Home Blog Page 846

Diramal Pakai Ilmu Matematika, Timnas Indonesia Bakal Lolos Piala Dunia

0

Bogordaily.net – Timnas Indonesia bakal lolos Piala Dunia begitu isi ramalan yang dibuat menggunakan ilmu matematika.

Ya. Ini bukan dukun. Bukan pula paranormal bola. Tapi dosen. Profesor. Wakil Menteri. Perempuan. Cantik pula.

Namanya Stella Christie. Jabatan resminya: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi.

Tapi di jagat maya, namanya meledak bukan karena kebijakan kampus—melainkan karena sepak bola.

Ia tiba-tiba bicara peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia. Bukan asal bicara. Bukan modal semangat nasionalisme semata. Ia pakai: matematika.

Timnas Indonesia, yang selama ini lebih sering disebut tim harapan ketimbang pahlawan lapangan, kini punya peluang 41,7 persen untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

Angka itu keluar dari hitungan rumit. Conditional entropy. 729 skenario. Statistik tingkat tinggi. Bukan hasil menerawang pakai asap dupa atau mimpi semalam. Tapi rumus. Rumit. Logis.

Dan ini membuat banyak orang tiba-tiba percaya bahwa, mungkin, untuk pertama kalinya: Piala Dunia bukan lagi mimpi basah yang tak kunjung bangun.

Stella menjelaskan ini lewat sebuah video di Instagram. Gayanya sederhana, seperti menjelaskan soal ke mahasiswa. Tapi isinya bikin merinding para pecinta bola.

Ternyata, laga Bahrain melawan Arab Saudi lebih penting dari yang kita pikirkan. Bahkan bisa lebih menentukan ketimbang pertandingan Timnas sendiri.

“Keputusan terbaik bukan yang paling nekat, tapi yang paling masuk akal… termasuk soal bola,” kata Stella.

Mungkin ini pertama kalinya Wamendikti bicara sepak bola di ruang publik—dan justru disambut bak pelatih nasional.

Ia menambahkan, “Dalam setiap keputusan dan kebijakan, mari bertumpu pada data dan percaya pada sains. Karena keputusan yang kuat lahir dari dasar yang solid, bukan sekadar harapan.”

Tiba-tiba, semua orang membicarakan entropi. Bukan karena pelajaran Fisika. Tapi karena bola.

Lalu, bagaimana kondisi riil Timnas saat ini?

Tim Merah Putih mengoleksi 9 poin. Duduk manis di peringkat keempat Grup C. Di bawah Jepang (20 poin), Australia (13 poin), dan Arab Saudi (10 poin). Tapi jangan panik dulu.

Masih ada dua laga sisa. Melawan China dan Jepang. Jika menang dua-duanya, dan Australia serta Arab Saudi terpeleset—Indonesia bisa duduk di posisi dua. Itu artinya: lolos langsung ke Piala Dunia.

Tapi kalau tidak, jangan buru-buru frustasi. Masih ada babak keempat dan kelima. Jalan terjal memang, tapi bukan mustahil. Jalan tikus pun bisa menuju Roma—apalagi menuju Amerika, Kanada, dan Meksiko.

Sistem kualifikasi baru zona Asia membuka banyak celah. Bahkan peringkat tiga dan empat pun masih bisa lolos lewat babak playoff.

Jadi, jangan anggap peluang 41,7 persen itu kecil. Karena dalam sejarah sepak bola kita, angka itu adalah cahaya paling terang yang pernah muncul dalam lorong panjang kegelapan.

Pelatih Patrick Kluivert tampak tenang. Tapi juga tegas.

“Kami tidak ingin meremehkan China,” katanya. “Tapi saya rasa merekalah yang harus hati-hati dengan apa yang akan kami lakukan.”

Kata-kata yang tidak sekadar taktis. Tapi juga mental. Karena Piala Dunia bukan cuma soal teknik. Tapi juga soal percaya. Pada diri sendiri. Pada tim. Dan kini juga pada hitungan matematika.

Apakah Stella akan ikut nonton di Gelora Bung Karno besok? Tapi jika Timnas benar-benar lolos, mungkin ia perlu diberi kursi kehormatan di tribun VIP.

Bukan karena jabatan. Tapi karena telah membuat kita percaya—bahwa sepak bola pun bisa tunduk pada ilmu.

Dan bahwa untuk menang… kita tak hanya perlu semangat. Tapi juga logika.

Siapa sangka: Piala Dunia bisa diramal pakai matematika, dan siapa tahu: Ramalan Timnas Indonesia lolos piala dunia itu benar.***

Kebijakan Gubernur Jawa Barat KDM Terbaru, PR Sekolah Dihapus Semua Tugas Diselesaikan di Sekolah

0

Bogordaily.net – Ini adalah Kebijakan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) terbaru, PR Sekolah dihapus.

