Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8449

Persebaya Surabaya Berhasil Menjadi Juara Piala Gubernur Jatim 2020

0

BOGORDAILY – Persebaya Surabaya menjuarai Piala Gubernur Jatim 2020. Di laga final, Bajul Ijo menumbangkan Persija Jakarta 4-1.

Dalam pertandingan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020), Persebaya sudah unggul di menit keempat. Oktafianus Fernando yang membukukan gol pada menit keempat.

Ketinggalan, Persija malah harus defisit pemain. Ryuji Utomo dikartu merah langsung karena menjadi pemain terakhir saat menarik David Da Silva pada menit ke-33.

Persija malah bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-43. Marko Simic yang mencatatkan namanya di papan skor.

Selepas restart, Persebaya bisa unggul lagi pada menit ke-52. Tendangan akurat Makan Konate gagal diantisipasi oleh kiper Persija, Shahar Ginanjar.

Tiga menit berselang, Ricky Kambuaya membawa Persebaya menjauh. Maman Abdurahman memblok tendangan Kambuaya, bola rebound disambar eks pemain PSS Sleman itu.

Mahmod Eid menambah gol Persebaya di menit ke-80. Tendangan kaki kiri Eid mengarah ke pojok kiri bawah gawang Persija. Persebaya kini unggul 4-1.

Di sisa pertandingan tak ada gol tambahan lagi, Persebaya mengunci gelar juara Piala Gubernur Jatim 2020.

Kunjungi Kantor BIG di Sentul, Menteri Wishnutama Usul Peta Geospasial Pariwisata

BOGOR DAILY- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menginginkan Indonesia memiliki peta geospasial pariwisata yang di dalamnya tidak hanya menyajikan ragam potensi pariwisata, tapi juga potensi bencana alam yang bisa terjadi.

Wishnutama saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Informasi Geospasial (BIG) di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2) menjelaskan, peta tersebut dibutuhkan agar rencana pengembangan pariwisata ke depan yang tertuang dalam Rencana Induk Pariwisata Nasional Terpadu (Ripandu) bisa terdata dengan baik. Untuk itu, ia sangat berharap BIG bisa mewujudkan hal tersebut.

“Ini menurut saya sangat strategis sehingga pembangunan pariwisata ke depan dapat terancang dengan detail potensi dan segala kemungkinannya, baik potensi wisata yang belum diketahui maupun kemungkinan bencana alam, sehingga dapat diantisipasi. Sebab, hal itu berkaitan dengan aspek kenyamanan dan keamanan para wisatawan,” kata Wishnutama.

Geospasial atau ruang kebumian merupakan aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. “Banyak potensi wisata yang belum kita ketahui. Tetapi apabila kita dapat informasi data dari BIG, tentunya kita bisa membuat langkah strategis bagaimana menghubungkannya, menggali potensinya, dan memasarkannya. Untuk itu, pembangunan pariwisata harus dilakukan secara komprehensif, tidak boleh parsial,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Indonesia Hasanuddin Zainal Abidin menjelaskan pihaknya sudah banyak bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan ini akan menjadi kerja sama perdana BIG dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Sebelumnya sudah ada 85 peta geospasial tematik, akan ditambah kurang lebih bisa sampai seratusan, kemaritiman bisa juga menambah 51 tema, kebencanaan 45 tema, sosial dan ekonomi dan segala macam juga akan ada penambahan. Semakin bagus juga bila penambahannya nanti ada peta-peta pariwisata,” kata Hasanuddin Zainal.

Hasanuddin menjelaskan, pemetaan nantinya akan tersaji tidak hanya dalam bentuk cetak tapi juga digital. Sebab, selain akan menarik perhatian wisatawan, aplikasi yang diciptakan akan mempermudah wisatawan mengakses informasi saat berkunjung ke Indonesia. “Kami mengapresiasi kedatangan Menparekraf, Pak Wishnutama yang menginisiasi pertemuan hari ini,” kata Hasanuddin.

