Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 85

BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi. Perseroan membukukan laba sebesar Rp57,132 triliun yang ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, hingga perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.

Capaian ini pun memperkuat peran BRI dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta pada Kamis 26 Februari 2026.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Membuka paparannya, Hery menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada 2026, ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.

Inflasi Indonesia juga terkendali dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni sekitar 2,9%, dan stabil pada 2026. Kondisi tersebut mendukung daya beli masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan kinerja positif perbankan menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan.

Kombinasi pertumbuhan DPK yang impresif, kualitas aset yang sehat, likuiditas yang kuat, dan rasio kredit bermasalah yang terjaga di level 2,05%, serta profitabilitas yang stabil memberikan ruang bagi industri perbankan untuk melanjutkan ekspansi pada 2026.

Berangkat dari fondasi yang solid tersebut, BRI sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis melalui

dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, sejalan dengan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama pembiayaan sektor produktif.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar mencapai Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total penyaluran KUR yang disalurkan oleh BRI.

Selain mendukung UMKM, BRI juga memperluas akses pembiayaan perumahan melalui partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah.

Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia.

Untuk 2026, Perseroan optimistis dapat menyalurkan pembiayaan FLPP sebanyak 60.000 unit rumah subsidi.

Di sisi lain, BRI turut berperan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah lainnya, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta menyalurkan bantuan sosial non-tunai seperti PKH, Sembako, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Rangkaian inisiatif tersebut menegaskan peran BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

Masih dalam paparannya, Hery menegaskan bahwa di tengah komitmen BRI dalam mendukung program prioritas pemerintah, Perseroan terus menjalankan transformasi terintegrasi melalui BRIVolution Reignite, sebagai respons atas persaingan industri yang semakin kompetitif dan dinamika perubahan yang cepat untuk memastikan pertumbuhan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Diluncurkan pada April 2025, transformasi ini bertumpu untuk memperkuat daya saing secara berkelanjutan dengan bertumpu pada dua pilar utama, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core, yang didukung oleh pembangunan enam enabler utama.

Hery menjelaskan pada pilar pertama, Transform the Funding Franchise, ditujukan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah.

Strategi ini dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni penguatan dana murah (CASA) serta peningkatan kapabilitas di bidang transaction banking.

Adapun, untuk mempercepat pertumbuhan CASA, BRI mengoptimalkan kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, serta meningkatkan penetrasi pada business cluster.

Akuisisi dan retensi nasabah juga diperkuat melalui kolaborasi lintas unit dan cross-selling produk, yang ditopang melalui peningkatan kapabilitas Relationship Manager (RM).

Langkah ini bertujuan memperbaiki cost of fund sekaligus menjaga stabilitas likuiditas jangka panjang. Adapun, segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran.

Di segmen SME dan Wholesale, QLola terus dikembangkan sebagai platform transaksi terintegrasi untuk layanan cash management, trade finance, dan foreign exchange.

Melalui strategi ini, BRI tidak hanya berperan sebagai lender, tetapi juga sebagai transaction bank utama bagi nasabah.

Selanjutnya, pada pilar kedua transformasi, melalui Revamp Existing Core and Build New Core, BRI memastikan bisnis inti tetap kuat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Penguatan proses bisnis mikro dilakukan dengan menjaga kualitas aset serta meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru, BRI pun mempercepat ekspansi bisnis konsumer melalui penguatan mortgage, auto loan, optimalisasi payroll, hingga penguatan layanan wealth management.

Perseroan juga memperkuat ekosistem gadai emas melalui integrasi outlet dan kanal digital. Sementara itu, pada segmen Commercial dan Corporate, pertumbuhan didorong melalui pendekatan end-to-end ecosystem, yang melibatkan penguatan sektor unggulan, serta akuisisi CASA berkualitas berbasis value chain dengan tetap menjaga manajemen risiko yang prudent.

Kedua pilar transformasi ini ditopang oleh enam fondasi, yakni penguatan Human Capital, Risk Management, IT dan Digital, Distribution, Operational Excellence, serta Rebranding.

