Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8450

Lapor Ibu Bupati, Dana Hibah Rp38 Miliar untuk Madrasah “Larinya” Kemana Saja??

BOGOR DAILY – Puluhan Guru Madrasah dari Persatuan Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Bogor melakukan aksi demonstrasi di gerbang komplek Pemerintah Bumi Tegar Beriman.

Para Guru Madrasah itupun meminta kejelasan Bupati Bogor, Ade Yasin, saat kampanye pada tahun 2018 lalu.

Ketua aksi sekaligus ketua Pengurus Daerah Mathlaul Anwar (PD MA) Kabupaten Bogor, Abdul Azis, mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan tidak adanya Bupati Bogor yang menemui secara langsung aksi yang dilakukannya tersebut.

“Kita kecewa dengan tidak adanya bupati dan wabup nya yang menemui kita, sekda dan anggota dewan juga mana tidak ada,” kesalnya, kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Ia mengaku, saat dirinya menanyakan Bupati, Wakil Bupati Bogor maupun sekretaris daerah (Sekda) beserta anggota DPRD Kabupaten Bogor tidak ada, ia merasa jika madrasah seperti dianak tirikan oleh pemkab Bogor.

Azis menjelaskan, tujuan aksi demontrasi oleh guru madrasah hingga pengurus madrasah ingin meminta keterbukaan khususnya oleh Bupati Bogor dan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.

“Karena bupati Bogor telah menghibahkan dana hibah senilai Rp38 miliar bagi madrasah se-Kabupaten Bogor dalam menjalankan program Bogor Cerdas dan Bogor Berkeadaban,” tukasnya. (Andi).

Diminta Klarifikasi Rate Iklan, Vanessa Angel Kini Menantang Dedy Susanto Bertemu

0

BOGORDAILY – Vanessa Angel diminta psikolog Dedy Susanto klarifikasi terkait postingannya soal ‘rate’. Dedy merasa dicemarkan nama baiknya karena unggahan yang dibagikan Vanessa cuma sepotong.

Undangan Dedy Susanto untuk meminta Vanessa Angel klarifikasi ada di Instagram. Ia menunggu itikad baik dari sang artis yang sempat ditangkap polisi di Surabaya, Jawa Timur tersebut.

“Yth @vanessaangelofficial. Mohon diklarifikasi ke publik bahwa saya itu menanyakan rate iklan story karena yang diketahui publik saya nanya ‘rate’. Saya menunggu klarifikasinya,” tulisnya.

Vanessa pun memberikan respons. Ia malah menantang Dedy Susanto untuk bertemu.

“Selamat pagi paduka @dedysusantopj yuk ketemu aku dan suamiku yuk kita klarifikasi didepan wartawan yuk hari ini, biar gak ada lagi simpang siur berita,” katanya dalam postingan terbaru.

Suami Vanessa Angel, Bibi Ardiansyah, ikut mengomentari unggahan istrinya. Ia sangat menantikan pertemuan Vanessa dan Dedy Susanto terjadi.

“Ded bapak lo liat ded!! Udah saatnya dia tau ded,” tuturnya.

Sebelumnya Bibi Ardiansyah memperlihatkan DM yang dikirim Dedy ke Vanessa. Pesan tersebut berbunyi, jika memiliki curahan hati yang ingin disampaikan boleh menghubungi dirinya.

“Kalau butuh-butuh curhat wa ke aku aja. Biar plong. Mohon ijin,” tulis Dedy dalam DM yang dikirimkan ke Vanessa.

Dedy merasa difitnah usai pesannya ke Instagram Vanessa dibongkar Bibi Ardiansyah, suami Vanessa Angel. Ia mengaku mengirim DM hanya untuk menanyakan harga pasang iklan di Instagram Stories Vanessa.

“Ya ampun saya difitnah dimana-mana. Padahal saya nanya harga pasang iklan di story beliau,” ujar Dedy dalam postingan di Instagram, Senin (17/2/2020).

Tak Ada Kata Indah dari Meggy untuk Kiwil, 17 Tahun Jadi Istri Kedua

0

BOGORDAILY – Entah apa yang membuat Meggy bisa bertahan bisa juga melepas Kiwil. 17 tahun jadi istri kedua, Meggy mengajukan gugatan cerai untuk Kiwil.

Meggy Wulandari tampak sulit menggambarkan sosok Kiwil. Akan tetapi, dia tetap menilai Kiwil sebagai anugerah dari Tuhan.