SUMBER: BisnisJakarta.com

Begini Respon Polri soal Usulan Kompolnas terkait Lidik-Sidik di Polsek

0

BOGOR DAILY- Polri menyatakan perlu ada beberapa catatan yang diperhatikan terkait usulan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kepolisian tingkat sektor (polsek) untuk tidak lagi melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Staf Ahli (Sahli) Kapolri Bidang Sosbud, Irjen Pol Fadil Imran mengungkapkan, wacana Kompolnas merupakan model pemolisian di Jepang, di mana polsek difokuskan pada pelayanan dan pencegahan. Tapi dengan catatan ada pembagian wilayah hukum polres berdasarkan jumlah penduduk dan komposisi permasalahan. Misalnya, Polres Jakarta Barat bisa dipecah menjadi tiga polres

“Namun ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian,” kata Fadil kepada Okezone, di Jakarta, Kamis 20 Februari 2020.

Menurut Fadil, mengubah struktur dan HTCK di tingkat polres dan polsek atau dengan cara Keppres. Kemudian, polres dibuat bukan berdasarkan struktur pemda, tapi beban kerja berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayah. “Polsek di-breakdown lagi menjadi beberapa pol sub sektor, di Jepang dikenal dengan nama koban dan chuzazo,” ujar Fadil.

Fadil menyebut, model seperti itu adalah mengedepankan pencegahan kejahatan dan pelayanan masyarakat dalam bentuk pemecahan masalah. Untuk melaksanakan model pemolisian seperti ini perlu waktu dan perencanaan terkait anggaran Polri. “Untuk penguatan sumber daya organisasi (man, money, material and method),” ucap Fadil.

Menurut Fadil, hal ini dapat dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan segenap stakeholder khususnya pemerintah daerah (pemda) setempat.

“Kunci keberhasilan model pemolisian seperti ini, transformasi organisasi, problem solving dan pelibatan publik. masyarakat, Pemda, NGO atau sinergitas polisional,” tutur Fadil.

Ini Rekayasa Lalin saat Aksi 212 di Istana Negara

0

BOGOR DAILY- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Istana Negara menyusul aksi unjuk rasa Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertajuk ‘Berantas Korupsi’ pada Jumat (21/2/2020).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, mengatakan, rekayasa lalu lintas itu bersifat situasional melihat kondisi di lapangan.

“Untuk arus lalu lintasnya bersifat situasional ya,” ujar Fahri saat dikonfirmasi wartawan.

Fahri mengatakan, total ada 7 rekayasa lalu lintas yang sudah disiapkan oleh Polda Metro Jaya, berikut rinciannya:

1. Arus lalin dari Jalan Veteran Raya yang akan ke Jalan Veteran III diluruskan ke lampu merah atau traffic light Harmoni.

2. Arus lalin dari Jalan Martim yang akan menuju Jalan Merut, dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.

3. Arus lalin dari Jalan Ridwan Rais yang akan menuju Jalan Mersel diluruskan ke Jalan Mertim.

4. Arus lalin dari Jalan MH Thamrin yang akan menuju bundaran Patung Kuda dibelokkan ke kiri atau ke kanan Jalan Kebon Sirih.

5. Arus lalin dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kiri ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin, dan arus lalin dari Jalan Fachrudin yang akan belok ke kanan ke Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis.

6. Arus lalin dari Jalan Tanah Abang II yang akan lurus ke Jalan Museum dibelokkan ke kiri maupun ke kanan, dan arus lalin dari Jalan Majapahit yang akan belok ke kiri ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Abdul Muis, dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis yang akan belok kanan ke Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit.

7. Arus lalin dari Jalan Hayam Wuruk yang akan lurus ke Jalan Majapahit dibelokkan ke kiri ke Jalan Juanda dan arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan belok kiri ke Jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun dibelokkan ke kanan Jalan Gajah Mada.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa itu digelar Front Pembela Islam (FPI) bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Aksi rencananya dilakukan di silang barat daya Monas atau patung kuda menuju ke Istana Negara.

Adapun aksi itu sendiri dilakukan untuk mengkritisi sejumlah kasus korupsi yang dinilai mandek salah satunya kasus suap yang melibatkan eks caleg DPR RI dari PDIP Harun Masiku.

