan menjadi satu-satunya gerhana bulan total yang melintasi Indonesia sepanjang 2026, menjadikannya momen langit yang patut dicatat oleh pengamat maupun masyarakat umum.***