“Ehm anugerah yang Allah berikan ke suami saya, dengan waktu yang tidak tentu bertemu, tapi anak-anak sangat menyayangi beliau,” ungkap Meggy kepada detikcom.

Namun, Meggy tak bisa menghindari rasa sakitnya ketika tak pernah ada waktu yang pasti dari Kiwil untuknya. Anak-anak jadi salah satu alasan kenapa Meggy bertahan.

“Itu satu anugerah dan kebesaran Allah. Semakin nggak ketemu kan kadarnya (hilang) anak-anak meski jarang bertemu. Itu salah satu yang jadi alasan saya bertahan,” tukasnya.

“Pandangan saya tentang Kiwil, saya nggak punya kata-kata indah,” sambung Meggy.

Meggy mengatakan, dirinya hanya bisa berdoa untuk Kiwil agar bisa menjadi imam dan ayah yang baik untuk anak-anaknya kelak.

“Saya cuma bisa berdoa semoga papa dari anak-anak saya bisa jadi imam yang baik untuk istri. Jadi bapak dan ayah yang baik untuk anak-anaknya, jadi bapak penuh kasih sayang untuk anak-anaknya yang adil. Hijrahnya lebih istiqomah,” harap Meggy.

Final Piala Gubernur Jatim: Bonek Diminta Jaga Sidoarjo, Ini Pesannya

0

BOGORDAILY – Laga final Piala Gubernur Jatim mempertemukan Persebaya Surabaya dengan Persija Jakarta. Koordinator Bonek meminta seluruh bonek mania untuk menjaga Sidoarjo.

Salah satu koordinator suporter Bonek Husen atau akrab dipanggil Cak Conk mengatakan pihak telah melakukan koordinasi dengan seluruh koordinator supoter di setiap tribun. Dia menghimbau kepada seluruh bonek mania agar bersama-sama menjaga Sidoarjo.

“Kami himbauan saja kedewasaan teman-teman, dulur-dulur bonek, Sidoarjo juga rumah kita tolong dijaga. Karena Sidoarjo juga menjadi akan menjadi home base Persebaya saat GBT (Gelora Bung Tomo) direnovasi. Tolong dijaga dulur. Jangan sampai terjadi yang merugikan jaga nama baik Persebaya dan Bonek di Sidoarjo,” kata Cak Conk saat dihubungi detikcom.

Cak Conk juga menegaskan imbauan kepada seluruh suporter bonek dimanapun berada untuk tetap menjaga kondusifitas Sidoarjo yang akan menggelar laga Final Piala Gubernur, Kamis (20/2/2020) sore WIB.

Sementara itu, terkait laga Final Piala Gubernur 2020 Jatim nanti, pihak panpel akan menyiapkan 24 ribu tiket.

Sekretaris PSSI Jatim Amir Burhanuddin mengatakan kapasitas stadion GDS ini mencapai 30 ribu penonton. Namun, pihaknya sengaja mengurangi kuota sebanyak 20 persen agar suasananya bisa lebih nyaman.

“Kami kurangi 20 persen dari kapasitas stadion. Jadi kapasitas stadion ada 30 ribu, maka kami hanya jual 24 ribu. Pertimbangannya ya biar tidak terlalu crowded,” kata Amir di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu.

Sementara itu, Amir juga mengatakan di pertandingan final ini suporter Persebaya, Bonek, diizinkan menonton langsung final Piala Gubernur Jatim. Nantinya, penjualan tiket dilakukan dengan dua kategori, yakni ekonomi dan utama.

Amir memaparkan, harga tiket final ini dijual dengan harga Rp50.000 untuk ekonomi dan Rp150.000 untuk tiket utama. Semua tiket ini bisa dibeli langsung on the spot di Stadion Gelora Delta Sidoarjo sejak pukul 09.00 WIB.

“Semua tiket dijual on the spot, dan kami jual dengan dua kategori saja, utama dan ekonomi. Kami hanya menyediakan tiket untuk Bonek, mengingat ini laga penuh rivalitas. Kami beri aturan sesuai regulasi Liga 1,” tambah Amir.

Dengan diberlakukannya pembelian tiket on the spot, Amir berharap suporter bisa tertib untuk antre. Agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami berharap suporter bisa bersabar dan tertib dalam pembelian tiket,” pungkas Amir.

Ramalan Soeharto yang Hari Ini Jadi Kenyataan

0

BOGORDAILY – Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, pada tahun 1995 ternyata telah memprediksi keadaan Indonesia pada 2020.

