Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 859

Ikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Pengusaha Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global

0

Bogordaily.net – Terinspirasi dari R.A. Kartini yang mengenalkan seni ukir Jepara, mendorong hati Lenny Silas untuk mendirikan Els Artsindo pada tahun 1991. Els Artsindo merupakan produsen mebel dan produk kustomisasi berbahan utama kayu mahoni dan jati yang diukir oleh tangan-tangan pengrajin Jepara.

Berawal dari kepedulian terhadap kesejahteraan perajin setempat, Els Artsindo kini tumbuh menjadi produsen mebel berkualitas tinggi yang dikenal luas, baik di dalam negeri maupun di mancanegara dengan ekspor hingga ke 5 benua. Untuk memenuhi permintaan Els Artsindo didukung sekitar 500 karyawan yang terdiri dari para pengrajin, tenaga pemasar, supplier dan lainnya.

“Saat ini, kita banyak melayani pasar Asia, utamanya dari Malaysia, Singapura, Thailand. Terakhir, kita baru kirim ke Dubai, Uni Emirate Arab. Untuk pasar Eropa sedang proses ke sana. Kalau dalam negeri, ELS ARTSINDO banyak diminati di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Sumatera,” kata Renato S. Filemon, Export Division Els Artsindo.

Els Artsindo merupakan satu dari 1.000 UMKM unggulan pada kategori Home & Decor yang mengikuti pameran BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Dalam pameran tersebut, Els Artsindo membawa kursi dengan berbagai ukiran berbeda dan meja yang estetik.

Seperti diketahui, BRI telah sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang resmi ditutup pada Minggu, 2 Februari 2025. Melalui inisiatif strategis ini, BRI terus berkomitmen untuk mendorong semakin banyak UMKM binaan yang naik kelas dan berhasil menjangkau pasar internasional. Acara yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City tersebut sukses dihadiri oleh lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Renato S. Filemon menyebutkan, selain memproduksi mebel berkualitas untuk keperluan berbagai jenis property, Els Artsindo juga melayani pengadaan proyek, seperti pembuatan gorden, wallpaper, dan kebutuhan interior lainnya sesuai dengan permintaan konsumen.

“Harga jual produk kita bervariasi. Kalau kursi mulai sekitar Rp 2 jutaan sampai ada yang puluhan juta. Kalau mau satu set itu bisa sekitar 30-40 juta. Harganya tergantung pilihan model dan bahan, ada pilihan kain lokal dan kain impor,” sebutnya.

Proses produksi memerlukan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari penentuan desain, pembuatan sampai pengiriman. Semua tergantung pada tingkat permintaan, saat sedang banyak pesanan waktunya bisa lebih lama. Salah satu contohnya saat mendapat pesanan dari Malaysia beberapa tahun lalu.

Sebagai pelaku bisnis mebel yang telah beroperasi cukup lama, Els Artsindo menghadapi berbagai tantangan yang menuntut inovasi berkelanjutan, terutama terkait regulasi ekspor, legalisasi dokumen dan beragam permintaan pasar.

“Setiap pemerintahan baru memiliki regulasi tersendiri, mulai dari sertifikasi, legalisasi, hingga pengiriman. Kendala utama biasanya terkait sertifikasi, keabsahan, dan kelengkapan dokumen. Kami tentu memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan, tetapi alangkah baiknya jika regulasi bagi pengusaha UMKM bisa dipermudah agar tidak menimbulkan kendala,” ujarnya.

Dari segi desain, Renato mengungkapkan bahwa tren mebel saat ini mengalami perubahan. Jika dulu mebel berukiran mendominasi, kini pasar lebih menyukai desain minimalis, terutama di kalangan pasangan muda.

“Peminat untuk barang-barang berukiran banyak sudah mulai berkurang. Kalau pasar sekarang, pasangan muda itu lebih suka yang minimalis. Itu tantangan buat Els Artsindo untuk mengembangkan produk yang inovatif,” kata Renato.
Meski begitu, pasar tertentu seperti Dubai masih memiliki permintaan tinggi untuk mebel berukiran besar dan mewah. Oleh karena itu, Els Artsindo tetap fleksibel dalam menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan.

Sebagai pengusaha UMKM, ELS ARTSINDO telah menjalin kerja sama erat dengan BRI, terutama dalam aspek permodalan dan transaksi keuangan.

“BRI banyak membantu Els Artsindo terkait permodalan. Kalau ada orderan besar kita otomatis butuh modal dan pembiasaan baru. BRI ini sangat membantu. Sistem penggajian karyawan juga sudah pakai BRI, jadi tidak lagi cash tapi sudah system payroll. Semua transaksi, transfer semakin mudah dengan BRI, untuk pembayaran buyer dalam negeri dan ekspor juga sudah pakai BRI,” ujar Renato.

Renato menyebutkan bahwa salah satu keunggulan BRI adalah jaringannya yang luas hingga ke daerah terpencil. “Supplier kami banyak di daerah-daerah. Kalaupun tidak ada Kantor Cabang, masih ada AgenBRILink. Jadi masalah pembayaran, keuangan antar karyawan dan supplier itu mudah, sampai ke pelosok-pelosok desa sekalipun,” sebutnya.

Selain bantuan permodalan, Els Artsindo juga pernah mendapatkan pelatihan berkaitan dengan pengelolaan keuangan bersama Tim Financial Els Artsindo.
Di samping itu, Renato juga mengapresiasi BRI yang telah kembali memilih Els Artsindo untuk dapat mengikuti pameran produk UMKM yang siap ekspor.

“Ini keikutsertaan kami yang kedua kalinya. Pertama pada tahun 2023 lalu. Bangga sekali Els Artsindo bisa mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, dari ribuan peserta yang dikurasi, kita bisa terpilih”, imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan BRI terus menunjukkan konsistensi dalam melayani dan memberdayakan pengusaha UMKM. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

“Els Artsindo adalah bukti bahwa dari daerah Jepara, karya-karya luar biasa dan berkualitas bisa lahir dan menembus pasar global. Semoga kisah inspiratif ini bisa direplika oleh pengusaha UMKM lainnya di bebagai daerah di Indonesia” tegas Amam.***

Berhasil Bangun Bisnis, Kopontren Al-Ittifaq Jadi Ekosistem Kopdes Merah Putih

0

Bogordaily.net – Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat akan dijadikan percontohan atau role model untuk pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono saat meninjau langsung greenhouse dan warehouse produk pertanian buah dan sayur milik Kopontren Al-Ittifaq bersama dengan Direktur Utama LPDB Supomo di Desa Ciburial, Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/03/2025).