KRL Arah Jakarta Kota dan Bogor Gangguan

0

BOGOR DAILY- Kereta Rel Listrik (KRL) Bogor-Jakarta Kota mengalami gangguan, Jumat (21/2/2020) pagi. Begitu pula dengan rute Manggarai-Bogor.

Gangguan KRL dirasakan salah seorang penumpang KRL, Saefullah. Menurutnya, KRL tertahan di Stasiun Manggarai hingga 15 menit.

“Ada 15 menit tertahan di Manggarai, begitu kereta sampai langsung padat,” ujar salah seorang penumpang KRL, Saefullah seperti dilansir Okezone.com.

Sementara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui @commuterLine menyebutkan, ada pergantian wesel di Stasiun Jakarta Kota. Sehingga menyebabkan gangguan perjalanan KRL.

“KA 1081 (Bogor-Jakarta Kota) dijalankan dari Stasiun Depok dan KA 1034 (Manggarai-Bogor) perjalanan dibatalkan,” tulis situs resmi seperti dilihat Okezone.

PT KCI menyampaikan permohonan maaf atas gangguan tersebut. Pergantian wesel dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan penumpang.

BMKG: Waspada Potensi Hujan Petir di Jakpus-Jaksel pada Pagi dan Dini Hari

0

BOGORDAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di DKI Jakarta akan diguyur hujan lebat disertai petir pagi dan dini hari ini. Warga diminta untuk tetap waspada.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jakpus, dan Jaksel pada pagi dan dini hari,” tulis BMKG melalui halaman website resminya, Jumat (21/2/20).

Pada pagi hari ini, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, akan diguyur hujan lokal di sejumlah lokasi. Sementara itu Kepulauan Seribu akan diguyur hujan ringan.

Siang harinya, hanya Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang akan diguyur hujan lokasi. Sementara wilayah lainnya diprakirakan berawan.

Pada waktu malam seluruh wilayah DKI Jakarta akan berawan. Sedangkan pada dini harinya, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu akan diguyur hujan ringan dan hujan lokal. Sementara itu Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Suhu di DKI Jakarta sendiri pada hari ini berkisar 23-30 derajat Celsius. Sedangkan kelembapannya ada pada titik 70-100 persen. (detikcom/bdn)

IPKB Jabar Ngopi Sore bareng Kepala BKKBN Jabar, Kusmana: Media Ujung Tombak Banggakencana

0

BOGORDAILY – Sebagai praktisi kehumasan, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Kusmana, punya cara keren dalam menjalin kemitraan dengan media massa. Tak melulu konferensi pers, penyebarluasan informasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan pembangunan keluarga (Banggakencana) bisa dilakukan dengan duduk santai sambil menyeruput kopi hangat saat sore tiba. Ngopi sore. Sebut saja begitu.

Itulah yang dilakukan Kang Uung, sapaan Kusmana, saat mengajak sejumlah jurnalis dan praktisi kepenulisan yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) pada Kamis sore, 20 Februari 2020. Walhasil, pertemuan dengan judul resmi audiensi dan perkenalan pengurus IPKB ini berlangsung dalam suasana hangat penuh keleluargaan. Tak jarang gelak tawa turut mewarnai ruang rapat pimpinan BKKBN Jabar tersebut.

“Saya meyakini bahwa media merupakan ujung tombak dalam penyebarluasan Banggakencana. Namun demikian, tidak berarti harus selalu dilakukan dengan cara formal. Tidak harus selalu konferensi pers. Kita bisa kongkow atau ngopi bareng untuk mendiskusikan program Banggakencana. Hasilnya kita sebarkan kepada masyarakat melalui media jaringan IPKB,” ungkap Uung.

Bagi mantan Kepala Bagian Humas BKKBN Pusat ini, pertemuan langsung dengan media menjadi sangat penting. Alasannya, chemistry tidak akan bisa terbentuk tanpa adanya kontak langsung. Membangun suasana kebatinan yang sama tidak bisa melalui telepon, pesan instan, dan lain-lain. Karena itu, Kang Uung mengajak IPKB untuk bertemu secara rutin setidaknya sekali dalam sebulan.

