Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 845

Kirana Aulya Nursyiffa: Terinpirasi Dari Orang Tua Seorang Guru, Menjadi Langkah Awal Perjalanan Asisten Dosen Di SV IPB University

0

Bogordaily.net – Kirana Aulya Nursyiffa lahir di Kabupaten Garut pada 6 Februari 2001. Sejak kecil, dunia pendidikan sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Kedua orang tuanya adalah seorang guru Sekolah Dasar, yang tanpa disadari menanamkan kecintaan terhadap dunia akademik dalam dirinya. Melihat bagaimana orang tuanya mengajar dengan penuh dedikasi keikhlasan, membuat Kirana termotivasi bahwa menjadi pengajar adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, pekerjaan yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter terhadap masa depan anak didik.

Perjalanan Menjadi Seorang Dosen

Perjalanan pendidikannya dimulai saat ia bersekolah di SDN 1 Cipetir pada usia 6,5 tahun, usia yang dianggap ideal untuk memasuki jenjang sekolah dasar. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMPN 1 Cibadak dan SMA di SMAN 1 Cibadak. Namun, sebelum menetap di sekolah tersebut, ia sempat mengenyam pendidikan selama satu semester di SMAN 6 Garut.

Awalnya, Kirana Aulya Nursyiffa,  sempat kebingungan mau mengambil Program Studi apa, Namun, setelah mendapatkan informasi dari internet bahwa di Sekolah Vokasi IPB University ada jurusan Komunikai Digital dan Media, yang menurutnya sangat menarik, terutama karena ia memiliki ketertarikan pada dunia penulisan digital dan menulis buku. Semakin ia mendalami ilmu komunikasi, semakin yakin bahwa ini adalah bidang yang ingin ditekuni. Oleh karena itu, ia pun mendaftar melalui jalur USMI dan resmi menjadi mahasiswa di IPB University.

Tantangan dan Dedikasi Menjadi Asisten Dosen Baru

Setelah lulus D3, Kirana sempat beristirahat sejenak dari dunia pendidikan. Awalnya ia merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang S1.  Namun, ada kesempatan datang terlebih dahulu krtika temannya mengabari, menawarkan posisinya untuk ia gantikan menjadi seorang asisten dosen. Saat itu Kirana tidak langsung menerima tawaran tersebut. Namun, setelah mempertimbangkan bahwa ia memiliki waktu luang di sela-sela rencana melanjutkan pendidikan, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil peran tersebut. Saat ini, Kirana telah memasuki semester kedua sebagai asisten dosen di Sekolah Vokasi IPB University Kampus Sukabumi.

Sebagai asisten dosen, Kirana bertanggung jawab dalam mendampingi beberapa mata kuliah, diantaranya: Komunikasi Krisis, Praktik Content Analysis, Konten dan Manajemen Media Sosial, serta Berpikir Kreatif. Perannya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, ia tetap harus datang pagi, belajar materi, dan mengikuti jadwal perkuliahan. Namun, yang membedakannya adalah tanggung jawab untuk membantu dosen dalam menyampaikan materi, membimbing mahasiswa dalam praktikum, serta menjadi perantara antara mahasiswa dan dosen dalam memahami konsep yang diajarkan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Kirana sebagai asisten dosen adalah menghadapi mahasiswa yang kurang termotivasi untuk belajar. Ia dan tim asisten lainnya harus berusaha lebih keras untuk mendorong semangat belajar mereka. Kirana menyadari bahwa peran asisten dosen tidak hanya sekadar membantu dalam aspek akademik, tetapi juga membangun kedisiplinan mahasiswa agar mereka bisa lebih bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sendiri.

Untuk membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa, Kirana memilih pendekatan yang bersahabat. Ia berusaha memposisikan dirinya sebagai teman yang dapat diajak berdiskusi, tetapi dengan menjaga batasan agar tetap bisa menghargai. Salah satu metode pembelajaran yang sering ia terapkan adalah diskusi kelompok, yang terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi mereka.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Meskipun belum terlibat dalam proyek akademik berskala besar, Kirana sudah banyak mendampingi mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir di berbagai mata kuliah. Hal ini memberinya pengalaman berharga dalam dunia akademik dan semakin memperkuat keyakinannya bahwa dunia pendidikan adalah bidang yang ingin terus ia tekuni.

Kedepannya, Kirana berencana untuk melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalani perannya sebagai asisten dosen. Baginya, menjadi asisten dosen tidak hanya memberi kesempatan untuk membantu mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi sarana belajar yang berharga bagi dirinya sendiri.

Ia juga menyadari bahwa perkembangan teknologi telah membawa banyak perubahan dalam dunia akademik. Menurutnya, teknologi tidak hanya mempermudah akses terhadap sumber daya pembelajaran, tetapi juga meningkatkan interaktivitas dan motivasi mahasiswa dalam belajar. Oleh karena itu, ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk mendukung proses belajar mereka.

Di akhir wawancara, Kirana memberikan pesan bagi mahasiswa agar selalu menikmati proses belajar. Baginya, ilmu adalah sesuatu yang berharga dan akan mengangkat derajat seseorang di masa depan. “Kesempatan berkuliah adalah sebuah anugerah, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini,” tuturnya.

Dengan dedikasi dan semangatnya dalam dunia pendidikan, Kirana Aulya Nursyiffa adalah contoh nyata bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari lingkungan keluarga. Perjalanannya sebagai asisten dosen tidak hanya menjadi batu loncatan dalam karier akademiknya, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan adalah salah satu jalan terbaik untuk berkontribusi bagi masyarakat.***

 

Widiana Ardiansyah, Komunikasi Digital Media

Dampak Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak: Memahami Efek Positif dan Negatif

0

Bogordaily.net – Di era digital saat ini, game online telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan remaja Gen Z. Salah satu game yang sangat populer adalah Free Fire, sebuah permainan battle royale yang menawarkan pengalaman bermain yang seru, kompetitif, dan interaktif. Game ini memungkinkan pemain untuk berkomunikasi dengan teman melalui fitur obrolan suara dan teks, sehingga dapat meningkatkan interaksi sosial secara virtual.