PR sekolah yang biasanya dibawa ke rumah dihapus. Semua tugas sekolah harus diselesaikan di sekolah tidak ada lagi yang dibawa ke rumah.

Kabar yang membuat anak sekolah pasti senang mungkin juga ada yang ingin kembali jadi anak sekolahan. Setidaknya, jadi anak sekolah di Jawa Barat.

Gubernurnya, Kang Dedi Mulyadi, memutuskan sesuatu yang tidak biasa.

PR — pekerjaan rumah — dihapus.

Iya, PR sekolah. Yang selama ini selalu dibawa pulang, dikerjakan malam-malam, kadang ditemani air mata dan bentakan orang tua. Sekarang, tidak ada lagi.

“Cukup dikerjakan di sekolah,” kata Kang Dedi. Lugas.

Kebijakan ini akan mulai berlaku tahun ajaran baru nanti: 2025/2026.

Anak-anak sekolah di Jawa Barat akan belajar seperti biasa di kelas. Tapi begitu bel pulang berbunyi, mereka benar-benar bebas.

Tidak perlu lagi membuka buku di rumah. Tidak perlu lagi mengerjakan soal matematika sambil mengantuk. Tidak ada lagi drama minta jawaban di grup WhatsApp.

Sebagai gantinya?

Di rumah, anak-anak diminta melakukan hal yang lebih manusiawi.

Membaca buku. Membantu orang tua. Cuci piring. Belajar masak. Belajar nyapu. Mungkin juga belajar nyanyi. Atau les gitar. Atau ikut les bahasa Inggris, matematika, atau bahkan fisika.

Aktivitas yang membuat mereka tumbuh bukan hanya sebagai murid, tapi juga sebagai manusia.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyebutnya anak “Pancawaluya”. Anak-anak yang sehat, kuat, cerdas, sopan, dan punya masa depan.

Pasti ada yang tidak setuju. Guru, mungkin. Orang tua yang khawatir nilai anaknya turun. Atau pengamat pendidikan yang bilang ini populis.

Tapi Kang Dedi tenang saja.

“Pro dan kontra itu biasa. Yang penting tujuan kita jelas,” ujarnya.

Ia memang lebih suka menjelaskan arah pikirannya: bahwa hidup anak-anak bukan hanya soal nilai dan ranking.

Jam masuk sekolah juga dimajukan: pukul 06.30 pagi. Dan anak-anak tidak boleh keluar rumah lewat pukul 9 malam — kecuali sangat perlu, dan dengan izin orang tua.

Tentu saja ini bukan cuma soal disiplin. Ini soal membangun ekosistem anak. Bahwa sekolah bukan satu-satunya tempat belajar. Bahwa rumah dan lingkungan juga punya peran.

Kebijakan Kang Dedi ini, bukan soal PR. Tapi soal keberanian. Berani mengubah yang sudah puluhan tahun dianggap “normal”.

Kebijakan PR sekolah dihapus ini pasti bikin pelajar senang meski mereka kini harus berangkat lebih pagi ke sekolah.***

Sinergi BRI dengan UMKM Lokal, Batik Parang Kaliurang Jadi Unggulan

0

Bogordaily.net – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan terus diperkuat melalui program unggulannya, Desa BRILiaN.

Program ini hadir untuk mengakselerasi kemajuan desa-desa di Indonesia menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas. Salah satu desa binaan yang berhasil menunjukkan capaian positif adalah Kalurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Masuk dalam 40 besar Desa BRILiaN tahun 2023, Kalurahan Hargobinangun tidak hanya dikenal karena keindahan panorama Gunung Merapi, tetapi juga karena produk unggulan usaha mikro masyarakatnya. Salah satu UMKM unggulan yang tumbuh di bawah dukungan program ini adalah Batik Parang Kaliurang, yang digagas oleh Menuk Sayekti, pelaku UMKM asal Kaliurang, Hargobinangun.

Menuk Sayekti memulai kiprahnya pada 2007, saat mengikuti pelatihan pembuatan jumputan bersama ibu-ibu di sekitar desanya. Seiring waktu, ia berinovasi menggabungkan teknik jumputan dengan batik tulis dan batik cap. Setelah mengikuti pelatihan membatik pasca-erupsi Merapi 2010, Menuk membentuk identitas Batik Parang Kaliurang. Produk batik khas yang mengangkat motif-motif alam sekitar lereng Merapi seperti edelweis, anggrek hutan, dan kontur gunung.

