Home Blog Page 843

Panduan Lengkap Tes Terstandar SPMB 2025 untuk Jalur Prestasi di Jawa Barat

0

Bogordaily.net – Tes terstandar SPMB 2025 resmi diberlakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat sebagai salah satu persyaratan utama bagi calon peserta didik jalur prestasi.

Aturan ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025.

Tujuan Tes Terstandar untuk Jalur Prestasi

Wakil Koordinator SPMB Disdik Jabar, Dian Peniasyani, menyatakan bahwa tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif dan terstruktur.

“Kami sudah siap, baik dari sisi perangkat maupun sistem jaringan. Karena tes terstandar SPMB 2025 berbasis online, peserta harus membawa HP atau laptop saat pelaksanaannya nanti,” jelas Dian, Kamis (5/6/2025).

Format dan Durasi Tes Terstandar

Pelaksanaan tes akan dilakukan secara online dengan jumlah 30 soal pilihan ganda, yang mencakup materi pengetahuan umum, numerik, dan beberapa bidang lainnya.

Siswa diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikan seluruh soal. “Kami menilai waktu 90 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh soal,” ujarnya.

Uji coba pelaksanaan akan dilakukan terlebih dahulu pada Rabu, 3 Juni 2025, di Kantor Disdik Jabar, Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, sebelum tes resmi dijalankan pada awal Juli.

Syarat Umum dan Khusus Pendaftaran SPMB Jabar 2025

Bagi calon peserta tes terstandar SPMB 2025, berikut syarat dokumen dasar yang harus disiapkan:

  • Ijazah SMP/sederajat
  • Akta kelahiran/Kartu Identitas Anak
  • KTP orangtua
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Pakta Integritas bermaterai dari orangtua

Untuk peserta penyandang disabilitas, syarat usia dan ijazah bisa disesuaikan tergantung jenjang pendidikan. Jalur afirmasi, mutasi, dan domisili memiliki dokumen tambahan seperti:

  • KK berdomisili minimal satu tahun
  • Surat kematian orangtua atau akta cerai
  • Surat kuasa dan pernyataan tidak keberatan
  • Surat keterangan RT/RW (untuk KK baru)
  • Surat domisili korban bencana
  • Foto rumah dan lingkungan

Pembagian Jalur dan Kuota Penerimaan
Berikut pembagian jalur dan kuota pada setiap tahap SPMB Jabar 2025:

1. Tahap 1 SMA:

  • Jalur domisili: 35%
  • Jalur afirmasi: 30%
  • Jalur mutasi: 5%

2. Tahap 1 SMK:

  • Domisili terdekat: 10%
  • Afirmasi: 30%
  • Mutasi: 5%

3. Tahap 2 SMA:

  • Prestasi akademik: 30%
  • Prestasi non-akademik: disesuaikan

4. Tahap 2 SMK:

  • Prestasi akademik: 50%
  • Prestasi non-akademik: 5%

Untuk SLB, seleksi dilakukan berdasarkan hasil diagnosis ahli terhadap kebutuhan khusus siswa.

Jadwal Penting SPMB Jabar 2025

1. Tahap 1:

  • Pendaftaran & verifikasi: 10–16 Juni
  • Masa sanggah: 10–17 Juni
  • Rapat dewan guru: 18 Juni
  • Pengumuman hasil: 19 Juni
  • Daftar ulang: 20–23 Juni

2. Tahap 2:

  • Pendaftaran & verifikasi: 24 Juni – 1 Juli
  • Masa sanggah: 24 Juni – 2 Juli
  • Tes minat bakat & kompetensi: 2 – 7 Juli
  • Penetapan hasil: 8 Juli
  • Pengumuman hasil: 9 Juli
  • Daftar ulang: 10 – 11 Juli

Informasi lengkap seputar tes terstandar SPMB 2025, alur pendaftaran, dan persyaratan lainnya dapat diakses langsung melalui situs resmi Disdik Jabar: https://disdik.jabarprov.go.id.***

Istri Rudy Heriyanto Adi Nugroho Bikin Netizen Penasaran di Tengah Isu Kapolri Baru. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Istri Rudy Heriyanto Adi Nugroho mendadak jadi buah bibir. Bahkan, lebih banyak yang penasaran soal dirinya ketimbang soal siapa calon Kapolri selanjutnya.