Bukan sekedar ramalan, namun ternyata itu benar dan harus dijalankan agar Indonesia selamat dari krisis.

Yaitu anak muda Indonesia harus mencintai produk-produk dalam negeri.

Ramalan itu disampaikan Soeharto pada tahun 1995 lalu.

Dalam video itu tampak Soeharto menyampaikan sebuah pidato.

Pidato itu berisikan ajakan mencintai produk dalam negeri.

“Anak-anak pelajar sekarang harus disiapken benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri,” ucap Soeharto dalam video itu.

“Maka para remaja yang sekarang nanti akan hidup di tahun 2020, akan menjadi benteng untuk mempertahanken daripada kelangsungan hidup negara dan bangsa,” lanjut Soeharto.

Alasannya agar para pemuda tidak mudah kesengsem pada produk luar negeri yang harganya murah.

“Sebab kalau daripada para pemuda nanti kesengsem kepada produk yang murah baik, tapi hasil dari luar negeri, hancur daripada bangsanya,” ujar Soeharto.

Hal itu kemudian menyebabkan produk dalam negeri tidak ada pembeli.

Selain video itu, Tutut Soeharto juga menuliskan caption untuk video tersebut.

“Bapak sejak tahun 1995 sudah mengingatkan akan situasi globalisasi dimana banyak serbuan produk asing.

Salah satu bentengnya adalah cinta produk dalam negeri, agar produsen dalam negeri tidak mati.

Mari kita hidupkan kembali nasionalisme kita, dengan mencintai, membeli dan menggunakan produk dalam negeri” tulis Tutut Soeharto.

Sementara itu, dua tahun sebelum meninggal dunia, Soeharto juga pernah menceritakan mimpi aneh.

Saat itu keluarganya hanya tertawa.

Sebuah kisah diceritakan oleh Hajah Noek Bresinah Soehardjo yang merupakan adik Soeharto.

Dalam buku “Pak Harto, The Untold Stories”, Bressinah menceritakan hari-hari akhir Soeharto menjelang wafatnya.

Termasuk, saat Soeharto yang sempat mengalami mimpi aneh ketika sedang dirawat di rumah sakit.

Saat itu, pada tahun 2006, Soeharto harus beberapa kali dirawat inap di Rumah Sakit Pertamina Pusat.

Pada suatu sore, Soeharto tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Rupanya, Soeharto terbangun dari tidur seusai bermimpi.

Ketika terbangun itulah, Soeharto mengaku baru saja bermimpi.

“Aku lagi wae ngimpi (saya barusan mimpi),” kata Bressinah menirukan ucapan Soeharto saat itu.

Mendengar ucapan itu, Bressinah yang saat itu sedang bersama Tutut, seorang putri Soeharto, segera mendekat.

Tutut kemudian menanyai sang ayah, ,”mimpi apa to, Pak?” tanya Tutut.

Soeharto pun segera menjawabnya.

“Nonton gamelan, rame, nanging ana sing aneh (menonton gamelan, ramai, tetapi ada yang aneh,”ujar Soeharto saat itu yang lagi-lagi ditirukan Bressinah.

Tutut kemudian menanyai Soeharto.

“Apa yang aneh, Pak?” tanya Tutut.

Soeharto lalu menjawab pertanyaan putrinya itu.

“Kuwi lho, sindene kokwong Sunda kabeh (itu lho, penyanyinya kok orang Sunda semua)?”ucap Soeharto.

Mendengar jawaban sang ayah, Tutut lalu tersenyum, dan mengatakan sesuatu.

“Lha, sindene mesti ayu-ayu to, Pak (Itu penyanyinya pasti cantik-cantik ya Pak?” ujar Tutut menanggapi ucapan Soeharto.

“Ya embuh, ora weruh wong kahanane peteng (ya saya tidak tahu karena suasananya gelap),”jawab Soeharto lalu tersenyum.

Mendengar jawaban Soeharto tersebut, mereka kemudian tertawa.

Sedangkan, Soeharto kemudian melanjutkan tidurnya lagi, hingga azan magrib tiba.

Selang dua tahun dari mimpi itu, Soeharto kemudian meninggal dunia.

Tepatnya, pada tahun 2008. (*)

Ngobrol soal Mimpi dalam Hidup Menjadi Momen Terakhir Afgan dengan Ashraf

0

BOGORDAILY – Dua hari kepergiannya, Ashraf Sinclair meninggalkan kenangan bagi orang-orang terdekatnya. Salah satunya Afgan.

