Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8477

Wika Salim Menangis Saat Rilis Lagu Pop Pertama

0

BOGORDAILY – Pedangdut Wika Salim merilis single terbarunya berjudul ‘Penyesalanku’. Dalam single yang diaransemen Didit ‘Tiganama’ itu, Wika Salim tak bernyanyi lagu dangdut melainkan genre pop untuk pertama kalinya.

“Ini sebenarnya single pop pertama karena kan memang aku ya basic nya dangdut, awalnya dangdut dan memang ini pertama kalinya nekat untuk coba di pop,” ujar Wika di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

Sebenarnya, musik pop bukanlah hal baru bagi co-host Ini Baru Empat Mata tersebut. Namun, ia tetap mengalami kesulitan.

“Sebenarnya musik pop bukan hal yang baru gitu karena setiap nyanyi org selalu minta lagu pop dong, jadi bukan suatu hal yang asing di telinga aku juga. Dan ada keinginan ‘pengen ih punya lagu pop gitu’,” kata Wika.

“Aku dari kecil makanannya panggung panggung dangdut yang di kampung gitu. Jadi pas belajar lagu pop dan kemarin rekaman itu yang agak susah adalah menghilangkan cengkok-cengkok dangdut,” lanjutnya.

Ternyata, Wika kerap menangis dalam proyek pembuatan lagu ini. Penyebabnya yaitu karena ia terlalu dalam menghayati dan terkenang pengalaman hidup yang buruk dikhianati pasangan.

“Pas take yang ketiganya karena aku sudah mendalami lagunya, mempelajari liriknya, pas take yang terakhir nangis. Liriknya setelah aku pelajari memang dalam. Kita kan semua pasti mengalami lika liku kehidupan percintaan, karier, tapi ini kan liriknya lebih kaya minta maaf karena sudah melakukan kesalahan dan tergoda sama yang lain, aku jadi korbannya ya begitulah,” ucap Wika.

“Jadi pas dengar kata maaf di lagu ini, aku sih harapnya orang yang sudah khianati aku minta maaf,” pungkasnya.

Bandara Baru di Yogyakarta Didukung dengan Sistem Deteksi Gempa dan Tsunami

BOGORDAILY – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut Bandara Udara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Yogyakarta merupakan bandara pertama yang didukung sistem terpadu mengantisipasi potensi gempa dan tsunami serta cuaca ekstrem.

“Jadi hari ini kita meninjau titik mana pada lantai yang mana, dinding yang mana alat itu harus dipasang. Sehingga nanti semua bisa melihat jika ada gempa langsung bisa terbaca pada layar, berpotensi tsunami atau tidak. Sehingga nanti bisa dilakukan langkah-langkah respons lanjut,” kata Dwikorita melalui keterangan tertulisnya, Kamis (13/2/2020).

BMKG sendiri memiliki fasilitas alat pemantau kondisi cuaca di YIA. Sementara sistem pengamatan gempa bumi dan peringatan dini tsunami bandara saat ini sedang memasuki tahap akhir pemasangan.

Sebelumnya BMKG meninjau bandara baru tersebut pada Senin (10/2/2020) lalu. Dwikorita menegaskan peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan alat yang dipasang berada di lokasi yang tepat. Adapun alat yang sudah terpasang di tempat sementara nantinya dipindahkan ke bangunan baru yang dipadukan dengan kebutuhan stasiun meteorologi penerbangan di Bandara YIA.

“Jadi selain alat pemantau kondisi cuaca seperti AWOS, radar, deteksi windshear dan deteksi abu vulkanik akan dipasang juga peralatan monitoring gempa bumi seperti Accelerograph, Intensitymeter dan Sistem Peringatan Dini Gempabumi (EEWS),” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG beserta rombongan juga meninjau kondisi gedung terminal dan gedung pusat krisis yang dapat difungsikan sebagai shelter evakuasi jika terjadi tsunami.

“Saya rasa ini merupakan salah satu shelter dengan desain yang terbaik. Namun tentu saja harus dilengkapi dengan rencana kontigensi penanggulangan bencana serta melakukan gladi evakuasi atau simulasi sebagai respons terhadap peringatan tsunami, agar pengelola dan pengunjung bandara ini lebih siap untuk mengurangi/mencegah risiko bencana yang ada,” papar dia.