Itulah hebatnya dunia media sosial sekarang. Satu postingan bisa bikin semua orang serempak menoleh ke satu titik: bukan soal politik, bukan soal hukum—tapi soal istri.

Dan semuanya bermula dari satu kalimat pendek yang dilempar akun @Mr_cosanostra di X (yang dulu Twitter):
“Kabar langit: Calon Kapolri 2025. Komjen Rudy Heriyanto AN. Menggantikan Jenderal Listyo SP yang kemungkinan masuk kabinet atau duta besar.”

Biasa saja sebenarnya. Tapi karena menyebut nama besar—dan menyentuh posisi strategis—ledakan pun terjadi.

Apalagi diunggah di bulan Mei 2025 lalu, saat suhu politik mulai menghangat pasca pemilu.

Postingan itu viral. Sudah dilihat lebih dari 1,1 juta kali. Sudah jadi bahan obrolan di grup-grup WhatsApp alumni.
Sudah dibawa ke meja redaksi berbagai media.

Tapi bukan itu yang bikin tergelitik. Yang bikin tersenyum adalah satu pertanyaan yang terus diulang netizen:
“Siapa istri Rudy Heriyanto Adi Nugroho?”

Lucu kan. Orang lebih tertarik pada “madam”-nya daripada pada sang jenderal yang disebut-sebut akan jadi pucuk pimpinan Polri.

Dan memang bukan tokoh biasa. Istri Rudy Heriyanto Adi Nugroho itu dikenal dengan nama Wie.

Seorang pendamping setia sekaligus Ibu Bhayangkari yang mendampingi perjalanan Rudy saat menjabat Kapolda Banten.

Tidak tahu banyak informasi tentang Bu Wie. Tapi biasanya, di lingkungan Bhayangkari, nama-nama seperti ia adalah energi tenang di balik kebijakan suami. Terutama di dunia yang keras seperti kepolisian.

Soal Rudy sendiri, ia bukan sosok baru. Lahir di Jakarta, 17 Maret 1968. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Lampung. Masuk Sepa Polri tahun 1993. Kariernya banyak dihabiskan di bidang reserse dan penegakan hukum.

Diam-diam, tekun. Tidak banyak sensasi. Tapi punya jam terbang tinggi menangani kasus-kasus serius.

Ia bukan jenderal yang suka tampil. Tapi kalau nanti betul jadi Kapolri, dia tentu harus membawa model kepemimpinan yang berbeda: low profile, high impact.

Entah apa yang dipikirkan Pak Listyo Sigit Prabowo—Kapolri sekarang—soal rumor ini. Tapi kalau beliau memang akan masuk kabinet atau jadi duta besar, maka nama Rudy memang patut diperhitungkan.

Yang menarik lainnya adalah melihat bagaimana satu unggahan pendek bisa menggerakkan opini publik—bukan hanya ke soal kepemimpinan Polri, tapi juga ke hal-hal yang lebih personal.

Termasuk soal istri Rudy Heriyanto Adi Nugroho yang justru menjadi kunci popularitas suaminya di dunia maya.

Begitulah X. Kadang bukan soal isi. Tapi soal siapa yang disentuh duluan: kepala atau hati.***

IUQI Bogor dan AFSI Gelar Webinar Literasi dan Transformasi Digital Filantropi Islam

0

Bogordaily.net– Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menyelenggarakan webinar bertajuk “Transformasi Digital Filantropi Islam dalam Ekosistem Inklusif dan Inovatif”.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan literasi filantropi Islam, khususnya terkait Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.