Namun, di balik keseruannya, Free Fire memiliki berbagai dampak terhadap perkembangan anak, baik secara positif maupun negatif. Salah satu isu yang sering muncul adalah penggunaan bahasa yang kurang pantas saat berinteraksi dengan pemain lain. Selain itu, intensitas bermain yang tinggi dapat mempengaruhi kebiasaan dan perilaku anak, seperti kecanduan bermain game hingga mengabaikan aktivitas penting lainnya.

Banyak orang tua khawatir bahwa anak mereka lebih memilih bermain Free Fire dibandingkan belajar atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang positif. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat banyak penelitian telah menunjukkan adanya korelasi antara durasi bermain game dengan perubahan perilaku dan kebiasaan belajar anak. Namun, di sisi lain, ada pula manfaat positif yang bisa diperoleh jika game dimainkan secara bijak, bahkan bisa menjadi ladang cuan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami dampak Free Fire secara menyeluruh agar dapat memberikan bimbingan yang tepat dalam penggunaan game ini.

Game Free Fire sebagai Media Komunikasi Digital

Perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia berkomunikasi, termasuk melalui media digital seperti game online. Menurut Andrew Rollings dan Ernest Adams (2006: 770), game online lebih tepat disebut sebagai teknologi dibandingkan sebagai genre permainan. Artinya, Free Fire bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga merupakan media yang menghubungkan pemain di berbagai wilayah melalui komunikasi digital.

Dalam game Free Fire, komunikasi terjadi melalui fitur voice chat dan text chat. Fitur ini memungkinkan pemain untuk menyusun strategi bersama, berbagi informasi, dan bahkan menjalin pertemanan baru. Shelly Furqan (2020) dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikasi dalam game tidak hanya sebatas instruksi permainan, tetapi juga mempengaruhi cara pemain berkomunikasi di luar dunia virtual. Anak-anak yang terbiasa menggunakan bahasa kasar dalam permainan bisa membawa kebiasaan tersebut ke dalam kehidupan nyata.

Namun, komunikasi digital dalam Free Fire juga memiliki manfaat. Anak-anak dapat belajar bekerja sama dalam tim, meningkatkan kemampuan koordinasi, serta memahami berbagai ekspresi dan gaya komunikasi dari teman-temannya. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua dan edukasi mengenai etika komunikasi digital sangat penting agar anak dapat memanfaatkan game ini secara positif.

Dampak Positif Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak

Meskipun sering dikaitkan dengan dampak negatif, Free Fire juga memiliki manfaat jika dimainkan dengan bijak. Salah satu manfaatnya adalah sebagai sarana hiburan dan pelepas stres. Seiring dengan meningkatnya tekanan akademik, anak-anak sering mencari pelampiasan dalam bentuk hiburan digital. Penelitian selama pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa game online menjadi alternatif hiburan yang membantu anak-anak tetap terhubung dengan teman-temannya meskipun berada di rumah (Kominfo, 2017).

Selain itu, game seperti Free Fire juga dapat mengembangkan keterampilan buat anak anak. Permainan ini membutuhkan strategi, perencanaan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat. Restu Rahmadani (2019) dalam penelitiannya terhadap komunitas Free Fire Lampung Army menemukan bahwa banyak pemain mengalami peningkatan dalam kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, serta pengembangan kreativitas dalam merancang strategi permainan.

Game online juga dapat membuka peluang ekonomi bagi anak-anak yang memiliki minat dalam bidang digital. Beberapa pemain profesional berhasil mendapatkan penghasilan melalui turnamen, streaming, atau menjadi content creator. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan yang bermanfaat di masa depan melalui dunia game.

Dampak Negatif Game Free Fire terhadap Perkembangan Anak

Di sisi lain, Free Fire juga memiliki dampak negatif, terutama jika dimainkan tanpa pengawasan. Salah satu dampak yang paling sering dibahas adalah kecanduan game. Anak-anak yang terlalu sering bermain Free Fire cenderung mengabaikan tugas sekolah, mengurangi waktu tidur, serta kehilangan minat dalam aktivitas sosial. Hal ini sejalan dengan penelitian Halimatus Syadiyah Ria (2023) yang menunjukkan bahwa anak-anak yang kecanduan game online lebih cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya dan mengalami penurunan prestasi akademik.

Selain kecanduan, Free Fire juga dapat memicu perilaku agresif. Penelitian yang dilakukan di SD Negeri 1 Bulurejo menemukan bahwa anak-anak yang sering bermain Free Fire lebih sering menggunakan kata-kata kasar, berteriak, bahkan menunjukkan perilaku agresif seperti memukul atau mencubit teman mereka. Faktor ini diperburuk oleh fitur kompetitif dalam game, di mana pemain harus berusaha mengalahkan lawan dalam situasi yang penuh tekanan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah pengaruh microtransaction dalam game. Free Fire menawarkan berbagai item berbayar, seperti skin karakter dan senjata. Beberapa anak mungkin tergoda untuk melakukan pembelian tanpa memahami konsekuensi finansialnya. Dalam kasus ekstrem, anak-anak dapat menggunakan uang orang tua tanpa izin untuk membeli item dalam game. Oleh karena itu, edukasi mengenai manajemen keuangan digital juga menjadi hal yang penting bagi anak-anak yang bermain Free Fire.