Tahan Gempa Besar dan Tsunami

Di samping itu, mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyebut, Bandara YIA dirancang secara seksama sehingga tahan terhadap gempa dengan magnitudo 8,8. Area tersebut juga kuat apabila diterpa tsunami yang diakibatkan oleh gempa di dasar laut.

Menurut dia, YAI merupakan contoh bandara yang paling siap dalam mengantisipasi potensi gempa dan tsunami karena dilengkapi sistem pemantauan gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

“Sistem deteksi gempa dan tsunami itu diperkuat dengan sensor accelerometer 1 buah, sensor intensitymeter 2 buah, Earthquake Early Warning System 1 buah. Selain itu, juga sedang disiapkan radar untuk memonitor gelombang tinggi dan tsunami,” terangnya.

Adapun, lanjutnya sensor gempa bumi di YIA terhubung dengan jaringan BMKG Pusat di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan diperkuat dengan back up sistem di BMKG Denpasar-Bali. Dengan begitu, deteksi gempa dan tsunami dapat dipantau dari jarak jauh serta rekam data aman karena terdapat back up system.

Dia juga menyebut, sistem deteksi gempa dan tsunami di YIA dirancang agar dapat memberi peringatan cepat jika terjadi gempa bumi. Apabila sewaktu-waktu terjadi gempa maka dalam waktu 3 sampai dengan 5 menit dapat segera diketahui posisi pusat gempa, besar magnitudo gempa dan potensi tsunaminya.

“Info gempa dan potensi tsunami secara otomatis dapat terpantau di terminal bandara, kantor BMKG Bandara YIA dan di Crisis Center Bandara YIA, sehingga dapat dilakukan respons segera dengan tepat,” tandasnya.

Menyesal, Lucinta Luna Memberi Pesan: Jauhi Narkoba!

0

BOGORDAILY – Lucinta Luna akhirnya bicara soal penangkapannya terkait kasus narkoba. Ia menyesal sudah memakai obat-obatan terlarang tersebut.

Lucinta mengaku depresi karena tekanan yang didapat. Sampai akhirnya ia melakukan kesalahan fatal.

“Dengan tekanan saya, batin saya seperti ini, saya melakukan kesalahan yang sangat fatal yang merugikan diri sendiri,” ujarnya ditemui di Polres Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020).

Lucinta Luna kemudian meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan. Ia juga memberikan pesan untuk para rekan artis.

“Saya mau permohonan maaf dimaafin sama kalian teman-teman, keluarga saya, teman-teman artis kalau bisa jangan ikutin saya. Jauhin narkoba,” tuturnya.

Lucinta Luna ditangkap di Apartemen Thamrin City. Ia kini sudah ditetapkan sebagai tersangka karena positif menggunakan narkoba jenis benzo.

Kekasih perempuannya, Abash, juga diamankan bersama Lucinta. Namun, ia negatif soal narkoba.

Demi Tiket ke Eropa Milan Akan Mati-matian Kandaskan Juventus

0

BOGORDAILY – Paolo Maldini menegaskan AC Milan harus memberikan segalanya saat Juventus di semifinal Coppa Italia. Hal ini demi tiket menuju ke kompetisi Eropa musim depan.

Milan akan menghadapi Juventus pada leg pertama Coppa Italia di Stadion San Siro, Jumat (14/2/2020) dini hari WIB. Kedua tim datang ke laga ini dengan kondisi yang sama-sama terluka.

Rossoneri baru saja kalah 2-4 dari Inter Milan di laga bertajuk Derby della Madonnina. Milan kalah meski sempat unggul dua gol terlebih dulu.

Kondisi serupa dialami Juventus yang secara mengejutkan kalah di kandang Hellas Verona 1-2. Kekelahan tersebut membuat mereka harus kehilangan posisi puncak klasemen karena tersalip oleh Inter.

Hal tersebut membuat Milan dan Juventus akan saling sikut demi menjadikan laga di San Siro nanti sebagai memontum kebangkitan mereka. Maldini paham betul soal itu.

Namun Direktur Olahraga Milan ini menegaskan Milan harus sepenuhnya fokus di laga ini dan melupakan hasil sebelumnya. Menurutnya juara di Coppa Italia sangat penting bagi Il Diavolo karena juga akan memberi mereka tiket ke Liga Europa musim depan.

Milan tampak cukup sulit mendapatkan hal tersebut lewat Serie A. Pasalnya, mereka kini terperosok ke peringkat 10 dengan raihan 32 angka.