“Ini role model contoh yang baik yang bisa dijadikan sebagai tempat pelatihan dan tempat pemagangan bagi pengurus dan manajer-manajer Koperasi Desa Merah Putih. Ini revolusi luar biasa yakni InsyaAllah nanti akan membawa desa punya lembaga ekonomi,” ujar Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Menurut Ferry, Kopontren ini layak dijadikan role model karena telah memiliki tata kelola yang baik secara organisasi kelembagaan maupun tata kelola bisnis, dengan itu Kopontren Al-Ittifaq juga akan dijadikan tempat pembelajaran, pelatihan dan juga magang bagi pengurus koperasi desa merah putih.

“Saya tadi juga berbincang mengenai rencana tentang pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, kami ingin agar seluruh pengurus Kopontren Al-Ittifaq dan jaringan alumninya ini bisa membantu melatih pengurus dan manajer-manajer Koperasi Desa Merah Putih nantinya,” tambahnya.

Ferry berharap, dengan dijadikannya Kopontren Al-Ittifaq sebagai role model, maka bukan tidak mungkin akan menularkan keberhasilan yang sama kepada koperasi-koperasi lain di berbagai daerah, tentunya dengan mengutamakan keunggulan produk masing-masing wilayah.

Terlebih lagi, lanjut Ferry, ada Lembaga Pengelola Dana Bergulir yang siap juga mendukung koperasi dari sisi akses permodalan, seperti Kopontren Al-Ittifaq ini yang sudah menjadi mitra koperasi daripada LPDB dengan skema pembiayaan syariah.

“Harapannya koperasi-koperasi Desa Merah Putih ini juga akan bisa membawa kemajuan yang sama yang dirasakan oleh masyarakat desa-desa yang lain di seluruh Indonesia. LPDB juga memberikan fasilitasi dukungan,” terang Ferry

Adapun Kopontren Al-Ittifaq sendiri telah menjadi offtaker produk-produk pertanian buah dan sayur yang ditanam oleh petani di wilayah Kabupaten Bandung, kemudian dipasarkan kepada ritel modern maupun pasar modern mulai dari Jawa Barat hingga ke Jakarta.***

Perjuangan Menuju Curug Cibeureum, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Gede-Pangrango

0

Bogordaily.net – Pernahkah Anda membayangkan berjalan menembus lebatnya hutan pegunungan, diiringi gemericik sungai kecil, hingga akhirnya menemukan air terjun yang menakjubkan? Itulah yang saya alami saat menjelajahi Curug Cibeureum, sebuah permata tersembunyi di kawasan Cibodas, Jawa Barat. Perjalanan ini bukan sekadar wisata alam biasa, tetapi sebuah pengalaman penuh tantangan, keindahan, dan sedikit misteri yang membuatnya semakin berkesan.

Curug Cibeureum, yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur, menjadi tujuan perjalanan kami kali ini. Nama “Cibeureum” sendiri berasal dari bahasa Sunda, di mana “ci” atau “cai” berarti air, dan “beureum” berarti merah. Konon, dahulu air terjun ini tampak kemerahan karena adanya lumut merah yang tumbuh di dinding tebingnya.

Awal Perjalanan Menuju Cibodas

Perjalanan dimulai dari Bogor pukul 06.30 pagi. Saya dan teman saya pergi menggunakan sepeda motor dengan menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam menuju gerbang Wisata Cibodas. Rute yang kami lalui begitu menawan, melintasi kawasan Puncak yang terkenal dengan keindahan alamnya. Langit cerah dan udara sejuk pagi itu semakin menambah semangat untuk menjelajahi destinasi yang kami tuju

Setibanya di gerbang Wisata Cibodas, kami membayar tiket retribusi sebesar Rp12.000 per orang untuk motor. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menuju pintu dua Kebun Raya Cibodas, tempat kami akan memarkir kendaraan di area terdekat. Perjalanan pun berlanjut dengan berjalan kaki menuju pintu masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, di mana kami membeli tiket masuk seharga Rp18.500 per orang. Dari sinilah petualangan trekking ke Curug Cibeureum dimulai.

Trekking Menuju Curug Cibeureum

Jarak menuju Curug Cibeureum sekitar 28 hektometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam jika berjalan santai. Jalur yang kami lalui merupakan jalur yang sama dengan pendakian menuju puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Karena kami datang pada hari kerja dan bukan musim liburan, suasana terasa sangat sepi, hanya ada kami berdua. Rasa khawatir dan takut sempat muncul, mengingat ini adalah pengalaman pertama kami dan jalur ini berada di tengah hutan pegunungan.

Di awal perjalanan, jalur yang kami lalui berupa tangga bebatuan yang cukup tinggi. Tantangan ini cukup melelahkan bagi kami yang jarang berolahraga. Kami beberapa kali berhenti untuk beristirahat dan mengisi tenaga dengan makanan ringan yang kami bawa. Di sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan hutan tropis yang rimbun dengan berbagai jenis tumbuhan khas kawasan taman nasional. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat lutung bergelantungan di antara pepohonan.

Setelah melewati 10 hektometer pertama, jalur mulai landai dan tidak terlalu menanjak. Kami tiba di Telaga Biru yang terletak di 16 hektometer. Telaga ini memiliki air yang dapat berubah warna, terkadang hijau, terkadang biru, tergantung pada ekosistem di dalamnya. Kami berhenti sejenak di pos yang tersedia untuk mencuci tangan dan kaki di mata air yang mengalir jernih. Di sini, kami bertemu dengan tiga orang pengunjung lain, yang membuat kami merasa lebih tenang karena ternyata kami bukan satu-satunya pengunjung hari itu.