Kesimpulan

Game Free Fire memiliki dampak yang kompleks terhadap perkembangan anak, baik dari segi komunikasi digital, manfaat kognitif, hingga potensi dampak negatif seperti kecanduan dan agresivitas. Sebagai media komunikasi digital, game ini dapat meningkatkan keterampilan sosial anak jika digunakan dengan baik, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan perilaku jika tidak diawasi.

Dampak positif seperti peningkatan keterampilan berpikir strategis dan peluang ekonomi di dunia digital menunjukkan bahwa Free Fire bukan sekadar permainan, tetapi juga bisa menjadi sarana pengembangan diri. Namun, dampak negatif seperti kecanduan, agresivitas, dan konsumsi berlebihan terhadap microtransaction menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah untuk bekerja sama dalam memberikan edukasi digital yang tepat bagi anak-anak. Pengawasan dalam penggunaan game, pengaturan waktu bermain, serta pemahaman tentang etika komunikasi digital akan membantu anak-anak mendapatkan manfaat dari game ini tanpa terjebak dalam dampak negatifnya.***

 

Widiana Ardiansyah, Komunikasi Digitak dan Media

 

Perjalanan Intelektual Prof. Dr. Odang Carman

0

Bogordaily.net – Prof. Dr. Odang Carman mungkin tidak pernah mengira bahwa prestasinya dalam mengikuti lomba Matematika Ria IPB saat masih duduk di bangku SMA akan menjadi pintu gerbang bagi masa depannya di dunia akademik.

Lomba bergengsi yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan dalam bidang matematika, tetapi juga menjadi jalur emas yang menghantarkan beliau untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa harus melalui serangkaian tes seleksi seperti calon mahasiswa pada umumnya.

Saat itu, Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution, yang menjabat sebagai Rektor IPB, memberikan kesempatan emas bagi para peserta terbaik lomba ini untuk langsung diterima sebagai mahasiswa di IPB. Prof. Dr. Odang Carman termasuk dalam daftar 14 besar peserta terbaik dan dengan penuh pertimbangan serta diskusi bersama keluarganya, beliau memutuskan untuk melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor.

Sejak awal masa perkuliahannya, Prof. Dr. Odang Carman menunjukkan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang bioteknologi. Ketertarikannya terhadap perkembangan bioteknologi menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk mendalami ilmu genetika perikanan.

Pilihan program studi ini ia ambil pada semester ketiga saat mengejar gelar insinyur di IPB. Prof. Dr. Odang Carman memilih genetika ikan dengan pemikiran sendiri, serta melalui diskusi dengan kakak tingkat dan dosen muda yang melihat potensi besar dalam bidang ini. Keputusan ini didasari oleh prospek masa depan yang cerah dalam industri perikanan, baik dari segi akademik maupun penerapannya dalam dunia nyata.

Pada masa itu, genetika perikanan dianggap sebagai salah satu cabang ilmu bioteknologi yang berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam dunia perikanan dan kelautan. Prof. Dr. Odang Carman menyadari bahwa bidang ini memiliki dampak signifikan dalam peningkatan kualitas dan produktivitas perikanan, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Keputusan untuk mendalami genetika perikanan bukanlah hal yang mudah, tetapi berkat kegigihannya, Prof. Dr. Odang Carman mampu menorehkan banyak pencapaian gemilang selama masa studinya. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan semakin menguat ketika ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan dukungan penuh dari para dosen dan mentor akademiknya, beliau akhirnya memilih untuk memperdalam ilmu genetika perikanan hingga ke tingkat doktoral.

Salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan akademiknya adalah ketika beliau mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Tokyo University of Fisheries, Jepang.

Pengalaman studi di negeri Sakura ini semakin membuka wawasan beliau mengenai perkembangan ilmu genetika perikanan di tingkat global, dan juga memberikannya banyak pengalaman dan nilai-nilai hidup, seperti kedisiplinan dan kerja keras yang lumrah dilakukan oleh masyarakat Jepang.

Ketertarikannya pada budaya Jepang juga mendorongnya untuk belajar bahasa Jepang, yang pada akhirnya memudahkan komunikasi serta memperlancar perkuliahannya di sana. Selama menempuh pendidikan di Jepang, Prof. Dr. Odang Carman tidak hanya memperkaya ilmunya melalui penelitian-penelitian yang inovatif, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai teknologi mutakhir yang dapat diterapkan dalam industri perikanan.

Keuletannya dalam melakukan penelitian membuahkan hasil, hingga akhirnya beliau berhasil memperoleh hak paten atas beberapa karyanya di bidang genetika perikanan.

Kembali ke tanah air, Prof. Dr. Odang Carman tidak hanya berperan sebagai seorang akademisi, tetapi juga sebagai seorang inovator yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Beliau aktif dalam berbagai penelitian yang berfokus pada peningkatan produktivitas perikanan melalui pendekatan genetika modern. Selain itu, beliau juga turut serta dalam membimbing mahasiswa serta generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya di dunia akademik dan penelitian.

Beliau merupakan dosen tetap jurusan genetika ikan dan memiliki laboratorium genetika ikan (breeding) yang menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmu genetika perikanan di Indonesia.

Selain berperan di dunia akademik, Prof. Dr. Odang Carman juga pernah menjadi evaluator untuk berbagai proyek besar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia.

Keahliannya dalam bidang genetika perikanan menjadikannya key person dalam berbagai program manajemen yang diadakan setiap tahun di Jepang. Kontribusinya dalam bidang ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam penelitian genetika perikanan di tingkat global.

Sebagai seorang akademisi yang telah berkontribusi secara luas, Prof. Dr. Odang Carman memiliki harapan besar bagi mahasiswa dan generasi muda.