“Pertama dan yang terpenting, ini adalah laga semi final, jadi semua orang akan memberikan segalanya di sini. Kami mengincar satu dari dua tujuan kami musim ini yang memberikan kami tiket langsung ke Liga Europa,” tutur Maldini dikutip dari Football Italia.

“Kami bermain melawan tim hebat yang telah mendominasi sepakbola Italia selama tujuh atau delapan tahun terakhir. Ini akan membuat stadion penuh kembali, dan para fans selalu berdiri di sisi kami,” jelasnya.

Sindir BPIP, Rizal Ramli: Musuh Utama Pancasila Itu Tidak Bisa Diatasi Dengan Pencitraan

0

BOGORDAILY – Tokoh nasional DR. Rizal Ramli turut mengkritik pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Yudian Wahyudi bahwa agama merupakan musuh utama Pancasila, terus menuai kritik dari masyarakat.

Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengurai bahwa musuh utama Pancasila bukan agama. Sebaliknya, keduanya justru bersatu padu dalam melawan musuh bersama.

Musuh bersama yang dimaksud Rizal Ramli adalah 3K, yang merupakan kepanjangan dari ketidakadilan, kemiskinan, dan korupsi.

“Musuh utama Pancasila dan agama-agama adalah 3K: ketidakadilan, kemiskinan, dan korupsi,” terangnya, Kamis (13/2).

Menurutnya, hal terpenting dari musuh Pancasila dan agama itu adalah mereka tidak bisa diatasi sebatas dengan pencitraan, propaganda, dan kursus-kursus.

Melainkan, sambung pria yang akrab disapa RR itu, harus diselesaikan dengan langkah nyata pemerintah berpihak pada rakyat. “Harus dengan keberpihakan kebijakan dan ‘rule of law’,” tutup RR.

Yudian meluruskan maksud dari pernyataannya. Dia menegaskan bahwa konteks dari ucapan itu adalah Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh sekelompok orang yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrim.(*)

Sambil Menangis, Lucinta Luna Meminta Maaf Pakai Narkoba

0

BOGORDAILY – Lucinta Luna akhirnya angkat bicara usai ditangkap karena psikotropika. Ia pun meminta maaf atas perbuatannya sembari menangis.

“Halo Assalamualaikum buat teman-teman. Saya pribadi atas nama Ayluna Putri atau Lucinta Luna saya mau bilang mau minta maaf sama semua masyarakat Indonesia,” kata Lucinta Luna di Polres Jakarta Barat, Slipi Jakarta Barat, Kamis (13/2/2020).

Dia mengaku tersandung narkoba gara-gara ada tekanan batin. Lucinta Luna pun menyisipkan pesan agar masyarakat menjauhi narkoba.

“Dengan tekanan saya batin saya seperti ini, saya melakukan kesalahan yang sangat fatal yang merugikan diri sendiri. Saya mau permohonan maaf dimaafin sama kalian temen-temen, keluarga saya, teman teman artis kalau bisa jangan ikutin saya. Jauhin narkoba,” bebernya.

Di akhir, Lucinta mengucapkan terima kasih karena sudah ditangkap. Dia janji memperbaiki diri.

“Terima kasih pak kepolisian Polres Jakarta Barat sudah menangkap saya, semoga saya bisa menembus dosa dan menyesali apa yang saya lakukan,” pungkasnya.

Menakar Dampak Positif & Negatif Kebijakan Jokowi Tolak Pulangkan WNI Eks ISIS ke RI

BOGORDAILY – Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan tidak memulangkan 689 WNI eks Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari Timur Tengah. Keputusan ini sudah mempertimbangkan beberapa alasan, termasuk dampak positif dan negatifnya.

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (Foreign Terrorist Fighters) ke Indonesia,” kata Menko Polhukam Mahfud Md usai rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Selasa (11/2).

Mahfud menjelaskan, ada 689 WNI eks ISIS yang berada di Suriah, Turki, dan beberapa negara lainnya yang terlibat FTF. Keputusan itu diambil dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya yakni demi menjaga 267 juta rakyat Indonesia.

Keputusan pemerintah ini kemungkinan memiliki dampak positif dan negatif. Berikut ulasannya:

Upaya Balas Dendam

Peneliti terorisme Ridlwan Habib menilai keputusan yang diambil pemerintah sudah tepat. Namun, dia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai adanya potensi balas dendam oleh simpatisan ISIS dalam negeri.