“Saya belajar banyak dari Pak Haryono Suyono saat menjadi Kepala BKKBN yang sangat dekat dengan media, bahkan sampai sekarang. Beliau sangat dengan wartawan. Itu yang kemudian pemberitaan program KB kala itu sangat massif. Pak Haryono pula yang menggagas IPKB. Bahkan, ketika beliau khawatir tidak ada yang memberitakan KB, maka beliau juga membuat media yang di dalamnya menyediakan ruang seluas-luasnya untuk pemberitaan KB atau kini berkembang menjadi Banggakencana,” ujarnya lagi.

Hasil belajar langsung dari begawan KB ini lantas dipraktikkannya saat menjadi Kepala Seksi Kepala Seksi Hubungan Media Massa pada Direktorat Advokasi dan KIE BKKBN Pusat. Uung getol mengajak jurnalis untuk meliput langsung kegiatan BKKBN sekaligus memfasilitasi ruangan khusus bagi pekerja media (press room) untuk menunjang tugas-tugas jurnalistiknya. Volumenya melonjak ketika Uung didapuk menjadi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat pada Biro Hukum, Organisasi dan Humas BKKBN Pusat.

“Dari semula satu bulan sekali, berikutnya saya mengajak teman-teman wartawan untuk berdialog langsung dengan pimpinan BKKBN. Hasilnya, pemberiataan BKKN sangat semarak. Kliping berita BKKBN yang melimpah itu bisa dilihat sampai sekarang di kantor Humas BKKBN. Nah, saya ingin Jawa Barat melakukan itu. Bagaimanapun masyarakat mengetahui kegiatan atau program Banggakencana melalui media. Media merupakan ujung tombak Banggakencana. Saya berharap BKKBN bisa terus bersinergi dengan IPKB,” harap Uung.

Kiprah Uung dalam dunia kehumasan atau advokasi dan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) memang tak perlu diragukan lagi. Uung sudah mengakrabi dunia media sejak 2001 saat dipercaya menjadi Kepala Seksi Penerangan dan Motivasi Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Barat. Kiprahnya berlanjut saat ditunjuk menjadi Kepala Seksi Penyusunan Komunikasi pada Direktorat Advokasi dan KIE BKKBN Pusat setahun kemudian. Sampai akhirnya ditugaskan menjadi nakhoda BKKBN Kalimantan Barat dan kembali ke Jawa Barat dengan jabatan yang sama, ruang lingkup Uung seolah tak bisa jadi dari kehumasan dan advokasi yang selalu berhubungan dengan media.

“Pola kolaboratif BKKBN-IPKB ini harus disempurnakan, dari fondasi baik yang sudah dibangun pada era sebelumnya. Ini penting untuk mencapai target program Banggakencana, di antaranya adalah berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan percepatan penurunan stunting dengan melakukan berbagai kegiatan promotif preventif di hulu. Kini kita menyasar kaum milenial dan zilenial yang nantinya akan menjadi calon-calon ibu dan PUS. Di sinilah peran IPKB sebagai mitra utama BKKBN dalam penyebarluasan informasi Banggakencana menjadi sangat penting,” papar Uung.

Ketua IPKB Jawa Barat Dadi Achmad Ruswandi yang hadir bersama sejumlah pengurus mengaku sangat terhormat mendapat ajakan Kang Uung. Potensi IPKB yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat menjadi kekuatan tersendiri dalam upaya memasyarakatkan program Banggakencana kepada khalayak. Punggawa IPKB juga tak melulu jurnalis media cetak. Melainkan berasal dari setiap platform media, termasuk media baru yang ramah kalangan muda Jawa Barat.

“Kekuatan IPKB ini sangat komplet. Selain mengembangkan media sendiri melalui penerbitan majalah Warta Kencana dan kanal duaanak.com, anggota IPKB berasal dari semua platform media. Kepengurusan IPKB Jabar yang baru dilantik 3 Februari 2020 lalu berasal dari media cetak, televisi, radio, hingga praktisi media sosial. Dengan begitu, spreading informasi Banggakencana bisa berlangsung cepat dan multiplatform. Kami meyakini sinergi BKKBN-IPKB ini bakal menjadi kekuatan besar dalam menggelorakan program Banggakencana,” tandas Dadi.