“Kami ingin membawa filosofi motif parang yang melambangkan kekuatan dan keteguhan ke dalam batik kami. Dari awal, saya ingin agar produk ini bukan sekadar kain, tapi juga punya cerita dan jiwa,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Menuk juga mengembangkan wisata membatik di Kaliurang. Wisatawan yang berkunjung kini bisa merasakan langsung pengalaman membuat batik dalam workshop singkat. Strategi ini tak hanya memperkenalkan batik kepada generasi muda, tapi juga mendorong keberlanjutan usaha.

Saat ini, Batik Parang Kaliurang dijalankan dengan semangat untuk terus menjaga kualitas dan orisinalitas. Salah satu ciri khas usahanya adalah limited edition, di mana satu desain tidak diproduksi ulang demi menjaga keunikan bagi konsumennya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan kepercayaan konsumen, Batik Parang Kaliurang kini telah bersertifikat halal. Sertifikasi ini tidak hanya menjadi jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk menembus pasar nasional dan global, khususnya di segmen konsumen muslim.
Melalui program Desa BRILiaN, BRI hadir mendampingi Menuk dan pelaku UMKM lainnya dengan pelatihan manajemen usaha hingga fasilitasi keikutsertaan dalam beberapa pameran. Ini menjadi bukti nyata peran BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar.

“Kami sangat berharap BRI terus menjadi mitra kami dalam tumbuh dan berkembang, terutama melalui pelatihan, pendampingan, dan akses untuk memperluas pasar. Kami ingin membawa batik khas Kaliurang ini dikenal lebih luas lagi,” harap Menuk.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa program Desa BRILiaN merupakan salah satu bentuk komitmen nyata BRI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

“Melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan sinergi dengan berbagai pihak, kami percaya desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. UMKM seperti Batik Parang Kaliurang adalah contoh nyata bagaimana semangat inovasi dan kolaborasi dapat menghadirkan perubahan positif di tingkat lokal,” ujarnya.***

Link Dana Kaget 4 Juni 2025: Klaim Saldo Gratis hingga Rp100.000 Tanpa Aplikasi

0

Bogordaily.net – Link Dana Kaget 4 Juni 2025 kembali hadir sebagai solusi praktis untuk menambah saldo dompet digital tanpa ribet.

Bagi kamu yang ingin isi ulang Dana tanpa harus menjalankan misi aneh atau mengunduh aplikasi tambahan, ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan.

Tanpa game, tanpa tugas, dan tanpa unduhan—saldo Dana gratis hingga Rp100.000 bisa langsung kamu klaim hanya dengan satu klik.

Program Dana Kaget

Setiap harinya, Reka Media membagikan saldo Dana gratis kepada publik melalui tautan resmi.

Untuk hari ini, Rabu, 4 Juni 2025, mereka kembali merilis link Dana Kaget 4 Juni 2025 yang bisa kamu akses secara gratis dan tanpa persyaratan yang rumit.

Program ini sangat diminati karena kemudahannya. Tidak perlu login berulang, tidak perlu upgrade akun Dana ke premium, dan pastinya tidak mengganggu performa ponselmu.

Kenapa Dana Kaget Banyak Disukai?

Berbeda dengan aplikasi penghasil uang lainnya yang meminta pengguna untuk menonton iklan, bermain game, atau menyelesaikan misi, Dana Kaget memungkinkan kamu mendapatkan saldo secara langsung.

Cukup klik tautannya, login ke akun Dana milikmu, dan jika kuota masih tersedia, saldo langsung masuk.

Banyak orang menyukai metode ini karena:

  • Tidak perlu registrasi ulang
  • Tidak meminta data pribadi
  • Tidak mengganggu ruang penyimpanan HP
  • Proses klaim cepat dan instan

Cara Kerja Dana Kaget

Dana Kaget adalah fitur dari aplikasi dompet digital Dana yang memungkinkan seseorang membagikan saldo kepada banyak orang dalam satu waktu melalui tautan unik.

Nilai saldo yang bisa diklaim bervariasi, mulai dari Rp3.000 hingga Rp100.000, tergantung kecepatan klaim.

Fitur ini resmi dan aman digunakan karena tidak memerlukan akses data pribadi atau proses login tambahan di luar aplikasi Dana.

Link Dana Kaget 4 Juni 2025: Klaim Sekarang Sebelum Kuota Habis

Jika kamu tidak ingin ketinggalan kesempatan hari ini, berikut ini adalah link Dana Kaget yang bisa kamu klaim sekarang:

👉 Klik di sini untuk klaim Dana Kaget hari ini – 4 Juni 2025

Pastikan kamu segera mengakses link tersebut karena jumlah kuota terbatas. Jika link tidak bisa diakses atau sudah tidak aktif, artinya seluruh kuota telah habis diklaim oleh pengguna lain.***

Hasil IUP UGM 2025 Gelombang 2 Diumumkan Hari Ini, Simak Cara Cek dan Tahapan Seleksinya

0

Bogordaily.net – Hasil IUP UGM 2025 Gelombang 2 resmi diumumkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada hari ini, Rabu, 4 Juni 2025.