Webinar ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta kampus-kampus lainnya, selain juga para praktisi dan pelaku filantropi dari berbagai lembaga.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI IUQI Bogor, Dr. Jamal, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai webinar ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya filantropi digital.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan zaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep filantropi Islam, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam membangun ekosistem filantropi digital yang kuat di masa depan. Filantropi Islam adalah kekuatan strategis dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Dari sisi praktisi, Deny, perwakilan dari platform penggalangan dana Kitabisa.com, mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi finansial (fintech) memberikan peluang besar bagi pertumbuhan filantropi Islam. “Transformasi digital memungkinkan perluasan jangkauan donatur, peningkatan partisipasi publik, serta pertumbuhan dana yang lebih signifikan. Selain itu, digitalisasi juga mendorong inklusivitas dan inovasi dalam praktik filantropi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Perbankan Syariah FEBI IUQI Bogor, Egi, menyampaikan bahwa zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam perekonomian Islam.

“Secara filosofis, zakat berperan pada tataran mikro dalam pengentasan kemiskinan melalui bantuan, pendidikan, dan pemberdayaan mustahik. Sementara wakaf berkontribusi pada pembangunan makro, seperti infrastruktur pendidikan, pertanian, hingga pengembangan ekonomi hijau,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa transformasi digital melalui fintech berperan penting dalam mewujudkan pengelolaan ZISWAF yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga filantropi akan memperkuat ekosistem ZISWAF sebagai model filantropi Islam yang inklusif dan inovatif di era digital,” pungkasnya.

Webinar ini diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda dalam mendalami serta mengembangkan potensi besar ZISWAF dalam rangka mendukung kesejahteraan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. ***

Menaker Sudah Terbitkan Aturan BSU, Cek 3 Syarat Penerimanya!

0

Bogordaily.net – Bantuan Subsidi Upah atau BSU disebut mulai dicairkan Kamis 5 Juni 2025 hari ini.  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli sudah menerbitkan aturan soal bantuan BSU lewat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Permenaker Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh.

Pasal 3 ayat 2 beleid itu mengatakan BSU diberikan kepada pekerja yang memenuhi tiga syarat. Apa saja? Berikut penjelasanya!

Pertama, Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan kepemilikan nomor induk kependudukan.

Kedua, peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan April 2025.

Ketiga, menerima gaji atau upah paling banyak sebesar Rp3.500.000 per bulan.

Pemberian BSU dikecualikan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri.

“Pemberian Bantuan Pemerintah berupa subsidi Gaji/Upah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) diprioritaskan bagi Pekerja/Buruh yang tidak sedang menerima program keluarga harapan pada tahun anggaran berjalan sebelum Bantuan Pemerintah berupa subsidi Gaji/Upah yang disalurkan,” bunyi pasal 5 beleid yang diteken Yassierli pada 2 Juni lalu.

Kemudian pasal 6 mengatur bahwa BSU akan diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp300 ribu per bulan untuk dua bulan yang mewujudkan sekaligus. Artinya pekerja akan mendapat bantuan sebesar Rp600 ribu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto hanya akan memberikan BSU berjumlah Rp300 ribu untuk dua bulan. Namun, bantuan itu kemudian ditambah menjadi dua kali lipat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan BSU akan disalurkan pada Juni dan Juli 2025.

FOTO: Ribuan Buruh Samsung Korsel Mogok Kerja Tuntut Upah hingga Cuti

“Nanti Kemnaker yang akan mengimplementasikan program tersebut, yaitu BSU sebesar Rp300 ribu per bulan, diberikan untuk bulan Juni dan Juli. Jadi, dua bulan Rp600,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyai pada jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/6).

Ia menerangkan BSU itu diberikan untuk pekerja dan guru honorer. Penerima bantuan terdiri dari 17,3 juta orang pegawai dan 565 ribu orang guru honorer.

Ia mengungkap alasan Prabowo menambah jumlah BSU karena terkait pembatalan diskon tarif listrik yang sebelumnya telah diumumkan.

“Diskon listrik penganggaran lebih lambat kalau Juni-Juli, tidak bisa dijalankan sehingga diganti bantuan subsidi upah,” ucapnya. ***

TransJabodetabek Rute Bogor-Blok M Resmi Diluncurkan, Ini Jadwal dan Tarifnya

0

Bogordaily.net – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan rute TransJabodetabek P11, menghubungkan Bogor dan Blok M dalam waktu tempuh 90 menit.