Beliau mendorong mereka untuk memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin serta meningkatkan literasi dalam bidang genetika perikanan agar dapat bersaing di tingkat internasional. Kisah perjalanan hidup dan karier Prof. Dr. Odang Carman merupakan inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi para akademisi dan peneliti muda yang ingin berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari seorang siswa SMA yang mengikuti lomba Matematika Ria IPB hingga menjadi seorang profesor dengan hak paten di bidang genetika perikanan, perjalanan beliau membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan kesempatan yang dimanfaatkan dengan baik dapat membawa seseorang menuju pencapaian luar biasa dalam hidupnya.***

 

Saskia Salsabila, mahasiswi Komunikasi Digital dan Media IPB University

Strategi Penulisan Kreatif dalam Promosi Merek di Era Digital

0

Bogordaily.net – Promosi merek menjadi kunci utama dalam meningkatkan kesadaran merek. Di era digital saat ini, merek dituntut untuk menonjol dan menarik perhatian konsumen. Era digital mewajibkan setiap produsen atau pemilik merek mampu melakukan kreasi dan inovasi di dalam pemasaran produknya. Salah satunya adalah dengan mengkombinasikan bahasa dengan produk yang ingin dipasarkan. Bahasa memiliki peran penting di dalam komunikasi manusia dan menunjang keberhasilan dalam interaksi (Mediyawati dkk,2019). Penulisan bahasa dalam penulisan kreatif tidaklah dibuat secara sederhana. Kata atau kalimat dipertimbangkan secara efektif dengan tujuan menarik pembacanya. Misalnya Zarry Hendrik yang sudah mendapatkan penghasilan yang fantastis dari bisnis caption yaitu 70 juta rupiah (Dewi,2019).

Penulisan kreatif hadir sebagai kekuatan baru dalam dunia promosi. Penulisan kreatif berperan penting dalam mempengaruhi minat pembeli. Penulisan kreatif tidak hanya menyampaikan informasi tentang produk atau layanan, tetapi dapat menjadi media promosi yang menarik. Penggunaan bahasa yang menarik , dapat membuat konsumen tertarik terhadap produk atau layanan yang diiklankan melalui platform digital. Mengaplikasikan penulisan kreatif dalam promosi merek tidaklah mudah , dibutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai target audiens , karakteristik merek , dan tujuan promosi. Strategi yang tepat dibutuhkan untuk mengintegrasikan penulisan kreatif ke dalam media promosi dan saluran komunikasi.

Penulisan kreatif dalam promosi merek tidak hanya membuat iklan menarik, tetapi membangun narasi yang kuat, membuat karakter merek, dan menggunakan bahasa yang dapat menyentuh hati konsumen. Tujuan penulisan kreatif dalam promosi merek adalah untuk mendorong konsumen mengetahui lebih dalam tentang merek dan akhirnya menjadi pelanggan setia. Penulisan kreatif diarahkan untuk membangun kepercayaan, loyalitas, minat , dan memiliki tujuan akhir berupa rekognisi merek. Oleh karena itu , penulisan kreatif harus berisi hal-hal yang dapat meningkatkan engagement konsumen terhadap merek.

Penulisan dengan Struktur AIDA

 Salah satu cara dalam penulisan kreatif adalah dengan menggunakan struktur AIDA. Struktur AIDA diciptakan oleh Elias St. Elmo Lewis pada tahun 1898. AIDA merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desaire , dan Action. Lewis meletakkan pondasi model ini pada tahun 1898 melalui slogan “attract attention , maintain interest, create desire” dan ditambahkan elemen keempat “get Action”.

Bagian pertama adalah Attention. Attention untuk menciptakan daya tarik pada produk atau layanan yang dijual oleh sebuah merek. Pada tahap ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian konsumen. Sebagai contoh, jika ingin mempromosikan sebuah sunscreen dari sebuah merek bisa menggunakan kata atau kalimat yang menarik seperti “Ingin wajah tetap terlindungi di bawah sinar matahari ?” hal tersebut dapat menarik perhatian konsumen terhadap sebuah produk dan mencari tahu mengenai produk dan merek lebih dalam.

Setelah mendapatkan daya tarik dari konsumen, selanjutnya adalah merubah daya tarik tersebut menjadi sebuah minat. Tuliskan hal-hal yang dapat membuat konsumen menaruh minatnya seperti menjelaskan bahan yang digunakan dalam produk. Sebagai contoh “Sunscreen kami menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi” hal tersebut dapat menaruh minatnya pada produk.

Selanjutnya adalah desire, pada tahap ini menciptakan rasa keinginan pada konsumen untuk membeli produk atau layanan sebuah merek, ubah rasa ketertarikan konsumen menjadi perasaan membutuhkan. Pada tahap ini sangat penting untuk meyakinkan konsumen agar mereka merasa butuh untuk membeli produk atau layanan sebuah merek. Sebagai contoh, tuliskanlah manfaat dari produk atau layanan, kelebihan produk atau layanan yang tidak dimiliki oleh kompetitor seperti “Sunscreen ini akan membuat wajah terlihat segar seharian” hal tersebut dapat memancing konsumen untuk membeli produk tersebut.

Tahap  yang  terakhir  dari  AIDA  adalah dengan  memicu aksi,  artinya  di  sinilah  calon konsumen  melakukan  aksi  pengambilan  keputusan pembelian. Buatlah kata atau kalimat yang mengajak konsumen untuk membeli produk atau layanan seperti “Beli sunscreen ini dan dapatkan potongan 10% setiap pembelian”. Tidak ada jaminan bahwa proses promosi akan berakhir dengan penjualan, tetapi konsumen sudah memiliki impresi terhadap produk atau layanan sebuah merek.

Strategi Penulisan Kreatif yang Efektif

 

  1. Memahami Target Audiens

Sebelum menulis analisis target audiens dari merek yang ingin dipromosikan , seperti apa minat mereka , budaya , dan kebiasaan. Dengan memahami target audiens penulisan akan lebih relevan dan efektif.