Dadi yakin kolaborasi apik BKKBN-IPKB ini bakal lebih dahsyat ketika didukung silaturahmi reguler sebagaimana diusulkan Kepala BKKBN Jabar. Perpaduan antara sumber daya informasi, kompetensi, jejaring, dan suasana kebatinan yang sama menjadi energi besar dalam membangun Jawa Barat. Lebih ngabret menuju Jabar Juara.(NJP)

DAM Tawarkan Program Penjualan Honda PCX dan Honda ADV

0

BOGORDAILY – Sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen setia motor Honda di Tanah Air, PT Daya Adicipta Motora (DAM) dan PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan program penjualan cashback sebesar Rp 1.100.000,- untuk setiap pembelian skutik elegan dan mewah Honda PCX maupun skutik futuristik dan manly Honda ADV150.

Promo ini berlaku baik untuk pengguna setia motor Honda yang ingin membeli Honda PCX atau Honda ADV (Repeat Order) maupun bagi mereka yang ingin menukarkan motor merek selain Honda miliknya dengan Honda PCX atau Honda ADV (Trade-in). Selain itu, DAM bersama jaringan sepeda motor Honda di Jawa Barat menawarkan program lain yaitu hadiah langsung jaket eksklusif ketika membeli Honda PCX atau Honda ADV.

Tidak hanya itu, konsumen yang ingin membeli Honda PCX dan Honda ADV di Jawa Barat juga berkesempatan mendapatkan promo penjualan dengan menawarkan potongan angsuran sebesar Rp 20.000,- setiap bulannya untuk tenor 35x.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing, & Logistic DAM, Lerri Gunawan mengatakan minat masyarakat terhadap Honda PCX dan ADV sangat tinggi maka kami memberikan beragam program penjualan menarik untuk seluruh konsumen setia Honda di Jawa Barat. Program ini berlaku di Jawa barat selama periode bulan Februari dan untuk pembelian secara tunai maupun kredit.

Honda PCX merupakan skutik mewah dan elegan serta dilengkapi dengan fitur yang canggih sesuai dengan keinginan konsumen. Motor skutik premium ini diproduksi di pabrik AHM Sunter dengan mengusung mesin generasi terbaru 150cc, eSP, serta memiliki konsumsi bahan bakar 45 Km/liter berdasarkan metode pengetesan ECE R40 standar Euro 3 dengan mengaktifkan fitur Idling Stop System (ISS).

Skutik premium Honda ini dipasarkan dengan harga on the road (OTR) Bandung Rp 29.700.000,- untuk tipe CBS dan Rp 32.500.000,- untuk tipe ABS, dan Rp 41.750.000,- untuk PCX Hybrid.

Sementara Honda ADV150, skutik penjelajah jalanan yang canggih untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang memilki aktivitas tinggi dalam melintasi berbagai kondisi jalan raya.

Hadir dengan desain bodi yang futuristik dan manly, Honda ADV150 sesuai dengan karakter pengendara yang aktif. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP (enhanced Smart Power) yang menyuguhkan performa responsif untuk penggunaan harian maupun beraktivitas dengan menyenangkan dalam mengeksplorasi pengalaman baru setiap saat. Berbagai fitur canggih yang disematkan pun menjadikan Honda ADV150 sebagai partner berkendara terbaik dalam penyaluran hobi dan aktualisasi diri di jalan raya.