Ribuan peserta yang telah mengikuti proses seleksi kini tengah menantikan hasil resmi yang dapat diakses secara daring melalui laman https://um.ugm.ac.id.

Simak penjelasan lengkap seputar program IUP UGM, tahapan seleksi, kuota yang tersedia, hingga langkah-langkah untuk mengecek hasil seleksi.

Apa Itu International Undergraduate Program (IUP) UGM?

International Undergraduate Program atau IUP adalah jalur penerimaan mahasiswa sarjana yang dirancang dengan pendekatan global. Seluruh proses perkuliahan dalam program ini menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Mahasiswa IUP UGM mendapatkan kesempatan mengikuti pertukaran pelajar, program gelar ganda (double/joint degree), magang internasional, serta proyek riset bersama universitas mitra luar negeri. Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global di dunia kerja internasional.

Kuota dan Program Studi IUP UGM 2025
Untuk tahun akademik 2025, UGM membuka 1.154 kursi yang tersebar dalam 31 program studi dari berbagai fakultas, di antaranya:

  • Fakultas Ekonomika dan Bisnis: Manajemen, Akuntansi, Ekonomi
  • Fakultas Teknik: Teknik Kimia, Teknik Biomedis, Teknik Industri, Teknik Sipil & Lingkungan, dan lainnya
  • Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan: Pendidikan Dokter
  • Fakultas Hukum: Ilmu Hukum
  • Fakultas ISIPOL: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Manajemen dan Kebijakan Publik
  • Fakultas lainnya: Psikologi, Biologi, Farmasi, Geografi, FMIPA, Peternakan

Tahapan Seleksi IUP UGM 2025

Berbeda dari jalur reguler, seleksi hasil IUP UGM 2025 melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu:

  • Tes Bahasa Inggris: Menilai kemampuan peserta dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris akademik.
  • GMST (Gadjah Mada Scholastic Test): Mengukur potensi akademik seperti logika, penalaran, dan kemampuan berpikir kritis.
  • Wawancara: Untuk menilai kesiapan pribadi dan motivasi peserta.
  • Tes Tambahan (opsional): Beberapa program studi mewajibkan tes tambahan sesuai bidang studi.

Jadwal Pengumuman Hasil IUP UGM 2025 Gelombang 2

Pengumuman hasil IUP UGM 2025 Gelombang 2 dijadwalkan pada Rabu, 4 Juni 2025.

Meskipun tidak disebutkan secara pasti jam rilisnya, peserta disarankan untuk memantau laman resmi UGM secara berkala agar tidak ketinggalan informasi penting.

Cara Cek Hasil IUP Gelombang 2 UGM Tahun 2025

Berikut langkah-langkah untuk mengecek pengumuman hasil seleksi:

  • Buka laman resmi UGM di https://um.ugm.ac.id
  • Cari menu “Pengumuman IUP Gelombang 2 Tahun 2025”
  • Masukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir
  • Klik tombol untuk menampilkan hasil
  • Lihat status kelulusan Anda

Jika dinyatakan lulus, peserta harus segera melakukan registrasi ulang dan membayar UKT mulai 5 hingga 18 Juni 2025. Melewati tenggat ini dapat menyebabkan pembatalan kelulusan.

Penutup

Itulah informasi lengkap mengenai hasil IUP UGM 2025 Gelombang 2, mulai dari pengumuman, cara cek, hingga tahapan seleksinya.

Semoga Anda termasuk dalam daftar peserta yang lolos dan siap melangkah menuju dunia akademik internasional bersama UGM.***

Zabrina Elvaret Siapa? Kasus TikTok Berdarah yang Seret Nama Penyanyi Dangdut

0

Bogordaily.net – Zabrina Elvaret siapa? Nama itu kini seperti api yang menjilat cepat di tengah semak belukar TikTok.

Belum sepekan lalu, ia hanyalah nama biasa—mungkin hanya dikenal di antara komunitas penyanyi panggung kecil.

Tapi sekarang, Zabrina Elvaret mendadak jadi nama yang menyesakkan pencarian Google, TikTok, bahkan beranda WA grup keluarga.

Ya. Ia bukan artis. Bukan juga politisi. Tapi Zabrina Elvaret, sosok yang kini dibicarakan warganet, mendadak melejit karena satu hal: dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan yang menyeret seorang pria hingga tewas.