“Keputusan itu sudah tepat, sebab Indonesia belum siap jika harus memulangkan eks ISIS, sangat berbahaya. Namun demikian, pemerintah harus waspada terhadap kemungkinan balas dendam oleh simpatisan ISIS di dalam negeri,” kata Ridlwan Habib, dilansir dari Antara, Rabu (12/2).

Menurut dia, jejaring dari sel-sel ISIS yang ada di Indonesia masih banyak. Mereka berpotensi melakukan tindakan balas dendam atas keputusan pemerintah tersebut.

“Jejaring ISIS masih ada di Indonesia, sel-sel tidurnya masih banyak. Polri dan komunitas intelijen harus waspada jika keputusan itu menimbulkan keinginan balas dendam,” kata dia.

Dampak pada Keamanan Indonesia

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak memulangkan 689 WNI eks ISIS dari Suriah, Turki, dan beberapa negara lainnya yang terlibat FTF. Sejumlah pejabat setuju dengan keputusan itu. Jika WNI eks ISIS dipulangkan ke Indonesia, maka dampaknya bisa ke kondisi keamanan Indonesia.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii menerangkan ada beberapa dampak seandainya pemerintah memulangkan kombatan ISIS. Selain masalah keamanan, masalah sosial pun juga bisa muncul sebagai imbas pemulangan kombatan ISIS tersebut.

“Dampaknya? Dampak keamanan dan juga sikap masyarakat terhadap mereka. Apa masyarakat mau menerima mereka atau tidak,” tutur Buya Syafii.

Rasa Aman Masyarakat

Salah satu dampak positif WNI eks ISIS tak jadi dipulangkan ke Indonesia, yakni adanya rasa aman. Masyarakat khawatir jika mereka dipulangkan, maka ajaran ISIS yang mungkin masih melekat di 689 WNI masih melekat dan menyebar.

“Negara tidak perlu memfasilitasi kepulangan mereka dengan alasan pokok menjamin rasa aman 250 juta warga negara Indonesia di dalam negeri. Mereka sudah mengkhianati dasar negara Pancasila dan menebar teror demi ideologi yang diyakini,” kata Juru Bicara PSI, Nanang Priyo Utomo dalam keterangan tertulis, Minggu (9/2).

Penolakan Pemulangan Eks ISIS Mencerminkan Rasa Takut dan Panik

Keputusan pemerintah tidak memulangkan sekitar 682 WNI eks ISIS mendapat kritik dari mantan napi teroris Khairul Ghazali (54). Menurutnya, pemerintah terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

“Keputusan pemerintah tersebut dibuat dengan tergesa-gesa tanpa penelitian dan riset ilmiah dari tenaga ahli, pakar, akademisi dan praktisi. Sehingga melahirkan keputusan yang prematur dan bertentangan dengan hak asasi,” sebut Khairul dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (12/2).

Menurutnya, keputusan menolak kepulangan WNI eks ISIS itu mencerminkan rasa takut dan kepanikan. Pemerintah seperti kehilangan akal menghadapi segelintir WNI eks ISIS. Padahal belum tentu 682 WNI itu teroris lintas batas, karena faktanya sebagian besar adalah wanita dan anak-anak serta simpatisan.

“Ada lembaga hukum (BNPT, BIN, TNI dan Polri) yang bisa menghukum rakyatnya yang melakukan pelanggaran, bahkan ada UU Terorisme yang bisa memidana mereka yang dianggap melanggar,” lanjut Khairul.

Penyakit Ini Masih Mendominasi Warga Kota Bogor. Anda Termasuk Tidak?

0

BOGORDAILY – Penyakit Karies dan Pulpa masih mendominasi warga Kota Bogor terutama anak-anak. Hal itupun diungkapkan oleh Kasi Yankes Primer Dinkes Kota Bogor, Agustina Susana Eswati, usai melakukan kegiatan monitoring evaluasi terkait gigi dan mulut di Kantor Dinkes Kota Bogor.

Menurutnya, Karies adalah kerusakan pada struktur jaringan keras gigi (email dentin) yang diakibatkan oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat pada plak gigi.

Sedangkan Pulpa adalah bagian tengah gigi yang terdiri dari jaringan ikat serta sel-sel yang disebut odontoblas.

“Penyakit Pulpa dan Karies itu masih mendominasi, dan tetap itu menjadi perhatian bagi kita di tahun 2020 ini,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (13/2/2020).