Honda ADV150 dipasarkan dengan dua tipe, ABS-ISS dan CBS-ISS dengan total 6 varian warna yang futuristik dan manly. Tipe ABS-ISS dipasarkan Rp 36.800.000,- (On The Road Bandung) ini tersedia dalam dua warna, yakni Advance Red dan Advance White. Sementara itu tipe CBS-ISS yang dipasarkan seharga Rp 34.000.000,- (On The Road Bandung), mendapat empat pilihan warna, yakni Tough Matte Brown, Tough Silver, Tough Matte Black, dan Tough Red. (bdn)

Dedie Rachim Berharap Sertifikasi Karantina Ikan Berbasis Android Bisa Pangkas Birokrasi

0

BOGORDAILY – Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri peluncuran Mobile Quarantine Services yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) di Aston Hotel and Resort, Komplek Bogor Nirwana Residence (BNR), Rabu (19/2/20).
Aplikasi Mobile Quarantine Services yang dinamai Jendela Informasi Karantina Ikan dan Mutu Penuh Inspirasi serta Pesan (Jesika Imut Pisan) ini ditujukan bagi masyarakat, khususnya pengusaha ikan yang ingin mendapatkan informasi mengenai bisnis perikanan. Sementara Jendela Informasi Karantina (Jesika) Mobile merupakan layanan untuk proses sertifikasi karantina ikan.

Peluncuran dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, Kepala BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan Rina dan pejabat Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKIPM se-Indonesia, serta ratusan penjual ikan cupang aduan serta pengusaha ikan hias lainnya.

Pada kesempatan itu Dedie Rachim menyampaikan, bahwa Bogor merupakan salah satu kota yang memiliki sentra produksi budidaya ikan hias yang cukup besar. Saat ini, kata dia, tercatat, ada kurang lebih 8-16 perusahaan aktif di industri perikanan yang memang perlu diberikan perhatian oleh pemerintah.

“Bogor termasuk salah satu kota yang memiliki sentra produsen ikan hias yang cukup besar. Yang perlu diperhatikan, seperti pengusaha bogor mau kirim ikan ke luar daerah atau luar negeri misalnya, tentu harus melalui berbagai tahapan dan prosedur yang cukup banyak. Mudah-mudahan, dengan diluncurkannya Mobile Quarantine Services ini bisa mempersingkat birokrasi dan kemudian menurunkan tingkat biaya yang harus dikeluarkan oleh para pengusaha ikan hias ini,” ungkap Dedie.

Sebelumnya, dalam sambutannya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan, ia menyambut baik diluncurkannya inovasi layanan berbasis android mengenai informasi bisnis perikanan dan proses sertifikasi karantina ikan bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha dibidang perikanan. Edhy menyebut, Bogor merupakan daerah permulaan diterapkannya layanan Jesika Mobile.

“Kita disini dalam rangka jemput bola, bagaimana KKP melalui BKIPM bisa memberi pelayan secepatnya kepada masyarakat, khususnya pembudidaya ikan hias. Ide ini dimulai dari Bandung dan terus akan kita kembangkan. Di Bogor merupakan daerah permulaan. Jika berhasil, nanti akan kita kembangkan ke seluruh daerah di Indonesia,” ujar Edhy.
Sementara itu, Kepala BKIPM Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rina menambahkan, penamaan ‘Jesika Imut Pisan’ terdengar sangat akrab dengan keseharian masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda. Hal itu dikarenakan inovasi ini pertama kali diterapkan di Jawa Barat yang telah menyumbangkan 5,66 persen ekspor ikan nasional atau senilai USD 255,31 juta.

“Dengan nama tersebut diharapkan pengguna inovasi lebih tertarik dan ingin tahu isi di dalam inovasi yang dibangun. Sejatinya, tuntutan masyarakat perikanan di era digital saat ini merupakan sebuah keharusan untuk mendapatkan layanan yang efektif dan efisien,” ungkapnya.

Seiring tuntutan perkembangan zaman, Rina, sistem layanan konvensional harus beralih ke digital mengingat koneksi internet sudah masuk ke pedesaan. Inovasi ini memudahkan permohonan sertifikasi kesehatan ikan kepada masyarakat yang melakukan pengiriman ikan dengan menggunakan gadget berbasis android sehingga tidak perlu melakukan permohonan ke kantor layanan.