Siapa sebenarnya Zabrina Elvaret?

Pertanyaan itu menyeruak seperti jeritan di lorong sunyi. TikTok menggema. Instagram gaduh. Facebook riuh.

Semua bertanya, “Siapa dia sebenarnya?” Pertanyaan yang tampak sepele, tapi dalam. Karena di balik nama itu, ada cerita yang melibatkan emosi, cemburu, dan—mungkin—darah.

Kronologi versi warganet dimulai dari satu video. Seorang pria tewas di Banyuwangi. Korbannya dikenal dengan inisial W.

Ia tewas, berdarah-darah, di depan warung di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Luka di dada. Paru-paru tembus. TikTok ramai. Live sedang berlangsung saat insiden terjadi.

Si gadis menyanyi, si pria—KDS, yang disebut-sebut sebagai kekasihnya—menikam karena cemburu. Atau karena sakit hati. Entahlah.

Akun TikTok @resmobanyuwangi menyajikan potongan video. Bukan video kejadian langsung, tentu. Tapi potongan dari kronologi: “Seorang gadis live, lalu laki-laki dibunuh kekasih si gadis,” ujar suara dalam video.

Zabrina Elvaret siapa? Nama itu pun muncul.

Ia diduga menjadi kekasih dari KDS. Sosok yang—jika benar—berada di balik layar peristiwa itu.

Entah sebagai pemicu, saksi, atau hanya korban dari ramainya dunia maya. Dunia yang bisa lebih kejam dari pengadilan sungguhan.

Motifnya: komentar soal fisik. Ringan? Tidak di dunia yang menguliti harga diri. W disebut-sebut melempar komentar soal penampilan sang biduan saat sedang live.

KDS tersulut. Panas. Meledak. Dan nasib W berakhir di tanah, dalam genangan merah yang bahkan TikTok tak bisa sensor.

Netizen menggeruduk akun sang biduan. “Ramein akun ceweknya,” tulis @Fatah Amrullah. “Baru nonton rekamannya Zabrina Elvaret,” timpal @tokoarul.

Tapi akun itu hilang. Entah dihapus, atau disembunyikan. Hilangnya akun, justru membuat penasaran makin menggila.

Zabrina Elvaret siapa? Kini menjadi teka-teki yang lebih dalam dari sekadar viral.

Kini polisi sudah memeriksa delapan saksi. Termasuk teman korban. Termasuk Zabrina.

Termasuk siapa saja yang berada di lingkaran api malam itu. Ada kerambit diamankan. Ada ponsel disita. Barang bukti dikumpulkan.

Tapi di atas semua itu, opini publik sudah berjalan lebih cepat dari proses hukum.

Zabrina Elvaret, siapa pun dia, kini bukan hanya nama. Ia sudah jadi simbol: tentang betapa cepatnya dunia maya menciptakan pahlawan dan penjahat dalam satu ketikan.

Dan kita, penontonnya, hanya bisa menunggu—sambil terus bertanya:
Zabrina Elvaret siapa?.***

Hap! Pelaku Perusakan dan Penyerangan Pos Satpam Masjid Agung Bogor Ditangkap

0

Bogordaily.net – Pelaku penyerangan dan perusakan Pos Satpam Masjid Agung Kota Bogor ditangkap polisi.

Pelarian CY, 26 tahun, tak berlangsung lama. Hanya empat hari setelah aksi brutalnya terekam kamera dan mengundang kecaman publik, pria yang diduga merusak pos satpam Masjid Agung Kota Bogor itu akhirnya diringkus tim gabungan dari Resmob Polresta Bogor Kota dan Unit Reskrim Polsek Bogor Tengah.

Selasa malam, 3 Juni 2025, sekitar pukul 23.00 WIB, CY dicokok di Jalan RE Martadinata, Bogor Tengah.

Saat ditangkap, polisi turut mengamankan sepeda motor milik pelaku yang tidak dilengkapi pelat nomor. Belum ada penjelasan rinci soal apakah kendaraan itu terkait aksi penyerangan atau tidak.

“Alhamdulillah, tim gabungan berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku pengerusakan dan penganiayaan di sekitar Masjid Agung,” kata Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Eko Prasetyo Robbyanto, dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu, 4 Juni 2025.

Sampai hari ini, CY masih diperiksa intensif oleh penyidik. Polisi belum menyampaikan motif pasti di balik aksi perusakan yang terjadi pada Sabtu dini hari, 31 Mei lalu, pukul 04.45 WIB.

Namun, sumber di kepolisian menyebut CY dalam pengaruh alkohol saat melakukan penyerangan.