Tak hanya itu, sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI pun secara bertahap mengimplementasikan inisiatif strategis untuk meningkatkan produktivitas transaksi sekaligus memperkuat kualitas aset secara berkelanjutan.

Dari sisi Retail Funding & Transaction, BRI mengoptimalkan digital channel untuk meningkatkan engagement dan volume transaksi di seluruh lini.

Inisiatif tersebut dijalankan melalui berbagai program bagi merchant dan pengguna QRIS, serta perluasan penetrasi BRImo.

Langkah ini pun berkontribusi pada peningkatan basis pengguna BRImo menjadi 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY. Tak hanya itu, volume transaksi merchant BRI pun meningkat

48,1% YoY menjadi Rp223,2 triliun. Hal ini tak lepas dari berbagai program yang telah dijalankan, seperti Merchant Lucky Ride.

Selanjutnya, dalam melakukan transformasi, BRI juga membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan new growth engines.

Di segmen Consumer, ekspansi difokuskan pada payroll loan, penguatan KPR melalui kerja sama developer tier-1, percepatan auto loan melalui sinergi dengan BRI Finance, serta pengembangan wealth management.

Sebagai bagian integral dari agenda transformasi menyeluruh BRIVolution Reignite, fase transformasi ini turut diiringi dengan peluncuran penyegaran identitas korporasi melalui inisiatif corporate rebranding dengan semangat baru: “Satu Bank Untuk Semua yang sukses dilaksanakan pada Desember 2025 lalu.

Melalui semangat baru “Satu Bank Untuk Semua, pembaruan ini merefleksikan komitmen BRI untuk tetap relevan, adaptif, dan hadir di setiap fase kehidupan masyarakat. BRI berupaya memastikan bahwa setiap ambisi, sekecil apa pun, dapat terwujud serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan negeri.

Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 pun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.

Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% YoY, menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga menunjukkan peningkatan yang solid, didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Di mana total dana pihak ketiga tercatat tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun.

Di samping itu, porsi dana murah yang terus meningkat, memberikan dampak yang positif terhadap Cost of Fund (CoF) BRI.

Tercatat CoF dana pihak ketiga pada akhir 2025 sebesar 2,9% atau membaik dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 3,1%.

Pada sisi intermediasi, kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus penyaluran kepada segmen UMKM.

Capaian ini melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang 2025 yang sebesar 9,6%. Pertumbuhan tersebut tetap dijaga secara prudent dan sehat, tercermin dari rasio NPL sebesar 3,07% pada akhir Triwulan IV 2025.

Pada saat yang sama, Loan at Risk (LaR) berhasil ditekan dari 10,7% pada akhir 2024 menjadi 9,6% di akhir 2025.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” tegas Hery.

Direktur Treasury & International Banking BRI Faridha Thamrin pun menyampaikan bahwa pertumbuhan aset selama tahun 2025 didominasi oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar Rp167 triliun YoY yang sebagian besar merupakan pertumbuhan pada kredit segmen UMKM.

Hal tersebut menunjukkan komitmen BRI untuk terus mendukung penguatan sektor riil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sebagai pilar utama perekonomian nasional.

Di sisi Dana Pihak Ketiga, fokus strategi BRI untuk penguatan CASA terlihat dari pertumbuhan Giro yang mencapai 19,7% secara year on year dan pertumbuhan tabungan sebesar 7,9% YoY.

Ini menandakan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dengan semakin kuatnya dana murah Perseroan.

Jika dilihat dari struktur pendanaan, DPK BRI semakin kuat dengan rasio CASA meningkat 331 bps YoY, didorong oleh pertumbuhan tabungan ritel yang konsisten.

Secara konsolidasi, total DPK tumbuh 7,4% YoY menjadi Rp1.466,8 triliun, dengan pertumbuhan CASA mencapai 12,7% YoY.

Kenaikan giro mencapai 19,7% YoY, dan tabungan tumbuh 7,9% YoY, sehingga mendorong CASA ratio meningkat hingga 70,6%, menandakan biaya dana yang semakin efisien.