“Dari segi waktu dan tenaga, masyarakat lebih diuntungkan dengan inovasi Jesika Imut Pisan ini. Aplikasi ini juga difasilitasi dengan konten seperti simulasi tarif dan jasa karantina agar dapat disimulasikan secara mandiri oleh pengguna jasa sebelum melakukan pengiriman ikan,” tegasnya. (prokopim :teddy/ryan/pri)

BKKBN-PWNU Jabar Sepakat Hidupkan Lagi Klinik KB dan GSSK

0

BOGORDAILY – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, sepakat melanjutkan kerjasama dalam mengembangkan Gerakan Santri Siaga Kependudukan (GSSK) di Jawa Barat. Keduanya juga sepakat menghidupkan kembali klinik keluarga berencana (KB) untuk pelayanan kontasepsi dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat di sekitar pesantren atau kantor-kantor NU di Jawa Barat.

Kesepakatan ini mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana menemui secara khusus Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Hasan Nur Hidayatullah di kantornya, Jalan Terusan Galunggung Nomer 9 Bandung, pada Kamis (20/2/20). Kusmana datang bersama Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Irfan Indriastono, diterima Gus Hasan, sapaan akrab KH Hasan Nur Hidayatullah, dan sejumlah pengurus PWNU Jabar.

“Sebagai orang yang baru mendapatkan tugas di Jawa Barat, saya merasa perlu sowan kepada mitra kerja, baik di pemerintahan maupun para pimpinan oraganisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi dengan Gus Hasan. Sebagai tokoh sentral NU di Jawa Barat, saya merasa perlu untuk meminta restu dan doa serta dukungan dalam melaksanakan program Banggakencana. Alhamdulilah beliau menyambut baik dan akan mendukung program Banggakencana di Jawa Barat. Mudah-mudahan berikutnya bisa bersilaturahmi dengan mitra kerja yang lain,” ungkap Kusmana sesaat setelah melakukan audiensi dengan Ketua PWNU.

“Awal dekade 80-an silam, klinik KB hadir di kantor-kantor NU. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang dekat dengan lokasi klinik tersebut. BKKBN sangat terbantu oleh NU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nah, sekarang kami ingin menghidupkan kembali,” sambung Uung, sapaan akrab Kusmana.

Mendapat kunjungan perdana Kang Uung dkk, Gus Hasan pun sumringah. Pihaknya mengaku sangat tersanjung menjadi organisasi kemasyarakatan pertama yang dikunjungi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat yang baru dilantik sepekan sebelumnya tersebut. Terlebih BKKBN secara konkret mengajak kolaborasi dalam membangun masyarakat Jawa Barat yang nota bene menjadi salah satu basis massa kaum nahdliyin di Indonesia.

Gus Hasan pun lansung mengundang secara khusus Kepala BKKBN Jawa Barat untuk menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang bakal dihelat dalam waktu dekat. Selain menyampaikan tentang GSSK, Uung juga diminta untuk menyampaikan program pembangunan keluarga, kependudukann, dan keluarga berencana (Banggakencana) di Jawa Barat secara menyeluruh.

“Kami sangat menyambut kehadiran Kang Uung dan rombongan teman-teman BKKBN Jawa Barat. Insyaalah kita akan terus bersinergi untuk kemaslahatan keluarga di Jawa Barat. Selain melanjutkan GSSK yang telah diluncurkan bersama-sama antara BKKBN dan PWNU di Cianjur beberapa waktu lalu, tentu kami menyambut baik keinginan Pak Kepala BKKBN untuk menghidupkan kembali klinik KB,” ungkap Gus Hasan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat yang dihubungi tidak lama setelah pertemuan usai menjelaskan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti kerjasama kemitraan antara BKKBN Jawa Barat dengan PWNU Jawa Barat melalui penyepakatan beberapa kerjasama. Jika tak ada aral melintang, naskah perjanjian kerjasama akan dilaksanakan pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Banggakencana 2020.

“Teknisnya kita matangkan bersama-sama. Intinya BKKBN-PWNU sepakat untuk bersinergi dalam pengembagan program Banggakencana. Kerjasama ini sekaligus menjadi tindaklanjut kerjasama antara BKKBN dengan PBNU beberapa waktu lalu. Kita di daerah tinggal mengoperasionalkan, dengan tidak menutup ruang untuk penambahan di sana-sini,” jelas Irfan. (bdn)