Kedua penyakit itu merupakan permasalahan yang terus terjadi sepanjang sepuluh tahun kebelakang. Agustina, sapaan akrabnya ini mengungkapkan, mengenai kendala gigi itupun tidak banyak bergeser.

“Tapi kita sudah berupaya maksimal untuk melakukan inovasi mengenai permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Apalagi lanjutnya, tahun 2030 Kementerian Kesehatan RI menargetkan Indonesia bebas dari penyakit Karies. Pihaknyapun terus gencar melakukan sosialisasi rutin ke masyarakat di Kota Bogor.

“Sosialisasi ke wilayah sudah punya agenda rutin tahunan, menjaring ke sekolah wilayah kerjanya masing-masing. Dimana kordinasi teman wilayah ini ke Puskesmas. Karena belum tentu jadwal yang dibuat bisa pas dengan sistem KBM di sekolah biasanya kita selalu kordinasi dulu satu atau dua Minggu sebelum pelaksanaan,” jelasnya.

Hal itu juga didukung oleh keberadaan dokter gigi di 25 Puskesmas di Kota Bogor. Dirinyapun berharap, tahun 2020 ini tentunya kesehatan gigi dan mulut di Kota Hujan ini lebih baik dari tahun ke tahun. Serta kendala di wilayah bisa teratasi dengan baik.

“Dokter gigi saja udah ada di setiap puskesmas. Karena tenaga gigi itu ada dua pertama tenaga gigi dan yang kedua adalah dokter gigi, yang hadir tadi juga dominan dokter gigi,” tukasnya. (Andi)

Mantul..!! Aksi Bu Kades Cantik Buka Seragam Dinas saat Jadi Biduan Dangdut

0

BOGORDAILY – Ingat dengan Kepala Desa (Kades) cantik bernama Angely Emitasari yang juga berprofesi sebagai penyanyi dangdut? Aksi bu Kades cantik buka seragam dinas saat jadi biduan dangdut.

Angely Emitasari dilantik oleh Bupati Lamongan sebagai Kepala Desa Kedungkumpul pada November 2019 lalu. Belum lama ini, wanita 28 tahun itu mengungkapkan pengalamannya menjabat sebagai Kepala Desa selama sebulan.

Aksi kades cantik buka seragam itu, ia ungkapkan saat menjadi bintang tamu di program acara Rumpi Trans TV.

Angely Emitasari pun mengaku merasa gugup saat pertama kali memimpin rapat bersama anak buahnya.

“Ya nervous pasti lah, kita penyampaian ke staf sama ke penonton kan beda. Tapi Insya Allah saya bisa bahu membahu sama staf,” ujar Angely Emitasari.

Angely Emitasari diketahui dapat menghasilkan 100 juta rupiah selama sebulan saat menjadi biduan dangdut.

Namun nyatanya ia justru lebih memilih menjadi kepala desa.

Ia mengaku menjabat sebagai kepala desa merupakan keinginannya sendiri.

Selama menjadi kepala desa, Angely Emitasari berharap bisa membangun desanya menjadi lebih baik.

“Tapi udah tahu lah ini kira-kira yang akan dihadapi ketika menjadi kepala desa. Pertimbangannya apa waktu itu?” tanya Feni Rose.

“Nggak ada sih kak. Karena saya kan pengen mengembangkan membangun desa saya lebih dan lebih baik lagi,” tutur Angely.

“Jadi dengan kesadaran penuh ya?”

“Benar sekali,”

Di kesempatan yang sama, Angely Emitasari juga mengungkapkan bahwa profesinya sebagai biduan dangdut masih ia lakukan sampai saat ini.

Sebelum menjadi kepala desa, ia mengaku kerap mengambil job hingga ke luar kota.

Namun, kini ia lebih memilih mengambil job di tempat-tempat terdekat saja.

“Kalau hari libur Sabtu Minggu kan masih bisa nyanyi,” katanya.

“Kalau dulu kan aku sering keluar kota, keluar jawa, mulai sekarang ya lebih deket-deket aja,” sambungnya.

Lalu seperti apakah aksi panggung Angely Emitasari saat sedang menghibur masyarakat dengan menjadi penyanyi dangdut?

Akun Instagram @tembangjawi mengunggah video kades cantik itu ketika tengah bernyanyi di panggung.

Video itu diunggah pada Senin 10 Februari 2020.

Angely Emitasari menyanyikan lagu ‘Mundur Alon Alon’ di hadapan begitu banyak orang.