Dari sisi segmen, non-wholesale menjadi motor utama, terutama tabungan yang terus meningkat dan menopang stabilitas dana murah.

Sementara, wholesale relatif stabil, dengan pergeseran komposisi ke giro yang tumbuh kuat, sementara deposito cenderung moderat. Secara keseluruhan, ini menunjukkan strategi BRI dalam memperkuat transaction-led relationships, menjaga likuiditas, dan meningkatkan kualitas pendanaan yang lebih berkelanjutan.

Kapasitas BRI untuk terus tumbuh secara sehat pun ditopang oleh likuiditas yang solid, hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada di level yang ample sebesar 91,4%.

“Kedisiplinan dalam pengelolaan likuiditas terus menjadi fondasi utama bagi BRI dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memastikan struktur dana pihak ketiga (pendanaan) yang optimal,” ujar Farida Thamrin.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat di level 23,52%, di atas ketentuan minimum regulator.

Posisi ini menunjukkan kapasitas permodalan BRI yang memadai untuk menopang ekspansi bisnis secara prudent, menyerap potensi risiko, serta menjaga stabilitas dan ketahanan Perseroan.

Dengan struktur permodalan yang kokoh, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM dan pembiayaan produktif, sejalan dengan komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Dari sisi kualitas aset, hingga akhir 2025 rasio NPL BRI terjaga di level 3,07%. Hal tersebut menjadi semakin relevan mengingat portofolio BRI yang mayoritasdisalurkan ke segmen UMKM, yang secara karakteristik memiliki risiko lebih granular.

Sehingga NPL yang rendah ini menunjukkan efektivitas strategi manajemen risiko yang solid dan penerapan prinsip kehati- hatian secara konsisten. Untuk menjaga kualitas kredit, BRI juga membentuk pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 178,1%.

Selain penguatan funding, BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi) antara BRI, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan langkah-langkah ini mencakup redesain peran dan peningkatan kapabilitas mantri, serta optimalisasi pipeline digital melalui BRIspot.

“Hingga akhir Desember 2025, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif, dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Selain itu, layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional. Hingga akhir Desember 2025 total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% YoY,” ucap Akhmad.

“Di saat yang bersamaan ekosistem holding ultra mikro BRI Group juga mencatat bahwa di sepanjang tahun 2025 sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas, atau tumbuh 11,82% YoY,” papar Akhmad.

Di luar pembiayaan, BRI juga terus memperluas dampak pemberdayaan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan. Hingga akhir 2025, melalui Desa BRILIaN, BRI telah membina lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia.

Penguatan sektor produktif berbasis komunitas juga dilakukan oleh BRI melalui program KlasterkuHidupku, dengan pengembangan 42 ribu klaster usaha.

Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta akses layanan keuangan.

Tercatat, hingga akhir 2025, lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan platform ini untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, dan mempercepat proses naik kelas.

Selain itu, BRI juga membina 54 Rumah BUMN dan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing dan kapabilitas UMKM di berbagai daerah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perputaran roda perekonomian, BRI BRI juga terus mendorong inklusi keuangan sekaligus menciptakan sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai BRILink Agen.

Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILInk Agen telah mencapai lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2% YoY.

Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 66 ribu desa dan menjangkau lebih dari 80% penjuru negeri dengan volume transaksi tembus Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9% YoY.

Penguatan basis pendanaan turut menopang kinerja Perseroan sepanjang 2025. Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa, pertumbuhan dana murah BRI terus ditopang oleh optimalisasi kanal digital yang mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan double digit.

Super App BRImo mencatat 45,9 juta pengguna per Desember 2025 atau tumbuh 18,9% YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1% YoY.

Di segmen menengah hingga korporasi, layanan QLola juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Jumlah pengguna aktif mencapai 113 ribu atau naik 48,1%, dengan volume transaksi tumbuh 36,2% YoY menjadi Rp13.456 triliun.