Sebelumnya, pagi buta di jantung Kota Bogor mendadak gaduh. Seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk, terlibat keributan dengan penjaga alun-alun, atau park ranger, tak jauh dari kompleks Masjid Agung.

Tak lama berselang, pos satpam masjid yang menjadi simbol kawasan itu jadi sasaran amukan.

Rekaman video dan kesaksian sejumlah warga memperkuat dugaan bahwa pelaku adalah orang yang sama. Polisi pun bertindak cepat.

“Kita sudah identifikasi pelakunya, tinggal tunggu waktu saja,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, Ajun Komisaris Polisi Aji Riznaldi Nugroho, sehari sebelum penangkapan pelaku penyerangan dan perusakan pos satpam Masjid Agung Kota Bogor.

Penangkapan CY membuka jalan bagi polisi untuk menggali motif dan latar belakang aksi nekat tersebut. Namun, publik masih menunggu jawaban pasti: mengapa pos keamanan masjid yang jadi sasaran? Apakah ini sekadar ulah individu mabuk, atau ada sesuatu yang lebih dalam di balik kaca yang pecah dan dinding yang runtuh?.***

Istilah Mubahalah Viral Usai Gus Auzy Meninggal Dunia, Apa Artinya?

0

Bogordaily.net – Kepergian Gus Auzy Muhaimin, pengasuh pondok pesantren Lemah Pinggir, Bojonegoro, Jawa Timur, masih menjadi sorotan netizen. Apalagi ada istilah Mubahalah yang viral setelah Gus Auzy Meninggal dunia.

Kabar duka tersebut semakin menghidupkan pembicaraan mengenai makna dan latar belakang praktik mubahalah, terutama di kalangan masyarakat yang ingin memahami ritual keagamaan ini.

Berikut ini arti mubahalah serta dampak emosional dan sosial yang muncul sebagai respons atas berita tersebut.

Secara sederhana, mubahalah merupakan sebuah ritual dalam tradisi Islam yang dilakukan ketika dua pihak yang bersengketa mengadakan doa bersama dengan mengundang pertolongan serta keadilan Tuhan.

Dalam praktiknya, masing-masing pihak menyatakan komitmen mereka dengan menyerahkan nasib di tangan Allah.

Pemahaman mengenai mubahalah tidak hanya sebatas sebuah pernyataan keikhlasan.

Istilah tersebut juga merupakan bentuk penyerahan diri dalam menghadapi kebenaran yang hakiki.

Dalam arti lainnya,

Mubahalah adalah salah satu jenis sumpah yang dijelaskan secara khusus di dalam Al Quran.

Dapat dikatakan bahwa sumpah mubahalah adalah level sumpah tertinggi dalam Islam.

Secara bahasa mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah, yang artinya melepaskan sesuatu dari ikatannya.

Secara istilah, mubahalah bisa didefinisikan sebagai sumpah antara dua pihak untuk saling memohon dan berdoa kepada Allah supaya Allah melaknat kepada pihak yang batil (salah) atau berdusta sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

Mubahalah biasanya dilakukan ketika orang-orang berdebat tentang masalah penting terkait agama.

Mereka akan berkumpul di sebuah tempat dan memohon kepada Allah untuk menghukum orang-orang yang berbohong dan menentang kebenaran.

Sumpah mubahalah pertama kali dilaksanakan kala Rasulullah SAW diragukan kerasulannya oleh sebagian kaum Nasrani dari wilayah Najran, jazirah Arab.

Kabar meninggalnya Gus Auzy Muhaimin meramaikan publik, terutama setelah diketahui bahwa ia melakukan mubahalah sebulan sebelum kewafatannya.

Informasi ini memicu reaksi beragam di kalangan netizen yang pun mulai menggali makna di balik kata mubahalah.

Beberapa akun di media sosial, seperti akun TikTok @Purwanto M Ali, mengungkapkan kronologi tersebut secara singkat dan menyatakan keharuan atas peristiwa ini.

Ucapan simpati dan harapan agar Gus Auzy mendapatkan husnul khotimah pun mengalir dari berbagai komentar, menunjukkan betapa dalamnya pengaruh figur keagamaan di mata masyarakat. ***

Wujud Nyata Keberpihakan Pada UMKM, BRI Salurkan KUR Rp54,9 Triliun Hingga April 2025

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Asta Cita melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2025 kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Tercatat, sepanjang Januari hingga April 2025 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp54,9 triliun atau 31,38% dari total alokasi tahunan sebesar Rp175 triliun yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2025. Pada periode ini, sebanyak 1,25 juta debitur alias pengusaha UMKM telah menerima manfaat dari penyaluran KUR.