2. Mengembangkan Pesan Merek yang Kuat

Pesan merek harus jelas , mudah diingat , pesan merek harus mencerminkan apa yang ingin disampaikan merek terhadap konsumen.

3. Menentukan Tujuan Promosi

Tujuan promosi akan membantu strategi penulisan kreatif yang akan digunakan.

4. Menggunakan Bahasa yang Menarik dan Kreatif

Gunakan bahasa yang menarik dan relevan untuk membuat pesan merek lebih menarik dan berkesan

5. Memanfaatkan Berbagai Bentuk Konten ‘

Penulisan kreatif dapat diterapkan dalam berbagai bentuk konten, seperti artikel blog, postingan media sosial, Caption, dan Video. Sesuaikan bentuk konten dengan target audiens dan tujuan promosi.

6. Memperhatikan Konsistensi

Pastikan gaya bahasa dan pesan merek konsisten di semua saluran komunikasi. Konsistensi akan membantu membangun citra merek yang mudah diingat.

7. Evaluasi

Evaluasi akan membantu merek untuk meningkatkan strategi penulisan mereka.

Dapat disimpulkan bahwa penulisan kreatif memiliki peran penting dalam promosi merek di era digital. Penulisan kreatif yang efektif dapat menarik perhatian konsumen, membangun koneksi emosional, meningkatkan daya ingat, menciptakan pengalaman merek yang unik, dan mendorong tindakan.

Salah satu cara dalam penulisan kreatif dki Era Digital adalah dengan menggunakan struktur AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Selain itu, terdapat beberapa strategi penulisan kreatif yang efektif, antara lain memahami target audiens, mengembangkan pesan merek yang kuat, menentukan tujuan promosi, menggunakan bahasa yang menarik dan kreatif, memanfaatkan berbagai bentuk konten, memperhatikan konsistensi, dan melakukan evaluasi.***

 

Ailsha Shabila, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Manipulasi Emosional dan Pelecehan Seksual: Ketika Disabilitas Tidak Menghalangi Tindakan Kriminal

0

Nama Penulis: Muhammad Musa Akbar, Mahasiswa Program Studi Digital Komunikasi dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University

 

Kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suartama, atau lebih dikenal sebagai Agus Buntung, telah menjadi sorotan publik dan memasuki babak baru dengan proses hukum yang semakin mendalam. Dengan lebih dari 15 korban, termasuk anak di bawah umur, kasus ini menggugah berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di masyarakat, terutama mengenai perlindungan bagi korban dan penegakan hukum yang adil. Agus Buntung, seorang penyandang disabilitas, ditetapkan sebagai tersangka setelah laporan dari salah satu korban. Modus operandi yang digunakan Agus melibatkan manipulasi emosional dan ancaman psikologis untuk memaksa korban mengikuti keinginannya. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya memanfaatkan fisiknya yang terbatas, tetapi juga menggunakan keterampilan manipulatif untuk mengeksploitasi orang lain. Ini adalah gambaran yang sangat mencolok tentang bagaimana stigma terhadap penyandang disabilitas dapat menutupi tindakan kriminal yang serius.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Kami akan memastikan bahwa semua prosedur dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Efrien Saputera.

Proses hukum terhadap Agus Buntung kini berada di tahap persidangan setelah berkas administrasi dinyatakan lengkap. Kejaksaan berkomitmen untuk memberikan informasi transparan kepada publik mengenai perkembangan kasus ini. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses ini diperlakukan dengan adil. Masyarakat berhak mengetahui setiap langkah yang diambil dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat sensitivitas isu pelecehan seksual. Sikap publik terhadap Agus Buntung juga mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam. Banyak warganet menunjukkan kemarahan ketika Agus mengeluh tentang ketidaknyamanan selama ditahan, mengingat banyaknya korban yang menderita akibat tindakan bejatnya. Tanggapan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya keadilan bagi korban, dan tidak ada toleransi terhadap perilaku predator seksual, terlepas dari kondisi fisik pelaku.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi penyandang disabilitas dalam sistem peradilan. Penahanan Agus di rumah karena alasan fasilitas yang tidak ramah disabilitas menunjukkan adanya perhatian terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Namun, hal ini juga memunculkan pertanyaan: apakah perlindungan tersebut seharusnya berlaku ketika pelaku terlibat dalam tindakan kriminal serius? Masyarakat harus terus mendorong agar hak-hak penyandang disabilitas tidak menjadi alasan untuk mengurangi tanggung jawab hukum mereka.

Akhirnya, kasus Agus Buntung bukan hanya tentang individu atau tindakan kriminal semata; ini adalah cerminan dari tantangan sosial yang lebih besar terkait dengan pelecehan seksual dan perlindungan terhadap korban. Proses hukum yang sedang berlangsung harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan perlindungan bagi semua individu, terutama mereka yang paling rentan. Kita harus memastikan bahwa suara korban didengar dan dihargai, serta bahwa pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu

Vonis Hukuman.

Akhirnya, pada 24 Januari 2025, Agus Buntung dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta oleh Pengadilan Negeri Mataram. Vonis ini mencerminkan keseriusan tindakannya serta harapan masyarakat agar hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Kasus Agus Buntung bukan hanya tentang individu atau tindakan kriminal semata; ini adalah cerminan dari tantangan sosial yang lebih besar terkait dengan pelecehan seksual dan perlindungan terhadap korban. Proses hukum yang sedang berlangsung harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kita terhadap keadilan dan perlindungan bagi semua individu, terutama mereka yang paling rentan. Kita harus memastikan bahwa suara korban didengar dan dihargai, serta bahwa pelaku diadili sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu

Muhammad Musa Akbar

 

Ammar Nabhan Ayala: Dari Panggung ke Lapangan, Perjalanan Tanpa Batas Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

0

Bogordaily.net – Lahir di Cirebon, kota yang dikenal dengan kuliner khasnya, pada 11 Maret 2004, Ammar Nabhan Ayala tumbuh dengan minat besar dalam dunia komunikasi. Sejak kecil, ia menunjukkan bakatnya dalam public speaking, sering kali tampil sebagai pembawa acara di berbagai kegiatan sekolah. Hal ini mendapat dukungan penuh dari ibunya serta para guru yang melihat potensinya. Berangkat dari minat tersebut, Ammar akhirnya memilih untuk mendalami bidang komunikasi dengan menempuh pendidikan di Program Studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University. Keputusannya untuk menekuni bidang ini semakin mantap karena ia ingin terus mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi dan berkontribusi di berbagai bidang yang ia geluti.