Setelah beristirahat dan berfoto sejenak, kami melanjutkan perjalanan. Jalur berikutnya lebih datar, namun tetap berbatu. Tak lama, kami tiba di Jembatan Gayonggong, sebuah jembatan panjang yang membentang di tengah area terbuka. Berbeda dengan jalur sebelumnya yang tertutup pepohonan lebat, di sini kami bisa melihat pemandangan langit yang luas serta Gunung Pangrango yang berdiri megah di kejauhan. Di bawah jembatan mengalir sungai kecil yang jernih, sementara di kanan-kiri terdapat ladang rumput yang tinggi.

Saat berada di Jembatan Gayonggong, hujan gerimis mulai turun. Langit yang mulai gelap kembali membangkitkan rasa khawatir, terlebih kami hanya berdua. Meski begitu, kami tetap mengabadikan momen dengan berfoto. Setelah melintasi jembatan, jalur kembali menanjak dan hutan lebat kembali mengelilingi kami. Tak lama kemudian, kami menemukan pertigaan dengan papan petunjuk arah. Kami memilih jalur lurus menuju Curug Cibeureum, sementara jalur ke kiri adalah pendakian ke Gunung Gede Pangrango.

Ketika suara gemuruh air mulai terdengar, kami tahu bahwa tujuan kami sudah dekat. Aliran sungai kecil yang jernih semakin banyak ditemui di sepanjang jalur. Hingga akhirnya, kami tiba di Curug Cibeureum dan disambut oleh pemandangan air terjun yang begitu indah dan memukau.

Keindahan Curug Cibeureum

Curug Cibeureum memiliki aliran air yang sangat deras dan dingin. Percikannya bahkan bisa mencapai area tempat duduk yang tersedia di sekitarnya. Meski tak bisa berendam karena dingin dan derasnya aliran air, kami menikmati keindahan curug ini dari kejauhan. Selain Curug Cibeureum utama, ada juga curug tersembunyi lainnya yang lebih mudah diakses dan tak kalah cantik. Jika tak ingin mendekati air terjun langsung, pengunjung bisa bermain air di sungai kecil yang mengalir di sekitar curug.

Di sekitar curug, terdapat fasilitas seperti warung kecil, pos istirahat, kamar mandi, dan mushola. Kami pun memutuskan untuk membeli kopi, basreng, dan mi instan cup di salah satu warung. Sambil menunggu pesanan, kami mengobrol dengan dua penjual warung yang ramah. Setelah kenyang dan puas berfoto, kami memutuskan untuk kembali turun sekitar pukul 13.00 siang.

Perjalanan Pulang yang Penuh Misteri

Saat perjalanan pulang, hujan kembali turun dengan lebih deras. Kami tidak menggunakan jas hujan, mengandalkan rindangnya pepohonan sebagai pelindung alami. Kali ini, jalur terasa lebih mencekam. Kabut tipis mulai turun, membuat suasana hutan semakin gelap.

Dalam perjalanan, kami menemukan sesuatu yang cukup aneh. Sebelumnya, semua warung di sepanjang jalur tutup karena hari kerja. Namun, sebelum melintasi Jembatan Gayonggong, kami menemukan sebuah lapak jualan di pinggir hutan. Tidak berbentuk warung, hanya meja panjang dengan berbagai makanan ringan dan mi instan cup di atasnya. Yang membuat kami merinding, tak ada satu pun penjual di sana. Kami berusaha mengusir pikiran-pikiran negatif dengan membaca Asmaul Husna bersama.

Ketika membaca bagian terakhir, kami merasa ada sesuatu yang mengikuti dari belakang. Kami tak berani menoleh, hanya terus berjalan dan melanjutkan doa. Hingga akhirnya, ada suara yang berkata “permisi” dari belakang. Dua orang laki-laki yang ingin berjalan lebih dulu ternyata adalah pengunjung yang kami lihat di area curug tadi. Rasa lega menyelimuti kami karena akhirnya ada orang lain yang menemani perjalanan turun.

Turun dari curug ternyata jauh lebih cepat dibanding mendaki. Namun, otot-otot kaki kami mulai bergetar akibat ketegangan. Curug Cibeureum memang bukan tempat yang cocok untuk berenang atau bermain air seperti curug lainnya, tetapi tempat ini sangat sempurna bagi mereka yang ingin menikmati trekking ringan dan melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

Perjalanan ke Curug Cibeureum menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Keindahan alam, tantangan ketika trekking, serta berbagai kejadian unik yang kami alami selama perjalanan menambah kesan tersendiri. Meskipun awalnya penuh dengan kekhawatiran, pada akhirnya perjalanan ini justru memberikan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Bagi siapa pun yang ingin mencari ketenangan di tengah alam dan menikmati suasana pegunungan yang asri, Curug Cibeureum adalah destinasi yang sangat direkomendasikan.

Diduga Melanggar Kawasan Hutan Lindung, Kemenhut Awasi Jalan Tambang Gunung Pongkor

0

Bogordaily.net – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI memberikan plang pengawasan terhadap jalan tambang yang melanggar hutan lindung di Kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Selasa 18 Maret 2025.

Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan, Yazid Nurhuda menjelaskan bahwa, pihaknya kembali melanjutkan kegiatan pengawasan terhadap beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, salah satunya di wilayah kawasan Gunung Pongkor.

“Kami sekarang juga melakukan pengawasan kawasan hutan di DAS Cisadane, disini ada kegiatan berupa jalan yang dipergunakan untuk kegiatan usaha yang nanti akan kita lihat nanti perkembangan perizinannya yang dilakukan,” kata Yazid kepada wartawan, Selasa 18 Maret 2025.

Dalam hal ini, Kementerian Kehutanan menemukan ada sekitar 20 hektar yang sebagian dipergunakan untuk penempatan jalan tambang keliling dari kegiatan usaha tersebut.

Sehingga menyebabkan adanya peralihan fungsi kawasan hutan lindung dari yang sebenarnya.

“Ini berfungsi untuk penggunaan tata air, ini sesuai satgas kita yaitu penyelamatan kawasan hutan di daerah asli sungai,” jelasnya.