Dari sisi merchant, Sementara itu, dari sisi merchant, transaksi bisnis melalui BRI meningkat pesat. Volume penjualan merchant naik 48,1% yoy menjadi Rp 223,2 triliun.

Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama. Sales volume naik 100% YoY menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Di tengah penguatan kinerja dan transformasi yang terus berjalan, BRI pun memastikan untuk terus berkomitmen dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam model bisnis, BRI secara konsisten mengarahkan portfolio bisnis untuk mendukung kegiatan yang memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

Hingga Desember 2025, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) BRI mencapai Rp718,7 triliun atau setara 53,5% dari total pinjaman BRI.

Sementara itu, portofolio Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) BRI mencapai 7,1% dari total pinjaman BRI atau setara Rp93,2 triliun. Dari sisi funding, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding, di mana pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp45,6 triliun.

“Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di BRI tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi

pertumbuhan Bank. Integrasi tersebut memperkuat ketahanan bisnis, memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta memberikan nilai tambah sosial dan lingkungan bagi seluruh stakeholders,” tutur Aquarius.

Transformasi BRIVolution Reignite juga mulai menunjukkan hasil nyata melalui penguatan perusahaan anak di bawah BRI Group sebagai sumber pertumbuhan baru. Kinerja 10 perusahaan anak BRI tersebut tercatat semakin baik dan memberikan kontribusi positif terhadap BRI.

Hingga akhir Triwulan IV 2025 tercatat total asset Perusahaan Anak BRI tumbuh 23,3% YoY menjadi Rp267 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Perusahaan Anak BRI meningkat 16,1% YoY, menjadi Rp10,38 triliun.

Dengan kinerja impresif tersebut, perusahaan anak BRI Group berhasil memberikan kontribusi laba sebesar 18,2% dari total laba konsolidasi BRI.

Menutup paparannya, Hery Gunardi pun menegaskan bahwa BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Perseroan akan tetap berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, memberdayakan UMKM dan ekosistem ultra mikro, serta memperluas akses pembiayaan produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

“BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi memastikan setiap pertumbuhan memberikan dampak nyata bagi rakyat. Dengan fondasi yang kuat dan transformasi yang konsisten, kami optimistis dapat terus tumbuh bersama rakyat untuk Indonesia,” tutup Hery Gunardi.***

Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang menorehkan capaian penting dengan melakukan simbolisasi ekspor manggis segar ke China tahap kedelapan.

Pada pengiriman kali ini, Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas 3 ton manggis sehingga secara total sejak pengiriman pertama nilai transaksinya mencapai Rp6,6 miliar.

Menkop Ferry menegaskan bahwa pelepasan ekspor produk pertanian manggis dari Koperasi di Kabupaten Subang ini menjadi penanda bahwa koperasi mampu bersaing sehingga mampu menembus pasar global. Bahkan dalam waktu dekat Koperasi Produsen Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis untuk pengemasan produk nanas dalam kaleng sehingga siap diekspor.

“Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Kabupaten Subang sebagai Kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditi. Insyaallah kita siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah,” kata Menkop Ferry dalam sambutannya pada Acara Pelepasan Ekspor Manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China, Kamis (26/2).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Manager PMU Upland Dirjen PSP Kementerian Pertanian Muhammad Ikhwan, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Krisdiyanto, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, Ketua Koperasi Produsen Upland Subang Farm Ita Ruhita, Manager Koperasi Produsen Upland Subang Farm Dadang Firmansyah.

Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan. Menkop Ferry mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.

Dengan dukungan pembiayaan tersebut, Menkop berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dari Koperasi Upland Subang Farm dapat dilakukan sesuai rencana bisnisnya.

Dengan modal yang cukup juga diharapkan agar Koperasi ini mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya.

“Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,” katanya.

Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan juga bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar. Selanjutnya diperkirakan nilai pembiayaan yang dapat digulitkan dapat mencapai Rp20 miliar.

“Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi tentunya harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.

Menkop menambahkan bahwa keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Prodesn Upland Subang Farm sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pelaku utama dalam membawa produk lokal (desa) ke pasar dunia.