Ia memakai dres panjang dengan aksen bunga-bunga warna biru.

Di video yang lain, seorang penggemar mengunggah video Angely Emitasari bernyanyi dan mengaku merindukannya karena sudah lama tak melihat kades cantik itu bernyanyi.

Kades cantik Angely Emitasari membuat gebrakan di desanya yakni membuat pengurusan KTP elektronik, Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara massal di desanya.

Antusiasme masyaarakat begitu tinggi ketika Angely membuka layanan pengurusan surat kependudukan secara massal di balai desa.

Bahkan, pengurusan data kependudukan yang berlangsung di Balai Desa Kedungkumpul ini nyaris ricuh karena ratusan warga berdesakan dan saling dorong berebut nomor urut.

Beruntung, aksi saling dorong dan berdesakan ini tak berlangsung lama.

Menurut Angely, ia sengaja mendatangkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lamongan ke desanya untuk memberikan kemudahan pelayanan pada masyarakatnya.

Sukorame adalah wilayah Lamongan yang paling ujung barat berbatasan dengan Kecamatan Kedungadem Bojonegoro.

Jarak yang jauh dari pusat kota Lamongan, membuat warga banyak yang tak tertib administrasi kependudukan.

“Kita datangkan Dispendukcapil Lamongan ke Balai Desa Kedungkumpul mengingat banyak warga yang tidak tertib administrasi kependudukan karena jauhnya jarak Desa Kedungkumpul dengan Kabupaten,” kata Angely. (*)

Menkeu Beberkan Modus Korupsi Dana BOS. Seperti Ini Prakteknya!

0

BOGORDAILY – Sri Mulyani menyebutkan dana BOS menjadi salah satu celah korupsi bagi oknum pemda dan kepala sekolah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap modus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh oknum pemerintah daerah (pemda) dan kepala sekolah (kepsek).

Modus ini masih terjadi meski pemerintah pusat sudah berusaha menciptakan sistem agar penyaluran tepat sasaran.

Bendahara negara mengatakan celah korupsi dana BOS mulanya terjadi karena penyaluran dilakukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke pemerintah daerah.

Setelah masuk, pemerintah daerah kemudian meneruskannya ke sekolah-sekolah yang sudah terdata menjadi penerima bantuan dana BOS.

Data sekolah penerima biasanya diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun, menyadari celah korupsi itu, pemerintah kemudian mengubah skema penyaluran anggaran tersebut.

Saat ini, penyaluran dana BOS dilakukan pemerintah pusat langsung ke sekolah penerima. Skema yang digunakan bahkan sudah sangat rinci, yaitu by name, by address, dan by school account.

“Kami sudah transfer by name, by address, by school account, itu lebih dari Rp53 triliun secara lansgung. Tapi government issue itu kreativitasnya tinggi,” ujar Sri Mulyani, Kamis (30/1).

Menurut mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu, dana yang sudah diberikan langsung ke sekolah penerima rupanya masih bisa diakali oknum pemda dengan mengancam kepsek.

Alhasil, dana BOS pun bisa kembali disunat dengan alasan yang dibuat sedemikian rupa, misalnya untuk perbaikan fasilitas sekolah dan lainnya.
“Saat kami direct transfer kan tidak bisa dipotong, tapi kepala sekolahnya dipanggil (oleh pemda), ‘Lo kalau mau jadi kepsek harus setor ke gue’, setelah itu ditransfer jadi diambil juga. Jadi korupsi ada di mana-mana,” katanya.

Modus seperti ini rupanya turut diketahui oleh Direktur Wahid Institute Yenny Wahid. Yenny yang belum lama didapuk menjadi Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk itu mengaku pernah menemui kasus serupa.

Pemotongan dana BOS, sambungnya, bahkan dilakukan oleh seorang bupati di sebuah daerah.

“Ada seorang bupati, ya saya tidak perlu sebut daerahnya. Dia bilang uang ini uang laki-laki jadi harus disunat, jadi ini persoalan jenis kelamin,” candanya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp505,8 triliun pada APBN 2020. Alokasi itu setara 20 persen dari total belanja negara mencapai Rp2.528,8 triliun pada tahun ini.

Dari anggaran pendidikan, pemerintah mengalokasikan Rp54,31 triliun untuk dana BOS. Alokasi tersebut meningkat sekitar 8,96 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp49,84 triliun.(*)