Kemudian, pihaknya akan berkomunikasi dengan pelaku usaha untuk identifikasi serta mengecek kembali segala persyaratan, perizinan apa saja yang sudah dilakukan kegiatan usaha tersebut.

“Jadi ada dua lokasi yg dilakukan oleh papan pengumuman ini di jalan ini dan di bawah itu. Yang jelas ini adalah kawasan hutan, setiap usaha atau kegiatan harus mempunyai izin dari kementerian kehutanan,” ujar Yazid.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengecek penggunaan jalan tersebut apakah sudah mempunyai izin dilengkapi dengan perizinan sesuai perundang-undangan.

“Ya betul ini merupakan aktivitas tambang, untuk itu ini ada beberapa spot ada yang APL, kawasan hutan lindung, dan ada juga yang sudah mempunyai perizinan,” tuturnya.

Yazid menambahkan, jika nantinya terbukti melanggar pihaknya akan memberikan 3 instrumen sanksi berupa hukuman, yang pertama adalah sanksi administratif, kedua pemulihan ekosistem hutan, dan ketiga adalah pidana.

“Nah nanti sanksi apa yang dilanggar itu sesuai dgn gradasi sanksi tersebut, kalo pelanggaran² administratif maka sanksi administratif yang akan diterapkan,” ujarnya.

“Sanksi administratif itu bermacam² ada teguran, perintah untuk memperbaiki, ada jg sementara dihentikan kegiatannya, dan paling tinggi adalah pencabutan izin. Itu sanksi administratif,” tambahnya.

Selain itu, ia berharap, dengan adanya pengawasan tersebut dapat mengurangi terjadinya resiko bencana, khususnya di kawasan Gunung Pongkor. 

“Mudah-mudahan dengan adanya penyelamatan hutan lindung ini bisa mengurangi risiko atau potensi adanya bencana alam,” ungkap Yazid.***

(Albin Pandita)

Perjalanan Karier Agung Prayudha Hidayat: Terjun ke Dunia Logistik Hingga Jadi Dosen

0

Bogordaily.net – Agung Prayudha Hidayat, S.Tr.Log., MT. adalah seorang dosen di Program Studi Manajemen Industri, Sekolah Vokasi IPB University. Perjalanan dosen asal Bogor menuju dunia akademik ini penuh dengan lika-liku dan keputusan besar yang membentuk kariernya hingga saat ini. Dengan latar belakang pendidikan yang berawal dari teknik mesin hingga berkarier di bidang logistik, Agung membuktikan bahwa setiap kesempatan yang datang dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.

Awal Perjalanan Akademik dan Karier

Agung memulai perjalanan akademik D4-nya dengan mengambil jurusan Sarjana Terapan Logistik. Setelah menyelesaikan studinya, ia melanjutkan pendidikan magister di Bandung dengan fokus pada bidang transportasi. Namun sebelum mencapai titik ini, Agung sempat mengalami berbagai tantangan dalam menentukan arah hidupnya.

Pada awalnya, Agung sempat diterima di Program Studi Perencanaan dan Pengendalian Produksi Manufaktur dan Jasa di Bogor. Namun, ia hanya bertahan selama satu bulan di sana sebelum akhirnya memilih untuk bekerja di perusahaan otomotif terkemuka di Indonesia. Ia mengikuti proses rekrutmen di perusahaan tersebut selama dua minggu saat periode orientasi di perkuliahannya dan berhasil menjabat di bagian operator. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama, mengingat ia dibesarkan oleh sang nenek. Dalam kondisi tersebut, bekerja menjadi pilihan yang harus ia ambil.

Meski demikian, rezeki membawa Agung kembali ke dunia akademik. Hanya enam bulan setelah bekerja di perusahaan otomotif, ia mendapat panggilan dari direktur yang menawarkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Bandung. Agung pun menerima kesempatan tersebut.

Menemukan Passion di Dunia Logistik

Awalnya, Agung mengaku tidak memiliki gambaran yang jelas tentang disiplin ilmu logistik. Ia mengira logistik berkaitan dengan pengelolaan barang untuk acara, kemudian ia mulai memahami bahwa bidang ini mencakup pergerakan barang dalam industri. Walaupun begitu, Agung berangkat dari latar belakang pendidikan teknik mesin di SMK Negeri 2 Bogor (dulu Sekolah Teknik Menengah), sehingga pengalaman di dunia teknik membantunya memahami aspek teknis dalam industri logistik meskipun tidak sepenuhnya linear.

Semester pertama di bidang logistik menjadi titik balik baginya. Ia mulai menikmati proses pembelajaran dan memahami pentingnya bidang ini dalam dunia industri. Sejak saat itu, ia terus menggali ilmu dan memperdalam pemahamannya hingga akhirnya menjadi seorang pengajar di bidang yang awalnya tidak ia kenal.

Tantangan dan Perjalanan Sebagai Dosen

Menjadi seorang dosen bukanlah perjalanan yang mudah. Agung menyadari bahwa tantangan utama dalam dunia akademik adalah kebutuhan untuk terus memperbarui ilmu. Sebagai pendidik, ia merasa bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa. Oleh karena itu, ia berupaya untuk terus meng-upgrade diri, memastikan bahwa materi yang ia ajarkan relevan dengan perkembangan industri. Ia mengikuti berbagai pelatihan dan telah mendapatkan sertifikat profesi di bidang logistik dan supply chain.

Selain tantangan akademik, perjalanan sebagai dosen juga menghadirkan hubungan erat antar kolega. Agung mengungkapkan bahwa lingkungan di Manajemen Industri IPB memberikan rasa kekeluargaan yang kuat. Ia yang dulunya merupakan dosen termuda di program studi tersebut merasa sangat diterima dan didukung oleh rekan-rekan yang lebih senior. Dukungan ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya semakin nyaman dan bersemangat dalam menjalani profesinya.

Perspektif Tentang Bidang Industri

Sebagai seorang dosen di Program Studi Manajemen Industri, Agung Prayudha Hidayat, memahami daya tarik dunia industri. Menurutnya, manajemen industri memiliki cakupan yang sangat luas, mencakup sektor manufaktur dan jasa. Di perusahaan, lulusan manajemen industri biasanya berkarier di departemen seperti Production Planning and Inventory Control (PPIC), yang berperan dalam merencanakan dan mengendalikan produksi. Selain itu, ada pula bidang logistik yang mengelola pergerakan barang dari hulu ke hilir, mulai dari pemasok hingga konsumen. Hal tersebut juga yang membuat Agung tertarik dengan bidang logistik dan industri.