Lebih jauh, Menkop menyinggung ekosistem koperasi desa yang sedang dibangun, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm.

Ia berharap koperasi ini dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produknya tidak hanya diekspor tetapi juga dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan koperasi.

“Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Menkop.

Ia menekankan bahwa dukungan terhadap koperasi merupakan bagian dari semangat pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

Menutup pernyataannya, Menkop Ferry berharap agar Subang dapat melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya khususnya nanas.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi mimpi sejak program Upland digulirkan. Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa manggis Subang telah memenuhi standar internasional, menyusul keberhasilan ekspor kopi sebelumnya.

Agus menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan produk nanas dapat memenuhi spesifikasi buyer. Ia berharap bimbingan dari Kemenkop agar Subang terus memiliki produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.

Manager Koperasi Upland Subang Farm Dadang Firmansyah menegaskan bahwa peluang pasar ekspor produk buah manggis dan nanas sangat besar. Tetapi keterbatasan modal membuat koperasinya belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar global.

“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu kami berharap kerjasama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ujar Ita.

Ia menambahkan, kendala utama terletak pada faktor alam dan keterbatasan SDM pasca panen. Dengan permodalan yang diberikan oleh LPDB, Dadang berharap nantinya seluruh kendala tersebut dapat diatasi sehingga produk dapat semakin berkualitas.

Menanggapi permasalah permodalan, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan profiling dan mapping usaha koperasi.

Dari data awal, kegiatan koperasi ini sangat mungkin untuk dibiayai oleh LPDB. Selain pembiayaan, LPDB juga menegaskan akan memberikan pendampingan agar Koperasi ini bisa tumbuh lebih besar dan mampu ekspor dengan kapasitas yang lebih besar.

 

Pondok Pesantren Ini Pertahankan Tradisi Tarawih 30 Juz Selama 8 Jam

0

Bogordaily.net – Ibadah Ramadan di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, menyita perhatian publik. Di saat sebagian besar umat Muslim melaksanakan sholat tarawih dengan durasi sekitar satu hingga dua jam, ponpes ini justru mempertahankan tradisi tarawih selama kurang lebih delapan jam dengan bacaan Al-Qur’an 30 juz setiap malam.

Ibadah yang berlangsung hingga menjelang sahur tersebut terdiri dari 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir.

Total bacaan yang dikhatamkan adalah satu Al-Qur’an penuh dalam satu malam. Tradisi ini telah lama menjadi ciri khas Ponpes Al Fatah Temboro, yang dikenal sebagai salah satu pusat penghafal Al-Qur’an di Indonesia.

Staf pengajar Ponpes Al Fatah, Barly Musaddad, menjelaskan bahwa pelaksanaan tarawih 30 juz dijalankan dalam tiga halaqah. Masing-masing halaqah dipimpin oleh enam imam yang seluruhnya merupakan hafiz Al-Qur’an.

“Untuk tarawih 30 juz, satu imam membaca lima juz dan bergantian. Syukurnya, bacaan mereka sudah melalui tes standar internasional tartil, tajwid, makhraj, semua harus benar-benar terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, jamaah yang mengikuti tarawih tersebut tidak hanya berasal dari lingkungan pesantren.

Banyak di antaranya datang dari luar daerah bahkan luar negeri untuk merasakan pengalaman mengikuti tarawih ini.

“Makmumnya justru banyak dari luar daerah, bahkan dari luar negeri. Banyak yang ingin merasakan bagaimana sensasinya ikut tarawih 30 juz,” tambahnya.

Menurut Barly, tarawih ini bukan sekadar soal durasi yang panjang, melainkan juga konsistensi dalam menjaga kualitas bacaan.

Ia menjelaskan bahwa satu juz Al-Qur’an paling cepat dibaca dalam waktu sekitar setengah jam apabila ingin tetap mempertahankan kaidah tajwid dengan baik.