Pelantun ‘Sadis’ itu mengatakan momen terakhirnya bersama suami Bunga Citra Lestari itu tak bisa ia lupakan.

“Dua minggu sebelumnya gua sempet ketemu dan berjam-jam berdua doang, dan itu kenangan saya,” ujar Afgan saat ditemui di acara pengajian di kediaman BCL di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020).

Ada banyak hal yang diperbincangkan Afgan dengan Ashraf. Ia menyebut Ashraf punya banyak mimpi yang ingin ia capai dalam hidup.

“Ngobrolin sharing mimpi lu apa sih dalam hidup ini, dan saya sharing, dia juga sharing. Kalau gua mimpinya ini ini ini, banyak soal personal lah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Afgan pun juga kembali mengingat sosok Ashraf yang selama ini ia kenang.

“Ashraf adalah sosok yang tulus banget. Dia kayaknya selalu niat membantu orang, selalu niat untuk ngebantu dan melakukan semuanya bareng-bareng. Gua ngerasain banget itu dari dia karena ya gitu,” tutupnya.

Ternyata “Lilis Dunia Terbalik” Sengaja Dibikin Mati. Ini Alasannya!!

0

BOGORDAILY – Tokoh bernama Lilis di Dunia Terbalik diceritakan meninggal dunia di Malaysia dan jenazahnya tak bisa dipulangkan ke tanah air.

Hal ini tentu saja membuat suami, anak dan mertuanya sangat bersedih.

Apalagi Lilis selama ini dinanti-nanti kepulangannya oleh keluarga.

Aceng yang merindukan sang istri pun terlihat sangat terpukul dan kehilangan sosok istrinya.

Termasuk warga Kampung Ciraos yang kenal baik dengan Lilis turut berduka.

Penonton setia Dunia Terbalik juga merasa sedih dan kecewa karena tokoh Lilis ditiadakan.

Tak sedikit dari netizen berharap Lilis bisa kembali lagi suatu saat nanti dan diceritakan masih hidup.

Lilis yang diperankan oleh artis Allia Rosa belum diketahui akan kembali syuting Dunia Terbalik atau tidak.

Akun Instagram Allia pun ramai dikomentari penonton setia Dunai Terbalik, namun Allia belum memberikan respons apapun.

“Syediiihhh tau gaaak ceu Lilis meninggal… Aku Ikut nangis..@allia_rosa // mudah2n nanti kdpn nya jln cerita nya ceu Lilis ada lagi itu yg meninggal salah orang,”

“Kayanya kalo teh lilis tbtb ada lagi di ciraos rame kali yaaaa huhu,”

“Kasian kang aceng tadi nangisin dimakam neng liliss,”

“Teh Lilis.. knp critaya jadi gytu…. hayu atuh balik… kasian cindi sama emankk… kalo aceng mah biarin ajah….. ”

Yang jelas pada Oktober 2019 silam, ia memang mengumumkan tengah beristrirahat syuting karena sibuk berbisnis bersama Martin Carter yang kini menjadi suaminya.

Meski bergelut di dunia bisnis, Allia Rosa tak memungkiri ada rasa rindu untuk kembali ke lokasi syuting.

Terlebih di sinetron Dunia Terbalik, yang seluruh pemainnya sudah ia anggap sebagai keluarga.

“Pasti ada keinginan untuk balik lagi. Tapi belum tahu kapan, lagi dibicarakan,” tandas Allia kala itu.

Di biodata Instagramnya, Allia Rosa mencantumkan tiga bisnis yang tengah dijalaninya saat ini.

Antara lain bisnis kuliner mie, make up, dan fotografi.

Terakhir kali Allia Rosa mengunggah postingan tentang Dunia Terbalik adalah pada April 2019 lalu.

Setelahnya ia nampak aktif mengunggah potret kegiatannya bersama pasangan maupun kerabat.

Ia pun pernah mengunggah foto-foto pernikahannya yang digelar Batavia Marina, Komplek Pelabuhan, Jakarta Utara.

Pernikahannya kala itu digelar cukup mewah dan dihadiri oleh orang-orang terdekat.

Martin Carter, suami Allia Rosa sendiri bukanlah sosok biasa.

Martin dulunya pernah berkarier sebagai artis dan musisi.

Martin mengawali karirnya sebagai seorang pemusik, aktor, dan model tanah air.

Ia sempat melalang buana ke Australia dan berkarir di sana pada tahun 2004.

Merasa cukup dengan pengalaman di negeri kanguru, Martin kembali ke Indonesia di tahun 2010.