Pesan Untuk Para Pejuang Karier

Bagi mahasiswa dan generasi muda yang sedang berjuang menentukan arah karier, Agung memiliki pesan penting, yaitu nikmati prosesnya dan jangan takut untuk mencoba hal baru. Ia menyadari bahwa banyak orang cenderung nyaman dengan apa yang sudah mereka miliki saat ini, tetapi terkadang keluar dari zona nyaman dapat membawa perubahan besar dalam hidup.

Perjalanan hidupnya sendiri adalah bukti bahwa tidak ada jalan yang benar-benar lurus. Dari seorang lulusan STM yang awalnya bekerja sebagai operator mesin, ia beralih ke dunia logistik, melanjutkan studi, hingga akhirnya menjadi seorang dosen dan menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Manajemen Industri di Sekolah Vokasi IPB. Semua ini tidak lepas dari keberanian untuk mencoba dan menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.

“Kadang kita sudah nyaman dengan yang kita nikmati saat ini, tapi kalau kita coba beralih ke luar zona nyaman, di zona yang baru, kita fighting di sana, pasti ada lompatan yang lain, yang baru, yang lebih menjanjikan,” ujarnya.

Perjalanan Agung Prayudha Hidayat membuktikan bahwa setiap langkah sekecil apa pun dapat membawa seseorang menuju kesuksesan yang tidak terduga. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil mengubah tantangan menjadi peluang dan kini berdiri sebagai seorang pendidik yang menginspirasi banyak orang.

Maraknya Kehadiran Influencer, Apakah Efektif dalam Strategi Pemasaran?

0

Bogordaily.net – Pesatnya perkembangan teknologi digital telah mengubah berbbagai aspek kehidupan, salah satunya dalam dunia bisnis dan pemasaran. Kehadiran teknologi telah mengubah metode konsumen dalam melakukan aktivitas jual-beli dan berinteraksi dengan merek, sehingga perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional, seperti iklan di televisi, radio, atau media cetak.

Sebagai gantinya, mereka mulai memanfaatkan strategi pemasaran berbasis internet dan teknologi digital yang disebut digital marketing. Berdasarkan data dari We Are Social (2022), terdapat 4,62 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia pada Januari 2022. Angka ini meningkat 10 persen dalam setahun, menandakan bahwa digital marketing semakin penting bagi bisnis dalam menjangkau audiens yang lebih luas.

Digital marketing sendiri memiliki strategi yang mencakup Search Engine Optimization (SEO), Pay-Per-Click (PPC) advertizing, content marketing, dan social media marketing. Strategi yang marak diaplikasikan belakangan ini adalah social media marketing dengan melibatkan influencer.

Influencer adalah individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial dan mampu menarik perhatian audiens dalam jumlah besar. Mereka dapat berupa selebriti, content creator, atau bahkan individu biasa yang memiliki keahlian dan kredibilitas dalam bidang tertentu.

Banyak brand saat ini memanfaatkan influencer untuk melakukan endorsement atau promosi produk dan layanan mereka. Dengan popularitas media sosial yang terus meningkat, influencer marketing menjadi strategi yang dianggap ampuh dalam membangun brand awareness dan meningkatkan penjualan.

Menurut Nic Dun, CEO Charle Agency, terdapat empat jenis influencer yang dikategorikan berdasarkan jumlah pengikutnya, yaitu nano influencer dengan 1-10 ribu pengikut, mikro influencer dengan 10 – 100 ribu pengikut, makro influencer dengan 100 ribu – 1 juta pengikut, dan mega influencer dengan lebih dari 1 juta pengikut.

Setiap kategori influencer memiliki keefektivitasan yang berbeda. Semakin kecil audiensnya, semakin murah biayanya sehingga merek dapat memanfaatkan lebih banyak influencer yang lebih kecil untuk mencapai jangkauan yang besar. Sebaliknya, influencer yang lebih besar biasanya akan memiliki biaya yang sangat tinggi untuk sejumlah kecil postingan namun tetap tertarget.

Influencer memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dengan audiens mereka. Mereka sering berbagi pengalaman pribadi dan ulasan produk sehingga menciptakan kepercayaan di antara pengikut mereka.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Abraham et al. (2022), sekitar 50% pengguna internet mengikuti dan mengandalkan influencer di media sosial sebelum memutuskan untuk menggunakan suatu produk atau layanan, sehingga menunjukkan bahwa influencer memiliki daya tarik yang besar dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Keuntungan yang diperoleh oleh suatu brand dalam menggunakan influencer sebagai strategi pemasaran adalah dapat memperoleh eksposur yang lebih luas dalam waktu singkat.

Influencer yang memiliki banyak pengikut dapat menyebarkan informasi tentang suatu produk dengan cepat ke berbagai kalangan, termasuk target pasar yang sesuai. Selain itu, konsumen cenderung lebih percaya dengan rekomendasi atau ulasan dari influencer yang mereka ikuti dibandingkan iklan konvensional karena influencer biasanya memiliki hubungan yang lebih dekat dan personal dengan audiensnya.

Lebih jauh lagi, bekerja sama dengan influencer, terutama micro influencer, lebih hemat biaya dibandingkan memasang iklan di televisi atau media cetak. Micro influencer, yang memiliki jumlah pengikut antara 10.000 hingga 100.000 orang, sering kali memiliki tingkat engagement yang tinggi sehingga lebih efektif dalam menjangkau audiens yang lebih spesifik dengan biaya yang lebih rendah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa fakta tantangan yang dihadapi tidak bisa dikesampingkan saat menggunakan influencer sebagai strategi pemasaran. Salah satu tantangan dalam menggunakan influencer adalah memilih individu yang benar-benar sesuai dengan nilai dan citra brand. Jika influencer yang dipilih memiliki gaya komunikasi atau nilai yang bertentangan dengan brand, maka kampanye pemasaran bisa menjadi kurang efektif atau bahkan berdampak negatif.