Karena itu, rangkaian ibadah dimulai setelah Magrib, dilanjutkan setelah Isya hingga menjelang sahur.***

Dugaan Keracunan Massal MBG di Cimahi, Operasional SPPG Dihentikan

0

Bogordaily.net – Kasus dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengguncang Cimahi.

Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan harus mendapatkan perawatan medis usai mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur SPPG Karangmekar 002 resmi dihentikan sementara.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan penghentian tersebut dilakukan menyusul bertambahnya jumlah korban.

“Sementara dihentikan, tidak operasional, diberhentikan dulu tidak boleh operasional,” tegas Ngatiyana saat ditemui di RSUD Cibabat, Kamis 26 Februari 2026.

Hingga Kamis, tercatat total 43 orang menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda. Sebanyak 33 pasien dirawat di RSUD Cibabat, lima orang di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira.

Mayoritas korban merupakan siswa tingkat TK, SD, hingga SMP. Bahkan, satu orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah menyantap menu MBG tersebut.

Ngatiyana berharap seluruh pasien dapat segera pulih dan mendapatkan penanganan maksimal.

“Mudah-mudahan semua tertangani dengan baik, yang dirawat tetap dirawat, observasi tetap dilakukan. Itu perkembangan saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Cimahi, Hanif Abdul Rafi, menyebut insiden ini sebagai kejadian pertama di wilayah tersebut.

Ia menegaskan evaluasi menyeluruh langsung dilakukan, terutama terkait pengolahan, pengawasan, dan aspek teknis distribusi makanan.

Menariknya, meski Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau agar menu MBG selama Ramadan berupa makanan yang lebih tahan lama, dapur tersebut diketahui masih memproduksi makanan yang berpotensi cepat basi.

Hanif menjelaskan bahwa menu saat itu memang disiapkan sebagai hidangan berbuka puasa bagi para siswa.

“Sesuai SE selama Ramadan disarankan makanan tahan lama. Dari kami SPPG harapannya dimakan setelah buka puasa,” jelasnya.

Hingga kini, pemeriksaan terhadap sampel makanan serta proses distribusi masih berlangsung guna memastikan sumber pasti penyebab keracunan.***

Tasya Kamila Minta Maaf Usai Unggah Kontribusi Masa Bakti LPDP, Akui Sedih Dinilai Tak Berdampak

0

Bogordaily.net – Tasya Kamila menyampaikan permintaan maaf setelah mengunggah kontribusinya selama Masa Bakti LPDP di akun Instagram pribadinya.

Unggahan tersebut dibuat sebagai respons atas kasus yang menimpa Dwi Sasetyaningtyas, alumni LPDP yang viral karena memamerkan paspor Inggris anaknya.

Namun, alih-alih mendapat dukungan penuh, Tasya justru menerima sejumlah komentar kritis dari warganet.

Beberapa netizen menilai kontribusi yang dipaparkannya tidak memiliki dampak besar. Bahkan ada yang menyamakannya dengan program kerja mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) maupun kegiatan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

“Serius gini doang? Kayak proker BEM,” tulis seorang netizen.

Komentar lain datang dari akun @houseofvya yang mempertanyakan dampak program tersebut dibandingkan dengan dana beasiswa yang diterima.

Komentar itu menyebut kegiatan Tasya lebih mirip program CSR perusahaan atau kegiatan komunitas lingkungan biasa.

Menanggapi komentar tersebut, Tasya memberikan balasan secara langsung. Ia meminta maaf karena merasa belum mampu memenuhi ekspektasi sebagian pihak terhadapnya sebagai penerima beasiswa LPDP.

“Huhu maaf ya aku belum bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat gerakanku berkenan,” tulisnya pada Rabu 24 Februari 2026.

Istri dari Randy Bachtiar itu mengaku sedih karena gerakan yang ia jalankan dinilai tidak berdampak.

Padahal, menurutnya, pendekatan yang ia lakukan merupakan implementasi langsung dari ilmu yang dipelajarinya di Columbia University.