Perjalanan Pendidikan dan Karier

Sejak kecil, Ammar menempuh pendidikan di Kota Cirebon. Perjalanan akademiknya dimulai dari TK Imam Bondjol, kemudian berlanjut ke SDN Kebon Baru 7, SMPN 1 Cirebon, dan SMA Negeri 4 Cirebon. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan ke IPB University, tempat di mana ia semakin mengasah kemampuan komunikasi dan mengembangkan minatnya di berbagai bidang.

Bakat seni Ammar mulai terlihat sejak duduk di kelas 5 SD, ketika ia mengikuti lomba menyanyi. Berkat dorongan wali kelasnya, ia berhasil mewakili sekolah di tingkat kota dan melangkah ke tingkat provinsi. Sejak itu, Ammar semakin aktif dalam kompetisi seni, terutama di bidang tarik suara. Beberapa prestasi yang ia raih antara lain:

  • Juara 1 Pupuh Sunda tingkat SD se-Kota Cirebon
  • Juara 1 Pupuh Sunda tingkat SD se-Kota Cirebon
  • Juara 2 FLS2N Solo Vocal Pop Putra SMA tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Juara 3 Cover Song Universitas Jenderal Achmad Yani tingkat SMA

Selain seni, olahraga juga menjadi bagian penting dalam hidupnya. Ammar mulai menekuni voli sejak SMP dan mendapat dukungan dari Bima Volleyball Club Kota Bogor. Namun, pengalaman paling berkesan bagi Ammar adalah saat ia mewakili IPB University di ajang Class of ASEAN University Volleyball di Malaysia, di mana ia dan timnya berhasil meraih juara 1. Selain itu, ia juga berpartisipasi dalam berbagai turnamen voli lainnya.

Prestasi yang Membanggakan

Prestasi Ammar tak hanya terbatas pada dunia seni dan olahraga. Ia juga aktif dalam bidang akademik dan publikasi. Salah satu pencapaiannya adalah publikasi jurnal dengan judul “Strategi Komunikasi Bisnis One Spirit dalam Meningkatkan Brand Awareness melalui Media Digital”, yang terakreditasi SINTA 6. Selain itu, ia juga menulis untuk media seperti Aksara News dan Jurnal Post.

Tantangan dan Kesulitan

Di balik segala pencapaiannya, Ammar Nabhan Ayala juga menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Ia masih sering meragukan dirinya sendiri, mengalami kesulitan dalam manajemen waktu, serta merasa kesulitan untuk fokus pada satu hal. Overthinking, perasaan tidak enakan, dan kurangnya prioritas terhadap diri sendiri menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia juga kerap merasa tertinggal dibandingkan dengan orang lain, namun tetap berusaha untuk mengatasi hal tersebut dengan terus melangkah maju.

Karya dan Kontribusi

Selain prestasi akademik dan non-akademik, Ammar juga memiliki karya dalam dunia musik. Pada Februari 2024, ia merilis single berjudul “Khayalan”, sebuah lagu yang mengisahkan tentang kehidupan remaja SMA dengan segala lika-likunya. Lagu ini menggambarkan perasaan nostalgia, harapan, serta kebimbangan yang sering dialami oleh anak muda dalam mencari jati diri. Proses pembuatan lagu ini bukanlah sesuatu yang instan. Ammar terlibat langsung dalam setiap tahap, mulai dari penulisan lirik, pemilihan aransemen musik, hingga rekaman di studio. Ia ingin memastikan bahwa setiap nada dan kata yang ada dalam lagu ini benar-benar mencerminkan perasaannya dan bisa diterima oleh pendengar yang memiliki pengalaman serupa.

Khayalan bukan sekadar lagu biasa bagi Ammar, tetapi juga sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa dirinya mampu berkarya di dunia musik. Melalui lagu ini, ia berharap dapat menyampaikan pesan kepada para pendengar bahwa masa remaja adalah waktu yang penuh warna, di mana mimpi dan kenyataan sering kali bertemu dalam satu persimpangan.

Pesan untuk Pembaca

Sebagai seseorang yang terus berkembang, Ammar memiliki pesan penting bagi para pembaca. “Semangat untuk mencoba hal baru! Jangan stuck di satu bidang, meskipun aku sendiri juga kadang merasa terjebak dalam satu bidang,” ujarnya sambil bercanda. Ia percaya bahwa setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan semangat pantang menyerah, Ammar terus melangkah maju untuk menggapai mimpi-mimpinya.***

 

Muhamad Aditya Nursyahbani

 

THR dan Gaji ke-13 PNS 2025 Cair! Ini Jadwal dan Besaran Tunjangannya

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto telah resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 yang mengatur pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, serta para hakim.

Lalu, kapan THR PNS akan cair? Berapa besar gaji dan tunjangan yang akan diterima tahun ini? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Dalam regulasi terbaru ini, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa THR dan gaji ke-13 akan diberikan kepada seluruh aparatur negara, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Jadwal Pencairan THR dan Gaji ke-13

THR PNS 2025 akan dicairkan mulai 17 Maret 2025, tepat dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Gaji ke-13 PNS 2025 akan dibayarkan pada Juni 2025, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru sekolah.