Tantangan lainnya yang perlu diperhatikan adalah jika seorang influencer terlibat dalam kontroversi atau skandal, maka reputasi brand yang bekerja sama dengannya bisa ikut terkena dampak. Beberapa brand bahkan harus mengakhiri kontrak mereka dengan influencer untuk menghindari backlash dari publik. Oleh karena itu, brand harus melakukan riset mendalam sebelum memilih influencer untuk memastikan bahwa mereka memiliki track record yang baik.

Biaya juga menjadi pertimbangan dalam menggunakan influencer, terutama influencer dengan jumlah pengikut besar sering kali memasang tarif tinggi untuk endorsement. Beberapa influencer dengan jutaan pengikut dapat mengenakan biaya yang sangat tinggi untuk satu kali posting, yang mungkin tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan jika tidak direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan anggaran mereka dengan bijak sebelum memutuskan bekerja sama dengan influencer.

Sebagai contoh, brand Somethinc menjadikan Tasya Farasya sebagai influencer yang mempromosikan produk “Somethinc Calm Down”. Data pembelian pada aplikasi TikTok pada 9 Mei 2024 menunjukkan bahwa produk tersebut telah terjual lebih dari 76.000 pcs dan menerima lebih dari 15.000 review karena memiliki watermark “Tasya Farasya Approved”.

Tasya Farasya adalah seorang influencer yang memang memiliki fokus pada bidang kecantikan, seperti makeup dan skincare. Di sisi lain, terdapat kasus endorsement influencer tidak berhasil. Salah satunya adalah ketika seorang influencer besar mempromosikan produk skincare tetapi ternyata tidak pernah menggunakannya sendiri sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari audiens yang akhirnya justru berdampak negatif bagi brand tersebut.

Strategi pemasaran melalui influencer dapat dikatakan efektif dalam meningkatkan brand awareness dan penjualan, terutama dalam era digital saat ini. Influencer memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan audiens sehingga menjadikan rekomendasi mereka lebih dipercaya.

Dengan semakin banyaknya pengguna media sosial, jangkauan promosi influencer dapat lebih terukur melalui interaksi digital. Namun, efektivitas strategi ini bergantung pada pemilihan influencer yang tepat, kesesuaian dengan nilai brand, serta ketepatan pengelolaan risiko yang dilakukan oleh perusahaan.

Jika tidak dikelola dengan strategi yang matang, perusahaan dapat menghadapi tantangan yang berpotensi negatif. Oleh karena itu, meskipun influencer marketing dapat memberikan hasil yang signifikan, penggunaannya harus dilakukan dengan perencanaan dan evaluasi yang matang dan cermat untuk memastikan keberhasilannya.***

 

Chairunnisa, Prodi Komunikasi Digital dan Media IPB University.

Abidzar Blunder Saat Promosi Film, Kesalahan Apa yang Mempengaruhi Citranya Sebagai Aktor?

0

Oleh: Chairunnisa, Prodi Komunikasi Digital dan Media IPB University

 

Nama Abidzar Al Ghifari sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, aktor muda yang tengah meniti karier di dunia hiburan ini tengah menghadapi kritik tajam akibat serangkaian blunder saat mempromosikan film Business Proposal. Film ini diadaptasi dari drama Korea popular dengan judul serupa yang memiliki basis penggemar yang besar, terutama di Indonesia. Sayangnya, banyak sikap dan pernyataannya selama proses promosi yang justru memicu kontroversi. Pembahasan kasus ini sangat diperlukan sebagai pembelajan bagi semua pihak yang terlibat di industri kreatif, baik untuk aktor, produser, publik, maupun elemen lain yang berkesinambungan.

Kontroversi Pertama: Mengabaikan Drama Versi Asli

Abidzar menyatakan bahwa ia hanya menonton episode pertama drama Korea Business Proposal yang mana hal tersebut menimbulkan reaksi keras dari publik. Ia memberikan dalih bahwa ia ingin memberikan interpretasi yang orisinal terhadap karakter Kang Tae Moo, pemeran utama, tanpa dipengaruhi oleh versi aslinya. Penyataan yang diberikan menunjukkan kurangnya riset dan loyalitas terhadap sumber materi, yaitu drama versi asli.

Sebagai aktor yang terlibat dalam film adaptasi, memahami karakter asli merupakan hal yang krusial. Apalagi drama Korea Business Proposal memiliki basis penggemar besar, sehingga ekspektasi penonton terhadap film adaptasi ini tentu saja tinggi.

Dengan tidak menonton versi aslinya secara menyeluruh, Abidzar seolah mengesampingkan karakter, dinamika cerita, dan nuansa yang membuat drama ini disukai oleh banyak orang.

Hal ini dianggap sebagai kurangnya bentuk penghargaan terhadap karya asli yang menjadi fondasi dan referensi film adaptasi tersebut. Riset merupakan salah satu bentuk dedikasi dan penggemar tentu berharap aktor yang memerankan mampu menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan perannya.

Kontroversi Kedua: Menyenggol Penggemar Fanatik

Dalam salah satu wawancara, Abidzar menyebut bahwa ia merasa terbebani oleh ekspektasi publik, terutama penggemar, terhadap karakternya. Tidak hanya itu, ia menyinggung perilaku penggemar fanatik drama Korea.

Pernyataan ini menjadi kontroversial karena dianggap tidak menghargai para penggemar. Padahal penggemar memberikan dukungan moral serta mempromosikan karya agar dinikmati lebih banyak orang. Maka dari itu, penggemar menjadi bagian penting dari kesuksesan proyek dunia hiburan.

Seorang aktor harus mampu menyadari bahwa kritik atau ekspektasi dari penggemar adalah hal yang wajar dalam industri hiburan. Meski mungkin pernyataan tersebut dimaksudkan untuk mencurahkan isi hati, namun dapat disalahartikan sebagai bentuk meremehkan audiens yang menjadi target utama film tersebut.