Suasana pagi di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Juni 2025, terasa berbeda.

Di jalur 6, deretan kursi penumpang yang biasa lengang kini dipadati awak media, petugas berseragam biru, dan para tamu undangan.

Di tengah kerumunan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau satu per satu fasilitas bus TransJabodetabek yang baru saja parkir. Bus bernomor P11 itu akan menempuh rute baru: Bogor–Blok M.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, layanan TransJabodetabek rute Blok M–Bogor dan perpanjangan koridor 13 saya nyatakan diluncurkan,” kata Pramono dalam pidato peresmian.

Di belakangnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani dan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyimak sambil sesekali mengangguk.

Rute ini merupakan koridor ke-14 dari layanan TransJabodetabek. Dalam sebulan terakhir, lima koridor baru telah dibuka. “Mudah-mudahan dua atau tiga lagi segera menyusul,” ujar Pramono.

Nama “P11” yang disematkan pada rute Bogor–Blok M bukan tanpa arti. “P” merujuk pada kata “Pakuan”, nama lama Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Bogor.

Bagi Pramono, simbol ini lebih dari sekadar kode trayek. “Ini rute yang ditunggu-tunggu warga Bogor dan Jakarta,” katanya.

Rute P11 membentang melewati 20 halte, dengan rincian 11 halte di wilayah Bogor dan 9 lainnya di Jakarta.

Dalam kondisi normal, bus menempuh jalur ini dalam waktu sekitar 90 menit. Namun saat lalu lintas padat, perjalanan bisa memakan waktu hingga 110 menit.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, bus mulai beroperasi pukul 05.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB.

Tarifnya pun terjangkau: Rp 2.000 untuk perjalanan pagi (05.00–07.00), dan Rp 3.500 untuk jam operasional reguler.

Syafrin merinci rute perjalanan: dari Terminal Blok M, bus bergerak melalui Jalan Sisingamangaraja, masuk ke Jalan Jenderal Sudirman, belok ke Gatot Subroto, lalu menyusuri koridor TransJakarta hingga Cawang.

Dari sana, bus masuk tol menuju Cibubur, Cibinong, Sentul, hingga akhirnya tiba di Bogor. Di beberapa titik seperti Cibubur Junction, Cibinong, dan Sentul, bus akan berhenti untuk naik-turun penumpang.

Peluncuran rute P11 menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan kemacetan dan memperkuat konektivitas antara Jakarta dan kota-kota penyangga di sekitarnya.

Apalagi, Bogor termasuk dalam daftar wilayah dengan jumlah komuter harian tertinggi ke Jakarta.

Bagi warga seperti Tia, 34 tahun, yang setiap hari bolak-balik dari Bogor ke kantor di kawasan SCBD, kehadiran rute ini seperti oase.

“Naik mobil capek, belum lagi kalau tol macet. Kalau ini benar bisa 90 menit, saya pindah naik bus saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Kini, perjalanan dari Pakuan ke pusat Jakarta tak lagi sekadar cerita tentang kemacetan. Ada jalur baru, dan mungkin, harapan baru.***

Line Up Indonesia vs Cina di Kualifikasi Piala Dunia: Siapa Gantikan Paes dan Marselino?

0

Bogordaily.net – Line up Indonesia vs Cina malam nanti bisa jadi bukan cuma tentang siapa yang bermain. Tapi tentang siapa yang bertahan.

Siapa yang masih bisa menahan harap. Dan siapa yang—meski dicemooh atau dikhianati statistik—tetap percaya bahwa Garuda bisa terbang sampai Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Stadion Utama Gelora Bung Karno akan penuh. Bukan hanya oleh 80 ribu pasang mata, tapi juga oleh doa-doa yang sejak pagi sudah bergelantungan di udara Jakarta.

Seolah udara di ibukota ini belum cukup sesak oleh polusi, kini ia dijejali harapan: bahwa malam nanti, line up Indonesia vs Cina bukan sekadar daftar pemain, tapi juga daftar penentu sejarah.