THR dan Gaji ke-13 PNS 2025

Menurut pernyataan Presiden Prabowo, komponen yang termasuk dalam THR dan gaji ke-13 tahun ini meliputi:

  • Gaji pokok sesuai dengan golongan dan masa kerja.
  • Tunjangan melekat seperti tunjangan suami/istri dan tunjangan anak.
  • Tunjangan kinerja (Tukin) 100% bagi ASN pusat, TNI, Polri, dan hakim.
  • ASN daerah akan mendapatkan skema serupa dengan penyesuaian fiskal masing-masing daerah.

Para pensiunan juga tidak ketinggalan! Pemerintah memastikan bahwa mereka akan menerima THR sebesar uang pensiun bulanan yang biasa diterima.

Besaran Gaji PNS 2025

Gaji PNS tahun 2025 masih mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2024 yang sebelumnya menetapkan kenaikan gaji bagi setiap golongan. Berikut rincian terbaru:

1. Gaji PNS Golongan I:

Golongan IA: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
Golongan IB: Rp1.840.800 – Rp2.670.700
Golongan IC: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
Golongan ID: Rp1.999.900 – Rp2.901.400

2. Gaji PNS Golongan II:

Golongan IIA: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
Golongan IIB: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
Golongan IIC: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
Golongan IID: Rp2.591.100 – Rp4.125.600

3. Gaji PNS Golongan III:

Golongan IIIA: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
Golongan IIIB: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
Golongan IIIC: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
Golongan IIID: Rp3.154.400 – Rp5.180.700

4. Gaji PNS Golongan IV:

Golongan IVA: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
Golongan IVB: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
Golongan IVC: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
Golongan IVD: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
Golongan IVE: Rp3.880.400 – Rp6.373.200

Keputusan pemerintah memberikan THR dan gaji ke-13 memiliki beberapa manfaat penting, di antaranya:

Membantu persiapan keuangan ASN menjelang Lebaran dan tahun ajaran baru.
Meningkatkan daya beli masyarakat, yang berdampak positif pada perekonomian.
Memberikan kepastian kesejahteraan bagi ASN dan pensiunan.

Dengan adanya kebijakan ini, ASN di seluruh Indonesia dapat lebih tenang dalam menghadapi momen Lebaran dan tahun ajaran baru.***

Ramalan Cuaca Kota Bogor 21 Maret 2025: Hujan atau Cerah? Ini Prediksi BMKG!

0

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis ramalan cuaca untuk Kota Bogor Jumat, 21 Maret 2025.

Hal ini perlu Anda simak agar bisa beraktivitas dengan lancar. Seperti yang sudah sering terjadi, Kota Hujan ini berpotensi mengalami curah hujan di beberapa waktu dalam sehari.

Menurut informasi dari BMKG, kondisi cuaca di Bogor pada Jumat ini diprediksi akan hujan ringan.

Kmungkinan hujan ringan ini akan turun mulai pagi hari di beberapa wilayah.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 21°C hingga 30°C dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi.

Ramalan Cuaca 21 Maret 2025

Simak detail lengkap prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Bogor pada 21 Maret 2025 di bawah ini agar Anda bisa mengantisipasi segala kemungkinan!

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–27°C
Kelembapan: 70–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21–28°C
Kelembapan: 69–94%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–29°C
Kelembapan: 65–94%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 65–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–29°C
Kelembapan: 66–93%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–30°C
Kelembapan: 64–94%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat, 21 Maret 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, BRI Tawarkan Promo Menarik dan Sembako Murah bagi Masyarakat

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H sebagai bagian dari program apresiasi perusahaan kepada Pekerja BRI atau Insan BRILiaN serta nasabah BRI.

Kegiatan ini berlangsung pada 17–21 Maret 2025 di BRILiaN Sport Hall, Jakarta, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan oleh Koperasi Swakarya (Koperasi Pekerja BRI) bersama Ikatan Wanita BRI (IWABRI). Tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idulfitri, tetapi kegiatan juga diharapkan mempererat kebersamaan serta semangat solidaritas di lingkungan BRI melalui beragam program dan penawaran yang telah disiapkan.

Sebanyak 82 tenant berpartisipasi dalam kegiatan ini, menawarkan beragam produk unggulan dari berbagai sektor mulai dari kebutuhan rumah tangga, fesyen, hingga kuliner. Beberapa tenant ternama yang turut ambil bagian di antaranya Gallery 24 Pegadaian, Electronic City, Seibu, Indofood, Watsons, Roti Kebanggaan Gading Serpong, dan Old Chang Kee.

Sementara beberapa nasabah UMKM binaan BRI juga ikut serta seperti Mochi Mochio, Blankenheim, Rollie Bakery & Cookies yang merupakan alumni BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Keikutsertaan berbagai merek dan produk pilihan ini diharapkan mampu memenuhi berbagai kebutuhan Insan BRILiaN menjelang Hari Raya.

Terkait dengan hal tersebut, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada Insan BRILiaN dan nasabah setia BRI.

“Sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H menghadirkan total 82 tenant yang seluruhnya merupakan nasabah BRI dengan berbagai ragam produk. Sementara bagi Insan BRILiaN, kami juga menyiapkan 2.000 paket sembako murah serta program lelang barang elektronik dan logam mulia sepanjang acara berlangsung,” ujarnya.

Selain program lelang dan sembako murah, BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H juga menghadirkan promo spesial berupa cashback hingga Rp200 ribu untuk transaksi menggunakan super apps BRImo, serta program lucky dip dengan nilai hingga Rp200 ribu bagi transaksi menggunakan Kartu Debit dan Kredit BRI.