Tasya menjelaskan bahwa ia mempraktikkan konsep kebijakan publik berbasis gerakan akar rumput, di mana perubahan tidak selalu terlihat secara instan, tetapi dapat mendorong kebijakan yang lebih efektif serta meningkatkan partisipasi publik.

Perempuan 33 tahun itu juga menegaskan bahwa kegiatan yang ia lakukan telah mendorong sejumlah kebijakan serta meningkatkan permintaan terhadap produk-produk yang berkaitan dengan bisnis dan gerakan lingkungan.***

Daftar Harga Emas Antam Malam Kamis 26 Februari 2026, Cek!

0

Bogordaily.net – Bagi Anda yang penasaran simak daftar harga emas logam mulia (LM) Antam terbaru yang dijual malam ini per gram Kamis 26 Februari 2026.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Kamis 26 Februari 2026

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.569.500
Harga emas 1 gram: Rp 3.039.000
Harga emas 2 gram: Rp 6.018.000
Harga emas 3 gram: Rp 9.002.000
Harga emas 5 gram: Rp 14.970.000
Harga emas 10 gram: Rp 29.885.000
Harga emas 25 gram: Rp 74.587.000
Harga emas 50 gram: Rp 149.095.000
Harga emas 100 gram: Rp 298.112.000
Harga emas 250 gram: Rp 745.015.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.489.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.979.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual, Kamis 26 Februari 2026.***

Dishub Kota Bogor Tertibkan Angkot dan AKDP, 54 Sopir Kena Tilang

0

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor melaksanakan penertiban angkot dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) pada Kamis 26 Februari 2026.

Penertiban tersebut dilaksanakan di kawasan Lawang Saketeng, Suryakencana, Bogor Tengah.

Kadishub Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, penertiban ini bagian dari penataan transportasi.

Petugas melakukan penilangan kepada para sopir angkutan yang tidak mematuhi aturan yang berlaku.

“Kendaraan yang disasar adalah mereka yang tidak memenuhi persyaratan teknis, administrasi hingga berkas laik jalan. Petugas memeriksa kelengkapan buku uji atau KIR,” kata Sujatmiko.

Petugas langsung menilang angkot yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. Sedikitnya ada 54 kendaraan yang terjaring razia.

Rata-rata angkot yang ditilang oleh para petugas yaitu sopirnya tidak membawa SIM dan STNK.

“Dari pagi sudah ada 54 ini. Mudah-mudahan sebagai langkah awal untuk upaya penataan angkutan kota,” ucapnya.

Sujatmiko menegaskan penilangan akan terus dilakukan. Berkas tilang kendaraan yang hari ini didapat langsung dibawa ke kejaksaan.

“Hari ini juga sore kita akan serahkan ke kejaksaan dan setiap hari akan begitu, kita tioang terus kalau memang kendaraannya tidak memenuhi persyaratan,” tandasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Sambut Ramadhan, YBM PLN UP3 Bogor Salurkan Paket Sembako di Masjid Nurul Ikhlas Jasinga

0

Bogordaily.net– Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, YBM PLN UP3 Bogor menyalurkan bantuan sosial berupa 30 paket sembako kepada para warga di sekitar Masjid Nurul Ikhlas, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen insan PLN dalam berbagi kebahagiaan serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Bantuan sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok guna mendukung pemenuhan kebutuhan sehari-hari para santri selama menjalankan ibadah puasa. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dan disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga sekitar.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial PLN, khususnya di momentum penuh berkah seperti bulan Ramadhan.

“Ramadhan adalah momen untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Melalui YBM PLN UP3 Bogor, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para santri agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Gumelar.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu meringankan kebutuhan pokok warga selama bulan Ramadhan dan mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat sekitar.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, turut memberikan apresiasi atas kegiatan sosial yang diinisiasi oleh YBM PLN UP3 Bogor.

“Kegiatan ini mencerminkan nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial yang terus kami dorong di seluruh unit PLN. Kami berharap bantuan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga mempererat ukhuwah dan kebersamaan antara PLN dan masyarakat,” ungkap Sugeng.