Dari sisi distribusi penyaluran KUR, lebih dari separuh atau sekitar 62,83% dialokasikan ke sektor produksi. Sementara itu, sektor pertanian menjadi sektor ekonomi dengan penyaluran terbesar yang mencapai Rp23,77 triliun atau 43,28% dari total KUR.

Besarnya penyaluran ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam memperkuat sektor-sektor strategis yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk sektor yang mendukung program ketahanan pangan.

BRI juga konsisten menerapkan manajemen risiko yang prudent dalam penyaluran KUR. Per April 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 2,49%, mencerminkan portofolio yang sehat dan pengelolaan risiko yang optimal.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa penyaluran KUR merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Komitmen dalam menyalurkan KUR kami harapkan dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan kerja, serta di sisi lain juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain melalui pembiayaan, BRI juga terus memperkuat komitmennya melalui berbagai program pemberdayaan UMKM. Program-program tersebut mencakup Desa BRILiaN, Klasterku Hidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL), hingga LinkUMKM, sebuah platform pemberdayaan berbasis digital yang bertujuan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha UMKM. ***

Belajar dari Vietnam dan Malaysia, Standar Miskin BPS Perlu Diubah

0

Bogordaily.net – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, hanya sekitar 9% persen masyarakat Indonesia tergolong miskin. Namun, laporan Bank Dunia menunjukkan hal yang berbeda, lebih dari 60% penduduk Indonesia masih hidup dengan pengeluaran di bawah garis kemiskinan internasional sebesar US$6,85 PPP/hari (setara Rp35.000-41.000).

Ini bukan sekadar perbedaan angka semata. Publik mempertanyakan kenapa dua lembaga tersebut bisa berbeda angka. Ternyata perbedaan berasal dari dasar asumsi dan metode yang berbeda di antara kedua lembaga tersebut.

Bank Dunia menetapkan Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (Upper Midle Income Country/UMIC). Adapun garis kemiskinan versi Bank Dunia untuk Indonesia adalah sebesar $6,85/orang/hari. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah $6,85 ke dalam rupiah yang seharusnya menggunakan kurs paritas daya beli Purchasing Power Parity (PPP) 2017 bukan kurs valuta asing.

Sedangkan BPS menentukan garis kemiskinan berdasarkan dua komponen utama yakni kebutuhan makanan dan kebutuhan nonmakanan.

Perbedaan angka ini bukan semata-mata soal teknis, tetapi mencerminkan cara kita memahami atau “menyederhanakan” realitas sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Jika jutaan orang tidak tergolong miskin menurut negara, tetapi tetap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, sewa tempat tinggal, atau biaya kesehatan, maka kita perlu pertanyakan kembali, “Siapa yang kita anggap miskin? Dan siapa yang terlewat dari perhatian kebijakan?”

Penetapan garis kemiskinan dari pemerintah kurang relevan
Menurut saya, penggunaan standar hidup sebesar Rp 20 ribu /orang/hari justru berisiko meremehkan kondisi riil masyarakat rentan. Meskipun terlihat sangat berbeda, angka kemiskinan versi BPS dan Bank Dunia sebenarnya berasal dari sumber data yang sama, yaitu Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Pendekatan yang dilakukan BPS berisiko mengecilkan beban hidup masyarakat di era kini. Sebab acuan alokasi 25% untuk komponen nonmakanan bisa jadi terlalu rendah untuk mencerminkan kondisi hidup layak.

Internet misalnya, buat banyak orang sudah seperti kebutuhan pokok. Belum lagi kebutuhan pendidikan yang kenaikan pertahunnya mencapai 10-15%.

Jika acuan garis kemiskinan terlalu rendah, maka program bantuan sosial berisiko tidak menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Padahal sudah jelas, tren demografi nasional saat ini sedang negatif lantaran masyarakat kelas menengah yang sudah naik kelas justru lebih mudah kembali miskin (rentan miskin).

Padahal dalam situasi seperti kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, atau terkena dampak inflasi, kelompok ini sangat rentan untuk langsung jatuh ke dalam kemiskinan absolut. Apalagi untuk mereka yang sudah terjerat dengan pinjaman online. Tanpa perlindungan sosial yang memadai, mereka akan terus hidup dalam ketidakpastian, namun tetap tidak terlihat oleh kebijakan resmi negara

Penetapan kategorisasi individu/keluarga miskin BPS yang sebatas pengeluaran hariannya senilai Rp20 ribu/orang/hari justru mendiskreditkan fenomena kemiskinan nasional yang sebenarnya. Angka segitu hanya sekadar cukup untuk menyambung hidup semata, tidak untuk berkembang dalam hidupnya. Dalam topik ini Indonesia bahkan sudah tertinggal dari Vietnam dan Malaysia.