Tanpa Paes. Tanpa Marselino. Tanpa Ragnar. Tapi sejarah tidak pernah menunggu semua pemain fit.

Justru sejarah memilih momen ketika para cadangan mulai merasa percaya diri—untuk memberi kejutan.

Emil Audero mungkin baru akan merasa benar-benar “Indonesia” malam ini. Tidak lagi hanya soal paspor.

Tapi soal mental. Soal bagaimana rasanya menjaga gawang bukan hanya dari tembakan lawan, tapi juga dari beban ekspektasi satu negara.

Kluivert tenang-tenang saja. Seperti biasa. Tidak suka banyak bicara. Tapi tahu kapan harus bertindak.

Ia tahu Justin Hubner bisa jadi tembok, Jay Idzes bisa jadi pemimpin, dan Rizky Ridho bisa jadi pemicu semangat.

Mereka bukan trio Eropa. Tapi trio Garuda—yang siap menjegal mimpi Cina ke Piala Dunia.

Di tengah, Joey Pelupessy dan Thom Haye—dua nama yang dulunya terdengar asing di telinga fans Indonesia—kini jadi pusat kendali.

Kevin Diks dan Calvin Verdonk? Dua sisi sayap yang bisa menjelma jadi samurai jika dibutuhkan. Dan di depan, Ole Romeny. Wajah baru. Tapi punya satu hal yang kita semua suka: naluri mencetak gol.

Line up Indonesia vs Cina malam nanti, bagi sebagian orang, hanyalah prediksi.

Tapi bagi kita, itu adalah naskah awal dari film laga panjang yang bisa berakhir di panggung dunia.

Tidak semua nama besar akan tampil. Tapi siapa peduli? Yang tampil adalah yang berani.

Dan tentang Cina? Mereka datang bukan untuk jalan-jalan. Mereka datang dengan satu niat: pulang dengan tiga poin.

Tapi kalau mereka berpikir Indonesia akan menyerah hanya karena lima pemain absen, mereka salah alamat.

Kita boleh gugup. Kita boleh pesimistis. Tapi malam nanti, ketika peluit pertama berbunyi, hanya ada satu hal yang penting: semangat yang tak bisa dihitung dengan statistik.

Itu sebabnya, jangan cuma baca line up Indonesia vs Cina. Rasakan. Karena di balik nama-nama itu, ada ribuan kilometer perjalanan, ada pilihan-pilihan berat, dan ada mimpi yang lebih besar dari sekadar lolos grup.

Prediksi Susunan Pemain

Indonesia
Emil Audero; Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Thom Haye, Kevin Diks; Egy Maulana Vikri, Rafael Struick; Ole Romeny

China
Wang Dalei; Hu Hetao, Zhu Chenjie, Jiang Guangtai, Yang Zexiang; Wang Shangyuan, Yang Mingyang; Serginho, Wei Shihao, Zhang Yuning; Wang Yudong

Malam ini, tidak ada ruang untuk ragu. Karena Garuda sedang menulis babak baru. Dan kita semua penontonnya.***

Polisi: Kecelakaan Maut di Pandu Raya Dipicu Sopir Ngantuk

0

Bogordaily.net – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi pada Kamis, 5 Juni 2025, sekitar pukul 05.45 WIB di Jalan Achmad Adnawijaya, tepatnya di depan Toko Top Score, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, AKP Santi, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini melibatkan dua kendaraan roda empat.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kejadian bermula ketika sebuah mobil Toyota Calya dengan nomor polisi F-1729-FBT melaju dari arah Taman Corat Coret menuju Warung Jambu.

“Diduga pengemudi kendaraan Toyota Calya mengalami micro sleep saat mengemudi, sehingga kendaraannya oleng ke arah kiri dan menabrak mobil Toyota Soluna dengan nomor polisi B-1569-UEN yang sedang berhenti di badan jalan,” ujar AKP Santi saat dikonfirmasi bogordaily.net.

Nahasnya, pengemudi Toyota Soluna sedang berada di sisi kanan mobilnya saat insiden terjadi.

Tabrakan tersebut menyebabkan korban mengalami luka-luka parah dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan pun mengalami kerusakan akibat benturan.