Melalui kegiatan ini, YBM PLN UP3 Bogor menegaskan komitmennya untuk terus hadir menebar manfaat, khususnya di bulan suci Ramadhan, sebagai bagian dari upaya membangun harmoni dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

PLN UP3 Bogor Siagakan Listrik Andal untuk Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

0

Bogordaily.net – Dalam rangka menyambut dan mendukung kelancaran perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, PLN UP3 Bogor memastikan pasokan listrik andal dan tanpa gangguan, khususnya di lokasi-lokasi ibadah dan pusat kegiatan masyarakat.

Salah satu titik siaga keandalan listrik terpusat di Vihara Dhanagun, vihara terbesar di Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Vihara ini menjadi pusat perayaan dan ibadah umat Konghucu serta masyarakat Tionghoa di Kota Bogor saat momentum Imlek.

PLN UP3 Bogor melaksanakan serangkaian langkah preventif, mulai dari pengecekan jaringan, pemeliharaan gardu distribusi, inspeksi instalasi, hingga penyiagaan personel dan peralatan pendukung guna memastikan sistem kelistrikan tetap dalam kondisi prima selama rangkaian ibadah dan perayaan berlangsung.

Manager PLN UP3 Bogor, Grahaita Gumelar, menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di setiap momentum penting keagamaan.

“Kami berupaya maksimal memastikan perayaan Imlek 2577 Kongzili berjalan lancar tanpa kendala kelistrikan. Kehadiran petugas siaga di titik-titik strategis seperti Vihara Dhanagun merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang andal, aman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujar Gumelar.

Upaya pengamanan kelistrikan ini tidak hanya bertujuan menjaga kenyamanan ibadah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang merayakan serta pengunjung kawasan Suryakencana yang menjadi pusat aktivitas perayaan.

Dengan listrik yang andal juga diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana perayaan yang aman dan khidmat.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, turut memberikan apresiasi atas kesiapan jajaran PLN UP3 Bogor dalam mengawal momen keagamaan ini.

“PLN berkomitmen untuk selalu hadir di setiap momentum penting masyarakat, termasuk perayaan keagamaan. Keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Terima kasih kepada seluruh petugas yang siaga dan bekerja optimal di lapangan,” ungkap Sugeng.

Melalui kesiapan ini, PLN UP3 Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan kelistrikan yang andal dan responsif, mendukung harmoni serta kebersamaan masyarakat Kota Bogor dalam setiap perayaan.
.

Rudy Susmanto Tegaskan Komitmen Percepatan Penanganan TBC di Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya dalam mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bogor melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Hal tersebut disampaikan Rudy saat menerima kunjungan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka mendorong percepatan penanganan TBC, di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, Kamis, 26 Februari 2026.

Hadir Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr. Benyamin Paulus Octavianus. Bupati Rudy Susmanto hadir bersama Forkopimda didampingi Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut, kegiatan hari ini dilaksanakan di dua lokasi sebagai bagian dari langkah konkrit penguatan pelayanan kesehatan. Lokasi pertama adalah salah satu Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah.

“Puskesmas memiliki peran penting dalam deteksi dini, pendampingan pasien, hingga memastikan kepatuhan pengobatan TBC,” tandas Rudy.

Selanjutnya Pemkab Bogor mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan sektor kesehatan di Ruang Serba Guna I, Sekretariat Daerah. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kepala Puskesmas, perawat, camat, serta kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan.

Rudy menjelaskan, percepatan penanganan TBC telah menjadi bagian dari visi-misi dirinya bersama Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi. Visi tersebut disusun selaras dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia dalam penguatan layanan kesehatan dan pengendalian penyakit menular.

“Sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, tentu tantangan yang kita hadapi tidak ringan. Penanganan TBC tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pihak,” jelas Rudy.

Ia berharap, melalui sinergi lintas kementerian serta penguatan peran tenaga kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa, upaya percepatan penanganan TBC di Kabupaten Bogor dapat berjalan lebih efektif dan berdampak signifikan terhadap penurunan angka kasus di masyarakat.***