Martin sempat menjadi penyanyi dengan menyanyikan lagu berjudul Aku Mencintaimu.

Ia juga bermain dalam banyak sinetron dan FTV.

Namun di tahun 2015, ia memutuskan tak lagi aktif di dunia hiburan.

Martin ternyata menggeluti profesi baru dalam bidang bisnis bekerja sama dengan perusahaan IT besar di Amerika.

Omset bisnisnya disebutkan mencapai miliaran.

Diakui Martin hasil yang ia peroleh dari bisnis tersebut lebih besar dibanding profesi sebagai artis.

Hal itulah yang kemudian membuat Martin lupa pada karir keartisannya.

Kini dari hasil berbisnis, Martin telah mampu membeli sejumlah properti.

Dua tahun berbisnis, Martin membeli 2 rumah, apartemen, dan satu mobil mewah tentunya kini terus bertambah aset kekayaannya.

Setelah mundur dari artis, Martin yang telah memiliki 2 orang anak ini menikah dengan seorang artis.(*)

Omnibus Law Dinilai Hendak Membalik ke Zaman Otoriter Orde Baru

BOGORDAILY – Direktur Eksekutif Lembaga Analisa Konstitusi dan Negara (LASINA) menegaskan norma hukum yang mengarah kepada pemerintahan yang otoriter dalam RUU Cipta Kerja (Omnibus Law) harus ditolak.

“Pasal 170 Ayat (1) RUU Cipta Kerja ada rumusan norma yang menentukan bahwa Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang dan/atau mengubah ketentuan dalam undang-undang yang tidak diubah dalam undang-undang yang nanti disahkan,” kata Tohadi sebagaimana dilansir Antara, Kamis (20/2/2020).

Menurut Tohadi, Pasal 170 Ayat (1) RUU Cipta Kerja itu menggunakan alasan percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja sebagai ‘senjata ideologi’ yang memberi alasan bagi Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden mengubah undang-undang.

Padahal, kata Tohadi, negara Indonesia sudah sepakat menganut sistem pembagian kekuasaan (division of power atau distribution of power) dengan mekanisme checks and balances. Dalam sistem seperti ini kekuasaan membentuk UU adalah kewenangan utama legislatif (DPR) dengan persetujuan Presiden.

“Jadi, bukan kewenangan utama Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden. Rumusan Pasal 170 Ayat (1) RUU Cipta Kerja hendak membalik ke belakang kewenangan Presiden di zaman Orde Baru,” katanya.

Tohadi melanjutkan bahwa ketentuan mengenai perubahan undang-undang (UU) diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) ada pada Pasal 170 Ayat (2) RUU Cipta Kerja. Jadi, rumusan kata Peraturan Pemerintah dalam Pasal 170 Ayat (2) RUU Cipta Kerja sebagai konsekuensi dari rumusan Pasal 170 Ayat (1) sebelumnya, yang menentukan Pemerintah Pusat berwenang mengubah ketentuan dalam undang-undang.

“Instrumen hukum yang dimiliki Pemerintah Pusat atau Presiden kan memang Peraturan Pemerintah. Jadi, soal kekeliruan Peraturan Pemerintah (PP) ini sebagai kekeliruan ikutan dari ayat (1) sebelumnya,” kata advokat yang pernah menjadi kuasa hukum Gus Dur tersebut.

Tohadi mengingatkan semua pihak bahwa lahirnya reformasi untuk mengakhiri kekuasaan pemerintahan yang otoriter.

“Jadi, rumusan norma dalam RUU Cipta Kerja yang mengarah ke pemerintahan otoriter harus ditolak. Presiden dan DPR harus merevisi total ketentuan Pasal 170 RUU Cipta Kerja,” katanya.

Wabup Bogor : Saya Atas Nama Pribadi dan Pemerintah Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Satu Keluarga di Ciawi

BOGOR DAILY – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, melakukan Takziyah dan meninjau lokasi bencana, dimana satu keluarga meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Kampung Cibalong, RT01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Politisi Partai Gerindra itupun turut melakukan pengecekan ke beberapa lokasi, dimana korbam bernama Basri Abdul Latif (45) pekerjaan buruh, Ela (35) ibu rumah tangga, Esa (6), Efan (5), meninggal dunia saat tertidur lelap dan meninggal tertimbul longsor pada pukul 03:00 WIB dini hari tadi.

Ia mengatakan, pertama dirinya mengetahui informasi bahwa adanya bencana longsor di Ciawi yang menyebabkan satu keluarga meninggal dunia.