Kontroversi Ketiga: Menyentil Isu Rasisme

Saat kritik terhadap dirinya semakin gencar, Abidzar merespons netizen yang mengkritiknya disebut rasis, Padahal, tidak ada sedikitpun komentar yang berkaitan dengan unsur SARA. Tuduhan rasisme adalah isu yang seharusnya tidak boleh disinggung tanpa menyertakan bukti konkret.

Hal ini memperburuk citra Abidzar di mata masyarakat yang berharap bahwa ia dapat menanggapi kritik dengan bijak disertai introspeksi. Menghadapi kritik adalah bagian dari pekerjaan dalam dunia hiburan.

Bukannya memperbaiki citra, hal ini hanya menimbulkan kesan bahwa Abidzar tidak profesional dalam menghadapi tekanan yang dicurahkan oleh publik.

Kontroversi Keempat: Netizen Tak Diundang ke Premiere Film

Kontroversi terakhir terjadi ketika Abidzar menyatakan secara tidak langsung bahwa ia tidak akan mengundang netizen ke acara premiere film tersebut. Pernyataan ini mungkin bersifat spontan, namun terkesan bersikap arogan dan tidak menghargai audiens.

Dalam konteks film adaptasi drama Korea yang memiliki komunitas penggemar besar, menyampaikan pernyataan seperti ini dapat menciptakan jarak antara aktor dan penonton.

Permintaan Maaf Abidzar

Pada akhirnya, Abidzar meminta maaf melalui media sosial setelah serangkaian konflik ini. Ia mengakui kesalahannya dan berjanji untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan bersikap di masa selanjutnya.

Permintaan maaf ini patut diapresiasi, namun banyak yang merasa bahwa hal tersebut seharusnya dilakukan lebih awal sebelum kritik meluas.

Hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa setiap proyek adaptasi membutuhkan riset yang mendalam dan terperinci.

Tidak hanya untuk menunjukkan dedikasi, namun juga menghargai penggemar dengan loyalitas mencintai karya tersebut.

Kerap kali penggemar memberikan kritik untuk kebaikan suatu proyek, maka kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia hiburan.

Tanggapan yang bijak akan selalu lebih dihargai karena setiap pernyataan yang dibuat oleh tokoh publik akan selalu mendapat sorotan.

Kasus ini mampu menjadi pengingat bagi para profesional di dunia hiburan tentang pentingnya profesionalisme, riset, dan komunikasi dengan publik yang baik.

Hal ini dikarenakan dunia hiburan bukan hanya soal bakat, tetapi juga soal bagaimana seorang tokoh publik dapat menempatkan diri di hadapan publik dan menghargai mereka yang menjadi bagian dari kesuksesan suatu karya.***

Kolaborasi Bareng RS BSH-Baznaz, Lippo Plaza Ekalokasari Bogor Hadirkan “The Spirit of Ramadan”

0

Bogordaily.net – Lippo Plaza Ekalokasari Bogor (Elok) menghadirkan rangkaian acara dan program belanja spesial bertajuk “The Spirit of Ramadan”, yang berlangsung mulai 25 Februari hingga 13 April 2025.

Tema ini dipilih untuk mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Ramadan, di mana masyarakat berkumpul, menikmati tradisi, dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga serta sesama.

Sepanjang Ramadan, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya Islam, seperti Hadroh (2 & 21 Maret), Islamic Acoustic (setiap Jumat: 7, 14, 21, 28 Maret), Sufi Dance (8 & 15 Maret), serta Marawis (9 & 16 Maret).

Suasana semakin meriah dengan Rampak Beduk yang akan tampil pada 22 & 29 Maret serta 7 April.

Bagi pecinta fashion, Muslim Fashion Show yang digelar pada 23 Maret akan menghadirkan koleksi busana muslim terbaru dari berbagai brand ternama.

Tak hanya hiburan, Lippo Plaza Ekalokasari Bogor juga menghadirkan Talkshow Kesehatan Ramadan pada 14 Maret, bekerja sama dengan RS BSH.

Acara ini akan membahas pola makan sehat selama puasa, tips tetap bugar, serta cara menjaga energi agar produktif sepanjang hari.

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan

Sebagai bentuk kepedulian sosial, mal ini berkolaborasi dengan BAZNAS dalam berbagai program berbagi, seperti Lelang Amal (22 Maret) untuk menggalang dana bagi masyarakat yang membutuhkan. Takjil Gratis setiap hari di area mal.

Buka Puasa Bersama dan Donasi Anak Yatim (21 Maret). Gerai Zakat di Lantai Ground Floor (GF) dari 1-28 Maret untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah.

Bagi yang ingin berbelanja lebih hemat, Late Night Sale akan digelar pada 22 & 29 Maret, dengan diskon hingga 80 persen dari berbagai tenant partisipan.

Jam operasional mal juga diperpanjang hingga 23.00 WIB, memberikan lebih banyak waktu bagi pengunjung untuk berbelanja dan menikmati suasana Ramadan.

Untuk menambah keseruan, program Ramadan Fortune Wheel berlangsung dari 25 Februari hingga 31 Maret 2025.

Dengan minimal belanja Rp200.000, pengunjung bisa menukarkan struk di Customer Service Lantai Upper Ground untuk kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, termasuk voucher belanja dari MAP, Kimukatsu, Pepper Lunch, Imperial Kitchen, Zoya, Andrew Smith, Cardinal, Oriskin, dan lainnya.

Mall Director Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, Lis Pandanwangi, menyatakan bahwa Ramadan bukan hanya tentang belanja, tetapi juga tentang menciptakan momen kebersamaan yang berkesan.

“Momen ngabuburit bersama keluarga menjadi tradisi yang dinanti. Oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai wahana hiburan seperti Kidzooona, Dinopark, Boulders Gokart & Playzone, dan Happy Kiddy. Setelah puas bermain, pengunjung bisa langsung menikmati hidangan berbuka di restoran dan tenant F&B yang tersedia di dalam mal,” ujar Lis, Selasa 18 Maret 2025.

Ia menambahkan, dengan berbagai acara seru, program belanja yang menguntungkan, serta kegiatan sosial yang penuh makna, Ramadan di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor diharapkan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi semua.