Pihak kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, sopir Toyota Calya telah diamankan untuk dimintai keterangan guna proses penyelidikan lebih lanjut.

“Kami mengimbau para pengemudi untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima saat berkendara, terutama di pagi hari, guna menghindari kecelakaan akibat mengantuk atau kehilangan konsentrasi,” tambah AKP Santi.***

Ibnu Galansa

 

RS Azra Bogor Hadirkan Paket Tes Psikologi Lengkap untuk Kenali Potensi Anak Sejak Dini

0

Bogordaily.net – Masa depan cerah anak bisa dimulai sejak dini dengan memahami potensi, minat, dan kesiapan mereka.

RS Azra Bogor kini menghadirkan layanan tes psikologi lengkap yang dirancang khusus untuk membantu orang tua mengenali bakat serta kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

Tersedia dua jenis layanan utama, yakni Tes Minat Bakat dan Tes Masuk Sekolah Tingkat Lanjut, yang dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok.

Layanan ini sangat cocok bagi anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah, serta institusi pendidikan yang ingin memberikan penilaian psikologis menyeluruh bagi para siswanya.

Untuk tes minat bakat individu, biaya yang ditawarkan sebesar Rp 850.000, sementara untuk kelompok 20 anak dikenakan tarif Rp 16 juta.

Sementara itu, tes masuk sekolah tingkat lanjut (SD, SMP, dan SMA) dikenakan tarif Rp 700.000 untuk individu, dan Rp 3.250.000 untuk kelompok 20 anak.

Layanan ini dapat membantu orang tua maupun pihak sekolah dalam mengambil keputusan pendidikan yang lebih tepat dan sesuai dengan kepribadian serta kemampuan anak.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, orang tua dapat langsung menghubungi RS Azra Bogor melalui nomor (0251) 8318456 atau 0813-8900-1234.***

Ibnu Galansa

Siapa Ayah Salsabilla Audinna? Kisah Putri Mayjen TNI yang Viral di Media Sosial

0

Bogordaily.net – Ayah Salsabilla Audinna tidak pernah muncul di TikTok. Tidak pula di Instagram.

Tapi, hari-hari ini, nama putrinya lebih ramai disebut ketimbang sang jenderal itu sendiri.

Ia bukan siapa-siapa di dunia selebritas. Tapi jabatannya dulu bukan kaleng-kaleng: Pangdam.

Bahkan sempat jadi Penjabat Gubernur. Pensiunan militer bintang dua: Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki.

Anaknya, Salsabilla Audinna, memilih jalur lain. Bukan ke militer. Bukan pula ke birokrasi.

Ia memilih kamera depan. Lensa smartphone. Cahaya alami. Estetika visual.

Dan kini, nama Audinna mencuat bukan karena sekadar estetik. Tapi karena keberaniannya membuka luka.

Di dunia yang lebih suka pencitraan, ia justru memamerkan patah hati.

Bukan sembarang kisah putus cinta. Enam tahun hubungan, hancur oleh pengkhianatan.

Ia tak sebutkan semua detail. Tapi cukup bagi netizen untuk menangkap getirnya.

Itulah bedanya generasi dulu dan sekarang. Ayah Salsabilla Audinna memimpin pasukan di medan berat.

Sang anak justru memimpin jutaan perhatian netizen di medan digital.

Saya membayangkan saat Achmad Marzuki masih menjabat Pangdam. Belasan ajudan, protokoler, sopir, ajudan lagi. Kini, ia duduk di jajaran komisaris sebuah perusahaan tambang: PT Pasir Putih Sejahtera.

Dan menariknya, komisaris utamanya siapa? Anak gadisnya.

Begitulah cara keluarga ini menyusun ulang “dinasti”—dari seragam loreng ke helm tambang, dari ruang rapat ke Instagram.

Audinna memang bukan gadis biasa. Pendidikan teknik industri. Lulus dari Undip. Aktif di organisasi. Lalu melompat ke dunia media sosial dan bisnis makanan.

Restorannya di Tebet. Bernama Staple Bonds & Noms. Konsepnya cocok untuk yang suka foto makanan sebelum makan.