Sontak hal itupun membuat orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman langsung meninjau lokasi bencana, melihat korban di RSUD Ciawi dan memberikan santunan serta melakukan shalat jenazah.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah turut berduka cita mendalam, atas meninggalnya empat korban jiwa. Kita doakan semoga para korban khusnul khotimah,” doanya, kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Sebelumnya, Binmas Bendungan Ciawi, Muzamil mengungkapkan, peristiwa satu keluarga meninggal di Kampung Cibalong, RT01/01, Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, diakibatkan longsor tembok rumah yang berukuran 2,5 x 3 meter itu ambrol.

Ia mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Kamis pukul 03:00 WIB dinihari itu membuat satu keluarga kecil itu meninggal dunia tertimbun longsor. Karena pada saat itu satu keluarga tertidur lelap.

“Jadi satu keluarga itu saat tidur lelap pada pukul 03:00 WIB kejadiannya, mengakibatkan Basri Abdul Latif (45) pekerjaan buruh, Ela (35) ibu rumah tangga, Esa (6), Efan (5) meninggal dunia akibat rumahnya ambrol tergerus dinding tembok rumah yang longsor,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu, salah satu tetangga korban, Imah (40) mengatakan, kejadian pada dinihari pas curah hujan sangat tinggi.

“Pas kejadian saya dengar suara gemuruh di rumah korban, pas dilihat sama keluarga saya, tembok dan dinding kamar yang bersebelahan dengan tebingan tanah ambruk bercampur material dan menimpa satu keluarga meninggal dunia di lokasi,” singkatnya kepada Bogordaily.net. (Andi)

Iwan ke Kader Gerindra : Jangan Terlena Dengan Hasil Pileg 2019, Kita Harus Pertahankan

0

BOGOR DAILY – Dalam Pemilu 2019, Gerindra berhasil memperoleh 14 kursi dengan jumlah suara mencapai 570.658 suara. Hasil tersebut menjadikan Gerindra sebagai partai paling besar dalam kemenangan Pemilu di Kabupaten Bogor.

Tentu hal itupun tidak akan di sia-siakan oleh partai berlambang garuda itu. Ketua DPC Partai Gerindra, Iwan Setiawan, mengatakan, pihaknya akan mempertahankan kursi di DPRD Kabupaten Bogor, agar pada Pemilu Legislatif tahun 2024 nanti bisa tetap bertahan.

“Ini intruksi dari DPP waktu rakornas walaupun tidak ada hajat Politik. Tapi, kita akan melakukan pemantapan dalam menghadapi pileg nanti, walaupun jaraknya masih jauh,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di acara Rakercab Partai Gerindra di Hotel Grand Pesona, Cimande, yang dilaksanakan dua hari itu, Kamis (20/2/2020).

Menurut Iwan sapaan akrabnya, partai besutan Prabowo Subianto ini pun turut melakukan persiapan dalam menginventarisasi target empat tahun kedepan. Mulai dari pembinaan kader, persiapan saksi jelang Pileg 2024.

Ia juga sudah mengintruksikan. Bahwa, disetiap dapil akan dibina langsung oleh anggota dewan. Ia mengungkapkan, satu dewan nantinya bisa membina tiga atau empat kecamatan di Bumi Tegar Beriman.

“Satu dewan itu bisa membina tiga dan empat kecamatan. Ini untuk penguatan dan memudahkan konsolidasi dan diulang tahun ini,” ucapnya.

Pria yang mengenakan kaca mata ini meminta, agar para kader jangan terlena terhadap hasil yang didapat pada Pileg tahun 2019 kemarin. Tetapi, jadikanlah itu semua sebagai motivasi bahwa tahun 2024 Partai Gerindra bisa mendapatkan kursi lebih banyak.

“Ini juga jangan di wanti-wanti jangan terlena dengan kemenangan kemarin itu di Bogor. Minimal mempertahankan dan menambah itu yang penting. Dan menjaga ritme semangat kader ini, semoga juga sinergitas internal partai ini semakin solid,” harapnya.

Apalagi lanjutnya, kedatangan semua kader Gerindra dari mulai ranting, PAC, dan Fraksi tentu menjadikan modal bagi partai Gerindra Kabupaten Bogor untuk terus menjaga kekompakan.

“Apalagi Bogor ini salah satunya DPC di Indonesia yang sangat solid dan cukup, punya prestasi yang luar biasa, itu amanat dari partai yang harus di pertahankan,” tukasnya. (Andi)