“Semangat kebersamaan dan kegembiraan akan terasa di setiap sudut mal, menjadikan Ramadan tahun ini lebih berwarna dan penuh kebahagiaan.” ungkapnya.***

(Ibnu Galansa)

Pelanggaran di Hulu DAS Ciliwung dan Kali Bekasi, Delapan Perusahaan di Bogor Kena Sanksi, Enam Lainnya Terancam Pidana

0

Bogordaily.net – Berkurangnya tangkapan air di hulu DAS Sungai Ciliwung dan DAS Kali Bekasi diduga menjadi penyebab banjir dan longsor yang melanda wilayah Jabodetabek baru baru ini.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Deputi Penegakan Hukum Irjen Pol. Rizal Irawan, menegaskan bahwa ada delapan perusahaan yang telah dikenakan sanksi paksaan pemerintah berupa pembongkaran mandiri semua bangunannya paling lambat 30 hari sejak surat paksaan penerintah diterima oleh perusahaan yang bersangkutan. Serta wajib melakukan pemulihan setelah pembongkaran selesai.

Kedelapan perusahaan yang berada di hulu DAS Sungai Ciliwung kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, yaitu PT Jaswita Lestari Jaya (Taman Bermain), PT Eigerindo Multi Produk Industri (Kegiatan Penyediaan Sarana Wisata Alam dan Jasa Daya Tarik Wisata Buatan), PT Bobobox Aset Manajemen (Jasa Akomodasi), PT Karunia Puncak Wisata (Restoran dan Perkemahan).

PT Farm Nature and Rainbow (Pertanian sayur dan umbi), PT Pinus Foresta Indonesia (Agrowisata), CV Mega Karya Anugrah (Agrowisata), dan PT Jelajah Handal Lintasan (Kegiatan Wisata Olahraga, restaurant dan Hotel) bersama dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 – Unit Agrowisata Gunung Mas dan PT Sumber Sari Bumi Pakuan telah dikenakan Sanksi Administrasi Paksaan Pemerintah berupa upaya pembongkaran mandiri dan pemulihan.

“Bilamana tidak melakukan pembongkaran mandiri, maka pemerintah yang akan melakukan pembongkarannya. Dan kepada perusahaan akan dikenakan pemberatan sanksi berupa pengenaan sanksi pidan,” tegas Rizal Irawan, Selasa 18 Maret 2025.

Tak hanya dikawasan puncak, Deputi Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian hidup juga merekomendasikan enam perusahaan dikawasan Sentul yang merupakan hulu DAS Kali Bekasi untuk ikut bertanggung jawab terhadap Banjir diwilayah Bekasi.

Perusahaan yang berlokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, yang merupakan hulu DAS Kali Bekasi, yaitu PT Sentul City, Tbk. (Perumahan, Perhotelan, Pusat Perdagangan dan Kawasan Wisata), PT Light Instrumenindo/Rainbow Hill Golf Club (Fasilitas Lapangan dan Kawasan Pariwisata), PT Mulia Colliman International (Gunung Geulis Golf), dan Summarecon Bogor yang dikelola oleh PT Kencana Jayaproperti Mulia, PT Kencana Jayaproperti Agung, PT Gunung Srimala Permai (Real Estat).

‘Kami telah diperintahkan untuk menghentikan semua kegiatan ke
6 perusahaan yg berada di hulu DAS Kali Bekasi dan akan dilakukan penegakan hukum pidana dan gugatan perdata kerugian lingkungan hidup, menginggat kerusakan yg ditimbulkan diduga sangat besar,” ungkapnya

Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup tidak akan segan-segan untuk membongkar semua bangunan yg merusak daerah aliran sungai di hulu DAS Ciliwung dan DAS Sungai Bekasi, serta hulu-hulu DAS yang lain, bahkan bangunan yang saat ini marak di Gunung Salak.***

Ibnu Galansa

Forum Konsultasi Publik RPJMD dan RKPD Jadi Momentum Tuangkan Ide dan Gagasan Bangun Kabupaten Bogor

  1. Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto dalam arahannya menyampaikan, forum konsultasi publik RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD tahun 2026 adalah momentum untuk menuangkan ide dan gagasan membangun Kabupaten Bogor. Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup), Jaro Ade saat mewakili Bupati Bogor, memimpin forum konsultasi publik RPJMD tahun 2025-2029 dan RKPD tahun 2026, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (18/3).

Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, perwakilan perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat lainnya.

Wabup Jaro Ade menjelaskan, selama proses penyusunan dokumen perencanaan akan diperoleh saran dan masukan yang optimal sehingga terwujud visi dan misi pemerintah Kabupaten Bogor hingga tahun 2029 mendatang. Ini adalah momentum untuk menuangkan ide dan gagasan membangun Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor bukan dibangun berdasarkan mimpi para pemimpinnya. Kabupaten Bogor harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakatnya,” jelas Jaro Ade.

Jaro Ade mengungkapkan, hari ini kita menerima masukan dari semua pihak, nantinya RPJMD akan menyesuaikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor, kemudian harus mengakomodir harapan masyarakat melalui Bupati Bogor. Jadi RPJM menjadi hal yang utama untuk tata kelola pemerintah Kabupaten Bogor.

“Juga untuk mewujudkan janji-janji politik Bupati dan Wakil Bupati Bogor untuk masyarakat. Maka harus dikawal agar mengakomodir visi dan misi kepala daerah selama lima tahun kedepan,” ungkap Jaro Ade.

Ia menambahkan, dalam membangun daerah, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan peran serta seluruh pemangku kepentingan, baik dari unsur pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat. Hal ini penting guna mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Bupati berpesan, agar forum konsultasi publik ini dapat menjadi wadah untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya dalam membangun Kabupaten Bogor,” kata Jaro Ade.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, H Agus Salim menuturkan, DPRD adalah mitra strategis Pemkab Bogor yang juga sama-sama penyelenggara negara. Kami disumpah untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat. Kami menghimpun aspirasi masyarakat, yang kami sinergikan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

“Maka butuh sinergi, butuh bergandeng tangan diantara kita semuanya. DPRD Insya Allah akan sungguh-sungguh menjadi mitra sinergis Pemkab Bogor untuk sukseskan Bogor Istimewa menuju Bogor gemilang,” tutur Agus Salim.(*)