Tapi ini bukan sekadar gaya. Ia mengurus sendiri. Datang sendiri. Posting sendiri.

Kontennya rapi. Terorganisir. Seperti laporan logistik di militer—mungkin warisan etos kerja dari sang ayah.

Skandal cinta? Tentu mengguncang. Tapi juga membuka sisi manusiawi dari seorang tokoh media sosial.

Saat orang lain menutup-nutupi luka, Audinna justru menguliti semua. Ia bercerita, menangis, mengaku rapuh—dan justru itu membuatnya terlihat kuat.

Di tengah dukungan netizen, ia tak lari. Tak menghapus akun. Ia tetap posting. Tetap kerja. Tetap endorse.

Dan.m tetap anak dari Mayjen Achmad Marzuki. Ayah Salsabilla Audinna yang barangkali diam-diam ikut membaca komentar netizen itu satu per satu, dalam diamnya yang khas jenderal.

Ia mungkin tak pernah ajarkan anaknya cara menghadapi netizen. Tapi jelas, ia mewariskan satu hal: ketegaran.

Dalam versi yang sangat berbeda. Di medan perang yang juga sangat berbeda.

Dan kini, kita menyaksikan: bagaimana seorang anak jenderal menulis takdirnya sendiri—bukan dengan senapan, tapi dengan kejujuran.***

Kronologis Kecelakaan Maut di Pandu Raya Bogor, Sopir Mengantuk, 1 Tewas Tertabrak Mobil Sendiri

0

Bogordaily.net – Kronologis kecelakaan maut di Pandu Raya Bogor dimulai pada pagi hari yang tampaknya biasa saja. Jalanan masih belum terlalu padat.

Angin masih sejuk. Tapi satu detik yang terlewat bisa mengubah segalanya. Seorang pria berdiri di samping kanan mobilnya yang sedang parkir.

Tidak pernah ia sangka, mobil itu sendiri yang akan mencabut nyawanya—karena mobil lain datang menghantam dari belakang.

Mobil Calya bernopol F-1729-FBT melaju dari arah Simpang Taman Corat-Coret ke arah Simpang Warung Jambu.

Tidak dengan kecepatan tinggi. Tapi tanpa kendali. Sopirnya diduga tertidur sejenak. Microsleep—istilah teknis yang sederhana tapi mematikan.

“Saat mengemudikan kendaraannya mengalami microsleep dan oleng ke arah kiri. Sehingga menabrak kendaraan Toyota Soluna B-1569-UEN yang sedang berhenti di badan jalan,” jelas AKP Santi Marintan, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota.

Mobil Soluna yang ditabrak pun terdorong. Bergeser. Dan menabrak pemiliknya sendiri yang berdiri di samping. Meninggal seketika di tempat.

“Pengemudinya sedang berada di samping kanan kendarannya. Akibat dari kejadian tersebut pengemudi Toyota Soluna mengalami luka-luka dan meninggal dunia di TKP,”
kata AKP Santi Marintan.

Kronologis kecelakaan maut di Pandu Raya Bogor sempat terekam dalam video warga. Terlihat dua mobil bertumpuk di sisi kiri jalan.

Arus lalu lintas tersendat. Pengendara yang lewat melambat, sebagian berhenti hanya untuk melihat. Bukan untuk menolong. Mungkin sekadar untuk merekam. Atau memotret.

Tidak ada yang tahu siapa yang pertama menyebarkan video itu. Tapi yang pasti, pesan soal hati-hati di jalan tidak pernah menyebar secepat sensasi kecelakaan.

Kronologis kecelakaan maut di Pandu Raya Bogor memang sederhana: hanya karena mengantuk.

Tapi dampaknya tak sederhana. Satu nyawa hilang. Satu keluarga berduka. Dan satu kota kembali diingatkan bahwa kelelahan bisa lebih berbahaya dari kecepatan.

Mungkin butuh lebih dari sekadar rambu lalu lintas. Mungkin juga butuh kesadaran bahwa tidur yang cukup adalah bagian dari keselamatan.***