Vietnam Berani Tingkatkan Standar Angka Kemiskinan Secara Signifikan

Contoh menarik datang dari Vietnam. Secara resmi masih dikategorikan sebagai negara berpendapatan menengah bawah (Lower Middle Income Country/LMIC). Namun pemerintah Vietnam justru berani menetapkan garis kemiskinan nasional yang lebih tinggi daripada ambang batas internasional yang digunakan Bank Dunia untuk negara sekelasnya.

Untuk periode 2021–2025, Vietnam menetapkan garis kemiskinan sebesar VND2 juta/kapita/bulan untuk wilayah perkotaan (sekitar setara Rp 1,3 juta/bulan), jauh di atas standar $3,65 PPP yang lazim digunakan Bank Dunia untuk LMIC.

Agar data kemiskinan BPS Vietnam lebih akurat, pemerintah berani menaikkan batas angka kemiskinan secara signifikan
Pemukiman kumuh juga ada di Ho Chi Minh Vietnam. all themes/shutterstock
Bahkan, pemerintah Vietnam telah mengintegrasikan pendekatan kemiskinan multidimensional, yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, sanitasi, hingga akses informasi. Langkah progresif ini menunjukkan bahwa menaikkan garis kemiskinan bukanlah tanda kelemahan ekonomi, melainkan komitmen terhadap keadilan sosial dan kesejahteraan minimum. Menariknya, meskipun menetapkan standar kemiskinan yang tinggi, Vietnam tidak malu mengakui bahwa banyak warganya masih tergolong miskin.

Dengan pendekatan yang lebih realistis, pemerintah Vietnam mencatat bahwa sekitar 18% penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan setara $6,85 PPP/hari. Angka ini memang lebih tinggi dibandingkan negara tetangga, tetapi Vietnam memilih untuk jujur terhadap kondisi sosial-ekonominya.

Malaysia: Dari Klaim Rendah ke Realitas yang Lebih Akurat

Hal serupa terjadi di Malaysia. Pada tahun 2019, pemerintah Malaysia mengklaim tingkat kemiskinan hanya 0,4%. Sontak Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyoroti bahwa garis kemiskinan nasional Malaysia, yang saat itu ditetapkan sebesar RM980/rumah tangga/bulan (senial Rp3,8 juta), terlalu rendah dan tidak mencerminkan realitas biaya hidup.

Menanggapi kritik itu dan bersamaan dengan pandemi Covid-19, Malaysia melakukan reformasi menyeluruh pada tahun 2020 dengan menaikkan garis kemiskinan menjadi RM2.208/rumah tangga/bulan atau senilai Rp8,5 juta. Hal ini menyebabkan lonjakan angka kemiskinan menjadi 8,4%, namun langkah ini justru membuka jalan bagi kebijakan sosial yang lebih akurat. Dengan data yang akurat, program bansos pemerintah Malaysia seperti Bantuan Prihatin Nasional tepat sasaran.

Data kemiskinan BPS Malaysia juga diubah agar bisa menangkap fenomena lebih akurat dan relevan
Potret kawasan kumuh di Semenyih Malaysia. lens hitam/shutterstock
Hasilnya, pada 2024, tingkat kemiskinan resmi turun menjadi hanya 1,3%—bukan karena garisnya diturunkan, tetapi karena intervensinya menjadi lebih tepat sasaran. Pengalaman Malaysia menunjukkan bahwa keberanian menaikkan standar bukanlah bentuk kegagalan, tetapi dasar untuk merancang kebijakan yang lebih adil dan berdampak nyata.

Pelajaran dari dua negara tier Indonesia di kawasan Asia Tenggara tersebut yang melakukan penyesuaikan garis kemiskinan memang tidak populis dan memiliki risiko politik bagi pemerintahannya. Tapi situasi akan cepat berbalik jika pemerintah berkomitmen penuh untuk mengentaskan kemiskinan melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sebagai sesama negara berkembang, angka pertumbuhan ekonomi Vietnam dan Malaysia bisa dijadikan acuan. Indonesia sejak sedekade terakhir selalu berkutat di kisaran 5%, sedangkan Malaysia dan Vietnam masing-masing pernah tumbuh lebih dari 8% beberapa tahun terakhir.

Reformasi garis kemiskinan adalah langkah awal untuk memastikan kebijakan publik memberi jaminan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat secara riil tidak hanya angka statistik semata. Tanpa akurasi data demografi, program pengentasan kemiskinan berkelanjutan, dan inovasi kebijakan lanjutan bukan tidak mungkin Indonesia benar-benar masuk dalam jeratan middle income trap atau tidak akan pernah lepas landas menjadi negara maju.***

Penulis: Dipo Satria Ramli, Doctoral Student in Economics, Universitas Indonesia