Terakhir acara BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H ini akan ditutup dengan santunan anak yatim. Program ini merupakan sinergi antara BRI, Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN), serta IWABRI.***

Daftar Pasal Kontroversial dalam Revisi UU TNI 2025 yang Disahkan DPR

0

Bogordaily.net – Daftar pasal kontroversial dalam revisi UU TNI 2025 menjadi perbincangan hangat setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan perubahan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Revisi ini membawa sejumlah perubahan signifikan yang menyangkut tugas dan kewenangan pokok TNI, termasuk tambahan operasi militer selain perang, peningkatan usia pensiun, serta keterlibatan TNI aktif dalam berbagai kementerian dan lembaga negara.

Pengesahan revisi UU TNI dilakukan dalam rapat paripurna DPR yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada Kamis (20/3/2025).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPR Puan Maharani dan dihadiri sejumlah pejabat penting dari pemerintah, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wamenkeu Thomas Djiwandono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Pasal 7: Tambahan Tugas Operasi Militer Selain Perang

Salah satu poin yang menuai kontroversi dalam revisi UU TNI 2025 adalah perubahan pada Pasal 7, yang menambah jumlah tugas operasi militer selain perang dari sebelumnya 14 menjadi 16. Tambahan tersebut mencakup peran TNI dalam menghadapi ancaman siber serta tugas untuk melindungi dan menyelamatkan warga negara Indonesia serta kepentingan nasional di luar negeri.

Adapun daftar lengkap tugas operasi militer selain perang yang diatur dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf b mencakup:

  • Mengatasi gerakan separatis bersenjata
  • Mengatasi pemberontakan bersenjata
  • Mengatasi aksi terorisme
  • Mengamankan wilayah perbatasan
  • Mengamankan objek vital nasional yang bersifat strategis
  • Melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai kebijakan politik luar negeri
  • Mengamankan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya
  • Memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai sistem pertahanan semesta
  • Membantu tugas pemerintahan di daerah
  • Membantu Polri dalam tugas keamanan dan ketertiban masyarakat sesuai dengan undang-undang
  • Mengamankan tamu negara setingkat kepala negara dan perwakilan pemerintah asing yang berada di Indonesia
  • Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan
  • Membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan
  • Membantu pemerintah dalam pengamanan pelayaran dan penerbangan dari pembajakan, perompakan, dan penyelundupan
  • Membantu dalam upaya menanggulangi ancaman pertahanan siber
  • Membantu melindungi dan menyelamatkan warga negara serta kepentingan nasional di luar negeri

Polemik muncul karena beberapa pihak menganggap tambahan tugas ini memperluas kewenangan TNI di ranah sipil dan berpotensi menimbulkan tumpang tindih dengan tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pasal 47: Kementerian/Lembaga yang Bisa Diisi TNI

Pasal lain yang masuk dalam daftar pasal kontroversial dalam revisi UU TNI 2025 adalah Pasal 47.

Revisi ini menambah jumlah posisi jabatan publik yang dapat diisi oleh TNI aktif, dari sebelumnya 10 menjadi 14.

Empat tambahan lembaga yang bisa ditempati TNI antara lain:

  • Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)
  • Badan Penanggulangan Bencana
  • Badan Penanggulangan Terorisme
  • Badan Keamanan Laut
  • Kejaksaan Republik Indonesia (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer)

Sebelumnya, posisi yang dapat diisi TNI aktif hanya terbatas pada Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, hingga Badan Narkotika Nasional.

Dengan adanya revisi ini, semakin banyak posisi di kementerian/lembaga sipil yang terbuka untuk prajurit TNI, yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bentuk militerisasi birokrasi.

Pasal 53: Usia Pensiun Prajurit TNI

Perubahan lainnya yang juga menuai reaksi adalah ketentuan usia pensiun prajurit TNI sebagaimana diatur dalam Pasal 53.

Dalam revisi ini, usia pensiun perwira tinggi bintang 4 ditingkatkan hingga maksimal 63 tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga dua kali (2 tahun) berdasarkan kebutuhan yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden.

Secara rinci, aturan usia pensiun yang baru adalah sebagai berikut:

  • Bintara dan tamtama: 55 tahun
    Perwira sampai dengan pangkat kolonel: 58 tahun
  • Perwira tinggi bintang 1: 60 tahun
  • Perwira tinggi bintang 2: 61 tahun
  • Perwira tinggi bintang 3: 62 tahun
  • Perwira tinggi bintang 4: 63 tahun (dapat diperpanjang 2 kali, masing-masing 1 tahun)

Perubahan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas regenerasi di tubuh TNI, mengingat perpanjangan usia pensiun berpotensi menghambat promosi perwira yang lebih muda.

Pro-Kontra Revisi UU TNI 2025

Meski pemerintah dan DPR menegaskan bahwa revisi UU TNI bertujuan memperkuat peran TNI dalam menghadapi tantangan keamanan nasional, berbagai pihak mengkhawatirkan implikasinya terhadap sistem demokrasi dan supremasi sipil.

Daftar pasal kontroversial dalam revisi UU TNI 2025 menjadi sorotan utama dalam berbagai diskusi akademik, forum hukum, hingga pembahasan di kalangan masyarakat sipil.

Beberapa kalangan menilai bahwa keterlibatan lebih luas TNI dalam pemerintahan dan perpanjangan usia pensiun dapat berdampak pada keseimbangan kekuasaan antara militer dan sipil.

Di sisi lain, pemerintah berargumen bahwa perubahan ini diperlukan untuk menyesuaikan dengan dinamika ancaman global dan memperkuat pertahanan negara.

Dengan pengesahan revisi UU TNI 2025 ini, tantangan ke depan adalah bagaimana implementasi aturan baru ini dapat tetap menjaga keseimbangan antara peran militer dan supremasi sipil dalam tata kelola negara.***